Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10965

Dikepung Warga, Maling Menghilang

0

batampos.co.id – Warga ramai-ramai mengepung di luar rumah. Namun, setelah lama ditunggu maling tidak keluar dan akhirnya tanpa diketahui telah menghilang dari dalam rumah.

Bayar Iuran BPJS Kesehatan Bisa Dengan Sampah Lho

0

batampos.co.id –  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Batam saat ini sedang menerapkan program pembayaran iuran peserta yang diganti dengan menabung sampah lewat bank sampah.

Program ini bisa diikuti siapa saja dan untuk semua tingkatan kelas BPJS Kesehatan.

Kabid Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Muryawan, mengatakan, di Kota Batam program ini baru diterapkan di wilayah Batuaji.

Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam meringankan pembayaran iuran BPJS Kesehatan, terutama untuk kelas menengah ke bawah.

”Baru masa penjajakan, mudah-mudahan program ini bisa berjalan lancar dan masyarakat terbantu,” ujar Muryawan kepada Batam Pos, kemarin.

Menurut dia, program ini bekerja sama dengan bank sampah di Batuaji. Masyarakat cukup memberikan sampah yang sudah dipilah seperti botol plastik ke bank sampah.

Nantinya, sampah-sampah itu akan dihitung dan dinilai harganya, kemudian dijadikan uang tabungan.

Jika terkumpul banyak, jumlah tabungan itu yang akan digunakan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.

Warga Perumahan Villa Mukakuning Paradise, Batuaji menimbang sampah rumah tangga di bank sampah perumahan tersebut, Rabu (10/7) lalu. Saat ini, BPJS Kesehatan memberi kemudahan pembayaran iuran dengan metode menabung bank sampah. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”program ini bisa diikuti semua kelas peserta, mulai dari kelas 3 hingga kelas 1,” jelasnya.
Dikatakannya, program ini tak menutup kemungkinan berlanjut ke kecamatan lain di Kota Batam.

Sebab, selain Batuaji, beberapa wilayah lainnya seperti Kecamatan Batam Kota dan Bengkong, juga telah memiliki bank sampah.

Terlebih, beberapa kecamatan seperti Kecamatan Batam Kota dan Sagulung, tercatat memiliki jumlah peserta menunggak iuran yang cukup banyak.

”Jadi masyarakat tak perlu khawatir lagi jika tak bisa membayar iuran, karena mereka bisa menabung di bank sampah,” tutur Muryawan.

Muryawan menjelaskan, program ini pernah diterapkan di Jambi dan berhasil. Banyak masyarakat terbantu karena tak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membayar iuran.

Selain itu, mereka juga ikut membantu mengurangi volume sampah yang terus menggunung.

”Kami berharap program ini juga berjalan lancar di sini,” pungkasnya.

Salah satu peserta BPJS Kesehatan yang merupakan peserta mandiri, Agus, mengatakan, tertarik dengan adanya program tabungan bank sampah untuk membayar iuran BPJS Kesehatan tersebut.

”Yang harus diperbanyak sekarang bank sampah, kalau bisa di semua kelurahan ada, jadi akan makin memudahkan masyarakat ikut program ini,” ujar bapak dua orang anak tersebut.

Menurutnya, hal itu akan sangat membantu masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah.

”Harusnya memang ada terobosan semacam ini, jadi masyarakat kecil bisa sangat terbantu,” katanya.(she)

Pak Bupati Puas dengan Kiprah Tekomsel di Kepulaun Natuna

0

Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si memberikan penghargaan kepada telkomsel. Penghargaan itu diberikan sempena perayaan HUT 20 tahun Kabupaten Natuna.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas konsistensi Tekomsel menghadirkan jaringan berkualitas di Kepulauan Natuna.

General Manager Network Operation and Quality Management Sumbagteng – Alvo Ismail mengatakan, “Kami mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan kepada Telkomsel, apresiasi ini semakin memacu kami untuk terus memberikan layanan terbaik di Kepulauan Natuna. Ini merupakan komitmen Telkomsel untuk tetap menghadirkan layanan terluas dan berkualitas hingga dipulau terdepan Indonesia”.

Secara umum, kendala utama yang dialami oleh daerah terdepan Indonesia ini ialah masalah transportasi. Akibatnya, berbagai sektor mengalami pertumbuhan yang lambat dibandingkan daerah yang memiliki akses transportasi yang baik. Tetapi, hal itu dapat diminimalisir dengan hadirnya teknologi telekomunikasi sebagaimana kehadiran Telkomsel di daerah-daerah terdepan termasuk Kabupaten Natuna.

Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si memberikan penghargaan kepada Telkomsel yang diterima oleh
General Manager Network Operation and Quality Management Sumbagteng – Alvo Ismail.

Telkomsel bahkan telah menjadi pioneer dalam melayani telekomunikasi masyarakat sehingga membantu mempercepat dan memudahkan komunikasi. Bahkan, Telkomsel juga telah turut serta dalam menumbuhkan sektor perindustrian daerah melalui pembukaan jaringan telekomunikasi dipulau terdepan.

Untuk Kabupaten Natuna, Telkomsel menggelar lebih dari 104 BTS yang didalamnya termasuk BTS 2G, 3G, 4G hingga 4,5G. Jumlah ini merupakan BTS terbanyak yang dihadirkan Telkomsel dibanding dengan operator lainnya, dimana Telkomsel juga merupakan operator pertama yang hadir lebih dulu melayani masyarakat di Natuna. (*)

Melintas Batas

0

Tinggi menjulang diantara kepungan rumah warga. Demikian tower didirikan untuk melintasi batas. Sinyal BTS akan menyebar ke segenap penjuru bila diletak di ketinggian.

Tower membantu untuk itu.

Tower pada foto ialah di kawasan Nagoya, Kota Batam, Kepri.

Di perumahan yang padat niscaya akan ada hambatan komunikasi radio. Tower meninggikan BTS untuk kemudian menyelipkan sinyal radio melalui celah rumah warga.

foto/teks: batampos.co.id / dalil harahap

Sebab Tower Telepon Selular Terhubung

0

Telepon selular ialah sebuah perangkat untuk berkomunikasi. Namun ia tidak bisa sendiri, harus ada jaringan yang membuatnya terhubung. Tower menjadi salah satu yang ada dalam sistem itu.

Tower menjadi penyangga agar BTS terpasang bisa menyebarkan sinyal radio yang diubah menjadi suara.

Adalah Dahlia, 28, bisa menggunakan telepon seluler sambil menggendong anak dan membawa barang bawaan. 

Satu kali pencet komunikasi terhubung.

Ia tidak sadar tentang tower yang berdiri di Kampung Salak, Simpang, Dam, Mukakuning, Seibeduk, Kota Batam, Kepri, yang telah membantu komunikasinya berjalan lancar.

Foto / teks : batampos.co.id / dalil harahap

Tower di Sengkuang

0

Di Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, ialah dataran lebih tinggi dibanding sekitarnya. Menjadi lokasi pas untuk menempatkan tower komunikasi.

Tower komunikasi jelas memudahkan kita berkomunikasi.

foto dan teks: batampos.co.id / dalil harahap

Meraup Berkah dari Keluhan

0

Jika kamu tidak bisa menoleransi kritikan, maka jangan lakukan sesuatu yang baru atau menarik. (Jeff Bezos)

Hanya sedikit CEO di dunia ini yang mau berbagi email kepada publik. Salah satunya Jeff Bezos. CEO Amazon. Orang terkaya di dunia.

Anda bisa mengirimkan surat elektronik ke [email protected]. Diterima langsung oleh Jeff Bezos.

Ini kabar baik. Terutama bagi yang tak puas dengan layanan Amazon. Mereka bisa langsung mengadu kepada orang nomor satu. Jadi jangan heran, bila email ini kebanyakan berisi keluh kesah.

Uniknya, Jeff Bezos tak mengabaikan keluhan-keluhan yang dikirim kepadanya. Dia membaca hampir semua email yang masuk. Kemudian meneruskannya kepada eksekutif yang bersangkutan. Dengan bubuhan tanda tanya di badan email. Tanda tanya ini artinya

‘Mengapa Ini Terjadi?’ atau ‘Bisa tolong segera diperiksa?’

Kalau sudah dapat email begini, eksekutif Amazon langsung gerak cepat menindaklanjuti.
Kenapa sih orang terkaya di dunia ini masih ngurusin hal remeh temeh seperti keluhan pelanggan?

Kan sudah banyak anak buah untuk ngurusin hal-hal seperti itu? Tinggal gaji saja, semua beres kan?

Tapi tampaknya Jeff punya pikiran berbeda dengan sebagian besar orang. Bagi Jeff, keluhan pelanggan itu harta karun. Sumber-sumber ide inovatif untuk pengembangan layanan Amazon.

Menurut Jeff, keluhan pelanggan jadi salah satu variabel penentu untuk menentukan arah pengembangan layanan Amazon kedepannya. Hasilnya, Amazon berhasil mengembangkan situs yang ramah terhadap pelanggan dan bisa terhubung sesuai dengan tipe masing-masing pelanggan. Tak ribet.

Amazon juga telah berubah dari perusahaan di garasi mobil, menjadi tambang emas. Tahun ini, Amazon menjadi perusahaan paling berharga sejagat raya dengan nilai saham mencapai USD 810 miliar. Terpaut USD 20 miliar dari saingan terdekatnya, Microsoft.

Kuncinya, Amazon memilih untuk fokus kepada pelanggannya dibanding berusaha menyaingi pesaingnya. Amazon mengubah keluhan menyebalkan dari pelanggan menjadi cuan melimpah.

Siapa dari Anda yang jengah mendengar keluhan?

Pasti banyak. Tak heran. Karena keluh kesah seringkali diasosiasikan kepada hal yang negatif. Tak heran banyak yang tak menggubris keluhan. Cenderung abai. Karena dianggap ancaman. Padahal tidak.

Anda bisa belajar dari Gojek, Tokopedia, Bukalapak, atau perusahaan rintisan lainnya. Kenapa mereka bisa meraup valuasi hingga miliaran dollar dalam waktu yang relatif singkat?

Karena perusahaan-perusahaan rintisan ini mampu menangkap keluhan yang selama ini jadi keresahan massal di Indonesia. Gojek hadir karena mendengar keluhan soal kemacetan. Tokopedia hadir karena keluhan terkait modal besar untuk jualan karena harus punya toko.

Menjawab keluhan tersebut, Gojek jadi perusahaan rintisan dengan valuasi USD 10 miliar, atau Rp 145 triliun. Dan Tokopedia jadi toko virtual terbesar di Indonesia.

Lalu, bagaimana caranya mengelola keluhan menjadi tambang emas?

Kuncinya, Anda tak boleh takut mendengar keluhan. Atau malas. Anda sedang berhadapan dengan tambang emas potensial. Semakin kencang keluhan diserukan, artinya potensi emas yang ada di dalamnya semakin besar.

Karena itu, saya selalu menekankan kepada karyawan, bahwa mereka harus menampung semua keluhan yang disampaikan pelanggan. Tentu keluhan yang memang benar-benar objektif dan konstruktif. Walaupun keluhan tersebut disampaikan dengan frekuensi tinggi di ruang publik. Atau demo secara massif sekalipun.

Buka telinga lebar-lebar. Dengarkan keluhan searif-arifnya.

Itulah mengapa kami tak takut membuka semua ruang komunikasi yang bisa diakses pelanggan. Salah satunya melalui kantor pelayanan yang hadir di 5 lokasi berbeda. Pelanggan bisa datang langsung ke kantor pelayanan di Sukajadi, Bengkong, Batuaji, Tiban, dan Mall Pelayanan Publik (MPP).

Mau lebih mudah lagi? Ada.

ATB membuka saluran komunikasi melalui sambungan telepon melalui call centre. Ini adalah alternatif lain untuk mempermudah pelanggan yang tak bisa ke kantor pelayanan. Petugas Call Centre hadir setiap hari. Tujuh hari dalam seminggu. Mau yang lebih gokil lagi? kalian bisa kirim message via ATB Mobile Apps. Gampang kan?

Tak punya pulsa untuk nelepon? Masih ada cara lain.

Ada kanal-kanal media sosial yang bisa Anda akses dengan mudah. Media sosial ATB bukan hanya untuk jadi sarana pencitraan atau publikasi kegiatan perusahaan semata. Tapi juga sebagai saluran komunikasi pelanggan.

Kami tempatkan agen khusus yang menangani keluhan pelanggan yang masuk melalui media sosial. Mereka dilatih agar dapat memberikan jawaban atas keluhan pelanggan dengan efektif dan mudah dimengerti.

Selain menunggu masukan dari pelanggan, ATB juga proaktif melakukan kunjungan-kunjungan rutin mendatangi pelanggan-pelanggan kunci ke sekolah, bahkan ke komunitas-komunitas dan masyarakat Batam. Tujuannya mendengarkan suara pelanggan.

Kenapa harus sampai nyari-nyari keluhan?

Ya bagaimana caranya kami bisa tahu kalau air di Bengkong tak maksimal kalau warga di sana tak mengeluh? Atau ternyata suplai di Tanjung Uncang sedang bermasalah, kalau warganya tak berteriak?

Bagaimana kami bisa maksimal menekan angka kebocoran jika pelanggan kami tak melaporkan kebocoran yang mereka temui?

Keluhan yang masuk lalu dianalisa, dikaji guna melakukan peningkatan pelayanan yang berkelanjutan. Kami punya tim service quality yang memastikan hadirnya solusi-solusi jangka panjang, sehingga masalah serupa tidak lagi muncul di masa mendatang.

Apakah efektif?

Sangat efektif. ATB tak menghabiskan waktu dan sumber daya untuk melakukan pengembangan yang tidak perlu atau tak terarah. Dengan basis data yang tepat yang berasal dari keluhan dan masukan pelanggan, ATB melakukan pengembangan secara fokus pada masalah-masalah yang membutuhkan perbaikan.

Akibatnya, pengembangan-pengembangan yang dilakukan selalu efektif, efisien, dan menjawab kebutuhan pelanggan dalam jangka panjang. Jika kami tutup telinga, maka pengembangan yang kami lakukan cenderung akan memboroskan biaya. Karena belum tentu efisien dan menjawab masalah.

Pilihan kami untuk tidak defensif atau reluctance terhadap keluhan pelanggan berbuah manis. Tingkat kebocoran ATB sekarang telah berada di angka 16,7 persen. Merupakan yang paling rendah di Indonesia.

Jumlah stress area dengan perbaikan aliran suplai dari tahun ke tahun terus membaik karena investasi dibelanjakan dengan tepat sasaran.

ATB menjadi perusahaan air bersih terbaik di Indonesia dan tingkat reputasi ATB mencapai indeks skor 50. Ada di atas perusahaan utilitas lainnya di Batam. Indeks skor 71 untuk kepuasan pelanggan. Lebih tinggi dari rata-rata perusahaan utilitas yang ada di Asia.

Berkat siapa?

Berkat pelanggan kami yang tak henti-hentinya memberikan masukan positif terhadap ATB. Terimakasih pelanggan karena Anda mendorong ATB terus menerus naik kelas.
Jika ATB terbuka terhadap keluhan pelanggan, ternyata masih ada perusahaan lain yang belum memiliki kesadaran yang sama. Padahal sebagian besar dari mereka bergerak di bidang utilitas alias pelayanan publik. Sayang, ada dari mereka malah membatasi jalur komunikasi.

Media sosial hanya digunakan untuk publikasi kegiatan dan sarana menaikan citra perusahaan. Menutup akses kolom komentar pelanggan atau membiarkan keluhan bergulir. Sarana untuk menyampaikan masukan dibatasi.

Dampak dari keluhan pelanggan yang disampaikan dari mulut ke mulut akibat tidak dikelola dengan cepat bisa menurunkan reputasi perusahaan.

Apakah perusahaan-perusahaan ini tak sadar bahwa keluhan pelanggan adalah berkah untuk terus belajar dan melakukan pengembangan berkelanjutan yang tepat sasaran? Atau mereka peduli?

Mari kita pikirkan. (*)

 

Gubernur Sumut Meresmikan Begawan Kupie Batam

0

batampos.co.id – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahma-yadi meresmikan pembukaan Begawan Kupie (BK) di Ruko Royal Sincom, Batam Center, Sabtu (12/10).
Purnawirawan jenderal bintang tiga TNI AD ini hadir bersama rombongan OPD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara.

”Saya berharap Begawan Kupie Batam ini bisa menjadi tempat bersatunya warga Sumut yang ada di Batam, sembari markombur (bincang santai dan bertukar pendapat),” ujar Edy Rahmayadi saat mendemokan kopi khas BK didampingi Danrem Wira Pratama Brigjen Gabriel Lema, Surya Makmur Nasution (SMN), pemilik BK Batam, dan Ketua Umum Ikabsu Batam, Nuterin Sihaloho.

Sementara menurut SMN, sapaan akrabnya Surya Makmur Nasution, Tujuan dibukanya usaha BK yang berkonsep public library ini sebagai jawaban terhadap konsumen pecinta kopi yang merindukan konsep berbeda dari yang ada.

”Konsep Begawan Kupie menggunakan idiom ngobrol pintar (ngopi). Sembari ngopi, pengunjung dapat membaca buku untuk menambah literasi dan wawasan,” ujar SMN.

f. Istimewa
GUBERNUR Sumut Edy Rahmayadi menuangkan kopi didampingi Danrem 033 Wira Pratama Brigjen Gabriel Lema dan Surya Makmur Nasution saat meresmikan Begawan Kupie di Ruko Royal Sincom Batam Centre, Sabtu (12/10/2019).

Malam harinya, lanjut SMN, dilanjutkan resepsi bersama warga dan tokoh masyarakat serta tokoh politik di Kota Batam.

BK Batam menyediakan tempat ngopi dua lantai. Lantai dasar bersifat terbuka, lantai dua tertutup dengan pendingin yang cukup. Di setiap lantai dibuatkan sejumlah foto-foto pemimpin nasional mulai dari Bung Karno hingga Jokowi.

”Khusus lantai dua kami sediakan perpustakaan berisi buku ekonomi, politik, hukum, sejarah, sastra dan agama. Para eksekutif uda dan aktivis mahasiswa sangat cocok ngopi di tempat kami ini,” terang SMN yang disebut-sebut akan maju pada Pilwako Batam.

Sedangkan manajer BK Batam Putra Batubara mengatakan, di akhir bulan ini nanti, 31 Oktober, Dahnil Anzar Simanjuntak akan hadir di BK Batam sebagai narasumber membahas tentang masa depan Batam pasca ex officio.

”BK akan bekerja sama dengan SMN-Akbar & Partner Law Firm,” ujar Putra mengakhiri. (gas)

Jessica Nabongo, Perempuan Kulit Hitam Pertama yang Kunjungi Seluruh Negara

0

SELAMAT datang di Seychelles!! Negara ke-195 dari 195.” Sepenggal kalimat tersebut menjadi pembuka unggahan Instagram Jessica Nabongo, Senin (7/10/2019). Dia tiba di salah satu negara di Afrika Timur itu sehari sebelumnya. Seychelles adalah negara terakhir dalam daftar yang harus dikunjungi Nabongo.

”Banyak yang ingin saya katakan. Tapi, saat ini saya hanya akan bilang terima kasih untuk semua komunitas atas dukungan kalian,” tulis Nabongo.

Perempuan kelahiran Detroit, Michigan, AS, itu berhasil menjadi perempuan kulit hitam pertama yang berkunjung ke seluruh negara di dunia. Tercatat 193 negara resmi yang diakui PBB dan dua wilayah yang disebut non-observer. Total 195 negara yang sudah dijelajahi Nabongo.

Perjalanannya dimulai pada 2016. Kala itu dia baru lulus kuliah dan bekerja di perusahaan farmasi. Gajinya cukup besar dan bisa membeli apartemen di Motor City, Det-roit. Meski begitu, Nabongo masih merasa tak puas.

Perempuan berdarah Uganda itu menyewakan kediamannya dan mengepak barang-barangnya. Dia memulai perjalanan keliling dunia. Negara pertama yang dia kunjungi adalah Jepang. Dia sempat mengajar bahasa Inggris di Negeri Sakura itu. Nabongo lantas bekerja sebagai staf PBB. Dengan pekerjaan tersebut, dia bisa berkunjung ke Benin dan Italia.

Semakin banyak negara yang dia kunjungi semakin dia ingin melihat lebih. Nabongo akhirnya memutuskan untuk menjelajahi negara sisanya. Perjalanannya dibiayai dari hasil persewaan apartemennya, dana dari situs GoFundMe, dan juga sokongan (endorsement) hotel-hotel di negara yang dia tuju. Foto-foto menarik di akun Instagram-nya memang membuat dia mendapat banyak tawaran sokongan dari berbagai pihak.

Dia juga mendirikan perusahaan yang diberi nama Jet Black. Perusahaan tersebut mengorganisasi rencana perjalanan untuk rombongan kecil ke negara-negara di Afrika. Selain itu, dia menjual alat-alat untuk perjalanan wisata, seperti tempat paspor dan kaus.

Berkelana solo bukanlah hal mudah bagi Nabongo. Dia tidak bisa membaur dengan penduduk lokal seperti jargon agen-agen perjalanan. Warna kulitnya yang hitam dan rambutnya yang dicukur habis membuatnya tampak mencolok. Terlebih di negara-negara dengan mayoritas penduduk berkulit putih. Gendernya sebagai perempuan juga menjadi masalah tersendiri.

Mengarungi dunia sebagai seorang perempuan bisa sangat sulit,” ujarnya sebagaimana dikutip oleh CNN.

Nabongo punya banyak pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya. Mulai dituding sebagai seorang pelacur, diserang di jalan, hingga dikejar-kejar lelaki. Salah satu hal yang paling buruk justru dilakukan sopir yang sudah dia percaya untuk bekerja sama. Sopir tersebut seharusnya mengantar Nabongo ke bandara, tapi malah mengajaknya datang di pesta seks.

Warna kulit juga membuatnya didiskriminasi di negara-negara tertentu. Termasuk beberapa negara Afrika. Salah satunya adalah harus mengantre di belakang orang kulit putih dan membayar suap agar bisa menyeberang. Salah satu hal yang, menurut dia, parah adalah Afrika Selatan. Di pihak lain, Senegal dan Ghana justru mendapat acungan jempol karena memberlakukan semua orang setara.

Nabongo berharap, perjalanannya bisa menginspirasi perempuan lain di dunia, terutama orang kulit hitam. Di unggahan Instagram-nya dia selalu menyertakan tip dan trik perjalanan. Termasuk mengatasi rasisme. (*/c4/dos/*)

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Malaysia 4,8 Persen

0

batampos.co.id – Pemerintahan Malaysia yang dipimpin Pakatan Harapan (PH) memprediksi pertumbuhan ekonomi negara itu sebesar 4,8 persen pada 2020 mendatang. Prediksi ini lebih tinggi 0,1 persen dibandingkan dengan proyeksi tahun ini. Pendapatan negara tersebut diperkirakan sebesar RM 244,53 miliar atau setara dengan 58,4 dolar Amerika. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 7,1 persen dari proyeksi tahun ini.

Sejumlah pengamat mengatakan, prediksi pertumbuhan ekonomi Malaysia ini memiliki banyak kesamaan dengan pemerintahan sebelumnya di tangan Najib Razak.

”Anggarannya sangat mirip dengan yang ada di tahun-tahun sebelumnya, tidak ada yang benar-benar istimewa. Mere-ka hanya memodifikasi kebijakan tetapi tidak ada perubahan konkret dari administrasi Najib. Prediksi pendapatan pun berkurang,”ujar Analisis Ekonomi Malaysia, Nanthakumar Loganathan dari Universiti Teknologi Malaysia seperti dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (12/10).

”Itu adalah kesempatan yang terlewatkan. Mereka harusnya bisa menggunakan instrumen fiskal, dengan memperkenalkan atau meningkatkan pajak untuk meningkatkan pendapatan,” tambahnya.

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengemukakan, penetapan anggaran 2020 mendatang tak lepas dari revisi defisit fiskal dari target awal 3 persen menjadi 3,2 persen. Demikian juga halnya pajak Barang dan Jasa (GST) yang kini dihapuskan sebagai realisasi dari janji kampanye PH saat Pemilu lalu.

ilustrasi

”Keputusan itu dibenarkan karena pemerintah telah berhasil menurunkan inflasi menjadi 0,2 persen untuk paruh pertama 2019, dibanding-kan dengan 1 persen pada 2018 dan 3,7 persen pada 2017. Angka-angka membuktikan bahwa GST yang diperkenalkan di bawah pemerintahan sebelumnya menghasilkan inflasi. Dengan menghapuskan GST pada Juni 2018 lalu dan menggantinya dengan Pajak Penjualan dan Jasa pada September 2018, inflasi telah berkurang ke level terendah sejak 2007,” ujar Lim

Dia juga menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk memperkenalkan kembali GST yang tadinya mendapat potongan 6 persen.

Dalam rapat ekonomi ini, Ekonom dari The Institute for Democracy and Economic Affairs Malaysia Lau Zheng Zhoumenyoroti dampak sejumlah kebijakan fiskal yang berubah.

”Penghapusan GST, kebijakan fiskal, efektivitas penggunaan uang tunai hingga keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di sini. Banyak PR negara untuk memperbaiki krisis ekonomi ini,” ung-kapnya.

Lau mengungkapkan, dalam upaya mengurangi ketergantungan Malaysia pada tenaga kerja asing, pengusaha yang mengganti karyawan asing dengan karyawan lokal akan menerima insentif hingga RM 250 sebulan selama dua tahun. Selain itu, seorang Malaysia yang menggantikan pekerja asing akan diberikan insentif gaji antara RM 350 hingga RM 500, untuk periode yang sama.

Lau menyoroti bahwa pemberian handout semacam itu merupakan tren yang mengkhawatirkan karena akan menyebabkan tekanan inflasi untuk upah, tetapi tingkat produktivitasnya akan sama.

“Jika tujuan pemerintah adalah untuk merangsang ekonomi dalam jangka pendek, pemberian uang tunai akan berhasil. Tapi apa artinya dalam jangka panjang? Apakah akan terus meningkat? Ini membantu memenuhi kebutuhan hidup tetapi tidak secara fundamental menyelesaikan masalah ekonomi negara,” ujarnya. (*)