TAK selamanya perkampungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) selalu terkesan kumuh dan tidak terawat. Anggapan ini, dipatahkan Kampung Warna-warni dan Tridi yang terletak berseberangan di bantaran Sungai Brantas, Jodipan, Malang, Jawa Timur.
Beberapa tahun berbenah, kampung itu kini semakin kinclong. Tak hanya kaya warna, tapi juga kawasannya semakin bersih, setelah ada program pengecatan ulang oleh warga.
Salah satunya dilakukan Sony Parin yang mengecat genteng rumahnya dengan warna biru.
Dia menyebutkan, pengecatan ulang dilakukan jika memang sudah dirasa warnanya sudah memudar.
”Tidak semua rumah. Cuma beberapa rumah yang memang dirasa catnya memudar,” ungkapnya, Kamis (20/6/2019) lalu.
Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi dipisahkan sungai. Foto: Ahmad Nurhidayat/Radar Malang
Dia menjelaskan, untuk pengecatannya, warga menggunakan uang kas. Uang itu dibelikan cat dan digunakan secara bersama-sama.
”Tentunya, itu dari hasil iuran warga juga. Jadi, tidak memberatkan,” terang bapak dua anak tersebut.
Sony menambahkan, untuk pengecatan ulangnya juga tidak selalu menunggu pudar. Namun, dalam momen tertentu ada juga warga yang mengecat ulang rumahnya.
”Misalnya, seperti Piala Dunia tahun lalu kami cat ulang dan disesuaikan dengan tema sepak bola,” imbuh pria yang juga ketua RW 02 itu.
Di sisi lain, dengan adanya pengecatan ulang itu selain untuk peremajaan juga untuk menjaga warnanya. Jadi, saat dilihat tetap enak dipandang.
”Kalau ada satu saja yang hilang atau warnanya sudah pudar, kan tidak enak dilihat. Karena itu, kami terus perbarui cat dan kreasi-kreasi gambarnya agar selalu tampak baru,” ungkapnya.
Pintu masuk Kampung Wisata Jodipan Malang. Foto: Hanung Prabowo/Blogger
Kampung yang dulunya kumuh kini tampil cantik dengan warna mencolok dan mural yang menghiasi dinding rumah warga Jodipan.
Sehingga tak dinyana, kampung yang dulu dihindari ini, kini menjadi kampung wajib kunjung bagi para pejalan yang berkunjung ke Malang.
Selain warna dan mural yang unik, kampung ini juga menjadi lahan selfie bagi anak muda.
Dengan dijadikannya Kampung Warna-Warni dan Tridi sebagai destinasi wisata telah banyak mengangkat perekonomian warga melalui berjualan makanan dan minuman.
Serta mengubah perilaku warga yang sering membuang sampah di sungai. Nah, untuk berwisata di Kampung Warna-Warni ini, cukup membayar sebesar Rp 2.000 per orangnya.
Tiket masuknya berupa stiker yang bisa dijadikan kenang-kenangan. Untuk biaya parkir kendaraan bermotor sebesar Rp 2.000 per sepeda motor, Rp 5.000 per mobil, dan untuk bus pariwisata berkisar dari Rp15.000 sampai Rp 25.000.(AHMAD NUR HIDAYAT/Radar Malang)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan peraturan terbaru tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018.
Dikutip dari akun Instagram resmi Kemendikbud @kemdikbud.ri bahwa Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018, beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni mengenai syarat masuk Sekolah Dasar (SD).
Satu di antaranya, membahas tentang usia anak untuk masuk SD. Usia minimal masuk SD adalah 6 tahun per tanggal 1 Juli tahun berjalan. Di samping pihak sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 tahun, terdapat pengecualian untuk usia minimal 6 tahun.
Dimana, dapat diberikan paling rendah 5 tahun 6 bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan, untuk calon siswa dengan kecerdasan istimewa (bakat istimewa) dan kesiapan psikis, yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.
Secara umum, hal ini mungkin banyak tidak diketahui para orangtua. Terutama peran dari surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh psikolog anak terhadap mereka yang masuk SD di bawah usia 6 tahun.
Padahal, pemerintah memandang proses tersebut sangat penting guna mengevaluasi anak terkait kesiapannya untuk bersekolah (perkembangan psikologis anak).
Ilustrasi. Maryana sedang melakukan proses tes kesiapan sekolah kepada anak. Foto: Febby Anggieta
Selain itu, peraturan tersebut didasari permasalahan anak yang kerap muncul seperti masalah kemandirian, konsentrasi, masalah relasi sosial, masalah motivasi, prestasi belajar rendah, tulisan besar dan kasar (padahal sudah duduk di kelas 5 SD), keliru menulis huruf dan angka.
Ada juga masalah terkait dengan pola pengasuhan, di antaranya mudah marah, memukul, dan menyakiti teman.
Psikolog Anak Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Maryana,M.Psi mengatakan, masalah demikian kerap terjadi karena kebanyakan orangtua yang terburu-buru mendidik putra-putrinya, tetapi kurang memperhatikan perkembangan psikologis sang buah hati.
”Orangtua cenderung terfokus dalam mengupayakan kemampuan akademis anak seperti membaca, menulis, berhitung (calistung). Tapi sebenarnya tidak hanya cukup dinilai dari situ,” ujar Maryana.
Akibatnya, banyak anak yang secara akademis sudah siap tetapi secara psikologis belum matang. Sehingga, mereka tidak mampu menghadapi beban sekolah.
Sebagai contoh, ketika anak mendapatkan tugas yang lebih besar dan lebih banyak dari sebelumnya, bagi anak yang belum matang perkembangan psikologisnya akan mudah putus asa.
Orangtua yang tidak tega melihat anak dalam keputusasaan itu, akhirnya mengalah dengan membantu mengerjakan tugas anak hingga tuntas.
”Upaya ini yang menjadi pola didikan kurang baik karena tidak mengajarkan kemandirian anak,” ujarnya.
“Efeknya, bisa menimbulkan anak yang terus bergantung kepada orangtua,” papar Maryana lagi.
Efek lainnya ketika di sekolah, anak bisa takut menghadapi gurunya. Mungkin gurunya tidak galak, tetapi karena sering diberi tugas banyak, akhirnya anak menjadi takut.
Begitu pula ketika mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman-temannya. Dia cenderung tidak bisa melindungi diri dari serangan itu.
”Yang terparah bisa menyebabkan phobia sekolah,” tegasnya.
Ia menyebutkan, kesiapan yang dibutuhkan anak sebelum masuk sekolah yakni kematangan fisik meliputi motorik kasar dan motorik halus.
Kemudian, kematangan mental atau kognitif, kematangan emosi, dan kematangan sosial.
Ada beberapa cara untuk mengetahui seberapa kemampuan dan kesiapan anak memasuki jenjang SD.
Salah satunya dengan menjalani tes khusus yang dilakukan oleh seorang psikolog. Tes itu dinamai tes kesiapan sekolah.
”Dengan tes ini, kemampuan anak akan terdeteksi. Mereka yang siap secara akademik belum tentu siap mental, begitu pula sebaliknya,” ucap Maryana.
Dijelaskannya, tes yang tidak memakan waktu hingga berhari-hari itu tetap dilakukan layaknya belajar dalam bermain.
Anak akan diajak menggambar, calistung, hingga menerapkan gambaran akan diterimanya saat duduk di bangku SD nanti, seperti cara berkomunikasi, menghormati, dan berinteraksi.
”Secara psikologis, penilian IQ dan kesadaran pembeda dari hal yang dasar. Selebihnya akan dinilai dari segi mental termasuk emosi dengan keilmuan psikolog,” tuturnya.
Maryana kembali meyakini bahwa proses demikian bukan semata-mata menahan anak untuk langsung mendapat pendidikan yang lebih cepat.
”Jika dari hasil tes tersebut anak yang di bawah usia 6 tahun mampu memperoleh hasil yang baik, maka kami sebagai psikolog tetap akan mengeluarkan surat rekomendasi dengan kecerdasan istimewa itu. Intinya perlu kematangan,” sambungnya.
Psikolog yang juga seorang ibu itu, menambahkan, proses kematangan yang dimaksud juga tidak bisa asal dipercepat.
Secara fisiologis usia 0 sampai 6 tahun, otak kanan berkembang lebih pesat. Sementara otak kiri yang lebih banyak digunakan di sekolah baru berkembang pesat saat anak berusia 7 tahun.
”Itu mengapa, umumnya anak baru siap masuk SD pada usia paling tidak 6 tahun,” sebut Maryana.
Ia pun berpesan, agar orangtua memerhatikan peraturan pemerintah dengan mempersiapkan psikolog anak sebagai faktor penting untuk anak sebelum masuk SD. Orangtua juga bisa mendukungnya dengan menerapkan pola asuh yang positif.
”Sebaiknya tidak memaksakan anak jika belum siap. Dan harapannya bagi siswa yang sudah siap secara akademis maupun psikologis, bisa menerima pelajaran dengan baik tanpa kesulitan berarti,” paparnya.(nji)
batampos.co.id – Maskapai Wings Air akan mendukung penuh dari sisi transportasi udara untuk menyukseskan jalannya Festival Padang Melang (FPM) yang akan digelar 17 hingga 20 Juli mendatang di Pantai Padang Melang, Anambas.
Wings Air membuka rute penerbangan ke Anambas. Hal tersebut ditegaskan Distrik Manager Lion Air Grup Batam, M Zaini Bire, Sabtu (29/6/2019).
”Penerbangan kami ke Anambas ada dua rute. Masyarakat bisa terbang dari Batam ataupun Tanjungpinang dengan tujuan Anambas,” terangnya.
Untuk rute Batam ke Anambas, lanjutnya, akan dilayani setiap hari Senin hingga Sabtu dengan keberangkatan pada pukul 12.30 WIB.
Sedangkan dari Anambas ke Batam, jadwal hari penerbangannya sama dengan Batam-Anambas, namun beda waktu yakni tiap pukul 13.50 WIB.
Para penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim saat melakukan proses check in di konter Lion Air. Foto: Cecep Mulyana.
”Sedangkan masyarakat yang ingin terbang ke Anambas dari Tanjungpinang, jadwal keberangkatan penerbangannya setiap hari Minggu,” ujarnya.
Untuk melayani penerbangan dari Batam menuju Anambas ataupun dari Tanjungpinang menuju Anambas, Wings Air akan menurunkan pesawat buatan Prancis yakni turboprop tipe ATR 72-500/72-600.
Maskapai tersebut memiliki daya angkut sebanyak 72 kursi yang semuanya kelas ekonomi namun dengan interior kabin yang didesain terbaik di kelasnya, demi kenyamanan pe-numpang.
”Dengan konfigurasi kursi sebanyak 2-2, nantinya pe-numpang dapat bersantai saat di dalam kabin pesawat yang tentunya lebih longgar. Keunggulan lainnya maskapai jenis turboprop tipe ATR 72-500/72-600 ini mampu terbang rendah,” terangnya.
Bulan depan, Pemkab Anambas akan menggelar Festival Padang Melang (FPM) 2019. Festival ini tidak hanya menyajikan pesona pantai eksotis, tapi juga mengangkat tradisi budaya masyarakat pesisir.(ska)
batampos.co.id – Denise Rahmeli sejatinya merupakan anak yang pemalu. Namun, gadis kelahiran Pangkal Pinang, 1 Desember 1997 itu justru bercita-cita ingin menjadi seorang yang multitalent di bidang seni.
Seiring waktu, ia kian tertarik menonton televisi terutama melihat lakon seorang bintang.
”Kalau nonton film atau drama, langsung terniat dalam hati ingin menjadi seperti mereka,” terangnya.
Dorongan keinginan itu yang mulai membawa Denis menunjukkan bakatnya dalam akting.
Denise Rahmeli. Foto: Dokumentasi pribadi
Meski kini ia sudah menjadi mahasiswi di UIB jurusan Manajemen dan sudah masuk semester terakhir, ia merasa keinginannya untuk bisa menjadi bintang di seni peran belum terlambat.
“Saya ikut audisi yang waktu itu digelar Batam Acting Class (BAC), dan ternyata lolos 30 besar,” ujarnya.
“Sekarang sudah main dua film, dan sedang proses untuk garapan film ketiga,” kata anak keempat dari lima bersaudara tersebut.
Selain di akting, ia juga tak lagi takut untuk tampil di muka umum menjadi seorang presenter. Ilmu tersebut didapatkannya sejak bergabung di BAC.
”Saya sangat bersyukur dapat bergabung di BAC. Banyak perubahan bagi diri saya untuk menunjukkan potensi yang saya punya,” jelasnya.
“Dari sini saya berusaha untuk lebih percaya diri lagi,” tutur Denis lagi.
Putri dari pasangan Muhammad Alifiah dan Ernawaty itu kini tengah berjuang dalam menyelesaikan tugas akhirnya.
”Selanjutnya bisa fokus ke karir dan ingin mengembangkan potensi diri untuk menjadi seorang bintang,” ucap wanita yang gemar memasak dan menari itu.(nji)
batampos.co.id – Gelombang panas di Spanyol berdampak luar biasa. Sekitar 6.500 hektare lahan dan hutan terbakar di Tarragona, Catalunya, Kamis (27/6/2019).
Sekitar 400 pemadam, 12 unit mobil pemadam, kendaraan, dan pesawat-pesawat pengangkut air dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 53 orang yang rumahnya dekat dengan titik api juga sudah dievakuasi.
”Kami menghadapi kebakaran serius dalam skala yang belum pernah kami lihat dalam 20 tahun terakhir,” cuit Menteri Dalam Negeri Wilayah Catalunya Miquel Buch di akun Twitter-nya.
Petugas pemadam kebakaran meminta penduduk untuk tak keluar rumah serta menutup pintu dan jendela rapat-rapat agar tidak menghirup asap.
Proses pemadaman sulit karena suhu tinggi akibat gelombang panas yang kini melanda Eropa. Spanyol juga sudah mencatat satu kematian akibat cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Seorang remaja 17 tahun yang bekerja untuk memanen di perkebunan Andalusia terkena heatstroke alias sengatan panas.
Warga Spanyol memadati pantai menghindari serangan gelombang panas, Sabtu (28/6/2019). Foto: Jose Jordan/AFP
Pemuda itu tiba-tiba merasa kepanasan saat bekerja. Dia lantas berenang di kolam, tapi malah mengalami kejang-kejang saat keluar.
Remaja tersebut sudah dilarikan ke rumah sakit di Cordoba. Sayang, nyawanya tak tertolong.
Di Villevieille, Prancis, suhu udara kemarin (28/6/2019) mencapai 45,2 derajat Celsius.
Itu adalah suhu tertinggi yang pernah tercatat. Rekor sebelumnya adalah 44,1 derajat Celsius pada 2003.
Kala itu ribuan orang meninggal di Prancis karena udara yang ekstrem tersebut. Sementara itu, panas yang berkepanjangan juga mengakibatkan krisis air di India.
Di Chennai, air keran sudah tidak mengalir. Penduduk harus mengantre untuk memompa air sumur sejak dini hari. Gara-gara berebut antrean, seorang perempuan ditusuk dengan pisau.
”Situasinya saat ini benar-benar menyiksa mental,” ujar Vani, salah seorang penduduk, seperti dikutip The Guardian. Gara-gara antrean tersebut, dia harus membuka salon kecantikannya menjelang tengah hari.(sha/c7/dos/*/jpg)
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri akan menetapkan kursi dan calon terpilih tanggal 2-4 Juli mendatang.
Hal tersebut disampaikan anggota KPU Provinsi Widoyono Agung, Sabtu (29/6/2019). Penetapan tahap pertama akan dilakukan di tiga kabupaten yaitu Karimun, Lingga, dan Natuna.
Pasalnya, ketiga daerah tersebut tidak menghadapi sidang gugatan hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK).
”Karena semua lancar, penetapan akan dilakukan awal Juli. Jadi lebih cepat dari daerah yang masih menunggu jadwal sidang karena ada gugatan dari caleg,” ujarnya.
Untuk daerah lain seperti Batam, Tanjungpinang, dan Bintan akan menetapkan calon terpilih setelah selesai sidang.
Penetapan akan dilakukan usai sidang putusan berdasarkan hasil ketetapan MK terkait gugatan pemilihan legislatif (pileg).
Petugas TPS 89 di Perumahan Bukit Palm Batam Kota dengan mengenakan pakaian Melayu memandu warga memasukkan surat suara yang telah dicoblos saat pelaksanaan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019) lalu. Caleg yang terpilih duduk di legislatif, penetapannya akan digelar pada awal bulan Juli. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Menurutnya, putusan terkait daerah terdapat sengketa dilakukan dalam dua tahap.
Pertama, jika syarat formal tidak lengkap, maka MK akan melakukan peme-riksaan pendahuluan pada 9-12 Juli. Putusan akan dikeluarkan tiga hari pasca sidang digelar.
Kedua, jika persyaratan gugatan memenuhi syarat formal, maka sidang akan dilanjutkan hingga selesai sidang putusan 6-9 Agustus mendatang dan ditetapkan tiga hari setelah sidang putusan digelar.
”Paling lambat itu penetapan Agustus sesuai dengan ketentuan yang ada,” terangnya.
Sementara, Ketua KPU Batam Syahrul Huda menegaskan, untuk Batam ada empat gugatan yang masuk terkait hasil penetapan pileg yang digelar April lalu.
Partai politik maupun calon mengajukan gugatan karena tidak puas dengan hasil yang telah ditetapkan.
”Bukti semuanya sudah dipersiapkan untuk dihadirkan di ruangan sidang. Nanti jika memang diminta untuk membuka, kami siap,” kata Syahrul.
Ia menyebutkan pileg diikuti sedikitnya 691 caleg dan memperebutkan 50 kursi. Untuk penetapan nantinya tetap menunggu hasil putusan MK.
Berdasarkan masa kerja, anggota harus ditetapkan pa-ling lambat Agustus mendatang untuk periode 2019-2024.
”Hingga hasil putusan ada, kami belum akan menetapkan anggota yang terpilih ini,” pungkasnya.(yui/gas)
batampos.co.id – 41 tahun sudah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) jemaat Zebulon Batam tumbuh dan berkembang di kota berbentuk kalajengking ini.
Puncak perayaan HUT ke-41 ini digelar dalam ibadah syukur yang dipusatkan di gedung GPIB Zebulon Sekupang Batam pagi tadi (30/6/2019).
GPIB Zebulon hadir di Batam sejak 4 Juni 1978. Di usia nya yang baru di tahun 2019 ini,jemaat diminta untuk tetap bersekutu dalam sebuah keluarga Tuhan dan tetap berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.
“Sebagai sebuah keluarga baik anak-anak, teruna, gerakan pemuda (GP), persekutuan kaum bapa (PKB), persekutuan kaum perempuan (PKP) dan persekutuan kaum lanjut usia (PKLU) punya peran masing-masing untuk mengembangkan gereja ini ke depan,” ujar Pendeta Septy Marlin Souhoka- Apui, ketua majelis jemaat GPIB Zebulon Batam dalam khotbahnya di sela-sela ibadah syukur pagi tadi.
Pendeta Septy Marlin Souhoka- Apui (toga putih) foto bersama dengan para presbiter dan pengurus Pelat usai ibadah syukur HUT ke-41 GPIB Zebulon Batam, Minggu (30/6/2019). Foto: GPIB Zebulon Batam.
“Yakni berkarya untuk kesatuan dalam keberagaman sebagai anak Kristus dengan semangat Indonesia rumah kita. Gereja hadir untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI sesuai misi Kristus,” katanya lagi.
Pendeta Marlin juga mengajak semua jemaat untuk mencontoh jemaat dan gereja mula-mula yang selalu bersekutu dalam sebuah keluarga yang selalu tekun, bersukacita dan saling menolong serta berbagi tanpa memikirkan untung rugi.
“Tuhan hadirkan jemaat Zebulon Batam ini untuk melayani. Jadi kita harus meniru jemaat mula-mula yang tidak mementingkan ego dan tidak memelihara perselisihan yang dapat berakibat pada perpecahan, ” ujarnya.
Pendeta Marlin juga mengemukakan kebiasaan jemaat mula-mula yang selalu melakukan ibadah di rumah-rumah jemaat dan dilaksanakan GPIB secara umum melalui ibadah keluarga hingga saat ini yang bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan tanpa memandang latarbelakang seseorang seperti yang ditulis dalam Alkitab.
Jemaat GPIB Zebulon telah menggelar serangkaian kegiatan jelang HUT ke-41 antara lain kegiatan ibadah penyegaran iman, pembinaan iman bertajuk Keluarga Kristen di Era Industri 4.0 dan smart society 5.0, goro masal dan lainnya.(spt)
batampos.co.id – Sejumlah pedagang seragam pakaian sekolah mengeluhkan sepinya pembeli. Padahal banyak pedagang yang sudah menyiapkan stok seragam untuk dijual karena dalam waktu dekat memasuki tahun ajaran baru.
Salah satunya Ginanjar, pedagang seragam di pasar Botania 1 Batam Kota. Ia mengaku hanya beberapa pengunung yang mengunjungi tokonya.
”Masih sepi, mungkin karena masih libur. Tadi ada yang beli satu orang saja, selebihnya nanya,” ujar Ginanjar, Jumat (28/6/2019) lalu.
Menurutnya, menurunnya jumlah warga yang membeli seragam di tahun ajaran baru karena saat ini sudah banyak sekolah yang langsung memberikan baju kepada muridnya.
Seorang ibu tengah mencari seragam sekolah untuk anaknya di Toko Rosmi di Kawasan Tanjungpantun, Jodoh, Minggu (16/6/2019). Memasuki tahun ajaran baru 2019, pedagang seragam sekolah hanya bisa bersabar karena sepinya pembeli. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
”Biasanya yang beli itu anak naik kelas. Kalau anak baru masuk sekolah itu jarang, karena kan sudah dapat seragam dari sekolah,” imbuh Ginanjar.
Harga seragam sekolah yang dijualnya cukup bervariasi. Tergantung bahan dan ukuran.
“Harga beda-beda, tergantung bahanlah. Ada yang Rp 80 ribu satu stel, ada yang Rp 100 ribu, pokoknya lihat bahan,” jelasnya.
Kondisi yang sama juga telihat di kawasan Tanjungpantun, Jodoh. Sejumlah pedagang masih terlihat lesu karena sepinya pembeli.
”Masih sepi, dari pagi hanya satu yang beli, kita sabar menunggu saja,” ujar Ida, penjual seragam sekolah.(she)
batampos.co.id – Polsek Seibeduk menggelar acara dekorasi hasil pertanian dari kelompok tani yang ada di Seibeduk di Lapangan Usman Harun, Kaveling Seipancur, Kelurahan Mangsang, Sabtu (29/6/2019).
Kapolsek Seibeduk AKP Joko Purnawanto, mengtaakan, acara tersebut digelar untuk merayakan HUT Bhayangkara ke-73.
“”Tujuan kegiatan dekorasi tani ini untuk menonjolkan hasil pertanian dari petani Seibeduk,” katanya, Sabtu (30/6/2019).
Kata dia, di kawasan Mangsang terdapat banyak kelompok tani. Kegiatan itu juga digelar untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa di area tersebut banyak hasil pertanian.
Kegiatan tersebut lanjutnya diikuti 12 kelompok tani dari 20 kelompok yang ada di Seibeduk.
Peserta lomba membuat hiasan menara dari berbagai hasil pertanian di Lapangan Usman Harun, Kaveling Seipancur, Kelurahan Mangsang, Sabtu (29/6/2019). Foto:. Dalil Harahap/batampos.co.id
Menurutnya, untuk menentukan juara juri melakukan penilaian atas beberapa hal. Selain dari banyaknya jenis buah dan keunikannya, kerapian, kekompakan juga menjadi penilaian.
“Kita lakukan penilaian berdasarkan daya kreativitas para kelompok tani dalam menyusun hasil pertanian tersebut,” jelasnya.
Setelah dilakukan penilaian, terpilih sebagai juara 1 adalah kelompok tani Agro Lestari, juara 2 kelompok tani Campur Sari, dan juara 3 adalah kelompok tani Wono Salam.
Sementara itu, di Polsek Batuaji, dalam merayakan HUT ke-73 Bhayangkara melakukan kegiatan gotong royong di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Bulan Gebang, pada Senin (1/7) besok.
Pada kesempatan itu juga akan dilaksanakan upacara dan tabur bunga. Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan di makam pahlawan, personel Polsek Batuaji bersama warga akan memotong rumput dan merapikan bunga.
Ia mengatakan, gotong royong ini dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan nasional yang telah gugur.
“Nantinya seluruh pejabat Polresta Barelang, pejabat Polda dan Kepri akan lakukan ziarah ke taman makan pahlawan,” jelasnya.(cr1)
batampos.co.id – Meski musim mudik telah usai, namun harga tiket pesawat kelas ekonomi ke beberapa tujuan masih mahal. Contohnya tiket pesawat rute Batam-Padang dijual di kisaran Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribuan.
Sementara itu tiket Batam ke Jakarta dijual dengan harga Rp 1,1 juta hingga Rp 1,4 juta.
Hal ini dibenarkan oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso.
Walaupun begitu, kata dia, pihaknya terus memantau pergerakan harga tiket. Dan melaporkan setiap perkembangan terbaru ke otoritas bandara Medan.
”Terus kami pantau,” ucapnya.
Terkait dengan harga tiket yang masih tinggi ini, Distrik Manager Lion Air Batam M Zaini Bire, mengaku, pihaknya telah memberikan promo-promo menarik bagi masyarakat.
Promo yang diberikan yakni memberikan harga spesial untuk seluruh rute yang dijalani Lion Air.
Tapi, kata Bire, Lion Air hanya menyediakan sekitar tiket promo hanya untuk 20 hingga 30 kursi saja setiap penerbangan.
Maskapai penerbangan saat lepas landas di landasan Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam. Foto: batampos.co.id/ Putut Ariyotejo.
”Apabila tiket promo untuk itu 30 seat itu habis. Maka harganya kembali ke seperti biasa,” tuturnya.
Ia mencontohkan harga tiket Batam ke Jakarta biasanya dijual di kisaran Rp 1,3 juta. Namun, dengan adanya promo tiket, Lion Air menjual tiket seharga Rp 760 ribu.
”Tapi tetap ingat, promo ini hanya sekitar 20 hingga 30 seat saja setiap penerbangan. Saran saya, dapat memesan jauh-jauh hari dulu,” ujarnya.
Promo lanjutnya dapat dilihat melalui laman penjualan tiket Lion Air, atau laman-laman penjualan tiket online.
”Beda tiket promo dan biasa itu, sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu. Rajin-rajin lihat-lihat tiket, pasti dapat dan melihat tiket promo,” tuturnya.
Saat ini, kata Bire, Lion Air masih menerapkan tiket peak season. Sehingga tiket yang dijual cukup tinggi.
”Peak season kami itu hinggal 20 Juli mendatang,” ujarnya.
Ia mengakui pemesanan tiket masih tinggi. Karena sedang musim libur sekolah. Banyak masyarakat Batam yang keluar daerah, untuk membawa anak-anaknya berlibur.
”Batam ke Jakarta sering full. Begitu juga dengan Padang dan Pekanbaru,” jelasnya.
“Dan memang ini hampir terjadi setiap tahun, apalagi saat musim liburan anak sekolah. Kalau natal ke Medan sudah pasti ramai,” papar Bire.(ska)