Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11219

Provinsi Kepri Akan Bentuk Manajemen Krisis Kepariwisataan

0

batampos.co.id – Kepulauan Riau (Kepri) adalah satu dari beberapa provinsi di Indonesia yang diwacanakan akan dibentuk sistem penanganan bencana yang berdampak kepada sektor pariwisata.

Sistem yang dikenal dengan manajemen krisis kepariwisataan di daerah-daerah ini nantinya akan berurusan langsung dengan Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dipimpin oleh Guntur Sakti.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar, menjelaskan, pada prosesnya manajemen krisis ini masih belum dibentuk.

Pihaknya sampai saat ini masih menunggu arahan dari Biro Komunikasi Kemenpar.

“Bentuknya nanti seperti apa, kita tunggu arahan pusat, kalau kita dahului takutnya tidak sesuai,” kata Buralimar ketika dihubungi, Kamis (4/7/2019).

Seorang wisatawan asal Singapura berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kepri sendiri, kata Buralimar, sejatinya bukan daerah yang memiliki potensi ancaman bencana, khususnya bencana alam seperti daerah lainnya.

Hanya saja, berbagai persoalan yang terjadi di wilayah perairan Kepri kerap kali bersentuhan langsung dengan sektor pariwisata.

Sehingga dinilai perlu perhatian khusus untuk penanganannya.

Selain itu, peran Kepri sebagai daerah yang memiliki sumbangan signifikan terhadap angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, juga menjadi pertimbangan untuk dihadirkannya manajemen krisis ini di Provinsi Kepri.

Salah satu yang menjadi sorotan Kemenpar, adalah masalah limbah minyak yang hampir setiap tahun mengotori wilayah laut di berbagai daerah di Kepri.

Akibatnya kenyamanan wisatawan menjadi terganggu.

Menpar Arif Yahya, sebelumnya mengharapkan agar dinas terkait di daerah bisa bergerak cepat untuk menangani persoalan limbah minyak ini.

Baik itu Dispar Kepri maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.(bbi)

Dirt Kart, Arena Gokart Off Road Pertama di Kota Batam

0

batampos.co.id – Bagi Anda pencinta permainan yang memacu adrenaline, kini hadir wahana baru bagi penyuka sensasi off road yang tidak biasa.

Dimana wahana off road ini dipadukan dengan mobil gokart sebagai kendaraannya.

Dirt Kart, begitu wahana yang terletak di kompleks Imperium, Batam Centre, Kota Batam tepatnya di belakang Queen Victoria Apartment itu dinamai.

Dibuka sejak 23 Juni 2019 lalu, Dirt Cart menyajikan lintasan tanah sepanjang 570 meter. Dengan berbagai rintangan yang ada, para penyuka sport tourism akan mendapatkan pengalaman seru di lokasi ini.

Khususnya sensasi drifting di banyak tikungan di sepanjang lintasan. Tidak hanya itu, lintasan yang terus menjalani proses penyempurnaan itu juga akan menyajikan trek berbukit.

Trek ini memungkinkan ada atraksi yang lebih menguji adrenalin bagi mereka yang memang punya keahlian dan tentu keberanian.

“Trek berbukit tengah disiapkan, jadi nanti tinggal memilih apakah mau lewat trek berbukit atau lewat trek biasa, tergantung orangnya,” kata Jonathan, Head Crew Dirt Cart saat ditemui di wahana yang baru sekitar 12 hari dibuka ini.

Jonathan menjajal trek Dirt Cart. Arena gokart ini menawarkan sensasi lain dari permainan gokart yang dipadu dengan arena off road. Foto: Bobi/batampos.co.id

Jonathan melanjutkan, saat ini pihaknya menyediakan 12 mobil gokart, enam di antaranya siap untuk melayani pengunjung yang ingin merasakan sensasi mengendarai mobil gokart di lintasan off road ini.

Sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Dengan sistem kendali yang sederhana, mobil gokart yang ada di wahana ini dinilai cocok untuk semua kalangan, termasuk anak-anak.

“Kita pakai sistem matik, jadi remnya ada di kiri dan kanan pegangan, sehingga bisa dengan mudah dikendalikan, untuk berbelok juga enak,” kata Jonathan lagi.

Inspirasi hadirnya Dirt Cart ini sendiri memang untuk menghadirkan daya tawar baru bagi masyarakat Batam dan daerah lain.

Termasuk untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang tengah berkunjung ke Kota Batam.

Hadirnya wahana baru ini setidaknya bisa memberikan warna baru bagi Kepri sebagai kota pariwisata yang memang terkenal dengan sport tourism.

Bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin datang, Dirt Cart ini buka pada Selasa hingga Minggu setiap pekannya, mulai pukul 10.00 WIB.

Karena baru dibuka, pengelola sport tourism ini masih menyediakan paket promosi hingga 31 Juli mendatang.

Di mana setiap pembelian dua paket akan mendapatkan bonus satu paket tambahan. Setiap paketnya, pengunjung akan mendapat kesempatan berkeliling lintasan sebanyak enam kali.

Untuk harga sendiri, ada tiga kategori yang disediakan. Mulai dari anak-anak dengan tarif Rp 60 ribu per paket, Remaja seharga Rp 90 ribu, dan dewasa Rp 120 ribu.

Sejauh ini, kata Jonathan lagi, Dirt Cart cukup diminati masyarakat, termasuk wisman asal Singapura yang sudah banyak menjajal arena off road itu.

Tidak itu saja, agensi travel juga sudah ada yang menawarkan kerja sama untuk menjadikan Dirt Cart sebagai salah satu objek kunjungan wisman ketika berada di Batam.

“Biasanya weekend ramai. Ke depan kita harapkan bisa lebih baik lagi, karena masih baru jadi kita masih terus melakukan penyempurnaan,” kata Jonathan.(bbi)

Terkait 49 Limbah Plastik di Batam, Komisi 7 DPR RI Panggil Sucofindo

0

batampos.co.id – Komisi VII DPR RI akan memanggil Sucofindo selaku KSO yang melakukan survei atas proses importasi 65 kontainer mengandung sampah dan terkontaminasi bahan berbahaya beracun (B3).

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu dalam kunjungannya ke Batam, Jumat (5/7/2019).

Dari informasi yang didapatnya dalam pertemuan dengan pengusaha yang melakukan importasi ke-65 kontainer ini, Sucofindo diakuinya memegang peranan penting untuk menjelaskan sebab masuknya 11 kontainer plastik bercampur sampah dan 38 kontainer sampah yang terkontaminasi B3 ini.

Komisi VII DPR RI saat melakukan pertemuan dengan Pemprov Kepri, Pemko Batam dan pengusaha di lantai 5 gedung Graha Kepri, Kota Batam, Jumat (5/7/2019). Foto: Bobi/batampos.co.id

“Dari pengusaha, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Sucofindo,” kata Ketua Komisi VII DPR RI, Irawan seusai pertemuan Pemprov Kepri, Pemko Batam dan Pengusaha di lantai 5 gedung Graha Kepri, Batam Centre.

Baca Juga: Sehari, Pengusaha Batam Habiskan 1000 Ton Limbah Plastik

“Hasil survei dari mereka ternyata tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan ini yang akan kita tanyakan kepada mereka,” ujarnya lagi.

Irawan melanjutkan, pihaknya menyayangkan kenapa bahan baku industri memang jelas-jelas sampah akan berdampak buruk terhadap lingkungan, bisa lolos dari pengecekan.

Padahal, seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi karena tim di lapangan sudah dibekali dengan keahlian di bidang tersebut.

Sementara untuk 49 kontainer yang sejatinya harus menjalani proses reekspor, Irawan menuturkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bea Cukai (BC) Batam agar itu segera dilakukan.

Baca Juga: 38 Kontainer Positif Mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya, KLHK: Reekspor

Demikian juga dengan 16 kontainer yang tidak mengandung sampah dan tidak tercemar B3. Kepada para pengusaha, Irawan juga menekankan agar tidak berkilah, karena hasil laboratorium yang dikeluarkan oleh BC Batam sudah sesuai dengan ketentuan.

Dan hal tersebut harus diikuti sebagaimana amanat dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 31 tahun 2016.(bbi)

Meriahkan Batam Memilih 2020, Dukung Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pilihanmu!

0

batampos.co.id – Masa jabatan pasangan wali kota dan wakil wali kota, H Muhammad Rudi-Amsakar Achmad berakhir 2020.

Apakah pasangan ini tetap berduet? Kembali bertarung atau bercerai? Atau malah muncul kandidat lain?

Pesta demokrasi untuk menentukan wali kota dan wakil wali kota tinggal beberapa bulan lagi.

Saat ini, KPU tengah menyusun tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, termasuk di Batam.

Untuk meramaikan pesta demokrasi di kota yang dijuluki Serambi ASEAN, Harian Pagi Batam Pos menggelar polling pembaca untuk melihat sejauh mana popularitas para kandidat.

Lewat program “Batam Memilih”, masyarakat bisa memberikan dukungan kepada calon jagoannya.

Salah seorang warga memasukan kupon poling Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Batam ke kotak poling Batam Pos, Jumat (5/7/2019). Foto: Guntur/batampos.co.id

“Nama-nama yang dimunculkan dalam polling kali ini berdasarkan masukkan dari para pihak dan penilaian tim Batam Pos,” kata Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan, Jumat (5/7/2019).

“Tentunya juga dengan melihat situasi politik yang terus berkembang,” ujarnnya lagi.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan muncul calon lain dari masyarakat. Ini negara demokrasi. Masyarakat berhak menentukan pilihan.

Untuk mendukung jagoan Anda, caranya sangat mudah. Silakan gunting kupon polling di Harian Pagi Batam Pos. Lalu isi sesuai dengan petunjuk yang tersedia.

Setelah itu, masukkan kupon polling ke kotak yang telah disediakan di kantor Batam Pos, Gedung Graha Pena lantai 2 Batam Center.

Untuk layanan pelanggan, dapat menghubungi 0812-611-0909.

“Semakin besar Anda mengirim polling pembaca, semakin tinggi peringkat jagoan Anda di bursa polling,” tutup pria yang juga Direktur Utama batampos.co.id.(gun)

Tarif Bakal Naik, Ini Tanggapan Warga yang Menetap di Rusunawa Pemko Batam

0

batampos.co.id – Rencana kenaikan tarif rusunawa Pemko Batam ditanggapi beragam oleh warga yang menempati rusunawa.

Banyak dari mereka yang menolak karena kondisi infrastruktur rusun yang tidak ada perbaikan.

Salah satunya, Mai, 23, yang menempati rusun Sekupang.

Wanita itu menuturkan, informasi kenaikan tarif rusun sudah beredar sejak beberapa waktu lalu dan akan diterapkan tahun ini.

“Sampai sekarang belum ada naik, tapi kemarin sudah ada yang menyampaikan kalau sewa rusun akan naik,” kata dia, Kamis (4/7/2019).

Rusunawa Pemko Batam. Foto: Dalil Harapah

Menurutnya, kenaikan tarif rusunawa harus disesuaikan dengan fasilitas yang ada.

Kata dia, melihat kondisi rusunawa saat ini harusnya Pemko Batam menunda kenaikan tarif.

“Mungkin infrastruktur ditingkatkan dulu, jadi penyewa juga merasa tidak keberatan dengan adanya penyesuaian tarif ini,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, rusunawa merupakan pilihan tempat tinggal yang sesuai dengan pekerja yang berpenghasilan di bawah Upah Minimum Kota (UMK).

“Meskipun begitu, kami tetap mau ada perubahan dulu baru penyesuaian tarif,” tambahnya.(iza)

Ini Besaran Kenaikan Tarif Rusunawa Pemko Batam

0

batampos.co.id – Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam berencana menaikkan tarif rumah susun sewa (Rusunawa) yang dikelolanya.

Alasan utama kenaikan tersebut adalah minimnya pendapatan dan tidak sebanding dengan pengeluaran.

Selain itu tarif yang kini diterapkan adalah tarif 2011 lalu yang hingga kini tidak ada perubahan.

Rusun Pemko Batam di belakang Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kenaikan Rusunawa untuk lantai 1 hingga 3 sebesar Rp 160 ribu, sementara lantai 4 Rp 140 ribu dan kios naik Rp 150 ribu

Berikut perubahan tarif rusun Pemko Batam: 

1. Lantai 1 dari Rp 240 ribu menjadi  Rp 400 ribu

2. Lantai 2 dari Rp 225 ribu menjadi  Rp 385 ribu

3. Lantai 3 dari Rp 210 ribu menjadi  Rp 370 ribu

4. Lantai 4 dari Rp 195 ribu menjadi  Rp 355 ribu

5. Kios      dari Rp 500 ribu menjadi   Rp 650 ribu

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam 

Jangan Menyampah!

0

DALAM istilah percakapan Melayu, “jangan menyampah” itu termasuk ungkapan tentang larangan berbuat sesuatu yang tidak lazim, sia-sia, atau un-faedah (tidak berfaedah). Maka ketika seseorang mulai bertingkah, baik dengan laku maupun dengan ucapan, akan ke­luar “hardikan” tersebut da­ri yang mendengar atau me­lihatnya, “jangan me­nyampah!”

Dalam beberapa pekan terakhir, jagad Batam dan Kepri dihebohkan oleh berita limbah plastik yang dimasukkan ke Batam. Dimasukkan oleh perusahaan berbadan hukum. Jalurnya, impor. Terbayang oleh saya, kalau dimasukkan oleh perusahaan berbadan hukum

dan jalurnya impor, tentu telah melewati beberapa instansi, melalui prosedur impor, dan perizinan. Kok bisa? Lebih tajam, kok bisa izin mengimpor limbah plastik –di antaranya kategori limbah B3– ini diberikan ke beberapa perusahaan (disebut-sebut empat perusahaan) di Batam? Limbah lho itu. Ada yang masuk kategori B3 (bahan beracun dan berbahaya). Ini soalnya!

Tak ayal, Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) langsung keluarkan taring. Errrgh! Mereka mengancam akan mencabut rekomendasi perusahaan yang terlibat impor limbah B3 itu.

“Yang dapat dilakukan Kementerian LHK adalah pencabutan rekomendasi atas izin impor dari Kementerian Perdagangan,” kata Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati, kepada Batam Pos, Senin (1/7).

Sebenarnya, ancaman serupa jauh-jauh hari pernah dilontarkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, saat berkunjung ke Batam, tahun lalu. Kepada Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Wali Kota Batam HM Rudi, dan Kepala BP Batam (saat itu) Lukita D Tuwo, Luhut meminta BP Batam membatalkan izin impor kategori B3 tersebut.

Pihak Pemko Batam pun melalui Dinas LH dipimpin Herman Rozie, beberapa kali melakukan sidak di beberapa komplek pabrik yang diduga menimbun limbah plastik. Batam gempar! Pelaku dan pemilik kawasan industri tempat perusahaan tersebut menyewa (tenant), bereaksi. Perlawanan dimulai. Terang-terangan! Padahal yang dilawan adalah pemerintah daerah pemilik bermacam regulasi dan kepanjangan tangan pemerintah pusat (baca UU Pemda). Hanya saja, masih banyak yang nakal dan “menyampah”. Hingga hari ini. Nekad!

Hehe…

Tentu tak semua yang diimpor masuk kategori limbah B3. Karena, dari penelusuran Kemen LHK, dari 65 kontainer yang diambil samplenya dan diuji, hanya 38 kontainer terbukti kategori limbah B3. Menurut Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Surnama, pihak BC berkoordinasi dengan KLHK dalam hal pengawalan limbah B3 tersebut untuk dikembalikan (re-ekspor) ke negara asalnya. Dari uji sample, diketahui limbah B3 tersebut didominasi limbah medis atau botol kemasan obat dari LN. Tidak itu saja, ada juga 11 kontainer limbah B3 tersebut yang harus di-re-ekspor berupa limbah plastik kategori sampah. Misalnya juga ada limbah plastik bercampur bahan lain seperti karet dan cairan hitam seperti oli.

Dampak dan Sanksi

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada pasal 59 ayat menyatakan bahwa setiap orang yang menghasilkan limbah B3, wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya. Oleh karena itu terdapat sanksi bagi yang melakukan pelanggaran atas ketentuan tersebut.

Sanksinya tidak main-main, denda sekurang-kurangnya Rp 1 miliar atau setinggi-tingginya Rp3 miliar. Hal ini, seperti diungkapkan Rosa Ambari, Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, pada diskusi Mengelola Sampah B3 yang digagas oleh PT Arah Environmental Indonesia (AEI), di Gyan Plaza Kuningan (21/02/2019).

Mengapa soal limbah B3 ini sanksi berat? Sebab, dibandingkan limbah lainnya, menurut literatur, antara lain dimuat di situs berita swa.co, limbah B3 adalah limbah yang membutuhkan campur tangan para ahli dan jasa pengolahan limbah B3. Industri maupun rumah tangga dapat berkontribusi limbah beracun ini. Karena sifatnya yang berbahaya, limbah ini berdampak buruk terhadap lingkungan hidup bila dibiarkan.

Sayangnya, limbah jenis ini masih menjadi masalah, karena sedikitnya jasa pengolahan limbah B3 yang bisa diakses. Sehingga, efek buruk dari limbah B3 juga akan merugikan lingkungan hidup, termasuk manusia pada akhirnya. Manusia memang dapat mengeluarkan zat toksin secara natural, namun racun dari limbah B3 lebih lambat dikeluarkan. Pengaruh limbah B3 pada manusia memiliki dua kategori, yaitu efek akut dan efek kronis.

Efek akut lainnya dapat menimbulkan kerusakan susunan syaraf, sistem pencernaan, kardiovaskuler, dan pernafasan, serta penyakit kulit bahkan kematian. Sedangkan efek kronis menimbulkan efek pemicu kanker, mutasi sel tubuh, cacat bawaan, serta kerusakan sistem reproduksi.

Selain itu, limbah B3 jenis tertentu tersebut juga dapat merusak atau mengganggu sistem pernafasan dan pencernaan. Jaringan paru-paru akan mengalami kerusakan berat, dan makanan yang terkontaminasi limbah menyebabkan kerusakan hati. Kurangnya jasa pengolahan limbah B3 juga akan berefek pada janin dan pertumbuhan bayi. Hal ini diturunkan dari ibu yang mempunyai kadar racun yang sudah menembus plasenta. Para bayi yang memiliki kandungan racun limbah dapat menderita tuli, kebutaan, kerusakan otak yang berujung retardasi mental atau celebral palsy.

Salah satu proses yang dapat dilakukan di jasa pengolahan limbah B3 adalah incineration atau teknologi pembakaran. Proses ini mengurangi volume hingga sekitar 90% dan massa hingga 75%. Pada dasarnya, teknologi ini merubah limbah menjadi gas. Kelebihannya adalah komponen limbah B3 yang dapat dihancurkan dengan cepat dan tidak memakan banyak lahan.

Secara teknis, jasa pengolahan limbah B3 sangat dibutuhkan supaya dampak buruk tersebut semakin berkurang. Tiga metode pengolahan paling populer adalah chemical conditioning, solidification/stabilization, dan incineration. Chemical conditioning bertujuan untuk membuat senyawa-senyawa stabil, menghancurkan organisme patogen, memanfaatkan hal-hal yang memiliki nilai ekonomi dari proses pengolahan ini, serta mengkondisikan lumpur supaya tidak berbahaya saat dilepaskan ke lingkungan.
Sedangkan pengolahan limbah B3 dengan cara solidification/stabilization adalah proses pencampuran limbah dengan bahan aditif untuk mengurangi kadar racun limbah dan menurunkan laju migrasi bahan pencemar.

Solidification adalah proses pemadatan zat/senyawa berbahaya dengan bahan aditif dan berkaitan dengan proses stabilisasi.

Namun, limbah tidak hanya bersumber dari segmen industri, tetapi juga berasal dari lingkungan tempat aktivitas keseharian seperti rumah/hunian, perkantoran, dan sarana komersial seperti mall dan lainnya. Limbah B3 yang banyak dijumpai dari segmen ini di antaranya terdiri atas limbah elektronik, baterai bekas, lampu bekas dan kemasan tinta (cartridges) bekas.

Berdasarkan penelitian International Telecommunication Union (ITU) bersama United Nations University (UNU), e-waste atau sampah elektronik, yang mencakup produk-produk yang dibuang dengan baterai atau colokan termasuk ponsel, laptop, televisi, lemari es dan mainan listrik terus meningkat. Pada tahun 2016, 44,7 juta metrik ton e-waste dihasilkan, naik 3,3 juta metrik ton (8 persen) dari 2014. Dan hanya sekitar 20 persen – atau 8,9 juta metrik ton – dari semua e-waste didaur ulang pada tahun yang sama.

Jadi, melihat topografi Batam yang dikelilingi laut dan luas daratan yang “tak seberapa” itu, maka memasukkan limbah B3 yang berpotensi merusak lingkungan dan keselamatan jiwa, memang harus ditolak. Sebab, investasi memang kita perlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja, namun memasukkan limbah berbahaya dan beracun, tentu sebuah kesalahan fatal. Jangan gadaikan keselamatan, dan jangan menyampah! ***

 

Turis Bangladesh Merapat ke Kota Batam, Kadisbudpar: Ini Tren Baru Bagi Batam

0

batampos.co.id – Sebanyak 145 orang turis mancanegara asal Bangladesh berkunjung ke Batam. Mereka adalah rombongan karyawan perusahaan Steeltech Bangladesh.

Sebelumnya mereka kerap memilih Bali, tapi kini memilih Batam untuk berlibur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan, terima kasih atas kepercayaan wisatawan mancanegara (wisman) memilih Batam untuk menikmati liburan.

Ia berharap 145 orang turis asal Bangladesh tersebut dapat menjadi awal untuk meningkatkan kunjungan wisman dari negara tersebut.

”Kami harap mereka dapat menikmati dan terkesan dengan Batam,” ujar Ardi, Kamis (4/7/2019).

Ardi mengatakan, Batam adalah kota dengan segudang fasilitas pertemuan. Baik konferensi, seminar, dan kegiatan serupa.

”Batam adalah salah satu kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dan memiliki amenitas yang memadai,” terangnya.

Menurutnya, kehadiran wisman Bangladesh ini merupakan tren baru bagi Batam.

Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata (tengah/baju merah) bersama turis asal Bangladesh di Harbour Bay, Batuampar, Rabu (3/7/2019) malam. Foto: Dokumentasi Disbudpar Kota Batam untuk batampos.co.id

Dimana, selama ini yang menggunakan Batam untuk kegiatan perusahaan, lebih banyak dari dalam negeri, lalu Singapura dan Malaysia.

Dia berharap pertemuan-pertemuan perusahaan dari mancanegara akan lebih meningkat.

”Kehadiran wisman dari rombongan perusahaan kita harapkan dapat semakin banyak ke depan,” ujarnya.

“Mereka bisa menikmati fasilitas yang memadai mendukung pertemuan-pertemuan di Batam,” tuturnya.

General Manager Steeltech Bangladesh Mr Zohit, Rabu (3/7/2019) malam mengatakan, mereka berada di Batam selama empat hari, terhitung sejak 2 Juli 2019.

Kehadiran mereka di Batam selain untuk menggelar konferensi penjualan tahunan, juga ingin mencoba Batam sebagai destinasi baru.

”Biasanya kami mengadakan pertemuan di Bali, namun kali ini kami ingin mencoba Batam sebagai tempat baru,” ujarnya.

Zohit mengaku terkesan selama di Batam. Dijanjikan mereka akan merekomendasikan Batam kembali sebagai tempat gelaran pertemuan mereka di tahun depan.

”Setelah tadi one day tour, suka tempat ini. Saya ingin bisa tinggal lebih lama di Batam, tapi sayangnya waktu tidak memungkinkan,” tuturnya. (iza)

Pendapatan Rusunawa Pemko Batam, Lebih Besar Pasak Daripada Tiang

0

batampos.co.id – Pendapatan dari sewa Rumah Susun Sewa (Rusunawa) milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak sebanding dengan pengeluaran.

Alasan utama yakni tarif yang kini diterapkan adalah tarif 2011 lalu yang hingga kini tidak ada perubahan, sementara biaya pemeliharaan semakin tinggi.

“Jelas tidak seimbang antara pendapatan dan pengeluarannya. Tarif belum berubah sejak 2011 lalu,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Pemko Batam, Teguh, Kamis (4/7/2019).

Ia memaparkan, biaya operasional rusunawa Pemko Batam tahun 2019 ini sebesar Rp 7.352.302.045 dan pemeliharaan Rp 816.407.500.

Artinya biaya pengeluaran tahun ini sebesar Rp 8.168.709.545. “Sementara pendapatan semester pertama tahun ini Rp 2.844.810.000,” ungkapnya.

Sejatinya, pihaknya pernah berencana menaikkan tarif pada 2018 lalu. Namun batal dengan pertimbangan ekonomi masyarakat masih lesu dan Pemko Batam memastikan menunjukkan keberpihakan atas kondisi yang dialami masyarakat.

“Rusunawa ini kan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), untung bukanlah satu-satunya tujuan,” kata dia.

Rusun Pemko Batam di belakang Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Artinya ada pertimbangan sosial, ini juga disampaikan pimpinan,” katanya lagi.

Ia menilai, hal ini juga banyak dilakukan di daerah lain. Pihaknya tidak ingin kenaikan tarif di tengah ekonomi yang masih lemah justru membuat rusunawa kosong.

Apalagi sejumlah rusun unit satuan rusun (Sarusun) kini ada yang kosong. Seperti Putra Jaya Tanjunguncang yang kosong sebanyak 105 sarusun dan di Batammec Tanjunguncang kosong sebanyak 516 sarusun.

“Daripada kosong mending murah dulu, rusun banyak tutup, seperti di Batammec itu karena galangan lesu,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, Eryudhi Apriadi, mengatakan Rusun yang dikelola Pemko Batam sebanyak 30 twin blok.

Dengan 2.778 sarusun yang khusus ditempati warga yang sudah berkeluarga dan berpenghasilan rendah.

“Secara keseluruhan termasuk yang dikelola BP Batam, Jamsostek dan lain-lain di Batam sebenarnya ada 78 twin blok rusun,” jelasnya.

“Tapi secara keseluruhan jumlah unitnya kami tak tahu, yang dikelola Pemko ada yang kosong karena penghuninya pulang kampung karena kondisi ekonomi sekarang yang lesu,” paparnya lagi.

Rusun yang paling banyak kosong kata dia berada di daerah Tanjunguncang, Batuaji.(iza)

Pemko Batam Akan Naikkan Tarif Rumah Susun

0

batampos.co.id – Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam berencana menerapkan tarif baru rusun tahun ini.

Tarif yang diterapkan selama ini masih menggunakan yang ditetapkan tahun 2011 lalu. Kepala Disperkimtan Batam, Eryudhi mengatakan, penyusunan tarif baru rusun sudah ada.

Namun pihaknya belum secara resmi menerapkan kepada penghuni rusun.

“Belum ada kenaikan hingga saat ini, mereka masih membayar tarif yang lama. Rencana memang 1 Juli ini tapi kami harus bahas dulu,” kata dia, Kamis (4/7/2019).

Kata dia, penyusunan tarif ini akan dibahas bersama dengan penghuni rusun. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum menerapkan tarif baru sewa rusun.

Menurutnya tarif yang ada saat ini sudah disusun sejak tahun 2011 lalu.

Rusun Pemko Batam di belakang Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Memang sudah harus ada pembaharuan tarif, karena sudah lama juga, sudah delapan tahun lalu,” imbuhnya.

Yudhi menambahkan, setiap tahun pihakya juga ditarget untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari sewa rusun.

Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Batam itu menyebutkan saat ini ada 30 twin blok rusun yang dikelola Pemerintah Kota Batam.

Ia menyebutkan 2.778 unit ditempati warga yang sudah berkeluarga dan berpenghasilan rendah.

“Yang paling ramai itu Sekupang dan Mukakuning, sedangkan Tanjunguncang masih banyak yang kosong,” sebutnya.

Menurutnya, penyesuaian tarif ini juga akan berdampak terhadap perawatan dan perbaikan rusun.

Kenaikan tarif ini sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota Batam (Perwako).

“Sebenarnya penyesuaian tarif ini bisa dilakukan setiap tiga tahun sekali,” ujarnya.(iza)