Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11367

Sherpa Kami Rita, 24 Kali Taklukkan Puncak Everest, Bertekad Mendaki hingga Usia 60 Tahun

0

Sherpa Kami Rita, pendaki asal Nepal yang berhasil memecahkan rekor mendaki puncak Gunung Everest untuk kali ke-24. Ia bertekad melakukannya hingga berusia 60 tahun.

’’Saya sangat senang dan bangga.’’ Pernyataan itu dilontarkan Sherpa Kami Rita via sambungan telepon sesaat setelah memecahkan rekor mendaki puncak Gunung Everest untuk kali ke-23 pada 15 Mei lalu.

Sherpa adalah sebutan untuk suku asli yang biasa tinggal di Nepal dan area pegunungan Himalaya. Mereka biasanya berprofesi sebagai pemandu pendakian gunung. Selasa (21/5/2019) lalu, dengan jarak kurang dari sepekan, Rita memecahkan rekornya sendiri sebagai penakluk Everest untuk kali ke-24.

Rita berangkat Senin (20/5) untuk mengantar rombongan polisi dari India. Dia tiba di puncak gunung tertinggi di dunia itu sekitar pukul 06.38 kemarin. Sangat mungkin daftar rekornya terus bertambah. Sebab, usia Rita baru 49 tahun dan dia belum punya rencana pensiun.

’’Saya sehat. Saya bisa terus melakukannya hingga berusia 60 tahun. Selama ada oksigen, tidak ada masalah,’’ ujar Rita sebagaimana dikutip AFP.

Dia mengaku tak tahu sebelumnya bahwa kesuksesan pendakiannya bisa dibukukan sebagai pemecah rekor. Seandainya tahu sejak masih muda, dia mungkin akan lebih sering mendaki agar bisa memecahkan rekor di usia muda.

’’Saya tidak mendaki untuk memecahkan rekor. Saya hanya bekerja,’’ terangnya.

SHERPA Kami Rita saat menaklukkan puncak Everest untuk yang ke-24 kalinya, Selasa (21/5/2019) lalu.

Para Sherpa biasanya mencatatkan rekor pendakiannya hanya untuk keperluan pekerjaan.
Rita kali pertama mendaki Everest pada 1994. Kala itu dia bekerja sebagai pemandu yang bekerja untuk perusahaan internasional penyedia jasa pendakian.

Pada pendakian pertama itu, dia berhasil mencapai puncak gunung yang memiliki ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut tersebut. Selama 25 tahun kemudian, Rita sudah 35 kali mencapai puncak lima gunung yang punya ketinggian di atas 8 ribu meter di atas permukaan laut. Termasuk di antaranya gunung K2 yang merupakan tertinggi kedua di dunia.

Etnis Sherpa memang istimewa. Mereka bisa bekerja maksimal di ketinggian dan dengan oksigen rendah. Mereka menjadi tulang punggung untuk industri pendakian di Nepal. Biasanya mereka berangkat lebih dulu untuk menyiapkan rute pendakian. Tak jarang mereka juga membantu membawa barang-barang keperluan para pendaki.

’’Para Sherpa memperbaiki tali sepanjang jalan menuju puncak,’’ terang Rita. (sha/c17/dos)

Tiga Manfaat Daun Kelor yang Bisa Dikomsumsi Seusai Lebaran

0

Saat Lebaran ancaman kesehatan muncul tanpa disadari. Untuk mengantisipasi penyakit usai Lebaran, cobalah ramuan herbal. Yakni air rebusan daun kelor.

Rebusan kelor dibuat dari daun kelor yang mengandung banyak nilai gizi. Dilansir dari NDTV, Selasa (4/6/2019), ada tiga manfaat utama dari seduhan bubuk daun kelor untuk kesehatan.

Bubuk daun kelor. Minum air rebusan daun kelor dipercaya bisa mengontrol lemak hingga gula darah saat Lebaran. (Shutterstock)

1. Hilangkan Lemak

Kelor dikenal kaya sejumlah vitamin dan mineral esensial. Sehingga bisa membantu memobilisasi lemak visceral yang tersimpan. Teh daun kelor kaya antioksidan dan polifenol atau senyawa tanaman di dalamnya. Menurut buku ‘How To Lose Back Fat’ oleh Cynthia Trainer, teh kelor terbukti ampuh pada efek penurunan berat badan.

Sehingga tak perlu khawatir jika berat badan naik usai Lebaran. Daunnya rendah lemak dan padat nutrisi sehingga dapat dapat dengan mudah menurunkan berat badan.

2. Kontrol Tekanan Darah

Teh daun kelor bisa membantu mengontrol tekanan darah. Kandungan quercetin di dalamnya dapat mengurangi tekanan darah. Selain itu, daun kelor juga dapat membantu pasien hipertensi agar bisa melawan peradangan, karena kemampuan anti-oksidatifnya.

3. Kontrol Gula Darah

Daun kelor juga dapat membantu orang yang menderita diabetes, karena mengandung asam klorogenat antioksidan. Kandungan itu juga ditemukan dalam kopi. Manfaatnya bisa menjaga kadar gula darah tetap terjaga.

Selain itu, juga kaya akan vitamin C, yang telah terbukti mengurangi gula darah dan tekanan darah pada pasien diabetes tipe-2. Meski begitu tetaplah membatasi jumlah camilan dan minuman manis selama Lebaran. Dan selalu konsultasikan kesehatan dengan dokter Anda.

Catatan: Sebelum mengosumsi resbusan daun kelor atau seduhan bubuknya, konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang rutin meminum obat tertentu.

Walikota Batam: 2025 Batam Bebas Jalan Rusak

0

batampos.co.id -Pembangunan infrastruktur jalan raya jadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Pemko menargetkan tahun 2025 seluruh jalan utama di berbagai penjuru kota Batam sudah lebar dan mulus.

Ini disampaikan langsung oleh wali kota Batam Muhammad Rudi kepada puluhan ribu jemaah yang melaksanakan salad Idul Fitri 1440 H berjamaah di dataran Engku Puteri Batam, Rabu (5/6).

“Tiga tahun masa kepemimpinan kami berjalan sudah banyak jalan yang dikerjakan. Pembangunan jalan tetap jadi prioritas. Target tahun 2025, kota Batam sudah bebas dari jalan rusak,” ujar Rudi.

Tiga tahun menjabat sabagi wali kota Batam, Rudi mengaku dia dan Amsakar Achmad (wakil wali kota) telah merampungkan sejumlah ruas jalan di Batamcenter dan Nagoya baik itu perbaikan ataupun pelebaran. Sementar wilayah kecamatan lain seperti Seibeduk, Sagulung, Batuaji dan Nongsa akan dirampungkan hingga tahun 2020 nanti. Jika semuanya belum rampung maka proyek peningkatan akses jalan ini tetap akan dilanjutkan oleh wali kota terpilih periode selanjutnya nanti dan tahun 2025 dipastikan semuanya selesai.

Peningkatan akses jalan ini juga jadi perharian pemerintah pusat. Jalan Diponegoro, Seitemiang misalkan saat ini tengah digesa untuk membuka akses jalan baru sebagai jalan dua jalur. Proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini sudah berjalan separuh dan tahun ini ditarget harus rampung. (eja)

Mudik dengan Kapal Perang, Ini Sensasinya……

0

batampos.co.id – Raut kegembiraan terlihat di wajah Supardi. Warga Randu Belatung, Kabupaten Cepu, tersebut akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 13.00. Dia merupakan salah seorang penumpang mudik gratis yang menaiki KRI Makassar-590. “Saya naik kapal perang TNI dua hari dua malam dari Balikpapan,” katanya.

Di kapal tersebut Supardi tidak sendiri. Setidaknya ada sekitar 990 pemudik lain yang juga diangkut dengan menggunakan KRI tersebut dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Selama berada di dalam kapal, para pemudik itu diberlakukan layaknya para prajurit. “Kami tidur di kamar prajurit,” tambah Supardi. Selain itu, makan gratis juga disediakan.

Ratusan pemudik keluar dari KRI Makassar-590 kemarin (3/6). Mereka akan diantar angkutan umum menuju daerah masing-masing. Foto: Riana Setiawan/Jawa Pos

Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, para pemudik yang berasal dari Jawa Timur tersebut menuju bus-bus yang ada di depan Gapura Surya.

Bus-bus tersebut juga dipersiapkan untuk mengantar para penumpang itu untuk sampai menuju kampung halaman masing-masing. Ada yang menuju Bojonegoro, Malang, Lamongan, Kediri, dan daerah lain di Jawa Timur.

Hal yang sama diungkapkan Arya Firmanto. Pemudik asal Malang tersebut terlihat bergembira setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak. “Saya baru sekali naik kapal perang. Semoga tahun depan ada lagi,” harapnya.

Sementara itu, Panglima Komando Armada II Laksamana TNI Mintoro Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang baik. Baik antara TNI-AL dengan menteri perhubungan maupun dengan instansi terkait lainnya. “Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.(jpc)

Rutan dan Lapas Beri Kesempatan lebih Luas untuk Berkunjung

0

batampos.co.id – Rutan dan Lapas membuka kunjungan terbuka. Warga binaan bisa makan bersama keluarga dari luar di dalam Lapas dan Rutan.

Kunjungan terbuka ini dibuka sejak hari hal perayaan Idul Fitri 1440 H yang jatuh pada Rabu (5/6) pagi usai salat Idul Fitri dan berakhir pada Jumat (7/6) sore.

Kunjungan terbuka ini rutin dilakukan tiap hari raya keagamaan apapun agar hak-hak warga binaan di momen hari raya bisa terpenuhi dengan baik.

“Kebijakan Rutan memang seperti itu. Hari raya keagamaan diberikan kesempatan mereka untuk berjumpa denga keluarga dari luar tapi tetap dalam pengawasan yang ketat,” ujar kepala keamanan Rutan Batam Heri Agusiswanto.

Kunjungan terbuka ini akan dibuka dua sesi setiap hari. Sesi pertama mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB dan sesi kedua mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Meskipun terbuka pengamanan dan prosedur kunjungan tetap sesuai portab yang ada.

“Regu pengamanan kami lapis dua. Biasanya satu regu 16 orang selama hari raya nanti jadi dua regu ditambah dengan petugas staf pengaman 10 orang. Pengmanan kita tingkatkan karena pembesuk masuk dalam lingkungan rutan,” kata Heri.

Untuk keamanan dan ketertiban rutan, pembesuk juga dibatasi barang bawaan selain makanan dan minuman yang sudah melalui tahap pemeriksaan. Barang-barang yang dilarang seperti ponsel, benda tajam dan lain sebagainya tetap tidak diperbolehkan bawa masuk. Pengamanan berlapis ini juga berlaku di Lapas Batam yang kepolisian juga turut mengamankan pembesuk dan warga binaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (eja)

15 Warga Binaan Rutan dan Lapas Bebas Usai Salad Idul Fitri

0

batampos.co.id – Idul Firi 1440 H bawa sukacita bagi 15 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahan (Rutan) kelaa II A Barelang Batam. Mereka langsung bebas melenggang ke luar Lapas dan Rutan sebab masa pidana telah habis setelah terima remisi hari raya Idul Fitri yang diberikan oleh Kalapas dan Karutan usai salad Idul Fitri, Rabu (5/6) pagi.

Warga binaan Lapas Batam total yang menerima remisi sebanyak 754 orang dan delapan orang diantaranya dinyatakan bebas atau remisi khusus (RK) II. Dari delapan orang itu satu diantaranya terkendala dengan denda subsidier sehingga masih tertahan. “Yang murni langsung bebas tujuh orang. Satunya masih harus menyelesaikan denda subsidier. Sisanya dapat potongan masa pidana mulai 15 hari sampai dua bulan,”ujar kalapas Batam Surianto.

Sementara di Rutan Batam total ada 231 yang terima remisi dan enam orang diantaranya langsung bebas. Remisi yang diterima berupa potongan masa tahanan dan pidana mulai 15 hari sampai satu bulan.

Mereka yang terima remisi adalah warga binaan yang berkelakukan baik selama dipidana dan telah memenuhi persyaratan remisi lainnya seperti telah menjalani sepertiga masa pidana bagi narapidana Lapas dan enam bulan bagi warga binaan rutan

Sebelumnya, pihak Lapas dan Rutan telah mengusulkan remisi tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM RI. Usulan tersebut dikabulkan semua sehingga diberikan usai salad Idul Fitri. (eja)

Pesan Walikota Batam saat Salat Ied di Engku Putri

0

batampos.co.id – Umat muslim memadati dataran Engku Puteri Batamcenter untuk menunaikan salah ied berjamaah menyambut hari raya Idul Fitri 1440 H. Mereka datang dari penjuru di kota Batam.

Polisi dan petugas keamanan menutup jalan Engku Puteri untuk mengakomodir jamaah salat Ied yang datang. Pengamanan di sekitar lokasipun sangat ketat. Puluhan anggota polisi bersenjata laras panjang bersiaga di sekeliling komplek pemerintah kota Batam tersebut.

Pantauan di lapangan, jemaah yang melaksanakan salah idul fitri berjemaah ini meluber hingga ke ruas jalan Engku Puteri. Separuh jalan mulai dari depan kantor DPRD Batam hingga Masjid Raya dipenuhi dengan ribuan jemaah yang datang belakangan. Sementara dalam kawasan dataran Engku Puteri terlihat padat merayap dengan puluhan ribu jemaat yang sudah membludak sejak pukul 06.00 WIB.

Salad ied dimulai pukul 07.00 WIB yang diawali dengan sambutan dari wali kota Batam Muhammad Rudi, Se. Salad idul fitri pun berjalan aman dan penuh hikmah.

Dalam sambutannya Rudi berpesan agar segenap elemen masyarakat di kota Batam untuk tetap menjaga situasi kota yang aman dan kondusif. Masyarakat juga harus saling bahu membahu memajukan perekonomian Batam dengan mendukung penuh program-program yang telah dan tengah dijalankan pemerintah.

Foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Saya ajak kita semua sepakat untuk membangun kota yang kita cintai ini. Hanya dengan itu kita bisa berkembang. Jaga agar Batam tetap kondusif,” ujarnya.

Sektor industri yang selama ini menopang perekonomian kota Batam kata Rudi, kini masih dalam posisi yang kurang baik. Pemko Batam tengah berupaya keras mengatasi itu dengan meningkatkan sektir pariwisata yang sedang gencar dilakukan sejak awal dia dan Amsakar Achmad menjabat sebagai wali dan wakil wali kota Batam tiga tahun yang silam. Untuk mewujudkan itu dia memintah dukungan semua pihak untuk sejalan dengan Pemko Batam sehingga program-program kerja yang sedang berjalan bisa terlaksana dengan baik . “(Sektor) industri mungkin sedang bermasalah. Tiga tahun menjabat kami sudah berupaya untuk mengembalikan keadaan ekonomi ini. Pariwisata mulai berjalan. Pembangunan infrastruktur jalan utama masih terus berjalan. Tujuannya ya untuk kemajuan Batam,” ujarnya.

Diakhir arahannya, Rudi juga menyampikan salam Ramadan dan mengundang seluruh masyarakat Batam untuk hadir dalam acara ramah tama dan silaturahmi ke kediamannya. “Saya open house muali pukul 09.00 WIB. Pak Amsakar mulai pukul 13.00 WIB. Jika berkenan bapak ibu bisa ke rumah saya dan Amsakar,” ajak Rudi.

Secara umum pelaksanaan salad idul fitri di Batam berjalan lancar dan aman. Data dari kantor Kemenag kota Batam total ada 577 titik salah ied 1440 H dengan perincian; kecamatan Belakang Padang 27 titik, Sekupang 44 titik, Batuampar 32 titik, Seibeduk 38 titik, Nongsa 51 titik, Galang 41 titik, Bulang 18 titik, Batuaji 49 titik, Sagulung 100 titik, Bengkong 61 titik dan Batamkota 82 titik. (eja)

Hari H Lebaran, Hang Nadim Sepi

0

batampos.co.id – Berbeda dengan Selasa (4/6) kemarin, situasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam sepi di hari pertama Lebaran, Rabu (5/6) tampak sepi. Hingga pukul 11.00 WIB, seluruh gate tampak lengang.

Situasi paling lengang tampak di gate A1 hingga A8 di lantai 2. Jumlah penumpang bisa dihitung jari. Yang agak ramai justru di gate A9 di lantai dasar.

Penumpang di gate A9 lumayan banyak. Mereka adalah penumpang pesawat JT-373 jurusan Jakarta yang gagal terbang. Namun setelah para penumpang berangkat, gate A9 berkurang penghuninya.

Hanya para penumpang pesawat Lion Air jurusan Pontianak, Padang, dan Kualanamu. Serta penumpang Wings Air jurusan Letung. (gun)

Duta Besar Jepang Jatuh Cinta Dengan Nasi Padang

0

batampos.co.id – Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi jatuh cinta dengan kuliner Indonesia, nasi padang.

Ishii mengaku kepincut dengan nasi padang saat dirinya kerap menjalankan tugas di Indonesia sebelum menjabat sebagai Duta Besar. Saat di Tokyo, dia mencicipi berbagai masakan yang populer saja seperti sate, mi goreng, dan nasi goreng. Hingga pada suatu ketika, Dubes Ishii akhirnya jatuh cinta pada rasa masakan Padang.

“Sebelum saya menjabat sebagai Dubes, sempat mengeksplor masakan Indonesia memang belum sesering sekarang. Jadi kurang lebih 20 tahun lalu, saya kerja di kantor di Tokyo dan sering berdinas di Indonesia. Waktu itu saya eksplor masakan Indonesia, bertemu dengan masakan Padang. Sejak saat itu, saya suka masakan Padang. Jadi kalau saya ada dinas di Indonesia dengan jadwal yang mepet, masakan Padang sangat simple dan cepat,” tuturnya.

Duta besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi saat wawancara khusus bersama JawaPos.com di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Senin (28/5/2019). Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Ishii mengatakan keunikan dan keberagaman Indonesia tercermin dalam menu masakan atau kuliner. Hal itulah yang menjadi alasan uatamanya menyukai kuliner Indonesia.

“Indonesia itu keunikannya, keberagaman budaya, banyak budaya beda-beda tercermin dari makanan. Dan hal itu bisa dilihat dari keberagaman batik juga. Tapi menurut saya mungkin variasinya lebih beragam dalam makanan. Dan semua orang makan siang kan, kecuali Ramadan. Maka dengan mengunggah menu makan siang, itu sangat akrab dan kegiatan sehari-hari bagi masyarakat,” jelas Dubes Ishii.(jpc)

Siapa yang Membangun Masjid Tiban yang Disebut Masjid Jin?

0

batampos.co.id – Bangunan masjid ini terletak di balik Gunung Gambar. Sekitar 27 kilometer dari pusat kota Wonosari. masjid ini dikenal warga sekitar sebagai Masjid Tiban atau Masjid Jin. Masjid ini memiliki sejarah panjang dan banyak kenangan bagi para jamaahnya.

Jalan beraspal hanya sampai di pintu masuk Padukuhan Jurangjero. Kondisi jalan selanjutnya berupa cor blok. Medannya naik turun. Dengan pemandangan alam nan elok di kanan kiri.

Butuh waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Wonosari menuju masjid jin. Bisa ditempuh dengan mobil atau sepeda motor.

Pengendaranya harus ekstra hati-hati. Sabtu (15/5) lalu sebuah minibus kesulitan menanjak. Jantung sempat dag dig dug karena posisi minibus tepat berada di depan Radar Jogja yang mengendarai sepeda motor. Perasaan ini lega usai berhasil menyalip dari sisi kanan.

Masjid Tiban atau Masjid Jin yang ada di Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: jpnn

Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 12.00. Saat Radar Jogja (Jawa Pos Group) sampai di Padukuhan Jurangjero. Seorang pria bertelanjang dada duduk di kursi menyapa. “Madosi sinten, Mas (cari siapa, Mas)?” kata pria itu sambil mempersilakan duduk.

Setelah mengetahui maksud dan tujuan kedatangan Radar Jogja, sosok yang mengenalkan diri bernama Mantos Suwitnyo mulai angkat bicara.

Dialah juru kunci masjid jin. Mantos adalah keturunan ke – 7 penjaga masjid gaib tersebut. “Umur saya baru 25 tahun,” ucapnya dengan mimik wajah serius.

Mantos paham melihat tamunya sedikit keheranan. Karena umur yang dia sebutkan memang bertolak belakang dengan kerutan kulit kering dari ujung kaki sampai ujung rambutnya. Baca Juga: Masjid Agung Batam II Miliki Kubah Terbesar di Indonesia

Belum sempat dahi yang mengerut ini turun, dia pun buru-buru nyeletuk lagi. “Umur saya 25 tahun ditambah 50 tahun. Jadi genap 75 tahun,” ujar bernada canda, tapi tetap dengan mimik serius.

Setelah cukup mengobrol, Mantos pun mengantar Radar Jogja menuju masjid jin.

Melewati jalan setapak. Tak jauh dari kediaman si juru kunci. Hanya sekitar 16 langkah kaki orang dewasa. Masjid itu berada persis di belakang pekarangan rumah Mantos.

Jalan menuju masjid sedikit menurun. Lalu menanjak. Kanan kiri ditumbuhi semak belukar dan pepohonan tinggi menjulang.

Konstruksi bangunan masjid ini menyerupai rumah panggung. Dindingnya berupa anyaman bambu. Atapnya rumput ilalang kering. Fondasi lantai dari kayu berukuran besar yang dipasang menyerupai tiang.

Di samping kanan ada sebuah gentong berbahan tanah liat. Dulu gentong itu untuk menampung air wudu. Tapi kini tak lagi difungsikan. Gentong itu kosong. Air wudu dari kran yang lebih modern. Tinggal diputar air menyembur. Baca Juga: Masjid Agung Batam Center Bakal Miliki Menara Pandang

“Masjid ini tiba-tiba saja berada di belakang rumah yang saya tempati sekarang. Sudah ada sejak dulu. Tidak tahu siapa yang membangunnya,” ujar Mantos.

ejak berdiri, bangunan masjid itu beberapa kali mengalami perbaikan. Khususnya pada bagian atap dan dinding. Sedangkan kerangka bangunannya belum sekalipun direhab.

Meski berada di daerah terpencil, banyak orang datang berkunjung. Untuk salat. Atau sekadar berdoa kepada Sang Khalik. Yang berkunjung ke masjid jin cukup beragam. Tak sedikit pula yang punya hajat besar. Berdoa agar hajatnya terkabul.

“Ada calon bupati, ada pelajar datang berdoa. Saya tahu hajat mereka terkabul. Jadi bupati saestu (beneran),” ungkapnya.

Kisah tentang masjid jin memang sudah menyebar ke mana-mana. Seperti pengalaman Sidiq, warga setempat. Dia mengaku punya banyak cerita di masjid itu.

Suatu saat dia bersama teman-temannya salat di masjid itu. Berdoa agar bisa lulus ujian. “Ternyata terkabul,” ujarnya. (yog/jpnn)