Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11388

Lowongan Kerja di Batam Tak Sebanding dengan Pencaker

0
foto: batampos.co.id / cr1

batampos.co.id – Para pencari kerja (pencaker) masih terlihat menyerbu Kawasan Industri Batamindo di Mukakuning untuk mencari lowongan kerja, Selasa (15/3/2019).

Pantauan Batam Pos kemarin, ratusan pencaker memadati Community Center (CC) Batamindo. Mereka rela antre sejak pagi untuk menyerahkan berkas persyaratan lamaran pekerjaan meskipun tak setiap hari ada lowongan kerja.

Menurut informasi, ada satu perusahaan di kawasan industri itu yang membuka lowongan kerja untuk posisi teknisi dan Quality Assurance (QA). Namun, karena persyaratan mengharuskan yang berpengalaman kerja, tak ayal membuat puluhan pencaker kecewa karena tidak memiliki pengalaman kerja.

”Infonya awal tahun ini ba-nyak buka lowongan pekerjaan, tapi setiap datang ke sini lowongan tak selalu ada, sekalinya ada langsung ramai banget,” ujar Ilham, pencaker asal Jambi, kemarin.

Meskipun lowongan tidak ada setiap hari, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah pencaker yang setiap hari semakin bertambah banyak. Dalam sehari, ratusan bahkan ribuan pencaker berduyun-duyun datang ke kawasan Batamindo untuk mencari informasi lowongan kerja maupun memasukkan lamaran kerja.

Pencaker lain, Saktiawan juga mengaku sulit mendapatkan pekerjaan di Batam. Pa-salnya, beberapa perusahaan yang membuka lowongan kerja meminta persyaratan minimal memiliki pengalaman kerja dan kelengkapan berkas lainnya.

“Susah dapat kerja sekarang, belum lagi persyaratan yang dibutuhkan semakin ketat,” ungkapnya.

Proses penerimaan juga dilakukan sangat ketat. Antara lain melalui pengukuran tinggi badan, jika pelamar tidak memenuhi syarat seperti yang dibutuhkan, pelamar langsung dinyatakan gugur. Selain itu, usia juga ditentukan minimal 18 tahun sampai 24 tahun dan memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang elektronika.

”Kemarin sempat mengajukan namun gagal, karena tak punya pengalaman dan persyaratan yang lengkap,” kata-nya kecewa.

Sebelumnya, Manager General Affair Batamindo Tjaw Hoeing mengatakan, sejumlah perusahaan asing telah memilih Batamindo sebagai lokasi pabriknya. Antara lain, Pegatron dari Taiwan, Maruho dari Jepang, Sammyung dari Korea dan Simatelex dari Hongkong.

Untuk lowongan kerja, perusahaan-perusahaan tersebut baru merekrut karyawan level eksekutif seperti Human Resources Departement (HRD), Plant Manager dan lainnya.

”Tinggal buruhnya saja. Proses perekrutannya akan berjalan paralel dengan penyelesaian akhir proses renovasi,” ucapnya.

Untuk perusahaan dengan rekrutan terbesar yakni Pegatron yang akan merekrut 1.000 karyawan. Sedang-kan dua perusahaan lainnya hanya akan merekrut 100-an karyawan saja. Rencananya, perekrutan itu akan dimulai usai Lebaran mendatang. (cr1)

Pohon Terkenal, Tak Beda dengan Aslinya, Komen Kapolda Kepri

0

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto bersama jajaranya nonton bareng Film Pohon Terkenal, Selasa (26/3) di XXI Mega Mall, Batamcenter. Ratusan orang hadir dalam nonton bareng ini.

“Banyak pesan yang disampaikan dalam film ini,” kata Irjen Andap Budhi Revianto, Selasa (26/3/2019).

Ia mengatakan pesan awal yang disampaikan yakni bahwa untuk menjadi anggota Polri, tidak dipungut biaya dan gratis. Dan setiap orang memiliki kesempatan untuk masuk ke Akademi Kepolisian (akpol).

“Dalam film ini diceritakan tentang sosok Bara, dari keluarga yang sangat sederhana. Namun bisa masuk Akpol,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja. Film ini menceritakan bahwa, mau anak jenderal atau orang biasa. Perlakuan diberikan sama. Karena yang terbaiklah yang akan mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Andap mengatakan sebagian besar film tersebut, mirip dengan yang dirasakannya selama menjalani pendidikan di Akpol.

Foto bersama setelah nonton bareng.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Tak jauh beda, sama. Jadi polisi itu tidak bisa instan. Kami harus menjalani pendidikan selama 4 tahun lamanya,” ungkapnya.

Disiplin, menjaga persatuan, menjadi hal yang harus dipatuhi selama di Akpol. Andap mengatakan orang yang sukses, memiliki pribadi yang disiplin. “Banyak pelajaran yang diambil dari film ini. Bagi yang berminat masuk akpol, film ini bisa jadi referensi mereka,” ungkapnya.

Pohon terkenal adalah istilah taruna atau taruni yang selalu melanggar disiplin. Karena saking seringnya melanggar aturan, taruna atau taruni tersebut dikenal seantero Akpol. (ska)

Pidana Pemilu Capai 116 Kasus

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polri memastikan tindak pidana pemilu telah mencapai angka 116 kasus. Kasus dugaan pidana pemilu itu beragam, dari money politics hingga penggunaan fasilitas negara untuk kampanye.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Syahar Diantono menjelaskan, Polri sebagai salah satu anggota sentra penegakan hukum terpadu (Sentra Gakkumdu) mencatat sampai Selasa (26/3) terdapat 116 kasus tindak pidana pemilu.

”Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah,” jelasnya.

Ratusan tindak pidana pemilu itu jenisnya beragam, seperti money politics, perusakan alat peraga kampanye, kampanye di luar jadwal, dan kampanye menggunakan fasilitas negara.

”Ini yang ditangani Sentra Gakkumdu pusat ya,” tuturnya.

Namun, belum tentu semua kasus itu akan berujung pada penegakan hukum. Menurutnya, mekanismenya dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan layakkah sebuah kasus itu naik ke penyidikan.

”Tidak langsung penyidikan di kepolisian,” ujarnya.

Penegakan hukum dalam tindak pidana pemilu memiliki batas waktu penyelesaian. Makanya, pemeriksaan-pemeriksaan itu harus cepat.

”Jangka waktu saat mulai penyidikan sekian hari, ada batas,” jelasnya.

Pemetaan kerawanan saat pemilu ini juga dilakukan. Di setiap daerah dipetakan kerawanannya, apakah perusakan alat peraga, money politics atau yang lainnya.

”Kami sudah berupaya mengantisipasi,” terangnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, setidaknya ada sepuluh Polda yang paling rawan kaitannya dengan pemilu, yakni Papua, Maluku Utara, Metro Jaya, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Aceh, Riau, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah. ”Kerawanannya beragam,” jelasnya.

Ada beberapa indeks yang dipertimbangkan dalam menentukan kerawanan tersebut, seperti unsur penyelenggara, partisipasi masyarakat, potensi gangguan kamtibmas, ambang gangguan kamtibmas dan kontestasi.

”Misalnya, Papua itu potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Polri akan bekerja total untuk mengamankan penyelenggaraan pesta demokrasi. Sekaligus, Polri akan berupaya sebaik mungkin untuk netral dalam Pemilu 2019.

”Netralitas itu harga mati,” jelasnya. (idr)

Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Kabil

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pria tanpa identitas yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter BP 4429 GH, tewas ditempat setelah ditabrak lori dengan nomor plat nomor BP 8211 EY, Rabu (27/3).

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati membenarkan kejadian ini.

“Iya, sedang masih dalam pengusutan dan pengembangan jajaran kami,” kata Putu, Rabu (27/3).

Ia mengatakan kejadian ini bermula kendaraan Honda Beat BP 3610 GF, yang kendarai Jhonny Hamonangan Laoli dari arah Telagapunggur menuju Bundaran Simpang Bandara. Namun, ketika tiba di simpang Taiwan, Jhony merasa ban kendaraanya kurang angin. Lalu, ia menepikan kendaraanya untuk mengecek. Setelah mengecek kendaraan, Johny kemudian melanjutkan perjalanannya.

“Saat akan masuk ke badan jalan. Tiba-tiba motor dikendarai Johny ditabrak dari belakang oleh pengendara motor Yamaha Jupiter BP 4429 GH,” ungkap Putu.

Akibat tabrakan ini, Johny terpelanting ke sisi kiri jalan. Sedangkan pengendara motor Yamaha Jupiter terpelanting ke bagian tengah jalan. Disaat bersamaan Truk Mitsubishi Colt Diesel BP 8211 EY datang dari arah yang sama, melindas pengendara motor Yamaha tersebut.

“Kejadian berlangsung cepat, saat anggota ke TKP. Nyawa pengendara motor itu sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Saat ini, kami sedang mencari tau identitas pengendara. Karena hingga kini kami tidak menemukan identitasnya,” ungkap Putu.

Sementara itu, Johnny hanya mengalami luka ringan dibagian kaki dan tangan. Sobri, pengendara Truk Mitsubishi hanya mengalami shock karena telah menabrak orang.

“Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi-saksi, serta dua orang pengendara tersebut,” tuturnya.

Putu berharap masyarakat yang menggenali atau mengetahui kerabat dari pengendara Yamaha Jupiter BP 4429 GH, bisa segera datang ke Polresta Barelang.

Kepada masyarakat, Putu menghimbau agar selalu mengutamakan keselamatan dan mengurangi kecepatan saat berkendara.

“Selalu patuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas,” pungkasnya.  (ska)

Polisi Bantu 13 Ribu Liter Air ke Penghuni Rusunawa Tanjunguncang

0

batampos.co.id – Krisis air bersih yang berkepanjangan di rumah susun sewa (rusunawa) Pemko Batam I, Tanjunguncang mendapat simpati dari berbagai pihak. Jajaran Polresta Barelang misalkan mengirim 13 ribu liter air dengan dua unit mobil watercannon, Rabu (27/3).

Bantuan air bersih ini disambut meriah oleh ratusan warga rusun. Mereka sangat gembira karena merasa diperhatikan. Berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polresta Barelang dan berharap agar kedepannya tetap rutin memperhatikan mereka.

“Sering-sering ya pak. Sudah susah betul kami di sini. Bertahun-tahun kami sengsara dengan keterbatasan air ini,” ujar Erna, penghuni blok D rusunawa.

Pantauan di lapangan, dua unit mobil watercannon tadi menyuplai air ke bak penampungan di blok B dan D dengan kapasitas masing-masing blok sebanyak 6.500 liter. Sebelum disuplai, dua bak dengan kapasitas diatas 10 ribu liter itu kosong sama sekali. Itu karena menurut warga sudah tiga bulan terakhir ini air sama sekali tak ngalir. Suplai air dari pihak ATB dua tanki perhari hanya fokus di bak penampungan induk di blok A dan C.

Meskipun suplai air dari polisi tak sampai penuh bak di blok B dan D, warga setempat tetap merasa legah sebab itu bisa membantu mereka seharian kedepan.

“Bantuan ini sangat berarti. Kami juga tidak terlalu jauh angkat air dari blok A atau C. Karena bak kami di blok B dan D sudah terisi juga. Selama ini kosong sama sekali makanya ambil ke bawa blok A atau.C,” kata Nindi, warta blok D.

Ketua RT 03/ RW 22 rusunawa kelurahan Tanjunguncang Sugianto mengatakan, krisis air bersih yang paling parah dirasakan sejak tiga bulan belakangan ini. Ini karena suplai air dari ATB benar-benar putus total.

“Sebelum-sebelumnya memang sudah tersendat tapi masih bisalah karena malam masih mau keluar (ngalir). Tapi sejak tiga bulan ini sama sekali tak ngalir. Kalaupun ngalir paling sejam dua jam itupun mau subuh baru ngalir,” kata Sugianto.

(eja)

Ada Pengobatan dan Sunatan Gratis di Mapolsek Batuaji

0
Sunatan beberapa waktu lalu.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang gelar kegiatan sosial berupa layanan kesehatan dan sunatan massal gratis di Mapolsek Batuaji, Jumat (29/3) pagi. Bakti sosial ini merupakan rangkaian kegiatan bulan bakti kesehatan dari jajaran Mapolresta Barelang dan Polsek Batuaji.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, baksos layanan kesehatan gratis ini akan ditangani ratusan tenaga medis termasuk dokter gabungan dari dokter polisi Polda Kepri, puskesmas dan dokter umum lain di kota Batam.

“Target kita sebanyak-banyaknya tanpa batasan. Pokoknya seharian itu akan dilayani semua. Siapa saja boleh datang tanpa dipungut biaya apapun alias gratis,” katanya, Rabu (27/3).

Baksos ini merupakan bagian dari layanan polisi dalam hal untuk menjamin dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Toko masyarakat, toko agama dan toko-toko pemuda lainnya juga dilibatkan sehingga seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan layanan medis ataupun sunatan bisa terakomodir dengan baik. “Sudah kita sosialisasikan agar yang sakit atauapun mau sunatan datang saja,” kata Dalimunthe. (eja)

Konsumsi Solar Tinggi, Subsidi Bengkak

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Tanpa pengawasan yang ketat, konsumsi solar bersubsidi bakal menembus angka 15,3 juta kiloliter tahun ini. Itu melebihi kuota penyaluran solar yang telah ditetapkan pemerintah 14,5 juta kiloliter. Jika dibiarkan, anggaran subsidi pemerintah juga akan membengkak.

’’Jika anggaran subsidi melebihi target, imbasnya defisit anggaran melebar,’’ kata Bhima Yudhistira, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Selasa (26/3/2019).

Bisa jadi pemerintah bakal membebankan selisih subsidi dan realisasi solar kepada Pertamina atau memberikan support kepada Pertamina lewat nominal PMN (penyertaan modal negara) yang lebih besar.

Direktur Bahan Bakar Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Patuan Alfon Simanjuntak mengatakan, pemerintah telah membagi kuota per kabupaten/kota untuk menghindari kuota berlebih.

’’Kalau ada over di beberapa kabupaten atau kota, BPH akan merelokasi kuota dari kabupaten atau kota yang stoknya banyak. Dengan demikian, tidak perlu menambah volume secara nasional,’’ tuturnya.

Kelebihan penyaluran solar bersubsidi memang berdampak negatif terhadap APBN. Sebab, pemerintah telah menaikkan anggaran subsidi solar dari Rp 500 per liter menjadi Rp 2 ribu per liter tahun lalu. Di sisi lain, pemerintah masih pesimistis dengan penerimaan sektor migas tahun ini. Sebab, harga minyak dunia dan ICP (Indonesia Crude Price) belum setinggi asumsi ICP APBN 2019 sebesar USD 70 per barel.

’’Kita lihat bagaimana. Belum ada pertemuan kabinet soal perlu tidaknya APBN-P karena asumsi USD 70 per barel itu tidak tercapai dua bulan pertama,’’ papar Menteri ESDM Ignasius Jonan, beberapa waktu lalu. Selain minyak, sentimen harga gas ikut me-ngurangi potensi penerimaan negara. (vir/c15/hep)

DLH Pastikan PT San Hai Masih Disegel

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie kembali mendatangi PT San Hai yang berada di kawasan PT Putera Perkasa Harapan, Tanjunguncang, Selasa (26/3) pagi. Herman yang datang bersama seorang stafnya itu memastikan bahwa segel DLH di dalam perusahaan plastik asal Tiongkok itu masih utuh.

”Belum dicabut. Saya sudah cek sendiri ke dalam tadi (kemarin). Situasi masih seperti awal disegel,” ujar Herman kepada wartawan di depan kawasan PT Putera Perkasa Harapan, kemarin.

Selain masih disegel, dalam pengecekan itu Herman juga memastikan bahwa aktivitas produksi perusahaan masih ditutup sesuai permintaan mereka.

”Aktivitas produksi masih dilarang karena masih disegel. Memang ada pekerja yang datang (ke perusahaan) tapi hanya datang sebentar saja. Mungkin hanya absen saja. Mereka tak kerja karena memang masih disegel.”

Situasi lingkungan perusahaan, kata Herman, masih seperti semula saat disegel. Material produksi yakni tumpukan sampah plastik masih berada di lokasi yang disegel. Sejauh ini, tidak ada perlengkapan perusahaan yang hilang atau berpindah tempat.

”Kami juga sudah ingatkan ke sekuriti untuk tidak memindahkan peralatan produksi sebelum garis pembatas dicabut,” katanya.

Untuk penyelidikan dugaan penimbunan dan pengolahan sampah plastik, kata Herman, masih berlanjut untuk mengetahui secara pasti dugaan pelanggaran izin lingkungan hidup.

”Dua saksi dari pihak manajemen masih diperiksa. Sejauh ini perusahaan ini beroperasi tanpa izin lingkungan maka-nya proses masih terus berjalan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, DLH Batam menyidak PT San Hai dan menemukan ratusan ton limbah plastik tanpa izin. Perusahaan asal Tiongkok itu juga tidak memiliki dokumen lingkungan. (eja)

Unjuk Produk Industri Lokal di Jerman

0

batampos.co.id – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng sebelas merek di bidang instrumen musik untuk pameran secara internasional di Frankfurt Musikmesse 2019. Mereka berharap agar ajang ini bisa memfasilitasi pelaku usaha kreatif lokal untuk merambah pasar yang lebih luas.

Kesebelas merek tersebut diambil dari berbagai jenis usaha yang berkaitan dengan instrumen musik. Mulai dari produsen alat musik, produsen sound system, dan usaha kreatif di bidang aplikasi musik. Seluruhnya akan ditampilkan dalam satu booth Indonesia selama 2-5 April 2019. Merek-merek itu sebelumnya dipilih melalui proses kurasi.

Tiga ahli di bidang musik dan instrumen musik dipercaya un­tuk menyeleksi produk-pro­duk lokal itu, yakni Purwacaraka, Adib Hidayat, dan Damang Sarumpaet.

“Ada sekitar 40 yang daftar,” terang Purwacaraka dalam konferensi pers Frankfurt Musikmesse 2019 di Menteng, Selasa (26/3).

Kurator memastikan berbagai aspek dalam usaha kreatif instrumen musik itu. Bukan cuma keunikan produk yang dihasilkan, tetapi juga strategi bisnis pelaku usaha agar produksi instrumen musik mereka berkelanjutan.

Sebagian besar usaha lokal tersebut sudah cukup lama berkecimpung dalam pasar lokal. Bahkan, ada yang merambah pasar internasional, meski dengan nama brand dari negara lain. Salah satunya adalah Genta Guitar. Usaha tersebut sudah berdiri sejak 1959 alias sudah 60 tahun. Mereka memproduksi gitar dan ukulele untuk beberapa produk internasional, contohnya Pono Ukulele yang terkenal di Hawaii.

Perusahaan tersebut juga menerima permintaan custom guitar dari beberapa buyer di Belanda selama dua tahun terakhir.

Selain Genta Guitar, Bekraf juga akan memberangkatkan Kuassa (audio software), Indonesian Bamboo Community (alat musik bambu), Sasando Shop (produsen sasando tradisional dan elektrik), Blueberry Guitras (produsen gitar), Seruni Audio (microphone), X9Pro Audio (sound system), Premiere Wood Manufacturing (loudspeaker), Kyre Drums (produsen drum), Sawoe (produsen kendang sentul), dan Sui Generia Straps (produsen senar gitar).

Ini merupakan pertama kalinya Indonesia berpartisipasi secara kolektif sebagai negara dalam Frankfurt Musikmesse. Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik menyatakan, pameran internasional merupakan strategi baru yang diterapkan Bekraf untuk membantu menaikkan geliat industri kreatif Indonesia. Khususnya industri musik dan instrumen musik yang berubah seiring perkembangan platform digital. Kebutuhan alat musik pun semakin beragam.

“Ada ratusan alat musik khas budaya kita yang bisa jadi alternatif yang diperkenalkan kepada dunia,” jelas Ricky.

Purwacaraka pun didapuk untuk membawakan performance musik dengan instrumen-instrumen produsen lokal tersebut. Dia membocorkan, timnya akan memainkan di antaranya sasando dan angklung towel.

“Lagu-lagu yang akan dibawakan dari Indonesia semua,” jelas Purwa.

Namun, tidak menutup kemungkinan alat-alat musik tradisional itu juga akan dimainkan dengan karya musik modern yang sudah populer. Tujuannya untuk menarik minat publik internasional, khususnya buyer, terhadap alat musik lokal Indonesia.

Sementara itu, Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak menambahkan bahwa Indonesia mengusung tema Identities pada pameran kali ini.

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia terdiri bukan hanya dari satu identitas saja, tetapi beragam,” jelasnya.

Dia juga berharap ajang pameran ini bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan brand lokal. Jadi tidak hanya memproduksi untuk merek luar saja. (deb)

Soal UU Terorisme untuk Menjerat Penyebar Hoaks, Wiranto Akui Hanya Wacana

0
Wiranto

batampos.co.id – Ide Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang mengusulkan agar undang-undang terorisme dipakai untuk menindak para penyebar hoaks menuai kontroversi dan dianggap berlebihan.

Namun, meski menuai kecaman, mantan panglima ABRI itu sudah mengundang penegak hukum untuk membahas hal itu secara langsung.

”Saya enggak asal-asalan, itu sudah kami koordinasikan dan kami rapatkan,” kata Wiranto.

Namun, pemerintah tidak bisa serta merta menerapkan UU Terorisme untuk menjerat penyebar hoaks. Sebab, masih butuh kajian serta pembahasan panjang.

Terkait hal itu, Wiranto menjawab enteng. ”Itu kan wacana,” tambah pejabat asal Yogyakarta tersebut.

Wiranto mengakui, dirinya se­ngaja melempar wacana ter­sebut kepada publik. Tujuannya agar masyarakat merespons wacana itu. ”Supaya ahli hukum ikut berpikir soal itu, karena ini tugas bersama. Bukan tugas polhukam saja,” ucap dia.

Wacana menjerat para penyebar hoaks menggunakan Undang-Undang terorisme, sambung dia, muncul pasca merebaknya berbagai hoaks yang tidak jarang mengancam persatuan bangsa. Menurut Wiranto, hoaks menjadi perhatian pemerintah.

”Termasuk ujaran kebencian, fitnah, hoaks. Semua itu sudah kami bicarakan,” bebernya.

Belakangan, dia menilai eskalasi kejahatan siber tersebut meningkat. Bahkan, sudah sampai pada tahap yang berpotensi mengancam dan membahayakan masyarakat. Karena itu, pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis. Di antaranya dengan memblokir ratusan ribu akun penyebar hoaks.

”Paling nggak sudah 800 ribu akun yang diblokir,” imbuh Wiranto. Namun, langkah tersebut tidak lantas membendung peredaran hoaks. Sampai saat ini masih banyak yang memproduksi dan menyebarluaskan hoaks.

Tidak sedikit di antaranya dinilai mengancam. Yang seperti itu, sambung Wiranto, patut mendapat perhatian. Apalagi jika hoaks sudah mendelegitimasi pemerintah, institusi, Undang-Undang, maupun konstitusi.

”Tentunya kita harus waspada,” imbuhnya.

Pada lain sisi, aturan dan ketentuan dalam Undang-Undang yang ada saat ini, belum cukup untuk menindak kejahatan tersebut. Dalam kondisi itu, dia menilai harus ada terobosan.

”Butuh satu langkah-langkah yang lebih tegas,” tambah dia.

Wiranto menyampaikan, wacana menjerat penyebar hoaks dengan Undang-Undang terorisme mendapat beragam tanggapan. Melalui tanggapan-tanggapan itu, Wiranto berharap besar muncul solusi. Apabila wacana yang dia lempar tidak mungkin dilaksanakan, dia ingin ada solusi lain.

”Kalau nggak setuju solusinya apa. Jangan hanya mencela,” ucap dia.

Solusi yang dia maksud harus cepat ditemukan. Sebab, kondisi maupun situasi saat ini butuh langkah cepat.

”Kalau kita tidak ada terobosan, ya akan membahayakan kelang-sungan hidup bangsa ini,” imbuhnya. (syn/oni)