Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10967

Penampakan Aquarium Raksasa di Kepri Coral

0

batampos.co.id – Batam memiliki destinasi wisata unggulan baru. Namanya Kepri Coral yang terletak di Pulau Pengalap, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Pulau Pengalap merupakan salah satu gugusan Pulau Abang di Galang. Untuk menuju kawasan tersebut pengunjung bisa melalui Pelabuhan Terminal KPC Jembatan VI Barelang.

Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu motor menyeberang ke Pulau Pengalap selama 60 menit.

Di lokasi wisata seluas 568 hektare (ha) tersebut terdapat akuarium bawah laut berukuran raksasa yang diisi dengan berbagai biota laut.

Mulai dari beragam jenis ikan, terumbu karang, dan lainnya. Di kawasan wisata ini juga terdapat penginapan dome village, wisata hutan mangrove, hotel, kolam renang air tawar, restoran apung, area snorkeling, serta pantai dengan hamparan pasir putihnya.

“Pulau ini telah dikerjakan sejak 2016 silam. Akan ada pembangunan hotel berbintang, club house presidensial, dan lainnya dengan jangka waktu pembangunan 20 tahun ke depan,” terang Harmanto Tan, Owner PT Pulau Bintang Emas selaku pengelola kawasan Kepri Coral, Rabu (16/10/2019).

Ia menambahkan, biaya pembangunan kawasan wisatanya ini mencapai Rp 11 triliun dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan bisa mencapai 10 ribu orang.

“Apabila rencana terlaksana, kami optimistis akan bisa mendatangkan 300 ribu turis dari mancanegara setiap tahunnya,” kata Harmanto.

Selain memiliki akuarium bawah laut, Kepri Coral dilengkapi fasilitas penunjang wisata yang lengkap. Mulai dari hotel, restoran, kolam renang, penginapan, dan lainnya. Foto: Dalil harahap/batampos.co.idBatam,

Demi pencapaian target tersebut, Harmanto sangat mengharapkan dukungan Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Batam, dan BP Batam serta semua unsur muspida lainnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengunjungi Kepri Coral sekaligus melakukan kick off pengusulan kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Rabu (16/10/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut Plt Gubernur Kepri, Isdianto, Waki Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Menteri Arief mengatakan, berdasarkan data Kemenpar saat ini Kepri masih berada di urutan ketiga penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terbesar ke Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Arief menyebutkan, kontribusi kunjungan wisman di Bali mencapai 40 persen, Jakarta 30 persen, dan Kepri 20 persen.

Sementara 10 persen sisanya masuk melalui daerah lain di Indonesia.

Penginapan Dome Village di Kepri Coral Pulau Pengalap, Galang, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Kunjungan wisman melalui Kepri mencapai 2,6 juta per tahun,” kata Menteri Arief.

Terkait usulan KEK Pariwisata Kepri Coral, Menpar mengaku sudah menyampaikannya ke Presiden.

Menurut dia, Kepri merupakan salah satu wilayah yang sangat potensial dijadikan wilayah KEK Pariwisata.

Menurut Menpar, penetapan KEK Pariwisata merupakan strategi yang jitu dalam mengembangkan wilayah destinasi wisata unggulan.

Sehingga pengembangannya lebih cepat dan terarah.

“Untuk menyiasati perizinan yang susah, maka dibuatlah KEK. Di KEK berlaku regulasi one stop service, tak perlu ke dinas ini ke dinas itu,” paparnya.

“Tidak perlu rumit lagi. Di Mandalika telah kita lakukan, dan di sana perizinan sudah tidak rumit lagi,” ujar Arief lagi.

Selain itu, di dalam area KEK juga terdapat berbagai insentif. Sehingga upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan pandapatan asli daerah (PAD) juga semakin mudah.

Sementara itu, Plt Gubernur Kepri, Isdianto, menyampaikan terima kasihnya atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan wisata kepri di kancah nasional dan internasional.

“Dari tahun ke tahun wisman yang masuk ke Provinsi Kepulauan Riau semakin bertambah,” jelasnya.

“Kami terima kasih kepada Pak Menteri yang telah membantu mempromosikan Kepri,” terangnya lagi.

Menurut Isdianto, Kepri memiliki potensi wisata yang luar biasa. Namun, beberapa di antaranya belum dikelola dengan maksimal.

Dengan adanya KEK Pariwisata, ia berharap pengembangan potensi wisata di Kepri lebih optimal.

Di akhir kunjungan, Menpar Arief bersama Plt Gubernur Kepri dan tamu undangan lainnya meresmikan usulan KEK Kepri Coral. Peresmian ditandai dengan menekan tombol sirine. (uma/zis)

Perekonomian Indonesia dalam Tekanan

0

batampos.co.id – Hampir semua negara di dunia, tampaknya, harus berjuang menghadapi ancaman resesi.

Merujuk laporan teranyar Dana Moneter Internasional (IMF) bertajuk World Economic Outlook (WEO) Oktober 2019, terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi global mayoritas dalam tekanan.

IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi kelompok emerging markets dan negara berkembang terkoreksi menjadi hanya 3,9 persen pada akhir tahun ini.

Sebelumnya, pada April, IMF menurunkan target pertumbuhan ekonomi 0,2 persen dari prediksi awal pada Januari 3,5 persen menjadi 3,3 persen.

Penasihat ekonomi sekaligus Direktur Departemen Riset IMF, Gita Gopinath, menuturkan, target tersebut merupakan angka paling rendah sejak krisis keuangan global.

’’Meningkatnya hambatan perdagangan dan ketegangan geopolitik terus melemahkan pertumbuhan ekonomi global,’’ ujarnya dalam laporan yang terbit Selasa (15/10/2019) lalu.

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Batam, beberapa waktu lalu. Merujuk laporan IMF bertajuk World Economic Outlook (WEO) Oktober 2019, terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi global mayoritas dalam tekanan, termasuk Indonesia. Foto:. Cecep Mulyana/batampos.co.id

Indonesia diperkirakan hanya tumbuh 5 persen pada tahun ini. Proyeksi itu sejalan dengan Bank Dunia yang baru-baru ini juga memperkirakan angka pertumbuhan yang sama untuk Indonesia.

Tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diramal sedikit lebih tinggi, yaitu 5,1 persen, dan terus meningkat hingga 5,3 persen pada 2024.

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, menuturkan, pertumbuhan ekonomi tahun ini memang diperkirakan di kisaran 5 persen.

Di bawah target pemerintah, sesuai dengan proyeksi World Bank dan IMF.

’’Perlambatan pertumbuhan disebabkan banyak faktor. Utamanya faktor eksternal, penurunan harga komoditas, serta ketiadaan kebijakan terobosan yang dapat mengurangi dampak turunnya harga komoditas,” jelas Piter, Rabu (16/10/2019).

Untuk memacu pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus fokus meningkatkan permintaan domestik.

’’Jadi, kita bisa memanfaatkan pasar domestik untuk memacu konsumsi dan investasi. Caranya bagaimana, yaitu dengan menyinergikan kebijakan moneter fiskal dan sektor riil,” imbuhnya.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira, memandang realisasi pertumbuhan ekonomi bisa lebih rendah daripada yang diproyeksikan.

’’Kalau lembaga internasional merevisi pertumbuhan, realisasinya bisa jauh lebih rendah dari 5 persen,” jelasnya.

“Untuk Indonesia bisa ke 4,8 sampai 4,9 persen,’’ ujarnya lagi. Terlebih, kinerja neraca perdagangan terus mengalami defisit.(dee/ken/agf/wan/c7/oki/jpg)

PKB Rombak Pengurus PAC se-Kepri

0

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencopot mayoritas ketua dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kepri.

Pencopotan atau pergantian ini dilakukan untuk penyegaran dan kepentingan partai.

”Jadi yang ada penyegaran itu bukan DPC tetapi PAC se-Kepri. Apalagi ada beberapa pengurus yang tidak aktif,” kata Ketua DPW PKB Abdul Basyid Has, Rabu (16/10/2019).

Basyid mengatakan, pergantian sejumlah ketua PAC ini tidak bisa asal diganti. Pergantian ini juga sudah sesuai dengan muktamar Bali, beberapa waktu lalu.

Dimana tidak ada lagi istilah musyawarah cabang dan musyawarah anak cabang di PKB.

Ilustrasi

”Surat pemberhentian itu juga sudah keluar dan memang ini berdasarkan usulan dari setiap DPC,” jelas dia.

Menurut Basyid, pergeseran ini juga lebih kepada kepentingan untuk Pilkada 2020 mendatang.

PKB harus betul semangat dan serius meng-hadapi pilkada. Harapannya, semua pengurus yang baru nantinya akan lebih aktif dan bisa bekerja sama untuk membesarkan partai.

”Semua pengurus juga nanti akan kita verifikasi baik alamat dan tempat tinggalnya,” jelasnya.

“Misalnya kalau PAC Belakangpadang, harus benar-benar tinggal di Belakangpadang. Demikian di daerah lain, akan kita sesuaikan dengan KTP-nya,” katanya lagi.

Menurut Basyid, PKB di Kepri bisa terus tumbuh dan tumbuh karena kekuatan dan kekompakan semua pengurus dan kader.

Ia berharap penyegaran ini tidak dianggap menjadi masalah baru, tetapi sebaliknya justru untuk penguatan partai.

”Mari kita semua bersama pengurus dan kader untuk bersama sama membesarkan partai ini. Tetap solid dan kompak di internal dan juga dengan semua kader,” katanya.(ian)

Pemko Surati Pusat Terkait Kebutuhan Air Hinterland

0

batampos.co.id – Warga hinterland atau pesisir Kota Batam hingga kini masih membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya di Pulau Belakangpadang.

Hal ini karena musim kemarau yang melanda area tersebut. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, persoalan air bersih di hinterland sudah ada sejak dulu. Warga kata dia hanya mengandalkan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan waduk.

”Waduk hanya mengandalkan air hujan. Sedangkan keadaan saat ini hujan tak turun,” jelasnya, Rabu (16/10/2019).

“Kalau SWRO terbatas karena mesinnya masih difungsikan manual sehingga air yang dihasilkan terbatas,” paparnya lagi.

Untuk itu, Pemko Batam akan menyurati pusat agar membantu meningkatkan fungsi SWRO.

Menurutnya, jika SWRO difungsikan menggunakan teknologi, hasilnya bisa lebih maksimal.

”Jadi, kalau SWRO bekerja produktif bisa mengakomodir kebutuhan dan warga tidak beli air bersih dari Batam lagi,” jelasnya.

Warga Belakangpadang mengantre air bersih beberapa waktu lalu. Saat ini masyarakat di wilayah tersebut kesulitan air bersih karena curah hujan di area itu rendah. Foto: Dokumentasi batampos.co.id 

“Sebenarnya pakai pipa kan beli juga cuman bayarnya per bulan. Sekarang warga diminta mengerti de­ngan keadaan ini,” tambahnya.

Amsakar menambahkan, untuk mengakomodir kebutuhan air di hinterland memang SWRO lebih baik dari pada mem­bangun waduk yang bergantung dengan air hujan.

Namun, lanjutnya biaya pem­bangunan SWRO tidak sedikit.

”Nantilah kami akan sampaikan ini ke pusat,” paparnya.

“Kalau memang memungkinkan SWRO namun dengan kapasitas lebih kecil dari yang saat ini. Mungkin bisa dibangun di pulau-pulau lainnya,” tambah dia.

Amsakar mengakui persoalan air tidak saja di hinterland, permasalahan juga tengah melanda wilayah mainland.

Karena itu, ia berharap curah hujan bisa meningkat agar kondisi waduk yang kering dan dangkal ini bisa terisi.

”Kalau hinterland bisa terbantu dengan SWRO. Selain itu, saat ini juga ada pembangunan Waduk Seigong yang diharapkan bisa menjadi sumber air baru bagi masyarakat Batam,” bebernya.

Nuraini, warga Sekanak Raya, Kecamatan Belakangpadang, mengatakan, air waduk sudah beberapa bulan berhenti.

Hal ini karena stok air sudah habis karena hujan tidak turun.

”Kami kan tergantung air dari waduk. Kalau terisi air lancar kalau kering ya tak dapat air,” kata dia.

Namun begitu, sebagian warga masih bisa menikmati air bersih karena mendapatkan suplai dari SWRO.

Ketika air waduk tak ada, ia bersama warga lainnya membeli air kepada warga yang mendapatkan pasokan dari SWRO.

”Saya beli satu drum itu Rp 15 ribu. Kalau pas lagi nyuci sampai lima drum habis,” jelasnya.

Lanjutnya, air SWRO tidak mengalir setiap saat. Sebab, mesin saat ini tidak bisa dioperasikan penuh. Aktifnya sekali dua jam. Jadi, ketika hidup nampung.

”Katanya kalau mesin kerja terus nanti rusak. Jadi, mereka batasi suplai air ke rumah warga,” ujar perempuan berhijab ini.(yui)

Pasar TPID Dibuka Hingga Pukul 8 Malam

0

batampos.co.id – Waktu buka Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kompleks Niaga Mas, Batam Center, diperjang hingga pukul 20.00 WIB.

Hal itu sesuai dengan permintaan pedagang karena pembeli baru ramai pada sore hari. Tidak hanya itu setiap pengunjung yang berbelanja di pasar tersebut juga berkesempatan mendapatkan doorprize.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, keputusan buka waktu pasar lebih panjang setelah adanya rapat dengan para pedagang di TPID.

Pasar yang biasanya buka dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB.

”Buka pasar kami perpanjang hingga jam 8 malam. Ini sesuai dengan permintaan pedagang saat rapat yang kami gelar tadi (kemarin, red),” ujar Gustian.

Seorang warga berbelanja sayuran dan kebutuhan pokok di Pasar TPID, Niaga Mas, Batam Center beberapa waktu lalu. Kini jam buka pasar tersebut diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB malam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia menampik jika pasar TPID sepi pembeli. Menurutnya, pembeli ramai pada jam-jam tertentu, seperti sore hari.

Karena itu, berdasarkan permintaan pedagang pihaknya memberi izin buka pasar lebih lama.

Sebab, jika masih waktu pendek, pedagang takut menyetok komoditas lebih banyak.

”Tak sepi, pedagang bilang pembeli lebih banyak pada sore hingga malam hari. Rata-rata yang belanja sore hari,” ungkap Gustian.

Menurut dia, banyak masyarakat yang belum tahu tentang keberadaan pasar tersebut. Apalagi, buka Pasar TPID itu belum cukup satu bulan.

Karena itu pihaknya akan menyediakan doorprize untuk setiap pembeli.

”Setiap beli ada doorprize. Kami juga minta lurah dan camat agar setiap kali menggelar acara dilaksanakan di Pasar TPID agar informasi pasar cepat diketahui masyarakat,” terang Gustian.

Pantauan Batam Pos, Rabu (16/10/2019), situasi pasar TIPD masih terlihat sepi. Pengunjung yang datang pun dapat dihitung. Sementara, sejumlah pedagang terlihat lebih banyak bersantai karena sepi pembeli. (she)

Tokio Marine Insurance Hadir di Batam

0

batampos.co.id – Tokio Marine Life Insurance Indonesia membuka cabang di Kota Batam.

Perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa ini ingin menawarkan kesempatan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi masa depan.

Presiden Direktur PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Tham Chee Kong, mengatakan, kehadiran Tokio Marine Life Insurance Indonesia ini diharapkan bisa mejadi pilihan bagi masyarakat Batam untuk menghadapi masa depan.

”Dengan jumlah penduduk yang mencapai satu juta jiwa, sepertinya diperlukan jaminan untuk masa depan dari yang individu dan berkeluarga,” jelasnya saat peresmian Kantor Pemasaran PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia di Gedung Graha Pena lantai 3A, Sabtu (12/10/2019) lalu.

“Tentu harus ada biaya yang dipersiapkan. Untuk itu, kami hadir menjawab kebutuhan masyarakat Batam,” terangnya lagi.

Jajaran manajemen PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia saat melakukan peresmian Kantor Pemasaran PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia di Gedung Graha Pena lantai 3A, Sabtu (12/10/2019). Foto: Marine Insurance untuk Batam Pos

Tokio Marine Life Insurance Indonesia bisa menjadi proteksi di kehidupan masa depan yang lebih baik.

Pihaknya melihat adanya peluang yang besar untuk dapat memperkenalkan asuransi melalui edukasi tentang pentingnya memiliki produk asuransi sedini mungkin.

”Kami memberikan informasi dan peluang bisnis dalam asuransi jiwa sebagai tenaga pemasar yang profesional di bidangnya,” sebutnya.

Direktur PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Nelly Husnayati, turut menyampaikan mengenai manfaat kepemilikan proteksi diri, sekaligus kesempatan yang dimiliki Tokio Marine Life Insurance Indonesia.

Peresmian ini menandai pembukaan kantor pemasaran Tokio Marine Life Insurance Indonesia yang ke-12 di Indonesia.

Sebelumnya, kehadiran Tokio Marine Life Insurance Indonesia sudah hadir di Jakarta, Tangerang, Denpasar, Bandung, Malang, Semarang, Makassar, dan selanjutnya akan membuka di kota besar lainnya.

”Ini upaya kami agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena kami tahu persiapan masa depan sangat penting dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Area Sales Head untuk Batam PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Juniati Salim, menyampaikan, Tokio Marine Life Insurance Indonesia memberikan apresiasi kepada para tenaga pemasar yang berhasil memenuhi kebutuhan para nasabah dengan perlindungan jiwa.

Serta kesehatan melalui solusi produk dari Tokio Marine Life Insurance Indonesia yang dilakukan menjelang pembukaan kantor pemasaran di Batam.

Selain itu, ia berharap masyarakat Batam segera mengenal lebih dalam sekaligus memetik beragam manfaat dari Tokio Marine Life Insurance Indonesia.

Tokio Marine Life Insurance Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat Batam sebagai mitra asuransi yang terpercaya untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Melalui berbagai edukasi asuransi.

”Kami berbagi informasi melalui media sosial @tokiomarine.id dengan hashtag
#kitaSIAP, serta acara-acara bersama calon Nasabah, dan berbagai program istimewa lainnya yang akan kami hadirkan di Kota Batam,” tutup Juniati.(yui)

Kenduri Seni Melayu Masuk 100 CoE Indonesia 2020

0

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI meluncurkan 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (15/10/2019) malam.

Salah satu event pilihan itu yakni Kenduri Seni Melayu (KSM), acara yang ditaja Pemko Batam dan melibatkan beberapa negara tetangga.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengatakan, CoE Wonderful Indonesia sebagai kalender pariwisata nasional merupakan salah satu program strategis Kemenpar dalam mempromosikan destinasi pariwisata.

Terutama melalui atraksi dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta menggerakan wisatawan Nusantara untuk berwisata di Tanah Air.

Arief berharap, CoE 2020 akan berdampak besar dalam mendongkrak kunjungan wisman serta menggerakkan wisnus ke destinasi yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Tercatat, sebanyak 100 event pariwisata unggulan itu akan digelar sepanjang tahun depan.

Murid SD menunjukan kebolehannnya saat bermain permainan tradisional gasing di jalan Engku Putri beberapa waktu lalu. Acara tersebut merupakan rangkaian Kenduri seni Melayu dalam rangka Hari Jadi Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Kami harapkan pemerintah daerah serius menyusun dan menggarap event-event yang masuk dalam 100 CoE 2020, agar bisa mendatangkan wisman lebih banyak lagi ke Indonesia,” kata Arief dalam rilis kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam.

CoE Wonderful Indonesia pertama kali dibukukan dan dibuat pada 2017, namun, saat itu belum menggunakan kurator dalam pemilihan event.

Kemenpar hanya meminta usulan tiga event dari masing-masing provinsi.

Kemudian tahun berikutnya 2018 hingga sekarang penentuan CoE wajib menggunakan kriteria 3C (Cultural/Creative Values, Commercial dan Communication Values, dan CEO Commitment) dan dikurasi oleh para kurator profesional di bidangnya.

Kriteria cultural/creative values sebagai unsur kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata (local content dan pengembangannya), koreografi (memanfaatkan panggung yang besar, camera genic), desainer, aransemen musik.

Sementara kriteria commercial dan communication values sebagai unsur dalam upaya meningkakan jumlah wisatawan, media value, dan multiplier effect yang memiliki dampak ekonomi dan sosial, sedangkan CEO commitment merupakan komitment gubernur dan bupati (kepala daerah).

Kepala daerah harus mempunyai komitmen kuat (committed) untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya.

Antara lain dengan pengalokasian anggaran di sektor pariwisata; dalam melaksanakan CoE harus konsisten (waktu penyelengggaraannya tidak boleh berubah), dan pelaskanaan event pariwisata itu telah berjalan selama 3 tahun berturut-turut agar dapat dimasukkan dalam CoE 2020.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan, KSM merupakan salah satu andalan Batam.

Bahkan, event ini sudah digelar selama 19 tahun dan melibatkan sejumlah negara.

“KSM ini rutin kita laksanakan, setiap tahun, tak pernah ada jeda. Tahun ini digelar yang ke-20,” kata Ardi.

Ajang ini juga sebelumnya mendapat penghargaan di ajang Anugerah Pariwisata Kepulauan Riau 2019 di Pacific Palace Hotel, Sabtu (31/8/2019) malam lalu.

Ardi menjelaskan, KSM merupakan agenda kebudayaan. Namun, kemasannya layak untuk mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Karena pesertanya saja banyak dari negara serumpun. Sementara untuk mendatangkan wisman sebagai penonton, Ardi mengaku sudah promosi sejak jauh hari sebelum pelaksanaan.

Tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena lokasi akan pindah dan ada tambahan acara serta kategori.

“Tahun ini tidak lagi di Dataran Engku Putri tapi kita coba pindahkan ke Dataran Engku Hamidah, depan Edukits Batam Centre,” jelasnya.

“Serta akan dikombinasikan dengan bazar dan akan ada parade budaya,” ujarnya lagi.

Pelaksanaan KSM ini, kata Ardi, juga sejalan dengan amanah Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.

Melalui agenda kebudayaan ini, pemerintah bisa menampilkan berbagai macam segmen kemelayuan. Seperti, sastra lisan, tulisan, tarian, dan sebagainya.

“Tahun ini juga akan kita kemas lomba cipta lagu Melayu. Kita merasa lagu Melayu sekarang ini belum produktif,” katanya.

“Kita butuh lagu Melayu Kepri yang lebih ba-nyak, dan populer. Kita akan menggandeng anak-anak milenial yang kreatif untuk memeriahkan KSM tahun ini,” paparnya lagi.(iza)

RoRo Batam-Bengkalis Akan Dibuka

0

batampos.co.id – Rute kapal rool on roll off (roro) Batam menuju Buton belum dibuka. Namun, rencana pembukaan rute alternatif lain yakni Batam ke Seilari, Bengkalis, juga belum terealisasi lantaran menunggu arahan dan petunjuk dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

”Masih belum,” kata Manajer Usaha PT ASDP Cabang Batam, Muhammad Firdaus, Rabu (16/10/2019).

Ia mengatakan, proses pembukaan rute masih berlanjut. Hanya saja, semuanya ditangani instansi terkait di Provinsi Riau.

Ia menyatakan, PT ASDP Cabang Batam secara umum siap melayani rute tersebut.

”Siap berlayar, tunggu petunjuk saja. Apabila aturan dan petunjuk sudah jelas, baru kami jalan,” tuturnya.

Kapal roro bersiap meninggalkan Pelabuhan ASDP Telagapunggur, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia menyebut, pengurusan rute baru ini memakan waktu cukup lama. Itu karena harus ada penghitungan jarak dan biaya serta penetapan tarif.

”Kami menunggu saja,” ucapnya.

Saat ini, PT ASDP Cabang Batam hanya memiliki satu rute aktif ke Sumatera, yakni dari Telagapunggur ke Kualatungkal, Jambi.

”Sebelumnya dua, yang satu lagi ke Buton. Tapi karena dermaga Buton roboh, makanya sekarang tinggal satu,” ungkapnya.

Ia mengakui, banyak masyarakat menanyakan kapan rute Batam ke Buton aktif kembali.

”Kami cuma bisa bilang, apabila aktif kembali atau ada rute alternatif akan dikabari.”

Terkait kabar adanya kenaikan tarif di kisaran 20 persen oleh Kemenhub, Firdaus mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

Ia memastikan tarif PT ASDP Cabang Batam ke beberapa daerah masih normal. Kalaupun ada kenaikan tarif, Firdaus memastikan akan ada sosialisasi terlebih dahulu.

Sehingga, masyarakat mengetahui hal itu.

”Pastinya ada sosialisasi. Tapi saya pastikan, saat ini belum ada kenaikan tarif. Masih normal seperti sebelumnya,” ucapnya.(ska)

Ruas Jalan di Depan Samsat Batam Centre Mengalami Penyempitan, Ini Penyebabnya

0

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam akan memasang saluran kotak utilitas atau box culvert di Jalan Raja Isa, persisnya di depan Kantor Samsat dan SPBU Batam Center mulai Jumat (18/10/2019) hingga Rabu (30/10/2019) mendatang.

Efek dari pengerjaan tersebut akan terjadi penyempitan jalur kendaraan di ruas jalan tersebut.

”Ini merupakan upaya untuk mengatasi persoalan banjir yang selalu terjadi di jalan tersebut,” kata Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur, Rabu (16/10/2019).

“Jadi, perlu ada peningkatan infrastruktur agar aliran air lancar dan tidak menggenangi permukaan jalan,” jelasnya lagi.

Ia menjelaskan, pemasangan box culvert membutuhkan waktu yang cukup lama. Saat ini, di lokasi proyek terdapat rangkaian pipa gas milik PGN.

Karena itu, pengerjaan membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait perihal pekerjaan pembuatan bangunan pelintas tersebut.

Satu unit alat berat mengeruk tanah untuk pembuatan box culvert di Simpang kabil beberapa waktu lalu. Hal serupa juga akan dilakukan di depan kantor Samsat Batam Centre dengan tujuan untuk mengatasi banjir di ruas jalan tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Akibat pengerjaan proyek tersebut, akan ada penyempitan jalan dan menghambat kelancaran arus lalu lintas.

Kata dia, kendaraan tetap bisa melewati jalur di sebelahnya. Satu jalur akan digunakan untuk dua arah sekaligus.

”Kami menyarankan agar pengendara bisa mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan,” anjurnya.

Tahun ini, lanjutnya, ada beberapa proyek pemasangan box culvert untuk mengentaskan persoalan banjir yang sering terjadi.

Seperti di Tanjunguncang dan jalan menuju sekolah Yos Sudarso yang sudah rampung, beberapa waktu lalu.

”Cuma yang itu tidak terlalu menghambat arus lalu lintas seperti yang di Samsat ini. Mudah-mudahan pengerjaan berjalan lancar. Jalan tidak banjir lagi dan pengendara bisa melintas kembali,” harapnya.

Ia meminta kepada pengendara bisa memahami kondisi tersebut. Pemasangan box culvert diharapkan bisa mengurangi titik banjir, terutama saat musim hujan.

”Curah hujan cukup tinggi. Sebentar saja sudah bisa banjir. Untuk itu perbaikan saluran air diperlukan agar aliran air lancar,” terang Yumasnur.

Sejumlah pengendara yang kerap melintas di Jalan Raja Isa belum mendapat informasi akan adanya pengerjaan box culvert tersebut.

Meski begitu, jika memang ada perbaikan warga berharap pengerjaan tidak molor dari waktu yang telah ditentukan.

”Setahu saya memang akan ada perbaikan, tapi sekarang belum ada tanda-tanda pengerjaan. Kalau pun ada, jangan molor,” ujar Juliana, salah satu pengendara yang kerap melintas di jalan tersebut.

Menurutnya, Jalan Raja Isa termasuk jalan yang cukup padat dilalui kendaraan. Hampir setiap pagi dan sore, jalan tersebut macet dan antrean kendaraan bisa berjajar cukup panjang.

”Macet karena U-turn-nya dekat dengan SPBU, padahal kalau pagi dan sore, sering antre kendaraan yang mau isi BBM (Bahan Bakar Minyak),” tuturnya.

Tak hanya macet, menurut Juliana, setiap hujan jalan tersebut memang menjadi langganan banjir setinggi 30 sentimeter.

Banyak kendaraan warga yang akhirnya mogok karena kemasukan air.

”Padahal hujan sesaat, tapi banjirnya sudah tinggi. Surutnya memang cepat juga,” terang Juliana lagi.

Hal senada diungkapkan Denny, pengendara lainnya. Ia malah mendukung adanya perbaikan drainase di kawasan tersebut, karena kerap banjir.

Namun di satu sisi, ia berharap adanya perbaikan jalan karena kondisi jalan ada tidak rata dan juga ada lubang jalan.

”Satu lagi, U-turn-nya kalau bisa dipindah, sebab sering bikin macet,” pungkasnya.(yui/she)

8 Begundal Jalanan Ditangkap dan Ditembak

0

batampos.co.id – Sepekan terakhir, Satreskrim Polresta Barelang bersama polsek jajaran Polresta Barelang meringkus tujuh pelaku kriminal dan seorang penadah barang curian.

Dari jumlah itu, lima tersangka adalah pencuri kendaraan bermotor, dua pencuri dengan kekerasan atau jambret, dan satu orang penadah barang curian.

Dari delapan pelaku kriminal yang diamankan tersebut, dua di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, menyebutkan, satu tersangka diamankan Satreskrim Polresta Barelang dan Polsek Nongsa, empat tersangka ­dimankan Polsek Seibeduk, dan Polsek Lubukbaja mengamankan dua tersangka.

”Mereka beraksi di berbagai tempat di Kota Batam,” ujarnya.

“Modusnya beragam, seperti mencuri kendaraan dengan kunci T, memiliki kendaraan hasil dari kejahatan, melakukan pencurian dengan mengancam menggunakan pisau dan menjambret dengan sasaran barang berharga di tas maupun dashboard sepeda motor,” jelasnya lagi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan menunjukan barang bukti sepeda motor beserta enam dari delapan penjahat jalanan dan penadah saat ekspos di Mapolresta Barelang, Rabu (16/10/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Delapan orang yang diamankan itu yakni, SM, 34, Su, 36, RS, 28, SH, 33, AB, 19, dan MD, 21.

Sementara dua tersangka lainnya yang masih di bawah umur berinisial RRP, 13, dan CLZ, 15.

Untuk delapan orang yang diamankan itu bukan merupakan satu komplotan. Mereka hanya membuat kelompok mulai dari dua sampai tiga orang yang berperan sebagai eksekutor dan joki.

”Pada saat penangkapan, ada tiga tersangka yang melaksanakan perlawanan dan mencoba melarikan diri, akhirnya anggota terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur (menembak pelaku),” paparnya.

“Setelah berhasil dilumpuhkan, mereka kita bawa ke kantor untuk menjalani proses selanjutnya,” tuturnya lagi.

Dari penangkapan ini, juga diamankan barang bukti berupa 10 unit sepeda motor hasil kejahatan maupun sebagai sarana yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksi mereka.

Enam unit ponsel berbagai merek, satu buah pisau, satu buah dompet, satu lembar STNK, dan satu buah kunci later T.

Dengan penangkapan ini, ia berharap bisa membuat Kota Batam lebih kondusif lagi ke depannya.

”Mereka kita kenakan pasal 365 untuk pencurian dengan kekerasan, 363 untuk pencurian dengan pemberatan dan pasal 480 bagi penadah barang hasil curian,” jelasnya.

“Ancamannya mulai dari 9 tahun, 7 tahun dan 4 tahun penjara bagi penadah. Untuk yang di bawah umur tetap kita proses sesuai dengan undang-undang berlaku,” imbuhnya lagi. (gie)

Play sound