Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 11051

Warga Aster Raya Terganggu Bau Tak Sedap Air Rembesan Tempat Pembuangan Sementara

0

batampos.co.id – Setiap warga yang melintas dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di dekat Perumahan Aster Raya mengeluhkan bau busuk, terutama air dari sampah yang langsung mengalir ke badan jalan. Padalah jalan raya tersebut merupakan akses utama ke beberapa perumahan di sekitarnya.

Seorang warga perumahana Gurindam Raya, Melva mengatakan, setiap hujan turun, maka air dari TPS akan langsung ke jalan raya. Bagi pengguna jalan ini tidak nyaman. Apalagi ada anak-anak yang sering jelan kaki lewat jalan raya tersebut.

“Kenapa tidak ada drainase di sekitar ini. Jelas ini sangat mengganggu kami. Kita berharap ada drainase atau parit kecil di pinggir jalan,” katanya, Selasa (18/6).

Warga perumahan Aster Raya, Ernawati mengaku selalu tidak nyaman saat melintas dari jalan tersebut. Apalagi setelah hujan. Bau busuk dari sampah langsung mengalir ke jalan raya.

“Kalau sudah hujan, airnya sangat menjijikkan. Kotoran dari tempat sampah terbawa air. Kalau naik motor sangat tidak nyaman,” ujarnya.

ilustrasi

Ernawati mengatakan, jalan tersebut memang bukan jalan protokol tetapi jalan utama untuk beberapa perumahan. Ia berharap, Pemko Batam bisa membuat drainase kecil di sisi kiri dan kanan jalan agar air bisa mengalir melalui drainase kecil ke drainase induk.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Yumasnur mengatakan, saat ini memang pihaknya fokus menangangi masalah banjir di Batam. Termasuk untuk pembangunan sejumlah drinase di Batam. Tetapi ini akan dilakukan bertahap. Pemko juga saat ini masih fokus untuk normalisasi drainase yang ada.

“Kita terus mengupayakan normalisasi di setiap drainase. Tapi kita lakukan bertahap. Di mana yang rentan banjir kita fokus di sana,” katanya.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan. Terutama kesadaran untuk tidak membuang sampah ke drainase karena bisa menghambat aliran air. (ian)

Wali Kota Batam Menangis di Depan Bocah 10 Tahun

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, tidak kuasa menahan air matanya ketika bertemu dengan Muhammad Hazbi Assidiq di ruang kerjanya. Uniknya, bocah berusia sekitar 10 tahun itu justru senang dapat bertemu dengan orang nomor satu di kota Bandar Dunia Madani ini.

Muhammad Hazbi Assidiq merupakan Hafiz Indonesia 2019 asal Kota Batam. Ia bersama sang ibunda dan ustad pendamping berkesempatan untuk bertatap muka dengan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Rabu (19/6/2019).

Hazbi merupakan penghafal Alquran jebolan ajang pencarian bakat religi Hafiz Indonesia 2019.

Melihat prestasi yang diraih Hazbi, Rudi mengaku bangga atas tekadnya yang berhasil menjadi seorang Hafiz Quran Indonesia.

Hafiz Indonesia 2019 asal Batam, Muhammad Hazbi Assidiq, bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Rabu (19/6/2019). Foto: Humas Pemko Batam untuk batampos.co.id

Orang nomor satu di Kota Batam ini juga terharu atas perjuangan dan semangat Hasbi bersama ibunda hingga bisa membawa nama baik untuk Kota Batam.

”Di tangan anak-anak seperti Hazbi inilah masa depan Kota Batam dan Bangsa ini ditentukan,” kata Rudi, yang tak kuasa menahan air matanya.

Rudi mengatakan Pemko Batam saat ini tengah mengembangkan syiar agama. Salah satunya dengan membangun tempat ibadah.

Di Kota Batam, menurutnya sudah ada 1.000 masjid dan musala. Namun untuk menjadikan Batam sebagai kota yang madani, tidak cukup hanya dengan bangunan fisik tempat ibadah saja.

”Masjid tidak akan sempurna jika belum ada yang memakmurkannya dan yang memakmurkan ya seluruh masyarakat,” ujarnya.

“Dan salah satunya hafiz seperti Hazbi inilah yang akan menyempurnakannya,” ucapnya lagi.

Hazbi yang hari itu bertemu langsung dengan wali kota Batam tampak senang dan bangga.

Ia tersenyum semringah begitu berjabat tangan dengan Wali Kota. Meski awalnya malu, anak kelahiran Palembang, 24 September 2009 ini akhirnya akrab berbincang dengan Wali Kota.

Selain bisa duduk sejajar dengan Wali Kota, Hazbi juga diberi kesempatan oleh Muhammad Rudi untuk duduk di kursi kerjanya.

Kata Hazbi, bisa duduk di kursi kerja Wali Kota merupakan hal yang membanggakan dan tidak pernah dibayangkan olehnya.

Hazbi juga berkesempatan foto berdua dengan Wali Kota saat duduk di kursi kerja milik orang nomor satu itu.(rna)

Blanko Kosong, Pencetakan Terkendala

0

batampos.co.id – Proses pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) kembali tertunda karena stok blangko di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kosong.

Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan kekosongan blangko menyebabkan terhambatnya proses penerbitan e-KTP milik warga yang telah mengajukan. Sehingga pelayanan pencetakan di kecamatan tidak bisa dilakukan.

“Rabu ini mau dijemput. Mudah-mudahan bisa dapat banyak,” kata Said, Rabu (19/6).

Ia mengungkapkan saat ini masih banyak tumpukan pengajuan e-KTP yang harus dituntaskan. Untuk itu ia sangat berharap bisa mendapatkan lebih banyak blangko e-KTP.

“Kalau kami maunya dapat 35 ribu sekalian biar semua tercetak. Tapi kan itu tergantung dari pusat. Sebab yang butuh e-KTP bukan Batam saja,” terangnya.

Ia menyebutkan mobilisasi perpindahan penduduk yang cukup tinggi di Batam membuat pengajuan e-KTP juga banyak. Hal ini menyebabkan tumpukan berkas yang mau dicetak juga terus bertambah.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Menurutnya, setiap hari untuk pengajuan surat pindah masuk mencapai dua ratus pengajuan. Pihaknya tidak bisa melarang orang masuk me Batam, untuk itu semua berkas yang telah memenuhi syarat akan diproses. Namun untuk e-KTP diminta untuk bersabar.

“Karena blangko dari pusat, kita juga hanya bisa menunggu. Mungkin beda kondisinya kalau daerah yang siapkan,” imbuhnya

Sementara itu, pengajuan pembuatan e-KTP di Kecamatan Sekupang cukup ramai. Antrean warga yang ingin mendapatkan pelayanan hampir setiap hari terlihat.

Camat Sekupang, Muhammad Arman mengatakan pelayanan pembuatan e-KTP tetap dilayani meskipun ketersediaan blangko tidak ada.

“Semua diproses tapi untuk hasilnya mohon bersabar. Kalau blangko sudah ada pasti semua dicetak. Pencetakan akan dilakukan berdasarkan waktu pendaftaran. Nanti akan diinfokan melalui pesan singkat,” kata dia. (yui)

Tolong Pak Polisi, Begal Makan Korban Lagi

0

batampos.co.id – Aksi begal kembali memakan korban dan semakin sadis. Kali ini korbannya adalah Andre.

Andre mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat terjatuh dari motor saat hendak berangkat kerja, Selasa (18/6) sekitar pukul 22.30 WIB.

Satu buah tas yang berisikan baju kerja dan beberapa barang lainnya dibawa kabur oleh pelaku yang berjumlah lebih dari dua orang.

Andre pun harus menjalani perawatan medis setelah jatuh dari sepeda motor Honda Vario yang ditungganginya.

ilustrasi

”Kejadiannya di Southlink arah ke Rumah Sakit Awal Bros. Pelaku ada enam orang dengan menggunakan tiga sepeda motor,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Facebook kemarin.

Baca Juga: Gerombolan Begal di Kota Batam Bacok Korbannya

Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fahroji, mengatakan, telah memerintahkan anggotanya untuk mengecek kebenaran kejadian begal tersebut.

Ia mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima laporan polisi terkait kejadian tersebut.

“TKP (Tempat Kejadian Perkara) masuk depan Perumahan Batubatam atau Rumah Sakit Awal Bros. Masuk wilayah hukum Polsek Lubukbaja,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kemarin.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yunita Stevani, yang dihubungi juga mengaku belum menerima laporan polisi terkait kejadian tersebut.

Baca Juga: Begal dan Jambret Kembali Hantui Warga Batam 

Ia mengatakan bahwa kejadian itu berada di Southlink dan masuk ke wilayah hukum Polsek Sekupang.

”Depan Southlink itu masuk Sekupang. UIB (Universitas Internasional Batam) saja punya Sekupang,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Hengki menegaskan, sejauh ini anggotanya telah melaksanakan patroli setiap malamnya untuk mengamankan wilayah Batam.

Sementara untuk mengantisipasi kejadian serupa, ia belum memberikan jawaban.
”Sudah banyak kita lakukan patroli saat masyarakat sedang tidur,” ujarnya singkat.(gie)

Pelebaran Jalan Selesai, Penghijauan Dimulai

0

batampos.co.id – Penghijauan di sepanjang jalan yang dilebarkan salah satunya di ruas Jalan Ahmad Yani akan dilakukan setelah proyek tersebut selesai dilaksanakan.

Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtam) Kota Batam, Irwan Saputra, menyampaikan, tanaman yang telah dibongkar di Jalan Ahmad Yani untuk pelebaran jalan, nantinya akan diganti dengan tanaman baru.

“Penanaman (penghijauan) baru bisa dilakukan setelah pelebaran jalan selesai,” ujarnya, Senin, (17/6/2019).

Petugas Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam melakukan penyiraman bunga di Jalan Laksmana Bintan Sei Panas. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Selain menanami kembali tanaman peneduh, juga akan disejalankan dengan pembuatan taman.

Sehingga ruas jalan tersebut diharapkan lebih rindang dan indah dengan kehadiran taman yang dihiasi aneka ragam tanaman hias.

”Kita masih menunggu proyek pelebaran jalan ini selesai, setelah itu ditanam kembali secara bertahap di titik yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Sambil menunggu pelebaran jalan selesai, beberapa tanaman yang dibongkar dan ditempatkan pada pot atau tepi jalan dengan ditanam sementara, tetap dirawat.

Mulai dari penyiraman hingga mengganti tanaman yang mati.

”Memang banyak yang mati, tapi semua akan kita ganti,” ujarnya.(cr1)

Wirausaha Pemula Bisa Dapat Dana Hibah Rp13 Juta

0

batampos.co.id – Para wirausaha pemula yang bergerak di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat mengajukan dana hibah kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Suleman Nababan, mengatakan, dana hibah itu merupakan bantuan yang disediakan Kementerian Koperasi dan UMKM RI.

“Setiap tahunnya kementerian memiliki program untuk membantu wirausaha pemula,” ujarnya, rabu (19/6/2019).

Para pelaku UMKM di Kota Batam saat mengikuti pameran di gedung Imperium Superblock beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/batampos.co.id

Menurutnya, pelaku UMKM yang bisa mengajukan pinjaman tersebut harus sudah menjalan­kan usahanya minimal enam bulan dan usahanya masih berjalan hingga saat ini.

“Bantuan dari Kementerian, untuk mendapatkannya syaratnya bisa di website Kemen­terian KUKM,” katanya.

Baca Juga: BLUD untuk UMKM Segera Difungsikan

Menurut dia, lulus atau tidaknya pengajuan dana hibah tergantung dari Kementerian.

Jika lulus seleksi, setiap wirausaha pemula akan berkesempatan mendapat bantuan dana hibah maksimal Rp 13 juta.

Kata dia, persyaratan lain yang harus dilengkapi ialah memiliki izin usaha yang dikeluar­kan kecamatan di tempat usahanya berjalan.

Kemudian usaha yang dijalankan sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008.

“Pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan dan menyertakan foto kopi KTP, foto KK, dan foto tempat usaha,” ujarnya.

Baca Juga: Perubahan RPJMD Ditekankan UMKM

Kata dia, beberapa syarat lainnya bisa di lihat di website Kementerian KUKM.

“Setiap tahun ada saja UMKM dari Kota Batam yang mendapat dana hibah pusat. Tahun 2018 lalu ada 16 UMKM yang dapat bantuan tersebut,” pungkasnya.(she)

Dinas Perhubungan Kota Batam Minta 75 Bus ke Kementerian Perhubungan

0

batampos.co.id – Guna memenuhi permintaan masyarakat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mengajukan tambahan 75 unit bus ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam Kota Batam, Paizal, mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 25 bus sekolah dan 50 untuk transportasi massal.

”Bus tersebut untuk memenuhi rencana pembukaan jalur baru Trans Batam,” katanya, Selasa (18/6/2019).

Sementara untuk bus sekolah kata dia, akan digunakan baik di hinterland maupun mainland.

”Sekarang bus sekolah hanya 10 unit,” sebutnya.

Seorang siswa tampak berdiri di pintu bus sekolah yang ditumpanginya. Dinas Perhubungan Kota Batam meminta tambahan bus ke Kementerian Perhubungan sebanyak 75 unit dan 25 di antaranya adalah bus sekolah. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari Kemenhub dan berharap usulan tersebut dapat terealisasi.

Kata dia, jika tidak bisa diberikan sekaligus, setidaknya setengah dari yang diajuan sudah sangat membantu masyarakat.

”Misal, bus sekolah 25 yang kami minta dapat 10, angkutan umum kami ajukan 50 dapat 25, ini udah hebat kali,” katanya.

Bobi, warga Kampung Mongggak, Rempang Cate, mengatakan, bus yang ada di hinterland masih sangat kurang.

Hal itu tampak dari anak-anak sekolah yang berdesakan dan terpaksa berdiri saat menaiki bus.

”Bus yang ada juga sudah tua, sudah ringkih,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan hal itu, karena bus sekolah sangat dibutuhkan para pelajar di hinterland karena belum ada transportasi reguler.

Menurutnya pendidikan adalah hal yang penting, maka sarana pendukungnya termasuk transportasi harus diperhatikan.

”Kami minta ditambah. Kasian anak-anak sampai di sekolah capek karena di bus harus berdiri,” ujarnya.(iza)

BPOM Amankan 40 Jenis Pangan Tanpa Izin di Pasar Botania 1

0

batampos.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepri mengamankan sebanyak 40 item pangan tanpa memiliki izin edar, Rabu (19/6). Pangan-pangan yang diamankan ini terdiri dari 530 buah, dengan nilai ekonomi Rp 15 juta.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan mengaku sidak yang dilakukan jajaranya, menindaklanjuti informasi masyarakat.

“Berdasarkan laporan yang masuk ke kami. Ada sarana (toko, red) yang menjual pangan tanpa izin edar,” katanya, Rabu (19/6).

Informasi ini ditindaklanjuti BPOM Kepri. Ternyata memang ditemukan toko yang menjual produk pangan tidak memiliki izin edar dari Badan Pom. Yosef mengatakan pemilik dari produk pangan tanpa edar ini, cukup kooperatif.

“Ia mengakui kesalahannya, dan menyerahkan produk pangan ilegal ini ke petugas untuk dilakukan pemusnahan,” ucapnya.

Yosef mengatakan BPOM memberikan peringatan keras ke pedagang yang menjual produk ilegal tersebut. Dan berharap perbuatan ini tidak diulangi lagi. Apabila pedagang masih tetap menjual produk pangan tanpa izin edar ini, dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

“Sanksi pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 4 miliar rupiah,” ungkapnya.

Produk pangan yang diamankan BPOM Kepri yakni susu bubuk (produksi Malaysia), margarin, krim, selai dan berbagai produk lainnya.

Yosef mengaku pangan ilegal beresiko terhadap kesehatan. Karena diedarkan sebelum melalui evaluasi mutu dan keamanan oleh Badan POM. Kepada para konsumen, ia berharap agar cerdas membeli produk pangan.

“Ingat selalu Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan (jgn sampai terima produk dengan kemasan rusak), Cek Label (kelengkapan label seperti nama dan alamat produsen atau importir, komposisi, netto, kode produksi, ED), Cek Izin Edar (harus terdaftar di BPOM) dan cek Kadaluarsa,” ungkapnya.

Selain itu, Yosef juga berharap bantuan masyarakat untuk mengawasi produk-produk yang ilegal. Apabila masyarakat menemukan produk ilegal beredar bebas di pasar, dapat segera melaporkannya ke BPOM Kepri.

“Akan langsung kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (ska)

Pak Kepala BP, Ada Bangunan Permanen di Daerah Resapan Air

0

batampos.co.id – Rumah liar di sejumlah titik di kawasan hutan terus bertambah. Jika biasanya rumah liar hanya terbuat dari papan atau kayu, kini sudah banyak ruli yang dibangun dengan bangunan permanen.

Sangat mudah menjumpai bangunan permanen yang dibangun di kawasan hutan. Di kawasan daerah resapan air dam Mukakuning, sudah ada beberapa rumah yang tak lagi semi permanen. Bahkan ada yang dijadikan untuk tempat jual beli motor seken.

“Yang ini baru. Kami tidak bisa melarangnya, karena kami memang juga masih tinggal di ruli di kawasan yang sama,” kata Handika, warga ruli di sana.

Meski demikian, mayoritas rumah liar di sana masih semi permanen.

foto: google map

“Kalau kebanyakan masih semi permanen. Dinding menggunakan kayu. Hanya lantai saja yang sucg disemen. Kalau atap, rata-rata masih menggunakan seng,” katanya.

Kondisi serupa juga bisa terlihat di bukit sekitar hutan Matakucing. Ini sangat jelas terlihat dari perumahan Gurindam Raya Batuaji. Beberapa ruli dibangun dengan menggunakan bangunan permanen.

Anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengatakan, masalah perumahan liar ini akan menjadi bom waktu bagi BP Batam atau pun Pemko Batam. Di mana jumlah ruli terus bertambah dan belum ada solusi yang diberikan BP Batam untuk mengatasi hal ini.

“Kalau misalnya nanti ada penggusuran, maka yang bangunannya permanen kemungkinan tidak akan terima kalau hanya sagu hati. Ya mungkin karena mereka sudah keluar banyak untuk bangun ruli tersebut,” katanya.

Menurut Werton, saat ini BP Batam dan Pemko harus gencar melakukan pencegahan bangunan ruli yang baru. Sementara bagi warga yang sudah sempat membangun dan tinggal di ruli harus diperlakukan manusiawi saat adanya penggusuran.

“Kalau tidak ada penggusuran, maka yakinlah akan terus tambah ruli di Batam ini. Ini harus diantisipasi BP Batam dan Pemko Batam,” katanya. (ian)

Ada 14 Pembatalan Penerbangan

0

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencatat sepanjang mudik tahun ini, mulai dari H-7 pemudik yang keluar Batam turun sebanyak 12,59 persen dibandingkan tahun lalu. Tak hanya berangkat saja, yang datang ke Batam juga turun sebesar 19,47 persen dibandingkan tahun lalu.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso mengaku fenomena ini disebabkan dua hal, penerapakan bagasi berbayar dan mahalnya harga tiket.

“Fenomen ini disebabkan dua hal itu,” katanya.

Ia menerangkan penumpang yang berangkat di mudik Idul Fitri 1440 Hijriah tercatat sebanyak 136.447 orang. Sedangkan tahun 2018 tercatat sebanyak 156.139 orang.
Lalu penumpang yang datang dalam periode mudik Idul Fitri 1440 Hijriah, sebanyak 106.091. Sementara tahun 2018 ada sebanyak 131.738 orang yang datang ke Batam.

“Baik yang berangkat maupun datang, penumpangnya turun,” ungkapnya.

Ia mengatakan dari pantauan jajarannya di lapangan, mulai dari H-4 hingga hari H Idul Fitri terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh diberlakukannya aturan baru, penurunan tarif batas atas tiket.

Sejumlah pesawat berbagai maskapai parkir di Bandara Hang Nadim Batam, Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id

Sehingga membuat masyarakat berbondong-bondong melakukan pemesanan tiket.

“Aturan baru tarif batas atas tiket ini, memang dapat mendongkrak jumlah penumpang. Tapi tidak dapat berbuat banyak,” ungkapnya.

Alasannya, karena banyak masyarakat yang sudah merasa harga tiket tidak mungkin turun. Sehingga jauh-jauh hari telah memesan tiket kapal. Hal ini dapat dilihat dari meningkatknya animo masyarakat mudik menggunakan transportasi laut.

“Karena sudah beli tiket kapal, jadi mereka tidak lagi beli tiket pesawat,” ujarnya.

Seusai mudik Idul Fitri tahun ini. Suwarso mengaku fenomena pembatalan penerbangan kembali terjadi. Ia mengatakan pembatalan ini sudah terjadi sejak 3 hari yang lalu.

Selasa (18/6), kata Suwarso terdapat sebanyak 14 pembatalan penerbangan dilakukan oleh maskapai Garuda, Citilink dan Lion Air.

“Citilink 4, Garuda 3 dan sisanya itu Lion Air,” ucapnya.

Pembatalan ini disebabkan kembali menurunnya animo masyarakat menggunakan moda tranportasi udara. Walaupun mudik telah usai, terpantau harga tiket masih tetap tinggi.

“Sampai kapan (harga tiket mahal dan pembatalan), saya gak bisa menjawabnya,” tutur Suwarso.

Langkah apa yang akan diambil Hang Nadim, apakah akan menurunkan tarif di Kawasan Bandara Hang Nadim? Suwarso mengaku saat ini langkah yang diambil hanyalah, memantau dan mencatat setiap perkembangan di Hang Nadim.

“Perubahan tarif bukan wewenang kami. Itu perka,” ungkapnya.

Terkait harga tiket, Distrik Manager Lion Air Grup Batam, M Zaini Bire mengakui pihaknya masih menerapkan tarif tak jauh beda saat mudik lebaran. Hal ini disebabkan Lion Air Grup menerapkan waktu peak season hingga 20 Juli mendatang.

“Ini peak season terpanjang kami. Harga tiketnya gak akan jauh beda hingga akhir peak season. Berada dikisaran itu,” ucapnya.

Di laman penjualan tiket online, rute Batam ke Padang rata-rata tiket dijual dengan harga Rp 775ribu, rute Batam ke Jakarta Rp 1,3juta, Batam ke Surabaya dijual rata Rp 1,4juta. (ska)