Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11105

Dicuekin, Pria Paruh Baya Pukul Penjaga Kafe Pokok Jengkol Kota Batam

0

batampos.co.id – Sg, buruh bangunan di Tanjunguncang harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Batuaji, sejak Rabu (21/8/2019) sore.

Pria 56 tahun membuat onar di kawasan lokalisasi pokok Jengkol, Tanjunguncang. Dia melukai dan merampas ponsel milik An, wanita pekerja salah satu kafe remang-remang di lokasi tersebut.

Sg naik pitam lantaran, An yang sudah menjadi langganannya tidak menggubris kedatangannya malam sebelum kejadian.

Padahal dia mengaku sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 15 juta untuk memanjakan An mulai dari biaya salon kecantikan hingga jalan-jalan dan belanja ke Mall.

“Saya frustasi pak, sudah habis uang saya sekitar Rp 15 juta buat dia,” ujar Sg di Mapolsek Batuaji.

“Tapi dia malah cuek dan tak mau angkat telepon saya, saya tak bisa tahan emosi malam itu,” katanya lagi.

Ilustrasi

Merasa tak diperhatikan lagi, Sg merampas paksa ponsel An. Saat itu An melawan sehingga Sg melukai An di bagian wajah.

Ponsel An pun tak dikembalikan sehingga dia dilaporkan ke Mapolsek Batuaji.

“Tak niat mau lukain dia. Rebutan ponsel tadi makanya kena cincin saya dan melukai wajahnya,” ujar Sg.

Dia merebut ponsel korban karena kesal, panggilan teleponnya tak direspon. Bahkan nomor kontaknya dihapus oleh korban.

“Kesal saya pak, sudah manja-manjain dia malah dibuat begitu,” ujar Sg.

Kapolsek Batuaji Kompol, Syafruddin Dalimunthe, menyebutkan, Sg akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman lima tahun penjara.

“Masuk curas dia karena melukai korban,” ujar Dalimunthe.(eja)

Air Mati, Warga Batuaji Gunakan Air Kolam Bekas Galian untuk Mencuci dan Mandi

0

batampos.co.id – Krisisi air bersih masih berlanjut di wilayah Batuaji dan Sagulung. aktifitas rumah tangga mulai lumpuh total.

Pakaian dan perlengkapan dapur kotor menumpuk di setiap rumah. Untuk kebutuhan mandi dan masak warga harus merogoh kocek lebih dalam dengan membeli air galon isi ulang.

“Dari semalam sudah enam galon saya beli buat mandi dan cuci piring,” ujar Budi, warga Perumnas, Sagulung, Kamis (22/8/2019).

Sudah 3 hari warga Marina dan Tanjunguncang, menggunakan air kolam di kolam buatan di Marina untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) akibat suplai air bersih dari PT ATB terhenti. Foto: Eja/batampos.co.id

Kata dia, per galon dirinya harus mengeluarkan Rp 11 ribu. Harga tersebut ditebusnya karena mau tidak mau harus membeli air galon bermerk.

“Depot isi ulang tak ada lagi, kata stok air juga habis,” jelasnya lagi.

Berbeda dengan warga Marina dan Tanjunguncang, sudah tiga hari ini mereka menggunakan air kolam di kolam buatan di Marina.

 

Kolam yang pernah merenggut nyawa bocah di sekitar lokasi menjadi alternatif bagi masyarakat, karena tidak ada pilihan lain.

Sementara mata air di sekitar hutan Seitemiang kering karena musim kemarau.

“Kalau masak dan minum bisalah bel air galon di minimarket, tapi mandi sama cuci mau tak mau pakai air kolam ini,” kata Matias, warga Marina.(eja)

Hang Nadim Ikat Perjanjian dengan Anak Pak Habibie

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah mengikat perjanjian kontrak sewa lahan selama lima tahun dengan Ilthabi Rekatama. Lokasi lahan berada di samping lahan milik Lion di kawasan Bandara Hang Nadim.

Seperti yang diketahui, Ilthabi Rekatama ini digawangi oleh anak-anak Presiden Ketiga Indonesia, BJ Habibie, yakni Ilham Habibie dan Thariq Kemal Habibie. Ilthabi berencana membangun pabrik pesawat komersil, R80 di Batam.

“Untuk anak Pak Habibie, kami sudah memorandum of understanding (MoU) dua bulan yang lalu terkait sewa lahan sementara selama lima tahun. Lahannya seluas 50 hektar,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, Rabu (21/8) di kantornya.

Suwarso yakin investasi ini akan terwujud. Pasalnya rekam jejak perjanjian ini mirip dengan MoU dengan Lion beberapa tahun lalu. Pada awalnya, Lion mengikat kontrak sewa lahan sementara selama setahun dengan BP Batam.

foto: batampos.co.id / dalil harahapp

“Dulu Lion setahun untuk sementara. Mereka mengurus administrasi yang diperlukan. Baru setelah itu investasi terwujud, Lion dapat sewa lahan selama 25 tahun dan yang terbaru dapat perpanjangan sewa 50 tahun,” ungkapnya.

Ilthabi sudah berminat sejak lama untuk membuka pabrik pesawat di Batam, bahkan sebelum Lion membuka hanggar pesawat di Hang Nadim delapan tahun yang lalu.

Dalam perjalanannya, Garuda juga berminat pada lahan yang sama yang diinginkan Ilthabi. Garuda ingin membangun hanggar dan mengajukan permohonan lahan ke BP Batam

Tapi setelahnya proyek tersebut tidak terlaksana. Dan saat ini maskapai plat merah ini bekerja sama dengan Lion untuk membangun hanggar yang baru di lahan milik Lion. Sehingga lahan yang diminati Garuda sekarang dialokasikan kepada Ilthabi.

Sebelumnya, Ilham Habibie sudah menyatakan minat untuk membangun pabrik pesawat di Batam. Hal tersebut diungkapkan saat ikut meresmikan proyek properti Megablock Meisterstadt di Batam, Apri lalu. Tapi saat itu ia masih malu-malu mengungkapkan keinginannya.

“Kami baru liat tanahnya di Batam. Kira-kira nanti luasnya butuh 60 hektar lebih. Tapi, untuk sekarang masih terlalu dini. Kami belum ada gambaran, masih nol besar. Ini semua masih dimulai dengan perencanaan dan untuk buat pesawat masih lama, mesti bangun pabriknya dulu,” katanya saat itu. (leo)

Belum Daftar JKN? Catat Jadwal Layanan Jemput Bola BPJS Kesehatan Cabang Batam!

0

batampos.co.id – Tidak cukup dengan menunggu peserta mendaftar di kantor cabang, BPJS Kesehatan Cabang Batam terus melakukan kegiatan MCS (Mobile Customer Service) di berbagai wilayah.

Kegiatan MCS di berbagai wilayah tersebut dihimpun dalam Layanan Jemput Bola BPJS Kesehatan Cabang Batam untuk mempermudah peserta mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.

Maucensia Septrina selaku Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Cabang Batam, menjelaskan, untuk bulan Agustus, jadwal Layanan Jemput Bola tanggal 13-16 Agustus berada di Kantor Kelurahan Batu Besar.

Kemudian tanggal 19-22 Agustus di Kantor Kelurahan Kabil, dan tanggal 26-29 Agustus di Kantor Kelurahan Sambau.

Seluruh kelurahan tersebut berada di Kecamatan Nongsa dan letaknya lumayan jauh dari kantor cabang BPJS Kesehatan.

Layanan Jemput Bola tersebut melayani pendaftaran peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), perubahan data peserta, pencetakan kartu JKN-KIS, pemberian informasi, penyampaian pengaduan dan registrasi mobile JKN.

Petugas BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam memberikan pelayanan jemput bola kepada salah seorang masyarakat di Kelurahan Batubesar, Nongsa. Foto: Humas BPJS Kesehatan Cabang Batam untuk batampos.co.id

Bagi peserta yang belum mendaftar cukup membawa persyaratan seperti fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi KTP, fotokopi buku rekening tabungan (BNI, BRI, Mandiri, BCA), fotokopi KTP pemilik rekening dan dilengkapi dengan materai 6000 kemudian langsung
mendapat nomor virtual account.

Muhammad Reza (19) adalah salah satu warga Batu Besar yang mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS di Layanan Jemput Bola.

Ia mengaku mendapatkan info dari keluarga terkait pentingnya program JKN-KIS dan bersyukur dengan adanya Layanan Jemput Bola ini mendaftar jadi peserta lebih mudah dan tidak perlu antri.

“Saya daftar karena info dari keluarga tentang pentingnya program JKN-KIS, ini yang bayarkan tante saya,” ungkap Reza.

Menurut Reza, manfaat yang diberikan oleh program JKN-KIS sangat menolong ketika suatu saat nanti ia sakit. Ia tidak perlu memikirkan bagaimana harus membayar tagihan rumah sakit.

Selain itu Reza pun mengaku bahwa kalaupun nanti ia tidak menggunakan fasilitas program JKN-KIS baik rawat jalan maupun rawat inap, ia tidak merasa rugi membayar iuran karena dapat membantu sesama peserta.(*)

Laporkan Rumah Ibadah Via Aplikasi Siramah

0

batampos.co.id – Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Batam (Setdako) Batam meluncurkan aplikasi siramah.batam.go.id, Rabu (21/8/2019). Ke depan rumah ibadah di Kota Batam harus mendaftarkan keberadaan rumah ibadahnya ke aplikasi ini.

Kabag Kesra Setdako Batam, Riama Manurung mengatakan di aplikasi ini enam agama, Islam, Kristen Protestan, Katolik, Budha, Hindu dan Khonghucu dapat melaporkan rumah ibadahnya masing-masing.

“Setelah masuk ke aplikasi nanti bisa meng klik daftar rumah ibadah. Silahkan isi data rumah ibadah dan lengkapi sesuai yang diminta oleh aplikasi. Setelah didaftarkan kami di bagian Kesra yang akan meng approve,” kata Riama.

Setelah mendaftar bagian admin di Bagian Kesra Setdako Batam akan mengecek dan akan diaktifkan. Rumah Ibadah yang sudah didaftarkan nantinya akan mendapat user name dan password dari Bagian Kesra Setdako Batam. Berbekal username dan password yang diberikan, warga harus melengkapi data administratif rumah ibadah.

“Harus meng uploud surat legalitas lahan, susunan kepengurusan masjid, keterangan domisili, surat terdaftar di Kemenag dan rekomendasi FKUB. Rekomendasi FKUB ini wajib di upload. Jika terkait dana hibah maka harus di upload identitas pengurus rumah ibadah, foto kopi KTP, foto kopi buku tabungan, RAB proposal,” jelasnya.

Aplikasi ini menurutnya terintegrasi dengan Kementrian Agama Kota Batam dan FKUB Kota Batam juga kecamatan. Melalui aplikasi ini juga bisa diketahui letak rumah ibadah tersebut, karena aplikasi ini juga dilengkapi dengan google map. Untuk itu pengurus rumah ibadah diharapkan dapat mengisi alamat dengan jelas dan lengkap.

Sampai saat ini sudah 73 rumah ibadah yang terdaftar melalui aplikasi ini, khususnya rumah ibadah di Kecamatan Lubuk Baja

Ia mengimbau agar warga Kota Batam dapat mendaftarkan rumah ibadahnya ke situs di atas. Apabila sudah didaftarkan maka rumah ibadah bisa terferivikasi dengan lengkap.

“Dengan begitu kita bisa menjalankan Ibadah dengan tenang karena rumah ibadah harus legal secara formal. Artinya jika sudah terdaftar maka legalitasnya sudah jelas,” pungkasnya.

Harapannya seluruh rumah ibadah di Kota Batam dapat mendaftar ke aplikasi ini. Dengan begitu akan mempermudah dalam hal pemberian bantuan kepada rumah ibadah. Dari data yang diupload, Bagian Kesra Setdako Batam tinggal mengecek sehingga tidak perlu mengantarkan berkas seperti saat pengurusan yang berlangsung selama ini. (iza)

Kemarau Panjang, Warga Kesulitan Air Bersih

0

batampos.co.id -”Sudah beberapa bulan ini air bersih susah didapatkan, untuk mendapatkan saya harus mencari ke sumur. Bersyukur sumur ini masih banyak sumber airnya,” terang Afandy, Rabu (21/8).

Plt Gubernur Kepri Minta SKK Migas Berdayakan SDM Lokal

0

batampos.co.id – Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) diminta untuk memberdayakan tenaga kerja lokal di Kabupaten Natuna dan Anambas.

Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto, mengatakan, hal itu harus dilakukan SKK Migas untuk mengembangkan potensi yang dimiliki putra-putri daerah penghasil Migas tersebut.

“Dengan seminar ini SKK Migas bersama-sama Pemprov Kepri dapat meningkatkan SDM yang ada,” jelasnya, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya saat ini masih banyak tenaga kerja luar Provinsi Kepri dan asing yang bekerja di SKK Migas.

Sementara itu putra putri asli Natuna dan Anmabas, masih sedikit yang diberdayakan oleh SKK Migas.

“Kita akui memang anak-anak knita tidak semuanya mampu untuk itu dan kita minta SKK Migas untuk medidik serta melatih anak-anak kita di sana (Natuna dan Anambas,red),” jelasnya.

Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto, memukul gong sebagai tanda dibukanya diskusi Hulu Migas di Kota Batam, Kamis (22/8/2019). Foto: Haris/batampos.co.id

Dengan begitu kata dia, ke depan SKK Migas tidak terlalu banyak memberdayakan tenaga kerja di luar Provinsi Kepri.

“Tapi dengan syarat memiliki kemampuan, bukan tidak dengan kemampuan,” jelasnnya.

Caranya lanjut dia, SKK Migas dapat memberikan pelatihan dan pendidikan kepada putra putri Kabupaten Natuna dan Anambas.

“Kita (Pemprov Kepri,red) tidak mampu melakukan itu semua, karena dana kita sedikit,” paparnya.

“Maka kita dorong ke SKK Migas untuk melakukan ini,” jelasnya lagi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Avincenia Darwis, mengatakan, hal itu menjadi catatan khusus bagi pihaknya.

“Apa yang disampaikan bapak gubernur menjadi fokus kita ke depan, terutama masalah SDM,” ujarnya.

Menurutnya apa yang dilakukan SKK Migas saat ini sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat dan negara.

“Karena produksi kami adalah barang negara dan itu juga untuk kemakmuran rakyat,” tuturnya.(esa)

Sejumlah Wilayah di Lingga Kekeringan

0

batampos.co.id – Kemarau panjang terjadi di berbagai daerah di Kabupaten Lingga. Akibatnya, sejumlah daerah mengalami kekeringan. Selain itu, kemarau ini juga meng-akibatkan sumber air PDAM Kabupaten Lingga mengalami penyusutan debit air yang cukup signifikan.

“Saat ini kami menerapkan sistem penghentian pasokan air ke pelanggan secara bergilir. Kondisi ini dikarenakan sumber air menyusut banyak,” kata Direktur PDAM Kabupaten Lingga Sazali, Rabu (21/8/2019).

Sazali menambahkan, untuk pelanggan di Dabo Singkep, PDAM sebenarnya memiliki sumber air cadangan yakni dari sumber air di Kolong Serayak. Namun, sumber air tersebut belum dapat dimanfaatkan karena PDAM belum memiliki mesin pompa air yang layak.

Namun, untuk wilayah Daik Lingga, pada musim kemarau seperti saat ini, PDAM dapat memanfaatkan sumber air cadangan dari Lubuk Patmah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan karena di Daik, PDAM telah memiliki pompa air. Saat ini, pelanggan di Daik Lingga masih men­dapatkan pasokan air bersih.

Petugas PDAM membagikan air kepada warga menggunakan kendaraan roda tiga.
foto: batampos.co.id / wijaya satria

Untuk mengatasi kekurangan pasokan air di wilayah Dabo Singkep, PDAM mengupayakan pengiriman bantuan air kepada pelanggan yang sudah beberapa hari tidak mendapat pasokan air bersih ke rumah mereka. Saat ini pemberian air kepada pelanggan menggunakan kendaraan roda tiga, karena moda transportasi truk tangki masih diajukan.

“Saat ini kami sedang meng-ajukan dua unit truk pengangkut air sebagai tindakan pe-nanggulangan pemenuhan air bersih kepada pelanggan PDAM,” kata Sazali.

Pengoperasian dua unit truk tersebut di Dabo Singkep, dikarenakan Dabo Singkep belum memiliki mesin pompa air untuk memanfaatkan sumber bersih air cadangan.

Sazali juga mengharapkan kerja sama seluruh pelanggan PDAM agar dapat menyediakan tempat penyimpanan air jika pasokan air mengalir ke rumah mereka masing-masing. Pelanggan diharapkan dapat lebih berhemat dalam menggunakan air bersih. (wsa)

SKK Migas Diminta Kembangkan Pariwisata di Natuna dan Anambas

0

batampos.co.id – Kabupaten Natuna dan Anambas yang merupakan daerah penghasil terbesar dari sektor Minyak dan Gas (Migas) sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur terutama di bidang pariwisata.

Hal itu disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto, saat membuka kegiatan diskusi Hulu Migas di Kota Batam.

“Sektor pariwisata di Natuna dan Anambas cukup bagus, tapi kita (Pemprov Kepri) kewalahan untuk membangun akses menuju ke sana,” ujarnya, Kamis (22/8/2019).

“Ini harus dilihat oleh SKK Migas dan melihat apa yang dibutuhkan Pemda di sana,” kata dia lagi.

Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto, memukul gong sebagai tanda dibukanya diskusi Hulu Migas di Batam, Kamis (22/8/2019). Foto: Haris/batampos.co.id

Dengan begitu nantinya, daerah-daerah wisata di Provinsi Kepulauan Riau semakin banyak dan terbuka lebar.

Serta dapat menjadi salah satu daya tarik wisawatan nusantaran dan mancanegara untuk berkunjung ke Provinsi Kepri.

“Kita ingin semakin bersinergi dan meminta SKK Migas dapat melihat apa yang menjadi kebutuhan yang ada di kabupaten penghasil Migas tersebut,” jelasnya lagi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Avincenia Darwis, mengatakan, pihaknya sangat mendukung apa yang disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto.

Hal itu kata dia akan menjadi salah satu acuan pihaknya untuk mengembangkan daerah penghasil Migas terbesar di Indonesia tersebut.

“Kita akan coba membangun pariwisata untuk meningkatkan PAD Natuna dan Anambas,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut hadir Bupati Natuna, Hamid Rizal dan Bupati Anambas Abdul Haris.(esa)

Antrean Haji di Malaysia Capai 121 Tahun

0

batampos.co.id – Saat ini rata-rata antrean haji di Indonesia mencapai 20 tahun. Namun, ternyata di Malaysia antreannya lebih panjang lagi. Masa tunggu berhaji di negeri jiran itu mencapai 121 tahun.

Keterangan tersebut disampaikan Ketua Rombongan Haji Malaysia 1440 H, Dato Sri Syed Saleh Abdul Rahman, ketika bertemu dengan panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi di Makkah, Selasa (20/8) malam. Dia menjelaskan, kuota haji Malaysia sebesar 32.200 orang.

Dia mengungkapkan saat ini ada sekitar tiga juta orang Malaysia yang masuk dalam antrean berhaji.

’’Yang baru daftar sekarang, 121 tahun menunggu,’’ katanya. Dato Sri Syed Saleh menjelaskan, mereka menggunakan sistem first come first serve. Siapa yang mendaftar lebih dahulu, maka diberangkatkan lebih awal.

Jemaah haji Malaysia yang berhaji tahun ini, rata-rata sudah menunggu 12 tahun. Dia menjelaskan terjadi peningkatan tren jumlah pendaftar haji di Tabung Haji Malaysia setelah 2008. Saat ini, rata-rata ada seribu orang mendaftar haji dalam sehari di Malaysia.

Dia mengungkapkan aturan terbaru di Malaysia, masyarakat yang sudah berhaji tidak boleh mendaftar haji lagi. Pada aturan yang sebelumnya, orang yang pernah berhaji diperbolehkan daftar kembali. Tetapi harus menunggu lima tahun dari keberangkatan haji sebelumnya.

Dato Sri Syed Saleh menjelaskan, urusan haji di Malaysia ditangani oleh Tabung Haji. Bahkan petugas yang diberangkatkan ke Arab Saudi adalah petugas Tabung Haji. Sedangkan untuk petugas kesehatan direkrut dari Kementerian Kesehatan Malaysia.

Di Malaysia penduduk baru lahir sudah diperbolehkan membuka akun di Tabung Haji. Dengan biaya pembukaan rekening 2 ringgit atau sekitar Rp 6.817. Sementara untuk bisa mendaftar haji di Malaysia, ’’nasabah’’ Tabung Haji harus menyetor uang muka 1.300 ringgit atau sekitar Rp 4,4 juta.

’’Biaya haji di Malaysia tetap sejak 2009,’’ katanya.

Besaran biaya haji yang diselenggarakan Tabung Haji adalah 9.980 ringgit (Rp 34 jutaan). Sebenarnya biaya riil haji di Malaysia adalah 22.900 ringgit (Rp 78 juta). Namun, jemaah mendapatkan subsidi sebesar 12.920 ringgit (Rp 44 jutaan). Dana subsidi tersebut diambil dari kegiatan bisnis yang dijalankan oleh Tabung Haji.

Biaya riil yang dibayar jamaah haji Malaysia hampir sama dengan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2019. Tahun ini rata-rata jemaah haji Indonesia membayar BPIH Rp 35 juta/orang. Besaran BPIH itu bervariasi di setiap embarkasi. Sementara di Malaysia titik penerbangan menuju Arab Saudi hanya dari Kuala Lumpur saja.

Di ujung pertemuan yang diselingi makan bihun goreng itu, Dato Sri Syed Saleh mengatakan kekagumannya dengan pelayanan haji Indonesia. Dengan kuota jamaah yang mencapai 231 ribu orang, pengaturannya bisa rapi dan sistematik. Dia juga mengakui bahwa pengaturan jamaah Indonesia adalah yang terbaik.

’’Bukan hanya dari pengendalian. Tetapi juga jemaahnya disiplin dan tidak me­nimbulkan perkara yang tidak diinginkan,’’ jelasnya. (*)

Play sound