Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10966

Cobaan Sang Presiden

0

Presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin segera dilantik. Jika tidak meleset, dilantik Minggu 20 Oktober 2019.

Jika kita simak di berbagai berita, banyak sekali kejadian yang “menyambut” pelantikan kedua pemimpin negara ini. Tidak sedikit pula korban berjatuhan.

Sebut saja demo dan kerusuhan mahasiswa di berbagai daerah hingga bentrok di Wamena yang seluruhnya menelan korban jiwa. Yang terbaru, tentu saja penikaman Menkopolhukam, Wiranto.

Miris memang. Di saat kompetisi demokrasi yang sempat memisahkan rakyat akibat beda pilihan berakhir, persoalan lain justru muncul. Nyaris tidak terduga sama sekali. Bak hujan di siang bolong. Semua terjadi begitu cepat. Ada yang mengaitkan rentetan peristiwa itu sebagai bagian dari upaya menggagalkan pelantikan.

Namun, tak sedikit pula yang beranggapan itu hanya setting-an. Entahlah. Biar publik yang menilai.

Terlepas dari itu semua, tidak ada salahnya juga kita mengapresiasi upaya dari pemerintah, maupun TNI/Polri. Meski banyak yang menganggap kecolongan, namun yang perlu dipahami adalah, tidak ada yang sempurna.

Kalau saya punya pendapat sendiri. Mencoba menilai secara diplomatis. Menganggap itu bagian dari cobaan. Sebuah ujian bagi sang presiden dan wakilnya, sebelum benar-benar memimpin bangsa dan negara.

Menjadi pemimpin negara di tengah situasi seperti sekarang ini tidaklah gampang. Mulai dari masalah ekonomi, konflik, terorisme, dan persoalan-persoalan lainnya menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sudah menanti. Dan tentu harus diselesaikan.

Untuk itulah, kita semua berharap agar presiden benar-benar menyiapkan tim yang tangguh. Membentuk kabinet berisikan orang-orang yang sesuai bidangnya. Tidak lagi berasaskan utang budi kepada partai politik (parpol).

Kalaupun para menteri diisi orang-orang parpol, alangkah baiknya dipilih yang berkompeten. Punya kemampuan dan kualitas untuk mem-back up kerja-kerja presiden-wakil presiden. Tidak sekadar ABS alias asal bos senang.

Saya pikir, Jokowi tidak punya beban lagi dalam memimpin bangsa ini. Sudah periode terakhir. Tidak salah jika meninggalkan kesan dan prestasi yang nantinya akan diingat generasi penerus bangsa.

Saya pikir, tidak ada salahnya juga menggandeng dan mengadopsi program-program calon penantangnya tempo hari, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tidak perlu malu atau sungkan. Ini demi masa depan bangsa dan negara.

Tidak salah pula menjadikan lawan kontestasi politik tempo hari sebagai kawan untuk berbagi ide, bertukar pikiran, atau sharing program. Dilihat dari beberapa kali pertemuan antara Jokowi-Prabowo, saya pikir itu bukanlah sebuah keniscayaan.

Rentetan persoalan yang terjadi diambil sisi positif saja. Tidak perlu panik. Tidak perlu menuding. Anggap saja sebagai cobaan sang presiden. Karena persoalan yang terjadi di bangsa ini bukan untuk dihindari. Namun diselesaikan secara bijaksana.

Semoga beragam cobaan ini dapat menguatkan hati pak presiden. Sehingga Indonesia semakin baik dan maju. (*)

51 Yachters Berkumpul di Kota Batam

0

batampos.co.id – Sebanyak 51 kapal layar atau yachters dari berbagai negara berpartisipasi dalam penggelaran Batam Bahari Festival (BBF) yang dilaksanakan Jumat (1/11/2019) hingga Senin (4/11/2019) mendatang.

Kegiatan Kepariwisataan ini bertemakan “Wonderful Sail To Abang Island 2019″ karena dipusatkan di Pulau Abang, Kota Batam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata, mengatakan, Batam mencetak sejarah baru karena menjadi tempat berkumpulnya kapal layar bonafit dari berbagai negara.

Diantaranya Australia, USA, Canada, Inggris, New Zealand, Swedia, Norwegia, Spanyol, Perancis, Belanda, Jerman, Belgia, dan Italia.

“Untuk kali pertama, satu-satunya kawasan konservasi laut Batam ini bakal jadi titik labuh yacht rally kelas dunia,” ujar Ardi kepada Batam Pos, Senin (14/10/2019).

Sejumlah yacht tiba di Tarempa dalam acara Rally sail to Anambas 2017 lalu. Tahun ini 51 yachter akan berkumpul di Pulau Abang, Kota batam pada November mendatang. Dokumentasi batampos.co.id

Menurut dia, kegiatan BBF merupakan angin segar bagi Batam. Karena dalam kegiatan itu, Batam tak hanya kedatangan yachters, namun juga media serta agen travel asing dari berbagai negara.

Ia yakin, event ini akan mengdongkrak Kota Batam di mata dunia.

“Ini kelas dunia, pastinya bukan acara main-main,’ ujarnya.

“Kalau sudah pernah digelar di sini (Batam, red), kedepannya bisa kembali digelar,” paparnya lagi.

Hal ini kata dia, akan mendongkrak Batam sebagai salah satu tujuan wisata bahari di tingkat dunia.

“Apalagi ada media dunia yang meliput,” harapan Ardi.

Ia berharap, kegiatan BBF bisa meningkatkan kunjungan wisman ke Batam yang memiliki target 2,4 juta wisman tahun 2019.

Ia yakin, semakin banyak kegiatan berbau Internasional, akan mempercepat target itu tercapai.

“Semakin banyak event di Batam, akan semakin baik, apa lagi event yang bertema bahari,” katanya.

“Karena secara geografi, Batam memang bahari. Cara tercepat untuk mendatangkan wisman adalah atraksi yang dikemas dengan event epertii ini,” jelas Ardi lagi.(she)

Nilai Ekspor Batam Turun 8,35 Persen

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor di Kota Batam mencapai 864,35 juta dolar AS di bulan Agustus 2019.

Jumlah tersebut menurun 8,35 persen dibandingkan nilai ekspor di bulan Juli 2019.

Kepala BPS Batam, Rahayuddin, mengatakan, penurunan ekspor diketahui berasal dari sektor migas yakni gas alam sebesar 50,89 persen atau sebesar 146,11 juta dolar AS.

“Nilai ekspor kita pada Agustus 2019 adalah 864,35 juta dolar. Dibanding Juki 2019 berarti ada penurunan 8,35 persen,” katanya, Senin (14/10/2019).

Diketahui, jika pada Juli 2019 sektor migas gas alam 297.537 dolar AS, maka pada Agustus 2019 jadi 143.969 dolar AS.

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Batam, belum lama ini. BPS Kota Batam mencatat nilai ekspor Kota Batam turun 8,35 persen. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sedangkan untuk hasil tambang bila pada Juli 2019 sebesar 11,50 dolar AS, maka pada Agustus 6,57 dolar AS.

Sementara untuk sektor non migas Agustus 2019 mencapai mencapai 718,24 juta dolar AS atau naik 11,25 persen dibanding Juli 2019.

Rahayuddin menambahkan, ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar Agustus 2019 adalah golongan barang mesin peralatan listrik sebesar 280,92 juta dolar AS.

“Secara kumulatif Januari-Agustus 2019 mencapai 1,48 miliar dolar AS dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 34,97 persen,” paparnya.

Dijelaskan Rahayuddin, ekspor ke Singapura pada bulan Agustus 2019 mencapai nilai terbesar yaitu 381,09 juta dolar AS.

Sedangkan secara kumulatif Januari-Agustus 2019 mencapai sebesar 2,69 miliar dolar AS dengan kontribusinya mencapai 49,28 persen.

Nilai ekspor Kota Batam Januari-Agustus 2019 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar 233 juta dolar AS.

Disusul Pelabuhan Belakang Padang 120 juta dolar As, Pelabuhan Sekupang 119 juta dolar AS, Pelabuhan Kabil 708,9 juta dolar AS dan Pelabuhan Pulau Sambu13,40 juta dolar AS.

“Kontribusi kelima pelabuhan ini terhadap komulatif ekspor Januari-Agustus 2019 adalah sebesar 99,94 persen,” jelas Rahayuddin.(rng)

K-Pop Berduka, Sulli Meninggal

0
Sulli mantan personel f)x) ditemukan meninggal dunia. (Soompi.)

batampos.co.id – Kabar mengejutkan datang dari panggung hiburan Korea. Penyanyi dan aktris Sulli atau yang memiliki nama asli Choi Jin Ri ditemukan meninggal dunia.

Dilansir dari Soompi, Senin (14/10), menurut kantor polisi Seongsam Sujeong, Sulli ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lantai dua rumahnya di daerah Seongnam, Provinsi Gyeonggi sekitar pukul 3:21 waktu Korea, 14 Oktober 2019.

Kabar mantan personel f(x) ini meninggal diketahui oleh menajernya setelah Sulli tak bisa dihubungi. Sang manajer pun mengunjungi rumahnya dan menemukan Sulli sudah terbujur tak bernyawa. Manajernya mengatakan Sulli sudah tidak bisa dihubungi sejak pukul 6:30 sore waktu Korea, 13 Oktober 2019.

Selain itu, stasiun Pemadam Kebakaran Seongnam juga menyatakan telah menerima panggilan melalui telepon terkait kabar kematian Sulli.

“Kami menerima laporan kematiannya sekitar pukul 3:20 malam. Dia sudah meninggal ketika kami tiba di tempat kejadian,” ujar sumber dari pemadam kebakaran tersebut.

Seperti diketahui, Sulli lahir pada 1994 dan memulai debutnya pada 2005 sebagai aktris cilik. Sedangkan pada 2009, Sulli bergabung sebagai anggota f (x). Namun pada 2015, Sulli memutuskan untuk hengkang dari f(x) agar bisa fokus pada dunia akting.

Di media sosial pun Sulli memiliki pengikut setia sekitar 5 juta lebih di Instagram. Dikatakan BBC, Sulli memang terkenal kontroversial. Salah satu hal yang kontroversial darinya adalah skandal yang disebut ‘no bra’, yakni dia menunjukkan bagian putingnya disejumlah kesempatan. (*)

Lagi, Ada Orang Terjun dari Jembatan 1

0
Anggota SAR mencari tubuh JS

batampos.co.id – Seorang warga berinisian JS diketahui melompat dari Jembatan I Tengku Fisabilillah Barelang. Disebutkan perisitiwa ini terjadi pada Senin (14/10/2019) pukul 13:00 WIB siang tadi.

Hal ini di sampaikan langsung oleh Kasatpolair Polresta Barelang AKP Samsurizal di lokasi kejadian. Ia mengatakan salah seorang warga terjun dari jembatan tersebut namun belum diketahui alasan resminya.

“Iya, terjun dari Jembatan Barelang, inisial namanya JS umur 33, kejadian pukul 13:00 siang ini,” ujarnya.

Sementara itu Tisno, salah seorang pedagang di sekitar jembatan turut membenarkan kejadian ini, ia mengatakan melihat salah seorang warga yang tiba-tiba turun dari mobil dan langsung terjun dari Jembatan I Barelang.

“Iya, benar mas ada yang mendadak terjun bebas seketika turun dari mobil. Tiba tiba langsung lompat dari jembatan. Bajunya bewarna pink,” terangnya.

Sementara itu hingga pukul 18:00 WIB malam hari ini. Pencarian berakhir nihil. Hal ini di sampaikan Agung, Humas Basarnas dan juga oleh Kasatpolair Polresta Barelang AKP Samsurizal.

“Pencarian hari ini telah dihentikan. Yang mana pada hari ini kita turun mencari dengan 1 unit kapal Sat Polair. Juga ada tim dari Basarnas dan Bakamla. Semua 25 orang tambah personil Polsek,” pungkas Agung, Humas Basarnas. (zis)

11 Kali Razia, UPT Samsat Batuaji Hasil Uang Segini

0

batampos.co.id – Kegiatan penertiban pajak kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat oleh UPT Samsat Batuaji telah berjalan 11 kali sepanjang tahun 2019.

Total secara keseluruhan dari kegiatan tersebut, dana pajak kendaraan yang telah berhasil didapatkan Rp 21,9 miliar, atau sudah mencapai 82 persen dari target yaitu Rp 26,7 miliar.

“Sudah 82 persen target tercapai,” ujar Kepala Upt Samsat Kecamatan Batuaji dan Sagulung, Riko Juniandy, Senin (14/10/2019) di lokasi razia Top-100 Tembesi, Sagulung.

Kata dia, awalnya pihaknya ditargetkan Rp 33,3 miliar lebih. Namun kemudian diturunkan menjadi Rp 26,7 miliar karena adanya penyesuaian pajak yang diberikan BP2RD kepada beberapa kriteria kendaraan bermotor.

Petugas BP2RD dan UPT Samsat Batuaji bersama Satlantas Polresta Barelang mengamankan puluhan kendaraan roda dua dan roda empat saat mengelar razia di depan Top 100 Tembesi. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Adapun penurunan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) data lengkapnya yaitu penyesuaian pajak kendaraan bermotor di bawah tahun 1999 adalah 50 persen,” jelasnya.

Kemudian untuk kendaraan tahun 2000-2003 yaitu 40 persen. Tahun 2004-2007 30% persen. Lalu 2008-2011 yaitu 20 persen. Kemudian 2012-2014 ialah 10 persen. Terakhir 2015-2019 tidak ada penurunan atau nol persen.

“Tahun ini kita ada 11 kegiatan razia dan ada 4 kegiatan (tambahan) lagi yang akan kita agendakan di kawasan ini,” terangnya.

Menurutnya, Kecamatan Batuaji dan Sagulung adalah bagian dari wilayah rawan kecelakaan.

Sehingga kegiatan ini sangat baik dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan safety riding dan juga taat aturan hingga pajak kendaraan.

“Bahkan selentingan kita lihat, warga di sini memang terlihat lebih baik ditilang dari pada membayar pajak,” ujarnya.

“Namun tetap kita imbau untuk lebih sadar pajak, karena ini buat pembangunan daerah juga,” ungkapnya.

Sementara itu untuk kegiatan yang diadakan tadi pagi sejak pukul 09:30 WIB hingga
11:30 WIB, kurang lebih pendapatan dari pajak kendaraan sekitar Rp 14 juta lebih.(cr1)

Akhir Oktober Ruas Jalan Nagoya-Sei Panas Ditutup

0

batampos.co.id – Tahap pertama perbaikan Terowongan Pelita akan segera usai. Sekarang, tim dari kontraktor tengah melakukan proses akhir, baru kemudian berlanjut ke tahap selanjutnya.

“Proses injeksi gel sudah selesai. Dengan gel itu, maka dinding di terowongan tidak akan bisa lagi ditembus air sehingga menambah daya tahannya,” kata Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Boy Zasmita, Senin (14/10/2019).

Proses pengecatan juga sudah hampir selesai. Sehingga tahap kedua akan dimulai dalam waktu dekat.

Mengenai tahap kedua ini, kemungkinan akan dimulai menjelang akhir Oktober. Adapun bagian yang akan diperbaiki nanti adalah bagian jalan yang lalu lintasnya dari Nagoya menuju Sei Panas.

Adapun proses perbaikannya sama dengan tahap pertama, yakni injeksi gel yang dalam bahasa teknisnya disebut dengan Hydro Structure Gel Injection.

Sejumlah pekerja memperbaiki Terowongan Pelita, Jumat (27/9). Pertengahan Oktober nanti, perbaikan terowongan ini akan dilakukan pada sisi jalan yang mengarah dari Nagoya ke Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Baru kemudian dilakukan tahap pengecatan. Prosesnya juga akan memakan waktu kurang lebih satu setengah bulan lamanya.

Mengenai jalur alternatif pengalihan lalu lintasnya, Boy mengaku akan segera dibahas dan akan diinformasikan kepada masyarakat.

“Jadi total perkiraan perbaikan Terowongan Pelita ini mencapai tiga bulan dari September hingga November,” katanya lagi.

Perbaikan terowongan Pelita bertujuan untuk menjaganya agar tetap dalam kondisi bagus sehingga bisa bertahan sesuai dengan usia pakainya.

”Memang 90 persen kondisinya masih bagus. Tapi ada rembesan di sana dan perlu diperbaiki. Kalau tak diperbaiki akan berkarat dan kekuatan strukturnya akan hilang,” katanya lagi.

Proses pemeliharaannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan anggaran bantuan dari APBN mencapai Rp 6,4 miliar.(leo)

Jepang Porak Poranda, Kondisinya Sangat Miris

0

batampos.co.id – Hujan deras dan angin kencang yang mengiringi salah satu badai terdahsyat Jepang dalam satu dekade terakhir mengakibatkan kematian sekitar 26 orang.

Belasan warga masih dinyatakan hilang dan lebih dari 100 yang lain terluka. Topan Hagibis menghantam Pulau Honshu, Jepang, dengan kecepatan 216 kilometer per jam pada Sabtu malam (12/10).

”Kami akhirnya harus diselamatkan dengan perahu,” kata Hajime Tokuda sebagaimana dilansir Agence France-Presse, Minggu (13/10/2019).

Ahli keuangan itu panik saat melihat air yang masuk ke kediamannya di Kawasaki, Prefektur Kanagawa, naik terus.

Dia pun terpaksa meninggalkan rumahnya pada Sabtu setelah genangan banjir melebihi tinggi badannya.

Kepada CNN, Badan Manajemen dan Bencana Kebakaran Jepang melaporkan bahwa badai kali ini mengakibatkan 15 orang tewas, 9 lainnya hilang, dan sekitar 140 penduduk luka-luka.

Namun, NHK dan beberapa media lokal lainnya menyebut korban tewas mencapai 26 orang dan 15 lainnya hilang.

Angin kencang yang menyertai Hagibis membuat Semenanjung Izu porak-poranda.

Tiga bocah Kawasaki membersihkan lingkungan sekitar rumah dari lumpur yang dibawa banjir akibat topan Hagibis , Minggu (13/10/2019). Foto: William West/AFP/JPG

Hujan deras yang datang bersama badai juga mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi.

Puluhan sungai meluap dan membanjiri permukiman penduduk. Luapan Sungai Tama di Tokyo bahkan menenggelamkan kafe di dekatnya.

Di Nagano sejumlah kereta peluru alias shinkansen terpaksa mangkrak. Kendaraan darat supercepat itu tak berdaya dikepung banjir yang merendam separo badan.

Di berbagai kota yang dilewati Hagibis, rumah-rumah hancur dan kendaraan rusak. Sebagian nyangkut di plengsengan sungai atau jembatan, atau malah terbalik di pinggir jalan setelah diseret banjir.

Kekacauan itu memaksa turnamen Rugby World Cup antara Jepang dan Skotlandia berhenti sementara.

Kemarin lebih dari 100 ribu personel tim penolong terjun ke lokasi-lokasi yang terdampak badai.

Termasuk sekitar 31 ribu tentara. Mereka juga didukung perahu dan helikopter sebagai sarana evakuasi warga.

Nahas, dalam sebuah operasi penyelamatan di Iwaki City, Prefektur Fukushima, seorang perempuan 70 tahun tewas.(jpg)

Tender Dam Tembesi Ditangan Wakil Presiden

0

batampos.co.id – Nasib tender pengelolaan Dam Tembesi akan ditentukan dari pertemuan antara Kepala BP Batam dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Setelah itu, maka hasil pertemuan tersebut akan dibawa ke dalam rapat pimpinan (rapim) BP Batam Selasa (15/10/2019).

“Kalau Dam Tembesi belum. Ini masih menunggu hasil dari Pak Kepala dan Deputi di Jakarta,” kata Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, Senin (14/10/2019).

“Baru setelah itu akan dibahas dalam rapim BP Batam,” jelasnya lagi.

Persoalan Dam Tembesi dibahas bersama dengan persoalan lainnya tentang Batam. Tapi mengingat ketersediaan air baku di Batam semakin tipis, maka kapan Dam Tembesi beroperasi menjadi pertanyaan penting.

Apalagi daerah Batuaji dan Tanjunguncang yang berdekatan dengan Dam Tembesi mengalami kesulitan pasokan air bersih.

Baca Juga: Krisis, Air Waduk Hanya Cukup untuk Dua Minggu

Sebenarnya, lelang tender pengelolaan Dam Tembesi telah dilakukan pada November 2018.

Saat itu, tahapan lelang dimulai dari tahapan prakualifikasi. Saat itu sudah ada sembilan nama perusahaan konsorsium yang sudah lolos tahapan ini.

Warga melihat Dam Tembesi di Barelang, beberapa waktu lalu. Pengoperasian Dam Tembesi untuk mengatasi krisis air di Batam saat ini masih dalam pembahasan antara Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id

Yakni konsorsium ATB dan Bangun Cipta Kontraktor, konsorsium Perum Jasa Tirta Indonesia dengan Krakatau Tirta Indonesia, konsorsium PP dan Adarou. Grup Salim dan nama-nama lainnya.

Tapi karena pergantian Kepala BP Batam dari Lukita Dinarsyah Tuwo ke Edy Putra Irawady, maka kelanjutan dari tender tersebut tertunda.

Disamping itu, ada sejumlah prosedur yang harus ditaati agar tender bisa dilanjutkan. Prosedur tersebut yakni penetapan Dam Tembesi sebagai aset negara oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) jika ingin dikerjasamakan dengan pihak lain.

Proses penetapan aset negara ini meliputi mengenai kajian skema kerja sama, pembagian keuntungan, inventaris nilai aset dan lainnya.

Kabarnya proses tersebut bisa selesai dalam enam bulan.

Mengenai Dam Tembesi sendiri mampu mengalirkan debit air sebanyak 600 liter per detik dan memiliki kapasitas tampung sebanyak 59 juta meter kubik.

Baca Juga: Usulkan Dam Tembesi Jadi Obvitnas

Adapun proyek fisik Dam Tembesi yang dilelang yakni pembangunan water treatment plant (WTP) dan pembangunan jaringan pipa transmisi yang mengalirkan air dam ke reservoir untuk diolah jadi air bersih.

Pekerjaan tersebut akan dilakukan oleh si pemenang lelang yang diberikan hak kelola selama 25 tahun.

Total perhitungan anggarannya Rp 250 miliar hingga Rp 350 miliar. Dan akan selesai dalam dua tahun.

ATB sendiri sudah khawatir melihat kondisi Dam Tembesi saat ini. Karena tak kunjung beroperasi, maka suplai air bersih tidak bisa dilakukan secara optimal di Batuaji dan Tanjunguncang.

“Kalau jalan ke sana itu miris sekali. Ada tambang pasir yang sudah bermacam-macam di sekitarnya. Desain waduk juga kurang memadai,” papar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Ia berharap agar BP Batam segera bertindak cepat. Apalagi mengingat konsesi pengelolaan air antara BP Batam dan ATB akan segera berakhir pada November 2020.

Dam Tembesi memang menjadi harapan tentunya bersama dengan Waduk Sei Gong untuk menjamin ketersediaan air baku di Batam.

“Ketersediaan air harus dijaga. Bagaimana nanti skenarionya pasca konsesi. Apa sudah ada konsep,” jelasnya.

“Pelayanan akan terus kami jaga jangan sampai kualitasnya turun. Jangan sampai ada masalah baru timbul. Makanya kami menunggu saja diajak diskusi oleh BP Batam,” ujarnya lagi.(leo)

Tak Punya SIM, Wanita Ini Gagal Berenang di Water Boom Tembesi

0

batampos.co.id – Razia Badan Pengelolaan Pajak dan Pendapatan Daerah (BP2RD) yang dilaksanakan oleh UPT Samsat Batuaji bersama Satlantas Polresta Barelang berhasil amankan puluhan kendaraan roda dua dan roda empat.

Di antara kendaraan yang berhasil diamankan tersebut terdapat hal yang cukup menarik, yakni adanya pengemudi mobil sewaan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan juga tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang ia rental.

Mengetahui hal ini, Kasubnit I Turjawali Satlantas Polresta Barelang, Sofrinal, menuturkan hal ini harus menjadi perhatian khusus para pemilik rental mobil di kota Batam.

Ia mengimbau agar asal jangan merentalkan kendaraan, sementara perental tidak memiliki SIM. Hal ini justru menyalahi aturan utama dalam berkendaraan.

“Kita imbau kembali khususnya kepada pemilik mobil rental, karena pas kita lakukan kegiatan razia di Top-100 Tembesi, ada salah satu pengedara yang menggunakan mobil

Petugas BP2RD dan UPT Samsat Batuaji bersama Satlantas Polresta Barelang mengamankan puluhan kendaraan roda dua dan roda empat saat mengelar razia di depan Top 100 Tembesi. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

rental namun dia tidak memiliki SIM,” ujarnya, Senin (14/10/2019) di lokasi Razia, Top-100 Tembesi.

 

“Saat kita hentikan dan tanyakan STNK mobil rental itu juga tidak bisa ia kasih, dan yang mengendarai kendaraan tidak ada SIM, jadi terpaksa kita tahan terlebih dahulu kendaraanya,” tambahnya lagi.

Karena itu kata Sofrinal, ia mengimbau dengan tegas kepada pemilik rental agar bisa menyerahkan STNK kepada penewa kendaraanya.

Selain itu pihaknya meinta agar pemilik mobil rental teliti sebelum memberikan kendaraannya.

“Jangan merentalkan kendaraan jika perental tidak memiliki SIM,” jelasnya.

“Nanti kita cari juga pemilik rentalnya dan mendatanginya dan memberi imbauan langsung,” paparnya.

Sementara itu pengemudi mobil rental, saat diwawancara mengakui memang tidak membawa SIM dan STNK.

Ia katakan bahwa niatnya hanya ingin pergi ke water boom Top 100, Tembesi untuk berenang dan tidak menyangka akan berakhir seperti ini.

“Iya gak ada SIM. Tadi ke sini niatnya mau berenang bareng teman-teman,” ujar perempuan yang merental mobil tersebut singkat, dan tidak ingin menyebutkan namanya.(cr1)

Play sound