Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10953

Sidang Amat Tantoso Kembali Ditunda

0

batampos.co.id – Sidang keempat dengan nomor perkara 593/Pid.B/2019/PN Btm atas dugaan tindak pidana penganiayaan terdakwa Ketua Asosiasi Pengusaha Valuta Asing (APVA) Indonesia, Amat Tantoso, dengan korbannya Hong Koon Cheng Als Celvin digelar di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (19/9/2019) pagi.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi korban atas nama Hong Koon Cheng alias Celvin kembali ditunda karena saksi kor-ban untuk kedua kalinya tak menghadiri persidangan.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Yona Lamerrosa Keta-ren didampingi dua hakim anggota Taufik Abdul Halim Nainggolan dan Dwi Nuramanu.

Sebagai jaksa penuntut umum hadir Rumondang Manurung.

Hakim Ketua Yona Lamerrosa kembali menunda sidang dan memberi kesempatan kepada JPU untuk memanggil sekali lagi saksi korban, Kelvin yang saat ini berada di Malaysia hingga seminggu ke depan, atau tepat pada hari Kamis mendatang.

Menurut Nur Wafiq Warodat selaku kuasa hukum terdakwa Amat Tantoso, kalau dalam minggu depan tak datang lagi, maka BAP dari keterangan saksi korban akan langsung dibacakan di persidangan dan saksi korban dianggap hadir.

Amat Tantoso saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam Minggu lalu. Foto: Ggalih Adi Saputro/batampos.co.id

”Kalau menurut hukum acara, saksi yang telah di berita acara sumpah, tak hadir di persidangan karena alasannya terlalu jauh untuk menyeberang ke Batam, dia bisa tak perlu hadir dan keterangan dalam BAP dibacakan seolah-olah saksi korban hadir di persidangan,” ujarnya.

Sedangkan keterangan saksi korban tersebut, banyak hal yang dinilai kuasa hukum terdakwa tidak benar dan cenderung mendiskreditkan posisi hukum terdakwa.

“Justru dengan ketidakhadiran saksi korban, itu kami tak bisa mengkonfirmasi sejauh mana kapasitas kebenaran saksi korban tersebut yang dituangkan dalam BAP,” jelasnya

“Saksi korban secara sepihak membuat statement tanpa kami bisa mengklarifikasi di hadapan persidangan,” terangnya lagi.

Ada beberapa hal di BAP yang dianggap tidak benar dan sepihak serta menyudutkan terdakwa.

“Kami mau mengkonfirmasi sejauh mana, apakah yang bersangkutan masih berpendapat seperti itu di depan hakim,” ujarnya.

“Karena kalau seperti itu tetap disampaikan seperti halnya, misalnya saksi korban mengatakan cek Rp 7 miliar yang ditandatangani itu bukan sebagai pembayaran tapi sebagai jaminan,” tegasnya lagi.

Sidang akan kembali digelar pada Kamis depan masih dengan agenda yang sama.(une)

Aduh, Tanah Berceceran di Batuaji

0

batampos.co.id – Tanah liat dan debu berceceran dari truk pengangkut tanah dengan bak terbuka di Jalan R Suprapto, Batuaji, Sabtu (21/9).

Debu dari truk tersebut sangat mengganggu pengguna jalan raya lainnya. Kemarin, sejak pagi beberapa armada pengangkut tanah sudah lalu lalang keluar masuk lahan di belakang Perumahan Genta III Batuaji.

Cuaca panas dan tiupan angin membuat tanah yang jatuh dari armada kerap mengganggu pendendara roda dua yang ada di belakangnya.

“Itu sudah lama beroperasi. Heran kenapa ya tidak ada penutupnya,” kata Firrman.

“Pengguna jalan lain yang dibelakang truk itu sangat terganggu. Kalau debunya masuk mata maka akan sangat berbahaya,” ujar warga Tembesi itu lagi.

Menurutnya, bukan hanya berbahaya saat panas terik, tetapi juga saat hujan turun karena jalanan semakin licin.

“Bukan hanya saat panas berbahaya. Tetapi saat hujan pun, jalanan akan menjadi licin karena tanahnya banyak berceceran di jalan raya,” katanya.

Truk pengangkut tanah tanpa penutup melintas di Jalan R Suprapto, Batuaji, beberapa waktu lalu. Pengguna jalan raya terganggu karena banyak tanah yang berceceran di jalan raya. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia mengatakan, jika pemerintah memang tidak mau menindak maka warga pun berhak untuk menindak.

Karena yang sangat dirugikan adalah warga pengguna jalan raya. Bahkan di dekat Simpang Barelang banyak pohon yang daunnya berubah warna karena debu dari truk pe-ngangkut tanah tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Edward Purba, mengaku bahwa pihaknya sudah sering melakukan penindakan terhadap truk tanah yang tidak memilik penutup.

Sesuai ketentuan, truk pengangkut tanah yang lewat di jalanan Batam tidak boleh dengan bak terbuka.

“Kita memang sudah berapa kali mengingatkan agar setiap pengguna jalan itu, termasuk truk pengangkut tanah ini menghormati pengguna jalan lainnya,” jelasnya.

“Jangan membahayakan pengguna jalan lainnya,” katanya lagi.

Edward mengatakan, bagi truk yang tidak mau menutup baknya untuk tidak berope-rasi.

“Bayangkan tanah itu berceceran di jalan, tertiup angin dan terkena mata pengguna jalan lain,” jelasnya.

“Kita akan cek dan akan me­nin­dak. Dari awal kita memang sudah memperingatkan mereka,” paparnya lagi.(yui)

47 WN Tiongkok Akan Dideportasi

0

batampos.co.id – Sebanyak 47 warga negara (WN) Tiongkok dan Taiwan yang diamankan jajaran Polresta Barelang karena kasus penipuan online, telah diserahkan ke pihak Imigrasi Kelas I Batam. Rencananya mereka akan dideportasi ke negara asal dalam waktu dekat.

”Masih kita proses. Kami juga koordinasi dengan Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan dan Perwakilan Taiwan di Jakarta,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto, Sabtu (21/9/2019).

Anggota Polresta Barelang mengawal 47 WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang diduga melakukan tindakan penipuan online saat ekspos di Mapolresta Barelang, Jumat (20/9). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kami juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dan kepolisian guna pemulangan mereka ke negara asal,” ujarnya lagi.

Baca Juga: Gara-gara Ini 47 Warga Negara Tiongkok Diamankan di Kota Batam

Ia menambahkan, meski 47 WN Tiongkok dan Taiwan ini sudah diamankan di Imigrasi Kelas I Batam, pihak kepolisian masih melacak motif penipuan dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

”Para WNA kita amankan di Imigrasi, secepatnya kita tunggu informasi dari Konsulat untuk proses hukumnya,” tutupnya.(cr1)

4 Jam Berjibaku Dengan Api di Hutan Dam Duriangkang

0

batampos.co.id – Hutan Dam Duriangkang kembali terbakar, Sabtu (21/9/2019) siang pukul 12.00 WIB. Kali ini luas area hutan yang terbakar sekitar empat hektare. Butuh waktu emppat bagi para petugas gabungan untuk memadamkan si jago merah di lokasi kebakaran.

Mulai dari tepi jalan di seberang Pertokoan Mega Legenda hingga ke bagian dalam hutan.

Akibat kebakaran ini, tak hanya merusak hutan yang berfungsi sebagai penyangga Dam Duriangkang, tapi juga mengganggu pengendara yang melintas di Jalan Sudirman baik dari arah bandara maupun dari arah Simpang Kabil, Batam Center.

Asap dari kebakaran ini sangat pekat sehingga pengendara sampai tidak terlihat di jalan.

”Jalanan sampai macet pas dekat lokasi kebakaran karena asap mengarah ke jalan,
menjadikan jarak pandang gelap dekat lokasi kebakaran,” kata Riki, warga yang berada di lokasi kebakaran.

Polresta Barelang menerjunkan 15 personel dan dua unit mobil water canon yang dipimpin langsung Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus.

Sementara dari Polda Kepri menurunkan satu unit mobil water canon dan dua mobil Satgas Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan dari Korp Samapta.

Kemudian BP Batam mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Begitupun Pemko Batam yang mengerahkan dua mobi pemadam kebakaran.

Lalu, satu unit mobil Manggala Agni, dan dibantu warga. Butuh empat jam petugas pemadam kebakaran gabungan ini untuk memadamkan api di 4 hektare Hutan Dam Duraingkang yang terbakar itu.

Asap pekat menyelimuti ruas Jalan Sudirman di arah bandara menuju Simpang Kepri Mall, Sabtu (21/9) siang. Asap tersebut bersumber dari kebakaran Hutan Dam Duriangkang di tepi jalan seberang pertokoan Mega Legenda, Batam Center. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Iya, butuh empat jam,” ujar Kompol Firdaus yang ikut langsung memadamkan api.

Masih kata Firdaus, di tempat lain anggotanya juga berjibaku memadamkan api di hutan Soutlink, Sekupang beberapa waktu lalu.

”Kami juga kerahkan mobil water canon,” katanya.

Ia mengimbau warga Batam agar tidak membuang puntung rokok ke hutan yang kering. Juga tidak membakar sampah sembarangan tempat.

”Apalagi kalau sengaja membakar hutan bisa kena pidana. Ini musim kemarau dan angin kencang sangat mudah terbakar,” ujarnya.

Sementara itu, kualitas udara akibat kebakaran lahan dan asap kiriman hingga sore kemarin Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) cenderung naik.

”Pagi tadi masih 80, sekarang sudah 100 angka di stasiun ISPU,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, Sabtu (21/9/2019).

Didi menyebutkan jika angka menunjukkan 100 berarti kualitas udara masih sedang. Angka tersebut mendekati tidak sehat.

”Kalau sudah 100 lebih kami akan bagikan masker kepada pengendara di beberapa titik,” ujarnya.

Saat ini persediaan masker N90 tersedia cukup banyak. Di gudang farmasi terdapat sedikitnya 100 ribu lebih. Masker itu siap dibagikan.

”Tak usah khawatir. Stok masih ada. Kemarin sudah 30 ribu lebih yang dibagikan,” sebutnya.

Perubahan kualitas udara ini diperkirakan masih terus berlanjut. Ia tidak bisa memperkirakan angka setiap harinya.

”Pagi dan sore saja berbeda. Namun kalau sudah masuk tidak sehat selama tiga hari berturut-turut anak sekolah akan diliburkan,” tambah dokter spesialis kandungan ini.

Didi tetap mengimbau warga menggunakan masker hingga kualitas udara kembali normal.

Juga meminta anak-anak tidak banyak berada di luar ruangan. Selain itu, warga diharapkan banyak minum air putih hingga konsumsi buah.

”Ini upaya pencegahan. Saya lihat sekarang pengendara sudah banyak yang gunakan masker. Berarti tingkat kesadaran mereka juga tinggi akan kesehatan,” ujarnya.(ali/yui)

Pelaku UMKM Terbentur Modal

0

batampos.co.id – Sebagian besar pelaku UMKM di Batam kesulitan mengembangkan usahanya karena terkendala modal.

Masih banyak yang belum tahu mengakses permodalan di Perbankan dan bantuan permodalan dari pemerintah daerah.

Seorang pengusaha ayam penyet di Batuaji, Rianto mengaku ingin membuka usahanya di ruko.

Tetapi modal untuk menyewa ruko sangat mahal. Bahkan ia pernah berencana mau buka cabang, lagi-lagi masalah permodalan yang mengganjalnya.

”Kalau pelanggan lumayan ramai. Tapi belum bisa mengembangkan usaha. Modal kendalanya, mas. Mau pinjam ke bank tak tahu juga syaratnya,” katanya.

Menurut Rianto, banyak temannya yang akhirnya meminjam ke rentenir bermoduskan koperasi simpan pinjam. Bunganya tentunya sangat besar dan memberatkan pengusaha kecil.

”Kalau tak minjam bisa tak jalan usaha. Terpaksa kita harus pinjam dengan bunga yang tinggi. Ya keuntungan akan sangat tipis jadinya,” katanya.

Kepala Dinas UMKM Batam, Suleman Nababan, mengakui kalau banyak pelaku usaha kecil yang terbentur di permodalan.

Banyak yang ingin mengembangkan usaha tetapi tidak tahu harus mengambil atau meminjam modal dari mana.

”Selama ini memang seperti itu. Selalu yang menjadi masalah adalah permodalan. Dan kita berharap dengan adanya BLUD pelan pelan masalah itu akan teratasi,” katanya.

Para pelaku UMKM di Kota Batam saat mengikuti pameran di gedung Imperium Superblock beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/batampos.co.id

Mantan Kadis Kebersihan tersebut mengatakan, BLUD untuk UMKM sudah resmi beroperasi sejak beberapa hari lalu.

Sudah ada lima orang konsultan pendamping yang dipilih untuk membantu pelaku UMKM yang ada di Batam.

Suleman mengatakan, konsultan ini nantinya akan mendata UMKM dan kemudian akan melihat langsung masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.

Kemudian akan mencoba mencari tahu cara menyelesaikan masalah tersebut.

”Biasanya sih masalah paling banyak adalah permodalan,” jelasnya.

“Di sini nanti konsultan itu akan membantu pelaku UMKM untuk konsultasi dan melakukan pendampingan akses permodalan baik perbankan dan sumber lainnya,” katanya lagi.

Menurut Suleman, pelaku usaha sendiri bisa langsung datang ke Gedung BLUD di Bengkong untuk berdiskusi dan berdialog dengan konsultan.

”Bentuk grup beberapa orang dan langsung ke sana saja. Bukan hanya masalah modal, bisa ditanya masalah lain juga,” katanya.

Gedung BLUD akan dijadikan juga sebagai tempat promosi dan pengembangan UMKM di Batam.

Bisa juga menjadi tempat sharing ilmu para pelaku usaha. Dan ini juga akan berfungsi untuk mendukung pariwisata di Batam.

Anggota DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba, juga mengakui bahwa selama ini pelaku UMKM selalu kesulitan masalah permodalan.

Bahkan ada beberapa orang yang tidak berani untuk mengajukan pinjaman ke bank.

”Memang saat ini banyak UKM yang terkedala di mo-dal. Ini yang harus diperhatikan pemerintah,” ujarnya.

“Dengan adanya tenaga pendampingan ini, makin tambah pengetahuan pelaku UMKM untuk akses permodalan,” katanya lagi.

Ia menambahkan, saat ini banyak juga pengusaha mik-ro yang tidak tahu bahwa pemko Batam juga memiliki program dana bergulir.

”Pemerintah juga harus menjelaskan ini. Kalau bisa target penyalu-ran harus tinggi. Tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.(yui)

Banyak Drainase Belum Dinormalisasi

0

batampos.co.id – Sejumlah drainase di Batam mendangkal karena sedimentasi lumpur. Banyak juga yang sudah ditumbuhi rumput dan tumbuhan lain yang menghambat alur air.

Bahkan beberapa di antaranya ada di pinggir jalan protokol yang berpotensi menyebabkan banjir kala hujan deras turun.

Seperti di drainase di sepanjang Jalan Pahlawan, Batuaji, tepatnya di depan makam pahlawan. Drainase sudah dangkal dan ditumbuhi rerumputan.

“Pernah ini dibersihkan, tetapi memang sudah lama tak pernah saya lihat ada petugas yang membersihkan drainasenya. Yang pernah dikeruk itu di belakang halte Putra Batam itu,” kata Waldi, warga.

Selain itu, drainase di depan Perumahan Central Raya Batu-aji atau di depan Perumahan Masyeba Indah juga sudah dangkal. Seperti tak terurus, rumput yang tumbuh di dalam drainase sudah mencapai 30 sentimeter yang didominasi eceng gondok.

“Di sini memang kalau sudah hujan maka sampah akan nyangkut. Air tidak bisa lancar mengalir,” kata kata Minto, warga Perumahan Masyeba.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air menormalisasi drainase di Sagulung, beberapa waktu lalu. Beberapa drainase di Sagulung dan Batuaji masih banyak yang dangkal dan belum dinormalisasi. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Bahkan pernah ketika hujan deras, air langsung meluber ke jalan raya,” ujarnya lagi.

Menurut dia, normalisasi drainase pernah dilakukan Pemko Batam di daerah tersebut. Tetapi tidak semua drainase dikeruk.

Itu pun dilakukan setelah sempat terjadi gena-ngan banjir di beberapa perumahan di sana.

“Jadi, pernah di sini banjir besar dan menggenang beberapa perumahan. Saat itu ada alat berat yang mengeruk drainase tetapi setelah itu sudah tidak pernah lagi kelihatan,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Batam, Werton Panggabean, mengatakan, bahwa saat ini memang masih banyak drainase yang perlu menjadi perhatian serius Pemko Batam. Masih banyak yang dangkal dan harus di normalisasi.

Apalagi drainase yang meng-hubungkan beberapa perumahan dan bukan di pinggir jalan protokol.

“Kalau selama ini memang kita harus apresiasi pemerin-tah Kota Batam karena draina-se induk sudah sering dinormalisasi,” paparnya.

“Tetapi ingat drainase yang ukurannya tidak terlalu besar saat ini sudah banyak yang dangkal. Ini juga harus diperhatikan,” katanya lagi.

Menurutnya, saat musim hujan nantinya, bisa jadi ada beberapa perumahan yang terendam banjir karena drainase di sekitar dangkal.

“Ini juga bisa menjadi atensi dari pihak kecamatan bekerja sama dengan warga,” kata-nya.

Sebelumnya, Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yumasnur, mengatakan, pihaknya terus melakukan normalisasi di titik-titik yang berpotensi menyebabkan banjir. Dan sudah terbukti terjadi pengurangan titik banjir di Batam.

“Kalau masalah banjir ini pelan-pelan akan terus kita tekan. Bahkan pemasangan box culvert sudah banyak untuk mengurangi banjir. Dan kita akan terus mengurangi banjir di Batam,” katanya.(cr1)

Pasar TPID Akan Dibuka di Setiap Kecamatan

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meresmikan pasar binaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruko Niagamas, Batam Center, Sabtu (21/9/2019). Ia memastikan harga bahan pokok di sana lebih murah dibanding pasar lainnya.

”Karena ini tempatnya gratis, sudah dipastikan harga­nya lebih murah dari pasar lain,” kata Rudi.

Rudi mengungkapkan, sebagai daerah yang bukan penghasil, harga komoditas tidak menentu, terutama mendekati hari-hari besar keagamaan.

”Nah, ini yang kami upayakan untuk mene­kan harga melalui pasar TPID ini. Selama ini kan sudah jalan cuma ini puncaknya,” sebutnya.

Selanjutnya, Pasar TPID akan dibuka di setiap kecamatan. Karena saat ini masing-masing kecamatan sudah memiliki pasar rakyat yang dibangun pemerintah.

”Nanti akan kami ajak lagi distri-butor untuk mendirikan Pasar TPID lainnya,” imbuh Rudi.

Rudi menekankan keunggulan pasar ini adalah harga lebih murah. Distributor yang sudah bergabung akan membantu pemerintah dalam menyiapkan kebutuhan masya­rakat­.

Pedagang sayur mayur Pasar TPID di Ruko Niagamas, Batam Center, menuliskan daftar harga dagangannya. Pemko Batam berencana membuka pasar TPID di setiap kecamatan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Nanti Disperindag akan bantu untuk mengawasi harga di sini,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Gustian Riau mengatakan, harga di pasar TPID lebih transparan karena semua akan ditampilkan melalui videotron.

”Jadi, pedagang tidak bisa bermain harga,” kata dia.

Ia menyebutkan, harga di Pasar TPID akan menjadi acuan untuk pasar-pasar yang lainnya.

Pasar ini juga telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sesuai dengan aturan Kementerian Perdangan.

”Mudah-mudahan ini bisa membantu pengendalian harga komoditas ke depannya,” harap Gustian.

Sekretaris Dirjen Perlindu-ngan Konsumen dan Tertib Niaga, Chandrini, menga-takan, Pasar TPID bisa menjadi pasar dengan harga yang lebih murah dari pasar lainnya.

”Sebelumnya sudah ada di Jogja dan beberapa daerah lain. Tahun ini Batam,” jelasnya.

“Ini bukti komitmen pemerintah dengan distributor untuk menyediakan kebutuhan dengan harga distributor,” terangnya lagi.

Ia menambahkan, Pasar TPID sudah memenuhi beberapa kriteria sebagai pasar yang memenuhi SNI.

Hal ini telihat dari pemisahan pasar basah dengan kering.

”Kriterianya banyak. Salah satunya itu memiliki klinik kesehatan dan memiliki saluran pembuangan yang bagus,” ucapnya.

Sementara itu, jumlah komoditas yang dijual saat peresmian kemarin cukup banyak. Mulai dari beras, minyak goreng, buah hingga sayuran.(yui)

Peserta Magang ke Jepang Tes Kesehatan

0

batampos.co.id – Sebanyak 30 peserta magang ke Jepang yang dilolos tes wawancara akan mengikuti tes kesehatan.

“Iya, itu tes lanjutan sebelum mereka menjalani pendidikan di Jakarta nanti,” kata Kepala
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, Sabtu (21/9/2019).

Ia menyebutkan kalau lolos tes medikal, peserta magang ini akan diberikan pendidikan selama tiga bulan oleh Kementerian Tenaga Kerja sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Peserta ini akan dikontrak untuk menjalani proses magang selama tiga tahun ke depan.

Rudi menjelaskan tes untuk magang ke Jepang cukup sulit, sehingga tidak banyak yang bisa lolos dan lanjut ke tahap pemberangkatan.

“Stamina sudah pastim karena kerja di situ kan disiplinnya tinggi. Makanya banyak yang gagal terutama fisik,” ujarnya.

Pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, Batuaji. 30 peserta magang ke Jepang yang lolos tes wawancara akan akan mengikuti tes kesehatan sebelum diberangkatkan ke Jepang. Foto: Dalil Harahap/batampso.co.id

Batam menjadi satu-satunya kota yang diberikan kesempatan untuk membuka langsung proses seleksi magang ini. Berbeda dengan daerah lain yang diselenggarakan pihak provinsi.

“Mungkin karena angka pencari kerja di sini cukup tinggi. Sehingga kesempatan magang ke luar ini menjadi salah satu cara untuk menekan persaingan,” terang Rudi.

Menurutnya hingga September ini daya serap pencari kerja di beberapa perusahaan masih stagnan.

Rata-rata setiap tahun ada 11 ribu yang terserap dari 24 ribu pencari kerja yangterdaftar di kantor Disnaker Batam.

“Potensi ke luar negeri ini sangat baik jika dimanfaatkan, namun pencaker harus memenuhi beberapa syarat,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan lebih banyak lagi yang ikut seleksi magang ke Jepang ini. Batam sendiri lanjutnya sektor industri belum berkembang pasca banyaknya perusahaan yang menutup usahanya.

“Ini peluang, jadi dari pada mencari di sini tidak dapat lebih baik ke luar,” tutupnya.(yui)

47 WN Tiongkok yang Terlibat Penipuan Online Dilimpahkan ke Imigrasi

0

batampos.co.id – 47 warga negara (WN) Tiongkok dan Taiwan yang diamankan Polresta Barelang, diserahkan ke pihak Imigrasi Kelas I Batam.

Komplotan kasus penipuan online itu menunggu proses hukum antara Konsulat Jenderal (Konjen).

“Masih kita proses, perihal koordinasi kita dengan Konjen China di Medan, dan perwakilan Taiwan di Jakarta,” Kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto, Sabtu (21/9/2019).

Anggota Polresta Barelang mengawal 47 WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang diduga melakukan tindakan penipuan online saat ekspos di Mapolresta Barelang, Jumat (20/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Selanjutnya kita akan koordinasi dengan Direktorat Jendral Imigrasi dan pihak Kepolisian guna pemulangan mereka,” kata dia lagi.

Ia menambahkan, 47 WN Tiongkok dan Taiwan ini sudah diamankan di Imigrasi Kelas I Batam. Perkembangannya pihak kepolisian masih melacak faktor motif penipuan tersebut.

“Para WNA kita amankan di Imigrasi, sampai menunggu informasi dari Konsulat, untuk proses hukumnya,” tutupnya.(cr1)

Polsek Dabo Bagikan Buku ke SDN 003

0

batampos.co.id – Polsek Dabo Singkep menyerahkan sejumlah buku tulis beserta alat tulis kepada sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) 003 di Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir, Jumat (20/9/2019) pagi.

“Kami menyerahkan sejumlah buku tulis, kotak pensil serta alat tulis. Selain itu kami juga memberikan santunan kepada siswa yatim piatu,” ujar pemimpin kegiatan Kanit Intel Polsek Dabo Singkep Bripka M. Yusuf Panjaitan kepada Batam Pos.

Yusuf menambahkan, dunia pendidikan adalah dunia yang membutuhkan perhatian bersama.

Sehingga kemajuan bagi seluruh siswa adalah tanggung jawab bersama. Untuk itu, kepolisian juga memberikan perhatian khusus untuk kemajuan pendidikan.

Bripka M Yusuf dan Brigadir Maya saat mendatangi SDN 003 di Desa Kote, Singkep Pesisir, Jumat (20/9/2019). Foto: Wijaya Satria /Batam Pos

Di lokasi yang sama, Brigadir Maya yang turut dalam rombongan penyerahan bantuan tersebut menambahkan, seluruh pelajar yang ada sejatinya aset bagi daerah.

Jika pelajar saat ini mendapatkan dukungan yang baik, ke depan diharapkan dapat menjadi penopang pembangunan daerah kearah yang lebih baik lagi.

“Karena mereka adalah harapan kita semua untuk menjadikan daerah yang lebih baik lagi,” ujar Maya.

Dalam kesempatan itu, pihak sekolah memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian karena telah memberikan bantuan dan perhatian terhadap anak didik mereka.

Dengan bantuan ini guru dan pengurus sekolah tidak merasa sendiri dalam membina dan mendidik siswa.

Kegiatan peduli dunia pendidikan ini akan terus dilakukan kepolisian terutama di wilayah kerja Polres Lingga sebagai bakti kepedulian kepolsian terhadap dunia pendidikan serta kedekatan terhadap masyarakat.(Wijaya)