Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11220

Begini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kota Terkait Lambatnya Pelayanan di Puskesmas di Kota Batam

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengakui jika pelayanan di Puskesmas Kota Batam memang belum maksimal.

Kata dia, beberapa kali keluhan masuk terkait pelayanan kesehatan ke dinasnya.

“Keterlambatan pelayanan tidak boleh dibiarkan, kalau alasannya tidak jelas,” kata dia, Jumat (5/7/2019).

“Kalau pasien yang harus mendatangi meja informasi untuk mendapatkan pelayanan berarti ada yang salah,” paparnya lagi.

Setiap puskesmas lanjutnya, memiliki standar maksimum pelayanan. Pasien datang menunggu berapa lama untuk mendapatkan layanan.

Semua harus tercatat, jika lambat harus segera diketahui permasalahannya dan Kepala Puskesmas harus segera mencari solusinya.

“Nanti akan saya evaluasi lagi,kalau ada keluhan jadi ketahuan persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.

Pasien antre menunggu giliran untuk diperiksa di ruang tunggu Puskesmas Sekupang, Jumat (5/7/2019). Masyarakat mengeluhkan lambatnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Sekupang. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

“Masak warga harus menanyakan sendiri kapan mereka harus di panggil, kan ini tidak benar,” paparnya dengan nada kesal.

baca Juga: Aduh, Lambatnya Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Sekupang

Mengenai sistem pendaftaran berobat, Didi mengakui memang ada proses input, namun itu juga harus ada standarnya.

Kata dia, jika ada warga yang datang berobat menunggu hingga 20 menit, padahal poli kosong, wajar saja mereka mengeluh.

“Semua puskesmas kalau menjalankan semua prosedur dan ada standar layanan tidak ada masalah,” paparnya.

“Seperti Puskesmas Tiban Baru yang sudah cukup bagus pelayanannya, ke depan akan ada evaluasi terkait pelayanan ini,” tutupnya.(yui)

Aduh, Lambatnya Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Sekupang

0

batampos.co.id – Warga mengeluhkan standar pelayanan yang lambat di Puskesmas Sekupang.

Warga dibuat kesal lantaran tidak kunjung dipanggil untuk mendapatkan pelayanan. Padahal kondisi poli tengah kosong dan pasien sudah lama menunggu.

Rahmawati, salah seorang pasien mengatakan, saat mendapatkan nomor antrean, ia menunggu cukup lama, namun tidak dipanggil untuk mendapatkan pelayanan.

“Jadi saya kesal, pas lihat ke poli dokternya juga tidak ada pasien,” kata dia, Jumat (5/7/2019).

“Bukan saya saja, namun ibu-ibu lain juga mengeluhkan hal yang sama,” paparnya lagi.

Setelah menemui bagian informasi untuk menanyakan penyebab tidak dipanggil, petugas langsung mengantar ke ruang perawatan.

Pasien antre menunggu giliran untuk diperiksa di ruang tunggu Puskesmas Sekupang, Jumat (5/7/2019). Masyarakat mengeluhkan lambatnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Sekupang. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

“Kalau bisa langsung, kenapa harus diperlambat. Karena anak saya dan pasien lainnya juga butuh perawatan,” kata Rahmawati dengan nada kesal.

Kepala Puskesmas Sekupang, Desy Atry, menjelaskan, lambatnya pelayanan disebabkan proses input data pasien membutuhkan waktu.

Pertama harus diinput ke data BPJS, kedua ke sistem informasi puskesmas (Simpus). Setelah itu pasien baru bisa dipanggil dan menuju ruang pelayanan.

“Jadi, sebenarnya ini (sistem input data) yang buat lambat, bukan karena petugas melalaikan pasien,” kata dia.

Menurutnya, jika semua proses lancar, pasien akan langsung mendapatkan pelayanan kesehatan.

Alur pelayanan lanjutnya sudah sesuai dengan peraturan dari Kementerian Kesehatan.

“Memang seperti itu, pasien juga tidak boleh mendatangi poli sendiri tanpa dipanggil petugas,” jelasnya.

“Karena petugas juga menunggu input data tersebut,” imbuhnya lagi.(yui)

Pengusaha Pertanyakan Proses Reekspor Limbah Plastik

0

batampos.co.id – Hasil uji laboratorium terhadap ke-65 kontainer impor yang diduga memuat sampah yang terkandung bahan berbahaya beracun (B3) telah didapat dan diumumkan pada Selasa (2/7) lalu.

Dimana, ada 11 kontainer plastik yang bercampur sampah, 38 kontainer yang terkontaminasi B3, dan 16 kontainer yang bersih dari B3 dan sampah.

Pada prosesnya surat yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Bea Cukai (BC) Batam tersebut, tidak hanya berisi hasil uji laboratorium saja, namun juga langkah selanjutnya yang harus dilakukan terhadap masing-masing kontainer.

Akan tetapi hal tersebut sampai saat ini masih belum dilakukan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi pengusaha yang melakukan proses importasi terhadap ke-49 kontainer yang tidak sesuai ketentuan, maupun proses lanjutan atas kontainer yang tidak menyalahi aturan.

Kontainer yang berisi limbah plastik yang berada di Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Martin, perwakilan dari Perusahaan Tan Indo Sukses, salah satu perusahaan yang melakukan importasi ke-65 kontainer itu menuturkan, ketidakpastian menimbulkan kerugian buat mereka.

Karena mereka yang harus menanggung biaya selama kontainer-kontainer itu masih belum diproses.

Baca Juga: Terkait 49 Limbah Plastik di Batam, Komisi 7 DPR RI Panggil Sucofindo

“Kita butuh kepastian juga kapan prosesnya bisa dilanjutkan, karena kita harus membayar biaya,” kata Martin dalam pertemuan dengan Komisi VII DPR RI di gedung Graha Kepri pada Jumat (5/7/2019).

Martin melanjutkan, pihaknya juga belum mendapatkan jawaban dari BC Batam selaku pihak yang nantinya akan memproses ke-65 kontainer ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu mengatakan akan meminta penjelasan kepada BC Batam perihal belum ada tindaklanjut dari arahan KLHK itu.

Baca Juga: Sehari, Pengusaha Batam Habiskan 1000 Ton Limbah Plastik

Komisi VII, kata dia tentu mendorong agar proses tersebut bisa berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga tidak menimbulkan masalah lainnya.(bbi)

Penghargaan Manggala Karya Kencana untuk Walikota dan Ketua Tim TP PKK Kota Batam

0
Walikota Batam bersama Ketua TP PKK Kota Batam.

batampos.co.id – Walikota Batam bersama Ketua TP PKK Batam menerima penghargaan Manggala Karya Kencana Program KKBPK (kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga) pada puncak acara Hari Keluarga Nasional yang dilaksanakan di Banjarmasin, Jumat (5/7/2019).

Walikota Batam, Rudi dan Ketua TP PKK Batam, Marlin Agustina Rudi menerima langsung penghagaan itu.

Penilaian penghargaan itu brdasar pada Kenijakan, Capaian dan Komitmen kedepan.

Capaian program di Kota Batam sudah baik. Klinik dan fasilitas kesehatan tak perlu diragukan. (ptt)

Satu Titik di Batam yang Aku Suka; Panasera

0
Panasera. Suhari (inzet)

Pembaca batampos.co.id, kisah berikut ialah kiriman Suhari Ete melalui surel [email protected]

Bagi Suhari titik yang ia suka di Batam ialah Panasera.

Anda sudah pernah datang ke Panasera?

Bagi pekerja di kawasan industri Batamindo tentu tidak asing. Panasera ialah pujasera di satu sudut kawasan industri pertama di Batam itu.

“Panasera ialah tempat biasa kami ngobrol sambil minum segelas kopi bersama teman kantor. Tempat kami melepas lelah setelah seharian berjibaku dengan aktvfitas di perusahaan,” tulis Suhari.

Pria kelahiran Tulung Agung, Jawa Timur itu lupa telah berapa lama ia mengenal Panasera.

Panasera tempat pekerja dan non pekerja melepas penat dan berbagi cerita.

“Di sinilah para pengangguran bercerita tentang nasibnya yang tak kunjung mendapat kerja,” kisahnya.

Di Panasera obrolan sore para operator wanita memelas setelah menyadari bahwa semenjak tamat sekolah mereka merasa bahwa keberadaannya di dunia tidak lain hanya sekadar mengisi barisan tenaga kerja demi kelestarian kapital.

“Panasera masih tetap setia menunggu kami dengan segelas kopi dan menu masakan yang bervariasi dari penjuru negeri, meski tiap tahun harganya selalu mengalami kenaikan seiring laju inflasi,” lanjut pria kelahiran 1980 ini.

Meski ada kisah sedih, Panasera pun menyimpan kisah romantis.

“Di sinilah dulu saya membuat janji dengan seorang gadis pemilik mata elang. Di ujung bangku itu kami menikmati malam Minggu dengan bulan purnama di atas kami. Ceritapun mulai mengalir, tentang cita-cita, tentang kampungnya di pesisir Sumatera dan tentang bunga tabebuya yang mulai bersemi,” urainya.

Kini Panasera masih seperti dulu, tak banyak yang berubah, hanya bertambah Indomaret di sisi kiri dan D’Pallet café di ujung lain.

“Saya masih sering menghabiskan cukup banyak waktu di sini. Sendiri. Berdua dengannya atau dengan teman kantor.”

Letaknya yang sedikit jauh dari keramaian, memberikan suasana Panasera yang tenang. Lingkungan asri yang terdapat di sana juga sangat mendukung untuk berlama-lama melepas penat

“Jika kamu berkunjung ke sini, saran saya cobalah menu tahu tek-tek dan segelas kopi susu atau jus buah naga. Sejauh ini, saya merasakan menu tersebut yang mampu menggugah selesa makan saya,” ajakjnya.

Soal harga? Tak perlu khawatir! Semua menu yang ditawarkan less than Rp 20 ribu.

Bagaimana, Anda mau mencoba kudapan di Panasera?! (*)

Jamaah Calon Haji Embarkasi Batam Dibekali Kentang dan Teri ke Tanah Suci

0

batampos.co.id – Embarkasi Batam akan memberangkatkan jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) pertama pagi hari ini, Sabtu (6/7). Namun, ada satu JCH yang batal berangkat ke Tanah Suci karena sakit.

Kepala Seksi (Kasi) Pendaftaran Haji, Dokumen, dan Sistem Haji Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Kepri Alikek menjelaskan, satu JCH yang batal berangkat tersebut atas nama Sarmah binti Bujang. Ia merupakan JCH asal Natuna.

“Posisinya digantikan oleh JCH dari kloter lain. Kemungkinan yang bersangkutan akan berangkat pada musim haji tahun depan,” kata Ali, Jumat (5/7).

Ali menjelaskan, kloter pertama yang akan berangkat pagi ini terdiri dari 445 JCH dari empat kabupaten/kota di Kepri. Rinciannya 257 JCH asal Batam, 111 JCH dari Natuna, 49 JCH dari Lingga, dan 31 JCH asal Anambas.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, para calon tamu Allah itu telah diperiksa kesehatannya saat masuk Asrama Haji Batam. Mereka juga diberi paspor, gelang identitas, dan uang saku.

Jamaah calon haji (JCH) asal Batam tak kuasa menahan sedih saat dilepas keluarganya menuju Asrama Haji Batam, Jumat (5/7). Mereka tergabung dalam kloter pertama bersama JCH asal Natuna, Lingga, dan Anambas yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pagi ini, Sabtu (6/7).
foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

“Alhamdulillah, untuk yang sakit sampai di Asrama Haji sampai sore ini tak ada. Semua sehat. Yang hamil juga tak ada,” imbuhnya.

Menurut dia, selain kelengkapan wajib, semua JCH juga diberi bekal tambahan berupa makanan teri kentang goreng. Setiap JCH diberi satu paket kentang-teri untuk persediaan selama di Tanah Suci.

“Suvenirnya sama dengan tahun lalu,” kata Ali.

Masih kata Ali, JCH kloter pertama rencananya lepas landas sekitar pukul 06.00 WIB melalui Bandara Hang Nadim Batam. Pelepasan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Selain kloter pertama, hari ini Embarkasi Batam juga akan memberangkatkan kloter kedua.

“Untuk kloter kedua dari Riau. Jumlah masih sama, hingga sekarang, total yang berangkat masih sama 445,” tutur Ali.

(she)

Ojek Online Dilarang Obral Tarif

0

batampos.co.id – Pemerintah mengimbau perusahaan aplikasi penyedia layanan transportasi untuk tidak jor-joran memberi harga promo atau diskon kepada konsumen. Harus tetap memperhatikan aturan besaran tarif ojek online (ojol) yang sudah berlaku sejak 1 Mei.

Pengawasan pelaksanaan akan dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) daerah masing-masing.

Berdasarkan surat edaran nomor AJ 502/20/17/DRJO/2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memperluas wilayah penerapan besaran tarif ojol di 41 kota/kabupaten per 1 Juli.

Jumlah tersebut tersebar da­lam tiga zona yang telah di­tetapkan sebelumnya. Lang­kah tersebut merupakan upaya lanjutan penerapan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor sebagai alat transportasi umum berdasarkan aplikasi.

Seorang pengengendara ojek online Go-Jek saat melintas dikawasan Batamcenter. F Cecep Mulyana/Batam Pos

”Kami mengambil keputusan untuk menerapkannya secara bertahap. Jika langsung diterapkan untuk seluruh wilayah malah menimbulkan persoalan yang menyebabkan pelaksanaan ke depannya tidak konsisten,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Ruang Singosari, Gedung Karsa, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jumat (5/6).

Pelaksanaan besaran tarif di 41 kota/kabupaten tersebut akan diawasi oleh BPTD daerah. Budi mengatakan, pihaknya menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub untuk melakukan survei terkait respons masya-rakat. Baik dari sudut pandang konsumen maupun pengemudi ojol.

”Saya berharap dalam satu bulan ke depan sudah mendapatkan kesimpulannya,” ujarnya.

Budi menyatakan sudah menyurati perusahaan aplikasi (Go-Jek dan Grab) agar tidak menerapkan tarif promo atau diskon lebih rendah dari tarif batas bawah. Plus, da­lam tempo waktu yang terlalu lama. Namun, lanjut dia, bukan berarti pihaknya melarang dua perusahaan aplikasi itu memberi diskon.

”Boleh, silakan. Namun, jangan lebih rendah dari batas bawah. Supaya persaingan tetap sehat,” jelas Mantan Tenaga Ahli Peng­kaji Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ke­taha­nan Negara (Lemhanas) itu.

KPPU bersama Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar) akan bertindak sebagai pe­ngawas. Berdasarkan kesepaka­tan, kata Budi, ada dua cara dalam melakukan pengawasan. Pertama, KPPU akan me­lihat dan melakukan pe­nga­wasan sendiri. Kedua, Dirjen Hubdar membuat surat kepada KPPU mengenai adanya persaingan tidak sehat dari dua perusahaan aplikasi. (han/oni)

Jelang Penutupan PPDB Online, Orangtu Siswa Cari Informasi PPDB Offline

0

batampos.co.id – Ratusan warga terus berdatangan ke sejumlah SMAN di Batuaji dan Sagulung.

Mereka ingin memastikan apakah anak mereka diterima atau tidak dalam seleksi PPDB online yang akan diumumkan, Minggu (7/7/2019) mendatang.

SMAN 19 Batam di belakang kawasan Tunas Regency, Sagulung misalkan diserbu ratusan warga secara bergantian sepanjang, Jumat (5/7/2019).

Para orangtua yang datang ini tidak saja mereka yang sudah mendaftarkan anaknya ke SMAN 19 tapi juga yang daftar di SMAN lain.

Tujuannya mereka sama, ingin memastikan anak mereka diterima di sekolah negeri. Meski sudah terdaftar di sekolah lain, mereka kembali mendatangi SMAN 19 untuk mendapatkan informasi kuota PPDB yang offline 20 persen.

“Saya tinggal di (kelurahan) Bukit Tempanyang, Batuaji, secara zonasi masuk ke SMAN 23 (di Taman Lestari) tapi di sana sudah kebanyakan (pendaftar),” kata Elfis, Jumat (5/7/2019).

“Kuotanya juga terbatas hanya dua lokal yang diterima dan saya ke sini karena sekolah ini (SMAN 19) juga dekat dengan tempat tinggal saya,” paparnya lagi.

“Mana tau nanti tak lolos di SMAN 23 bisa daftar disini,” ujarnya dia lagi.

Para orangtua menemani anaknya melakukan verifikasi data saat pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 3 Batam, Kamis (4/7/2019). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Hal yang sama disampaikan Hadi, Warga Kelurahan Sagulung Kota, Sagulung. Sebelumnya dia sudah mendaftarkan anaknya di SMAN 5 Batam di Kaveling Lama, Sagulung.

Namun khawatir tidak diakomodir atau tak lolos seleksi PPDB online, dia mendatangi SMAN 19 untuk mendapatkan informasi PPDB offline.

“Tak sanggup ke sekolah swasta makanya keliling cari informasi ke sekolah negeri yang ada di sekitar sini,” ujar Hadi.

Kepala SMAN 19 Batam, Nelly Chandrawati, membenarkan kedatangan ratusan orangtua calon siswa tersebut.

Mereka yang datang dari luar zonasi hanya bisa didata saja oleh pihak sekolah.

“Hanya didata, untuk ke online tidak bisa sebab secara sistem akan tolak karena di luar zonasi,” jelasnya.

“Solusinya seperti apa kamipun tak bisa putuskan karena kewenangan ada di Disdik (Kepri),” paparnya lagi.

Data-data tersebut kata dia, akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan.

“Banyak jumlah pendaftar dari luar zonasi,” ujar Nelly.

Sementara untuk peserta yang akomodir dalam daftar online sebut Nelly juga sudah melebihi kota daya tampung.

Yakni sebanyak 245 orang pada Jumat siang tadi. Kuota daya tampung secara keseluruhan hanya 252 orang saja.

“245 pendaftar ini kalau hitungan 80 persen untuk (kuota PPDB) online udah lebih, karena 252 kuota daya tampung yang ada sudah termasuk yang jatah 20 persen,” terang Nelly.

Zonasi yang masuk dalam PPDN online SMAN 19 diantaranya; kelurahan Sagulung Kota, Seilekop, Seibinti dan Tanjunguncang.(eja)

Provinsi Kepri Akan Bentuk Manajemen Krisis Kepariwisataan

0

batampos.co.id – Kepulauan Riau (Kepri) adalah satu dari beberapa provinsi di Indonesia yang diwacanakan akan dibentuk sistem penanganan bencana yang berdampak kepada sektor pariwisata.

Sistem yang dikenal dengan manajemen krisis kepariwisataan di daerah-daerah ini nantinya akan berurusan langsung dengan Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dipimpin oleh Guntur Sakti.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar, menjelaskan, pada prosesnya manajemen krisis ini masih belum dibentuk.

Pihaknya sampai saat ini masih menunggu arahan dari Biro Komunikasi Kemenpar.

“Bentuknya nanti seperti apa, kita tunggu arahan pusat, kalau kita dahului takutnya tidak sesuai,” kata Buralimar ketika dihubungi, Kamis (4/7/2019).

Seorang wisatawan asal Singapura berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kepri sendiri, kata Buralimar, sejatinya bukan daerah yang memiliki potensi ancaman bencana, khususnya bencana alam seperti daerah lainnya.

Hanya saja, berbagai persoalan yang terjadi di wilayah perairan Kepri kerap kali bersentuhan langsung dengan sektor pariwisata.

Sehingga dinilai perlu perhatian khusus untuk penanganannya.

Selain itu, peran Kepri sebagai daerah yang memiliki sumbangan signifikan terhadap angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, juga menjadi pertimbangan untuk dihadirkannya manajemen krisis ini di Provinsi Kepri.

Salah satu yang menjadi sorotan Kemenpar, adalah masalah limbah minyak yang hampir setiap tahun mengotori wilayah laut di berbagai daerah di Kepri.

Akibatnya kenyamanan wisatawan menjadi terganggu.

Menpar Arif Yahya, sebelumnya mengharapkan agar dinas terkait di daerah bisa bergerak cepat untuk menangani persoalan limbah minyak ini.

Baik itu Dispar Kepri maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.(bbi)

Dirt Kart, Arena Gokart Off Road Pertama di Kota Batam

0

batampos.co.id – Bagi Anda pencinta permainan yang memacu adrenaline, kini hadir wahana baru bagi penyuka sensasi off road yang tidak biasa.

Dimana wahana off road ini dipadukan dengan mobil gokart sebagai kendaraannya.

Dirt Kart, begitu wahana yang terletak di kompleks Imperium, Batam Centre, Kota Batam tepatnya di belakang Queen Victoria Apartment itu dinamai.

Dibuka sejak 23 Juni 2019 lalu, Dirt Cart menyajikan lintasan tanah sepanjang 570 meter. Dengan berbagai rintangan yang ada, para penyuka sport tourism akan mendapatkan pengalaman seru di lokasi ini.

Khususnya sensasi drifting di banyak tikungan di sepanjang lintasan. Tidak hanya itu, lintasan yang terus menjalani proses penyempurnaan itu juga akan menyajikan trek berbukit.

Trek ini memungkinkan ada atraksi yang lebih menguji adrenalin bagi mereka yang memang punya keahlian dan tentu keberanian.

“Trek berbukit tengah disiapkan, jadi nanti tinggal memilih apakah mau lewat trek berbukit atau lewat trek biasa, tergantung orangnya,” kata Jonathan, Head Crew Dirt Cart saat ditemui di wahana yang baru sekitar 12 hari dibuka ini.

Jonathan menjajal trek Dirt Cart. Arena gokart ini menawarkan sensasi lain dari permainan gokart yang dipadu dengan arena off road. Foto: Bobi/batampos.co.id

Jonathan melanjutkan, saat ini pihaknya menyediakan 12 mobil gokart, enam di antaranya siap untuk melayani pengunjung yang ingin merasakan sensasi mengendarai mobil gokart di lintasan off road ini.

Sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Dengan sistem kendali yang sederhana, mobil gokart yang ada di wahana ini dinilai cocok untuk semua kalangan, termasuk anak-anak.

“Kita pakai sistem matik, jadi remnya ada di kiri dan kanan pegangan, sehingga bisa dengan mudah dikendalikan, untuk berbelok juga enak,” kata Jonathan lagi.

Inspirasi hadirnya Dirt Cart ini sendiri memang untuk menghadirkan daya tawar baru bagi masyarakat Batam dan daerah lain.

Termasuk untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang tengah berkunjung ke Kota Batam.

Hadirnya wahana baru ini setidaknya bisa memberikan warna baru bagi Kepri sebagai kota pariwisata yang memang terkenal dengan sport tourism.

Bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin datang, Dirt Cart ini buka pada Selasa hingga Minggu setiap pekannya, mulai pukul 10.00 WIB.

Karena baru dibuka, pengelola sport tourism ini masih menyediakan paket promosi hingga 31 Juli mendatang.

Di mana setiap pembelian dua paket akan mendapatkan bonus satu paket tambahan. Setiap paketnya, pengunjung akan mendapat kesempatan berkeliling lintasan sebanyak enam kali.

Untuk harga sendiri, ada tiga kategori yang disediakan. Mulai dari anak-anak dengan tarif Rp 60 ribu per paket, Remaja seharga Rp 90 ribu, dan dewasa Rp 120 ribu.

Sejauh ini, kata Jonathan lagi, Dirt Cart cukup diminati masyarakat, termasuk wisman asal Singapura yang sudah banyak menjajal arena off road itu.

Tidak itu saja, agensi travel juga sudah ada yang menawarkan kerja sama untuk menjadikan Dirt Cart sebagai salah satu objek kunjungan wisman ketika berada di Batam.

“Biasanya weekend ramai. Ke depan kita harapkan bisa lebih baik lagi, karena masih baru jadi kita masih terus melakukan penyempurnaan,” kata Jonathan.(bbi)