Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 11389

Sekda Minta Disdik Tidak Bermain Curang

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam menyiapkan sistem penerimaan siswa yang lebih transparan dan lebih baik dari tahun lalu. Diharapkan tidak ada lagi permainan curang dalam penerimaan siswa baru baik tingkat SD dan SMP.

Kepala Disdik Batam Hendri Arulan mengatakan, penerimaan siswa baru tetap melalui pendaftaran online. Pendaftaran nanti akan menggunakan aplikasi seperti tahun sebelumnya.

“Masih rayonisasi. Ini lagi kami siapkan agar PPDB bisa berjalan dengan baik dan tanpa kendala,” kata dia, Sabtu (23/3/2019).

Ia meminta kepada seluruh panitia penerimaan peserta didik baru bekerja dengan baik. Menurutnya, semua panitia harus berkaca terhadap PPDB tahun lalu. Dimana ada oknum kepala sekolah yang tersangkut kasus hukum. Ia tidak memungkiri peristiwa yang terjadi tahun lalu cukup memberikan dampak bagi PPDB di tahun ini.

“Saya minta mereka untuk melaksanakan PPDB sesuai dengan ketentuan yang telah ada. Jadi, semua calon peserta didik harus seleksi. Kalau tidak diterima ya sudah. Mungkin bisa di sekolah lain dan jangan memaksakan di negeri,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau kepada orangtua siswa untuk tidak percaya dengan oknum yang menjanjikan satu kursi untuk anak-anak mereka.

“Jangan sampai kejadian SMPN 10 Batam terulang kembali. Makanya kami sangat serius untuk PPDB tahun ini,” tegas Hendri.

Pria Kelahiran Dabo ini me-ngungkapkan, untuk calon siswa yang masuk ke SD negeri sudah ada syaratnya. Usia minimal enam tahun delapan bulan, kedua berada di zonasi sekolah yang dituju. Begitu juga dengan SMPN ada beberapa tes yang harus dilak-sanakan termasuk nanti sistem rangking nilai calon peserta.

“Ikuti yang ini saja. Jika tidak diterima masih ada sekolah swasta yang masih bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Setdako) Batam Jefridin meminta Disdik benar-benar mengawasi jalannya PPDB yang tinggal menghitung bulan. Ia juga tengah menunggu laporan dari Disdik Batam terkait mekanisme PPDB nantinya.

“Kami lagi menunggu. Mereka masih menyiapkan petunjuk teknis (juknis). Nanti akan dipresentasikan kepada pimpinan juga.”

Jefridin mengingatkan kepada ASN jangan ada yang berani bermain curang dengan proses PPDB. Sesuai dengan ketentuan dan sanksinya juga sudah jelas.

“Mereka yang bermain harus siap dengan konsekuensinya. Sudah ada hukum yang mengatur,” tegasnya.

Ia mengakui daya tampung sekolah negeri yang terbatas sering dimanfaatkan oknum untuk mengambil keuntungan. Untuk itu, mantan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Batam ini meminta kepada seluruh penyelenggara PPDB lebih tegas.

“Jalankan sesuai dengan ketentuan saja,” tutupnya. (yui)

Ubah Temenggung Jadi Kawasan Wisata

0
Stadion Temenggung Abdul Jamal milik BP Batam, Sabtu (3/2). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah lama tidak tersentuh, Stadion Temenggung Abdul Jamal akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata olahraga. Konsepnya cukup ringan yakni menggabungkan konsep olahraga ditambah dengan konsep MICE.

”Kegiatan olahraga itu, aktivitasnya tidak setiap hari. Makanya kami buatkan kajian pengembangan Tumenggung jadi sportpolis, yakni sebuah kawasan olahraga digabung dengan konsep Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) untuk percepatan kegiatan ekonomi di sana,” kata Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam Dendi Gustinandar, Sabtu (23/3).

Dengan konsep tersebut, masyarakat Batam bukan hanya berolahraga, tapi juga bisa rapat, belanja, menggelar konvensi dan lain­nya.

”Makanya ini nanti harus mencari rekan kerja sama. Kita coba tawarkan konsep ini kepada para investor,” paparnya.

Konsepnya akan menyerupai Komplek Stadion Senayan di Jakarta.

”Contohnya Senayan jadi satu kawasan kegiatan ekonomi yang sangat besar. Banyak orang di sana melakukan berbagai kegiatan ditam-bah banyaknya hiburan se-perti konser dan acara lainnya,” katanya.

Proses sounding market atau menawarkan ke pasar akan segera dilakukan pada tahun ini.

”Selain ide dari BP, kami juga membutuhkan opini dari sudut pandang yang berbeda, dari masyarakat maupun investor,” ungkapnya.

Sebelumnya, TAJ tampaknya memang tidak diperhatikan. Beberapa tahun lalu, banyak infrastruktur stadion yang rusak seperti bangku, kabin pelatih dan lain-lain. Sedang-kan rumputnya tampak tumbuh liar dan juga banyak terdapat genangan air.

Keadaan tersebut mulai berubah saat Lukita Dinarsyah Tuwo memimpin BP Batam. Di Temenggung sering diadakan perlombaan khususnya menyambut Hari Bhakti BP Batam pada Oktober tahun lalu. Infrastruktur diperbaiki dan dicat, rumput ditata rapi dan penjagaan diperketat.

Beberapa waktu lalu ketua KONI Kepri Johanes Kennedy juga meminta agar stadion tersebut direvitalisasi. Harus dibuat sebagus dan seindah mungkin.

“Harus dibuat konsep agar di sana bukan hanya untuk pertandingan. Tetapi bisa digunakan untuk tempat bersantai masyarakat. Sambil olah raga bisa nyantai,” katanya. (leo)

Polisi Dalami Dugaan Pungli Honorer K2 di Pemko Batam

0

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Porlesta Barelang masih mendalami adanya laporan para guru honorer K2 yang gagal diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun seleksi 2013.

Laporani itu mengenai adanya dugaan uang pelicin atau pu-ngutan liar (pungli) hingga Surat Keputusan (SK) bodong dengan memalsukan tanda tangan eks Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Muslim Bidin.

Terkait dengan adanya laporan itu, Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan dan masih ditangani Satreskrim Polresta Barelang. Beberapa orang saksi, baik itu dari pelapor dan pihak-pihak terkait sudah dimintai keterangan dan sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kasus yang diduga adanya pungutan liar, Satreskrim masih melakukan penyelidikan dan masih melakukan introgasi pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Itu saja dulu untuk sementara,” ujarya singkat, Jumat (22/3).

Sebelumnya, Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Barelang melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengem-bangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Batam M Sahir. Diduga, pemeriksaan ini terkait dengan laporan para guru honorer K2 yang gagal diangkat jadi CPNS.

Saat ditemui di Mapolresta Barelang, Kamis (21/3) lalu, Sahir masuk ke ruang penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polresta Barelang dengan mengenakan pakaian kemeja putih dan celana hitam.

Saat dikonfirmasi mengenai pemeriksaannya di Polresta Barelang, Sahir enggan memberikan komentar apapun.

Sambil ditemani oleh seorang pria yang mengenakan baju batik, Sahir berjalan dari Mas-jid Jihadul Muharom Polresta Barelang sambil mengangkat telepon.

Ia enggan memberikan keterangan kepada sejumlah awak media yang telah menunggunya sekitar pukul 15.45 WIB dan langsung masuk ke ruangan penyidik Unit Tipikor.

Wakapolresta Barelang AKBP Muji Supriadi saat dikonfirmasi Batam Pos membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap Sahir, terkait dengan laporan puluhan guru honorer K2 yang gagal diangkat menjadi CPNS. Namun, ia masih belum mau membeberkan perkembangan kasus ini. “Masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.(egi)

Eks Kepala SMP 10 Masih Terima Gaji

0

batampos.co.id – Kasus pungutan liar (pungli) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menyeret Rahib, eks Kepala SMP Negeri 10 Batam, telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap setelah diputus Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (11/3) lalu.

Namun Rahib masih menerima gaji dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin mengatakan, pihaknya belum mendapat salinan putusan inkrah dari pengadilan. Sebab, salinan putusan pengadilan yang sudah berkuatan hukum menjadi landasan bagi Pemko Batam memberhentikan pegawai bersangkutan.

“Memang (kasus Rahib, red) sudah inkracht. Tapi sampai detik ini putusan salinan belum dapat. Selain itu, saat ini mereka tidak terima apa-apa, kecuali 50 persen dari gaji pokok,” kata Jefridin, Jumat (22/3).

Untuk mendapat salinan ini, pihaknya melakukan “jemput bola” dengan menyurati pihak pengadilan.

“Kami kirim hari ini (kemarin, red) juga. Kami butuh data (informasi) langsung dari pengadilan,” terangnya.

Jefridin mengatakan, selain belum mendapat salinan putusan pengadilan, pihaknya juga masih menunggu apakah para aparatur sipil negara (ASN) yang tersandung kasus hukum tersebut mengajukan banding atau tidak. Jika mereka melakukan banding tentu Pemko Batam akan menunggu inkrah banding.

“Mungkin dua atau tiga hari ini, kita dapat berita dia tak banding dan dapat salinan putusan dari pengadilan, maka kami akan berhentikan dengan tidak hormat,” tegasnya.

“Yang honorer otomatis berhenti sejak berkasus. Kalau PNS itu ada aturan mainnya (tunggu salinan inkrah, red),” sambungnya.

Seperti diketahui dalam kasus pungli di SMPN 10 Batam pada saat PPDB tahun lalu, lima orang tersandung kasus itu. Yaitu Rahib yang ketika menjabat Kepala SMPN 10 Batam, Antonius Yudi Noviyanto sebagai dan Wakil Kepala SMPN 10 Batam, Ketua Komite SMPN 10 Baharuddin, seorang guru honorer bernama Ratu Rora Aishara, dan staf administrasi Mismarita.

Rahip divonis 14 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (11/3) lalu. Sedangkan empat terdakwa lainnya, masing-masing divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.(iza)

TNI-Polri Siap Kawal Pemilih sampai TPS

0

batampos.co.id – Pemerintah bersama aparat keamanan menegaskan lagi kesiapan mereka mengawal pemilu serentak tahun ini. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dalam apel gelar pasukan TNI-Polri bersama komponen bangsa di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (22/3).

Menurut Wiranto, sesuai hasil rapat bersama KPU, Bawaslu, TNI, dan Polri, persiapan dan kesiapan pemilu serentak sudah matang.

Mantan panglima ABRI itu mengakui, sejumlah ancaman dan potensi gangguan tetap harus diperhatikan. Indeks kerawanan pemilu yang dikeluarkan oleh Bawaslu dan Polri menunjukkan ada kerawanan yang bisa muncul. Khususnya di daerah.

”Karena itu, saya mengajak stakeholders terkait untuk segera mengenali, menemukan, dan mengatasi hambatan tersebut,” tegas Wiranto.

Setiap temuan pelanggaran di lapangan, lanjut dia, harus segera ditindak tegas oleh aparat keamanan, tanpa pandang bulu.

”Tidak ada toleransi, sekecil apa pun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya pemilu,” imbuhnya.

Keterangan itu sengaja disampaikan Wiranto di hadapan 110 ribu personel TNI-Polri yang turut dalam apel gelar pasukan.

Menurut pejabat asal Yog-yakarta tersebut, kekuatan yang dikerahkan oleh aparat keamanan sudah sangat memadai. Apalagi mereka juga mendapat dukungan dari kompenen bangsa yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi masyarakat. Total kekuatan yang dimiliki untuk mengawal pemilu tahun ini mencapai 600 ribu personel.

”Unsur dari masyarakat kira-kira lebih dari seratus ribu,” jelasnya.

Dengan kekuatan sebanyak itu, Wiranto menjamin seluruh pemilik hak suara bisa turut serta memilih tanpa perlu khawatir. Bahkan, dia menjamin seluruh aparat keamanan bersedia mengantar para pemilih sampai TPS.

”Kami siap mengamankan itu,” tegasnya.

Jaminan tersebut penting lantaran dia menilai saat ini banyak isu tidak benar yang berpotensi membuat para pemilih ragu untuk turut serta memilih presiden, wakil presiden, maupun wakil rakyat.

Wiranto berharap, persiapan dan kesiapan dari penyeleng-gara pemilu maupun aparat keamanan mendapat dukungan seluruh kandidat yang ikut dalam kontestasi pemilu tahun ini. Sehingga, tensi politik yang meningkat tidak terus memanas.

Kepada seluruh personel TNI dan Polri, Wiranto meminta netralitas menjadi harga mati. Mabes TNI juga menegaskan kembali komitmen mereka.

”Untuk tetap netral dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019 ini,” ungkap Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi, kemarin.

Meski tidak sedikit isu miring yang ditujukan kepada institusi militer tanah air, Jenderal bintang dua TNI AD itu memastikan TNI netral. (syn/oni)

126 TPS Dinilai Sangat Rawan

0

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto menjamin keamanan selama pemilu di Kepri. Sebanyak 1.020 orang personel Polri dan TNI, ditambah kekuatan pengamanan dari 10 ribu linmas siap mengamankan jalannya pemilihan umum yang dilaksanakan di 5.457 TPS se-Kepri.

Dari hasil survei dan pemetaan yang dilakukan jajaran polisi dan Bawaslu, dari 5.457 TPS, seba-nyak 4.310 TPS masuk dalam kategori kurang rawan, 1.021 TPS kategori rawan, dan 126 TPS dinilai sangat rawan.
Namun, tingkat kerawanan TPS di Kepri, bukan karena ada indikasi kerusuhan atau demo. ”Kera-wanan cenderung karena keadaan geografis saja,” kata Irjen Andap Budhi Revianto, Jumat (22/3).
Berbagai kendala dan permasalahan sudah dipecahkan jelang pemilu. Hal ini dilakukan demi meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepada seluruh masyarakat di Kepri, Andap meminta bantuan dan sokongannya terhadap TNI dan Polri. ”Mari kita satukan langkah bersama, menyukseskan pemilu kali ini. Jangan terpecah dan terpengaruh,” ungkapnya.
Dukungan dari masyarakat, dirasa Andap sangat penting. Tanpa dukungan masyarakat, tentunya kinerja Polri dan TNI tidak akan maksimal. ”Kerja sama kita bersama, dapat mengeliminir hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Selain meminta dukungan. Andap juga berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu atau

desas desus yang tidak jelas. Selain itu, Andap berharap masyarakat dapat memilah mana berita yang benar, atau berita hoaks.
Ke jajarannya, Andap mene­kankan ketika bertugas selalu menjadi polisi yang humanis. Tugas pengamanan pemilu serentak ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan. Karena sama nilainya dalam menjaga keutuhan dan menjamin terwujudnya keamanan serta ke-tertiban masyarakat.
”Saya berharap kepada seluruh prajurit TNI serta Polri dan komponen masyarakat yang dilibatkan, agar melaksanakan tugas ini de-ngan penuh dedikasi, rasa tanggung jawab. Tugas adalah kehormatan yang tidak ternilai harganya,” ungkap Andap. (ska)

Peserta Pemilu Mulai Kampanye Hari Ini

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam mengumumkan 27 titik kampanye akbar yang akan dimulai 24 Maret nanti. Titik kampanye tersebar di 11 kecamatan yang ada di Batam.

“Lubukbaja tidak ada kampanye. Karena lapangan ataupun lokasi yang akan digunakan tidak ada,” kata Komisioner KPU Batam, M. Siddiq, Sabtu (23/3).

Ia menyebutkan sebelumnya pihak kecamatan mengusulkan lokasi di dekat M2, namun setelah dicek ternyata tidak mungkinkan untuk dilakukan aktivitas kampanye.

“Jadi hanya di 11 kecamatan saja. Lubukbaja kan masuk dapil tiga. Ada kecamatan lain juga seperti Batamkota. Jadi akan dialihkan ke sana semua parpol dan caleg dapil tiga tersebut. Nanti tergantung mereka mengaturnya,”jelasnya.

Sesuai dengan jadwal. Pasangan nomor urut satu Jokowi dan Makruf Amin dan partai pengusung mendapatkan jadwal kampanye lebih dulu. Mereka mulai berkampanye tanggal 24-25 Maret. Sedangkan pasangan nomor urut dua Prabowo dan Sandiaga Uno hari berikutnya 26-27 Maret.

“Jadi ada 27 titik yang bisa mereka gunakan untuk menarik suara rakyat di pemilihan 17 April mendatang,” sebutnya.

Untuk pengamanan kampanye KPU sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jumlah massa yang akan diikutkan dalam kampanye tergantung peserta Pemilihan Umum (Pemilu).

“Nanti izin keramaiannya dari polisi. Nanti ada juga Bawaslu yang membantu mengawasi jalannya kampanye,” terangnya.

Siddiq kembali mengingatkan kepada peserta Pemilu untuk tidak melibatkan anak-anak selama berkampanye. Hal ini karena tidak dibenarkan. Menurutnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peserta Pemilu.

“Sudah ada aturannya. Jadi mohon dipahami dan dipatuhi. Besok (hari ini, red) kan pasangan 01 sudah mulai. Jadi kami berharap kampanye bisa berjalan dengan baik dan lancar,” harapnya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam, Nopialdi mengatakan peserta pemilu yang akan berkampanye harus memperhatikan aturan yang ada “Mereka pasti sudah paham. Jadi kami akan pantau nanti jalannya kampanye. Harapan kami tentu tak ada pelanggaran,” ucapnya. (yui)

Sultan Djorghi: Partai Berkarya Berjuang untuk Memperbaiki Kehidupan Anak Cucu

0

Artis Sultan Pasha Djorghi terjun ke dunia politik dengan visi sederhana; berjuang bersama Partai Berkarya menyejahterakan generasi bangsa saat ini dan masa depan.

“Saya hanya ingin kehidupan anak cucu dan cicit kita lebih baik, makmur, dan sejahtera,” ujar Sultan Djorghi dalam pembicaraan telepon, Jumat (22/3).

Aktor Love in Bombay ini tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI, partai yang dikomandani Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII. Sejak ditetapkan sebagai caleg, Sultan Djorgi aktif menyambangi desa-desa di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon, untuk berbicara dengan pemilihnya.

“Setiap kali bertemu calon pemilih, saya tidak berjanji,” kata suami Annisa Trihapsari ini. “Saya khawatir tidak bisa memenuhi janji, dan mengecewakan mereka. Saya hanya menyerap aspirasi mereka.”

Sultan Djorghi punya alasan di balik keputusannya bergabung dengan Partai Berkarya. Menurutnya, program Partai Berkarya sederhana, yaitu meneruskan dan menjalankan Trilogi Pembangunan warisan Presiden Soeharto. Trilogi Pembangunan adalah stabilitas pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.

“Tidak ada salahnya yang bagus di era kepemimpinan Pak Harto kita angkat kembali,” ujar Sultan Djorghi. “Kita harus mengakui kepemimpinan Pak Harto, yang mengubah Indonesia menjadi negara swasembada pangan.”

Sejauh ini, Partai Berkarya memperlihatkan komitmen menyejahterakan petani. Jumat 22 Maret 2019 lalu di Banyumas, misalnya, Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto berdialog dengan petani binaan, memberikan bantuan mesin-mesin pertanian, melihat hasil uji coba pupuk bregadium teknologi hypernano.

Kepada masyarakat di dapil Jabar VIII, Sultan Djorghi mengiformasikan semua yang dilakukan Partai Berkarya untuk masyarakat. Visi yang ditawarkan kepada masyarakat juga sederhana; Mau Maju, Mau Berubah, Mari Berkarya Bersama.

“Saya juga siap memperjuangkan hak-hak rakyat,” katanya. “Partai Berkarya ingin bersama masyarakat berkarya agar anak cucu kita memiliki kehidupan lebih baik.” [*]

 

Polisi Tangkap Pembunuh Sualeha di Halaman RS Bhayangkara

0
Kondisi Sulaeha Djafar saat ditemukan tewas di dalam mobil dengan kondisi leher terikat sabuk pengaman, Jumat (22/3). (Istimewa)

batampos.co.id – Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap pelaku pembunuhan Sulaeha Djafar, 40. Staf Universitas Negeri Makassar (UNM) itu dihabisi oleh rekan kerjanya.

Kabid Humad Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah mengotopsi jenazah korban di RS Bhayangkara Makassar. Rupanya, pelaku juga berada di rumah sakit tersebut sebelum proses otopsi dilakukan.

“Tim langsung bergerak cepat mengamankan pelaku, Wahyu Jayadi di halaman RS Bhayangkara Makassar, kemarin (Jumat) pukul 14.05 WITA,” ujar Dicky, Sabtu (23/3).

Pelaku diamankan setelah hasil penyelidikan dan pemeriksaan serangkaian saksi mengerucut kepadanya. Sebelum ditangkap, Wahyu bahkan sempat melihat proses pengiriman jenazah korban di RS Bhayangkara. “Pelaku datang ke tempat tersebut dengan tujuan untuk melihat jasad korban,” tambah Dicky.

Wahyu berprofesi sebagai dosen di UNM. Dia dan Sulaeha bertetangga, di Kompleks Perumahan Sabrina Regency, Jalan Manggarupi, Kelurahan Paccinnongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Hasil penyelidikan sementara, pelaku membunuh dengan cara mencekik pada bagian leher menggunakan kedua tangan. Meskipun sempat memberontak, korban tak bisa berbuat banyak.

Selanjutnya, Wahyu mencoba menutupi perbuatannya dengan membuat alibi seolah-olah korban dirampok. Korban dikunci dari dalam mobil, kemudian leher korban dililitkan sabuk pengaman. Tak sampai di situ, pelaku bahkan memecahkan kaca mobil dengan menggunakan batu.

Namun sepandai-pandainya merangkai alibi, tetap saja jejak pembunuhan yang dilakoni Wahyu itu bisa terendus polisi. Wahyu membiarkan barang-barang berharga milik korban tertinggal dalam mobil. Dari sinilah polisi mencurigai motif pembunuhan itu bukan karena perampokan.

“Berdasarkan dari hasil penyelidikan di lapangan, disimpulkan bahwa korban bukan dirampok. Tidak ada barang berharga milik korban yang hilang, itu menguatkan motif pelaku,” tegas polisi dengan tiga melati di pundak itu.

Dicky melanjutkan, Wahyu menghabisi nyawa Sulaeha karena tidak nyaman dengan perlakuannya.

“Korban sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku,” ungkapnya.

Saat ini, Wahyu sudah ditahan di Mapolres Gowa. Dia terancam dijerat Pasal 33 KUHP subsidaer Pasal 351 Ayat 3 dengan kurungan minimal 10 tahun penjara.

Seperti diberitakan  sebelumnya, Sulaeha ditemukan tewas di dalam mobil Daihatsu Terrios di Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Pattallassang, Kabupaten Gowa, Jumat (22/3). Tanda-tanda Sulaeha tewas dibunuh terlihat dari posisi jenazahnya. Saat ditemukan, dia duduk di jok kiri mobil dengan posisi leher terikat oleh sabuk pengaman. (jpc)

Tekan Stunting melalui Dokter Kecil

0

batampos.co.id – Stunting atau kondisi dimana seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan menjadi lebih pendek dibanding anak lain seusia-nya, akhir-akhir ini menjadi sorotan di tingkat nasional. Begitu juga bagi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Lingga.

Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, melakukan pelatihan bertujuan untuk menekan angka stunting kepada dokter kecil dan dan guru pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Pantai, Dabo Singkep, Kamis (21/3) yang diikuti sebanyak 35 peserta yang terdiri dari 26 peserta dokter kecil dan 9 guru pembina UKS.

Seluruh peserta diberikan pelatihan serta pemahaman terhadap stunting agar dapat memberikan penyuluhan atau mengingatkan warga lainnya agar terhindar dari stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga Wahyudi Eka Putra, mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama anak-anak usia sekolah dan guru pembina UKS terkait gangguan pertumbuhan.

Selanjutnya, seluruh peserta dapat memberikan pengertian kepada masyarakat lainnya.

“Stunting ini ternyata merupakan dampak yang berkelanjutan dari kurang asupan gizi kronis, bahkan sejak anak berada di dalam kandungan,” ujar Wahyudi ketika ditemui Batam Pos di kantornya, Jumat (22/3) pagi.

Lebih lanjut Wahyudi menambahkan, perhatian status gizi seharusnya tidak hanya diperhatikan kepada bayi saja. Namun, tidak kalah pen-ting gizi bagi ibu hamil juga harus dicukupi dengan baik dan berkualitas. Begitu juga dengan nutrisi yang diperlukan ibu hamil.

Menurutnya, pemahaman seperti ini harus dipahami seluruh lapisan masyarkat sehingga tujuan untuk menekan angka stunting dapat berhasil dengan baik.

Selain masalah stunting, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan terutama dokter kecil juga diberikan pengertian terkait pentingnya kebersihan lingkungan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Pelatihan ini dikemas dengan santai dan menghibur sehingga peserta dapat menerima informasi dengan baik.

Sementara itu di lokasi yang sama, Kasi Promosi Kesehatan Juni Fitria menambahkan, pelatihan ini juga ditujukan supaya seluruh peserta dapat menjadi pelopor gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Bagi dokter kecil dapat menjadi pelopor Germas di lingku-ngan sekolah mereka, sehingga tingkat kesehatan anak usia belajar menjadi lebih baik lagi,” ujar Juni Fitria. (wsa)