Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11614

Kepala BP Batam, Sambangi Pemko Batam

0
Edy Putra Irawady, Kepala BP Batam

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Amsakar Achmad menerima kunjungan Kepala Badan ‎Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawadi‎, di ruang kerja Wakil Wali Kota, Senin (14/1) pagi. Pertemuan tertutup ini, merupakan yang pertama pasca Edy dilantik, beberapa waktu lalu.

Amsakar menilai, tidak ada pembicaraan yang subtansial dalam pertemuan tersebut. Hanya saja, ia mengatakan Pemko Batam maupun BP Batam sama-sama sepakat menindak lanjuti arahan pemerintah pusat terkait rencana Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang akan merangkap jabat menjadi Kepala BP Batam.

“Kalau ada pak wali mungkin ada pembicaraan pada ranah subtansi itu, tapi tidak ada, bicara kulit saja permukaan saja. Tapi niat kami sama, bagaimana agar kebijakan pemerintah betul-betul di follow up,” papar Amsakar.

Menurutnya, pertemuan ini merupakan silaturahmi biasa seiring hari pertama Edy memimpin BP Batam.

“Silaturahmi biasa, bercanda, berdiskusi ringan. Ngopi-ngopi. Saya katakan belum ada yang subtansial, beliau hanya ingin datang ke Pemko Batam,” imbuh dia.

Walau demikian, ia berharap pertemuan ini merupakan permulaan yang baik antara kedua lembaga ini, sehingga dapat membawa Batam lebih baik lagi.

“Beliau memang diamanahkan menyelesaikan masa transisi (menuju penetapan Wali Kota Batam sebagai ex officio di BP Batam),” kata dia.

Ditanya soal rapat tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Batam beberapa waktu lalu, Amsakar juga menerangkan pertemuan mengerucut pada bagaimana mempersiapkan proses transisi ahgar terlaksana sesuai harapan pusat.

“Perbincangan soal sejumlah agenda menjadi tunggakan pejabat sebelumnya, apa yang dipersiapkan pejabat sekarang dan bagaimana capaian-capaian ke depan dilakukan,” ujarnya.  (iza)

Polisi akan Tindak Tegas Pelajar yang belum Layak Memiliki SIM

0
ilustrasi
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Jajaran Sat Lantas Polresta Barelang akan menindak tegas bagi pelajar yang belum layak tapi nekat mengendarai kendaraan bermotor. Tindakan berupa tilang akan dilakukan apabila para pelajar itu kedapatan di bawah umur dan belum layak mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Wakil Kasat Lantas Polresta Barelang AKP Kartijo mengimbau kepada seluruh pelajar agar tertib berlalulintas. Bagi mereka yang belum berhak, untuk tetap tidak mengendarai kendaraan bermotor. Langkah ini juga untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan karena belum siapnya pengendara.

“Karena kecelakaan lalu lintas yang rugi bukan hanya yang bersangkutan, tapi pengguna jalan lain juga. Untuk itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan peruntukannya,” ujarnya.

Sabagai upaya menciptakan keselamatan di jalan, petugas kepolisian juga telah melakukan program penyuluhan ke sekolah-sekolah. Selain penyuluhan tentang tertib berlalulintas. Mereka yang ditugaskan memberi pengarahan dan penyuluhan adalah dari Unit Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa (Dikyasa).

Materi yang diberikan berupa keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalulintas.

“Kalau belum waktunya memenuhi syarat memang tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor. Ini tidak hanya untuk pengamanan mereka sendiri, tapi pengendara lain dan juga sekolah,” katanya.

Selain itu pihaknya juga meminta kepada orang tua juga ikut berpartisipasi dengan tidak memberikan sepeda motor kepada anak yang belum memiliki SIM. Pihaknya akan tegas melakukan tindakan berupa tilang, apabila mendapati pelajar yang belum memenuhi syarat mengendarai sepeda motor.

“Tidak ada toleransi kalau kaitannya dengan penindakan dan penegakan hukum,” tegasnya.

Sebagai patokan, tahun 2018 lalu jumlah angka kasus kecelakaan lalu lintas menurun. Meski jumlah kasus menurun, korban laka lantas yang meninggal dunia maupun luka ringan mengalami peningkatan. Di tahun lalu, korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Batam 86 orang. Korban mengalami luka berat sebanyak 103 orang. Dan korban luka ringan sebanyak 743 orang. (egi)

Puskesmas dan Rumah Sakit Layani Pasien HIV/AIDS

0
foto: batampos.co.id / dalil harahaptop, puskesmas

batampos.co.id – Sebanyak 11 puskesmas dan rumah sakit di Batam membuka layanan pengobatan untuk pasien penderita Human Immunodeficieny Virus (HIV) dan Aquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pasien akan mendapatkan jenis obat Antiretroviral (ARV) guna menekan jumlah virus yang ada di tubuh penderita HIV/AIDS.

Didi menyebutkan ada enam puskesmas yang menyediakan pengobatan HIV/AIDS, yaitu Puskesmas Sekupang, Batuaji, Botania, Sambau, Seilangkai, dan Lubukbaja. Pasien bisa datang langsung berobat ke lima puskesmas tersebut.

Selain puskesmas, lima rumah sakit juga telah membuka pelayanan pengobatan untuk pasien HIV/AIDS, yaitu Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam-Seku-pang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Rumah Sakit Awal Bros, Rumah Sakit Santa Elisabeth-Lubukbaja, dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Ia berharap semakin banyak pelayanan pengobatan yang dibuka untuk penderita HIV/ADIS, pasien bisa meningkatkan kepatuhan mengonsumsi obat. Saat ini Batam menem-pati posisi 11 dengan total penderita tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data 2018 terdapat 718 penderita HIV baru di Batam. Terdiri 486 laki-laki dan 232 perempuan. Dalam bidang pekerjaan, buruh/karya-wan pabrik menjadi pengidap HIV baru tertinggi, yaitu sebanyak 151 jiwa. Sedangkan paling rendah disusul ibu rumah tangga hingga nelayan, petani, dan peternak dengan jumlah dua penderita.

Sebelumnya, puskesmas juga telah membuka pengecekan atau screening gratis untuk warga Batam yang sudah pernah berhubungan seksual. Tujuan tes ini adalah mengenali dan mencegah penularan lebih dini.

”Semakin cepat diketahui tentu penanganan bisa lebih cepat. Kebanyakan selama ini mereka datang saat penyakitnya sudah stadium akhir,” sebutnya.

Hal lain yang terus dilakukan Dinkes, yakni edukasi masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS. Pasalnya, HIV selain berdampak fisik kesehatan, namun juga berdampak sosial.

”Semoga penderita bisa turun karena 2030 target dari Kemenkes juga Indonesia Zero HIV,” tutupnya.(yui)

Forum TSP Mulai Susun Program Kerja

0

batampos.co.id – Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam mulai merumuskan sejumlah program kerja di tahun 2019. Beberapa pekerjaan untuk memperindah Kota Batam akan segera dibahas.

“Kita akan mulai rapat dengan semua anggota dan pihak terkait. Kita akan merumuskan beberapa program kerja,” kata ketua forum TSP Kota Batam, Johanes Kennedy, Selasa (15/1).

Ia mengatakan, forum TSP adalah forum bagi perusahaan untuk menyalurkan sebagian dari keuntungan perusahaan kepada masyarakat. “Tujuan kita sama ingin memajukan Batam. Ingin membuat Batam lebih indah dan lebih nyaman,” katanya.

“Kalau program yang akan kita kerjakan, yang jelas untuk memperindah Batam,” tambahnya.

Selain, perusahaan asing yang dinilai sudah rutin menyalurkan CSRnya, ada juga BUMN dan perbankan yang sudah tergabung dalam TSP. Bahkan beberapa dari perusahaan tersebut sudah ada yang membangun taman.

“Seperti PGN sudah membangun taman. Dan taman tersebut kemungkinan dalam waktu dekat akan diresmikan,” katanya.

Sebelumnya Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengapresiasi forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) yang sudah menyatakan sikap untuk ikut membangun Batam lewat berbagai program dan kegiatan. Ia mengajak semua perusahaan yang ada di Batam, terutama yang ada di bawah Kadin untuk bisa bergabung dengan forum TSP Kota Batam.

“Saya mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di Batam untuk bisa memberikan CSRnya kepada masyarakat. Dan biar lebih tepat sasaran, saya berharap bisa gabung dan disalurkan lewat TSP,” kata Jadi.

Menurut Jadi, dukungan untuk forum TSP ini memang sudah seharusnya diberikan semua pihak. Di mana selama ini banyak perusahaan yang menyerahkan CSR tetapi tidak tepat sasaran sehingga terkesan perusahan tersebut tidak berbuat untuk masyarakat. Apalagi salah satu tujuan dari TSP sangat jelas yakni membangun Batam lebih indan dan lebih tertata.

“Forum CSR ini akan membangun beberapa titik yang akan mendukung pariwisata di Batam. Ini sangat bagus untuk menarik wisatawan berkunjung ke Batam,” katanya. (ian)

Disdik Lelang Ulang Proyek SMPN 57

0
foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam akan melanjutkan pengerjaan pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 57 Batam, di Patam Lestari, Sekupang, yang tidak selesai pembangunannya pada tahun anggaran 2018 lalu.

”Tetap lanjut (Proyek pembangunan gedung SMPN 57 Batam, red). Nanti akan dilelang ulang,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Senin (14/1).

Ia menjelaskan untuk anggaran pengerjaan akan melihat hasil penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang rencananya akan dilaksanakan Februari mendatang.

”Tapi untuk pastinya kami akan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terlebih dahulu,” katanya.

Hendri berharap sekolah yang berlokasi di Kelurahan Patam Lestari tersebut tetap bisa dilanjutkan, sehingga siswa SMPN 57 Batam sudah bisa menempati gedung baru dalam waktu dekat atau pada tahun ajaran baru nanti.

Terkait progres atau pencapaian pengerjaan sekolah masih dihitung oleh tim Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

”Nanti berapa persen yang harus dilelang tahun ini. Kami tunggu dulu hasilnya. Yang jelas dipembahasan anggaran akan kami usahakan kelanjutan gedung SMPN 57 Batam ini,” tegas Hendri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Setda) Kota Batam Jefridin mengatakan pasca pembangunan gedung SMPN 57 Batam dihentikan Desember lalu, maka kelanjutannya akan dilelang ulang tahun ini.

”Dilelang ulang. Untuk anggaran itu nanti akan dibahas bersama antara Disdik Batam dan BPKAD. Solusi terbaiknya seperti apa. Teknisnya me-reka yang tahu,” imbuhnya.

Sebelumnya, pembangunan SMPN 57 Batam ditargetkan selesai Desember lalu. Namun pembangunannya tak selesai karena kelalaian kontraktor. Proyek senilai Rp 4,3 miliar ini harusnya sudah ditempati semester kedua atau Januari ini. (yui)

Brexit Bisa Batal

0

batampos.co.id – Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengeluarkan senjata pemungkasnya menjelang voting parlemen hari ini, Selasa (15/1). Sebuah jaminan tertulis dari Uni Eropa (UE) bahwa kebijakan backstop tidak akan permanen. Tapi, korespondensi May dan UE yang dirilis ke publik pada Senin (14/1) kemarin tidak membuat parlemen puas.

’’Ada oknum di Westminster (gedung parlemen) yang ingin menunda dan bahkan membatalkan Brexit (British Exit),’’ kata May dalam pidatonya di hadapan para buruh di Kota Stoke-on-Trent sebagaimana dilansir Reuters. Tapi, dia tidak akan menyerah. Brexit tidak boleh batal. Jika perlu, Inggris akan nekat meninggalkan UE tanpa kesepakatan. Artinya, dia memilih opsi no-deal Brexit yang berisiko tinggi.

Hengkang dari UE tanpa kesepakatan sama saja rugi. ’’Ini malapetaka. Realistis saja,’’ kata mantan Jaksa Agung Dominic Grieve, politikus Partai Konservatif, kepada Sky News. Tanpa kesepakatan yang jelas, Brexit akan memicu status darurat di Inggris. Sebab, roda pemerintahan tidak akan bisa bergerak. Lembaga-lembaga penting tidak akan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Dewan Kent County menyatakan bahwa no-deal Brexit akan membuat layanan publik macet.

’’Tidak akan ada yang mengurus mayat. Arus lalu lintas akan kacau dan para siswa tidak akan sampai ke sekolah tepat waktu,’’ ungkap jubir dewan tersebut kepada The Week.

Dalam surat resminya ke UE, May meminta Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menetapkan batas waktu penerapan backstop.

’’Saya telah berjanji kepada parlemen untuk menuntaskan seluruh detail terkait backstop pada akhir 2021,’’ tulis perempuan 62 tahun itu sebagaimana dilansir The Guardian.

Tapi, UE keberatan. Mereka tidak mau terpaku pada waktu. Yang jelas, backstop tidak akan berlangsung selamanya. Kebijakan backstop diterapkan agar perceraian Inggris dan UE tidak membuat Republik Irlandia dan Irlandia Utara (yang merupakan bagian dari Inggris) kacau.

Juncker dan Tusk lantas usul supaya Inggris dan UE menggelar pertemuan rutin per semester untuk mengevaluasi backstop. Juga, menjajaki solusi alternatif yang sifatnya permanen di area yang terdampak backstop itu.

’’Kami akan mencari seluruh solusi teknologi untuk menyelesaikan masalah ini.’’ Demikian jawaban tertulis Juncker dan Tusk dalam surat balasan untuk May.

Meski tak ideal, UE berusaha memberikan jaminan kepada Inggris soal kesepakatan backstop yang tidak akan merugikan pemerintahan May. Namun, hal itu tidak membuat Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn luluh. Sebaliknya, dia malah menjadi lebih lantang menolak draf kesepakatan final soal Brexit.

Buruh juga sudah punya rencana lanjutan pascavoting hari ini. Mereka yakin May akan kalah. Karena itu, mereka ancang-ancang menjegal ketua Partai Konservatif itu dengan mosi tidak percaya.

’’Jangan khawatir, kami akan melakukan itu dalam waktu dekat,’’ ujarnya kepada BBC.

Ketua Partai Liberal Democrat Sir Vince Cable juga ikut-ikutan bersuara. Menurut dia, pilihan terbaik untuk keluar dari kemelut Brexit adalah menggelar referendum kedua. Referendum ulang itu berpotensi memperbaiki kondisi Inggris. Tapi, referendum tersebut juga sangat berpeluang membatalkan Brexit.

’’Bahasa putus asa PM May menunjukkan bahwa dirinya sedang panik. Brexit tanpa kesepakatan adalah bencana. Dan, kami berusaha mencegah itu,’’ ujar Cable.(bil/c17/hep)

Bayar Rp 367 Ribu, Bebas Ngamuk

0

batampos.co.id – Anda lagi ngambek? Murka? Jangan dipendam. Lampiaskan saja. Pergilah ke Beijing, Tiongkok. Di sana lagi ngetren anger room alias ruang kemarahan bernama Smash. Sebuah ruang pelampiasan kemarahan. Tempat orang bisa menghancurkan apa saja.

Saking populernya, satu ruang kemarahan bisa didatangi 600 pengunjung tiap bulan. Menurut Jin Meng, pendiri Smash, wahana ruang kemarahan terkenal di Beijing, sudah ada 15 ribu botol yang lumat di tempatnya dalam sebulan.

Dengan membayar 158 yuan atau Rp 367 ribu, pengunjung bebas untuk mengamuk di dalam sebuah ruangan selama setengah jam. Mereka bakal dibekali tongkat bisbol untuk menghancurkan semua benda dalam ruangan.

”Kalau di tempat lain, mung-kin kita bakal dihukum. Tapi, di sini cukup bayar, lalu bisa pukul apa pun, kecuali manusia,” ujar Liu Chao, seorang pengunjung.

Sasaran kemarahan yang disediakan Jin bukan hanya botol. Mulai telepon, tv, sampai manekin. Semuanya disediakan pengelola. Tentu, kebanyakan adalah barang bekas yang didapat Jin dari pasar loak.

”Yang favorit itu menghancurkan TV. Rasanya memuaskan saat melihat kaca layar pecah berkeping-keping,” ujar Zhuo Hanjing, seorang karyawan Smash.

Alasan pengunjung pun beragam. Misalnya, siswi SMA Qiu Siyu yang datang sendirian. Dia merasa perlu menya-lurkan kemarahan setelah sekolah menerapkan kebijakan yang aneh.
Bahkan, ada satu pengunjung yang sempat membawa semua foto pernikahannya ke ruangan tersebut. Dia menghancurkan foto-foto itu dalam setengah jam.

”Saya tidak tahu apa masalahnya. Mungkin dia baru saja putus,” ujar Jin yang dulu berkarir sebagai karyawan perusahaan public relation.

Yang jelas, Jin puas dengan usahanya itu. Tidak hanya meraup untung, dia juga merasa sudah menyediakan tempat untuk membuang energi negatif tanpa merugikan lingkungan.(bil/dos)

KPK Pelajari Peluang Memeriksa Mendagri

0
Pembangunan apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018). Pembangunan proyek Meikarta tetap berlanjut usai penetapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro menjadi tersangka kasus dugaan suap ijin proyek pembangunan Meikarta oleh KPK.–Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo disebut-sebut dalam persidangan du­gaan suap perizinan proyek Meikarta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jawa Barat, Senin (14/1/2019). Salah satu saksi sekaligus ter­sang­ka, Neneng Hasanah Yasin, me­­nyebut Tjahjo pernah meminta to­long kepada dirinya untuk memban­tu pengurusan perizinan Meikarta.

“Tjahjo Kumolo bilang kepada saya, ‘Tolong perizinan Meikarta di­bantu’,” ujar Neneng yang merupa­kan bupati Bekasi nonaktif itu, kemarin.

Pengakuan tersebut diungkapkan Neneng saat Jaksa KPK, I Wayan Riana, menanyakan tentang rapat yang diikuiti Neneng bersama Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Soni Soemarsono.

Dalam rapat itu, Soni menanyakan soal proses izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) untuk proyek Meikarta seluas 84,6 hektare.

“Saya dipanggil dan ditanya sama Dirjen Otda soal IPPT 84,6 hektare,” kata Neneng menjawab pertanyaan jaksa KPK.

Menurut Neneng, Soni memang meminta dirinya datang ke Jakarta. Hal itu berkaitan dengan hasil rapat pleno bersama mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Dalam rapat pembahasan izin pemanfaatan penggunaan tanah (IPPT), Deddy meminta agar perizinan pembangunan seluas 84,6 hektare ditunda terlebih dahulu. Luasan proyek tersebut membutuhkan rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat.

“Saat itu (dipanggil ke Jakarta), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menelepon Pak Soemarsono, berbicara sebentar, kemudian telepon Pak Soemarsono diberikan kepada saya, dan Tjahjo Kumolo bilang kepada saya, ‘tolong perizinan Meikarta dibantu,” katanya lagi.

Neneng pun mengiyakan permintaan Tjahjo Kumolo itu. Namun, kata Neneng, hal itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku “Saya jawab, ‘baik Pak yang penting sesuai dengan aturan yang berlaku’,” katanya.

Dalam sidang itu, Neneng mengatakan bahwa Soemarsono akan memfasilitasi pertemuan antara Pemprov Jabar, Pemkab Bekasi, dan PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang Meikarta.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa aliran suap Meikarta sampai kepada anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Melalui Dinas PUPR, anggota DPRD Bekasi difasilitasi jalan-jalan ke Thailand. Diduga uang yang digunakan untuk pelesiran itu dari Meikarta.

Sementara itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempelajari kemungkinan memanggil Tjahjo Kumolo sebagai saksi kasus dugaan suap proyek Meikarta.

“Kalau di persidangan, setahu saya, dulu di proses penyidikan tidak ada pemeriksaan saksi tersebut, ya. Ketika ada keterangan saksi dari salah satu tersangka yang sedang diproses KPK, tentu kami perlu pelajari terlebih dulu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, kemarin.

Febri menyatakan, KPK bakal mempelajari dulu apakah pemanggilan Tjahjo itu dilakukan di proses penyidikan di KPK atau saat persidangan terhadap terdakwa yang telah dilakukan.
Dia mengatakan sejauh ini yang telah diperiksa KPK adalah Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Soni Sumarsono.

Pemeriksaan Sumarsono saat itu dilakukan untuk menelusuri soal rapat yang diduga diinisiasi oleh Kemendagri terkait dengan perizinan Meikarta. Dengan munculnya nama Tjahjo, KPK akan mempelajari lagi apakah perlu memanggil Tjahjo untuk dimintai keterangan terkait rapat itu.

“Tentu kami mencermati dulu fakta persidangan lebih dulu dan lainnya di tahap penyidikan yang sedang berjalan karena kami sudah memeriksa Dirjen Otda,” ucap Febri.(lyn/JPG)

15 Januari Akhir Peak Season, Besok Harga Tiket mulai Turun

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Harga tiket pesawat diperkirakan turun mulai Rabu (16/1). Disebabkan berakhirnya masa peak season Natal dan Tahun Baru di 15 Januari. Hal ini disampaikan oleh Distrik Manager Lion Air Grup Batam, M Zaini Bire.

“Mungkin, tapi semuanya tergantung manajemen pusat. 15 Januari akhir dari peak season kami, kita lihat saja lah,” katanya, Senin (14/1/2019).

Bire mengatakan harga tiket Lion Air sudah mulai turun, rute Banda Aceh ke Jakarta. Dan nantinya, kata Bire penurunan harga tiket ini nantinya akan diikuti beberapa rute lainnya.

“Kepastiannya, manajemen pusat yang lebih tahu,”tuturnya.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso memperkirakan harga tiket berada ambang batas atas akan berlaku hingga akhir Januari. Di awal bulan, kemungkinan harga tiket akan beranjak turun.

“Awal bulan depan, baru mulai turun harga tiket,”ungkapnya.

Terkait harga tiket yang tinggi, kata Suwarso tidak dibarengi dengan jumlah penumpang yang tinggi. Dari pantauannya sejauh ini, beberapa maskapai sepi penumpang. Dan beberapa kali maskapai membatalkan penerbangan, akibat tidak adanya penumpang. Suwarso mencontohkan beberapa waktu lalu, Maskapai Garuda rute Batam Jakarta semulanya 5 penerbangan, diubah menjadi 3 penerbangan.

“Dua flight dihapuskan. Karena penumpang sepi,” ucapnya.

Suwarso mengatakan di periode normal, penumpang yang memadati Hang Nadim diatas 7 ribuan orang perhari. Namun, awal tahun ini penumpang yang memadati Hang Nadim hanya 6ribuan orang saja seharinya.

“Kalau membandingkan tahun 2017 ke 2018 penumpang turun hingga 8 persen,”tuturnya.

Saat ditanya penyebab sepinya penumpang ini, Suwarso mengatakan banyaknya alternatif transportasi yang ditawarkan ke masyarakat. “Ada Pelni, Roro, lalu kapal Fery. Ada juga masyarakat berangkat ke daerah asal melalui Singapura,”ungkapnya.

Di Hang Nadim, maskapai yang paling banyak menjalani penerbangan yakni Lion Air, sebanyak 28 flight. Lalu disusul Citilink 9 flight, Garuda 7 flight, Sriwijaya 2 flight, Batik 2 flight dan Wings Air 5 flight. (ska)

Ada Pejabat belum Lapor LHKPN

0

batampos.co.id – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan salah satu upaya KPK mencegah korupsi. Mulai Januari sampai Maret tahun lalu, lembaga antirasuah membuka pintu agar seluruh wajib lapor menyerahkan LHKPN. Setelah mere-ka himpun sampai akhir tahun, banyak di antara mereka telat me-lapor. Lebih dari itu, banyak pula pejabat tidak patuh. Mereka tidak memperbarui LHKPN sesuai ketentuan.

Nama Ketua MPR Zulkifli Hasan termasuk dalam jajaran pejabat yang tidak memperbarui LHKPN. Menurut Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, hanya ada dua pejabat yang wajib melapor LHKPN di MPR. Satu nama lain disamping Zulkifli adalah Wakil Ketua MPR E. E. Mangindaan.

”MPR itu cuma dua (orang), 50 persen (tingkat kepatuhannya) kami lihat,” ungkap dia saat membeber data LHKPN 2017 di Gedung Merah Putih KPK, Senin (14/1).

Lantas siapa di antara kedua pejabat tersebut yang belum menyerahkan LHKPN 2017?

”Yang sudah lapor itu E. E. Mangindaan,” imbuh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur LHKPN KPK Kunto Ariawan. Meski tidak secara tegas menyebut Zulkifli belum menyerahkan LHKPN tahun lalu, keterangan itu sekaligus menjelaskan bahwa orang nomor satu di MPR tersebut belum melaksanakan kewajiban menyerahkan LHKPN terbaru.

Saat Jawa Pos (grup Batam Pos) mencari nama pejabat yang akrab dipanggil Zulhas dalam laman acch.kpk.go.id, Ketum PAN tersebut sudah pernah menyerahkan LHKPN sebanyak tiga kali. Yakni pada 2009, 2013, dan 2014. Namun, untuk LHKPN 2017, yang bersangkutan belum menyerahkan LHKPN tersebut kepada KPK pada 2018. Secara umum, tingkat kepatuhan penyelenggara negara melapor LHKPN 2017 memang tidak menggem-birakan.

Namun, di antara pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif, Pahala menjelaskan bahwa yang paling tidak patuh adalah pejabat legislatif. Selain MPR, tingkat kepatuhan pejabat legislatif di DPR juga menjadi kabar yang kurang menyenangkan.

”Yang DPR, ini agak mengejutkan kita. Karena yang sebelumnya baik, sudah 98 persen,” jelasnya. Namun, untuk LHKPN 2017 persentase kepatuhan pejabat di Senayan hanya 21 persen.

Angka tersebut jelas menunjukan terjadi penurunan tingkat kepatuhan secara signifikan. ”Karena jauh di bawah waktu (menyerahkan LHKPN) manual pakai kertas,” ungkap Pahala.

Sedangkan untuk LHKPN 2017 yang dilaporkan pada 2018 sudah mengandalkan sistem baru melalui e-LHKPN. Sistem itu juga bisa diakses dengan mudah lewat laman e-lhkpn.kpk.go.id.

”Itu sudah kami paparkan saat rapat dengar pendapat,” tambahnya.

Bahkan, sambung Pahala, KPK juga sudah membuka klinik LHKPN khusus di kantor para anggota DPR. Namun demikian, itu tidak lantas mendongkrak tingkat kepatuhan para legislator. ”Penyampaian (LHKPN) elektroniknya 21 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa tingkat kepatuhan eksekutif masih paling tinggi. Dengan angka 66,31 persen dari total  237.084 wajib lapor.

Hanya saja, secara keseluruhan angka tingkat kepatuhan LHKPN turun. Dari 78 persen pada tahun 2016 menjadi 64 persen pada 2017.

”Itu juga 46 ribu (wajib lapor) terlambat,” imbuh Pahala.

Dia belum tahu penyebab turunnya tingkat kepatuhan tersebut. Hanya saja, perubahan yang dilakukan KPK dipastikan mempermudah penyampaian LHKPN.

”Kami pikir, katanya dulu susah. Begitu digampangin malah kepatuhannya rendah,” ujarnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, LHKPN merupakan salah satu hal krusial dalam upaya pencegahan korupsi. Untuk itu, semua wajib lapor seharusnya patuh dan tertib menyampaikan LHKPN kepada KPK. Sayang, setelah banyak upaya dilakukan instansinya, masih ada yang tidak patuh.

”Ternyata ada institusi yang kepatuhannya masih  nol sekian persen. Ini sangat mengkhawatirkan terkait pencegahan korupsi,” ungkap dia.

Berdasar data milik Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK, di level DPRD ada yang tingkat kepatuhannya nol persen. Buruknya tidak hanya satu, melainkan empat DPRD. Yakni DPRD DKI, DPRD Lampung, DPRD Sulawesi Tengah, serta DPRD Sulawesi Utara. Angka tersebut dinilai sangat memprihatinkan. Sebab penyelanggara negara yang bertugas di empat instansi tersebut adalah wakil rakyat. (syn/JPG)

Play sound