Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11218

ATB Siap Jadi Perusahaan Air Ramah Lingkungan

0

Persoalan lingkungan merupakan isu penting di seluruh dunia. Salah satu penyumbang terbesar masalah lingkungan saat ini adalah pencemaran dari aktivitas operasional perusahaan.

Polusi udara dan air yang timbul sejak revolusi industri menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Sejumlah perusahaan besar yang concern terhadap isu lingkungan mulai melakukan riset produk yang diarahkan pada inovasi ramah lingkungan. Tidak terkecuali perusahaan air yang telah mendunia melalui penerapan teknologi ATB SCADA 4.0 Integrated System, PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Komitmen ATB terhadap upaya konservasi lingkungan dan kelestarian sumber daya air ditunjukkan dalam berbagai program berbasis lingkungan seperti ATB Festival Hijau, ATB Eco Office, ATB Bank Sampah, ATB Kebun Hidroponik dan Produksi Bebas Limbah.

Sebagian perusahaan mungkin masih ada yang khawatir jika beralih ke manajemen hijau yang ramah lingkungan tidak dapat meningkatkan daya saing bisnis mereka. Akan tetapi, ATB yakin dalam manajemen operasional bisnisnya bahwa peningkatan daya saing dan kualitas lingkungan hidup bisa dicapai secara bersamaan.

Tim ATB saat bersama tim BP Batam dan praktisi dari Institut Pertanian Bogor (IPA) saat mengunjungi IPA Duriangkang yang bisa dimanfaatkan dengan penanaman bibit pohon beberapa waktu lalu. ATB siap jadi perusahaan air yang mengutamakan ramah lingkungan

“Salah satu misi ATB adalah menjadi perusahaan yang peduli pada kesehatan dan lingkungan. Seluruh unit operasional perusahaan senantiasa memprioritaskan aktivitas yang profesional dan ramah lingkungan. Inovasi teknologi tidak hanya diterapkan untuk bisnis, tetapi juga untuk konservasi lingkungan dan tentu saja sumber daya air”, jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB saat ditemui di Sukajadi, Rabu (3/7).

Kontribusi ATB dalam mengelola sampah melalui program ATB Bank Sampah bahkan mendapatkan apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. ATB dinilai mampu menjadi agen lingkungan hidup dengan berpartisipasi aktif dalam penanganan sampah yang sekaligus mendukung program pemerintah menuju Indonesia Zero Waste 2025.

Kegiatan Bank Sampah di Batam telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup sejak tahun 2014. Selain bertujuan untuk menangani pengolahan sampah, program Bank Sampah juga ditujukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat, rapi dan bersih serta memanfaatkan sampah yang masih bernilai ekonomis.

Kesiapan ATB menjadi perusahaan air yang ramah lingkungan, juga dibuktikan dengan kegiatan Produksi Bebas Limbah. ATB telah melakukan kajian komprehensif bersama Laboratorium Analisa Institut Pertanian Bogor untuk pemanfaatan limbah hasil proses produksi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikelola ATB sebagai pupuk kompos tanaman.

Sludge (Flok) sisa produksi air, diaplikasikan pada jenis tanaman repregetasi dan landscape yang sesuai dengan lingkungan di sekitar IPA. Hasil analisis mendalam IPB, menyatakan bahwa sludge yang dihasilkan ATB aman dan bebas dari kandungan logam berat, toksit serta mikrobiologi parasit. Kesimpulannya, sistem manajemen produksi berbasis lingkungan yang diterapkan telah menjadikan ATB sebagai perusahaan yang bebas limbah.

Upaya jangka panjang dalam memberikan manfaat optimal bagi kelestarian lingkungan hidup telah diwujudkan ATB sejak tahun 2011 melalui penanaman bibit pohon secara kontinu di wilayah hutan yang menjadi area tangkapan air sekitar waduk tadah hujan. Area inilah yang menjadi sumber air baku bagi Kota Batam. Hingga tahun 2018, ATB telah berkontribusi menanam 10.700 bibit pohon yang tersebar di beberapa titik area tangkapan air.

Menggandeng Badan Pengusahaan (BP) Batam, tahun ini ATB kembali menggelar ATB-BP Batam Festival Hijau 2019 yang rencananya akan berlangsung pada 27-28 Juli mendatang. Penanaman bibit pohon mengambil lokasi hutan Sei Harapan dan Duriangkang.

Menjalankan roda bisnis selaras dengan perlindungan terhadap alam sekitar memang bukan perkara mudah. Namun bukan hal yang mustahil pula untuk dilakukan. Kelestarian lingkungan dan sumber daya air adalah investasi masa depan. Manfaat dari upaya konservasi lingkungan yang dilakukan akan terus dirasakan hingga generasi mendatang. (*)

 

Istilah Gratifikasi Diganti Suap yang Tertunda

0

Nad Rasya terus merengek. Bocah 2,5 tahun itu melepaskan gandengan tangan ibunya, Christin Sulistianingtias, lalu berlari menuju bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terparkir di depan Balai Kota Madiun di Jalan Pahlawan.

Bus tersebut berwarna biru kombinasi putih. Sekilas mirip Tayo the Little Bus yang digandrungi balita zaman now.

Tak jauh dari bus itu, Alfiana Rachmawati terus bercuap menggunakan pengeras suara wireless.

Petugas KPK tersebut berdiri di tengah kerumunan warga yang berjalan di area car free day (CFD) pada Minggu (30/6) pagi lalu.

”Ayo, silakan yang ingin naik bus,” kata Alfiana, lalu melanjutkan, ”tapi gantian, ya! Tunggu yang di dalam keluar dulu!”

Pagi itu CFD di Jalan Pahlawan, Kota Madiun, mirip lautan manusia.

Mereka berjalan santai menikmati udara pagi dan beragam kuliner atau belanja pernak-pernik.

Kendaraan dilarang melintas di ruas jalan utama kota tersebut hingga pukul 08.00. KPK memanfaatkan keramaian itu.

Pagi-pagi bus tiba di lokasi bersama mobil pelayanan publik lain milik pemkot setempat.

Bukan hanya perhatian balita yang teralihkan dengan bus besar tersebut.

Tidak sedikit remaja hingga orang dewasa yang mendekat dan melongok ke dalam bus berstiker besar warna merah bertulisan ”Berani Jujur Hebat” di sisi kanan dan kiri itu.

Mereka bahkan rela antre demi mengobati rasa penasaran tersebut. ”Mumpung KPK ke sini (Kota Madiun, red),” ujar seorang warga bernama Christin, 30.

Di dalam bus tak ada deretan kursi seperti lazimnya bus angkutan. Pengunjung hanya mendapati kabin kemudi di sisi depan dan beberapa meja komputer di sisi tengah.

Komputer itulah yang menjadi sarana KPK untuk mengenalkan beragam produk antikorupsi. Misalnya aplikasi JAGA, e-LHKPN, dan Gratifikasi Online (GOL).

Bus baru milik KPK singgah di Car Free Day Kota Madiun, Minggu (30/6/2019). Bus ini dijadwalkan singgah di 28 wilayah di Indonesia dalam tur selama empat bulan. Foto: Agus Dwi Prasetyo/JawaPos

Dari Jakarta, bus tersebut kali pertama singgah di Ngawi pada 25–26 Juni. Kemudian mampir ke Kota Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (28/6).

Dua daerah di barat Jawa Timur (Jatim) itu merupakan bagian dari 28 kabupaten/kota yang masuk daftar persinggahan bus KPK selama empat bulan.

Mulai Juni sampai Oktober. Selain Jatim, road show bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi tersebut akan mampir di sejumlah daerah di Bali dan Jawa Tengah.

Desain bus yang dikemudikan Encep dan Effendi secara bergantian itu dibikin lebih mentereng dengan dominasi warna biru dan putih cerah.

Desain tersebut membawa kesan ramah dan sejuk. Berbeda dengan tahun lalu, yang busnya bernuansa hitam dan merah sehingga menimbulkan kesan angker dan garang.

Ibarat syiar agama, KPK benar-benar memanfaatkan momen tur sejauh 2.821 kilometer itu sebagai sarana mendekatkan diri kepada masyarakat.

Selama ini sosialisasi antikorupsi lebih sering terpusat di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

”Kami menyadari, masih banyak masyarakat kita yang belum tahu tentang apa itu korupsi,” ujar Alfiana.

Alfiana tidak sendiri mencari ”penumpang”. Perempuan 28 tahun tersebut datang bersama beberapa petugas fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) di Kedeputian Pencegahan KPK lainnya.

”Kalau di Ngawi kemarin ada 12 orang (petugas fungsional, red) yang dilibatkan,” ucapnya.

Tahun ini bus KPK menawarkan menu lebih banyak daripada road show sebelumnya.

Selain sosialisasi produk antikorupsi, tim jelajah menggelar diskusi komunitas. Misalnya komunitas swadaya dan vendor atau rekanan proyek.

KPK juga memberikan pembekalan bagi para calon anggota legislatif (caleg) DPRD terpilih.

Tidak semua daerah punya pemahaman dan reaksi yang sama atas kedatangan bus itu. Alfiana menganggap hal tersebut sebagai tantangan tersendiri.

Dia mengedepankan gaya komunikasi yang fleksibel untuk menyesuaikan dengan kearifan lokal di setiap daerah.

”Yang paling penting menjaga komunikasi,” tutur perempuan berjilbab itu.

Direktur Dikyanmas KPK Giri Suprapdiono memahami bahwa setiap kota pasti punya keunikan dan daya tangkap yang berbeda dalam memahami materi antikorupsi.

Untuk itu, petugas harus mampu melakukan adaptasi penyampaian dengan cepat.

Di daerah pinggiran seperti Ngawi, misalnya, bahasa yang digunakan harus mudah dipahami.

Misalnya, istilah gratifikasi diganti dengan suap yang tertunda. Atau korupsi diganti dengan mencuri.

”Komunikasi antikorupsi itu menyesuaikan pangsa. Misalnya, kalau ngomong dengan DPRD itu agak revolusioner,” jelas Giri yang ikut dalam rombongan road show bus KPK di Madiun dan Ngawi.

”Kemudian, kalau ngomong di hadapan birokrasi harus beda, nggak boleh keras,” imbuh mantan direktur gratifikasi KPK tersebut.

Bus itu sejatinya hanya simbol bahwa KPK tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga pencegahan dan pendidikan. Bus tersebut juga obat bagi masyarakat yang rindu dengan KPK.

”Kalau selama ini mereka (masyarakat, red) hanya melihat di TV, berita OTT (operasi tangkap tangan), sekarang mereka (masyarakat) bisa melihat lebih dekat, ini lho orang-orang KPK,” terangnya.

Giri menganalogikan bus KPK sebagai sarana pendidikan yang kerjanya mirip dengan menginjeksi software komputer. Proses injeksi itu membutuhkan waktu lama.

Tidak seperti penindakan yang bisa lebih cepat layaknya membongkar komputer.

”Kalau pencegahan itu seperti antivirusnya, memberikan pendampingan agar orang tidak bisa korupsi,” ungkapnya.

KPK memang memiliki sumber daya terbatas dalam mengampanyekan antikorupsi.

Namun, Giri berupaya memaksimalkan strategi pemberantasan korupsi dengan berkeliling dan menggelar pesta hari antikorupsi di setiap daerah menggunakan bus tersebut.

”Ke depan kami berharap ada bus-bus seperti ini di setiap provinsi,” imbuh pria kelahiran Ponorogo itu.

Tim jelajah KPK punya cara menghilangkan kejenuhan selama menjalani road show maraton.

Antara lain dengan merotasi petugas fungsional seminggu sekali. Dan yang mengasyikkan: berburu kuliner maknyus di setiap daerah.

”Wawasan tentang kuliner bisa jadi komunikasi tambahan untuk mendekatkan kami dengan masyarakat setempat,” kata Giri yang sempat mencicipi pecel saat singgah di Madiun.(*/c9/ayi/jpg)

ACT Ajak Persija Kolaborasi Kemanusiaan dan Program Inovatif Qurban 2019

0

Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyambangi kantor Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (Persija). Kedatangan ACT ke Kantor Persija Jakarta bertujuan untuk menjalin kolaborasi dalam berbagai isu kemanusiaan, termasuk juga kolaborasi dalam program Inovatif Global Qurban dalam rangka menyambut Iduladha 2019. Direktur Marketing dan Bisnis Persija Jakarta Andhika Sukmana mengatakan bahwa pertemuan antara persija kedepannya bisa saling support untuk kepentingan kemanusian di Indonesia dan dunia.

“Institusi Persija Jakarta akan memberikan support kepada ACT. Untuk program-program kerjasamanya, akan kita eksplor lebih jauh. Yang jelas, kita akan berkomitmen untuk membuka ruang dan membuka diri bagi keluarga besar Persija, manajemen, pemain dan teman-teman Jakmania agar saling memberikan kontribusi yang positif untuk kemanusian melalui ACT,” kata Andhika Sukmana di Kantor Persija.

Mukhti, Direktur Partnership ACT menambahkan, “Kebaikan tidak bisa dilakukan sendiri, dukungan publik adalah yang utama. Sehingga, rantai kebaikan yang ada tidak terputus bahkan terus berkembang. Kami akan mencoba mengkolaborasikan berbagai program ACT dengan menyesuaikan pula kebutuhan Persija nantinya. Tidak hanya program-program umum kemanusiaan, kami pun mencoba mengkolaborasikan program Global Qurban, sehingga mudah-mudahan target kami di kurban tahun ini yaitu membahagiakan terhadap lebih 50 negara cepat terwujud,” ujarnya.

Di sisi lain, Persija Jakarta sangat mengapresiasi public figur, anggota serta komunitas yang terlibat dalam program ACT yang telah memberikan waktu hati dan pikirannya untuk kemanusiaan.

“Saya rasa awalnya itu sesuatu hal yang tidak terbayangkan buat kita semua, tetapi ketika kita sudah mencoba, untuk saudara kita yang membutuhkan, hal tersebut akan menjadi sebuah refleksi hati. Pastinya hati kita akan terpanggil. Saya juga memberikan apresiasi sangat tinggi untuk ACT karena telah memberikan semua energi dan waktu untuk orang-orang yang membutuhkan. Persija Jakarta berharap, semoga semua niatan beserta amal baik ini diterima dan dibalas oleh Allah SWT,” tutup Andhika Sukmana. (*)

21 Tahun Rumah Zakat, Berdayakan Indonesia dan Dunia

0

batampos.co.id – Berawal dari majelis taklim, Rumah Zakat berdiri 21 silam untuk merespons krisis yang terjadi pada tahun 1998.

Apakah yang bisa dilakukan untuk Indonesia? Untuk membuat kaum ibu tersenyum melihat anaknya sekolah, dan anak yang kehilangan senyumnya.

Melalui hal sederhana untuk mengembalikan senyum anak negeri, Rumah Zakat terus bergerak ke pelosok-pelosok, desa-desa, kampung, kota, bertransformasi menjadi Lembaga Filantropi yang terus tumbuh.

Perubahan dan inovasi terus dilakukan. Lembaga ini terus berkembang, pengurusnya ingin Rumah Zakat tumbuh menjadi lembaga amanah dan profesional.

Karenanya saat ini misi Rumah Zakat tidak hanya mengembalikan senyum anak negeri saja, tapi dunia.

Melalui program-program kemanusiaan untuk warga di 1.453 Desa Berdaya dengan segala program pemberdayaannya.

Rumah Zakat juga memberdayakan masyarakat desa agar bisa berdaya di tanah mereka sendiri dengan usaha mereka sendiri.

Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan (kemeja biru) berfoto bersama pengurus Rumah Zakat Perwakilan Kepri serta loper koran penerima paket Ramadan Berdaya di kantor Batam Pos, Senin (3/6/2019) lalu. Foto: Ali Ibenk/batampos.co.id

Ikhtiar rumah zakat selama 21 tahun menjaga amanah umat dan menjadi jembatan kebaikan untuk masyarakat Indonesia membuahkan hasil.

Selama 21 tahun Rumah Zakat berkontribusi untuk 32 juta orang. Mereka telah merasakan kebahagian dari program yang dihadirkan Rumah Zakat.

Atas hasil tersebut, pihak Rumah Zakat mengucapakan terima kasih kepada para pendiri, amil, relawan, donatur, mitra dan setiap orang yang telah mendukung program tersebut.

Pengurus berharap Allah selalu memberikan keberkahan dan kebaikan.

Pengurus juga memohon doa agar Rumah Zakat bisa terus berkontribusi dan mengembannya dengan amanah, profesional serta senantiasa memberikan karya dan amal terbaik.

Sehingga semua pihak bisa bersama-sama memberdayakan Indonesia dan dunia.(jpg)

BP Batam Promosi ke Jepang, Hitachi dan Kobe Port Tertarik Tanam Modal di Kota Batam 

0

batampos.co.id – Dua Perusahaan besar asal Jepang akan menanamkan modalnya di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal ini diutarakan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Edy Putra Irawady. Menurutnya BP Batam baru saja melakukan kegiatan promosi investasi di Jepang dalam kegiatan Indonesia Japan Business Forum (IJBF).

Kegiatan tersebut lanjutnya, digelar di Gedung Osaka City Central Public, Osaka, Jepang.

“Dua perusahaan besar di Jepang mengutarakan ketertarikannya terhadap sejumlah proyek yang tengah digarap dan dipersiapkan BP Batam,” katanya melalui rilis yang diberikan, Kamis (4/7/2019).

Ssaat ini lanjut dia, dua perusahaan tersebut akan melakukan kunjungan balik ke Kota Batam pada minggu ketiga bulan Juli, guna melakukan premilinary study.

Perusahaan tersebut lanjutnya aalah Hitachi, Ltd. Perusahaan multinasional itu kata dia, lebih memfokuskan pada bisnis inovasi sosial.

Mencakup sistem informasi, sistem daya dan industri, Litbang, sistem media digital, pengadaan internasional, dan pusat keunggulan (Center of Excellence) hingga infrastruktur dengan memenuhi kebutuhan konsumen internasional.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady (kanan) saat berbincang dengan salah seorang investor Jepang. BP Batam melakukan promosi investasi di Jepang dalam kegiatan Indonesia Japan Business Forum (IJBF). Foto: Dokumentasi Humas BP Batam

“Setelah pertemuan One on One antara kami (BP Batam) dengan Hitachi, mereka mengungkapkan ketertarikan terhadap proyek Desalination Plan (Desalinasi Air di Batam) dan WWTP (Waste Water Treatment Plan,” ujar Edy.

Sementara perusahaan lain yang juga mengungkapkan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan BP Batam adalah Kobe Port.

Kata dia, delegasi BP Batam melakukan pertemuan dengan sejumlah pelabuhan di Jepang yaitu Yokohama Port, Sakai Port dan Kobe Port.

Khusus Kobe Port, telah disepakati akan dilakukan kerjasama SisterPort antara Pelabuhan Batuampar dan Kobe Port.

Pelabuhan Kobe sendiri kata dia, pelabuhan yang terletak di kota Kobe, Hyogo, Jepang. Pelabuhan itu terletak di kaki Gunung Rokkō.

Di areal ini, juga dibangun beberapa pulau buatan dengan sensasi pemandangan yang indah dan dikenal sebagai Pelabuhan dengan Pulau buatan dan view terbaik di Jepang.

Edy optimis hadirnya dua perusahaan Jepang itu akan menjadi momentum yang sangat baik bagi Kota Batam untuk menarik investor lainnya dari Jepang.

Jepang kata dia, merupakan negara 10 besar investasi asing yang masuk ke Batam dengan menduduki peringkat ke-7.(*)

Bareskrim, Tangkap Penjual Satwa Dilindungi

0

batampos.co.id – Bareskrim be­rupaya menekan per­buruan satwa dilindungi. Ke­marin (3/7) Direktorat Tindak Pi­dana Tertentu (Dittipidter) membongkar jaringan penjual­a­n satwa dilindungi di Jawa Te­ngah.

Uniknya, semua sat­wa tersebut berasal dari Indo­nesia Timur. Dari kanguru, beruang masu, hingga nuri kepala hitam berhasil disita.

Direktur Dittipidter Brigjen Fadhil Imran menuturkan, awalnya petugas mendeteksi jaringan internasional penjual satwa. Dari jaringan ini ternyata ada hubungan dengan jaringan di Indonesia, tepatnya di tiga daerah, yakni Pati, Kudus, dan Brebes.

”Yang ternyata hewannya merupakan asal Indonesia Timur, bukan Jawa Tengah,” tuturnya.

Nah, melihat begitu terorganisirnya jaringan penjual satwa, Dittipidter sedang memetakan bagaimana penjualan satwa secara sembunyi-sembunyi ini.

Saat ini sedang dibagi bagaimana pergerakan penjual satwa di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur.

”Ini kami lakukan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan,” paparnya.

Ilustrasi

Untuk kasus di Jawa Tengah, dia menuturkan bahwa penjual satwa ini skalanya cukup besar dan diduga memiliki jejaring yang cukup luas.

”Teknisnya akan diungkapkan Kasubdit 1,” papar mantan Direktur Dittipid Siber tersebut.

Sementara Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Kombespol Adi Karya Tobing mengatakan, dalam kasus tersebut ditangkap tiga orang, dengan inisial MUA, M, dan KG.

Ketiganya bekerja sama untuk menjual satwa dilindungi yang didominasi dari Indonesia Timur.

”Ternyata mereka bekerja sama dengan nelayan,” paparnya.

Jadi, mereka telah bekerja sama dengan meminta nelayan untuk mengambil satwa di Indonesia Timur dan membawanya ke Jawa Tengah.

”Nelayan kan banyak yang sampai Indonesia Timur untuk mencari ikan,” paparnya.

Setelah berada di Jawa Te­ngah, para penjual ini membelinya dari nelayan. Menu-rutnya, setelah itu para tersangka menjualnya dengan berbagai cara.

Khususnya secara online dengan mekanisme rekening bersama (rekber).

”Setelah uang masuk ke pihak ketiga atau rekber, hewan dikirim, dan setelah diterima, uang dibayarkan ke penjual,” terangnya.

Menurutnya, dari jaringan tersebut disita beruang madu, li­ma ekor landu aru, dua ekor ka­kak tua jambul kuning, nu­ri kepala hitam, satu ekor nu­ri, dan lima kanguru.

Semu­a­­nya akan dilepasliarkan setelah rehabilitasi.

”Agar kembali ke habitatnya,” jelasny­a.

Sementara tersangka MUA mengakui bahwa dirinya membeli beruang madu seharga Rp 8 juta di Pelabuhan Juwana, Pati, Jateng.

Beruang itu rencananya akan dijual kembali. Berbeda dengan MUA, KG mengaku telah lama beternak kanguru. Anakan kangguru itulah yang kemudian diperjualbelikan.

”Kalau indukan dari Indonesia Timur,” paparnya.(idr/jpg)

Hore, Jumlah Kunjungan Wisman Di Kepri Lebih Tinggi Dari Jakarta

0

batampos.co.id – Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, menempatkan Provinsi Kepri naik di peringkat kedua mengalahkan Jakarta dalam hal tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman).

Angka ini didapat dari perhitungan secara komulatif dari Januari hingga Mei 2019 ini. Adapun persentase tiga besor kunjungon wisman ke Indonesia hingga Mei 2019 ini, diantaranya, Bali sebesar 36,19 persen, Kepri sebesar 17,86 persen, dan Jakarta 14,86 persen.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri hingga Mei 2019 ini mencapai angka 1.137.976 kunjungan.

Angka itu naik sebesar 15,67 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama di tahun 2018 lalu berjumlah 983.778 kunjungan.

Baca Juga: Kota Batam Siap Menjadi Hub Wisatawan Mancanegara

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar, menjelaskan, sama seperti sebelum-sebelumnya, kunjungan wisman ke Kepri didominasi oleh wisman yang berasal dari negara tetangga, Singapura.

Pada bulan Mei 2019 ini saja, jumlah kunjungan wisman asal Singapura sebesar 42,30 persen dari 227.653 kunjungan kunjungan wisman ke Kepri pada Mei 2019 ini.

Tiga wisatawan saat berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam, Sabtu (12/5). Turis Singapura dan Malaysia banyak menikmati liburan ke Batam pada liburan akhir pekan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Angka kunjungan pada bulan Mei 2019 ini, mengalami kenaikan sebesar 18,23 persen dibanding jumlah wisman pada Mei 2018 lalu sebesar 192,553 kunjungan.

“Data sementara sampai Mei 2019 ini kita berada di peringkat dua setelah Bali, lebih tinggi dari Jakarta, sebelumnya kita di bawah Jakarta,” kata Buralimar ketika dihubungi,  Kamis (4/7/2019).

Baca Juga: Realisasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara Masih 24 Persen, Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Optimis Akan Capai 4 Juta

Buralimar melanjutkan, pihaknya menargetkan jumlah kunjungan wisman ke Kepri melampaui Jakarta pada 2020 mendatang.

Tren positif itu kata dia, sudah bergerak sejak April 2019 lalu, dimana jumlah kunjungan wisman ke Kepri sudah melampaui Jakarta.

Tren positif ini, kata Buralimar, akan terus dijaga melalui peningkatan kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah di tingkat pusat.

“Kerja sama kita dengan pusat harus terus ditingkatkan, karena tidak ada daerah yang maju tanpa dukungan dari pusat,” kata Buralimar lagi.(bbi)

Wakil Presiden Minta Dua BPJS Bekerja Sama

0

batampos.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti kondisi keuangan yang jomplang antara BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Pria yang akrab disapa JK itu menuturkan, keduanya harus bisa bekerja sama yang baik. Sebab sama-sama bertujuan memberikan jaminan sosial ke masyarakat.

Sorotan dari JK disampaikan dalam kegiatan pemberian anugerah Paritrana oleh BPJS Ketengakerjaan di Istana Wakil Presiden, Rabu (3/7/2019).

JK mengatakan, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan sama-sama berupaya menyejahterakan masyarakat.

’’Walaupun dalam kenyataannya, BPJS Ketenagakerjaan mempunya dana sangat besar. Selebihnya BPJS Kesehatan defisit terus,’’ katanya.

Apabila satu pihak memiliki banyak dana, sementara pihak satunya selalu defisit, maka beban akan berpindah ke pemerintah.

Sedangkan pemerintah memiliki batas kemampuan anggaran untuk menutup defisit BPJS Kesehatan. JK lantas mengakui bahwa kedua BPJS tersebut memiliki tipologi yang berbeda.

BPJS Ketenagakerjaan orientasinya memberikan manfaat dalam kurun jangka panjang. Sementara BPJS Ketenagakerjaan harus siap memberikan layanan kepada peserta yang sakit.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto merespons arahan dari Wapres JK itu. Dia mengatakan akan langsung membahas secara teknis dengan BPJS Kesehatan.

Sebenarnya sudah ada MoU antara kedua BPJS. Yakni MoU dalam hal pertukaran data dan koordinasi.

Petugas BPJS Kesehatan memberikan penjelasana kepada salah seorang warga saat melakukan pengurusan JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, Selasa (21/8). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

’’Tentu arahan tadi kita akan tindak lanjuti dan duduk bersama dengan BPJS Kesehatan,’’ katanya.

Terkait potensi adanya subsidi atau pendanaan silang antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan, Agus mengatakan akan mengkaji regulasinya dahulu.

Namun, dia menegaskan bahwa secara regulasi tidak diperkenankan terjadi subsidi silang antardua BPJS itu.

Agus menambahkan, sampai Mei tahun ini dana kelola BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 390 triliun. Pengelolaan keuangan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Sementara itu total perusahaan yang sudah ikut program BPJS Ketenagakerjaan mencapai 600 ribu unit.

Dengan jumlah peserta sebanyak 51 juta jiwa. Angka 51 juta jiwa itu setara dengan 56 persen populasi tenaga kerja yang layak atau eligible mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

”Angka 56 persen itu cukup positif. Sebab rata-rata dunia jaminan sosial di bidang ketenagakerjaan hanya 46 persen.”

Sementara itu target dalam roadmap yang ditetapkan Bappenas sampai 2021 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan berada di angka 51 persen.

Usulan kerja sama atau kolaborasi kedua jaminan sosial itu diragukan efektivitasnya oleh BPJS Watch. Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menjelaskan, hakikat program di kedua lembaga itu saja sudah beda.

Sehingga tidak akan serta-merta menyelesaikan persoalan defisit jika digabungkan.  Timboel mengakui bahwa ada program BPJS Ketenagakerja­an yang bersinggungan dengan jaminan kesehatan nasional (JKN).

Tapi pemerintah harus memperhatikan juga program lain yang sebagian besar tidak saling bersinggungan.

”Misalnya dengan santunan untuk kecelakaan kerja dan pelatihan kerja, kan tidak ada hubungannya dengan JKN,” terang Timboel, kemarin.

Terlebih, menurut Timboel, uang pekerja di BPJS Ketenagakerjaan tidak pantas jika harus diambil untuk JKN.

”Sudah pas pembagiannya seperti sekarang. Inti untuk mengatasi defisit adalah bagaimana menaikkan iuran,” lanjutnya.

Timboel menegaskan bahwa sudah ada Perpres Nomor 82 Tahun 2018 yang mengakomodasi masalah defisit.

Pemerintah pusat dan daerah cukup fokus dalam menjalankan peraturan tersebut. (wan/deb/jpg)

Tolak Jual-Beli Kaveling, Warga Mangsang Unjukrasa di Kantor BP Batam

0
batampos.co.id – Puluhan warga dari Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam menggelar aksi di depan gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam, Batam Centre pada Kamis (4/7/2019).
Aksi damai itu dilakukan warga RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 RW 11 itu untuk menolak aksi jual beli kaveling di lingkungan mereka.
Richard Rando, salah satu warga yang ikut dalam aksi ini menuturkan, setidaknya ada 18 kaveling yang telah dialokasikan BP Batam di kawasan ini.
Dari lokasi-lokasi tersebut, ada juga yang telah dibangun fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).
“Sebagian ada yang sudah proses pembangunan, kalau dibiarkan akan menimbulkan ketegangan di masyarakat,” ujarnya.
“Paling tidak fasos dan fasum di sana bisa benar-benar ada pengalokasiannya, karena banyak anak-anak juga di sana,” kata dia lagi.
Puluhan warga dari Mangsang, Sungai Beduk, menggelar aksi di depan gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (4/7/2019). Unjukrasa itu dilakukan untuk menolak aksi jual beli kaveling di tempat tinggal mereka. Foto: Bobi/batampos.co.id
Rando melanjutkan, kaveling-kaveling itu diduga maladministrasi. Dimana ada oknum-oknum di wilayah tersebut yang mengatasnamakan masyarakat Mangsang untuk kepentingan mereka.
Pihaknya datang ke BP juga ingin meminta BP mengeluarkan dokumen-dokumen yang menjadi dasar hadirnya kaveling ini.
“Dokumen itu ada di BP, faktanya sekarang ada yang memperjual belikan kaveling di sana, takutnya akan terjadi bentrok antar warga, karena sebelumnya sudah ada ketegangan,” kata Rando lagi.
Sementara pihak BP sendiri, kata Rando, akan langsung turun untuk memastikan kondisi yang terjadi di lapangan.
“Intinya mereka akan menindaklanjuti informasi yang kita sampaikan,” jelasnya.(bbi)

Ini Kata Wakil Wali Kota Batam Terkait Penjambretan yang Menimpa Turis Korea Selatan

0

batampos.co.id – Kasus perampasan telepon seluler (ponsel) pintar oleh pengemudi mobil Toyota Avanza terhadap turis asal negara Korea Selatan, Lee, menyita perhatian banyak kalangan.

Wakil Wal Kota Batam, Amsakar Achmad berharap kejadian tersebut tidak terjadi lagi karena akan mengancam iklim pariwisata yang sedang dibangun Kota Batam.

”Tak boleh terjadi lagi, jangan karena satu case yang seperti ini pengaruhi pariwisata kita,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Rabu (3/7/2019).

Ia menyampaikan, sejak awal ia bersama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, telah memandang potensi pariwisata merupakan kekuatan baru ekonomi yang dapat dikembangkan.

Baca Juga: Tolong Pak Polisi, Turis Korea Selatan Dijambret Dekat Kantor Wali Kota Batam

Sembari me­nunggu menggeliatnya kembali sektor industri manufaktur dan galangan kapal.

”Pariwisata lah yang layak dikembangkan, sarananya tersedia, amenitas, aksesibilitas, dan atraksi tersedia,” paparnya.

Lee (tengah) turis Korsel yang jadi korban penjambretan ditemani dua pegawai Pemko Batam saat akan membuat laporan di Polresta Barelang, Selasa (2/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Apalagi Batam sudah ditetapkan satu dari 10 kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia,” paparnya.

Meski diakuinya, atraksi Batam selalu jadi pilihan berbagai event. Tidak hanya event lokal, bahkan Batam kerap dipilih sebagai tempat digelarnya event internasional.

Baca Juga: Komentar Kepala Dinas Pariwisata Terkait Turis Korea Selatan yang Dijambret Dekat Kantor Wali Kota Batam

”Batam adalah daerah yang siap menggelar event lokal hingga internasional,” tuturnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat ikut andil menjaga Batam agar tetap kondusif. Di samping itu, dirinya memerintahkan Disbudpar Kota Batam terus menjalin koordinasi dengan aparat kepolisian guna mencegah kejadian serupa.

”Syarat Batam dikunjungi, aman dan nyaman. Perlu memang masyarakat bantu pemerintah, dan perlu sinergitas dengan aparat,” imbuhnya.(iza)