Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11368

Sampah Rumah Tangga mulai Menggunung

0

batampos.co.id – Sampah rumah tangga mulai meluber di sejumlah tempat penampungan sampah sementara (TPS) di wilayah Batuaji dan Sagulung. Sampah basah dari permukiman warga tersebut mulai mengeluarkan aroma tak sedap dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan, hampir semua TPS baik di lokasi jalan utama ataupun jalan lingkungan dihiasi dengan tumpukan sampah. Salah satu titik yang mencolok adalah TPS Simpang Kaveling Baru, Sagulung. Tumpukan sampah meluber hingga ke bahu jalan.

Padahal di TPS tersebut ada bin kontainer namun karena sampah yang dihasilkan dari berbagai permukiman cukup banyak sehingga tidak mampu menampung.

Ardi, seorang petugas kebersihan mengatakan, tumpukan sampah di TPS tersebut tidak saja sampah yang diangkut oleh armada pengangkut sampah kecamatan dari dalam permukiman, tapi juga dibuang langsung oleh warga ke lokasi TPS. Padahal armada pengangkut sampah dari dalam permukiman tetap bekerja seperti biasa, namun karena menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas dapur meningkat, sehingga menghasilkan banyak sampah.

”Sampah yang dihasilkan terlalu banyak, makanya kami agak kewalahan. Sudah rutin bersihkan tapi volume sampah terlalu banyak. Sampai dibawa sendiri oleh warga ke sini (TPS),” ujar Aldi.

Pemandangan serupa juga terlihat di TPS yang ada di sepanjang jalan kawasan Marina City. Sampah rumah tangga hingga sampah bekas material bangunan menggunung di lokasi PTS. Sampah tersebut sengaja dibuang warga karena tempat sampah depan rumah mereka tak mencukupi lagi.

Menurut Sarni, warga Marina, armada pengangkut sampah yang rutin tiga kali dalam seminggu diangkut, tak cukup mengatasi penumpukan di lingkungan perumahan. Kata Sarni, hanya dalam sehari saja tong sudah sampah penuh tong. Warga berharap pengangkut sampah lebih ditingkatkan lagi sebab sampah yang dihasilkan menjelang hingga usai Lebaran diperkirakan cukup banyak. ”Nanti saat Idulfitri lebih banyak lagi (sampah). Kalau tak rutin diangkut bisa menumpuk juga depan rumah,” kata Sarni lagi. (*)

Usai Lebaran, Pasar Properti Batam Meningkat

0

batampos.co.id – Para pengembang di Batam meyakini pergerakan pasar properti setelah Lebaran akan melaju secara positif setelah sempat turun dalam beberapa bulan terakhir. Banyak faktor yang berkontribusi, tapi faktor terpenting adalah kepastian hukum setelah penetapan presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu April lalu.

“Kita harapkan memang adanya peningkatan. Sebelum Lebaran, penjualan properti biasa menurun, karena ada yang lebih diprioritaskan yakni konsumsi,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan, Senin (3/6).

Di mata pengembang properti dan investor, situasi politik Indonesia pasca Lebaran akan kembali kondusif. Ditambah lagi, persoalan politik yang ada terkait hasil pemilu presiden akan diselesaikan secara konstitusional di Mahkamah Konsititusi (MK).

“Saya juga melihat ada peningkatan indeks harga saham secara nasional. Itu merupakan bukti adanya peningkatan kepercayaan dari para pelaku ekonomi yang menyatakan bahwa Batam sudah aman dan kondusif untuk investasi baru,” jelasnya.

Achyar juga menyebut bahwa banyak investasi baru di Batam akan segera membuka lowongan kerja baru sehingga akan meningkatkan daya beli masya-rakat, khususnya terhadap kebutuhan terhadap hunian.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Adanya investasi baru, maka setelah Lebaran, pekerja akan dapat kontrak baru,” ungkapnya.

REI juga kata Achyar akan segera melanjutkan rencana membangun rumah murah bersubsidi di atas lahan kaveling siap bangun (KSB) setelah Lebaran.

“Kami akan garap rumah subsidi murah di lahan KSB yang tak dimanfaatkan seluas 1000 hektare lebih,” ucapnya.

Achyar menyebut masih banyak masyarakat Batam yang butuh rumah layak huni. Contohnya di Pemko Batam saja terdapat sekitar 1.000 petugas kebersihan. Kebanyakan dari mereka tinggal di rumah liar (ruli).

“Di Batam ada sekitar 50 ribu ruli. Sedangkan target kami itu bikin 1000 rumah murah per tahun. Jadi, butuh waktu 50 tahun untuk memindahkan ruli ke rumah layak huni. Tapi dengan memanfaatkan KSB, bisa lebih cepat,” ucapnya.

REI akan mengajak Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk kerja sama mewujudkannya.

“Kami ingin kerja sama dengan BP Batam, dimana kami akan buat master plan-nya yang terdiri dari fasilitas umum lengkap seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan lainnya,” paparnya.

Para petugas kebersihan Pemko Batam juga memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga dengan demikian, rumah murah bersubsidi bisa diperoleh dengan uang muka yang lebih murah dan angsuran yang terjangkau. (*)

Pemko Batam Siapkan Kawasan Khusus untuk Generasi Muda

0

batampos.co.id – Pemkot Batam akan menyediakan banyak ruang yang menghadirkan kenyamanan buat masyarakat, khususnya generasi muda. Penyediaan ruang khusus ini untuk mendorong produktivitas anak-anak muda, sehingga memberikan manfaat positif tidak hanya untuk mereka tetapi juga untuk Kota Batam yang mendapatkan sentuhan ide-ide anak muda ini.

“Kita siapkan daerah hijau untuk generasi muda, agar di masa mendatang bisa menjadi tempat anak muda berkreasi. Ditampung hobi mereka, sehingga produktif,” kata Rudi di Kecamatan Bengkong, Minggu (2/6/2019).

Rudi melanjutkan, anak-anak muda memang harus mendapatkan kenyamanan terlebih dahulu. Setelah itu baru potensi terbaik mereka akan keluar. Itulah yang saat ini tengah diupayakan pihaknya, disamping membangun infrastruktur jalan.

Taman Tuah Melayu yang berada di kawasan Batamcentre, Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id 

“Apa yang mereka mau maka kita siapkan, beri mereka kenyamanan dulu,” kata Rudi lagi. Salah satu upaya menghadirkan tempat-tempat nyaman untuk anak-anak muda, Pemko Batam saat ini terus menata kawasan taman agar lebih menarik.

Menghadirkan sejumlah fasilitas hingga anak-anak muda betah berlama-lama di lokasi tersebut. Utamanya adalah hadirnya jaringan internet yang memnag menjadi hal utama untuk menggaet hadirnya anak-anak muda saat ini.

Saat ini lanjutnya, sejumlah taman dengan konsep kekinian telah terbangun di beberapa kawasan di Batam. Baik itu taman yang dibangun sendiri, maupun taman yang dibangun dari kerja sama dengan pihak swasta.

Rudi juga mengaku terus menggalakan program penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Menjaga kelestarian daerah hijau tanpa mengganggu proses pembangunan yang terus berjalan.

Lebih jauh, Rudi juga mengaku mendorong masjid-masjid yang ada di Kota Batam mengikuti perkembangan zaman, dengan memfokuskan kenyamanan bagi para jamaah sesuai kemampuan keuangan masjid.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pilihan bagi generasi muda, mereka bisa memilih lokasi-lokasi yang menyamankan mereka, termasuk di lingkungan masjid.

“Salah satu alasan saya mendorong masjid untuk enyediakan AC untuk kenyamanan, kalau anak-anak muda berlama-lama di masjid akan bagus, itu termasuk tanggung jawab kita juga,” tuturnya lagi.(bbi)

Pemko Batam Terus Dorong Perbaikan Jasa dan Industri

0

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan bahwa daerah yang dipimpinnya ini tidak memiliki sumber daya alam (SDA) seperti daerah lain yang bisa mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Karena itu, untuk mengatasi kekurangan tersebut, pihaknya mengoptimalkan sektor jasa dan industri.

Pihaknya saat ini terus berbenah menjadikan Kota Batam sebagai kota pariwisata kelas internasional dengan kelengkapan fasilitas yang terus diupayakan.

Pemko Batam tidak hanya membiayai pembangunan infrastruktur jalan dalam beberap tahun belakangan, namun juga terus berupaya meningkatkan pengembangan destinasi pariwisata, termasuk melalui kerja sama dengan kementerian terkait.

Pulau Putri

 

Salah satunya adalah pengembangan Pulau Putri di Kecamatan Nongsa yang akan dijadikan wisata pulau. Pembangunan pulau yang berbatasan dengan negara tetangga Singapura itu dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan telah selesai pada akhir 2018 lalu.

Saat ini Pemko Batam tengah memberikan sentuhan akhir kawasan ini sebelum nantinya diresmikan menjadi destinasi baru di Batam. Meskipun belum sepenuhnya selesai, sudahh banyak masyarakat yang berkunjung ke pulau ini.

Selain itu, sektor jasa pariwisata lain, seperti Kebun Raya Batam (KRB) juga telah selesai dibangun, Jembatan 1 Barelang juga terus dibenahi dengan penambahan fasilitas ramah anak di kawasan Dendang Melayu hingga ke bawah jembatan yang menjadi ikon pariwisata visi menjadi bandar dunia madani ini.

“Kotanya harus kita indahkan, Batam tidak punya hasil bumi, adanya jasa dan industri, makannya kita bangun batam untuk meningkatkan pendapatan,” kata Rudi ketika safari Ramadan di Masjid Al-Istiqomah Kecamatan Bengkong pada Minggu (2/6/2019).

Pemkot Batam, lanjut Rudi, tidak berhenti hanya pada pengembangan jasa pariwisata saja, namun juga terus mengupayakan perbaikan pada sektor industri yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi untuk Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) secara umum.

Dukungan dari pemerintah pusat diyakininya akan membuat iklim investasi di Batam akan kembali bergairah. Melalui serangkaian penyerderhanaan perizinan, menghlangkan dualisme kepemimpinan, dan terobosan yang akan segera diterapkan.(bbi)

Ada Rambu-rambu Khusus untuk Melintasi Jembatan Barelang

0

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menyusun peraturan mengenai rambu-rambu lalu lintas di laut. Ini dilakukan guna mencegah agar tidak ada lagi kapal yang menabrak enam jembatan utama di Batam, Rempang dan Galang.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Budi Santoso, mengatakan saat ini pihaknya bersama Kemenhub, sedang membuat rambu-rambu yang jelas di sekitar laut di area jembatan Barelang.

“Di laut tidak ada rambu-rambu ditambah banyak kapal yang bersandar disana,” kata , Senin (3/6/2019).

Jembatan dua Barelang ditabrak kapal Eastern Glory. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kata dia, kapal MT Eastern Glory yang menabrak Jembatan Dua membuka mata banyak pihak bahwa rambu-rambu di laut sekitar jembatan Barelang sangat diperlukan.

Menurutnya selama ini, laut di sekitar Jembatan Satu dan Dua memang menjadi jalur-jalur kapal besar yang melintas untuk lewat atau melakukan perbaikan.

“Tabrakan kemarin itu karena kurang interaksis aja. Rambu-rambu ini diperlukan karena pada dasarnya di sekitar jembatan juga tidak ada produksi apa-apa. Rambu-rambu ini nanti diperlukan untuk kenyamanan transportasi air,” ujarnya.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional 1 Kepri, Endry Z Jamal, mengatakan, perbaikan Jembatan Dua akan segera dilakukan.

“Perbaikan Jembatan Dua Narasimha akan dilakukan bulan-bulan ini. Pengawasan akan kami lakukan agar hasilnya sesuai,” ungkapnya.

Ia mengatakan ada keretakan di jembatan akibat tabrakan yang terjadi pada Februari lalu. Sehingga perbaikannya akan digesa untuk mengoptimalkan kembali jembatan tersebut.

“Nanti untuk yang retak, kami akan pakai alat-khusus. Mudah-mudahan bisa segera dilakukan,” harapnya.(leo)

BMKG Prakirakan Kota Batam Diguyur Hujan Pada Hari Pertama Lebaran

0

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan para hari pertama lebaran seluruh wilayah di Kota Batam, provinsi Kepulauan Riau, akan diguyur hujan.

Prakirawan BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Debora Truly Marpaung, mengatakan kelembapan udara lapisan atas di wilayah Kepulauan Riau yang cukup tinggi menyebabkan peluang pembentukan awan cukup besar.

Selain itu kata dia, adanya penumpukan massa udara akibat perlambatan kecepatan angin disekitar wilayah Kepulauan Riau turut menambah potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.

Awan gelap tampak menghiasi wilayah Batam Centre. BMKG Klas I Kota Batam memprakirakan Kota Batam akan terus diguyur hujan deras hingga pertengahan Juni 2019. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Secara umum kondisi cuaca esok hari diprakirakan berawan dan berpeluang hujan yang bersifat lokal serta berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” katanya, Selasa (4/6/2019). Baca Juga: Hujan Lebat Akan Guyur Kota Batam Hingga Pertengahan Juni

Pihaknya mengimbau agar masyarakat yang melakukan aktivitas kelautan waspada terhadap potensi adanya hujan lebat dan angin kencang yang dapat menyebabkan kenaikan tinggi gelombang laut pada siang dan dini hari.

“Untuk transportasi darat dan udara agar waspada berkurangnya jarak pandang mendatar saat terjadi hujan lebat.(esa)

Kota Batam Akan Terapkan Parkir Elektronik di 100 Titik

0

batampos.co.id – Pemko Batam melalui Dinas Perhubungan akan segera menerapkan parkir elektronik di 100 titik.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rustam Effendi, mengatakan para juru parkir yang akan mengoperasikan parkir elektronik akan dibekali dengan telepon genggam android.

“Itu sebagai penunjang teknis, alat komunakasi tersebut diberikan cuma-cuma.  Telkomsel yang bantu HPnya. Telkomsel ini hanya dapat (untung) dari aplikasi,” katanya, Senin (3/6/2019).

Pelaksanaan parkir elelktronik tersebut kata dia, akan diujicoba di 100 titik yang berada di Nagoya dan Batamcenter. “Kelak akan ada sosialisasi lebih lanjut dan dengan ini kami harap potensi (retribusi) parkir kita tercapai,” imbuhnya.

Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan motor yang akan parkir di Ruko Raflesia Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Soal rencana MoU dengan Telkomsel, ia menyampaikan akan digelar setelah Lebaran.  “Rencana awalnya seminggu sebelum lebaran, tapi tunggu setelah lebaran saja,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta pihak Telkomsel kembali memaparkan perihal sistem parkir ini.

“Alatnya gimana saya belum paham betul. Kami minta mereka kembali presentasi ke kami. Kalau OK jalan,” kata dia. Baca Juga: Soal E Parkir, DPRD Akan Panggil Dishub Pemko Batam

Dalam pertemuan lanjutan tersebut, Wali Kota Batam meminta yang hadir setidaknya pengambil kebijakan dari Telkomsel tersebut.

“Saya sudah minta, bosnya Telkomsel. Kalau presentasi OK, putuskan (MoU), dijalankan saja,” tambahnya.

Ditanya kapan presentasi oleh Telkomsel, Rudi belum mendapat konfirmasi lebih lanjut. Namun yang pasti Telkomsel mengaku ingin cepat, karena sistem ini dibangun tentu didasari dengan keuntungan kedua belah pihak.

“Pendapatan parkir bisa naik. Hari ini potensinya Rp 27 miliar, parkir kita ini potensinya Rp 80 miliar. Banyak yang lost,” ungkap Rudi. Baca Juga: Pengusaha Tolak Jukir, Dishub Arahkan Parkir Mandiri

Ditempat yang sama Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan kedua belah pihak telah berkomitmen mengembangkan sistem ini.

“Mereka sampai pada penyiapan draf MoU. Kami butuh waktu untuk dapat yang lebih lengkap informasi kesepakatan ini, seperti tata kerja, mekanisme, dan konsekuensi yang akan ditandatangani. Setidaknya hak dan kewajiban. Kita gunakan aplikasi mereka, apa hak dan kewajiban , begitupun sebaliknya,” ucapnya.

Ia mengaku melalui sistem ini tentu meningkatkan pendapatan dari sektor retribusi parkir. “Yang jelas akan ada kenaikan yang cukup baik. Sedapat mungkin semua segmen dikelola dengan baik, kami sudah mulai dengan tapping box, makanya kami masuk ke parkir elektronik,” ujarnya.(iza)

Balada Kaum Laki-laki Jelang Lebaran, Menjaga Anak hingga Bosan Menunggu Istri Belanja

0

batampos.co.id – Momen menjelang lebaran memang menjadi masa sibuk, khususnya bagi kaum wanita yang harus mempersiapkan banyak hal. Mulai dari membuat penganan untuk para tamu yang bersilaturahmi, menghias rumah, hingga membeli baju baru untuk suami dan anak-anak yang masih kecil.

Pada prosesnya, sebagian besar kegiatan tersebut umumnya melibatkan sang suami. Walaupun keterlibatan itu tidak secara langsung dan cenderung menjadi hal yang menantang bagi kaum adam.

Salah satu yang saat ini banyak ditemui adalah aktivitas para suami menemani pasangan mereka berbelanja busana untuk lebaran. Ada cerita-cerita unik yang lahir dari proses ini. Bagaimana para suami menghilangkan kebosanan menunggui istri mereka yang berbelanja.

Sutris Astari, warga Kelurahan Tembesi, Sagulung, salah satunya. Dia menceritakan pengalamannya selama menunggu istrinya berbelanja pada momen menjelang lebaran 2019.

Sutris ketika menunggu istrinya mencoba pakaian yang akan dibeli di salah satu pusat perbelanjaan di Batam pada Minggu (2/6/2019). Foto: Bobi/batampos.co.id

“Sejak empat hari menjelang lebaran saya sudah menemani istrinya berbelanja,” ujarnya saat ditanyai batampos.co.id Senin (3/6/2019). Selama waktu tersebut, ia dan istrinya berkeliling di beberapa kawasan pusat perbelanjaan. Baca Juga: H-3 Lebaran, Pasar Seken di Kota Batam Dipadati Pembeli 

Kondisi hampir sama kata dia, juga banyak dialami oleh para suami yang ditemuinya di pusat perbelanjaan. Bahkan tidak jarang ia mendapati bapak-bapak yang sibuk menjaga anak-anaknya, sementara sang istri berbelanja kebutuhan mereka.

“Kalau dari yang saya lihat, tidak cuma saya yang bosan menunggu istri belanja, banyak juga bapak-bapak lain, ada yang jaga anak juga,” kata Sutris.

Aktivitas berbelanja kelengkapan lebaran ini, lanjut Sutris, memang menjadi hal lumrah di masyarakat. Meskipun demikian, Sutris mengaku heran dengan daya tahan istrinya dan ibu-ibu lain ketika berbelanja.

Karena tidak ada tempat duduk, pembeli di salah satu pusat pebelanjaan istirahat di lantai bersama anak-anaknya untuk menghilangkan penat seusai berbelanja. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Mereka (para istri-red) bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk memilih dan membeli pakaian. Keluar untuk belanja sekitar jam 11 (11.00 WIB), pulangnya pasti malam. Habis waktu buat belanja itulah,” kata Sutris lagi.

Kata dia, untuk menghilangkan kebosanan menunggu istrinya berbelanja, terkadang Sutris memilih mencari kegiatan lain.

Biasanya ia akan mencari tempat duduk untuk melepas penat. Sayangnya, kata Sutris, tidak semua pusat perbelanjaan menyediakan tempat duduk.

Lebih jauh, Sutris mengaku sudah berulangkali membahas perihal kebiasaan berbelanja bersama istrinya. “Mereka (perempuan) paling senang belanja dan tidak bisa capek kalau belanja,” tutur Sutris lagi sambil tertawa lepas.(bbi)

Jembatan Rusak Parah, Warga Kelarik Cemas

0

batampos.co.id – Warga Kelarik Kecamatan Bunguran Utara saat ini tengah cemas. Ini karena kondisi jembatan penghubung rusak, disaat mendekati lebaran.

Kerusakan ini terjadi, karena belakangan ini curah hujan cukup tinggi. Akibatnya jembatan darurat yang terbuat dari kayu sering hanyut karena aliran sungai meluap.

”Kemarin saat hujan, aliran sungai sudah meluap. Jembatan rusak dan hanyut,” ujar Amran warga Kelarik, Senin (3/6).

Diakui Amran, jalan lintas menuju Kelarik dan Batubi terdapat beberapa jembatan, kondisi saat ini sifatnya darurat dan sementara dan dibangun dari kayu. Sehingga rawan rusak ketika sungai meluap.

”Kalau saat lebaran besok, hujan turun. Warga Kelarik bakal tak bisa ke Ranai dan Batubi untuk silaturahmi dan liburan,” tutur Amran.

Saat ini antara Kecamatan Bunguran Utara dan Batubi, hanya ada satu akses untuk menghubungkan dua kecamatan tersebut. Warga yang hendak berliburan tentu akan terkendala kondisi akses jalan dan jembatan yang belum memadai.

”Tahun lalu warga sempat tiga hari tidak bisa melintas. Karena jembatan direndam banjir dua meter,” ungkap Amran.

Amran berharap, pemerintah terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur penghubung Kecamatan Bunguran Utara. Agar masyarakat dapat lebih mudah melakukan perjalanan antar kecamatan.

”Jalur darat ini cukup jauh, jadi pembangunan jalan pun sampai sekarang belum selesai. Masih ada beberapa kilo jalan masih berlumpur. Kami sangat cemas, ketika momen lebarsn, akses jembatan dan jalan rusak,” ujar Amran. (arn)

Warga Natuna Sambut Candra pada Bursa Pilkada

0

batampos.co.id – Kancah pesta demokrasi kepala daerah Kabupaten Natuna 2020 mendatang semakin ramai dibicarakan sebagian besar masyarakat Natuna. Termasuk hadirnya figur baru dalam warna pilkada mendatang.

Salah satu figur baru yang bakal meramaikan Pilkada Natuna adalah Candra Ibrahim. Figur muda yang berprestasi ini sudah mendapat tempat sebagian warga Natuna. Dukungan terhadap Candra Ibrahim terlihat dengan adanya pemasangan baliho dan spanduk yang sudah terpasang di sekitar wilayah Natuna.

Amran, 38, warga Ranai, mengaku, figur seperti Candra Ibrahim salah satu calon pemimpin daerah yang dibutuh-kan Natuna. Candra juga dinilai salah satu putra daerah yang berani dan sukses dalam berkarir di dunia pers.

“Kami sangat yakin, sosok seperti Candra Ibrahim bisa membawa Natuna lebih maju ke depan,” tutur Amran.

Candra Ibrahim

Amran mengaku, sangat mengenal sosok Candra Ibrahim. Karena saat ini adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Provinsi Kepri. Penghargaan tersebut dinilai sangat luar biasa untuk putra daerah di perantauan. Selain itu, Candra sukses dalam memimpin perusahaan media terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Tentu kesuksesan mempimpin perusahaan adalah prestasi yang dapat ditularkan dalam memajukan daerah sendiri.

“Candra Ibrahim layak menjadi pemimpin Natuna ke depan. Majukan Natuna di-perbatasan dengan wawasan dan pengalaman gemilang,” tutur Amran.

Respons senada juga diakui Mayza, 39, warga Natuna. Ia mengaku sangat mengenal sosok Candra Ibrahim sejak masih di bangku sekolah di Pulau Midai.

Selain itu Candra menjalin komunikasi yang baik kepada sesama warga Natuna.

“Meski jarang bertatap muka, tapi komunikasi terus terjalin. Hadirnya figur baru memberikan pilihan yang tepat untuk kemajuan Natuna ke depan. Kami juga patungan pasang baliho,” ujar Mayza. (arn)