batampos.co.id – H-3 Lebaran Idulfitri pusat perbelanjaan mulai dipadati pembeli. Salah satunya adalah pasar seken yang menjual pakaian, celana dan sepatu branded di Kota Batam.
Peningkatan itu menjadi kabar baik bagi para pedagang, setelah pada dua tahun belakangan jumlah masyarakat yang datang berbelanja barang bekas menurun.
“Adalah peningkatan kalau dibanding hari biasa,” kata Sani, salah satu pemilik kios barang bekas yang ada di Kecamatan Bengkong, Minggu (2/6/2019) malam.
Pembeli di pasar seken sedang memilih pakaian. Pada H-3 Lebaran Idulfitri, masyarakat Kota Batam tidak hanya memadati pusat perbelanjaan modren tapi juga pasar barang-barang bekas. Foto: Bobi/batampos.co.id
Sani menjelaskan, penghasilannya pun meningkat seiring banyaknya masyarakat yang mendatangi tempat usahanya.
“Dua tahun lalu, kita (pedagang barang bekas) banyak yang merugi. Paling-paling hanya bisa menutupi modal yang telah dikeluarkan,” ujarnya.
Pantauan batampos.co.id di lokasi, hingga sekitar pukul 21.30 WIB kawasan lokasi usaha Sani dengan pedagang barang bekas lainnya masih dipadati pembeli. Di masing-masing kios umumnya terdapat sepatu, pakaian, dan tas.(bbi)
batampos.co.id – Harga telur ayam yang terus merangkak naik membuat sebagian warga Kota Batam beralih membeli telur pecah. Alternatif tersebut dilakukan guna menekan biaya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan Lebaran Idulfitri.
Cici, salah seorang pembeli di Pasar Fanindo, Batuaji, mengatakan, dirinya terpaksa membeli telur yang sudah pecah karena harga per papannya saat ini mencapai Rp 45 ribu.
“Telur pecah ada jual Rp 1.000 per butir makanya beli yang pecah saja, tapi masih bagus isinya,” ujarnya kepada batampos.co.id, Senin (3/6/2019).
Harga telur di Kota Batam terus mengalami kenaikan, saat ini per papan dibanderol Rp45 ribu. Mahalnya harga telur membuat beberapa masyarakat kota Batam membeli telur rusak atau pecah. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Selain itu, guna menekan pengeluaran beberapa masyarakat Kota Batam lainnya memilih menganti lauk mereka dengan yang lebih murah. Seperti tahu dan tempe.
Pantauan di sejumlah pasar basah, hampir semua barang perlengkapan dapur naik di atas 10 persen dari harga normal. Telur ayam per papan dibanderol Rp 45 ribu per papan.
Padahal sepekan sebelumnya hanya Rp 39 ribu hingga Rp 40 ribu per papan. Begitu juga dengan daging sapi segar tembus diangka Rp 160 ribu per kilogram. Daging ayam juga naik menjadi Rp 37 ribu perkilogram. Padahal sehari sebelumnya, Minggu (3/6/2019) masih Rp 34 ribu perkilogram.
Selain itu harga cabai rawit saat ini Rp 60 ribu per kilogram. Insah pedagang cabai di Pasar Aviari, Batuaji, mengatakan, saat ini tidak ada masyarakat yang membeli cabai rawit per satu kilogram.
“Tak ada yang beli per kilo lagi. Orang warung pun mikir-mikir karena mahal cabai sekarang,” ujarnya.
Lonjakan harga kebutuhan pokok ini diprediksi akan terus berlanjut hingga hari raya Idulfitri nanti.(eja)
batampos.co.id – Sore ini, petugas rukyat hilal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam melakukan pemantauan hilal sebagai tanda jatuhnya 1 Syawal 1440 Hijriah atau hari pertama Lebaran Idulfitri di bukit dekat Tanjungpinggir, Sekupang, Senin (3/6/2019).
Kepala Seksi Bimas Islam, Budi Dermawan, mengatakan, sesuai dengan arahan Kementerian Agama, pihaknya bersama organisasi masyarakat (ormas) islam yang ada di Batam akan turun untuk memantau hilal masuknya 1 Syawal.
“Kami memantau dan memastikan ada tidaknya hilal terlihat, nanti hasilnya tetap dilaporkan ke pusat. Hingga saat ini belum ada kepastian 1 Syawal yang kami dapat,” kata Budi.
Melihat Hilal. Ilustrasi
Ia mengungkapkan, jika hasil pemantauan menangkap penampakan hilal berarti ada kemungkinan lebaran besok, Selasa (4/6/2019). Kata dia, dengan kondisi cuaca saat ini hilal dipastikan belum bisa terlihat. “Kami karena diperintahkan untuk turun, jadi kami akan pantau sore ini,” sebutnya.
Budi menambahkan berdasarkan informasi sementara yang diterima, Muhammadyah berencana akan melaksanakan salat Ied Rabu (5/6/2019) mendatang. Sementara untuk keseluruhan tetap harus menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama pusat.
“Sore nanti kan semua pada turun memantau. Hasilnya akan langsung dikirim ke pusat sebagai bahan pertimbangan nantinya,” imbuhnya.
Ia mengingatkan, masyarakat muslim Kota Batam untuk membayar zakat fitrah. “Meskipun belum ada ketentuan pasti, namun jika ada kesempatan bayarlah zakat lebih cepat,” ajaknya.(yui)
batampos.co.id – Rumah Tahanan (Rutan) kelas II A Batam di Tembesi akan menerapkan kunjungan terbuka saat lebaran Idulfitri selama tiga hari, mulai Rabu (5/6) hingga Jumat (7/6).
Dengan pola tersebut, warga binaan bisa bebas bercengkerama dan makan bersama dengan anggota keluarga di dalam Rutan.
“Kunjungan terbuka ini rutin dilakukan tiap hari raya keagamaan apapun, agar hak-hak warga binaan di momen hari raya bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Kepala Keamanan Rutan Kota Batam, Heri Agusiswanto, Senin (3/6/2019).
Warga Binaan Lapas Batam kelas IIA dijenguk oleh keluarganya. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Kunjungan terbuka lanjutnya, akan dilakukan dalam dua sesi setiap hari. Sesi pertama mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB dan sesi kedua mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Baca Juga: 754 Warga Binaan Lapas Barelang Dapat Remisi Idulfitri
Meski terbuka pengamanan dan prosedur kunjungan tetap sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Regu pengamanan kami lapis dua. Biasanya satu regu 16 orang selama hari raya nanti jadi dua regu, ditambah dengan petugas staf pengaman 10 orang. Pengamanan kita tingkatkan karena pembesuk masuk dalam lingkungan rutan,” kata Heri.
Menurutnya, keluarga para warga binaan hanya bisa membawa masuk makanan dan minuman ke dalam Rutan. “Barang-barang yang tidka boleh dibawa pembesuk saat bertemu keluarganya salah satunya ponsel,” paparnya.
Saat ini lanjutnya, total warga binaan Rutan Batam sebanyak 1.050 orang dan seluruh warga binaan beragama islam bisa dikunjungi oleh kerabat dan keluarga dari luar.(eja)
batampos.co.id – Merangkai janur kelapa menjadi ketupat memiliki kesan tersendiri bagi perempuan-perempuan pesisir di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Mereka rela belajar mati-matian agar tidak tertimpa musibah.
“Kalau perempuan Melayu tidak bisa bikin ketupat, pas mati nanti dia akan menanggung Burut (penyakit yang disebabkan karena isi perut turun atau turun berok),” kata Sakyah, wanita sepuh yang tinggal di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang kepada batampos.co.id, belum lama ini.
Wanita 90 tahun itu mengatakan, mereka bukan hanya menanggung burutnya sendiri, namun juga burut orang lain juga harus ditopang.
Penyakit itu menjadi bayangan yang mengerikan bagi dirinya dan perempuan-perempuan pesisir lainnya. “Kata orangtua kami dulu, kita harus angkat Burut orang, burut itu sejuk sekali katanya,” tutur Sakyah dengan mimik muka serius.
Seorang warga Kampung Monggak merangkai janur menjadi ketupat. Foto: Bobi/batampos.co.id
Meski tidak mengetahui secara pasti mitos itu berasal dari mana, Namun Sakyah tetap meyakininya. Hal itu pula yang disampaikannya kepada empat anak perempuannya.
Mariam, salah satu anak perempuan Sakyah membenarkan apa yang dituturkan ibunya tersebut. Karena takut terkena penyakit tersebut, dirinya mengaku belajar cukup keras agar bisa membuat ketupat.
Hasilnya saat usinya masih terbilang belia, Mariam sudah pintar merakit janur menjadi ketupat. “Takut menanggung Burut jika nantinya meninggal,” ujarnya.
Namun lanjutnya, saat ini, dirinya menyadari jika hal tersebut belum tentu benar. Meski demikian, ia melihat manfaat positif dari kemampuan membuat ketupat. Karena tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli ketupat jadi di pasar.
“Saya ajarkan juga anak-anak bikin ketupat, kalau mereka tidak mau, saya bilang matinya nanti menanggung Burut,” kata Mariam sembari ketawa.
Anak-anak melayu khususnya di pesisir Batam yang lahir di bawah tahun 1990-an umumnya diwajbkan dapat merangkai janur menjadi ketupat.
Tetapi saat ini kondisi tersebut, sepertinya tidak lagi dipaksanakan para orang tua. Pasalnya ketupat saat ini bisa langsung didapatkan di pasar-pasar, sehingga kemahiran membuat ketupat ini tidak lagi menjadi keharusan.(bbi)
batampos.co.id – Bank Mandiri menyiapkan dana tunai sebesar Rp 54,9 triliun atau sekitar Rp 1,9 triliun per hari untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang tunai di masyarakat sepanjang Ramadan dan menjelang Idulfitri 1440 H. Antisipasi tersebut akan diberlakukan selama 28 hari kerja pada 13 Mei hingga 9 Juni 2019.
Menurut Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi, alokasi dana tunai harian tersebut meningkat sekitar 19 persen dari rata-rata kebutuhan harian pada kondisi normal.
Dari besaran tersebut, pihaknya mengalokasikan sekitar 82 persen untuk memenuhi ketersediaan dana di mesin-mesin ATM Mandiri. Sedangkan sisa-nya yang 18 persen akan ditempatkan di kantor cabang.
“Untuk mengantisipasi peningkatan transaksi tunai di ATM menjelang libur Idul-fitri, kami akan melakukan pengisian limit maksimal di setiap ATM Mandiri sejak pekan kedua Mei hingga pekan pertama Juni 2019,” tuturnya.
Hery menambahkan, Bank Mandiri akan menyiapkan jaringan IT secara optimal untuk memastikan seluruh operasional channel pembayaran elektronik lainnya, seperti jaringan ATM, SMS Banking, Mandiri Online dan Mandiri Call 14000 tetap terjaga dengan membentuk tim monitoring IT yang selalu siaga selama liburan.
ilustrasi
Adapun pada masa libur Idulfitri pada 3-7 Juni 2019, Bank Mandiri akan tetap meng-operasikan 385 cabang di seluruh Indonesia secara bergantian untuk memberikan layanan perbankan terbatas kepada masyarakat, termasuk untuk pembayaran delivery order pembelian BBM oleh SPBU-SPBU dan pembayaran pajak.
Sebagai dukungan pada mobilitas masyarakat yang akan melaksanakan tradisi mudik pada musim libur Idulfitri 1440 H, pihaknya juga telah meningkatkan ketersediaan uang elektronik Mandiri e-money untuk memudahkan masyarakat melakukan pembayaran tol. Pihaknya juga meningkatkan kerja sama dengan merchant-merchant mitra melalui Indomaret, Alfamart, PVJ Mall, Jogjamart, Gramedia, Gunung Agung, Mitra 10, Merchant Online seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, Bhinneka, Dinomarket, JD. ID, dan Es.ID.
“Sementara ruas jalan tol yang dapat diakses kartu Mandiri E-money mencapai sebanyak 49 ruas, sepanjang lebih dari 1.100 km, antara lain ruas tol sepanjang Pelabuhan Merak sampai ke Surabaya,”imbuhnya. (*)
batampos.co.id – Pada H-3 jelang Lebaran Idulfitri 2019, harga sejumlah bahan pokok di beberapa pasar kembali naik. Seperti harga daging ayam segar yang sebelumnya sempat turun, kini kembali naik.
”Harga ayam sekarang Rp 36 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 34 ribu per kilogram,” ujar Aan, pedagang ayam di pasar Fanindo, Batuaji, Minggu (2/6/2019).
Aan mengatakan, harga daging sapi segar saat ini dijual Rp 150 ribu per kilogram sedangkan sapi beku dijual Rp 90 ribu per kg.
Hal yang sama juga terjadi di pasar SP Plaza dan Aviari. Rata-rata daging ayam dijual Rp 36 ribu per kg. ”Kebutuhan orang mau Lebaran, makanya permintaan tinggi,” katanya.
Adi, pedagang ayam di Pasar Mega Legenda Batam Center memotong daging ayam pesanan pelanggannya, Minggu (2/6/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Sementara Anton, pedagang daging ayam segar di pasar SP Plaza mengatakan harga daging ayam segar naik turun. ”Tapi untung naiknya hanya Rp 2 ribu,” jelas Anton.
Sedangkan tomat dijual Rp 20 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 15 ribu per kg. Menurut Murni, pedagang sayur di Pasar Fanindo, tingginya harga kedua komoditas tersebut dikarenakan pasokan barang yang berkurang.
”Barang sedikit, makanya mahal lagi,” ucapnya. Kondisi tersebut lanjutnya sudah terjadi sejak kemarin. Distributor kata dia, hanya memasok barang lebih sedikit dari biasanya.
”Petani di Medan mungkin sibuk mau Lebaran, makanya barang sedikit,” ucapnya.
Untuk harga bahan pokok lainnya, Murni mengaku tidak ada kenaikan. ”Sayuran hijau, bawang putih, cabai rawit dan lainnya masih normal dan stabil,” katanya. Baca Juga: Pak Polisi Turun ke Pasar Cek Harga Daging Ayam dan Cabe
Sedangkan di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga cabai merah ditawarkan mulai dari Rp 55 ribu per kg. ”Lumayan harga sedang naik,” ujar Siti, pedagang cabai di pasar tersebut.
Sementara itu harga komoditas lauk lain seperti udang justru turun. Safri, salah seorang pedagang di Tos 3000 Jodoh, mengatakan, jika biasanya udang ukuran sedang hingga besar ditawarkan mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kg, saat ini menjadi Rp 65 hingga Rp 80 ribu per kg. Baca Juga: Harga Daging Ayam Tinggi, Pemilik Warung Menjerit
”Memang sedang turun harganya,” kata Safri. Pantauan di lapangan masyarakat yang berburu bahan pokok di pasar cukup ramai. Tak hanya bahan pokok, mereka juga terlihat membeli kulit ketupat atau janur kelapa yang dijual mulai Rp 8 ribu per 10 biji kulit ketupat.(une)
batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi untuk empat hari kedepan (2 – 5 Juni 2019) yang akan terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Sebelumnya, BMKG mendapatkan indikasi peningkatan kelembapan atmosfer di wilayah Indonesia. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo mengungkapkan, pemicu utama yang menyebabkan hal tersebut adalah aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang mulai memasuki wilayah Samudera Hindia (Kuadran 2).
“Kondisi ini dapat menimbulkan adanya daerah pusaran angin, pertemuan angin, dan perlambatan kecepatan angin yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” kata Prabowo, Minggu (2/6).
Prabowo mengatakan, selain potensi hujan lebat, para stakholder pelayaran juga perlu mewaspadai peningkatan gelombang mulai dari 2,5 hingga 4 meter. Utamanya pelayanan arus mudik.
Peningkatan gelombang tinggi terjadi menyusul adanya sirkulasi udara di Samudera Hindia Barat sumatera.
ilustrasi
Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari timur – selatan kecuali di Perairan Barat Aceh – Kepulauan Nias dan dari barat daya – barat laut dengan kecepatan 3 – 15 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur – tenggara dengan kecepatan 3 – 25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Selatan Jawa hingga NTT, Juga di perairan Laut Timor, Arafuru, Perairan Yos Sudarso hingga Merauke.
“Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut,” jelas Prabowo.
Dari hasil pantauan BMKG, terdapat peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah mulai Selat Malaka bagian utara, Selat Wetar, Selat Karimata bagian selatan, Perairan Selatan Kalimantan, Laut jawa, serta Perairan Utara Jawa Timur. Juga di perairan Selatan Flores dan NTT. Sementara itu ketinggain gelombang hingga 4 meter rawan terjadi di beberapa wilayah perairan di Indonesia Timur. (tau)
batampos.co.id – Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau akan terus diguyur hujan lebat hingga pertengah Juni 2019 mendatang.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan, saat ini cuaca Kota Batam tidak menentu, namun dalam fase hujan tinggi.
“Kondisi seperti ini diduga akan terus berlangsung hingga pertengahan Juni. Waktunya kapan memang tak menentu, cuma lebih sering terjadi dini hari dan sore hari,” ujar Suratman, Minggu (2/6/2019).
Awan gelap tampak menghiasi wilayah Batam Centre. BMKG Klas I Kota Batam memprakirakan Kota Batam akan terus diguyur hujan deras hingga pertengahan Juni 2019. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Untuk Batam, potensi hujan lokal masih sering terjadi. Contohnya, saat di Nongsa hujan, ternyata di daerah Batam Center tidak hujan,” jelasnya.
Menurutnya, meski hujan tidak merata, namun saat turun, intensitasnya cukup tinggi. Meski begitu, Suratman, memperkirakan intensitas hujan tidak akan berpengaruh atau mengganggu jalur transportasi.
Baik darat, laut maupun udara. Bahkan untuk laut, tinggi gelombang diperkirakan masih di bawah satu meter. ”Untuk semua jenis transportasi masih normal, kondusif. Untuk udara tak terganggu, begitu juga laut,” tuturnya.
Namun, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati saat berada di luar ruangan. Apalagi jika berkendaraan, diharapkan membawa perlengkapan yang memadai termasuk jas hujan. Baca Juga: Hujan, Ada Puting Beliung di Tanjung Riau
”Untuk kenyamanan berkendaraan bisa update informasi melalui web BMKG Hang Nadim ataupun media sosialnya,” kata Suratman.(she/une)
batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) mencatat terjadinya perlambatan kredit perbankan pada April lalu. Pada bulan keempat 2019 tersebut, penyaluran kredit mencapai Rp 5.339,2 triliun atau tumbuh 11 persen secara year-on-year (yoy).
Atau lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 11,5 persen (yoy).
Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menyatakan, perlambatan tersebut berdampak pada pertumbuhan uang beredar. Berdasar data BI, komponen uang beredar dalam arti luas atau M2 mencapai Rp 5.744 triliun alias tumbuh 6,2 persen (yoy).
’’Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah kalau dibandingkan dengan Maret yang mencapai 6,5 persen,’’ jelasnya akhir pekan lalu.
Onny mengungkapkan, faktor penyebab turunnya peredaran M2 adalah uang kuasi. Yakni, tabungan dan simpanan berjangka. Komponen itu hanya tumbuh sekitar 6,2 persen pada April. Padahal, di bulan sebelumnya, pertumbuhannya mencapai 7 persen.
’’Pasar uang kuasi terhadap M2 itu tercatat 74,4 persen dengan nilai Rp 4.272,0 triliun,’’ ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Onny menuturkan bahwa komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) serta surat berharga selain saham meningkat. Masing-masing tumbuh 5,8 persen (yoy) dan 31,1 persen (yoy). Angka itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. ’
’Peningkatan pertumbuhan komponen uang beredar sempit (M1) dan surat berharga selain saham ini menahan perlambatan pertumbuhan M2,’’ jelas Onny.
Jika M1 mencatatkan perlambatan, turunnya peredaran M2 akan lebih besar daripada yang tercatat April.Berdasar faktor yang memengaruhinya, perlambatan pertumbuhan M2 dipicu kontraksi pertumbuhan aktiva luar negeri bersih dan perlambatan pertumbuhan kredit.
Pada April lalu, aktiva luar negeri bersih tumbuh negatif. Angkanya tercatat minus 5,8 persen (yoy). Pada bulan sebelumnya, kinerja aktiva luar negeri bersih juga negatif. Namun, angkanya lebih kecil. Yaitu, minus 3,7 persen (yoy).
ilustrasi
Menurut Onny, kondisi itu tercipta karena meningkatnya kewajiban sistem moneter nonresiden. Lagi pula, posisi cadangan devisa relatif stabil.
Onny menjelaskan, penyaluran kredit yang mengalami perlambatan terjadi pada golongan debitor korporasi dan perorangan. Dua golongan itu memiliki pangsa 49,9 persen dan 46,1 persen dari total penyaluran kredit. Namun, perlambatan pertumbuhan M2 masih tertahan oleh ekspansi operasi keuangan pemerintah pada April lalu.
Terbukti, tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat meningkat. Dari minus 9,1 persen (yoy) menjadi tumbuh sekitar 5,1 persen (yoy).
’’Ini sejalan dengan perlambatan rekening giro pemerintah pusat pada sistem moneter,’’ ujarnya.
Sampai bulan lalu, perlambatan uang beredar masih terjadi. Salah satu pemicunya adalah tingginya harga tiket pesawat yang mengakibatkan jumlah penumpang turun.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penurunan jumlah pemudik dari jalur udara pada H-6 dan H-7 Lebaran kali ini. Dalam waktu dua hari itu, jumlah penumpang pesawat tercatat 411.680 orang atau turun 42,77 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara terperinci, Kemenhub mencatat jumlah penumpang H-7 Idul Fitri pada Rabu (29/5) mencapai 231.578 penumpang.
Angka itu turun 20,01 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (289.522 penumpang). Pada H-6 Lebaran alias Kamis (30/5), tercatat ada 180.102 penumpang atau turun 39,62 persen kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya. (ken/vir/c14/hep)