Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11700

Raja Malaysia, Sultan Muhammad V, Mundur

0
RAJA Malaysia Sultan Muhammad V (kanan) saat menerima kunjungan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, beberapa waktu lalu. Minggu (6/1/2019), Raja resmi mengundurkan diri.
F. Lai Seng Sin/Reuters

batampos.co.id – Prediksi itu akhirnya menjadi kenyataan. Sultan Muhammad V meletakkan jabatan sebagai Yang Dipertuan Agong Malaysia secara resmi, Minggu (6/1). Tidak ada alasan yang menyertai pengumuman pengunduran dirinya. Namun, diperkirakan itu berkaitan dengan pernikahannya dengan mantan Miss Moscow Oksana Voevodina 22 November lalu.

”Baginda telah menginformasikan masalah (pengunduran diri, red) secara resmi pada sultan-sultan lainnya,” bunyi pernyataan yang ditandatangani Pengawas Rumah Tangga Istana Wan Ahmad Dahlan Ab. Aziz kemarin.

Posisi Yang Dipertuan Agong Malaysia digilir lima tahunan di antara sembilan kesultanan. Setelah turun takhta, Muhammad V bakal kembali memimpin sebagai sultan Kelantan. Majelis raja-raja akan berkumpul untuk menentukan siapa yang akan menjadi Agong selanjutnya. Mereka yang pernah menjabat tak boleh naik takhta lagi sampai semua mendapat giliran.

Sejak menjabat Yang Dipertuan Agong ke-15 pada 13 Desember 2016, Muhammad V telah menorehkan banyak sejarah. Dia bukan hanya satu-satunya Agong yang meletakkan jabatan. Dia juga satu-satunya yang dilantik tanpa memiliki ratu alias Raja Permaisuri Agong.

Sultan yang berusia 49 tahun itu juga menjadi saksi sejarah kemenangan koalisi Pakatan Harapan (PH) atas Barisan Nasional (BN). Dia pula yang memberikan ampunan kepada Anwar Ibrahim sehingga bisa keluar dari penjara dan kembali berpolitik.

Namanya kembali diperbincangkan November lalu. Seperti dilansir The Guardian, Muhammad V meminta izin cuti selama dua bulan untuk urusan medis. Kenyataannya, dia justru pergi ke Rusia untuk menikahi Oksana Voevodina.

Pernikahan itu diberitakan oleh media Rusia dan Inggris, tapi pihak Kerajaan Malaysia bungkam. Bahkan, ketika foto-fotonya beredar, tidak ada pernyataan yang keluar dari kerajaan maupun Muhammad V.

Begitu Muhammad V kembali aktif sebagai Yang Dipertuan Agong pekan lalu, isu tentang pengunduran dirinya kian kuat. Beberapa hari lalu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengakui bahwa rumor itu ada. Namun, dia belum mendapat pemberitahuan resmi.

Pernikahan Muhammad V dengan Voevodina menimbulkan kontroversi. Banyak yang mendukung, tapi banyak pula yang mengkritik pilihannya. Terutama karena Voevodina bukan perempuan Malaysia dan memiliki banyak skandal di masa lalu.

Sebagian besar kekuasaan Yang Dipertuan Agong hanya seremonial. Sebab, kekuasaan administratif atau pemerintahan dikuasai PM dan parlemen. Namun, jabatan tersebut sangat dijunjung tinggi warga Malaysia. (sha/c11/dos)

Facebook Pak Wakil Walikota Batam Dibajak Orang Lain untuk Minta Sumbangan

0

Pembaca batampos.co.id, terutama yang berkawan dengan akun facebook Amsakar Achmad, Wakil Walikota Batam,  ketahuilah akun tersebut telah berada dalam penguasaan orang lain yan tak bertanggng jawab.

Ahad, (6/1/2019) petang kabar itu menyebar.

Assalamualaikum wr. wb.

Mohon ijin Bapak/Ibuk

Diberitahukan bahwasanya FB Bapak Wawako Batam sedang di hack oleh pihak yg tidak bertanggung jawab. Utk itu segala informasi dan pernyataan yg terdapat di akun tersebut mohon utk tidak di tanggapi…

Dimohon juga bantuan Bapak/Ibuk utk menginformasikan ke masyarakat luas, khususnya Kota Batam.

Demikian disampaikan. Terimakasih.
Wassalamualaikum wr. Wb.

Pak Wawa, demikian biasa disapa, belum menjawab konfirmasi batampos.co.id. Namun Kabag Humas Pemko Batam, Yudi Admaji membenarkan kabar itu.

“Betul, Mas, fb Pak wawa yang dihack. Meminta sumbangan alasannya untuk anak yatim,” demikian penjelasan Yudi. (ptt)

Vanessa Angel ialah Korban

0

batampos.co.id – Vanessa Angel bisa sedikit bernapas lega. Minggu (6/1) dia resmi menyudahi pemeriksaan melelahkan selama lebih dari 24 jam. Artis sinetron dan FTV itu meminta maaf atas segala kegaduhan yang telah ditimbulkan.

”Saya meminta maaf atas semua kegaduhan yang telah terjadi, atas segala opini dan asumsi yang telah terbentuk di masyarakat dan media sosial. Kesalahan yang saya lakukan merugikan banyak orang,” ucap Vanessa tepat ketika hendak meninggalkan gedung cyber crime Mapolda Jatim, Minggu (6/1) sore.

Tanpa banyak kata, dia kemudian melangkah ke mobil. Tak sendirian, Vanessa yang kemarin mengenakan kaus putih lengan panjang dengan celana denim biru tua ditemani sahabatnya, Jane Shalimar.

Artis Vanesa Angle (kanan) didampingi Jane Shalimar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Dirreskrimsus Polda Jatim pada sabtu malam lalu. FOTO ZAIM ARMIES/JAWA POS

Sebelumnya Jane sempat datang menjenguk dan membawakan makanan untuk Vanessa. Artis yang kali pertama bermain di sinetron Cinta Intan pada 2008 itu terus menunduk, menghindari awak media yang mencecarnya dengan beragam pertanyaan.

”Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian, selama pemeriksaan saya sebagai saksi dan korban. Saya akan menaati apa yang telah ditetapkan polisi,” kata Vanessa.

Ya, perempuan 27 tahun itu memang tidak ditetapkan sebagai tersangka. Dengan status sebagai korban, dia diperbolehkan polisi untuk pergi setelah pemeriksaan. Namun, perempuan yang pernah bertunangan dengan salah seorang cucu Presiden Pertama RI Soekarno, Didi Mahardika, itu masih dikenai sanksi wajib lapor.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan, pihaknya telah menetapkan dua tersangka dari kasus prostitusi artis yang menghebohkan akhir pekan lalu. Dua tersangka itu merupakan perempuan yang berdomisili di Jakarta Selatan. Inisialnya ES dan TN. ES ditangkap ketika sedang bertransaksi di salah satu hotel di Surabaya.

”Sedangkan si TN ini kami tangkap ketika berada di Jakarta. Kemudian, kami terbangkan ke Mapolda (Jatim) untuk diperiksa,” jelas Yusep.

Mereka dianggap bersalah karena terbukti menjalankan prostitusi online. Yusep menjelaskan, keduanya dijerat dengan empat pasal berlapis terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Yakni, pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45, sebagai penyedia layanan prostitusi online. Perbuatan yang berada di pasal tersebut juga menyalahi KUHP pasal 296 dan pasal 506, sebagai penyedia layanan prostitusi secara konvensional.

”Jadi, sudah bisa dipastikan kedua tersangka ini telah terbukti melakukan penyediaan layanan prostitusi, baik online maupun konvensional,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Yusep menjelaskan, dua mucikari itu memanfaatkan media sosial sebagai perantara aktivitasnya. Instagram merupakan media sosial paling digemari. Selain user-nya yang banyak, mereka dengan mudah mengakses dan berkomunikasi dengan pelanggannya menggunakan satu aplikasi.

Perempuan yang ditawarkan biasanya berasal dari kalangan artis, model, hingga selebgram. Untuk tarifnya, ES dan TN menarik Rp 25 juta hingga Rp 80 juta.

”Aturan mainnya, pelanggan ini harus transfer 30 persen di muka. Karena ini via online, jadi pelayanannya borderless. Bisa antarwilayah,” terangnya.

Ketika ditanya soal jumlah perempuan yang dijajakan tersangka, Yusep menolak memaparkan. Sebab, Senin (7/1) hari ini rencananya Kapolda Jatim memberikan rilis terkait kasus yang sama. Namun, Yusep menjelaskan, penyelidikan terhadap kasus itu sudah dilakukan selama sebulan. Dalam sebulan itu, mereka sudah melakukan pelacakan. Ada banyak sekali transaksi yang sudah dilakukan para tersangka. Asumsinya, model dan artis yang dijajakan pun tidak hanya satu atau dua.

”Selama sebulan itu ada banyak kok. Nanti Pak Kapolda yang menjelaskan detailnya,” tambah Yusep.

Hal yang sama dinyatakan Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera. Kasus tersebut terungkap dari laporan yang masuk ke polisi. Jika itu terjadi, setidaknya praktik prostitusi tersebut sudah berjalan lebih dari sebulan.

”Tidak mungkin polisi mengungkap kalau ini tidak menjadi keresahan masyarakat. Juga sebagai hasil cyber patrol yang dilakukan para anggota cyber crime,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Salah seorang polisi menyebutkan, penangkapan dilakukan murni dari laporan yang masuk. Pelanggannya juga bukan anggota polisi yang melakukan penjebakan. Melainkan, ada salah seorang pengusaha di Surabaya yang memesan Vanessa. Pengusaha tersebut kemudian diketahui berinisial R.

Selain Vanessa, Avriellia Shaqila juga dibebaskan dan meninggalkan ruang penyidikan Mapolda Jatim, kemarin. Seperti Vanessa, dia meminta maaf kepada seluruh awak media. Dia meninggalkan Mapolda Jatim pukul 17.45 WIB. (bin/ady/c10/ali)

Polda Kepri Wacanakan Pengaturan Waktu Beroperasi Truk

0
ilustrasi foto: yuli / batampos

batampos.co.id – Polda Kepri mewacanakan untuk mengatur waktu beroperasi truk maupun kontainer berlalu lalang di jalanan Kota Batam. Pemberlakuan ini agar dapat mengurangi kemacetan dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

Dari data Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri, angka kematian sebagian besar melibatkan kendaraan berbadan besar atau truk maupun kontainer.

“Oleh sebab itu, hal ini tak bisa serta merta diterapkan. Kami akan rapatkan dulu ke pihak Dishub (Dinas Perhubungan),” kata Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Roy Ardhya Candra, Sabtu (5/1/2019).

Ia mengatakan keputusan ini tentunya dituangkan dalam peraturan pemerintah daerah. “Kalau kami (polisi) tidak bisa (mengeluarkan aturan),” ucapnya.

Tentunya, dalam rapat tersebut Ditlantas Polda Kepri akan melibatkan pihak Organda. Agar dapat memberikan solusi terbaik atas permasalahan ini.

“Kami lihat ke depan, makain banyak kendaraan (berbada besar). Dan tingkat anarkis (kecelakaan) serta kemacetan (makin besar). Oleh sebab itu, dirasa perlu pengaturan waktu ( kendaraan besar berlintas di jalanan Batam),” ungkapnya.

Roy mengatakan tidak ingin kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan berbada besar terjadi di Batam.

“Saya juga telah meminta Kasat Lantas melakukan pengecekan terhadap KIR atau rem kendaraan berbadan besar. Jukrah (petunjuk arahan) sudah ada dalam berbentuk TR (telegram rahasia),” ungkapnya. (ska)

Sebab Rumah Sakit belum Terakreditasi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Ketua Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Markesi) Kepri dr Dindin H Hadim menjelaskan belum terakreditasinya sebuah rumah sakit bukan hanya karena kelalaian. Namun ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kenapa 4 rumah sakit di Batam belum terakreditasi.

Lalai itu bisa dari sudut pandang, namun menurut saya ada beberapa faktor yang jadi penyebab rumah sakit belum terakreditasi,” ujar Dindin kepada Batam Pos.

Diantaranya adalah belum siapnya fisik atau bangunan rumah sakit, alat kesehatan, sumber tenaga dokter dan kesehatan hingga sistem komputerisasi. Bahkan proses akreditasi rumah sakit kesehatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Prosesnya itu butuh waktu dan tidak sesederhana yang dipikirkan. Untuk akreditasi juga butuh biaya ratusan juta (rupiah, red). Jadi bukan karena manajemen rumah sakit tak mau terakreditasi,” imbuh Dindin.

Akreditasi memang jadi hal yang cukup penting untuk menjamin suatu pelayanan di rumah sakit. Namun bukan berarti rumah sakit yang belum terakreditasi tidak bisa memberi pelayanan terbaik untuk pasiennya.

“Rumah sakit yang terakreditasi pun masih ada dikeluhkan pasiennya,” ujar Dindin.

Menurut dia, diberhentikannya kerjasama layanan BPJS Kesehatan rumah sakit cukup memberi dampak yang memprihatinkan. Tak hanya dari masyarakat, namun juga rumah sakit itu sendiri. Apalagi di Kepri terdapat 6 rumah sakit yang belum terakreditasi, 4 di Batam, 1 Lingga dan 1 Anambas. Mirisnya rumah sakit Anambas dan Lingga, merupakan milik pemerintah dan satu-satunya akses lanjutan berobat masyarakat daerah tersebut.

“Pastinya cukup berdampak pada pendapatan rumah sakit, sebab 80 persen lebih masyarakat Indonesia adalah peserta BPJS. Saya juga dapat kabar salah satu rumah sakit di Batam sejak 1 Januari kemarin pasiennya bisa dihitung. Lebih prihati nasib masyarakat Lingga dan Anambas yang tak memiliki pilihan rumah sakit, sementara banyak diantara mereka yang tidak mampu,” ungkap Dindin.

Karena itu, ia berharap Kementrian Kesehatan bisa lebih fleksibel dalam memutuskan hal tersebut. Harusnya keputusan ditetapkan setelah melihat seperti apa kondisi di lapangan.

“Saya usulkan, kerjasama dengan yang belum terakreditasi itu dibuka kembali. Beri kesempatan seperti surat pertama yang keluar sebelum 12 Desember 2018 lalu,’ pungkas Dindin. (she)

Kadisdik Pemko Batam Evaluasi Proyek 2019

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam saat ini jadi sorotan pasca molornya pengerjaan dua proyek pembangunan gedung sekolah tahun 2018 lalu. Gedung baru yang rencananya ditempati awal tahun ini gagal terealisasi karena lambatnya penyelesaian pengerjaan proyek.

“Kami akan mengevaluasi proyek yang ditangani disdik di tahun ini,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Sabtu (5/1/2019).

Pasca penerimaan siswa baru tahun lalu, Disdik Batam mengajukan pembangunan gedung baru untuk siswa SMPN 58 Batam yang rencananya dibangun di Kampung Bagan, Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, tahun ini.

Saat ini siswa SMPN 58 terpaksa menumpang di salah satu sekolah dasar (SD) yang tidak jauh dari lokasi pembangunan sekolah tersebut. Selain pembangunan sekolah, disdik masih akan melanjutkan program pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan peningkatan infrastruktur SMPN 28 yang menjadi langganan banjir.

Melihat hasil proyek pembangunan SMPN 58 Batam, Hendri mengatakan, ke depan akan ada mengevalusi mulai dari persiapan hingga proses pembangunan sekolah.

“Evaluasi pasti dilakukan. Karena tujuannya agar pembangunan lebih baik,” sebutnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam Jefridin bahkan meminta dinas yang mengerjakan proyek fisik di tahun ini, bisa memulai proses lebih awal. Hal ini bertujuan agar proyek berjalan dengan baik dan bisa selesai sebelum batas akhir pengerjaan di Desember mendatang.

“Kami evaluasi terus. Kami ingin pengerjaan lebih baik kedepannya,” sebutnya.

Gedung SMP Negeri 56 Batam di Tiban Lama.
foto: batampos.co.id / yulitavia

Sementara itu, pantauan di SMPN 56 Batam yang berlokasi di Tiban Lama, pekerja masih tampak menyelesaikan pengerjaan bangunan gedung sekolah. Gedung tiga lantai ini ditargetkan selesai pertengahan Januari mendatang.

Pengerjaan Asal Jadi

Sedangkan proyek pemasangan box culvert untuk saluran drainase di depan Gedung Olah Raga (GOR) Batuaji, hingga kini belum tuntas pengerjaannya dan terkesan asal jadi bahkan sampai saat ini proyek tersebut terbengkalai.

Pantauan di lapangan, Sabtu (5/1/2019) proyek pembuatan saluran drainase tersebut terbengkalai dimana hanya sebagian pekerja galian yang mengerjakan saluran drainase yang sudah terpasang box culvert, sementara sebagain kabel listrik menjadi berantakan.
Pasalnya, box culvert yang dipasang terlihat asal jadi karena kondisinya tidak sejajar bahkan banyak yang rusak. Namun, dipaksakan dipasang.

“Di lokasi sudah tidak terlihat lagi ada pekerjaan, semenjak proyek itu dikerjakan pemenang tender atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut tidak pernah memasang papan plang proyek,” ujar Amri, pekerja galian.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Proyek tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya kapan rampung, karena material proyek mengganggu arus lalu lintas. Ketika hujan membuat jalanan menjadi licin dan berlumpur, sedangkan ketika musim panas berdebu.

Masyarakat menduga pro-yek hanya menghabiskan anggaran yang tidak terpakai.
Fikri, warga Batuaji, menga-takan bahwa proyek tersebut mulai dikerjakan dua bulan lalu, namun hingga kini belum juga selesai.

“Kalau proyeknya seperti itu terlihat asal-asalan, dan tidak ada pembatas plang untuk pengguna jalan,” kata Fikri.

Ia berharap agar proyek tersebut diperbaiki karena jalan di Simpang Basecamp selama ini langganan banjir saat hujan deras. Dia juga berharap pemerintah mengerjakan proyek secara serius.

Kepala Dinas Bina Marga Batam Yumasnur mengatakan petugas sudah mengecek ke lapangan. Ia mengakui proyek tersebut memang tidak rapi karena banyak kabel-kabel listrik.

“Sudah dipercepat pekerjaannya saat ini, agar saluran drainase dan air tergenang bisa diatasi di Simpang Basecamp,” ujarnya. (yui)

Februari 2018, Pemohon SIM Wajib Dites Psikolog

0
ilustrasi
foto: batampos.co.id / hasanul safri

batampos.co.id – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepri tahun ini akan memberlakukan tes psikologi bagi pemohon yang ingin mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Roy Ardhya Candra, Jumat (4/1/2019) sore.

Kapan pastinya, Roy menegaskan bahwa bulan depan hal tersebut akan diberlakukan.

“Pemberlakuan tes psikologi tersebut, tak hanya bagi pemohon SIM yang baru, tapi masyarakat yang akan perpanjangan masa berlaku SIM pun juga harus melalui uji psikologi yang tenaganya sudah disediakan oleh kepolisian,” ujarnya.

Kebijakan tersebut, lanjut nya, sebenarnya bukanlah kebijakan yang baru di Indonesia. Di kota lain seperti misalnya Surabaya maupun Jakarta sudah lebih dulu menerapkan tes psikologi bagi pemohon SIM maupun memperpanjang masa berlakunya.

“Kebijakan tes psikologi bagi pemohon SIM sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 36 juncto Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2013. Jadi aturan ini bukan hal baru, bukan barang baru sebenarnya. Namun untuk di Kepri, hal ini memang baru,” katanya.

Banyak faktor kenapa pemohon SIM memang harus diuji atau dites psikologinya oleh tenaga psikolog. Hal tersebut secara tidak langsung akan menekan tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Manusia itu psikologinya dalam tiga bulan menurut psikolog, condong berubah-ubah. Kita kan tidak tahu selama ini seperti apa sih karakter pemohon SIM. Tahunya kan pemohon sehat jasmani dengan dibuktikan surat keterangan sehat dari rumah sakit ataupun klinik. Untuk tes kejiwaannya atau psikologinya, kami kan tak pernah tahu. Makanya sangat penting adanya tes psikologi bagi pemohon SIM,” terangnya.

Diakui Kombes Roy, adanya persayaratan tambahan berupa uji atau tes psikologi untuk mendapatkan SIM ataupun perpanjangan, sedikit lebih ketat untuk masyarakat sebagai pemohon. Namun hal itu dilakukan untuk kebaikan semua pihak, yakni terciptanya kenyamanan dan keamanan dalam berkendara di jalan raya.

Apakah dengan adanya persyaratan tambahan berupa tes psikologi, juga berpengaruh dengan naiknya tarif pembuatan SIM, Roy menegaskan sampai saat ini belum ada aturan yang menyatakan tarif pembuatan SIM naik seiring pemberlakuan tes psikologi.

“Tak usah khawatir atau takut nantinya pemohon SIM akan tak lulus uji. Kalau memang sehat jasmaninya dan rohani, semua itu bisa dilalui dengan mudah kok. Untuk menuju perbaikan itu memang tidak semudah membalik telapak tangan, tapi harus diterapkan dan dijalankan,” ujarnya mengakhiri.(gas)

Harga BBM Berpotensi Naik Kembali

0
Motor isi pertalite.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi oleh Pertamina yang mulai berlaku, Sabtu (5/1), diperkirakan tak akan bertahan lama. Sebab, har­ga minyak di pasar global yang sebe­lum­nya turun sejak November 2018 yang menjadi dasar Pertamina menu­runkan harga BBM di Indonesia, kini mulai bergerak naik kembali.

”Tren harga minyak ke depan masih akan fluktuatif. Bahkan per hari ini (kemarin, red) harga minyak sebetulnya sudah mulai merangkak naik,” ujar Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Muhammad Faisal, Sabtu (5/1/2019).

Misalnya Brent dari yang tadinya USD 50 per barel menjadi USD 58 per barel.

“Sebenarnya Pertamina itu juga telat menurunkan harganya. Karena Shell sudah turun duluan harga jualnya, kemudian negara yang tidak mensubsidi BBM seperti Australia juga sudah turun,” sambung Faisal.

Ia memprediksi harga minyak tahun ini akan mencapai USD 70 hingga USD 80 per barel. Jika harga minyak dunia naik maka kemungkinan harga jual BBM non subsidi akan naik mengikuti harga keekonomiannya.

Sementara untuk penjualan BBM bersubsidi, Faisal menilai pemerintah bakal membutuhkan peningkatan subsidi. Terutama juga harga minyak sudah di atas USD 60 per barel. Pada tahun ini subsidi energy dianggarkan sebesar Rp 160 triliun.

Sementara tahun lalu realisasi subsidi energi sebesar Rp 153,5 triliun, melebihi pagu anggaran yang sebesar Rp 94,5 triliun.

Faisal menilai asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD 70 per barel dalam R-APBN 2019 sudah tepat. Namun melihat risiko pergerakan harga minyak dunia ke depan, dia menilai pagu anggaran subsidi energi masih kurang.

“Sebenarnya ada dua pilihan ketika harga minyak naik. Menaikkan anggaran subsidi atau subsidinya dilepas,” tambah Faisal.

Faisal juga mengungkapkan, tahun ini negara-negara OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi) dan aliansinya seperti Rusia sudah merencakan untuk memotong produksi. Awalnya pemotongannya hanya 1,2 juta barel per hari, sekarang berubah menjadi 1,6 juta barel per hari.

Suplai minyak dunia yang dipotong dalam jumlah besar ini juga diprediksi tidak mampu diimbangi oleh produksi dari Amerika Serikat (AS), sehingga bakal memicu kenaikan harga di pasar global.

Seperti diketahui, terhitung Sabtu (5/1) PT Pertamina telah menurunkan harga BBM non subsidi. Penurunan tersebut sebesar Rp 150 untuk pertalite, Rp 200 untuk pertamax, Rp 250 untuk pertamax turbo, Rp 200 untuk dexlite, dan Rp 100 untuk dex.(JPG)

Calon Penumpang Lion Air Kecewa

0
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Rencana maskapai penerbangan Lion Air Grup menghapus kebijakan gratis bagasi mulai 8 Januari mendatang menuai protes dari masyarakat yang biasa menggunakan jasa maskapai ini saat bepergian.

Seperti yang dikatakan calon penumpang Lion Air yang tinggal di Batam Kota, Yasmin. Menurutnya kebijakan menghapus kebijakan bagasi gratis lalu mengkomersilkannya membuat calon penumpang kecewa.

”Kalau bagasinya saja dikenakan tarif yang menurut saya mahal, itu nanti biayanya habisnya sama dengan tarif penerbangan pesawat yang lebih bonafit dan full service,” ujarnya saat ditemui di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (5/1/2019) sore.

Padahal, lanjutnya, maskapai Lion Air sendiri merupakan pilihannya tiap pergi ke luar kota. Yasmin menjatuhkan pilihannya ke maskapai penerbangan Lion Air karena memang tarif tiketnya murah, dan ada jatah bagasi gratis serta rute penerbangannya hampir semua ada.

Namun setelah keluarnya aturan penghapusan bagasi gratis, Yasmin mengaku akan berpaling ke maskapai penerbangan lain selain Lion Air.

”Kalau bisa dipertimbangkan lagi. Janganlah dihapus gratis bagasi penumpang. Kalau dipaksakan diterapkan, saya yakin akan berpengaruh ke merosotnya jumlah penumpang Lion Air,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Andre, warga Tiban yang baru saja landing dari Jakarta ke Batam.

”Kalau bisa jangan dihapus. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan penerbangan murah seperti Lion Air. Kalau bisa ditunda-tunda dulu kebijakan itu,” terangnya.

Distrik Manajer Lion Air Grup Batam, M Zaini Bire menegaskan kebijakan penghapusan gratis bagasi penumpang merupakan keputusan dari Lion Air Grup di pusat.

”Kami yang di daerah ini hanya bertugas menjalankan kebijakan dari pusat saja. Kapan kebijakan ini nantinya diberlakukan, kami menunggu edaran dari pusat turun ke Batam,” ujar Bire, panggilan akrabnya.

Pembelian bagasi Lion Air sendiri, lanjut Bire, dikelompokkan dalam beberapa voucher seperti voucher bagasi seberat 5 kg, 10 kg, dan 15 kg. Tiap rute atau tujuan, tarif bagasinya berbeda-beda.

Pembelian bagasi itu bisa didapat di agen-agen Lion Air. Minimal pembeliannya 6 jam sebelum jadwal keberangkatan.

”Kalau dibeli melewati batas waktu itu, maka akan diberlakukan tarif lebih mahal lagi,” ujarnya.

Bagasi dengan berat 5 kg dikenakan tarif Rp 220 ribu, 10 kg Rp 440 ribu, dan 15 Rp 660 ribu. (ska)

Dua PMA Manufaktur segera Masuk Batam

0

batampos.co.id – Setelah Pegatron dari Taiwan masuk ke Batam dan segera beroperasi, maka akan ada dua lagi investor dari Jepang dan Hongkong yang akan menanamkan investasinya di Batam pada bulan ini.

“Ada dua lagi akan masuk dari Jepang dan Hongkong. Mereka bergerak di sektor elektronik dan akan menempati sejumlah kawasan industri besar di Batam,” kata Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, Sabtu (5/1/2019).

Tjaw enggan menyebut nama keduanya dan dimana akan beroperasi karena takut berdampak pada volatilitas di pasar modal.

“Keduanya dalam proses registrasi dan pengurusan dokumen. Mereka belum teken OSS, nanti ketika sudah akan diumumkan,” paparnya.

Masuknya kedua perusahaan ini kata Tjaw merupakan momentum awal yang bagus bagi pertumbuhan investasi di Batam. Apalagi sekarang ini perang dagang antara Amerika dan Tiongkok terus berlangsung.

Perang dagang yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Tiongkok dinilai bisa mendatangkan keuntungan tersendiri bagi Batam. Selain meningkatkan kinerja ekspor, situasi ini bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi asing masuk ke Batam.

“Perang dagang tersebut dapat dijadikan peluang bagi industri di Batam supaya bisa memasuki pasar Amerika,” kata Tjaw.

Pria yang akrab disapa Ayung ini mengatakan, saat ini pemerintah Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif impor yang sangat tinggi terhadap barang impor jenis tertentu dari Tiongkok. Kebijakan ini tentu akan mengurangi kegiatan ekspor Tiongkok ke AS.

Dalam situasi ini, AS tentu akan mengalihkan sumber impornya ke negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. “Dan inilah kesempatan bagi Batam untuk bisa menggejot ekspornya,” kata Ayung.(leo)