Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 11202

Bupati Bintan Salat Ied di Kijang

0

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam melaksanakan salat Idul Fitri 1440 H di Mesjid Besar Nurul Iman, Kijang, Rabu (5/6) pagi.

Usai melaksanakan salat,  ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan rasa syukur setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan suci ramadhan.

“Tentunya rasa syukur serta momen Idul Fitri 1440 Hijriah ini diharapkan dapat memupuk kembali rasa persatuan dan kesatuan di tengah tengah masyarakat untuk kepentingan bersama dan bergandeng tangan mendukung sejumlah program pemerintah daerah untuk lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam melaksanakan salat Ied di Masjid Besar Nurul Iman, Kijang, Rabu (5/6) pagi. F.Diskominfo Bintan untuk batampos.co.id

Ketua Panitia Penyelenggara Salat Idul Fitri di Masjid Besar Nurul Iman Kijang, Saleh Mursalin, mengatakan, dipilihnya Masjid Besar untuk kegiatan salat Ied karena untuk menyesuaikan dengan kondisi cuaca di lapangan.

“Beberapa hari belakangan ini sering turun hujan di Bintan khususnya, maka Masjid dinilai salah satu tempat yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Bertindak selaku Khatib Salat Ied 1440 H di Masjid Besar Nurul Iman, Raja Sofyan dengan imam, Raja Muhammad Innamul Hasan yang merupakan Santri hafiz Quran dari pondok pesantren Sulaimaniyah cabang Turki di Bogor. (met)

Kapal Rute Galang-Pinang Penuh, Penumpang Banyak Yang Tak Bisa Nyeberang

0

batampos.co.id – Kapal penyebrangan rute Moro-Tanjungbatu-Galang-Tanjungpinang penuh. Akibatnya penumpang yang telah menunggu di Pelabuhan Domestik Kecamatan Galang di Kelurahan Sijantung tidak bisa ikut menyeberang ke Tanjungpinang.

Dua kapal yang melayani rute Galang-Tanjungpinang ini, hanya mampu menampung enam penumpang di pada jadwal keberangkatan pada Kamis (6/6) hari ini. Sementara penumpang yang telah menunggu di kawasan ini lebih dari 20 orang.

“Tidak bisa semua ikut, kapal penuh hari ini, hanya yang pegang tiket saja yang bisa ditampung,” kata Iing Nurmasanti, petugas tiket di pelabuhan Galang pada Kamis (6/6).

Iing melanjutkan, pihaknya menyarankan agar penumpang menghubungi petugas terlebih dahulu. Untuk mengetahui kuota penumpang di kapal yang tersedia, sehingga masyarakat tidak datang sia-sia ke pelabuhan.

Kepadatan ini, lanjut Iing, juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya, bahkan sudah berlangsung sejak bulan puasa. Untuk tahun ini sendiri, kepadatan memang baru terjadi pada momen lebaran ini.

Untuk penambahan kapal sendiri, Iing mengaku sejauh ini belum ada informasi akan adanya kapal tambahan. Meskipun demikian pihaknya terus berkoordinasi dengan penyedia kapal perihal peningkatan jumlah penumpang melalui pelabuhan ini.(bbi)

Kompak, Wako dan Wawako Tanjungpinang Halal bi Halal Bersama

0

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, menggelar halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1440 H secara bersamaan pada Lebaran ke-dua, di rumah dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Jalan, Sei Ladi, Senggarang, mulai pukul 09.00- 17.00 WIB, Kamis (6/6/2019).

Untuk mempermudah masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan Wali Kota dan Wakilnya, Pemko Tanjungpinang menyediakan transportasi berupa bus di beberapa titik.

Walikota (kiri) dan Wakil Walikota Tanjungpinang.

“Ada empat titik kumpul bagi masyarakat yang ingin menggunakan bus. Di kantor Dinas Perpustakaan & Arsip Kota Tanjungpinang, Lapangan Pamedan, Terminal Sei Carang (Bintan center) dan di seberang Mall TCC,” kata Walikota Tanjungpinang,  Syahrul.

Syahrul berharap masyarakat dapat hadir dalam pelaksanaan open house ini, karena kegiatan ini pertama kali diadakan di rumah dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, juga sebagai ajang silaturahmi.

“Saya bersama ibu Rahma mengundang masyarakat Tanjungpinang untuk hadir dan bersilaturahmi pada Hari Raya ke dua. Terkait transportasi sudah kami siapkan dan semoga ini bisa mempermudah masyarakat”, tutup Syahrul. (cr2)

Lebaran, Rutan Tanjungpinang Tambah Jam Bezuk

0
Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Fonika Afandi.
Foto: batampos.co.id / Peri Irawan

batampos.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang menambah jam kunjungan keluarga pada hari raya Idul Fitri dari tanggal 5-7 Juni 2019.

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Fonika Afandi menjelaskan, jam kunjungan ditambah dan akan dibagi menjadi dua sesi, pertama pukul 09.00- 12.00 WIB, dan sesi ke dua pukul 13.00 – 15.00 WIB.

“Kita punya dua sesi sekarang, sesi kedua sampai menjelang solat Ashar,  agar bisa digunakan oleh keluarga warga binaan untuk mengunjungi keluarganya di sini,” kata Fonika

Dikatakan Fonika, untuk waktu kunjungan juga akan fleksibel tergantung situasi dan kondisi dan daya tampung di Rutan,  Apabila terjadi kepadatan maka jam kunjungan akan diberlakukan selama 30 menit.

“Khusus untuk kunjungan kali ini tetap mekanisme seperti biasa, namun kita berikan sedikit waktu dan ruang, intinya kita layani masyarakat dengan sebaik-baiknya, ”jelasnya (cr2)

 

Ada Pak Lukita di Videotron Menyapa Warga Batam

0
Gambar Lukita D Tuwo di viotron

batampos.co.id – Nama Lukita D Tuwo tentu tak asing bagi warga Batam. Kurang lebih setahun ia memimpin BP Batam.

Posisinya digantikan oleh Edy Putra Irawady.

baca juga: Ditinggal Pak Lukita saat sedang Sayang-sayangnya

Selama setahun di Batam Lukita cepat dikenal warga sebab kerap membikin acara massiv alias kolosal. Ada carnival, Batam Menari dan lainnya.

Sekira 5 bulan ini ia meninggalkan Batam tak terdengar namanya.

Eh, tiba-tiba namanya muncul lagi. Menangkupkan kedua telapak kanan gambar Lukita muncul di videotron, menyapa warga Batam dengan ucapan Selamat Lebaran.  (ptt)

 

Lebaran Kedua, Hujan, Petugas Angkut Sampah tetap Giat Bekerja

0
Petugas sampah berjibaku mengangkut sampah meski hujan.
foto: batampos.co.id / dhiyanto

batampos.co.id – Lebaran hari kedua, Kamis (6/6/2019), petugas sampah menyambangi Batam Center. Meski hari itu hujan petugas sampah rela untuk berbasah-basah demi mengangkut sampah yang menggunung.

Yah, sampah menjadi msasalah kala Lebaran. Produksi sampah rumah tangga bertambah seiring bertambahnya aktivitas selama libur Lebaran.

Pemko Batam mencatat produksi sampah Batam selama Ramadan tak kurang dari 1000 ton per hari. (ptt)

Idulfitri Ala Masyarakat Pesisir Kota Batam

0

batampos.co.id – Perayaan hari raya Idulfitri umumnya dipuncaki pelaksanaan salat Idulfitri yang kemudian dilanjutkan dengan saling mengunjungi kerabat dan sanak keluarga.

Di daerah-daerah tertentu rangkaian perayaan Idulfitri ini terasa lebih panjang dengan selingan kegiatan yang bernuansa budaya.

Seperti yang terlihat di Kelurahan Rempang Cate, tepatnya di Kampung Monggak yang umumnya dihuni oleh masyarakat Melayu.

Perayaan lebaran di kampung ini berlangsung cukup panjang, tidak langsung berakhir seusai pelaksanaan solat Idulfitri saja.

Warga Kampung Monggak, Kota Batam melakukan kenduri dan doa bersama setelah pelaksanaan salat Idulfitri 1440 Hijriah. Foto: Bobi/batampos.co.id

Lebih dari itu, masyarakat laki-laki di kampung Monggak ini akan melanjutkan kegiatan berdoa bersama di masjid, dilanjutkan dengan kenduri ke rumah-rumah warga.

Suardi, 45, warga kampung Monggak, menuturkan, kegiatan kenduri sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan hari raya, baik itu Idulfitri maupun Iduladha.

Di kampung yang dihuni mayoritas nelayan itu, kenduri tidak hanya menjadi bentuk ungkapan rasa syukur, namun juga menjadi ruang bagi terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antar sesama warga.

Karena pada momen ini semua orang berkumpul dan menyisihkan waktu untuk saling bertegur sapa.

“Kalau di tempat lain, habis salat (salat Idulfitri) sudah selesai, sudah seperti hari biasa. Kalau di sini masih banyak acaranya, kita akan keliling ke rumah warga lain, jadi perayaan lebaran di sini jadi lebih panjang,” katanya saat ditemui batampos.co.id di kampungnya, Rabu (5/6/2019).

Masyarakat Kampung Monggak, Kota Batam, membawa makanan yang akan disantap bersama-sama setelah doa bersama. Foto: Bobi/batampos.co.id

Suardi melanjutkan, prosesi kenduri atau doa bersama, dilakukan di masjid Nurul Huda Kampung Monggak, menjadi momen yang selalu dinanti.

Dikarenakan kegiatan tersebut bukan hanya memperat ikatan kekeluargaan antar warga melalui makan dan doa bersama, tetapi juga menjadi ajang untuk mengambil kebijakan strategis kampung ini untuk masa mendatang.

Senada dengan yang disampaikan Suardi, Imam masjid di kampung Monggak, Egoi, 65 menjelaskan, perayaan Idulfitri yang dirangkaikan dengan praktek kebudayaan itu menggambarkan bagaimana kearifan masyarakat Melayu.

“Budaya silaturahmi merupakan bagian dari identitas yang sangat perlu untuk tetap dilestarikan,” ujarnya.

Meskipun pada prosesnya sudah mengalami penyesuaian dengan keadaan terkini, hal itu diakui tetap harus berjalan, sehingga budaya yang memang bernilai positif ini tetap bisa dikenal dan diketahui oleh generasi saat ini dan di masa mendatang.(bbi)

12 Tahun Antar Pemudik tapi Tak Pernah Mudik, Balada Sopir Bus

0

batampos.co.id – Ibrahim, 43, pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur sudah puluhan tahun menggeluti profesi sebagai sopir bus antarkota. Melalui profesinya ini, tak jarang ia juga menjadi sopir lintas Jawa.

Setiap lebaran, dia hampir tak pernah berkmpul bersama sanak keluarga di kampung halamannya. Sebab ia harus menjalankan tugas sebagai sopir bus setiap Hari Raya Idul Fitri.

Baginya, Lebaran harus jauh dari orang-orang tercinta adalah kenyataan pahit yang harus ditelan selama hampir 12 tahun menjalani profesi ‘mengantarkan pemudik’ setiap tahunnya.

“Kami enggak pernah mudik, kami malah nganterin penumpang mulu,” ujar Ibrahim saat ditemui di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (4/6).

“Kami mudiknya setelah (orang-orang) libur, baru mudik,” sambungnya.

Bagi Ibrahim, dirinya hanya akan tetap berjuang mengais recehan untuk anak istri dirumah.

Pria tangguh beranak tiga ini mengaku sudah kebal menahan rindu dan haru ketika lebaran tanpa kehangatan keluarga di sampingnya.

“Emang udah dari dulu begitu, udah kebal istilahnya, udah tahan banting. Ada lah kurang lebih 12 tahun (jadi sopir),” ucap Ibrahim dengan nada lirih.

Meski sudah biasa berlebaran di jalan, namun ia tak bisa menutupi kerinduannya kepada sanak saudara di kampung halaman.

Namun, apalah daya tugas dan tanggung jawab seorang sopir antarkota dan lintas Jawa ini harus dihadapinya demi membuat orang-orang yang dicintainya tetap tersenyum.

“Kangen pasti, semua kangen kalau memang istilahnya boleh ya kami kan minta ini (libur). Tapi kan kami terbentur dengan tugas. Kalau tugas kan semuanya udah enggak bisa diganggu gugat,” tutupnya. (*)

Jelang Putusan MK, Pemerintah Siap-siap Pelototi Medsos

0

batampos.co.id – Tahapan Pemilu serentak 2019 saat ini memasuki fase sengketa di MK. Berkas sengketa akan diregistrasi pada 11 Juni 2019, yang akan disusul dengan pembahasan hakim pada 14 Juni. Sementara putusan MK akan dilakukan pada 28 Juni.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) akan melanjutkan pemantauan media sosial menjelang sidang sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dikatakan Menkominfo Rudiantara, pemantauan media sosial diharapkan ampuh untuk membatasi eskalasi politik di dunia maya.

ilustrasi

“Bukan hanya hoax, kalau hoax itu berita tidak benar. Tapi juga konten yang sifatnya adu domba,” imbuhnya usai hadiri silaturahim Idul Fitri di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (5/6).

Namun begitu, Rudiantara belum mau mengonfirmasi apakah pemantauan akan disertai dengan pembatasan media sosial seperti yang dilakukan pemerintah usai pengumaman KPU yang diikuti dengan aksi demo 21-22 Mei silam.

Selama masa itu, Rudiantara menyebut pihaknya berhasil menemukan 600 hingga 700 URL baru setiap harinya. URL itu, imbuhnya menyebarkan konten negatif yang bersifat adu domba.

(*)

Dodol Kacang, Makanan Wajib Masyarakat Pesisir Kota Batam di Hari Raya Idulfitri

0

batampos.co.id – Teksturnya padat, berwarna hitam dan sedikit berminyak. Dihidangkan dalam potongan-potongan jajar genjang di atas piring kecil.

Dodol Kacang namanya, merupakan penganan khas masyarakat Melayu yang selalu ada di setiap momen-momen penting perayaan adat dan keagamaan, termasuk lebaran Idulfitri.

Kesan tradisional tidak hanya terlihat dari bentuknya saja, namun juga terasa dari cita rasa kacang hijau bakar yang ada di dalamnya. Rasa yang tidak muncul pada jenis makanan yang muncul pada kondisi terkini.

Dodol kacang menjadi makanan wajib bagi masyarakat pesisir Kota Batam saat hari raya Idulfitri. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Kalau tidak ada Dodol, rasanya seperti ada yang kurang, walaupun susah orang-orang tua kita tetap bikin Dodol,” kata Saddam, warga Kelurahan Rempang Cate, kota Batam, Rabu (5/6/2019).

Menurut pria 28 tahun itu, membuat dodol tidak semudah kue lainnya. Karena memerlukan proses panjang hingga bisa dinikmati.

Kacang hijau yang menjadi bahan utama kue ini, harus lebih dulu disangrai. Kemudian kacang yang telah matang ditumbuk hingga halus layaknya tepung.

Selanjutnya kacang hijau yang telah halus ini di campur dengan santan kelapa. Proses selanjutnya, adonan tepung kacang dan santan kelapa ini kemudian dipanaskan lagi, lalu ditambahkan gula.

“Kalau ngaduk Dodol tak boleh berhenti, harus diaduk terus. Tidak gampang bikinnya,” kata Saddam lagi.

Proses yang panjang ini, lanjut Saddam, menghadirkan ruang untuk terjalinnya keakraban di masyarakat. Proses pembuatan yang juga dilakukan banyak orang ini, membuatnya terasa lebih bernilai.

Tidak hanya sebagai makanan khas, namun juga menjadi wadah komunikasi untuk masyarakat di satu lingkungan tertentu.

Meskipun pada momen lebaran ini proses pembuatannya teradang tidak melibatkan banyak orang seperti pada momen pernikahan dan acara-acara lain, kue Dodol ini tetap menjadi makanan yang memiliki nilai lebih dibanding makanan lainnya.(bbi)