batampos.co.id – Satuan Sabhara Polresta Barelang kini intensif menggelar patroli siang maupun malam untuk mengantisipasi kejahatan jalanan di Batam.
Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus mengatakan, pihaknya juga menetapkan jalan dari Simpang Base Camp, Batuaji sampai Mukakuning, Seibeduk sebagai lokasi yang rawan kejahatan jalanan. Seperti, jambret maupun begal yang sangat meresahkan masyarakat selama ini.
“Selain di sana, kita fokuskan patroli ke wilayah Mata Kucing dan Marina. Karena di situ termasuk salah satu zona merah yang rawan kejahatan jalanan,” ujarnya, Selasa (19/2/2019).
Dijelaskan Firdaus, patroli itu merupakan kegiatan pencegahan terjadinya kejahatan. Utamanya, mencegah tindak kriminalitas jalanan di lingkungan masyarakat.
“Jadi, untuk setiap malamnya itu, kami melak-sanakan patroli mulai pukul 20.00 WIB sampai 06.00 WIB pagi. Kami fokus pada malam hari karena pada jam itu rawan terjadinya aksi kejahatan jalanan,” tuturnya.
Dalam melaksanakan patroli itu, pihaknya menerjunkan regu Raimas (pengurai massa) untuk patroli malam hari dan Batara Biru yang patroli siang dan malam.
Untuk regu Raimas, mereka akan melakukan patroli ke seluruh wilayah Batam. Sementara Batara Biru dibagi ke dalam beberapa wilayah di seluruh Kota Batam.
“Mereka dibagi karena Kota Batam kita nilai lumayan luas. Untuk yang Batara Biru, ada tiga unit kendaraan roda empat yang melaksanakan patroli. Sementara Raimas ada 12 personel menggunakan sepeda motor,” katanya.
Firdaus juga mengimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungannya dengan mengaktifkan ronda malam. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melapor kepada aparat kepolisian jika mengetahui tindak kejahatan.
“Masyarakat kita minta untuk lapor ke polsek terdekat. Jika nantinya kami menemukan tindak pidana narkoba akan kami serahkan ke Satres Narkoba Polresta Barelang dan tindak pidana akan kami serahkan ke Reskrim,” imbuhnya.(egi)
Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto MM dan jajaran ATB bersama Wakil walikota Banda Aceh saat finalisasi kerjasama penyehatan PDAM.
Sebagai benchmark bagi perusahaan air di Indonesia, ATB mampu membuktikan yang terbaik mengelola air bersih. Sinergi maupun kerjasama siap dilakukan ATB guna membantu sejumlah PDAM di Indonesia.
Kontribusi ATB menularkan efek positif bagi PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Program Kemitraan Solidaritas Persatuan Perusahaan Air Minum di Indonesia (Perpamsi) 2018-2019, ATB jadi mentor bagi PDAM Tirta Daroy menurunkan angka kehilangan air.
“ATB tentu sangat senang dapat berbagi sesama PDAM, tingkat kehilangan air masih momok besar bagi setiap PDAM di Indonesia. Jalan keluarnya harus ditangani secara berkesinambungan dan dibentuk suatu tim khusus. Untuk itu, kami sudah membangun sistem Scada 4.0, dan siap kami bagikan untuk Banda Aceh,” ujar Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto MM usai finalisasi program kemitraan Solidaritas, Selasa (19/2).
Pimpinan tertinggi di ATB tersebut menambahkan, jajaran PDAM Tirta Daroy menyelesaikan permasalah air bersih cukup serius. Hal tersebut terlihat selama dilakukan kerjasama sudah menghasilkan progres positif.
“Cakupan pelayanan mencapai 94 persen, diiringi dengan penetapan tarif full cost recovery. Mencapai cakupan layanan 100 persen memang sulit karena kota terus tumbuh dan berkembang. Batam saja sekarang persentasenya 99,8 persen. Sementara tarif yang layak merupakan modal utama agar PDAM berjalan ‘sehat’,” ujar alumni UGM tersebut
Kontribusi nyata ATB melalui program kemitraan yang berhasil dilakukan, merupakan lanjutan rangkaian yang sudah berjalan sejak Februari 2018.
“Tim NRW ATB sudah melakukan survei diagnostik ke Aceh, hal ini untuk mengetahui permasalahan yang ada disana dan mendapatkan gambaran secara umum. Hasil survei diagnostik, tidak hanya pada NRW yang akan di konsolidasi namun ada GIS mapping,” jelas Sadma Lastyanta Manager NRW ATB.
Guna mendapatkan gambaran lebih spesifik, kunjungan lanjutan juga dilakukan PDAM Tirta Daroy pada 22-29 April 2018. Sebanyak 15 karyawan PDAM Tirta Daroy mendapatkan bimbingan bersama tim ATB.
“Kami ingin bersinergi dan mendapat bimbingan agar kami di Banda Aceh bisa berjalan baik dalam segala hal seperti di ATB,” jelas Teuku Novizal Aiyub, Direktur Utama PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh.
Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin memberikan apresiasi kepada ATB bersama tim yang turut membantu. Penuntasan persoalan air bersih memang sudah menjadi komitmen Pemko Banda Aceh.
“Terima kasih kepada ATB, ini sangat membantu kami untuk menuntaskan persoalan air bersih per Januari 2020 mendatang,” kata Zainal Arifin.
Kepedulian ATB dapat berbagi sesama PDAM jadi sebuah kebanggaan, terlebih PDAM yang mengikuti program kemitraan juga memiliki semangat yang sama untuk memberikan pelayanan lebih baik dibidang air bersih. (*)
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam sudah mendapatkan titik-titik tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digunakan di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.
Komisioner KPU Batam, Sudarmadi mengatakan berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap nanti ada sekitar 2.957 TPS yang akan didirikan untuk jumlah pemilih yang mencapai 650 juta jiwa.
Ia menyebutkan tempat-tempat yang akan dijadikan TPS bisa meliputi fasilitas umum (fasum), gedung serbaguna, jalan permukiman rumah warga dengan ketentuan asal tidak mengganggu ketertiban.
“Itu tergantung kesepakatan antara perangkat dan petugas soal lokasi TPS,” kata Sudarmadi, Selasa (19/2/2019).
Ia menambahkan sejauh ini sudah ada laporan yang diterima terkait penempatan TPS. Lanjutnya keberadaan TPS ini harus ramah bagi semua pemilih termasuk mereka penyandang disabilitas.
“Lokasinya harus mudah dijangkau dan berada tak jauh dari pemilih di daerah tersebut,” sebutnya.
Untuk satu TPS nanti akan ditempatkan lima kotak suara, petugas perhitungan suara, pengawas dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan petugas pelaksanaan pemilihan. Idealnya satu TPS bisa digunakan untuk 300 pemilih.
“Jadi mereka yang sudah terdaftar bisa mendatangi TPS dari pagi hingga pukul 12.00 WIB,” imbuhnya.
Disinggung mengenai anggaran untuk pengadaan TPS, Sudarmadi mengungkapkan belum ada informasi yang diterima berapa total anggaran untuk masing-masing TPS nantinya.
“Masih ada perubahan, ini lagi menunggu dari provinsi terkait pengadaan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, ke depan ada kemungkinan tambahan TPS seiring bertambahnya jumlah data pemilih. KPU menargetkan pertengahan Maret mendatang proses pendataan selesai.
Berdasarkan data sementara penambahan TPS akan dilakukan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas), rumah tahanan (rutan) dan kawasan pekerja yang ada di Batam.
“Kemungkinan ada 10 TPS lagi yang akan didirikan. Sekarang pendataan masih terus berjalan,” tutupnya. (yui)
f.pt pgn untuk batam pos DIREKTUR Utama PGN Gigih Prakoso (kiri) bersama jajaran manajemen PGN dan Pertagas foto bersama maskot The Gas, di ICE BSD, Jakarta, Sabtu (16/2/2019) lalu.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus berinovasi untuk memperluas energi baik semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kali ini, PGN Group bersama-sama dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang telah bersinergi dalam Sub Holding Gas meluncurkan brand association yang dinamakan The Gas.
“The Gas merupakan representasi sinergi PGN dan Pertagas dalam Sub Holding Gas yang menjadi pengelola satu-satunya gas bumi di tanah air,” kata Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dalam rilisnya kepada Batam Pos, Sabtu (16/2) lalu.
Seperti diketahui, Holding BUMN Migas yang dipimpin oleh PT Pertamina (Persero) telah terbentuk secara resmi pada April 2018. Adapun sebagai lanjutan dari kebijakan pemerintah tersebut yang masih dalam rangkaian Holding BUMN Migas, pada 28 Desember 2018 telah resmi proses integrasi Pertagas ke PGN yang menjadikan PGN sebagai Sub Holding Gas.
“Sebagai Sub Holding Gas, PGN akan menjadi leader dalam pengelolaan usaha gas bumi dari downstream hingga upstream,” kata Gigih.
Dengan keberadaan PGN sebagai Sub Holding Gas, maka penguatan industri gas nasional akan terealisasi. Terutama, pengelolaan infrastruktur gas dalam rantai distribusi dan transmisi, mayoritas dimiliki oleh Sub Holding Gas. Dengan begitu, ongkos operasional bisa ditekan, serta menghapus kebijakan maupun strategi tumpang tindih antar anak usaha milik negara.
Kendati demikian, menurut Gigih, perusahaan tidak berpuas diri. PGN perlu terus berinovasi agar masyarakat mengenal energi baik yang ingin disalurkan perusahaan kepada masyarakat.
“Apalagi, seperti yang kita tahu, PGN bukan perusahaan retail yang memiliki produk-produk yang secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, seperti sampo, sabun, mi instan, dan lainnya,” kata Gigih.
Gigih mengatakan, produk PGN adalah gas bumi yang tidak bisa dipegang dan tidak memiliki kemasan. Untuk itulah, PGN memperkenalkan The Gas kepada publik. The Gas merupakan gambaran dunia gas bumi yang telah diproduksi di dalam perut bumi jutaan tahun silam.
Adapun dalam dunia The Gas tersebut diimajinasikan hidup makhluk-makhluk bernama Pepe, Gege, dan Een yang merupakan personifikasi dari molekul-molekul gas bumi.
Pepe, Gege, dan Een adalah tiga karakter dari The Gas World yang muncul ke dunia nyata mewakili PGN sebagai korporasi.
Adapun, Pepe yang berwarna kuning, mewakili infrastruktur pipa yang sudah dibangun oleh PGN. Warna kuning ini juga menggambarkan karakter PGN dan para pekerjanya yang bekerja keras di lapangan untuk dapat mengantarkan energi baik di seluruh Indonesia.
Gege yang berukuran paling besar ini, berwarna biru sebagai representasi dari korporasi PGN, sebagai perusahaan yang memiliki visi dan misi yang inovatif dan strategis dalam setiap kebijakannya.
Een yang berwarna orange mewakili warna safety, yang merupakan representasi dari karakter PGN sebagai perusahaan yang mengutamakan keselamatan dan selalu bertindak atas dasar perhitungan yang matang.
“Dunia The Gas diharapkan dapat merepresentasikan sinergi baru PGN dan Pertagas untuk menjadi perusahaan gas terbesar yang menyalurkan energi baiknya untuk tanah air,” kata Gigih.
Pembentukan Sub Holding Gas memang diproyeksikan membawa banyak manfaat bagi negara. Dengan terintegrasinya infrastruktur PGN dan Pertagas, secara langsung Sub Holding Gas ini menguasai lebih dari 96 persen portofolio hilir gas. Hal inipun akan menyukseskan ketercapaian target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) hingga tahun 2025, di antaranya sebanyak 4,7 juta Sambungan Rumah Tangga (SRT) baru, 6.302 km pipa hilir, dan 5.437 km pipa hulu.
Dari sisi keuangan, integrasi Pertagas di bawah PGN akan menuai benefit. Berdasarkan hitung-hitungan, pembentukan Sub Holding Gas akan memberikan benefit sebesar 77 juta dolar AS, bahkan pada tahun 2022 benefit itu bisa membesar hingga 132 juta dolar AS.
Terkait kinerja, Sub Holding Gas akan menggarap beberapa program pada tahun ini. Program itu antara lain target niaga gas bumi sebesar 936BBTUD, jumlah pelanggan 364.808. Selain itu panjang jaringan pipa sepanjang 10.547 km dan transportasi gas bumi sebanyak 2.189 MMScfd. (*)
batampos.co.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam menyambangi pusat rehabilitasi sosial nonpanti Teluk Pandan, Sintai, Batuaji, Selasa (19/2) siang. Kedatangan rombongan komisioner KPU ini dalam rangka sosialisasi dan ajakan untuk menyukseskan pemilihan umum damai yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang.
Sosialisasi ini digelar di gedung balai serba guna dan dihadiri sekitar 230 warga yang bekerja dan berdiam di dalam kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi sosiali-sasi, suasana unik dan seru mewarnai sepanjang proses sosialisasi. Candaan hingga pertanyaan serius tentang pemilu dilontarkan oleh wanita-wanita di sana.
”Coblosnya seperti apa pak,” tanya Caca, seorang warga yang disambut tawa riuh hadirin di sekitarnya.
Untuk pertanyaan serius, sebagian besar penghuni kawasan lokalisasi ini banyak yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap karena masih mengantongi KTP luar.
Untuk persoalan ini, komisi-oner KPU Batam Zaky Setiawan menjelaskan, mereka tetap bisa memilih asalkan segera melapor ke panitia pemungutan suara (PPS) atau KPU Batam untuk mendapatkan form A5 (form pindah lokasi pemilih) sebagai bukti bahwa mereka berhak dan memenuhi persyaratan menggunakan hak suara.
”Yang e-KTP (Batam) hilang atau bermasalah juga segera dikoordinasikan dengan kami agar segera diproses. Semua (yang berhak memilih) harus menggunakan hak suaranya,” ujar Zaki.
Ketua organisasi pusat rehabilitasi sosial nonpanti Teluk Pandan M Nasir mengatakan, total warga yang ada dalam kawasan pusat rehabilitas sosial nonpanti Teluk Pandan sebanyak 320 orang. Yang sudah menjadi daftar pemilih tetap baru 127 termasuk pemilik bar dan pengelola kawasan tersebut. Sekitar 40 persen lainnya masih bermasalah karena e-KTP luar.
”Di sini kebanyakan pendatang yang bisa keluar lagi kapan saja jadi agak ribet. Tapi hari ini kami bersyukur karena KPU berinisiatif ke sini sehingga ada solusi untuk persoalan ini,” ujar Nasir.(eja)
batampos.co.id – Sejumlah agenda Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Batam dan Kepri terhambat karena. Penyebabnya adalah anggaran KONI Batam dan Kepri yang diharapkan untuk menopang sejumlah agenda Pertina Batam dan Kepri tak kunjung cair.
”Untuk saat ini kami hanya bisa menjalankan latihan rutin saja. Belum bisa mengikuti sejumlah kejuaraan yang mestinya sudah diagendakan,” terang pelatih tinju Kepri Rionando Butar Butar, Selasa (19/2).
Rio, sebutan Rionando, juga mengatakan, jika tidak tersedianya anggaran membuat Pertina tidak berpartisipasi untuk mengikuti sejumlah kejuaraan.
”Ya, untuk saat ini kita off dulu. Kita hanya bisa berlatih saja saat ini,” papar Rio.
Ia berharap hal ini tidak berlarut-larut dan akhirnya akan mengganggu agenda Pertina Batam dan Kepri. Karena ada beberapa agenda wajib yang harus dijalani di tahun ini.
Untuk diketahui, saat ini Pertina Kepri sendiri tengah mempersiapkan atletnya untuk bisa berlaga di pekan Olahraga Wilayah (Porwil), Oktober mendatang.
Karenanya, selain latihan, ujicoba menjadi salah satu agenda yang akan digunakan Pertina Kepri untuk menguji kemampuan atletnya.
”Porwil akan dilaksanakan di Bengkulu, 11-18 Oktober mendatang. Waktunya tidak lama lagi. Jika hanya mengandalkan latihan rutin saja, kita tidak akan pernah tahu kemampuan sesungguhnya dari petinju kita,” beber Rio.
Pertina Kepri sendiri rencananya akan mengirimkan 10 atlet tinju putra berlaga di Porwil. Selain itu, juga mengirimkan tiga hingga empat atlet tinju putri untuk ajang yang sama.
ilustrasi
”Nah, ini pentingnya atlet tinju kita mengikuti try out dan kejuaraan-kejuaraan. kekurangan dan kelemahan para petinju Kepri masih bisa dipoles dan dimaksimalkan. Jika melakukan uji coba dan kejuaraan menjelang Porwil, jika atlet mengalami cedera akan membutuh waktu untuk pulih,” serunya.
Karenanya, Rio berharap agar dana KONI Batam dan Kepri bisa segera cair untuk membantu pembinaan tinju.
”Perlu support dari pemerintah dan lembaga terkait agar tinju bisa meraih prestasi maksimal,” seru mantan atlet tinju yang pernah berlaga di SEA Games ini.
Hingga saat ini, atlet yang dipersiapkan berlaga di ajang porwil tengah memusatkan latihan di dua sasana di Batam.
”Sebagian besar berlatih di sasana WBS Tiban Kampung milik pelatih kepala Erzon,” urai Rio.
Sedang tiga atlet tinju lainnya tengah berlatih keras di Sasana RBC Kaveling Bida KSB Mentarau. Tim tinju Kepri ini dilatih oleh empat orang pelatih. Hanya saja memang saat ini hanya berlatih.
”Terus terang, kami membutuhkan pertandingan ujicoba. Ini demi hasil maksimal tinju Kepri di ajang Porwil,” katanya.
Kejuaraan tinju terdekat yang sebagai bahan uji kemampuan petinju Batam dan Kepri di pertengahan Maret. Hanya saja Rio mengaku belum bisa memutuskan apakah timnya bisa mengikuti kejuaraan tersebut.
Hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memutuskan untuk mengikuti kejuaran tersebut. Dalam kejuaraan yang akan digelar di Sumatera Barat, pertengahan Maret nanti.
Jika mengikuti kejuaran ini sebetulnya bisa menjadi acuan untuk hasil di Porwil mendatang.
Sementara itu, sebanyak tujuh atlet tinju tengah berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kepri. Tujuh atlet tinju ini tengah berlatih di bawah bimbingan pelatih Pilo Antoni Butar Butar dan Jonelyn Ebusca Erzon.
”Mereka adalah bibit atlet tinju masa depan Kepri. Tentunya, harapan besar tersemat di pundak mereka untuk bisa mengharumkan nama Kepri. Tak hanya di tingkat nasional, tetapi juga diharapkan di tingkat internasional,” harap Rio.(yan)
batampos.co.id – Petugas Aviation Security (Avsec) dan Bea Cukai Bandara Internasional Hang Nadim kembali mengamankan 3 orang kurir narkoba yang membawa sabu seberat 1.148 gram, Selasa (19/2) lalu. Penangkapan terhadap ke empat orang tersebut dilakukan di beberapa tempat yang berbeda.
Dari 3 kurir sabu itu, 2 orang sempat lolos dan sudah berada di ruang tunggu. Namun berkat penangkapan satu orang kurir sabu, Lr,36, di Security Check Poin pertama. Petugas berhasil meringkus ke semua kurir sabu itu.
“Iya ada, berawal dari penangkapan terhadap Lr itu,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (20/2).
Suwarso mengatakan penangkapan Lr bermula dari kecurigaan petugas X Ray di Security Check Poin Pertama Hang Nadim.
“Petugas bertanya ke Lr, tas tersebut milik siapa. Ia mengakui tas itu miliknya,” ucap Suwarso.
Petugas meminta izin ke Lr melakukan pemeriksaan manual, dengan membongkar tas milik pria asal Lombok tersebut. Saat petugas melakukan pembongkaran, Lr terlihat sedikit ketakutan.
“Dari pembongkaran itu, petugas menemukan sabu dalam buntalan plastik putih yang disatukan dengan odol,” ungkap Suwarso.
Saat sabu seberat 314 gram itu diperlihatkan ke Lr, ia mengaku hanya dititipkan dan diminta mengantarkan barang haram itu ke Lombok.
“Dia mengaku diupah untuk mengirimkan sabu itu, dan upahnya baru dibayar sebesar Rp 5juta saja,” tutur Suwarso.
Awalnya Lr mengaku tidak memiliki rekan, dan hanya sendiri. Namun ketika diselidiki dari tempat dan waktu pemesanan tiket. Ada beberapa orang lainnya yang memesan tiket dari Batam menuju Lombok.
“Lr ini tak bisa mengelak lagi, saat diperlihatkan nama-nama di kode booking tersebut,” ungkap Suwarso.
Berdasarkan informasi tersebut, jajaran Avsec dan Bea Cukai bergerak mencari beberapa nama yang terdapat di dalam kode booking yakni Ls, Sm dan Bn. Dari hasil pengecekan petugas, ternyata ketiganya sudah melakukan cek in dan sudah berada di ruang tunggu Hang Nadim.
Tanpa menunggu lama, petugas langsung menuju ruang tunggu dan mengamankan dua
orang kurir tersebut. Modus penyelundupan sabu keduanya berbeda. Dari LS, petugas menemukan sabu seberat 306 gram. Sedangkan dari Sm, petugas menemukan sabu seberat 525 gram didalam tas.
“Saat diamankan Sm ini sedang bersama dengan Istrinya Bn,” ujar Suwarso.
Ratmaji, L Sophian dan Baiq Nara ini rencananya akan membawa sabu tersebut menuju ke Lombok. “Saat ini tersangka sudah diserahkan ke BNNP Kepri,” kata Suwarso.
Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi membenarkan para kurir sabu telah diserahkan ke mereka. Dari hasil pemeriksaan sementara, tiga orang kurir itu mendapatkan sabu dari orang yang sama.
“Mereka dapat dari seseorang berinisial D. Saat ini kasusnya sedang kami kembangkan, untuk mencari siapa yang menyuruh mereka menyelundupkan sabu itu,” ucapnya. (ska)
batampos.co.id – Sempat terkatung-katung karena tak tersedianya lahan, rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Kemaritiman di Batam kini menemukan solusi. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Sakyakirti mengatakan Kawasan Industri Kabil bersedia menghibahkan lahannya untuk pembangunan BLK yang akan dibiayai pemerintah pusat tersebut.
“Mereka menawarkan, tapi memang saya belum lapor ke Pak Wali (Kota Batam Muhammad Rudi) soal ini,” kata Rudi Sakyakirti, kemarin.
Menurutnya, laporan ke wali kota sekaligus untuk meminta pertimbangan. Pasalnya, saat ini pihaknya juga tengah memproses pengusulan lahan pembangunan BLK yang sebelumnya di Tanjunggundap, Sagulung. Namun, kata Rudi, Kawasan Industri Kabil siap menghibahkan lahan untuk pembangunan BLK.
“Luas lahan yang mau dihibahkan lima hektare,” terangnya.
Rudi mengatakan, dengan luas lima hektare dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan BLK. Ia juga menilai lahan yang dihibahkan oleh kawasan industri Kabil kelak juga bebas dari persoalan. Hal itu berbeda jika di wilayah lain, yang kemungkinan masih ada klaim dari perusahaan atau warga terhadap lahan tersebut.
“Karena itu dari mereka, artinya sudah matang (tidak ada masalah), tinggal bangun saja,” terangnya.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta Kadisnaker untuk menjemput hibah tersebut. Bahkan, ia menyampaikan terima kasih melalui perwakilan Kawasan Industri Kabil, Naradewa yang hadir dalam kegiatan pelatihan tenaga kerja dan pencaker di aula PIH Batam Center. Amsakar juga menyampaikan salam kepada bos Citra Mas Group, Kris Wiluan yang merupakan pemilik Kawasan Industri Kabil.
“BLK yang mau dibangun, ternyata mereka mau bantu lahan. BLK ini sudah dua tahun persoalan lahan tak selesai, tahulah kita soal lahan di Batam ini tak mudah,” imbuh Amsakar.
Amsakar mengatakan lahan di Tanjunggundap, Sagulung, hingga kini belum selesai. Begitu juga rencana lahan di kawasan Nongsa. Dalam kondisi ini, ia menilai kehadiran Kawasan Indutri Kabil cukup membantu Pemko Batam membuat BLK guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik lagi bagi Batam.
“Sementara ini lahannya sedang diproses, siap itu kami akan bangun BLK. Kementerian yang akan bangun butuh sertifikat HPL (Hak Pengelolaan Lahan), inikan yang paling sulit didapatkan di Batam ini,” ujarnya.
Untuk diketahui, sesuai namanya, BLK ini akan berkaitan dengan pelatihan Kemaritiman. Bahkan, juga akan ada pelatihan untuk welder bawah laut. (iza)
batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam kembali mengecek 650 depot air yang beroperasi memenuhi kebutuhan air minum warga Batam tahun ini. Dinkes ingin memastikan air minum yang dihasilkan laik konsumsi dilihat dari standar kesehatannya.
Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pengecekan ini penting untuk memastikan kondisi depot dan air yang dihasilkan tetap terjamin keamanannya bagi konsumen.
“Kalau tidak memenuhi standar, depot akan kami cabut izin operasionalnya, dan direkomendasikan untuk ditutup,” kata Didi, Selasa (19/2/2019).
Didi menegaskan ada beberapa depot air isi ulang yang lalai mengurus kebersihan. Akibatnya, air yang dihasilkan tidak sesuai standar. Air yang tidak memenuhi standar itu banyak ditemukan hewan kecil dan itu membahyakan kesehatan konsumen.
“Ada jentik-jentik kecil di air yang dihasilkan. Kalau yang begitu langsung kami tindak tegas dengan mencabut izin operasionalnya,” tegasnya.
Ia menyebutkan, pengecekan air ini akan dilakukan secara acak atau sampling. Misalnya di daerah Sekupang, diambil 20 sampling depot air. Hal lain yang menjadi perhatian adalah depot yang pernah mendapatkan peringatan saat pengecekan.
“Itu jadi perhatian kami karena mereka pernah kena tegur. Tentu menjadi catatan tersendiri bagi kami saat turun mengecek,” lanjutnya.
Targetnya, tahun ini Dinkes akan mengecek 50 persen dari semua jumlah depot yang ada di Batam. Dengan bantuan Puskesmas, ia optimistis target bisa tercapai.
“Kan setiap puskesmas punya target masing-masing di setiap wilayah kerja. Jadi, kalau bisa semuanya dicek,” katanya.
Sebelumnya, Dinkes Kota Batam terus melakukan pembinaan kepada depot-depot air minum di setiap kecamatan. Dinkes melakukan penge-cekan secara rutin, untuk menjaga agar air galon isi ulang bebas dari penyakit. Setiap harinya ada sekitar 10 sampai 15 depot yang diuji kehigenisannya. Petugas dari dinkes turun ke lokasi melakukan uji layak air minum. Selain belasan depot yang didatangi, Dinkes juga menerima pengaduan dari masyarakat yang masih khawatir akan air isi ulang yang dijual.
“Seumpama ada kecoak, kotoran hewan, lokasinya kumuh, itu laporkan aja. Nanti petugas kita datang untuk menguji,” katanya.
Jika layak, Dinkes akan mengeluarkan rekomendasi izin beroperasi. Namun jika tidak, maka akan ada rekomendasi tak layak. Karena Dinkes tidak bisa menutup usaha, maka Dinkes bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.
“Pengawasannya di kami, nanti untuk penutupan usahanya dari mereka,” tutupnya. (yui)
batampos.co.id – PemerintaH Kota (Pemko) Batam meng-upayakan pengadaan komputer untuk menunjang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan digelar April 2019 ini. Nantinya, perangkat komputer tersebut akan disebar di 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Batam.
“Ada 200 unit yang dianggarkan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Batam 2019,” kata anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Safari Ramadhan, Selasa (19/2).
Sayangnya, Safari mengaku tak hafal besar anggaran untuk pengadaan 200 komputer tersebut. Namun, ia menyebut, seluruh komputer itu bakal ditempatkan di 25 SMP dari total 59 SMP Negeri di Kota Batam. “Kalau itu (besaran anggaran) dinas yang tahu,” ujar Safari singkat.
Pengadaan 200 unit komputer ini nantinya akan dilakukan melalui sistem lelang. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada dinas terkait agar segera merealisasikan pengadaan komputer.
“Itu tergantung disdik sebagai pengguna anggaran, mengingat UNBK dilak-sanakan April 2019 ini,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Muhammad Yunus. Diakuinya, 200 unit komputer tersebut nantinya akan dibagikan ke 25 sekolah dan masing-masing sekolah akan mendapatkan delapan unit komputer. “Satu sekolah dapat 8 komputer,” kata Yunus.
Ia mengakui pengadaan komputer tahun ini masih sangat jauh dari kata cukup. Sebab, bila melihat jumlah sekolah negeri yang mencapai 59 sekolah, itu artinya masih ada 24 SMP Negeri lainnya yang tidak mendapat bagian.
“Intinya sangat jauh dari kata cukup,” beber Yunus.
Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menyatakan tetap mengupayakan pengadaan komputer tahun ini untuk menunjang pelaksanaan UNBK pada 22 April mendatang.
Siswa dan Siswi SMPN 26 Batuaji mengikuti Ujian Nasional, Senin (23/4/2018), lalu. Mata pelajaran yang dikerjakan adalah Bahasa Indonesia. F Dalil Harahap/Batam Pos
“Kami usahakan bisa untuk tahun ini. Meskipun waktunya sangat mepet,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Selasa (19/2/2019).
Hendri mengungkapkan, pengadaan komputer ini sudah beberapa kali tertunda. Namun beruntungnya, bisa direalisasikan tahun ini. Menurutnya, komputer merupakan elemen penting untuk penunjang UNBK.
Yang sudah berjalan saat ini, untuk UNBK, tidak semua menggunakan komputer sekolah. Sebagian dari siswa ada yang membawa laptop mereka untuk ujian. Hal ini dikarenakan belum terpenuhinya sarana dan prasana di sekolah.
“Biar tetap bisa UNBK jadi orang tua meminjamkan laptop milik anak mereka kepada sekolah,” imbuh pria yang sebelumnya pernah bertugas di Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Batam ini.
Komputer hasil pengadaan itu nanti akan diprioritaskan bagi sekolah yang masih mengikuti UN berbasis kertas. “Nanti kami data dulu. Yang jelas untuk sekolah yang belum UNBK,” imbuhnya.
Hendri menyebutkan, tahun ini terdapat 56 SMP Negeri di Batam yang ikut ujian nasional (UN). Sebanyak 26 sekolah berbasis komputer dan 30 lainnya masih kertas. “Targetnya tiap tahun bisa lebih banyak lagi sekolah negeri yang UNBK,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 56 Batam, Nurhayati menuturkan keinginannya untuk mengikuti UNBK tahun depan. Beberapa waktu lalu, ia juga telah menyampaikan hal ini kepada Disdik Batam.
“Tahun inikan ada pengadaan komputer. Kami sangat berharap bisa mendapatkan bantuan tersebut, agar bisa UNBK,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menggelar pertemuan dengan orang tua siswa. Mereka yang memiliki laptop agar bisa dipinjamkan untuk pelaksanaan UNBK tahun depan.
“Sekarang kan masih ujian kertas. Setelah itu kami akan persiapan UNBK,” ungkapnya. (rng/yui)