Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 10952

Taman Aspirasi Kini Menjadi Tempat Tinggal Tunawisma

0

batampos.co.id – Taman Aspirasi, Batam Centre awalnya diperuntukkan bagi warga yang ingin melakukan aksi, menyalurkan aspirasi, seperti unjuk rasa dan sebagainya.

Taman yang berada persis diantara pusat gedung pemerintah di Batam Center itu bahkan sempat dijadikan tempat penampungan imigran dari beberapa negara.

Setelah tidak lagi menjadi penampungan para imigran, kondisi Taman Aspirasi kian memprihatinkan.

Pasalnya tempat yang seharusnya digunakan untuk bersantai, kini justru diambil alih para tunawisma.

Lokasi Taman Aspirasi yang berada di Jalan Engku Putri Batam Centre. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Miris, itulah kesan pertama saat batampos.co.id menyambangi lokasi tersebut, Senin (16/9/2019).

Meski tampak asri, namun di beberapa sudut taman terlihat lembaran-lembaran baju dan celana yang dibiarkan mengantung.

Baca Juga: Ada Harus Tahu, Taman Rusa Sekupang Dulunya Jogging Track

Pakaian itu adalah milik para tunawisma. Anggota Satuan Tugas Pertamanan, Ayang, menuturkan Taman Aspirasi dulunya bersih dan rapi.

Ayang mengaku dirinya ditugaskan untuk membesihkan Taman Aspirasi sejak 2016 silam.

Bagian dalam Taman Aspirasi yang berada tidak jauh dari Kantor Wali Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Atau setelah para imigran dipindahkan ke Hotel Kolekta, Lubukbaja.

Kondisi yang bersih dan asri, kata dia kerap dimanfaatkan sebagai lokasi bersantai oleh masyarakat seusai mengurus parpor di kantor imigrasi.

“Dulu itu banyak yang ke sini orang-orang yang mau buat paspor dari jam delapan pagi sampai jam tiga sore selalu penuh,” katanya.

Baca Juga: Ngebutnya Internet di Taman Tuah Melayu

Namun diawal 2018, para tunawisma mulai berdatangan dan menghuni Taman Aspirasi.

“Seperti yang kita lihat sekarang banyak baju dan jemuran yang diletakan di bangku taman, membuat taman ini kumuh,” paparnya.

Kata dia, saat siang hari para tunawisma tidak berada di sekitar taman. Setahu dirinya, para tunawisma itu bekerja sebagai penjual koran dan pengamen.

Celana dan pakaian milik tunawisma yang dijemur di Taman Aspirasi. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

Namun saat malam hari, keadaan berubah. Para tunawisma memadati setiap sudut taman. Ia memperkirakan ada puluhan tuna wisma yang mendiami Taman Aspirasi saat malam hari.

Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di gedung DPRD, yang enggan namanya disebutkan, mengatakan, pihaknya sudah pernah membawa para tuna wisma tersebut ke Dinas Sosial.

Namun, setelah di data dan dilapas, para tuna wisma itu kembali memenuhi Taman Aspirasi.

“Banyak orang baru yang tinggal di taman itu,” ujarnya.

Kata dia, banyaknya tuna wisma di Taman Aspirasi sudah dilaporkan ke kantornya.

Tetapi hingga saat ini belum ada perintah dari atasannya untuk kembali membersihkan Taman Aspirasi dari tuna wisma.(nto)

KPPAD Berikan Pembekalan dan Psikotes Mental Kepada Guru

0

batampos.co.id – Pihak sekolah swasta yang salah satu gurunya diduga melakukan tindakan asusila kepada siswa perempuannya, melakukan pembekalan dan psikotes mental terhadap 30 guru dan ustaz.

Pembekalan dilaksanakan pihak sekolah bekerjasama dengan dengan Komisi Perlidungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri.

Ketua KPPAD Provinsi Kepri, Eri Syahrial, mengatakan, program tersebut diberinama pembekalan mental menuju guru ramah anak.

Anggota Sat Reskrim Polresta Barelang membawa Sy (bertopi) yang diduga mencabuli enam muridnya di salah satu sekolah swasta di Kota Batam, usai tiba dari Tanjungbalai Karimun, Jumat ( 6/9/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Ini untuk mengantisipasi agar tak lagi terulang kejadian serupa yang dilakukan oleh oknum guru kepada murid perempuannya,” ujarnya, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga: Oknum Guru Cabul Mengaku Terpengaruh Film Dewasa

Selain menggelar psikotes dan pembekalan mental ke puluhan guru, pihak sekolah kata dia, juga memasang kamera pengawas atau CCTv di tiap sudut ruang kelas maupun ruang guru di SD maupun SMP.

Pemasangan itu lanjutnya, agar aktivitas antara murid dengan guru bisa terpantau.

Baca Juga: 6 Siswa Perempuan Jadi Korban Oknum Guru Cabul

Sehingga dapat menghindari adanya kejadian yang tak senonoh yang dilakukan oleh oknum guru kepada siswanya.

“Istilahnya agar pengontrolan langsung bisa terpantau,” terang Eri lagi.(gas)

KPK Kembali Geledah Tiga Kantor Dinas di Kepri

0

batampos.co.id – Di tengah kemelut perubahan Undang-Undang terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh DPR RI, KPK tetap bekerja.

Terbaru, komisi anti rasuah tersebut kembali menggeledah tiga kantor pemerintahan di Provinsi Kepri.

“Ada penggeledahan di tiga lokasi, semuanya kantor dinas di Tanjungpinang,” ujar Jubir KPK, Febridiansyah kepada batampos.co.id, Selasa (17/9/2019).

ilustrasi

Ketiga kantor pemerintah yang digeledah tersebut yaitu, Dinas PUPR, kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.

“Dari 3 lokasi itu diamankan sejumlah dokumen terkait anggaran di dinas masing-masing,” kata Febri.

“Semuanya akan ditindaklanjuti untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya lagi.

Dia mengatakan, penggeledahan ini dilakukan sebagai lanjutan dari proses Penyidikan dugaan penerimaan suap atau gratifikasi dengan tersangka Gubernur Kepri Non Aktif, Nurdin Basirun.(cha)

Jangan Sebar Berita Hoaks Ya, Nanti Bisa Seperti Ibu Ini

0

batampos.co.id – Peringatan keras bagi yang suka menyebarkan berita palsu alias hoax. Jika tidak, akan bernasib sama dengan N.

IRT ini dituntut 8 bulan penjara karena meneruskan rekaman voice note tentang adanya penembakan yang dilakukan pihak kepolisian di Gor Odessa Botania, pada April 2019 lalu.

“Terdakwa tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), sehingga terdakwa dituntut 8 bulan penjara, denda Rp 5 juta dan subsider 3 bulan kurungan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti, Samsul Sitinjak, membacakan amar tuntutan, Senin (16/9/2019).

Tuntutan itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Menanggapi tuntutan itu, ibu empat anak ini memohon keringanan hukuman.

“Saya sangat menyesal yang mulia, saya mohon keringanan hukuman,” ujar perempuan berhijab itu.

Ilustrasi

Hakim Ketua, Taufik Nainggolan, meminta kepada terdakwa juga pengunjung persidangan agar berhati-hati menyebarkan informasi.

Apalagi informasi yang menyangkut institut dan Sara.

“Kita tidak boleh seenaknya membagikan, ibu itu tugasnya mengurus anak-anak. Janganlah ngurusin hal-hal seperti ini,” ucapnya.

Sementara dalam dakwaanya, terdakwa Nurlina dilaporkan Ilham salah seorang anggota polisi. Dalam rekaman yang dikirim ke grup whatsapp KKSS Batam-Kepri, terdengar suara perempuan yang mengatakan ‘barusan ada suara tembakan jadi saya mohon kawan-kawan relawan segera merapat ke Gor Odessa Botania, juga kawan, bapak-bapak dari LPI dan FPI mohon segera ke Gor Odessa Botania ada satu kali tembakan dari Kepolisian, dua kali tembakan dari Kepolisian, saya fikir ini memang strategi dari mereka untuk buat kerusuhan supaya kami-kami yang di sini bubar, mohon-mohon kawan-kawan relawan kemari’.

Merasa rekaman itu palsu, Ilham bertindak. Akibat memberikan berita bohong yang membuat keonaran di kalangan masyarakat, terdakwapun di laporkan.

“Tujuan saya sebar rekaman itu untuk teman atau kerabat saya yang lewat di jalan itu agar berhati-hati, tapi ternyata itu hoax,” kata terdakwa saat persidangan sebelumnya.

Majelis Hakim kemudian menunda persidangan dan kemudian menjadwalkan peridangan lanjutan minggu depan dengan agenda putusan.(une)

CSR Pertamina Sasar Sarana Sekolah

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, mengatakan, Pemkab Natuna terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan Pertamina untuk memanfaatkan penyaluran program coorporate social responsibility (CSR).

Pemanfaatan program CSR Pertamina tidak hanya pada pinjaman dana kemitraan kepada pelaku UKM.

Namun, dapat menyasar bidang pendidikan melalui pemba­ngunan infrastruktur sarana dan prasarana sekolah.

“CSR Pertamina akan terus dimanfaatkan membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat, termasuk bidang pendidikan,” sebut Ngesti, kemarin.

Bahkan beberapa sekolah sudah mengusulkan bantuan melalui CSR tersebut, di antaranya mem­bangun toilet di SDN 1 Ranai dan pembangunan musala di SDN 07 Ranai Darat.

Ilustrasi Pertamina. Foto; Jawa Pos

Ngesti mengatakan, pemerintah sebagai pendorong menggerakan ekonomi masyarakat diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat, agar program-program yang dijalankan dimanfaatkan dengan maksimal.

Khususnya pelaku UKM, diharapkan dapat mengem­bangkan usahanya dengan produk unggulan daerah dan menyiapkan persaingan di masa datang.

Tentunya dinas teknis mendam­pingi masyarakat, memberikan solusi setiap ada kendala.

“Tahun ini sekitar 46 pelaku UKM akan ditargetkan menerima bantuan dana kemitraan dari Pertamina,” ujarnya.

“Mudah-mudahan seluruhnya direalisasi Pertamina, karena tahun lalu sudah 10 pelaku UKM dibantu CSR Pertamina,” katanya lagi.(Aulia)

Kapal Tol Laut Diminta Berlabuh di Penagi

0

batampos.co.id – Persoalan disparitas harga kebutuhan pokok masih menjadi penyebab utama inflasi di kabupaten Natuna, meski pemerintah sudah menjalankan program subsidi transportasi melalui kapal tol laut.

Ketua Dewan Pimpinan Kota Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Natuna, Cucu, mengatakan, masyarakat dan pemerintah menyambut baik program tol laut untuk Natuna. Namun, masih diperlukan solusi lain.

“Tujuan pemerintah pusat bagus agar tidak menciptakan disparitas harga di daerah,” katanya.

“Tapi kenyataannya, disparitas itu masih terjadi di Ranai. Karena posisi tol laut jauh dari pusat kabupaten,” ujar dia lagi.

Pelabuhan barang Penagi, Natuna masih menjadi primadona bagi pedagang untuk membawa barang dagangan dari Jakarta atau daerah lainnya di Kepri. Foto: Aulia Rahman/batampos.co.id

Cucu melanjutkan, pedagang harus menambah biaya angkut dari pelabuhan Selat Lampa menuju Ranai sebesar Rp 700 ribu per lori.

Sementara dari Pelabuhan Penagi, hanya Rp 120 ribu per lori. Perbandingan upah angkut ini menyebabkan pedagang masih memilih memasok barang dari Pelabuhan Penagi.

“Tambahan biaya angkut lori ini menjadi pertimbangan pedagang,” paparnya.

“Kecuali kapal tol laut bisa merapat di Pelabuhan Penagi. Saya yakin disparitas harga bisa ditekan,” ujarnya lagi.

Sejauh ini, soal harga kebutuhan pokok di Ranai tetap dalam pengawasan pemerintah daerah, dan satgas pangan.

Sehingga ada batasan bagi pedagang untuk menetapkan harga pasaran, terutama ketika muncul gejolak harga pangan.

“Pedagang tentunya sangat berharap, pemerintah dapat memberikan solusi. Agar kapal tol laut dapat sandar di Pelabuhan Penagi. Solusi disparitas harga kebutuhan pokok dapat tercapai,” harapnya.(Aulia)

Kabut Asap Kian Tebal, 2000 Masker Dibagikan ke Pengendara

0

batampos.co.id – Kabut asap semakin tebal di wilayah kelurahan Tanjungriau, Sekupang dan Tanjunguncang, Batuaji.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengenakan masker penutup hidung saat beraktifitas di luar rumah.

Imbauan ini disampaikan oleh Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, saat membagikan masker penutup hidup di simpang Basecamp, Batuaji, Selasa (17/9/2019).

Total ada sekitar 2.000 masker yang diberikan secara gratis kepada warga pengguna jalan.

“Udara lagi kurang bagus. Kalau keluar rumah usahakan pakai masker atau penutup hidung lainnya,” ujar Agus Sofyan kepada pengendara di Simpang Basecamp.

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan (baju dinas) mengimbau kepada para pengendara untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Foto: Eja/batampos.co.id

Imbauan ini juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, yang turut ambil bagian dalam pembagian masker tersebut.

“Pak Didi juga menyampaikan hal yang sama dan dia mendukung penuh pembagian masker ini,” ujarnya Lurah Tanjungriau lagi.

Pantauan di lapangan, kabut asap masih menebal di wilayah Marina, Tanjunguncang hingga Seitemiang.

Kabut asap ini tidak saja dikhawatirkan mengganggu kesehatan, tapi juga menyebabkan kecelakaan lalulintas, karena turunnya jarak pandang.(eja)

BNN Berantas Narkoba Bersama Pemko Batam

0

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam menandatangi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemko Batam, terkait Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap (P4GN) Narkoba di Batam, Selasa (17/9/2019).

Kepala BNN Kota Batam, Tumpak, mengatakan, MoU ini diharapkan bisa meningkatkan pencegahan hingga peredaran narkotika di Kota Batam.

Selain itu kata dia, sinergi antara Pemko Batam dan BNN bisa meminilisir peredaran narkotika ke depannya.

“Pemko kan memiliki dinas-dinas dan kelembagaan yang sudah membantu dan bekerjasama selama ini, dengan adanya MoU ini diharapkan akan lebih banyak lagi yang mendukung P4GN ini,” sebutnya.

Ia menjelaskan, peredaran narkoba saat ini menyasar mereka yang masih duduk di bangku sekolah.

Untuk itu kata dia, perlu peran Dinas Pendidikan untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba ini.

“Jadi jika semuanya sudah berjalan bersamaan penyalahgunaan bisa ditekan,” jelasnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kiri) dan Kepala BNNK Batam, Tumpak memperlihatkan draf MoU pemberantasan narkoba di lingkungan Pemko Batam, Selasa (17/9/2019). Foto: Yulitavia/batampos.co.id

“Edukasi dini akan membantu menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba ini,” terangnya lagi.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan selama ini BNN sudah sering terlibat dalam kegiatan yang digelar Pemko Batam.

Ia berharap dengan adanya MoU ini bisa memberikan efek yang positif.

“Saya inginnya seluruh pegawai bebas narkoba,” katanya.

“Jika ada yang ditemukan akan ada langkah-langkah pengobatan hingga hukuman sebagai shock therapy agar hukum tetap bejalan,” tegasnya lagi.

Tes urin yang digelar BNN bersama Dinas Kesehatan kepada pegawai Pemko Batam merupakan salah satu langkah untuk penanganan lebih dini.

“Kalau bisa ASN bebas narkoba, makanya selain tes urin berkala dan rutin,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan bimbingan akhlak setiap Jumat kepada ASN agar tidak melakukan perbuatan yang menyalahi hukum.(yui)

Tingkatkan Budaya Publikasi Buku dan Karya Ilmiah Serta Kewirausahaan di Politeknik Negeri Batam Melalui Produk Intelektual Kampus Polibatam Press

0

Dalam hal mendukung tridharma perguruan tinggi perlu dilakukan publikasi aset intelektual perguruan tinggi kepada masyarakat, sehingga Politeknik Negeri Batam berinisiatif mendirikan penerbit guna memenuhi kebutuhan publikasi karya ilmiah, jurnal dan penerbitan buku ajar di lingkungan politeknik.

Penerbit tersebut resmi diberi nama Polibatam Press sebagai lembaga
yang bergerak dalam bidang penerbitan buku ber-ISBN.

Polibatam Press telah bergabung dengan Ikatan Penerbit Indonesia atau yang biasa di sebut IKAPI sebagai anggota luar
bisa.

Saat ini Polibatam Pressberalamat di gedung Prof.Mohamad Nasir Politeknik Negeri Batam.
Di era kemajuan informasi dan teknologi saat ini hampir seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta tidak henti melakukan riset dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan, sains, teknologi, seni, serta menyebar luaskan gagasan, ide-ide cemerlang, dan metodologi baru salah satunya melalui publikasi jurnal, karya ilmiah dan buku.

Begitu pula di Politeknik Negeri Batam sivitas akademika maupun mahasiswa setiap tahunnya selalu melakukan riset di bidang sains, teknologi, sosial ekonomi, serta
menuliskan berbagai ide, gagasan kreatif, dan teori-teori baru.

Oleh karenanya untuk menampung potensi tersebut Politeknik Negeri Batam memfasilitasi sivitas akademika maupun mahasiswa melalui Polibatam Press, dengan harapan karya tersebut dapat dipublikasi dan dapat dimanfaatkan oleh dosen sebagai bahan ajar, mahasiswa sebagai referensi pembelajaran serta dapat digunakan oleh masyarakat luas untuk menambah wawasan.

Di era digital yang semakin canggih karya intelektual tersebut tidak hanya di cetak dalam bentuk buku cetakan saja tetapi juga dapat dinikmati secara mudah melalui e-book dan
dvd. Selain sebagai penerbit, Polibatam Press juga menyediakan jasa percetakan lain seperti seminar kit, stationary,booklet, tag, kartu nama, x-benner, pamflet, serta
produk indoor lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut tahun ini, Polibatam Press terpilih sebagai penerima hibah kompetitif Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementrian
Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi selama tiga tahun mulai dari tahun 2019–2021.

Skema yang berhasil diperoleh Polibatam Press berupa Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang di ketuai oleh Nanik Lestari, SE., M.S.Ak., yang merupakan dosen aktif jurusan manajemen bisnis.

Skema tersebut juga melibatkan tiga dosen lain dari lintas jurusan diantaranya adalah: Uuf Brajawidagda, S.T, M.T, Ph.d. merupakan dosen aktif dari Prodi Teknik Multimedia dan Jaringan sekaligus sebagai Pembantu Direktur I bidang Akademik Politeknik Negeri Batam, Metta Santiputri, S.T., M.Sc., Ph.d merupakan dosen aktif dari jurusan Informatika sekaligus sebagai Pimpinan Polibatam Press, dan Mega Mayasari, SE., M.Sc., merupakan
dosen aktif di jurusan Manajemen Bisnis.

Sementara itu, Pembantu Direktur I bidang akademik Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda menggungkapkan, Polibatam Press tidak hanya bergerak sebagai lembaga publikasi.

“Polibatam Press juga diharapkan dapat menjadi unit usaha produktif kampus, sehingga sivitas akademika maupun mahasiswa tidak lagi berprilaku konsumtif,” kata dia.

Tetapi juga mampu menghasilkan buku, jurnal, maupun karya ilmiah yang berkualitas dan dapat digunakan oleh masyarakat luas. S

erta mengembangkan penjualan buku-buku yang telah diterbitkan dan nantinya diharapkan Polibatam Press dapat melebarkan sayap hingga menjadi sebuah lembaga penerbit dan percetakan yang juga dapat memfasilitasi mahasiswa untuk mempraktikan langsung ilmu yang didapat ke industri sesungguhnya.

“Selain itu melalui program PPUPIK ini Polibatam Press juga ikut membantu menikatkan perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru sehingga
mengurangi angka pengangguran” ujarnya lagi.

Pada tahun ini Polibatam Press telah menjadi media praktek kerja lapangan (Magang) mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja dan budaya kewirausahaan di Politeknik
Negeri Batam dengan merekrut sebanyak 8 mahasiswa lintas jurusan.

Diantaranya 4 mahasiswa jurusan Informatika sebagai tim desain dan produksi. Yaitu Tegar Restiana, Vella Nabillah, Rivalta Luxyana, Mayang Marsitah. Serta 4 mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis sebagai tim accounting, humas, HR, Quality Control dan editor. Yaitu Ariq Ramadhan, Intan Nur Arifah, Niki Moktika Dwi, Lioni Asmirelda.

Proses rekruetmen dilakukan secara transparent dengan bekerja sama dengan dosen koordinator magang pada jurusan manajemen bisnis dan jurusan teknik informatika. Sejalan dengan itu proses recruitment dilakukan sesuai denga kebutuhan yang ada di Polibatam Press dengan mempertimbangkan jumlah order buku yang belum diselesaikan pada periode sebelumnya.

Polibatam Press menjadi penerbit yang fokus pada dunia penerbitan sivitas akademika, walaupun demikian tidak tertutup kemungkinan bagi pihak luar untuk turut menerbitkan karyanya bersama Polibatam Press.

Hingga saat ini terdapat 18 Buku ber-ISBN yang akan terbit, 8 buku ber-ISBN telah
diterbitkan di Polibatam Press diantaranya buku-buku bidang Ekonomi.

Yakni, Konsep Pengembangan Kota Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan
Strategis di Indonesia karya H. Muhammad Zaenuddin, Aplikasi Pemrosesan Akuntansi Studi Kasus PT. Universal karya Nanik Lestari, Tesya Yolanda, Windya Roshinta
dan Hendra Gunawan, Stenografi karya Shinta Wahyu Hati, Atiqotun Nisa.

Buku-buku bidang teknologi diantaranya, Pengantar Robotika Teori dan Apilkasinya oleh
Hendawan Soebhakti karya Rifqi Amalya Fatekha, Pemrograman Sistem Embeded Berbasis ARM Cortex-M oleh Indra Hardian Mulyadi, Eko Rudiawan Jamzuri Anugerah Wibisana, Rangkaian Listrik karya Daniel Sutopo Pamungkas, Budi Sugandi, Pengolahan Citra Digital karya Budi Sugandi, Yesi Deviana, Multimedia Media Pembelajaran untuk
Menghasilkan Karya Multimedia oleh Evaliata Br. Sembiring.

10 buku lainnya akan diterbitkan dalam waktu dekat. Selain itu, Polibatam Press juga telah menghasilkan produk indoor lain seperti seminar kit, kartu nama, sertifikat, x-benner, pamflet.

Polibatam press juga diharapkan tidak hanya menjadi unit usaha kampus yang hanya
berorientasi pada laba sebagaimana halnya seperti penerbit swasta yang ada.

Tetapi juga dapat menghasilkan buku-buku yang berkualitas, menjaring penulis sebanyak-banyaknya yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara melalui buku.

Karena buku adalah jendela ilmu, serta mencetak generasi baru yang cerdas dan mempunyai wawasan ilmu pengetahuan luas, serta melakukan pendampingan penulisan buku terhadap dosendosen dan seluruh sivitas akademika.(*)

Ditanya Ex Officio, Wali Kota Batam: Saya Tak Komentar

0

batampos.co.id – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2019 yang memuat aturan kebijakan ex officio, Wali Kota Batam sekaligus menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam telah diteken presiden.

Ditanyai tanggapannya perihal itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi masih enggan berkomentar.

“Saya tak komentar. Tak tahu saya (PP 62 diteken),” kata Rudi saat gotong royong di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batuaji, Senin (16/9/2019) pagi.

Rudi beralasan, dirinya akan fokus bekerja daripada harus ikut membahas dan berkomentar, terkait kebijakan dari pusat yang dikeluarkan untuk mengurai persoalan dualisme Batam ini.

Baca Juga: Pelantikan Wali Kota Batam Sebagai Ex Officio Belum Pasti

“Saya bekerja saja sekarang, daripada membahas itu,” imbuhnya.

Lebih jauh, Rudi yang diberondong pertanyaan apa yang akan dilakukannya jelang pelantikan, dalam hal ini terkait persiapan dirinya memegang amanah baru sebagai Kepala BP Batam, mantan polisi itu kembali mengelak.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana / batampos.co.id

“Nanti aja ya, kita bersihkan masjid saja dulu yuk,” kata Rudi lagi.

Terkait kepastian PP 62 telah diteken presiden juga dikonfirmasi langsung Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi.

Baca Juga: Terjawab, Presiden Tanda Tangani Wali Kota Batam Sebagai Ex Officio Kepala BP Batam

“Iya, namanya PP Nomor 62 Tahun 2019. Isinya memuat kepala BP Batam oleh wali kota selaku ex officio,” kata Edy, Minggu (15/9/2019).

Setelah PP ini rampung, maka Dewan Kawasan (DK) Batam akan melakukan rapat sekali lagi untuk membahas mengenai struktur organisasi dan tata kerja (STOK) BP Batam yang baru.

Setelah SOTK selesai, maka pelantikan wali kota Batam sebagai pejabat ex officio kepala BP Batam baru bisa dilakukan.

“Rampungnya bisa kapan saja, kan dasar hukum ex officio sudah ada,” jelasnya lagi.(iza)