Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11602

Masih Menunggu Arahan Kelanjutan Lelang Dam Tembesi

0
Dam Tembesi foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Untuk melanjutkan proyek lelang pengelolaan Dam Tembesi, BP Batam masih menunggu arahan dari Kepala BP Batam yang baru serta petunjuk dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

“Saat ini, Kemenko tengah memverifikasi data dua proyek tender BP Batam, yakni lelang pengelolaan Dam Tembesi dan lelang pengembangan Bandara Hang Nadim,” kata Kepala Kantor Air BP Batam, Binsar Tambunan Sabtu (12/1/2019).

Ia mengatakan pihak Kemenko sedang meminta data yang diperlukan untuk mengkaji soal lelang proyek ini.

“Mereka sedang meminta data. Sebelumnya kami masih menunggu arahan dari Menko soal dua proyek ini,” katanya,

Sebelumnya, tahapan prakualifikasi untuk Dam Tembesi sudah dimulai November lalu. Dan tahapan berikutnya adalah pengumpulan dokumen yang dijadwalkan pada awal Januari. Namun, karena pengumuman pergantian jabatan pimpinan BP yang mendadak, maka jadwalnya menjadi belum pasti.

“Kami menunggu jawaban dari Menko,” ucapnya lagi.

Jawaban dari Menko diperlukan karena untuk menentukan arah lelang kedepannya.

“Daripada nanti kalau dilanjutkan, tiba-tiba besoknya diubah, lebih baik menunggu Menko. Sehingga siapapun pimpinannya nanti, proyek tetap akan berjalan,” katanya.

Hingga saat ini, sudah ada 37 peserta yang sudah mengajukan permohonan menjadi peserta pada pembukaan prakualifikasi lelang Dam Tembesi pada akhir November kemarin.

BP Batam tetap melanjutkan proyek ini karena besarnya minat dari para peserta lelang. Makanya BP sudah menginstruksikan agar tim panitia lelang tetap menjaga komunikasi dengan calon peserta lelang. (leo)

Bisnis Pijat, Sehari Raup Rp 1 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Ada bisnis pijat dengan pendapatan mencapai Rp 1 miliar. Satu pelanggan dipatok tarif Rp 4 jutaan. Wow…

Namun ini bisnis ilegal, pihak imigrasi telah membongkarnya.

Adalah 20 Warga Negara Asing (WNA) yang membuka praktik usaha terapi pijat itu.

Meraka tidak melengkapi izin keimigrasian. Para WNA itu masing-masing berasal dari Malaysia, sebanyak 16 orang; Tiongkok, 2 orang; Hongkong, 1 orang; dan Belgia, 1 orang.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel Sudirman D Hury menjelaskan, para WNA itu masuk ke Indonesia menggunakan paspor wisata. Mereka mengajukan izin untuk berwisata selama satu bulan.

Namun yang terjadi kemudian, mereka menyalahgunakan izin wisata tersebut. Mereka justru membuka praktik terapi pijat secara terselubung. Penghasilannya tak main-main, satu hari mereka bisa meraup Rp 1 miliar. Praktik terapi itu dilakukan di sebuah hotel yang ada di Palembang.

Setiap pasien yang datang dipatok tarif Rp 4,5 juta per orang. Dalam sehari tempat praktik tersebut didatangi banyak orang. Bahkan ada pasien yang berasal dari luar negeri.

“Tentu ini melanggar dan kami langsung menangkapnya,”jelas Sudirman, Kamis (10/1/2019).

Penangkapan itu berawal dari informasi adanya WNA yang masuk Palembang untuk mengadakan pameran dan terapi pijat. Imigrasi kemudian menindaklanjuti informasi itu dengan membututi setiap kegiatan para WNA hingga sore.

Kemudian, tim langsung rapat untuk menggelar operasi penangkapan di TKP. Pihaknya melihat langsung adanya transaksi dari kegiatan tersebut, hingga akhirnya 20 WNA ilegal itu diamankan.

“Barang bukti yang kami amankan yakni paspor wisata selama satu bulan,” terangnya.

Puluhan WNA yang diamankan Imigrasi Palembang. (Alwi Alim/ JawaPos.com)

Sudirman melanjutkan, 20 WNA itu juga pernah mengunjungi Medan dan Bali. Saat ini, pihak imigrasi sedang berupaya untuk mencari tahu siapa yang mengoordinir para WNA tersebut.

Menurut keterangan dari salah satu WNA kepada petugas imigrasi, yang mengoordinir mereka adalah Chris Liong. Cris ikut tertangkap pada operasi tersebut. Namun, imigrasi tetap akan menyelidiki lebih lanjut keterangan tersebut.

“Sedikit sulit mencari infonya karena mereka tidak bisa berbahasa Inggris, hanya bahasa Mandarin saja. Tapi, biasanya mereka ini hanya 2-3 hari saja, tidak sampai satu bulan dan langsung berpindah lagi,” ujarnya.

Nantinya kasus ini akan didorong ke ranah pidana umum melalui ketenagakerjaan dan dinas kesehatan. Mengingat izinnya tidak ada.

Jika memang melanggar, tentunya mereka akan mendapatkan hukuman penjara selama lima tahun.

“Mau kami, mereka ini bisa dipenjarakan, tidak hanya dideportasi,” pungkasnya. (JPC)

2020, Airlander 10 Bawa Penumpang

0
Diharapkan model baru Airlander akan mulai terbang di awal tahun 2020-an (BBC)

batampos.co.id – Pesawat terpanjang di dunia, 92 meter, Airlander 10 akan diproduksi penuh untuk membawa penumpang.

Dilansir dari BBC, pengembang sedang bersiap untuk mulai bekerja pada model baru.

Prototipe Airlander 10 senilai £ 32 juta, telah menyelesaikan enam penerbangan sebelum akhirnya jatuh ke tanah pada bulan November 2017.

Hybrid Air Vehicle (HAV), yang berbasis di Bedford, mengatakan telah menerima dukungan Otoritas Penerbangan Sipil untuk mulai mengerjakan model Airlander yang baru.

Diharapkan model baru akan mulai terbang di awal tahun 2020-an.

“Fokus kami sekarang sepenuhnya pada standar produksi batch pertama, jenis pesawat Airlander 10 bersertifikat untuk memberikan layanan pada pelanggan,” kata Chief Executive Officer HAV Stephen McGlennan.

“Prototipe ini melayani tujuannya sebagai pesawat hybrid ukuran terpanjang pertama di dunia. Uji coba dari pesawat percobaan ini memberikan kami data yang kami butuhkan untuk bergerak maju dari prototipe ke standar produksi,” tambahnya.

HAV mengajukan klaim asuransi £ 32 juta setelah Airlander 10 jatuh. Perusahaan itu mengatakan sudah memiliki desain pesawat berikutnya yang disetujui oleh Badan Keselamatan Penerbangan Eropa.

Perusahaan ini melakukan uji terbang pertama Airlander 10 di Cardington Airfield pada Agustus 2016. Pada bulan Juli 2018, HAV mengungkapkan bahwa Airlander siap menawarkan ekspedisi mewah. (JPC)

Momentum Kebangkitan Properti

0

batampos.co.id – Pengembang yakin bahwa tahun 2019 adalah momen kebangkitan industri properti di Batam. Penyebabnya adalah maraknya pembangunan properti vertikal dan landed di Batam membawa gairah baru bagi dunia properti di Batam.

“Ini tentu merupakan gambaran baik bagi Batam, karena banyak investor percaya menanamkan investasinya dalam bentuk properti di Batam,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Achyar Arfan, Sabtu (12/1).

Ada Pollux Habibie, Oxley, Citra Plaza, Formosa, Orchard View, Pesona Kayangan, Blitz Park, One Residence, The Nove Residence dan sebagainya.

“Maraknya pembangunan seperti ini lagi-lagi harus didukung oleh pemerintah,” ungkapnya.

Sebelumnya, insentif yang diperlukan sudah rampung dan ada juga yang tengah diracik pemerintah. Contoh insentif yang sudah rampung adalah pelonggaran uang muka pembelian properi. Sedangkan contoh insentif yang tengah dibahas adalah penjaminan kepemilikan asing bagi properti di Batam.

“Cara terbaik mendukung pembangunan properti adalah mengembangkan sektor industri dan sektor pariwisata,” katanya.

Keduanya termasuk primadona yang dapat ikut mengerek naik sektor properti dan pendukung properti.

“Kalau keduanya dikembangkan dengan baik, maka pembelian properti akan meningkat,” ungkapnya.

Salah satu alasan mengapa ada banyak pembangunan properti seperti apartemen dan kondominium di Batam adalah faktor optimisme.

“Investor masih yakin Batam akan dapat berkembang sehingga tidak ragu menanamkan modalnya. Apalagi posisinya yang berbatasan dengan Singapura, itu menjadi nilai plus,” jelasnya.

Makanya, pariwisata dan industri harus didorong karena pasar properti di Batam memang menyasar pada pelaku di sektor-sektor tersebut. (leo)

Gubernur Kepri Bersedih

0
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.
foto: jawapos.com / bobbi

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun bersedih, sejumlah maskapai mulai menerapkan tarif bagasi untuk penerbangan domestik.

Kebijakan tarif bagasi akan sangat berpengaruh terhadap Kepri yang sekarang sedang menggalakkan pengembangan sektor pariwisata.

Dengan kebijakan bagasi berbayar, konsentrasi pelaku usaha kecil menengah (UKM) akan sangat terganggu. Khususnya UKM yang bergerak di bidang penyedia oleh-oleh. Padahal sektor turunan dari pariwisata ini baru mulai berkembang. Ini seiring dengan program Kementerian Pariwisata yang mendorong hadirnya gerak pariwisata di daerah.

“Para wisatawan yang datang ke Kepri dan kembali ke kota asalnya akan sedikit membeli buah tangan,” kata Nurdin ketika ditemui dalam acara Hari Amal Bakti Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam di Alun-alun Engku Putri Batam, Batam Centre, Batam, Sabtu (12/1/2019)

Apa yang saat ini dirasakan masyarakat khususnya pelaku usaha oleh-oleh di Batam dan Kepri secara umum, tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri belum mengambil langkah-langkah terkait keluhan masyarakat perihal bagasi berbayar. Namun demikian, Pemprov kepri akan terus menganalisa dampak yang ditimbulkan jika nanti kebijakan benar-banar dijalankan.

Hal serupa juga disampaikan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto. Ia mengaku kaget dengan dampak dari kebijakan yang belum diterapkan ini. Sekarang memang belum ada pembahasan di tingkat daerah perihal masalah tersebut.

Nuryanto menilai, kebijakan tarif bagasi terlalu tergesa-gesa dan mendadak. Sehingga menimbulkan kegaduhan. Karena memang berdampak pada banyak sektor. Khususnya pada sektor pariwisata.

“Harusnya dikaji lebih dulu agar tidak menimbulkan persoalan lain. Ini berdampak simultan yang tentu membuat resah masyarakat,” imbuh Nuryanto. (bbi/jpc)

WNA Singapura Meninggal Dunia

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura mendadak jatuh pingsan, Jumat (11/1) lalu saat dalam antrian cop paspor di Pelabuhan Batamcenter. Frugtniet Gaery Martin sempat dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Batamcenter. Namun, sesampainya di rumah sakit, Gaery tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP), Iptu Yusriadi Yusuf mengatakan, pihaknya awalnya mendapat informasi sekitar pukul 15.20 WIB bahwa ada seorang WNA asal Singapura jatuh pingsan saat dalam antrian cop paspor. Usai mendapat informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi pelabuhan Batamcemter.

“Sesampai disana, kita mendapatkan informasi bahwa korban sempat mendapatkan pertolongan pertama oleh kesehatan karantina Batamcenter dan dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Usai dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Batamcenter, Gaery langsung mendapatkan pertolongan medis. Namun, sekitar pukul 17.30 WIB, ia dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya korban yang saat itu bersama dengan istrinya dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Diduga meninggal karena sakit yang dideritanya. Saat ini, korban sudah dalam proses pemulangan kembali ke Singapura. Keluarganya juga ada kemarin pas meninggal,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari keterangan keluarganya pada saat itu, Gaery menderita sakit yang dialaminya dalam beberapa tahun belakangan. Namun, untuk memastikan penyebab meninggalnya tersebut, pihaknya juga akan memintai keterangan dari keluarga Zainal.

“Dia ke Batam bersama dengan istrinya. Mereka berangkat berdua. Tapi belum bisa kami mintai keterangannya karena masih dalam keadaan berduka,” imbuhnya. (gie)

Wow, MuyenBrand Kini Go Internasional

0

batampos.co.id – Setelah sukses di Jakarta Fashion Week 2018 kemarin, kali ini MuyenBrand mengikuti event bertaraf intenasional kembali yaitu Hong Kong Fashion Week 2019, yang di selenggarakan pada tanggal 14-17 Januari 2019 di Hong Kong Convention and Exibition Center, Hall 1C.

Tema yang diusung adalah Opulance yang merepresentasikan arti dari kata itu sendiri. Yaitu kemewahan dan akan menampilkan 24 koleksi Spring summer pada acara ini.

MuyenBrand adalah merek fashion di kancah internasional yang mengutamakan keanggunan, detail mewah dari renda, manik-manik, hiasan kristal.

Semua detail dijahit dengan baik dalam kain mewah seperti organza, sutra, renda, dan lain-lain.

MuyenBrand kali ini juga menampilkan koleksi lainnya pada Booth 1EC06 pada acara HKFW 2019.

Sejarah MuyenBrand berawal dari kreativitas desainer Flamuyen Miranda yang memang sudah menggeluti dunia fashion dari usia muda.

Menurut Managemen MuyenBran, Dayat Rahmat, sejak tahun 2012 Flamuyen Minanda telah membuka butik di daerah Sampit, Jakarta Selatan.

“Untuk melebarkan hasil karyanya MuyenBrand pun memperkenalkan hasil koleksinya pertama nya bertaraf international di event Jakarta Fashion Week (JFW) 2018, dan Alhamdulilah respon masyarakat sangat luar biasa. MuyenBran mendapat 5 besar dari event JFW 2018 ini”, ujar Dayat, Minggu (13/12).

Dayat Rahmat menambahkan, setelah masyarakat mengetahui koleksi MuyenBrand, kini ada beberapa buyer yang menghubungi, salah satunya bayer dari london dan lain-lain.

“Insya Allah prospek MuyenBrand sangat cerah dan ke depan kami akan melebarkan dan mengembangkan produk-produk lain dalam dunia fashion internasional”, pungkasnya. **

Ada Tiang di Tengah Jalan

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pihak kecamatan Sagulung pindahkan lima batang tiang listrik dan jaringan telekomunikasi yang ada di lingkungan Kaveling Mandiri, Kelurahan Seipelenggut Sagulung, Sabtu (12/1/2019) sore. Lima tiang tersebut mengganggu aktifitas masyarakat sebab berdiri diatas bahu jalan lingkungan.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, sebelum pemindahan pihaknya bersama Polsek Sagulung terlebih dahulu koordinasi dengan pihak PLN dan provider telekomunikasi tersebut.

“Tidak asal pindah. Kami koordinasi dulu dengan pihak terkait baru sama-sama dipindahkan,” ujar Reza, Minggu (13/1).

Sebelum dipindahkan, tiang-tiang tersebut berdiri tegak di atas bahu jalan. Warga cukup kewalahan sebab lima tiang itu membelah jalan jadi dua lajur dan menyulitkan aktifitas masyarakat khususnya yang memiliki kendaraan roda empat. Masyarakat akhirnya mengadu ke kecamatan.

“Jalan itu memang baru disemenisasi, tiang listrik dan telkom tadi sudah duluan dipasang, tapi saat pasang mereka tidak sampaikan ke warga. Padahal lahan itu peruntukan untuk jalan lingkungan,” jelas Reza.

Respon cepat pihak kecamatan ini diapresiasi masyarakat setempat. Masyarakat berharap agar kedepannya semua pihak harus saling koordinasi sebelum memasang atau bangun sesuatu dalam lingkungan perumahan.

“Ini jadi pelajaran kita semua kedepannya. Pemilik tiang ataupun pembangun jalan harus koordinasi dengan warga atau RT/RW biar tak seperti ini jadinya,” ujar Heru, seorang warga.

Menurut Heru, persoalan itu terjadi karena kurangnya komunikasi dengan masyarakat. Pemilik tiang asal pasang saja tanpa mencari tahu dulu peruntukan lahan yang digunakan.

“Pemasangan tiang ini tanpa sosialisasi makanya saat semenisasi jalan masuk jadi tumpang tindih sepert ini. Coba kalau dari awal di kasitahu atau komunikasi dengan masyarakat tentu tak seperti ini,” katanya. (eja)

Polisi Bubarkan Pemuda sedang Minum Miras

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Satuan Sabhara Polresta Barelang membubarkan beberapa remaja yang berkumpul sambil minum minuman keras di kawasan Sekupang, Sabtu (12/1) malam sampai Minggu (13/1/2019) dini hari. Terhadap pemuda itu, selanjutnya diminta untuk memubarkan diri dan minuman keras disita pihak kepolisian.

“Mereka kita amankan lantaran waktu sudah sampai subuh masih nongkrong di pinggir jalan. Keberadaan kelompok mereka ini sudah sangat diresahkan warga lantaran sering mabuk-mabukan,” ujar Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus, kemarin.

Dijelaskan Firdaus, patroli rutin itu dilakukan dalam mengantisipasi premanisme, senjata tajam, narkoba, pencurian, minuman keras, orang-orang yang dicurigai dan orang yang tidak mempunyai identitas. Patroli ini dimulai pukul 21.30 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB dengan personel sebanyak 7 orang.

“Patroli ini kita laksanakan karena banyaknya laporan dari masyarakat, baik dari media sosial ataupun langsung pengaduan dari warga tentang adanya gangguan kamtibmas yang dapat meresahkan masyarakat,” katanya.

Dalam patroli tersebut, patroli Satuan Sabhara Polresta Barelang meulai bergerak ke wilayah Sekupang, Bengkong dan Batamkota. Dimana, untuk wilayah Batamkota pihaknya lebih mengantisipasi aksi balapan liar dan wilayah Bengkong mengantisipasi kejahatan pencurian yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Untuk di wilayah Bengkong dalam mengantisipasi premanisme dan situasi lainnya aman dan terkendali. Begitu juga untuk di wilayah Batamkota, remaja yang balapan liar juga kita bubarkan,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan patroli ini akan terus dilaksanakan dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat Kota Batam. Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat juga untuk terus berpartisipasi masyarakat untuk bersama-sama dalam menjaga situasi Batam yang aman dan kosndusif.

“Jika ada gangguan, silahkan langsung melaporkan kepada kita. Dan jika menemukan pelaku kejahatan jangan main hakim sendiri dan hubungi kita untuk dilakukan proses lebih lanjut,” imbuhnya. (gie)

Polair Polda Kepri Amankan Kurir Sabu 1 Kg

0

batampos.co.id – Polisi perairan Polda Kepri mengamankan dua orang diduga sebagai kurir sabu berinisial A dan S, saat akan membawa sabu seberat 1 Kilogram di Karimun, Sabtu (12/1). Dari informasi didapat Batam Pos, kedua orang ini mendapatkan perintah untuk mengambil sabu, yang diletakan di pinggir pantai.

“Satu orang wanita (S), dan satu orang waria (A). Dan yang menyuruh mengambil sabu ini, suami dari wanita itu,” kata sumber Batam Pos, Sabtu (12/1/12019).

Saat ditanya, sabu itu akan dikirimkan kemana. Ia mengatakan bahwa pengiriman sabu ini nantinya ditentukan oleh suami S. “Setelah barang ini diambil, suami S nantinya memberitahu mengirimkan kemana sabu tersebut. Tapi udah keduluan diamankan,” ucapnya.

Direkur Polisi Perairan Polda Kepri Kombes Benyamin membenarkan adanya penangkapan ini. Dan ia mengatakan, jajaranya saat ini sedang melakukan pengembangan atas kasus ini.

“Anggota masih melakukan pemeriksaan dan mendalami,” ucapnya.

Ia mengatakan akan memberikan informasi utuh, setelah pengembangan dilakukan jajaranya selesai dilakukan. “Sabar yah,” ujarnya singkat. (ska)