Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 10951

Warisan BJ Habibie Untuk Kota Batam (1)

0

batampos.co.id – Ada banyak hal penting dan berharga yang dilakukan Habibie selama masa kepemimpinannya di OB. Ia mampu membuat Batam berkembang sangat pesat.

Ia mengubah arah pembangunan Batam tidak hanya sekadar basis logistik Pertamina, Batam berubah jadi proyek nasional yang memberi nilai tambah tinggi sebagai daerah industri berteknologi tinggi, perdagangan, alih kapal, dan pariwisata.

Habibie menyiapkan pem­bangunan infrastruktur de­ngan material unggul, me­ngadakan pro­mosi dan ker­ja sama luar ne­geri untuk membawa investasi ke Batam.

Selain itu, Habibie juga membangun sa­rana dan prasa­rana untuk mendukung dan menarik investor.

Pada akhirnya, Habibie mampu membawa Batam menjadi kawasan industri yang kompetitif.

Pada masa kepemimpinan Habibie, penerimaan uang wajib tahunan otorita (UWTO) dimanfatkan seluas-luasnya sebagai modal Otorita Batam dalam penyediaan dan pembangunan infrastruktur dasar.

Dan sejak awal, pemerintah telah memberikan hak pengelolaan lahan (HPL) sebagai kewenangan Otorita Batam untuk mengelola lahan di Batam melalui Keppres 41 Tahun 1973.

Hal ini dimaksudkan agar perencanaan, peruntukan, dan penggunaannya dapat disesuaikan dengan tugas Otorita Batam untuk membangun Batam.

Dalam menjalani kepemimpinannya, Habibie mempunyai gaya yang khas. Ia penganut prinsip bahwa mutu keseluruhan sebuah karya ditentukan oleh mutu setiap detail pelaksanaannya.

Dalam rangka mencetak kader-kader yang terpercaya, ia mempunyai dua prinsip. Pertama: belajar dan mengu-asai teori.

Presiden ketiga RI BJ Habibie saat membaca koran Batam Pos. Foto: Cecep Mulyana

Kedua: keterampilan dengan malakukan spesialisasi. Prinsip inilah yang ia terapkan pada saat pembangunan Jembatan Barelang yang berlangsung selama enam tahun, mulai 1992 hingga 1998.

Ia memberikan kesempatan pada putra-putri bangsa untuk menerapkan pengetahuannya dalam membangun enam jembatan yang menghubungkan antarpulau, yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Satu di antaranya bertipe jembatan kabel (cable stayed bridge) yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Tonton.

Pemilihan tipe jembatan yang berbeda-beda juga dimaksudkan untuk memberikan referensi dan pengalaman kepada putra-putri bangsa dalam hal teknologi pembangunan jembatan, yang sekaligus berfungsi sebagai laboratorium.

Sejak saat itu, sejumlah kawasan industri besar mulai terbangun di Batam. Singapura menjadi salah satu investor terbesar yang kemudian melahirkan Kawasan Industri Batamindo di Mukakuning.

Kawasan industri ini kemudian diisi oleh perusahaan-perusahaan asing berkelas dari berbagai negara, seperti Sumitomo, Thomson, Philips, Western Digital, Sony, dan Toshiba.

Pada tahun 1980-an, BJ Habibie mengusulkan adanya pemerintah daerah yang mengurusi masalah administrasi penduduk dan kemasya-rakatan.

Pada 24 Desember 1983 resmi terbentuk Kotamadya Administratif Batam sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1983.

Pemerintah juga menerbitkan Keppres Nomor 7 Tahun 1984 tentang Kerja Sama antara Otorita Batam dan Pemerintah Kotamadya Batam.

Dalam hal pengembangan sosial kemasyarakatan, Habibie menginginkan penduduk yang masuk ke Batam adalah penduduk yang memiliki keahlian di bidang teknologi yang dibutuhkan industri di Pulau Batam, sebab Pulau Batam memang akan diperuntukkan untuk industri.

Ada pernyataan Habibie yang fenomenal kala itu: Batam bukan tempat merantau warga yang tidak memiliki keahlian atau skill.

“Tidak mungkin kita buka Pulau Batam untuk sembarang penduduk. Mereka membuka lahan, menebang pohon, dan hanya menanam sayur. Pulau Batam bukan untuk kebun sayur.”

Selain membangun enam jembatan, Habibie juga membangun Bandara Hang Nadim pada 1996.

Bandara ini dibangun dengan landasan pacu yang sangat panjang, bahkan disebut-sebut merupakan yang terpanjang di Indonesia dan terpanjang nomor dua di Asia Tenggara setelah Bandara Kuala Lumpur.

Kala itu, Hang Nadim merupakan salah satu bandara yang paling megah di Indonesia.
Selain menekankan industri berteknologi tinggi, Habibie juga ingin agar Batam dibangun sebagai kawasan berbiaya ekonomi rendah.

Konsep itu merupakan salah satu butir kesepakatan dengan Perdana Menteri Singapura waktu itu, Lee Kuan Yew.

Ciri kawasan ekonomi berbiaya rendah adalah sistem birokrasi yang tidak berbelit-belit, tidak terjadi masalah-masalah yang tidak dapat ditentukan atau diselesaikan, tidak terjadi masalah yang tidak kredibel, baik perseorangan maupun pemerintah.

“Intinya, tidak ruwet dan berbelit-belit,” kata Habibie saat berkunjung ke Batam, 2006 silam.

Habibie menginginkan agar prinsip ini dipegang teguh dalam membangun Batam. Sebab hal ini penting dengan harapan agar Batam dapat bersinergi secara positif dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

“Kita tidak mungkin bisa berbisnis satu arah saja, kita butuh partner. Ini bisa kita lakukan jika kita jujur dan terbuka. Apalagi Batam harus menjadi pusat unggulan industri jasa, high-tech, maupun bidang lainnya,” ujarnya.

Meskipun acuan pengem-bangan Batam adalah negara-negara maju di bidang perindustrian, pengembangan Pulau Batam harus selalu sesuai dengan skenario dan filosofi pembangunan Indonesia secara menyeluruh, yang tidak sama dengan skenario pembangunan Singapura atau negara mana pun. Pembangunan Batam tetap bertujuan demi kepentingan nasional.

Hal tersebut disampaikan Habibie saat tatap muka dengan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah tahun 1985.

“Bukan berarti Pulau Batam nantinya tiba-tiba pada tahun 2020 menjadi independen dari Indonesia, bukan seperti itu. Maksudnya, dengan kata lain, Batam is a part of Indonesia, a small part, just a very small part of Indonesia,” katanya.

Singkatnya, kepemimpinan Habibie di Otorita Batam telah membawa Batam dalam masa kejayaan. Berkat kiprahnya, dunia mulai mengenal Batam sebagai kawasan industri.

Pada tahun 1990-an Batam mencapai perkem­bangan yang sangat pesat di sektor industri dan perdagangan.

Ini ditandai dengan laju pertumbuhan perekonomian Batam yang rata-rata 17 persen per tahun, bahkan pernah mencapai 31,28 persen pada tahun 1991.

Habibie melepaskan jabatannya sebagai Ketua Otorita Batam ketika ia dipilih oleh MPR RI sebagai Wakil Presiden ke-7 melalui Sidang Umum MPR tanggal 11 Maret 1998 dan kemudian menjadi presiden.

Pada saat kepemimpinan Habibie berakhir, industri di Pulau Batam sedang mengalami perkembangan yang pesat.

Bahkan, krisis ekonomi yang dialami Indonesia saat itu tidak berpengaruh besar pada kondisi investasi di Pulau Batam.

Namun, sampai akhir kepemimpinannya, industri di Batam belum sampai pada tahapan industri yang berteknologi tinggi.

Itu menjadi tugas pemerintah dan pemimpin Otorita Batam selanjutnya untuk meneruskan usaha yang telah dirintis Habibie(leo/ska)

Pemerintah Segera Naikkan Iuran JKN-KIS

0

batampos.co.id – Sebagai upaya memastikan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjalan berkesinambungan, pemerintah berencana melakukan penyesuaian iuran JKN-KIS dalam waktu dekat.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahcmi Idris, kondisi besaran iuran yang ditetapkan saat ini belum sesuai dengan perhitungan aktuaria. Sehingga penyesuaian iuran harus dilakukan.

“Jika iuran peserta masih di bawah perhitungan aktuaria, defisit akan tetap terjadi,” kata Fachmi dalam konferensi pers yang digelar di BPJS Kesehatan Kantor Pusat, Rabu (9/11/2019).

Ia menjelaskan, langkah pemerintah melakukan penyesuaian iuran ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 yang menyebutkan bahwa iuran program jaminan kesehatan sosial disesuaikan paling lama dua tahun sekali.

Menurutnya, selama ini nominal iuran yang berlaku besarannya tidak sebesar yang seharusnya ditanggung masyarakat karena sebagian sudah ditanggung pemerintah.

Selain itu, jika didalami, sesungguhnya besaran iuran yang baru masih terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat.

Sejumlah warga antre untuk mengurus kartu kepesertaan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Besaran iuran yang akan disesuaikan tidaklah besar apabila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diberikan Program JKN-KIS ketika ada peserta yang sakit atau membutuhkan laya-nan kesehatan,” terangnya.

Dirincikannya, untuk iuran peserta mandiri kelas 3, sebenarnya tidak sampai Rp 2.000 per hari.

Hampir sama seperti bayar parkir motor per jam di mal. Sama juga seperti ke kamar kecil di tempat-tempat umum.

Bahkan, untuk peserta mandiri kelas 1, iurannya kurang lebih Rp 5.000 per hari.

”Bandingkan dengan buat beli rokok per hari yang bisa menghabiskan lebih dari Rp 5.000. Beli kopi di cafe sudah pasti lebih dari Rp 5.000,” ujar Fachmi.

Ia menambahkan, masyarakat miskin dan tidak mampu maka iurannya ditanggung pemerintah melalui APBN dan penduduk yang didaftarkan oleh Pemda dijamin iurannya oleh APBD.

Sementara untuk buruh dan pemberi kerja, penyesuaian iuran hanya berdampak pada pekerja dengan upah di atas Rp 8 juta sampai dengan Rp 12 juta saja. Artinya, pekerja dengan upah di bawah nominal tersebut, tidak terkena dampak.

”Salah kalau mengatakan pemerintah tidak hadir menanggung kenaikan iuran,” tegasnya.

Justru, lanjutnya, pemerintah sangat luar biasa sudah membantu menanggung iuran untuk rakyatnya.

Sebesar 73,63 persen dari total besaran penyesuaian iuran akan ditanggung oleh pemerintah melalui peserta PBI APBN, penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah, pegawai pemerintah pusat/daerah, TNI, dan Polri.(nji)

BUMMAS ECO-J Dari Desa Berdaya Brontokusuman 

0

batampos.co.id – Desa Berdaya Brontokusuman Yogyakarta adalah salah satu desa binaan Rumah Zakat sejak tahun 2017.

dari rilis yang diterima batampos.co.id, desa ini mengembangkan bidang ekonomi kreatif dengan produk Eco-J atau Ecoprint Jogja.

Berawal dari workshop ecoprint yang diikuti oleh penerima manfaat Rumah Zakat, kini mereka telah berhasil membuat batik ecoprint sendiri dan telah mengikuti pameran di berbagai daerah.

Kini Eco-J bertransformasi menjadi BUMMAS Kube Eco.J yang merupakan kelompok usaha bersama yang bergerak dalam bidang fashion dan craft dengan produk unggulan seni olah kain dengan teknik ecoprint dan memiliki anggota 18 orang.

“BUMMAS Kube Eco.J ini merupakan satu-satunya kelompok pengrajin kain Ecoprint yang menonjolkan karakteristik dan pemberdayaan berbasis potensi lokal, karena selain memproduksi kain ecoprint, Eco.J ini juga menjadi destinasi wisata” ujar Indra Suryanto, Fasilitator Desa Berdaya Brontokusuman.

Tim Rumah Zakat memperlihatkan hasil karya warga Desa Berdaya Brontokusuman Yogyakarta berupa produk Eco-J atau Ecoprint Jogja. Foto: Rumah Zakat untuk batampos.co.id

Selain memproduksi Ecoprint, Bummas Eco-J juga membuka kelas pelatihan bagi warga yang ingin mengetahui cara pembuatannya.

Workshop untuk masyarakat luas yang ingin belajar tehnik ecoprint sehingga ini juga menjadi daya tarik wisata.

Bummas kube Eco.J ini telah terbukti dapat memandirikan masyarakatnya karena sejak pertamakali dibangun telah meraup untung hingga puluhan juta dan mampu memberikan penghasilan tambahan pada para anggotanya.

“Saya sendiri kagum dengan hasil ecoprint ini, bahkan saya tidak menyangka saya bisa berpenghasilan dari sana,” ujar Rusjayanti salah satu penerima manfaat dari ecoprint di desa berdaya brontokusuman.

Indra sebagai fasilitator sekaligus pengawas BUMMAS Eco-J berharap anggota Eco-J bisa terus bertambah senhingga BUMMAS ini bisa terus berkembang dan lebih banyak memandirikan masyarakat Brontokusuman dan sekitarnya.(*)

Ketua PWI Kepri Berikan Piagam Penghargaan untuk Polresta Barelang dan Kapolsek Belakangpadang

0

batampos.co.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau, Candra Ibrahim, memberikan piagam penghargaan kepada Polresta Barelang dan Kapolsek Belakanganpadang, AKP Ulil Rahim, atas inovasi dan kepedulian meningkatkan minat baca masyarakat.

Khususnya para remaja pesisir dengan mendirikan Balai Bhabinkamtibmas dan Perpustakaan Mini di Pulau Kasu, Rabu (11/10/2019) pagi.

Penghargaan itu diterima langsung Wakapolresta Barelang, AKBP Muji Supriadi, dan Kapolsek Belakangpadang, AKP Ulil Rahim.

“PWI Kepri akan selalu memberikan apresiasi bagi pihak-pihak yang peduli dengan pembangunan mental dan pendidikan serta mening-katkan minat baca di tengah masyarakat,” ungkap Candra dalam sambutannya.

Candra mengatakan, inovasi dan terobosan yang dilakukan Kapolsek Belakangpadang merupakan langkah nyata dalam menangkal masuknya berbagai ancaman.

Baik itu tindak kriminalitas maupun ideologi asing yang dibawa oleh perkemba-ngan teknologi.

“Merangkul remaja, menyibukkan mereka dengan kegiatan membaca dan musik-musik tradisional merupakan langkah nyata antisipasi kejahatan yang rawan terjadi di daerah perbatasan,” paparnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau Candra Ibrahim (kiri)memberikan piagam penghargaan kepada Wakapolresta Barelang AKBP Muji Supriadi, Rabu (11/10/2019). Foto: Dokumentasi PWI Kepri untuk batampos.co.id

Ia berharap, apa yang dilakukan Kapolsek Belakangpadang ini dapat ditiru instansi-instansi lain, khususnya yang bersinggungan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Belakangpadang AKP Ulil Rahim menjelaskan, dibangunnya Balai Bhabinkamtibmas ini bertujuan untuk mempererat hubungan masyarakat dengan pihak kepolisian, khususnya sektor Belakangpadang.

“Kami sengaja mendirikan balai ini di Pulau Kasu karena pulau inilah yang berada di tengah dan pulau yang paling padat penduduknya di gugusan Kecamatan Belakangpadang,” jelasnya.

Ia berharap dengan didirikannya Balai Bhabinkamtibmas ini, hubungan masyarakat dan kepolisian dapat lebih akrab lagi, serta dapat meningkatkan minat baca masyarakat khususnya para remaja.

Wakapolresta Barelang, AKBP Muji Supriadi, dalam pengarahannya menekankan agar Balai Bhabinkamtibmas ini tidak hanya dijadikan simbol, tapi juga harus dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Jangan hanya diresmikan, setelah itu sepi karena tidak dipergunakan,” jelasnya.

“Gunakanlah untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, untuk konseling, bahkan kalau ada masalah di tengah warga, gunakanlah balai ini untuk tempat berembuk,” kata dia lagi.

“Jangan langsung bawa ke polsek, kecuali untuk kasus narkoba, itu tak ada ampunnya,” jelasnya.

Muji juga mengapresiasi langkah Kapolsek Belakangpadang, yang telah melakukan inovasi dengan mendirikan Balai Bhabinkamtibmas ini.

“Saya bangga memiliki anak buah seperti Pak Ulil, beliau penuh inovasi dan trobosan, dan dapat merangkul warga,” pujinya.

Balai Bhabinkamtibmas tersebut dibangun di lahan yang dihibahkan salah seorang warga, serta pembangunannya pun hasil sumbangsih warga secara bergotong royong.

Pada kesempatan itu juga pihak Polresta Barelang memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya.

Serta bantuan juga diberikan dari Camat Belakangpadang kepada Balai Bhabinkamtibmas berupa satu unit komputer.

Begitu juga dengan Himpunan Melayu Raya yang telah menyumbangkan alat musik dan Alquran untuk pembinaan pemuda, serta dari Imigrasi Belakangpadang menyerahkan bantuan berupa alat tangkap untuk pembinaan nelayan.(rng)

Rumah Zakat Dirikan BUMMAS untuk Wujud Kemandirian Desa

0

batampos.co.id – Rumah Zakat sebagai salah satu lembaga filantropi mengoptimalisasi pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah melalui program pemberdayaan masyarakat yaitu program Desa Berdaya.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, program Desa Berdaya merupakan program pemberdayaan dalam cakupan wilayah desa, melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiapsiagaan bencana.

Targetnya, desa dapat mengembangkan kelembagaan lokal yang berdaya untuk mengatasi permasalahannya sendiri serta dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa sehingga menjadi mandiri.

“Salah satu yang menjadi indikator keberdayaan atau kemandirian desa ini adalah dalam bidang ekonomi. Karenanya, kami membangun BUMMAS (badan usaha milik masyarakat) di desa berdaya yang kami bina,” ujar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat.

Tim Rumah Zakat saat menyambangi rumah warga. Foto: rumah Zakat untuk batampos.co.id

BUMMAS kata dia, merupakan badan usaha milik masyarakat sebagai wujud dari socio enterprise dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat serta menjadi tulang punggung keberlanjutan program Desa Berdaya.

“Saat ini Rumah Zakat telah membangun 73 BUMMAS di 14 provinsi,” ujarnya.

Ke 14 provinsi itu ialah Aceh, Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

“Dimana 25 bergerak di bidang microfinance, 31 di bidang microbisnis dan 17 di bidang agrobisnis,” tambahnya.

Pembentukan BUMMAS lanjutnya, diharapkan dapat turut serta memberantas kemiskinan.

Serta menguatkan kemandirian desa, karena dengan semakin kuat desa maka 40% masalah ekonomi indonesia mampu terselesaikan.

“Semoga kami dapat terus menambah dan mengembangkan BUMMAS di seluruh Desa Berdaya yang saat ini telah berjumlah 1,510 di 61 Kota dan 197 Kabupaten” tutup Efendi.(*)

Akhirnya, Suku Cadang Mesin Pembangkit PLN Tiba

0

batampso.co.id – bright PLN Batam mengklaim kondisi kelistrikan Batam akan segera pulih.

Pasalnya, suku cadang untuk mesin pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Tanjunguncang yang menga-lami kerusakan, telah tiba pada Selasa (10/9/2019).

“Suku cadang, peralatannya serta tenaga ahli PT Siemen dari Swedia telah tiba pada Selasa kemarin,” kata Corporate Secretary Bright PLN Batam, Denny Hendri Wijaya, Rabu (11/9/2019).

Denny mengaku, proses pengiriman dan perjalanan suku cadang untuk mesin PLTG ini cukup panjang.

“Suku cadang diproduksi di Swedia, tempat mesinnya berasal. Kemudian dikirim ke Jakarta dulu untuk menyelesaikan administrasi. Setelah itu barulah dikirim di Batam, makanya baru kami terima kemarin,” ungkapnya.

Suku cadang mesin (PLTG) Tanjunguncang tiba di Batam setelah dikirim dari Swedia. Foto: PLN Batam untuk Batam Pos

Selanjutnya, setelah suku cadang diterima, maka perbaikan gas turbin PLTG Tanjunguncang yang mengalami kerusakan segera bisa dimulai.

Menurut Denny, jika prosesnya berjalan lancar, maka butuh waktu dua hingga tiga minggu untuk memperbaikinya.

“Setelah diperbaiki, maka dilanjutkan dengan satu minggu untuk pengujian,” jelasnya.

“Kami akan berupaya supaya bisa diperbaiki secepatnya sehingga dapat beroperasi lagi. Dengan begitu, akan menambah daya listrik di sistem kelistrikan Batam-Bintan,” paparnya.

Ia mengimbau agar warga Batam bisa berhemat listrik, karena Batam tengah memasuki musim kemarau.

“Mengingat kondisi cuaca panas, serta perbandingan daya mampu pembangkit yang ada dengan beban puncak penggunaan listrik yang hampir sama,” kata dia.

“Kami imbah supaya berhemat listrik, terutama pada beban puncak, hingga perbaikan mesin rampung,” tuturnya.(leo)

Ada Kabut Asap, Penerbangan Masih Oke

0

batampos.co.id – Kabut asap masih terlihat dan dapat dirasakan di Kota Batam, Rabu (11/9/2019). Namun sejauh ini, kabut asap tersebut dinilai belum mengganggu penerbangan.

”Kami memang ada menerima laporan (kabut asap), mulai menebal. Tapi jarak pandang masih bagus,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (11/9/2019).

Ia mengatakan, dari laporan BMKG, jarak pandang di Bandara Internasional Hang Nadim masih di atas 10 kilometer.

Perubahan cuaca yang cepat membuat petugas AirNav Hang Nadim harus selalu waspada. Meski ada kabut asap penerbangan di Bandara Hang nadim Batam masih normal. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id 

Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, menegaskan, kabut asap tersebut bukanlah kiriman dari Riau maupun Kalimantan.

Karena lintasan asap, maupun angin tidak bertiup ke arah Kepri, khususnya Batam. Penyebab kabut asap ini, ditengarai akibat titik api atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kepri.

Hingga Rabu (11/9) sore, terpantau sebanyak tujuh titik api di Lingga dan Karimun.

”Pantauan satelit terkait sebaran asap, ada asap akibat Karhutla di Pulau Sumatera dan Kalimantan tidak ada menyebar sampai wilayah Kepri,” pungkasnya.(ska)

PGN Raih 5 Penghargaan pada Ajang The Best Contact Center Indonesia

0

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meraih 5 penghargaan dalam 4 kategori dalam ajang The Best Contact Center Indonesia Tahun 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (10/9). The Best Contact Center Indonesia merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA).

Empat kategori yang diraih PGN dalam ajang tersebut diantaranya The Best Operation Contact Center, The Best IT Support TeamWork, The Best Agent Back Office, dan The Best of The Best Agent Back Office. Dalam ajang yang di gelar satu tahun sekali itu PGN meraih 1 platinum, 2 silver, dan 2 bronze award.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengucapkan rasa syukur dengan raihan PGN dalam ajang tersebut. Rachmat mengatakan, PGN akan terus mengembangkan Contact Center dan berinovasi secara profesional dalam memberikan layanan informasi energi baik gas bumi kepada publik lewat layanan digitalnya sehingga peran PGN sebagai subholding gas di Indonesia dapat dirasakan di masyarakat.

“Ini merupakan tahun ke tujuh PGN dalam mengikuti ajang yang di gelar ICCA. Dengan adanya ajang ini, PGN tidak puas sampai disini, PGN akan terus berinovasi secara profesional dalam mengembangkan layanan digitalnya, sehingga publik mengetahui tugas dan fungsi PGN hadir di tengah-tengah masyarakat.” ujar Rachmat di Jakarta.

Kompetisi yang digelar tahun ini diikuti oleh kurang lebih 400 peserta yang terdiri dari 50 organisasi yang merupakan lembaga negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bank, asuransi dan jasa keuangan, e-commerce, dan perusahaan retail. Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap peningkatan kompetensi praktisi contact center dalam bidang pelayanan serta meningkatkan kontribusi contact center dalam mendukung bisnis perusahaan/organisasi.

Rachmat menambahkan, saat ini PGN melalui inovasinya telah mengembangkan layanan PGN 360 Degree Integrated Solution untuk mengoptimalkan layanan pelanggan. Melalui layanan ini PGN memberikan layanan terintegrasi berupa pembangunan infrastruktur gas bumi, pemanfaatan gas bumi di berbagai sektor, layanan engineering, operasi dan pemeliharaan serta sistem pendukung lainnya yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

“PGN saat ini terus menegaskan perannya sebagai subholding gas di Tanah Air. PGN yang juga merupakan pionir pemanfaatan gas bumi nasional, terus melakukan inisiatif dan terobosan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai infrastruktur gas bumi dalam rangka menjalankan peran agent of development untuk peningkatan pemanfaatan dan memenuhi kebutuhan domestik gas bumi.” tutup Rachmat. (*)

Menara Pandang di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Diuji Coba

0

batampos.co.id – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam meninjau progres menara pandang Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah jelang uji coba yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Kepala DCKTR Batam, Suhar, mengatakan, pihaknya sudah meminta dengan operator untuk meninjau progres menara pandang tersebut.

Ia menjelaskan, fasilitas menara pandang ini merupakan salah satu yang diunggulkan selain bangunan masjid.

Ia bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, mengecek fasilitas lift yang akan digunakan pengunjung untuk menuju puncak menara pandang.

”Sudah lumayan progresnya. Nanti akan dilanjutkan uji kelayakan oleh operator proyek,” ujarnya.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batuaji berdiri menjulang dengan menara pandang setinggi 99 meter. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sebelum difungsikan kata dia, keamanan dan kenyamanan lift harus diuji terlebih dahulu. Menurut Suhar, pihak operator menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ini, menara pandang akan menjalani uji kelayakan.

”Mudah-mudahan tidak ada kendala dan dilanjutkan tahap uji coba,” sebutnya.

Lift itu kata dia, akan membawa pengunjung menikmati keindahan dari ketinggian 99 meter.

Keberadaan menara ini merupakan salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada pengunjung.

Suhar mengungkapkan, berbagai fasilitas pendukung terus dilengkapi demi kenyamanan pengunjung.

Infrastruktur bangunan masjid juga terus dikebut sesuai dengan target penye-lesaian tahun ini.

”Sesuai de-ngan kontrak pengerjaan akan berakhir 30 November mendatang. Meskipun begitu tanggal 20 mendatang sudah cek final,” ujarnya.(yui)

Ruli di Batuaji Terbakar

0

batampos.co.id – Rumah Liar (Ruli) di kampung Danau Merah, Batuaji, terbakar, Kamis (12/9/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Rumah-rumah semi permanen tersebut sangat cepat dilahap si jago merah, membuat masyarakat di lokasi tersebut panik.

Mereka terus berusaha untuk memadamkan api dengan alat dan air seadanya. Terlebih saat itu angin berhembus dengan kencang. Sehingga membuat api kian membesar dan memembuat rumah mereka rata dengan tanah.

Sementara sebagain warga lainnya hanya bisa menangis melihat kediaman mereka hangus terbakar.

Warga yang menetap di Ruli di kampung Danau Merah, Batuaji, mencoba memadamkan api. Foto: Eja/batampos.co.id

Teriakan meminta pertolongan terus mengema di lokasi tersebut. Bahkan sebagain warga lainnya panik ketika buah hatinya tidak ada disamping mereka.

Sampai berita ini selesai diketik, belum diketahui secara persis berapa jumlah rumah dan korban akibat kebakaran tersebut.

Yanti salah seorang warga sekitar terlihat pasrah ketika melihat kediamannnya rata dengan tanah.

Menurutnya, beberapa warga sudah mencoba menghubungi pihak pemadam kebakaran. Namun mobil pemadam kesulitan mendekati lokasi karena akses jalan yang sempit.

“Tidak tau lagi pak dari mana apinya. Habislah rumah kami ini,” tangis Yanti, seorang warga.(eja)