Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 11203

H+2 Lebaran Warga Kecamatan Galang Kesulitan Dapatkan Gas Melon

0

batampos.co.id – Gas LPG 3 Kg di Kecamatan Galang, Kota Batam langka. Kelangkaan sudah dirasakan masyarakat sejak sebelum lebaran.

Sasmita, salah seorang pedagang di kawasan Galang, yang menyediakan gas melon menuturkan, terhitung sejak tiga hari menjelang lebaran pasokan gas ke warungnya sudah tidak ada lagi.

“Padahal biasanya selalu ada suplai gas sebelum gas di warung habis,” katanya kepada batampos.co.id, Jumat (7/6/2019).

Menurutnya, kondisi itu mengakibatkan warga yang biasanya membeli gas di tempatnya harus mencari di tempat lain. Hasilnya sama, di beberapa warung lain juga tidak memiliki stok gas yang mencukupi.

ilustrasi

“Terakhir Senin (Senin (2/6/2019) diantar, mana cukup lagi kalau sampai sekarang tidak diantar. Sekarang sudah tiga hari lewat lebaran,” katanya.

Menurutnya, kelangkaan gas terjadi dikarenakan aktivitas masak memasak warga sekitar meningkat, membuat stok gas di tempatnya cepat habis.

“Biasanya mampu bertahan sekitar empat hari, saat ini hanya dua hari setelah disuplai stok gas sudah habis,” jelasnya.

Salah seorang warga di kawasan wisata Pantai Melayu, Rempang Cate, Julita, mengatakan, telah mendatangi sejumlah warung untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Namun dari empat warung yang ia datangi di sekitar Kelurahan Rempang Cate, dan Sembulang, tidak satupun yang memiliki stok gas melon ini.

“Ini (kelangkaan) cukup merepotkan, karena pada momen lebaran kebutuhan gas untuk memasak jauh lebih tinggi dibanding hari biasa. Kalau dalam satu atau dua hari ini tak ada pasokan gas, makin susah kita (warga Galang),” kata Julita.(bbi)

Lepas Lebaran, Warga Liburan

0
foto: agus bagjana untuk batampos.co.id

batampos.co.id –  Bintan masih menjadi tujuan wisata bagi warga Batam. Pelabuhan ASDP Punggur sejak dua hari ini penuh dengan warga yang hendak ke Tanjung Uban. Mengendarai motor dan mobil warga Batam menyeberang ke Uban naik kapal Roro.

foto: agus bagjana untuk batampos.co.id

Uban menjadi titik poin untuk mengeksplorasi Pulau Bintan.

Dari sana bisa menuju kawasan wisata di Lagoi maupun ke Kota tanjung Pinang. (ptt)

 

Kepala BP Batam Ucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H

0
Kepala BP Batam (√) Edy Putra Irawady, bersama Walikota dan Wakil Wlikota Batam serta Ketua DPRD batam melambaikan tangan saat melepas peserta takbiran.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawady menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah bagi seluruh masyarakat Kota Batam yang merayakan.

“Saya ucapkan kepada masyarakat Kota Batam minal aidhin wal faizin selamat hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, semoga kita meningkatkan ketaqwaan kita sampai insyallah di ramadhan selanjutnya utamanya menjaga kesucian kita,” katanya setelah mengikuti perayaan pawai takbir keliling tingkat Kota Batam di Jalan Gajahmada Ruko Palm Spring, Batam centre pada Selasa (4/6/2019) malam.

Ia juga menyampaikan harapannya agar perayaan Idul Fitri dapat menjadi ajang untuk mempererat kembali semangat persatuan dan persaudaraan baik di dalam keluarga maupun antarmasyarakat.

“perayaan menyambut hari raya ini adalah suatu kebersamaan artinya kembali fitrah kita kumpul menjadi satu jiwa dan tidak ada pretensi disini, selanjutnya saya bangga antusias masyarakat Batam menyambut idul fitri ini merupakan modal bagi pembangunan Batam semangat kebersamaan ini tinggi sekali disini,” ujarnya. (*)

Pak Polisi Bantu Orang Sakit Turun dari Kapal

0
Ipda Iskandar anggota Polsek Kundur yang sedang bertugas pengamanan operasi ketupat seligi membantu pasien turun dari kapal Ferry

batampos.co.id – Polisi yang satu ini patut diacungi jempol. Ia membantu seorang pasien turun dari kapal.

Adalah Ipda Iskandar yang sigap dan tanggap dengan keadaan. Kamis (6/6/2019) sekira pukul 15.00 wib yang membantu mengangkat seorang pasien turun dari kapal usai berobat dari rumah sakit di Batam.

Tanpa ragu seorang anggota Polsek Kundur ini mengangkat pasien tersebut.

Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto mengapresiasi sikap tanggap yang dilakukan petugas pengamanan pos pelayanan di pelabuhan Tanjungbatu.

Kapolsek menuturkan Pawas Ipda Iskandar Birman bersama Brigadir J.Depari dan Bripda Anggraini membantu penumpang yang sedang mengalami sakit tiba dari batam.

“Sudah menjadi kewajiban bagi anggota polri untuk membantu siapapun yang membutuhkan tanpa harus diminta dan tanpa pamrih apapun. Langkah ini hendaknya menjadi contoh dan motovasi bagi semua anggota Polri,” terang Endi Endarto.

Sikap sigap tanggap ini ditunjukjkan langsung oleh Kapolsek Kundur. Saat di Pasar Sayur Tanjung Batu kapolsek pun membantu menyalakan motor seorang ibu yang susah menyala.

Lebih lanjut dikatakan Endi tugas dan fungsi anggota Polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dimanapun mereka bertugas. Keberadaannya diharapkan selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua masyarakat. (ims)

Baru Bebas Dari Penjara, Pria 45 Tahun Renggut Nyawa Empat Orang Dengan Senjata Api Ilegal

0

batampos.co.id – Pria 45 tahun menembak empat orang hingga tewas dengan menggunakan senjata api ilegal di Kota Darwin, Australia, Selasa (4/6/2019) malam waktu setempat.

Polisi yang mengetahui peristiwa tersebut langsung bergerak cepat dan berhasil membekuk pelaku yang diidentifikasi sebagai Benjamin Hoffman, penduduk asli Kota Darwin.

Komisioner Kepolisian Northern Territory Reece Kershaw mengatakan, pelaku menggunakan senapan yang sebenarnya dilarang sejak lama. Tepatnya sejak 1997.

Ilustrasi

“Ini tidak berkaitan dengan jaringan terorisme,” ujarnya, sebagaimana dilansir BBC kemarin, Rabu (5/6/2019). Menurutnya, Hoffman bukan orang baru bagi polisi. Saat ini pun, pelaku sedang menjalani masa uji coba setelah bebas dari penjara Januari lalu.

Menurut Kershaw, pelaku mendatangi empat lokasi berbeda dalam aksinya. “Dia mencari seseorang yang menurut beberapa saksi bernama Alex,” terangnya.

Lokasi pertama yang Hoffman datangi adalah Palms Hotel di kawasan Woolner. Di sana dia melepaskan tembakan di sejumlah kamar. Satu orang tewas dalam kejadian itu dan seorang yang lain terluka.

Dari sana, Hoffman melanjutkan perjalanan ke Buff Club, Gardens Hill Crescent, dan sebuah tempat di Jolly Street. Aksinya di tiga lokasi tersebut membuat tiga nyawa melayang.

“Dia juga sempat ke Peter McAulay Centre,” kata Kershaw. Lokasi yang dia sebutkan itu adalah pos polisi.

Gavin Kennedy, pejabat polisi Northern Territory, menuturkan bahwa kondisi keamanan sudah kembali normal.

“Warga bisa kembali beraktivitas tanpa perlu waswas,” tegasnya. Sampai saat ini, pelaku masih menjalani interogasi di kantor polisi.

Sementara itu, salah seorang korban tewas diidentifikasi sebagai Hassan Baydoun. Pria 33 tahun yang berprofesi sebagai sopir taksi tersebut berasal dari Lebanon. “Ini berat.

Dia adalah salah seorang kawan terbaik saya,” ucap kerabat Baydoun kepada Sydney Morning Herald. Sejauh ini, identitas tiga korban tewas yang lain belum diketahui.(jpnn)

Begini Rasanya Lebaran Idulfitri di Afrika Selatan

0

batampos.co.id – Meski penduduki muslim di Afrika Selatan kurang dari dua persen dari total populasi di sana, suasana Lebaran tetap semarak dan ikuti warga negara Indonesia (WNI) dan Pasukan Perdamaian PBB

Hari Raya Idulfitri Afrika Selatan jatuh pada Rabu (5/6) kemarin waktu setempat. WNI di Afrika Selatan menjalankan ibadah salat id di Wisma Duta, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Afrika Selatan yang terletak di Pretoria.

Pada Idulfitri kali ini, KBRI Pretoria mengundang Imam Kamaludin Suratman, Dekan Fakultas Syariah Universitas Darussalam, Gontor, Jawa Timur sebagai imam dan khatib salat Id dengan mengangkat tema “Kembali ke AlQuran”.

Suasana Lebaran Idulfitri di KBRI Afrika Selatan. Foto: Istimewa/JPC

Dirinya menekankan bahwa umat Islam Indonesia sebagai bagian dari umat Islam dunia berkewajiban membangun, memperkuat dan menebarkan nilai-nilai qurani, yaitu perdamaian, ketinggian budi, dan kemanfaatan bagi kesejahteraan umat manusia (rahmatan lil alamin).

Duta Besar Indonesia Untuk Afrika Selatan, Salman Al Farisi, menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Fitri adalah hari di mana manusia kembali pada fitrahnya yang suci dan bersih.

“Nilai-nilai Idulfitri ini membawa semua pada keutamaan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia yang pada tahap ini telah memasuki babak baru pembangunan nasional yang perlu didukung bersama oleh seluruh elemen bangsa yang bersatu dan damai,” ujarnya.

Usai pelaksanaan salat dan khutbah Idulfitri masyarakat yang terdiri dari kalangan pelajar, pekerja professional, dan keluarga besar KBRI Pretoria berbaur dalam ramah tamah dan menyantap berbagai masakan khas lebaran di tanah air.

Kudapan terus terdiri dari kudapan ringan hingga lontong opor komplit dengan sambal goreng krecek yang sangat dirindukan oleh masyarakat.

Suasana Lebaran Idulfitri di Afrika Selatan. Foto: Istimewa/JPC

Tampak hadir pula beberapa personel TNI anggota Satgas Pemelihara Perdamaian PBB di Congo yang sedang cuti. Tidak ketinggalan juga beberapa warga asing yang ingin merasakan semaraknya perayaan Idul Fitri khas Indonesia.

Semakin semarak, kehangatan silaturahmi hari raya Idulfitri di Afrika Selatan ditambah dengan acara hiburan yang menampilkan kebolehan para warga yang menyajikan lagu-lagu reliji dan campur sari.

Sebelumnya, selama bulan Ramadan, Kedubes Afrika Selatan di Pretoria bersama WNI telah melaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah setiap akhir pekan.

Pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah dan infaq, safari dakwah Ramadan, dan khataman Quran oleh majlis taklim Ibu-ibu anggota Dharma Wanita disana juga dilakukan.

Para pelajar Darul Ulum asal Indonesia juga banyak yang dilibatkan sebagai imam di berbagai masjid yang tersebar di Afrika Selatan.(jpc)

H+1 Lebaran Harga Cabai Merah Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram

0

batampos.co.id – Pasca lebaran harga cabai merah di Kota Batam masih tinggi. Seperti yang terjadi di Pasar Tibancenter, Sekupang.

Harga cabai merah dijual Rp 120 sampai dengan Rp 150 ribu per kilogramnya (kg).

Rosdiah, pedagang sayur di Pasar Tibancenter mengaku harga cabai masih sangat tinggi. Hal ini karena pasokan tidak ada yang masuk. Menurutnya, cabai yang dijual saat ini merupakan stok yang masih tersedia di kiosnya. Baca Juga: Seminggu Cabai Merah Naik Rp 20 Ribu

“Satu onsnya Rp 15 ribu. Yang belanja masih ramai. Harganya memang masih tinggi sama seperti sebelum lebaran,” sebutnya.

Yuliana seorang warga saat memilih cabai di pasar Mega Legenda beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia menjelaskan, untuk kondisi cabai merah memang tidak terlalu bagus, karena sudah beberapa hari berada di kios. Sedangkan pasokan dari agen atau distributor belum masuk karena masih suasana lebaran.

“Kondisinya ya begitu. Tapi masih bagus untuk dimasak. Memang ada yang sedikit layu karena sudah cukup lama juga,” ujarnya.

Hal senada dikatakan penjual sayuran lainnya, Budi, persediaan cabai merah saat ini tidak banyak sebanding dengan permintaan yang juga terbilang menurun dari sebel lebaran. Baca Juga: Warga Serbu Cabai dan Bawang di Pasar Murah

“Kemarin yang beli banyak karena kan mau masak jadi harganya juga tinggi. Sekarang harga masih tinggi tapi permintaan menurun dan stok terbatas,”‘ bebernya.

Menurutnya, sekarang sekilo dijual Rp 120 ribu dan satu onsnya Rp 13 ribu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, mengatakan stok kebutuhan cabai merah masih cukup.

Distributor juga telah menyiapkan pasokan sesuai dengan kebutuhan selama lebaran dan pasca lebaran. Mengenai harga ia mengakui kesulitan untuk membatasi.

Adanya persaingan antara distributor di Batam membuat harga naik turun, terutama saat hari-hari besar seperti lebaran ini.

“Permintaan tinggi harga sudah pasti naik. Ini yang sulit dibendung. Memang selalu seperti itu keadaannya. Hal ini ditambah lagi Batam bukanlah daerah penghasil dan hanya mengharapkan impor dari daerah lain,” ujarnya.

Ia berharap harga kebutuhan bisa kembali normal pasca lebaran. Sebab, permintaan sudah kembali normal sehingga tidak ada alasan harga melambung tinggi.

“Kami berupaya mengendalikan harga dengan menggelar pasar murah bersama TPID Batam dan distributor,” jelasnya.

Program tersebut lanjutnya sangat berdampak utnuk mengendalikan harga di pasaran. “Kemarin sudah kami gelar dan ada dampaknya,” ujarnya.

Sementara itu pembeli kesulitan menemukan daging ayam segar. Para pedagang hanya menjual daging ayam beku.

“Ayam yang dipotong kemarin ada tapi sudah masuk ruang pendingin. Satu kilo Rp 40 ribu. Hari ini kami tidak ada potong ayam. Jadi hanya menjual sisa stok kemarin,” kata salah seorag pedagang daging ayam, Komarudin.(yui)

H+1 Lebaran, Pemudik Antar Pulau Padati Pelabuhan Domestik Sekupang

0

batampos.co.id – Hari kedua perayaan Idulfitri, suasana di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) masih dipadati warga yang hendak meninggalkan Kota Batam.

Kepala Pos Syahbandar PDS, Parsaoran Samosir, mengatakan, meskipun arus mudik sudah usai beberapa hari lalu, masih banyak warga yang berencana meninggalkan Kota Batam.

“Iya masih ramai tapi tidak seperti sebelum mudik. Kalau mudik itu yang berangkat mencapai enam ribu lebih. Hari ini sepertinya setengahnya atau tiga ribu orang yang berangkat,” kata dia, kepada batampos.co.id, Kamis (6/6/2019).

 

Parsaoran menjelaskan, untuk penumpang yang berangkat pasca arus mudik, kebanyakan mereka akan bersilaturahmi dengan sanak saudara di pulau terdekat.

Masyarakat Kota Batam memadati Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) pada H+2 Lebaran, Kamis (6/6/2019). Rata-rata mereka hendak melakukan mudik antar pulau di Provinsi Kepri. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

“Mungkin mereka lebaran pertama di Batam, dan selanjutnya di tempat saudara seperti Tanjungbatu, Tanjungbalai dan antar pulau lainnya,” ujarnya.

Ia memprediksi arus keberangkatan dan kedatangan masih ramai dan memastikan keberangkatan lancar. Seperti cuaca yang aman untuk berlayar agar penumpang aman tiba di tempat tujuan.

“Kalau memang cuaca tidak bagus dan itu mempengaruhi jarak pandang maka harus ditunda demi keselamatan penumpang,” terangnya.

Ia menjelaskan seperti biasanya, cuaca di Kota Batam cepat sekali berubah. Meski hujan disertai angin terjadi namun itu tidak lama. Sehingga pelayaran bisa dilanjutkan.

“Rata-rata 15 sampai 20 menit saja. Karena cepat sekali perubahannya,” imbuhnya.

Ernita, warga yang dijumpai di PDS, mengaku memilih mudik ke Tanjungbalai setelah lebaran karena ingin merayakan lebaran pertama di Batam.

“Sekarang mau berangkat ke rumah orangtua suami. Jadi berangkatnya pasca lebaran pertama,” sebutnya.

Perempuan yang berkerja sebagai pegawai negeri sipil ini mengaku akan kembali ke Kota Batam sebelum waktu masuk kerja dimulai kembali.

“Paling Sabtu baru balik ke Batam. Karena Senin sudah kerja kembali,” sebutnya. Sementara itu, Ketua DPC INSA Batam, Asmadi menambahkan arus keberangkatan masih terus terjadi.

Ia berharap cuaca Batam yang saat ini cenderung mendung dan hujan tidak menghambat keberangkatan penumpang.

“Masih ada yang berangkat namun tak seramai sebelum mudik. Mereka yang antar pulau biasanya yang mudik pasca lebaran,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk saat ini penjualan tiket sudah kembali normal. Kapal yang berangkat juga tidak sebanyak waktu menjelang arus mudik lebaran.

“Kemarin semua tujuan penuh. Sekarang sudah normal. Tadi ke Dumai ada lima kapal tapi semua tidak penuh,” terangnya.(yui)

Lebaran di Kampung Monggak, Kota Batam, Tanpa Aliran Listrik

0

batampos.co.id – Malam pertama setelah lebaran menjadi momen berharga bagi masyarakat di pesisir Batam, khususnya warga kampung di sekitar Kecamatan Galang. Malam pertama lebaran ini dimanfaatkan masyarakat untuk saling mengunjungi, memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan.

Di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang sendiri, momen malam saling mengunjungi pada momen Idulfitri 1440 Hijriyah ini berlangsung tidak sesuai harapan. Masyarakat yang mendiami kampung ini harus melewati malam tersebut tanpa aliran listrik, karena genset yang biasa menerangi kampung mengalami kerusakan.

Dari ratusan rumah yang ada di kampung dengan mayoritas nelayan ini, hanya beberapa rumah saja yang diterangi oleh lampu neon, itu karena mereka memiliki genset pribadi. Sementara sebagian besar rumah warga, hanya diterangi oleh nyala pelita dan lilin saja.

foto: batampos.co.id / bobi bani

“Padahal saat sekarang harusnya listrik nyala, tidak nyala begini jadi tak meriah, kita kasian juga dengan tamu-tamu yang datang,” kata Sarman salah satu warga yang rumahnya hanya diterangi lampu pelita di malam pertama setelah lebaran tersebut pada Rabu (5/6) malam.

Sarman melanjutkan, tanda-tanda kerusakan genset ini sudah diketahui sejak malam takbiran. Dimana saat itu mesin genset yang menerangi seisi kampung sempat dua kali padam. Setelah diperbaiki oleh petugasnya, mesin ini kembali menyala namun kembali mati pada sekitar pukul 01.00 WIB dan tidak bisa dinyalakan sampai pagi.

Padahal biasanya pada momen lebaran seperti saat ini, listrik akan menyala dari sore hingga pagi harinya. Kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya ibu-ibu yang menyiapkan penganan untuk lebaran.

“Kata petugas rusak selang minyaknya, dia sudah usaha perbaiki tapi alatnya tidak ada. Jadi gelap kita hari raya ini,” kata Sarman lagi.

Meskipun demikian, aktivitas masyarakat saling mengunjungi di malam pertama setelah lebaran ini tetap berlangsung. Kondisi tersebut diakui layaknya momen lebaran sekitar tahun 1980-an, dimana di kampung Monggak ini tidak ada yang memiliki genset, sehingga momen lebaran dilalui dengan cahaya yang hanya bersumber dari pelita saja.(bbi)

Bupati Bintan Salat Ied di Kijang

0

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam melaksanakan salat Idul Fitri 1440 H di Mesjid Besar Nurul Iman, Kijang, Rabu (5/6) pagi.

Usai melaksanakan salat,  ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan rasa syukur setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan suci ramadhan.

“Tentunya rasa syukur serta momen Idul Fitri 1440 Hijriah ini diharapkan dapat memupuk kembali rasa persatuan dan kesatuan di tengah tengah masyarakat untuk kepentingan bersama dan bergandeng tangan mendukung sejumlah program pemerintah daerah untuk lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam melaksanakan salat Ied di Masjid Besar Nurul Iman, Kijang, Rabu (5/6) pagi. F.Diskominfo Bintan untuk batampos.co.id

Ketua Panitia Penyelenggara Salat Idul Fitri di Masjid Besar Nurul Iman Kijang, Saleh Mursalin, mengatakan, dipilihnya Masjid Besar untuk kegiatan salat Ied karena untuk menyesuaikan dengan kondisi cuaca di lapangan.

“Beberapa hari belakangan ini sering turun hujan di Bintan khususnya, maka Masjid dinilai salah satu tempat yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Bertindak selaku Khatib Salat Ied 1440 H di Masjid Besar Nurul Iman, Raja Sofyan dengan imam, Raja Muhammad Innamul Hasan yang merupakan Santri hafiz Quran dari pondok pesantren Sulaimaniyah cabang Turki di Bogor. (met)