Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11063

Penambangan Pasir Darat di Batam makin Menggila

0

batampos.co.id – Kerusakan lingkungan akibat ulah penambang pasir ilegal di beberapa titik di Batam semakin parah. Ratusan hektare lahan milik negara sudah rusak parah akibat penambangan ilegal ini.

Tambang pasir yang masih terus beroperasi seperti di Nongsa, Tembesi, dan Galang.

”Kalau di Nongsa ini memang sangat parah. Setiap 5 menit ada saja truk pengangkut pasir yang keluar dari penambangan,” Adi, warga Batubesar, Jumat (23/8/2019).

Ia mengaku tidak tahu apa-kah penambangan pasir itu ilegal atau tidak. Tetapi ia pernah melihat kerusakan yang ditimbulkan penambangan pasir tersebut sangat parah.

”Baru-baru ini saya ke Kampung Jabi. Memang sudah sangat parah. Kalau yang saya dengar setelah ditambang maka pasirnya itu juga dicuci di daerah Batubesar ini juga,” tambahnya.

PENAMBANG pasir ilegal masih beraktivitas mengambil pasir menggunakan mesin dompeng cara disedot lalu memasukkan ke dalam lori di Tembesi, Sagulung, Senin (6/8). Padahal Tim Terpadu sudah merazia tetap saja para penambang pasir ilegal ini nekat mengambil pasir.
foto: batampos.co.id / Dalil Harahap

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kepri Ruslan Kasbulatov mengatakan, kerusakan lingkungan yang terjadi ini harus menjadi tanggung jawab BP Batam, Pemko Batam dan, Pemprov Provinsi. Pasalnya, sudah lama berlangsung tetapi tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.

”Harusya pemerintah bisa menggandeng penegak hukum. Tetapi saya tantang pemerintah, mau tidak menertibkan ini. Saya pikir tidak akan berani,” katanya.

Menurutnya, selama beraktivitas, tidak pernah ada penambang pasir yang tertangkap dan dibawa ke penga-dilan. Pembiaran ini, kata Ruslan, yang membuat penambang liar makin menjadi-jadi. Bahkan ia menuding ada pihak yang sengaja bermain dalam tambang pasir ini.

”Sudah ratusan hektare lahan negara yang rusak. Aneh saja kok tidak kunjung ada penertiban dari pemerintah dan penegak hukum. Saya berharap dinas lingkungan hidup untuk tegas.”

Menurut Ruslan, tambang pasir yang ada selama ini tidak ada kontribusinya untuk pembangunan Batam dan Kepri pada umumnya. Hanya menguntungkan pihak tertentu tetapi meninggalkan kerusakan yang parah untuk masyarakat luas.

”Kita sering melihat truk pasir melintas di jalan raya. Begitu bebasnya tanpa ada yang menghentikan. Jadi, memang tak ada kontribusinya untuk Batam, hanya untuk pengusahanya saja,” katanya.

Pantauan Batam Pos di Kelurahan Sambau, Nongsa saat ini tak hanya malam hari penambang menyedot pasir yang terletak di kubangan tak jauh dari rumah warga, siang hari pun mereka terang-tera-ngan menyedot pasir. (ian)

Dari PKB, Candra ke Batam, Basyid ke Kepri?

0

Balon (bakal calon) Wali Kota Batam Candra Ibrahim mulai intensif mendekati PKB. Buktinya, Sabtu malam (24/8), balon termuda yang disebut-sebut akan berkompetisi di Pilwako Batam tahun 2020 itu nampak berdiskusi hangat dengan Ketua DPW PKB Kepri Abdul Basyid Has dan beberapa pengurus, di Batam.

Dalam foto pertemuan yang beredar melalui grup whatsapp, selain Abdul Basyid Has, nampak pula Sekretaris DPW PKB Kepri Rocky Marciano Bawole (anggota DPRD Kepri), anggota DPRD Kepri Sirajuddin Nur, dan beberapa ketua PKB kabupaten di Kepri.

Ketika ditanyakan wartawan ke Candra, Ketua PWI Kepri itu tidak membantah.
“Ya, yang namanya silaturahim ke pimpinan partai kan wajar dilakukan, karena mereka pemilik tiket ke pilkada sesuai UU. Kita diskusi,” katanya, Ahad (25/8).

Apakah itu artinya Candra sudah positif akan diusung PKB, dia tak bisa memastikan. Namun diakuinya, komunikasi dangan petinggi parpol sudah beberapa kali dilakukan, termasuk dengan PKB. “Dengan ketua DPC PKB Batam Bapak Jefry Simanjuntak, sudah pernah juga diskusi. Namun barus sebatas komunikasi dan silaturahim,” aku Dirut Batam Pos itu.

Namun dia tidak membantah bahwa antara dirinya dengan PKB memiliki hubungan emosional. Pasalnya, pria yang sehari-hari juga menjadi anggota Dewan Pengawas RS Embung Fatimah Batam itu pernah menjadi Ketua GP Ansor Batam tahun 2012-2016. GP Ansor merupakan badan otonom NU, di mana PKB sering diidentikkan dengan partainya kalangan NU.

Diakui Candra, sampai hari ini, politik menjelang pilkada masih dinamis. Sebab, masih cukup panjang waktu menjelang pelaksanaan pilkada serentak yang baru akan digelar pada September tahun depan itu. “Saya mengalir saja. Komunikasi kita lakukan hampir dengan semua parpol, tokoh, dan berbagai pihak,” aku wakil sekretaris LAM Batam itu.

Selain itu, Candra juga mengaku sudah beberapa kali berkomunikasi dengan anggota DPR RI (PKB) Dapil Riau H Mafirion. “Kita akan tingkatkan komunikasi, termasuk dengan partai lain,” akunya.

Namun khusus dengan PKB, diakuinya, akan makin ditingkatkan. “Apalagi saya dengar Ketua PKB Kepri Pak Basyid mulai didorong oleh partainya ke Pilgub Kepri. Saya dengar di Pusat ada instruksi dari Ketum PKB Pak Muhaimin Iskandar agar cakada PKB di daerah berkomunikasi dengan PDIP. Mungkin saja Pak Basyid ke Kepri dengan Pak Soerya. Mungkin lho ya?,” kata Candra memberi sedikit bocoran.

Ketua PKB Kepri Abdul Basyid membenarkan adanya pertemuan dengan Candra. Diwawancarai dalam kesempatan berbeda, Basyid mengakui sosok Candra merupakan alternatif di luar kader internal partai.

“Candra itu salah satu anak Melayu yang punya potensi. Pengalamannya memimpin perusahaan media dan ketua PWI Kepri adalah modal yang lumayan. Mengalir saja dulu. Kita lihat perkembangan,” katanya.

Mengenai kabar dia akan ikut ke Pilkada Gubernur Kepri, Basyid lebih berhati-hati menjawabnya. “Hm, itu ya, kita lihat nanti bagaimana keputusan partai. Jika itu perintah, sebagai kader dan ketua, saya harus patuh,” ungkapnya. (mes)

Komisi VI DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja ke BP Batam

0

Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Batam dan membahas mengenai perkembangan ekonomi dan investasi bersama BP Batam pada Kamis (22/8) bertempat di Golden Prawn, Batam.

Kunjungan kerja Komisi VI diterima oleh Anggota 1 Deputi Bidang Administrasi dan Umum BP Batam Purwiyanto didampingi oleh Direktur Promosi dan Humas Dendi Gustinandar, General Manager BUBU Hang Nadim Batam Suwarso, Direktur Perencanaan Teknik Tjahjo Prionggo, Kepala Biro Perencanaan dan Program Horman Pudinaung.

Kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VI dipimpin oleh Adang Darajatun dengan sejumlah nama anggota DPR RI Komisi VI lainnya, yaitu Darmadi Durianto, Wahyu Sanjaya, Marsiaman Saragih, Erwin TPL Tobing, Lili Asdjudiredja, Steven Abraham, Sartono Hutomo, Melani Leimena Suharli, Linda Megawati, dan Daeng Muhammad.

Adang Darajatun menyampaikan bahwa kunjungan kerja spesifik kali ini dibagi menjadi dua tim, yaitu tim yang datang ke Batam dan Aceh. “Kunjungan kerja ini merupakan salah satu tupoksi Komisi VI DPR RI dalam menjalankan tugasnya sebagai mitra kerja BP Batam dalam mengelola Kawasan Perdagangan Bebas Batam,” katanya saat membuka diskusi dengan BP Batam.

“Kami mengetahui banyaknya kendala yang dihadapi BP Batam, oleh karena itu dalam pertemuan ini kami berharap mendapatkan informasi yang akurat, dan apa saja yang harus kami lakukan dalam mempermudah kinerja BP Batam dalam mengembangan Kawasan FTZ Batam,” kata Adang.

Dalam pertemuan ini Anggota 1 Deputi Bidang Administrasi dan Umum BP Batam Purwiyanto menyampaikan penjelasan berbagai perkembangan dan juga permasalahan yang mencakup realisasi anggaran 2019, rencana kerja sama dengan Garuda Indonesia dan Lion Air, Strategi BP Batam kedepan dan Rencana Pengembangn Pelabuhan Batu Ampar.

Selain itu Purwiyanto juga menyampaikan beberapa hal yang dihadapi oleh BP Batam dalam upaya peningkatan pelayanan kemudaham berinvestasi.

Adang Darajatun mengungkapkan harapannya agar ke depan berbagai kendala yang dihadapi Batam dapat teratasi. “Sebagai mitra kerja kami berharap BP Batam dapat menjalankan tupoksinya mengelola kawasan FTZ Batam dengan lebih baik,” kata Adang.

Ia juga berharap kunjungan Komisi VI ke Batam tidak hanya sekedar melakukan pengawasan, tapi juga ingin sekali mendorong Batam menjadi suatu daerah industri wisata yang membanggakan bagi Indonesia. (cc)

Aksi di Hong Kong Memasuki Pekan Ke-12

0

batampos.co.id – Pengadilan Tinggi Hongkong baru saja memperpanjang larangan berunjuk rasa di Bandara Internasional Hongkong, Jumat (23/8). Perintah itu datang setelah manajemen mengadukan kekhawatiran mereka. Rumor yang beredar, salah satu pusat penerbangan Asia tersebut bakal menjadi sasaran demonstran hari ini (24/8).

Hakim Wilson Chan menjelaskan, keresahan yang dirasakan pengelola bandara sangat nyata. Meski gangguan operasional hilang beberapa hari terakhir, ancaman masih tersisa. Karena itu, dia melarang demonstrasi di fasilitas tersebut tanpa batas waktu yang jelas.

”Bandara yang lancar merupakan hal penting bagi Hong-kong. Baik secara ekonomi maupun keamanan terhadap penumpang,” tutur Chan seba-gaimana dilansir South China Morning Post.

Pekan lalu, lembaga pengadilan itu menerbitkan larangan berdemo di Bandara Internasional Hongkong. Perintah tersebut muncul setelah massa Hongkong berhasil melumpuhkan kegiatan operasional bandara dua hari berturut-turut. Insiden itu mengakibatkan 979 jadwal penerbangan terganggu.

Dalam perintah lawas, pengadilan memberikan kewena-ngan kepada otoritas bandara untuk menindak siapa pun yang dianggap mengganggu ketertiban. Batas waktu perintah tersebut hanya sampai seminggu. Hal itulah yang tampaknya dimanfaatkan Hongkongers. Di dunia maya, ajakan untuk kembali memenuhi bandara ramai lagi.

”Datanglah dengan berbagai cara. Termasuk MTR, bus, taksi, dan mobil,” tulis salah seorang warga Hongkong di media sosial menurut Al Jazeera.

Belum ada yang tahu bakal lanjut atau tidaknya unjuk rasa pekan ke-12. Minggu lalu, demo akhir pekan di Hongkong cenderung berjalan damai. Tidak ada bentrokan antara polisi versus demonstran yang biasa terjadi larut malam.

F. Tyrone Siu/Reuters
Bentrok antara demonstran yang tengah melakukan protes dengan polisi anti huru-hara di salah satu jalanan di Hongkong, Sabtu (24/8/2019).

Kamis (22/8) malam mereka meniru demo Baltic Way dan menciptakan rantai manusia dengan ribuan demonstran. Baltic Way merupakan unjuk rasa terhadap pemerintah Soviet tiga dekade lalu. Sebagai bentuk protes dan solidaritas, mereka membentuk rantai manusia.

”Kami sudah coba demo tradisional, aksi militan. Sekarang saatnya kami bergandengan satu sama lain,” kata Wing, salah seorang demonstran yang ikut berbaris, kepada Agence France-Presse.

Namun, situasi bisa berubah kapan saja. Sebab, banyak kabar yang membuat kuping penduduk Hongkong panas. Salah satunya, penangkapan staf lokal Konsulat Jenderal Inggris di Hongkong. Simon Cheng ditahan saat ingin menyeberang pos imigrasi di perbatasan Shenzhen 8 Agustus lalu.

”Kami maupun keluarga belum bisa berbicara langsung dengan Simon. Kami terus meminta akses untuk langsung bicara dengannya.” Begitu pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Inggris.

Global Times merilis, Simon Cheng ditangkap karena menggunakan jasa prostitusi saat mengunjungi Shenzhen. Menurut keterangan kepolisian Distrik Luohu, pemuda 28 tahun itu melanggar pasal 66 Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik. Hukumannya adalah penahanan selama 10-15 hari dan denda hingga 5.000 yuan (Rp 10 juta).

Kementerian Luar Negeri Inggris dan media asing yang justru mempermalukan Cheng. Sebab, Cheng sebenarnya meminta kepada otoritas Tiongkok agar berita penangkapannya tidak disebarluaskan. Namun, semua klaim itu disangkal keluarganya.

”Kasus jasa prostitusi ini hanya buatan. Semua orang seharusnya tahu ini hanya lelucon,” tulis netizen dalam kolom komentar di halaman Facebook yang dikelola keluarga Cheng.
Insiden tersebut membuat Konsulat Jenderal Kanada di Hongkong resah. Kantor perwakilan itu akhirnya mengimbau staf lokal mereka agar tidak melakukan perjalanan ke wilayah Tiongkok.

”Staf lokal kami tak akan melakukan pekerjaan di luar Hongkong,” ujar jubir Konjen Kanada di Hong-kong.

Kanada lebih dulu cekcok dengan Tiongkok karena pe-nangkapan petinggi Huawei Meng Wanzhou di Vancouver tahun lalu. Sejak itu, dua warga Kanada ditahan. Karena itu, Kanada juga merasa menjadi incaran Tiongkok.

Menanggapi soal itu, Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan Kanada. Di sisi lain, dia menuturkan bahwa pihak yang tidak punya niat jahat tidak perlu khawatir dengan aparat di Tiongkok.

”Seperti ungkapan Konfusius, pria yang lebih kuat akan bersikap tenang, sedangkan pria yang lebih lemah akan terus rewel,” tuturnya. (bil/c14/dos/***)

Pekerja Pria Didorong Cuti Bantu Istri Rawat Anak tapi …

0

batampos.co.id – Kementerian Tenaga Kerja Jepang resah. Berbagai upaya mereka lakukan untuk meningkatkan persentase cuti paternity. Itu adalah cuti yang diambil pekerja pria untuk menemani istrinya merawat anak. Target pemerintah, pada 2020 ada minimal 13 persen pekerja yang mengambil cuti paternity. Kenyataannya, hingga saat ini, hanya 6 persen pekerja yang mengambil cuti tersebut.

Berdasar data, selama enam tahun berturut-turut, sudah ada peningkatan pekerja pria yang mengambil cuti paternity. Tetapi, kenaikannya tak banyak. Karena itulah, target pemerintah tak kunjung tercapai. Kementerian Tenaga Kerja berencana menambah subsidi pada perusahaan yang mendorong pekerja lelakinya mengambil cuti.

”Jika yang mengambil cuti paternity lebih banyak, subsidinya juga lebih besar,” ujar salah satu pejabat kementerian kepada The Japan Times. Hitungannya berdasar banyaknya hari yang diambil.

Pada kebijakan lama, perusahaan kecil dan menengah mendapat subsidi JPY 570 ribu hingga JPY 720 ribu atau setara Rp 75,6 juta sampai Rp 95,9 juta. Subsidi itu diberikan untuk periode pertama cuti paternity yang diambil pegawai. Untuk perusahaan besar, subsidinya lebih kecil. Yaitu, JPY 285 ribu hingga JPY 360 ribu (Rp 37,97 juta-Rp 48 juta).

Rencananya, bagi perusahaan kecil dan menengah, akan ditambah JPY 100 ribu (Rp 13,3 juta) untuk setiap pekerja pria yang mengambil cuti paternity. Perusahaan besar diberi separuhnya. Itu terjadi jika perusahaan yang bersangkutan mendorong anak buahnya mengambil cuti tersebut. Saat ini pihak kementerian sedang mematangkan rencana itu.

Laporan Unicef yang keluar Juni lalu menempatkan Jepang di urutan ke-41 sebagai negara yang memberikan cuti paternity berdasar hak hukum.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pria yang mengambil cuti paternity di Jepang sangat rendah. Alasannya, budaya perusahaan membuat mereka kesulitan mengambil cuti.

Restu dari perusahaan memang menjadi masalah utama. Sebab, mereka kerap memberi izin setengah hati. Banyak cerita yang beredar di kalangan pekerja bahwa perusahaan membalas dendam setelah mereka mengambil cuti paternity.

Misalnya, dengan memutasi mereka ke anak perusahaan yang lokasinya lebih jauh dari rumah. Penilaian pekerja yang mengambil cuti tersebut juga jadi lebih rendah. Karena alasan-alasan itulah, pekerja laki-laki malas mengambil cuti paternity.

”Perusahaan harus menyadari bahwa kesulitan mengakses cuti bisa berimbas pada nilai perusahaan dan menghambat pertumbuhan jangka panjang,” tegas Keiko Ishikawa, konsultan humas dan pakar manajemen krisis perusahaan. (sha/c20/dos/*)

Hutan Bandara Hang Nadim Terbakar Hebat

0

batampos.co.id – Hutan yang masuk dalam kawasan keselamatan operasional penerba-ngan (KSOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam terbakar hebat sejak Sabtu (24/8) siang pukul 14.30 WIB. Hingga berita ini diketik tadi malam, petugas pemadam kebakaran masih berjuang keras untuk memadamkan api.

Tim pemadam yang diterjunkan memang kesulitan memadamkan karena titik kebakaran terpencar menjadi tiga. Salah satunya di dekat bundaran atau di depan Perumahan Cendana.

Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite membenarkan kejadian itu. Ia mengungkapkan kebakaran bermula di hutan depan kawasan Perumahan Cendana.

”Setelah kebakaran di sana dipadamkan. Tak berapa lama, kebakaran di hutan Kawasan Bandara yang lokasi-nya tak jauh,” katanya.

Apakah percikan api kebakaran di hutan Cendana mencapai ke kawasan bandara yang terbelah oleh jalan raya? Sihite menga-takan memang ada dugaan akibat bara terbawa angin. Di-tambah lagi kondisi di kawasan bandara dan sekitarnya akhir-akhir ini cukup kering karena hujan jarang turun.

Satgas Karhutla yang terdiri dari Damkar BP, Damkar Pemko, TNI, Kepolisian dari Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Polsek Nongsa berjuang memadamkan api yang membakar hutan area Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (24/8) malam.

”Tapi masih belum pasti, yang jelas kami berusaha padamkan api di sini dulu. Setelah itu akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Ia mengatakan, hingga pukul 20.39 WIB api mulai bisa dipa­dam­kan. Ia mengaku menurunkan puluhan anggotanya untuk membantu memadamkan api.

”Anggota saya ada 10 orang dibantu tim dari Satuan Tugas Karhutla Polda Kepri, Polresta Barelang, BP Batam, dan Damkar Pemkot Batam,” ujar kapolsek yang juga terjun ke lokasi kejadian.

Terkait kebakaran ini, Direktur Badan Usaha Bandara Hang Nadim Suwarso mengaku tidak menganggu aktivitas penerbangan di Hang Nadim. Walaupun ada penerbangan malam, dini hari nanti.

”Penerbangan tetap lanjut. Kita masih buka kok,” ungkapnya.

Untuk memadamkan api, Pemko Batam menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil tangki air Polda Kepri, dua Mobil Water Canon Polresta Barelang, serta dua mobil tangki air dari Manggala Agni, lalu mobil Damkar dari BP Batam yang kesemuanya bagian dari Sagas Karhutla. (ska/nur)

Bersepeda Santai sembari Menikmati Alam Bintan

0

batampos.co.id – Hari ini, Minggu (25/8), lima ratusan pesepeda yang berasal dari berbagai daerah di Kepri mengikuti pagelaran fun bike memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di Bintan Agro Beach Resort, Bintan.

Pesepeda datang dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Tanjunguban, Kijang, dan daerah lainnya di Kepri.

Sementara untuk rute yang akan ditempuh peserta, akan dilepas di garis start di Bintan Agro Beach Resort menuju Kantor Camat Gunung Kijang, lalu istirahat sejenak, kemudian dilanjutkan menuju garis finis, yaitu ke tempat semula.

Manajer Event Organizer (EO) Batam Pos Herman Mangundap mengatakan bahwa dalam pagelaran ini Batam Pos selaku EO bekerja sama dengan PT Bintan Onbase Resort, didukung sejumlah sponsor, salah satunya PT Panca Rasa Pratama (PRP) Group dengan merek produk minumannya RAVEL.

”Ini untuk mendukung pariwisata Kepri. Dan juga sudah diimbau Plt Gubernur Kepri Isdianto, yaitu bagaimana cara menggairahkan pariwisata di Pulau Bintan,” kata Herman, Sabtu (24/8).

Herman mengatakan, walaupun acara dilaksanakan di Bintan, namun animo masyarakat yang datang dari Batam cukup tinggi, yakni sekitar 300 pesepeda.

”Selain itu yang menjadi semangat masyarakat untuk mengikuti fun bike ini karena free atau tidak dipungut biaya pendaftaran,” katanya.

Tidak hanya itu, panitia juga sudah menyediakan hadiah untuk pemenang berupa satu unit sepeda motor, sepeda gunung, kulkas, mesin cuci, televisi, dan barang elektronik lainnya.

”Yang pasti acara ini nantinya akan meriah. Kepada peserta silakan ikuti acara dengan baik dan tertib, semoga dapat menghibur masyarakat,” ujarnya.

Herman berharap event ini bisa menjadi event tahunan.

Peserta dari batam saat hendak naik kapal Ro-ro menuju Bintan.
foto: batampos.co.id / guntur

Sementara itu, salah satu pesepeda Tanjungpinang dari tim TXC, Hardiansyah, mengaku sangat senang sebab selama ini sangat jarang fun bike diadakan dalam jumlah besar seperti ini.

”Terima kasih kepada Batam Pos selaku penyelenggara kegiatan ini, semoga kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering,” kata Hardiansyah saat mendaftar acara fun bike di Kantor Perwakilan Batam Pos di Tanjungpinang.

Menurutnya, di Tanjungpinang terdapat 20 tim pesepeda namun jarang bersama. Di event ini dapat mempertemukan para pesepeda yang ada di Tanjungpinang.

”Pada kesempatan ini dari tim TXC akan mengikuti fun bike sebanyak 60 orang,” sebutnya.
Komunitas Wahid Bike Community (WBC) Tanjungpinang tak mau kalah. Mereka menurunkan hampir seluruh anggotanya.

Salah satu anggota WBC, Riafan yang akrab disapa R39 itu, mengatakan bahwa anggota WBC yang hadir tidak hanya generasi muda melainkan juga para orang tua. Menurtnya, selain sehat, ketika ber-gowes di pagi hari bisa menghirup udara segar sekaligus menikmati keindahan alam.

”Bersepeda selain untuk sehat juga memperkuat silaturahmi sesama goweser se-Kepri,” imbuhnya. (*)

Mayat Mengambang di Bawah Jembatan Barelang

0

batampos.co.id – Sosok mayat tanpa indentitas (Mr X) ditemukan warga sekitar Jembatan 1 Barelang, Sa­btu (24/8). Mayat ditemukan te­rapung dalam posisi te­lungkup­. Belum diketahui pe­­nyebab tewasnya MR X tersebut.

Dokter Forensik Bidokes Polda Kepri Iptu Leonardo Sp.F di lokasi kejadian menga-takan, setelah melakukan evakuasi, mayat Mr.X langsung dibawa ke RS Bhayangkara.

”Guna keperluan indetifikasi dan autopsi,” kata Iptu Leonardo didampingi Kabid Identifikasi Polresta Barelang AKP Andi, singkat.

Informasi dari warga asal Pulau Akar, Rudi, yang berprofesi sebagai nelayan melihat mayat tersebut sekitar pukul 08:00 WIB.

F. dalil harahap/Batam Pos
PETUGAS mengevakuasi mayat yang mengambang di bawah Jembatan 1 Barelang, Sabtu (24/8).

”Saat itu saya lihat mengapung di tengah laut (mungkin) dari arah Tanjung Pulau Tuntun/Tanjung Penarik, seperti kebawa arus pasang,”ujarnya.

Ketika melihat mayat tersebut, Rudi langsung menghubungi pihak RW dan tokoh masyarakat setempat. Selepas berkoordinasi, mereka putus­kan untuk menarik mayat Mr. X ke pinggir laut dekat Tanjung Penarik, persis di bawah Jem­batan 1. Mereka kemudi­an menghubungi pihak kepolisian. Mayat mengenakan kaos hitam, dan celana pendek berwarna hitam.

”Kondisi tubuhnya udah membengkak. Sampai di tepi sa­ya ikat dekat pancang, sem­ba­ri menunggu polisi datang,” je­lasnya. (azm)

Legalitas Kampung Tua Belum Rampung

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam akan menyurati Badan Pengusahaan (BP) Batam meminta rekomendasi penerbitan sertifikat untuk warga yang berada di kampung tua. Pasalnya, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan kampung tua tersebut.

“Karena HPL secara keseluruhan merupakan wewenang mereka. Jadi setelah mereka keluarkan nanti tim akan mendata calon penerima sertifikat (capres),” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Yusfa Hendri, Sabtu (24/8/2019).

Sejalan dengan pendataan capres ini, tim akan turun ke kampung tua untuk mengukuran persil yang rencananya akan dimulai dari kampung tua yang ada di Tanjungriau.

Menurutnya karena lokasi tersebut tidak ada permasalahan yang menghambat penerbitan sertifikat.

“Kampung tua ini tidak mudah. Karena ada banyak persoalan yang harus kami tuntaskan,” sebut mantan Kepala Dinas Perhubungan Batam ini.

Yusfa menjelaskan, lahan yang akan dikeluarkan sertifikatnya harus bebas dan tidak terikat dengan PL milik orang lain. Ada beberapa tahap yang akan dilakukan, di antaranya menyelesaikan status lahan.

Persoalan yang ditemukan di antaranya dalam kampung tua ada kawasan hutan. Untuk itu pihaknya harus menyurati Kementerian Kehutanan untuk mengusulkan pelepasan status kawasan hutannya tersebut.

Selain itu, lokasi kampung tu­a ada yang berada di Kawasa­n Keselamatan Operasional Pe­ner­bangan (KKOP). Kon­disi yang ini tentu harus dicarikan solusi­nya­.

“Tidak mungkin kawasan itu diganggu. Karena kawasan tersebut tidak boleh ada kegiatan lain karena bisa mengganggu penerbangan,” imbuh pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pariwisata ini.

Selanjutnya, jika kampung tua ada HPL dan PL maka akan disampaikan kepada BP Batam untuk dikeluarkan dari HPL dan dicabut PL-nya. Kalau di dalam kampung tua ada badan usaha milik negara, tidak bisa diterbitkan sertifikatnya.

“Ini yang sedang kami coba selesaikan. Makanya melihat permasalahan yang ada, kampung tua Tanjungriau yang paling memungkinkan untuk diselesaikan terlebih dahulu,” lanjutnya.
Sesuai dengan target yang diberikan Kementerian ATR, September sudah ada progres penyelesai­annya.

“Memang tidak bisa sekalian selesai. Bertahap persoalan ini coba dituntaskan. Mudah-mudahan cepat selesai,” tutupnya. (yui)

Penampakan Wanita Telanjang di Mall

0

batampos.co.id – Seorang wanita yang hingga kini belum diketahui namanya nekat telanjang di salah satu mall terbesar di Bekasi, Jawa Barat.

Pengunjung Mall tersebut geger dengan aksi perempuan tersebut. Dalam video yang beredar, perempuan berambut pirang itu dengan pedenya melenggang masuk ke dalam mall.

Sembari membawa tas di pundak kiri dan sebuah baju berwarna biru muda, namun dipegang di tangan kirinya.

Sedangkan bagian pinggang ke bawah tertutup oleh celana legging berwarna gelap. Hanya bagian atasnya saja yang tak tertutup sehelai kain pun.

Saat hendak masuk ke pusat perbelanjaan, security mencoba mencegahnya. Petugas keamanan meminta perempuan muda itu agar meninggalkan area perbelanjaan. Karena dikhawatirkan mengganggu kenyamanan pengunjung lain.

Petugas keamanan mall mengusir wanita yang melepaskan pakaiannya untuk tidak masuk ke dalam mall. Foto: jgp

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengaku hingga kini belum mengantongi identitas perempuan tersebut.

Jajarannya masih melakukan pendalaman. Sebab, kasus tersebut sudah terjadi cukup lama, namun baru viral beberapa hari ini.

“Sedang kita dalami karena peristiwanya kan itu tangga 17 (Agustus) siang kalau nggak salah, baru ketahuan pas viral kemarin. Kita dalami dan itu berlangsung sangat sebentar,” ujar Indarto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Dari video yang beredar, polisi menduga perempuan itu diperkirakan berusia 25-30 tahun. Menurut Indarto, perempuan tersebut saat datang ke pusat perbelanjaan sebetulnya berpakaian rapi.

Namun, entah apa alasannya mendadak dia membuka bajunya. Dalam kasus ini, polisi sudah memintai keterangan dua orang security yang saat itu berhadapan langsung dengan perempuan tersebut. CCTV di lokasi kejadian juga turut di dalami petugas.

Indarto juga belum bisa memastikan apakah perempuan tersebut mengidap gangguan jiwa atau tidak.

“Belum (tahu gangguan jiwa atau tidak). Makanya itu langkah pertama adalah dalami dulu, cari identitasnya karena oleh kawan-kawan security nggak ditanyain,” pungkasnya.(jpg)