Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11714

Keceriaan Anak Down Syndrome di Gaza Santap Sajian Bergizi

0

Sudah 40 hari berturut-turut aroma masakan khas berbau rempah mengepul dari Dapur Umum Indonesia di Gaza. Sejak 29 Oktober lalu, ribuan porsi nasi briyani dan lauk ayam memang dimasak setiap pagi di sana. Makanan bergizi itu nantinya akan diberikan kepada warga Gaza yang masih terbelit krisis kemanusiaan hingga kini.

Seperti pada Selasa (4/12) pagi, ribuan paket nasi siap santap tiba di sebuah pusat pengasuhan anak-anak sindrom down di Gaza. Para relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membawa semua makanan itu dari Dapur Umum Indonesia ACT.

Di sebuah aula gedung Down Syndrome Center, senyum anak-anak itu mengembang. Mata mereka memancarkan rasa penasaran pada sejumlah kotak abu kilap di tangan para relawan. Kotak-kotak itu berisi nasi hangat yang siap dibagikan kepada mereka. Saking bahagianya, Amir, salah satu anak binaan di Down Syndrome Center mencium tangan dan pipi salah satu relawan sebagai tanda terima kasih sesaat setelah relawan itu memberikan makanan kepadanya.

Down Syndrome Center adalah salah satu lembaga yang menampung dan merawat orang-orang dengan sindrom down dari berbagai daerah di Gaza. Mereka menampung hingga ratusan orang yang mengalami sindrom down.

Manajer Down Syndrome Center Ahmed Alhelo mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang mereka terima.

“Terima kasih ACT dan bangsa Indonesia atas kebaikannya membantu orang-orang Palestina terutama kami yang tinggal di Gaza,” ungkapnya.

Selasa (4/12), tim juga membagikan makanan siap santap ke daerah prasejahtera di Bait Hanoun. Di sana, sejumlah anak sudah menanti kedatangan relawan ACT di ujung pintu rumah mereka. Berbalut pakaian hangat mereka berlari menghampiri para relawan.

Pembagian makanan siap santap dari Dapur Umum Indonesia adalah bentuk perhatian bangsa Indonesia kepada para pengungsi di Gaza yang telah lama terpapar krisis kemanusiaan. Sejalan dengan berlangsungnya musim dingin di Gaza, Dapur umum Indonesia menjadi program kemanusiaan yang diunggulkan pada triwulan terakhir tahun 2018.

“Dapur Umum Indonesia masih terus melayani masyarakat Gaza di musim dingin ini. Sejak awal program ini berjalan pada akhir Oktober lalu, sebanyak 44.206 porsi makanan siap santap dibagikan ke seluruh wilayah Gaza,” lapor Andy Noor Faradiba dari Global Humanity Response ACT pada Selasa (11/12/2018).

Bersamaan dengan itu, ACT juga membagikan sejumlah pakaian hangat dan selimut bagi para penyintas di Gaza. Berdasarkan penunjuk cuaca daring, suhu di Gaza musim ini berada pada kisaran 21-16 derajat Celsius. Keadaan itu pun sesekali disertai dengan turunnya hujan. [*]

Natuna Siapkan Beasiswa untuk Penghafal Alquran

0

batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna menyalurkan bantuan beasiswa kepada 25 santri penghafal Alquran. Penyerahan bantuan tersebut merupakan dukungan Baznas untuk mendukung lahirnya penghafal Alquran.

Pengurus Baznas Kabu-paten Natuna Said Ridwan mengatakan, beasiswa dise-rahkan kepada santri yang berada di pemondokan. Tidak hanya pesantren di Natuna, santri di luar daerah seperti Batam, Pontianak, Magetan, Pekanbaru, Bandung, dan Kudus juga mendapatkan beasiswa.

”Setiap santri mendapat Rp 2 juta sebagai bantuan beasiswa. Ini merupakan hasil peningkatan penerimaan zakat tahun ini,” Ridwan, Rabu (12/12/2018).

Dikatakan Ridwan, Badan Amil Zakat Natuna berencana melaksanakan program bantuan beasiswa tersebut secara rutin. Namun akan menyesuaikan pendapatan dari penerimaan zakat. Dan penerima bantuan tidak dipilah, semua santri di pemondokan dalam proses menghafal Alquran menerima bantuan beasiswa.

Bantuan ini, katanya, bertujuan agar generasi muda Islam Natuna memiliki penerus yang penghafal Alquran. Baz-nas Natuna juga berharap, hafiz generasi muda sekarang dapat menghafal Alquran 30 juz. Dan taat dalam beribadah.

Sebelumnya Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna Ibrahim Ya’kub mengatakan, tahun 2018 ini jumlah pembayar zakat di Natuna mulai meningkat.

Peningkatan yang signifikan ini pada bidang profesi, karena jumlah muzaki dari kalangan pegawai menga-lami peningkatan yang cukup tinggi. Jumlah muzaki tahun ini tercatat 557 orang.

”Peningkatan ini secara otomatis membuat jumlah zakat yang terkumpul di Baznas juga bertambah. Tahun 2017 lalu jumlah zakat yang terkumpul sekitar Rp 740 juta, namun tahun 2018 ini terhitung per November, Baznas sudah berhasil mengumpulkan zakat sekitar Rp 1,3 miliar,” kata Ibrahim.(arn)

Bangkai Kapal Bisa Jadi Objek Wisata

0
F. SYAHID/BATAM POS
Bangkai kapal asing hasil tangkapan terlihat mulai rapuh di Desa Tarempa Timur, Natuna. Bangkai kapal ini bisa dijadikan objek wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke Anambas.

batampos.co.id – Wisatawan asal Italia Gina Marie Colagiacomi terkejut ketika melihat banyaknya bangkai kapal yang sudah lapuk di perairan Antang, Desa Tarempa Timur.
Dia menyayangkan bangkai kapal yang sudah rapuh tersebut dibiarkan berserakan di pantai tanpa tertata.

Padahal menurutnya, bangkai kapal tersebut masih bisa dirapikan bahkan menjadi nilai jual untuk mendongkrak ketenaran wisata Anambas.

”Saran dari turis itu, seharusnya bangkai kapal tersebut dirapikan dan dibuatkan museum sehingga menjadi daya tarik wisatawan,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar, melalui stafnya, Hani.

Dengan adanya museum bangkai kapal maka dapat memberikan edukasi kepada para generasi muda di Anambas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur mengatakan, masalah tersebut sudah pernah dibahas Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris. Menurutnya daerah memiliki rencana sendiri mengenai puluhan bangkai kapal tersebut.

Pemda ingin bangkai kapal tersebut ditenggelamkan saja karena dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama nelayan.

Pasalnya bangkai kapal yang ditenggelamkan bisa menjadi rumpon atau tempat ikan bermain. Sementara jika dibuat museum bangkai kapal selain membutuhkan biaya pembangunan juga membutuhkan biaya perawatan.

”Sesuai pembicaraan dengan bupati, kapal tersebut akan dirapikan, yang masih terlihat utuh akan ditenggelamkan saja,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Mengenai tempatnya bisa dicari yang strategis yakni yang berada jauh saat ini pusat pelayaran sehingga tidak mengganggu lalu lintas laut.

”Rencana tersebut matang atau tidak, belum tahu tapi kepala daerah sudah bicarakan masalah ini,” ungkapnya lagi.

Pantauan di lapangan, bangkai kapal ikan asing hasil tangkapan TNI-Polri tersebut memang tersebar di perairan Antang, Desa Tarempa Timur. Sebagian ada di barat jalan dan sebagian lagi ada di sebelah timur jalan pelabuhan.

Usianya bervariasi. Ada yang sudah mencapai puluhan tahun sehingga bangkai tersebut tinggal rangka saja. Namun, ada juga yang terlihat masih bagus. Akhir-akhir ini, kapal tangkapan tidak ada lagi karena ditenggelamkan setelah keputusan hakim. (sya)

Butuh Sinergi Membangun Geopark Natuna

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menunjukkan sertifikat geopark nasional.

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, sinergitas seluruh OPD perlu diperkuat untuk menyongsong pemba-ngunan industri pariwisata di Natuna, bersama Badan Pe-ngelola Geopark Natuna (BPGN).

”Setelah Natuna ditetapkan sebagai Geopark Nasional, Natuna sedang mempersiapkan diri sebagai Geopark Dunia oleh UNESCO,” kata Ngesti, Rabu (12/12).

Dikatakan Ngesti, dalam waktu dekat Natuna akan menerima kunjungan ketua ha-rian GGN UNISCO Martini bersama tim untuk meninjau secara langsung Geosite yang telah ditetapkan Geopark Nasional. Kunjungan direncanakan pada 20 Desember ini.

Agenda tim Unesco diantaranya meninjau pantai Batu Kasah, Pulau Akar, Teluk Depeh, termasuk mengunjungi Tanjung Senubing dan Pulau Senoa. Kunjungan juga diagendakan menuju Pulau Sahi, Pantai Sengiap, Mangrove Desa Pengadah, Tanjung Datuk dan melihat pengrajin tikar.

”Untuk pelabelan sebagai geopark UNISCO kita terus berbenah, saya harap semua OPD bersinergi untuk wujudkan Natuna sebagai Geopark dunia,” kata Ngesti.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Natuna Erson Gempa Apriadi me-ngatatakan, diharapkan Natuna mendapat kesempatan pertama untuk didaftarkan sebagai geopark UNESCO. Karena dalam satu tahun, hanya dua geopark yang ditetapkan UNESCO. (arn)

Musim Hujan Waspada DBD

0
ilustrasi

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam diharapkan dapat lebih menjaga kebersihan lingkungan disaat musim penghujan saat ini. Sebab, pada musim hujan populasi nyamuk demam berdarah sangat cepat berkembang biak. Hal ini semakin pontesial menggigit anak dan remaja sehingga akhirnya terjangkit demam berdarah.

Penyakit demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue (tipe 1, 2, 3, 4). Virus ini masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Akibatnya dapat mengganggu sistem pembekuan darah dan pembuluh darah kapiler, sehingga dapat menyebabkan perdarahan.

Kepala Pukesemas Seipanas, dr Anggrainie NW mengatakan pada bulan November lalu ada 4 balita terjangkit DBD di kawasan Bengkong. Keempat balita itu akhirnya mendapat perawatan beberapa hari di rumah sakit.

“Bulan November ada 4 anak, awal bulan Desember sampai sekarang ada 2 anak. Rata-rata warga Bengkongsadai dan Bengkongindah,” kata Anggi kepada Batam Pos, Rabu (12/12).

Menurut dia, informasi adanya anak terjangkit DBD didapat dari Dinas Kesehatan Kota Batam setelah diinformasikan dari Rumah Sakit. Petugas pukesmas kemudian mengunjungi rumah warga yang terkena DDB. Jika di rumah warga itu posifif adanya jentik nyamuk, maka Pukesmas akan menginformasikan ke Dinkes untuk dilakukan Foging.

“Namun sebelum foging, kami meminta warga untuk melakukan 3 M plus yakni menutup, menguras, mengubur, dan mendaur ulang barang-barang,” ujar Anggi.

Dijelaskan Anggi, masyarakat harus lebih waspada apabila disekitar tempat tinggalnya ada yang terjangkit DBD.

“Kalau satu rumah terkena, berarti satu RT harus waspada,” pungkas Anggi. (she)

Cegah Stunting, Kader Posyandu Diminta Proaktif

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memberikan penyegaran kepada kader Posyandu se-Kota Batam di Hotel Harmoni One, Selasa (11/12). Kader Posyandu diberikan materi terkait penanggulangan stunting dan peran serta kader Posyandu dalam pencegahan stunting.

Stunting atau kerdil merupakan masalah gizi kronis yang menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan otak pada anak. Kegiatan ini resmi dibuka Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam Marlin Agustina Rudi dan Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Batam Erlita Sari Amsakar.

Ketua panitia, Ciska Irma mengatakan kader Pos-yandu yang ikut dalam kegiatan itu berjumlah 450 orang. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan kader Posyandu terkait stunting dan pencegahannya. Sebagai kader sangat berperan dalam meningkatkan peran dari Pos-yandu di lingkungan masing-masing.

”Seorang kader bukan hanya sebagai pengelola Posyan-du saja tapi juga merencanakan kegiatan dan meningkatkan pengetahuan. Setelah mengikuti kegiatan penyegaran ini semoga kader lebih siap dalam menjalankan tugas dan lebih responsif terhadap kejadian di lapangan,” papar Irma.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmajardi menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kader Posyandu karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Ia mengatakan kader Posyandu merupakan ujung tombak Dinas Keseha-tan yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

Didi juga mengimbau agar kader Posyandu dapat memulai hidup sehat dari diri sendi-ri dan membiasakan cuci tangan.

”Jika kebersihan kurang maka anak akan mudah terkena invensi. Kami ucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Posyandu yang sudah membantu kami dalam layanan kesehatan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Muhammad Rudi meminta kader Posyandu agar menjaga anak-anak Batam dari sejak sampai 1000 hari kelahiran, karena pada usia kelahiran kurangnya nutrisi anak merupakan salah satu penyebab stunting. Menurutnya ini sangat perlu untuk mewujudkan generasi penerus yang mampu bersaing. Kata-nya, kader Posyandu yang membantu pemerintah menjaga anak-anak itu.

”Mereka yang akan menggantikan kita. Saya ragu, kalau disiplin tidak kita mulai, kita tidak bisa mengejar negara tetangga. Tidak usah dengan Singapura, dengan Malaysia saja kita bisa kalah. Ini saya sampaikan, agar ibu sebagai kader Posyandu berkomitmen untuk membantu anak-anak kita tumbuh. Saya ingin betul, anak-anak mulai bayi, diperhatikan. Anak-anak mulai SD, wajib bisa bahasa Inggris. Sehingga, Batam bisa jaya,” katanya.(iza)

Kawasan Wisata Agromarina, Tawarkan Wisata Edukasi ke Pelajar

0

batampos.co.id – Destinasi wisata baru terus bermunculan di Batam. Salah satu destinasi menarik adalah kawasan wisata Agromarina milik Badan Pengusahaan (BP) Batam yang berlokasi di Marina, Sekupang.

Berbeda dengan destinasi wisata lainnya yang mengandalkan atraksi dan pemandangan sebagai daya tarik, Agromarina justru mengandalkan wisata edukasi mengenai flora dan fauna, khususnya bagi anak-anak.

”Di sana ada bermacam-macam buah. Anak-anak bisa dapat edukasi tentang tanaman, buah, pupuk, bagaimana cara menyiangi lahan agar siap ditanami dan proses panen,” kata Kasubdit Pemanfaatan Sarana BP Batam Irfan Widyasa, Selasa (11/12/2018).

Di Agromarina, petani ba-nyak membudidayakan buah-buahan seperti kedondong, belimbing, jambu kristal, jambu air, lengkeng, durian dan lainnya.

”Sehingga pengunjung diedukasi mengenai buah lokal antara lain tentang pengertian buah lokal, cara membudidayakan tanaman buah tersebut dan membandingkan kualitas buah lokal yang ada di kebun percontohan agribisnis kawasan Agromarina BP Batam tidak kalah dengan buah yang di tanam di daerah lain,” jelasnya.

Di area seluas tiga hektare ini, selain ada wisata edukasi mengenai flora, BP juga membangun area peternakan.

”Anak-anak bisa kasih makan sapi, beli susu kambing dan bermain sama kambing. Ini sebagai bagian dari program jangka pendek yang berupa paket kunjungan bagi anak-anak TK, SD hingga SMA,” tambahnya.

Khusus untuk petani dan peternak, BP merangkulnya dari penduduk yang dulu menetap di sekitar Dam Duriangkang dan bandara.

”Mereka ini peternak konvensional pindahan dari Dam Duriangkang saat BP bersihkan pada tahun 2000-an dan juga bandara. Mereka dikasih kerjaan di sini. Namun selama ini, mereka hidup ala kadarnya saja, maka saat ini kehidupan mereka dikombinasikan dengan agrowisata agar bisa berkembang taraf hidupnya,” papar Irfan.

Ke depannya Agromarina akan terus dikembangkan menjadi destinasi agrowisata wisata terbesar di Kepri. ”Karena Batam itu terlalu dikenal sebagai daerah industri, butuh warna yang beda, maka kami ingin branding Batam juga sebagai daerah agrowisata,” pungkasnya.

Sedangkan Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam Dendi Gustinandar mengungkapkan bahwa pengembangan agrowi-sata marina sebagai upaya inovasi BP Batam menjadikan Batam sebagai pilihan tepat berwisata.

”Ketika Batam nuansanya pabrik, galangan kapal, alat berat. Maka imbangi dengan yang antimainstream yaitu agrowisata di Batam yang mengandalkan wisata back to nature atau kembali ke alam,” ungkapnya.(leo)

Kerja Ciamik ditengah Keterbatasan Sumber Air

0

ATB Meraih Penghargaan Platinum SNI Award 2018 untuk Kategori Organisasi Besar Barang Sektor Pangan, Pertanian dan Kesehatan pada November lalu

Sebagai negara yang berada di wilayah tropis dengan curah hujan yang sangat tinggi sepanjang tahun, sudah bisa dipastikan bahwa Indonesia kaya akan ketersediaan air bersih. belum lagi luas wilayah laut Indonesia yang tiga kali lebih besar dari daratannya. Bisa dibayangkan betapa besar potensi ketersediaan air yang bakal bisa dinikmati oleh bangsa ini.

Namun tidak bisa dinafikan bahwa di beberapa wilayah Indonesia, memiliki keterbatasan sumber daya air. Kota Batam misalnya, sama sekali tidak memiliki sumber daya air alami. Batam mengandalkan waduk tadah hujan yang dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai sumber air bersih.

Keterbatasan sumber daya air menjadi motivasi bagi ATB untuk terus berupaya memberikan layanan suplai air yang maksimal kepada seluruh pelanggan diseluruh penjuru Batam. Pembangunan infrastruktur, konservasi air, inovasi teknologi, kemudahan akses layanan, penempatan SDM yang mumpuni hingga mengedukasi masyarakat dilakukan demi menjaga kelestarian sumber daya air agar masih bisa dinikmati generasi di masa datang.

Catatan kinerja ciamik yang ditorehkan ATB dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batam, memang patut diacungi jempol. Smart Water Management System menjadi basis kinerja diseluruh lini operasional dan pelayanan ATB. Kualitas, kuantitas dan kontinuitas kehandalan suplai menjadi target utama ATB dalam menjalankan roda bisnisnya mengelola dan mendistribusikan air bersih.

ATB terus berupaya mewujudkan visi menjadi perusahaan air terpercaya di Indonesia. Tidak hanya dalam skala nasional, ATB juga sedang mengembangkan sayapnya menjadi operator air dunia. Penggunaan teknologi tepat guna dan kemudahan akses layanan tepat sasaran, menjadikan ATB layak menyandang predikat Tak Terganti!. Banyak kendala yang dihadapi ATB selama mengelola air bersih di Kota Batam, tidak menyurutkan semangat untuk memberikan pelayanan prima.

“Penguatan sisi inovasi teknologi dan sumber daya manusia secara kontinyu diharapkan mampu menjaga kehandalan layanan serta reputasi ATB sebagai perusahaan air terbaik. Pencapaian sejati ATB bukanlah pada sederet penghargaan yang telah diterima selama ini tapi pencapaian terbesar adalah kepuasan pelanggan. Maka dari itu, ATB sangat concern terhadap hal-hal yang dapat menggangu kehandalan layanan baik dari sisi suplai maupun service pelanggan”, ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary pada Rabu (12/12).

Upaya yang dilakukan ATB untuk tetap memberikan suplai air tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat awam. ATB memiliki komitmen tinggi untuk terus mengkampanyekan hemat air. Bahkan baru-baru ini, ATB memiliki program Duta Air Anak ATB untuk mendukung program sosialisasi hemat air bagi anak-anak usia sekolah. Menjaga kelestarian sumber daya dan penghematan air menjadi tanggung jawab yang harus diemban bersama demi keberlangsungan kehidupan yang lebih baik.

ATB Meraih Penghargaan Platinum SNI Award 2018 untuk Kategori Organisasi Besar Barang Sektor Pangan, Pertanian dan Kesehatan pada November lalu

Kuota Haji Kepri 1.295 Jamaah

0

batampos.co.id – Pemerintah menetapkan kuota haji Indonesia pada 2019 sebanyak 221 ribu jemaah. Khusus untuk Provinsi Kepri, kuotanya ditetapkan sebanyak 1.295 jemaah atau sama dengan jatah kursi haji tahun 2018.

Sebelumnya beredar informasi bahwa diupayakan kuota haji tahun depan bisa bertambah hingga 250 ribu. Kabar tersebut merupakan target diplomasi yang dibahas oleh KBRI di Riyadh. Namun akhirnya, kuota haji tahun depan tidak mengalami perubahan. Yakni sebanyak 221 ribu jemaah.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menuturkan Indonesia menjadi negara pengirim jemaah haji di kawasan Asia pertama yang diundang Kerajaan Sau­di Arabia untuk membahas kuota haji 2019 dengan pemerintah Arab Saudi.

Di dalam MoU itu disepakati bahwa kuo­ta jemaah haji Indonesia 1440 H/2019 M sebanyak 221 ribu, atau sama dengan tahun ini.

Lukman juga menjelaskan terkait kabar ada permintaan penambahan kuota yang diajukan oleh pemerintah Indonesia.

“Tak benar bila dikatakan Arab Saudi tak meloloskan permintaan Indonesia terkait penambahan kuota haji,” jelasnya, kemarin. Penjelasan itu dia sampaikan melalui akun media sosialnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Kemenag tidak mengajukan penambahan kuota haji sebelum jumlah tenda dan toilet di Mina diperbanyak. Sebab jumlah tenda dan toilet di Mina yang ada sekarang ini tidak mencukupi dengan jumlah kuota haji saat ini. Menurutnya, ketika jumlah tenda dan toilet saat ini yang amat terbatas, menambah kuota haji justru akan menimbulkan masalah baru bagi jemaah.

Kuota haji yang tidak mengalami kenaikan berpotensi membuat antrean haji makin panjang. Saat ini rekor antrean haji terpanjang ada di Kabupaten Bantaeng. Yakni sampai 2058 atau 39 tahun lagi. Kuota jamaah haji di Kabupaten Bantaeng dipatok 185 jemaah. Padahal ada 2.227 jemaah yang sudah mendaftar.

Kemudian di Kabupaten Sidrap kuota haji sudah terisi hingga 2057 atau 38 tahun ke depan. Di Kabupaten Sidrap kuota haji ditentukan 254 jemaah dan sudah ada 9.802 jemaah mendaftar. Lalu di Kabupaten Pinrang antrean haji hingga 2055 nanti. Di kabupaten ini kuotanya ada 360 jemaah dan yang sudah mendaftar ada 12.891 orang.

Dalam pembahasan MoU penyelenggaraan haji 2019 juga dibahas jalur cepat (fast track) layanan imigrasi Saudi. Tahun ini fast track hanya berlaku di Embarkasi Jakarta. Dengan jalur ini, rekam biometrik jamaah haji Indonesia dilakukan di Indonesia oleh petugas Saudi.

Sehingga proses kedatangan jemaah di bandara Jeddah atau Madinah hingga jemaah naik bus menuju hotel lebih cepat.

Sementara itu, Peneliti Haji dan Umrah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Dadi Darmadi, mengatakan penggunaan dana haji untuk investasi sebagai hal yang baik. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus menjadi catatan.

Pertama, pemerintah dan BPKH harus memastikan jika jenis investasi yang dipilih benar-benar menguntungkan.

“Jangan sampai yang jadi korban jemaah haji yang akan datang. Tiba-tiba dana hajinya menurun,” ujarnya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos).

Oleh karenanya, dalam penentuan jenis investasi yang dilakukan, Dadi meminta agar tidak didasarkan oleh keinginan pemerintah semata. Melainkan harus didasarkan oleh hasil penelitian atau uji kelayakan yang terukur.

“Orang gak ragu lagi,” imbuhnya.

Kedua, lanjutnya, kebijakan tersebur harus dikomunikasi secara baik dengan masyarakat. Pasalnya, kata dia, di saat tahun politik seperti ini, semua kebijakan pemerintah sangat rawan untuk dipolitisasi. Agar tidak menimbulkan gejolak, publik harus diberikan penjelasan yang terang.

Selain itu, Dadi mengusulkan agar komunikasi terkait investasi harus banyak dilakukan BPKH. Sementara pemerintah cukup melakukan koordinasi. Jika disuarakan BPKH, potensi dipolitisasi oposisi bisa diminimalisir, dibandingkan disampaikan pemerintah. “Kalau Pak JK yang ngomong, orang mikirnya ini orangnya Pak Jokowi,” tuturnya.(wan/jun/far/jpg)

Anggarkan JHT untuk PTT dan Honorer

0

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menyiapkan anggaran Jaminan Hari Tua (JHT) bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT) maupun pegawai Ho-nor. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Jaminan Kecelakaan Kerja bagi masyarakat.

Rencana tersebut akan diusulkan pada anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2019. ”Insya Allah, apabila tidak melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku maka pada APBDP 2019 akan dianggarkan,” kata Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, saat penandatanganan perjanjian kerja sama dengan RSUD Tarempa dan Sosiali-sasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di Gedung BPMS, Selasa (11/13).

Pihaknya berupaya maksimal untuk memberikan pela-yanan terbaik. Khusus tenaga kerja dan PTT dimana saat kecelakaan tugas akan diberikan bantuan santunan oleh BPJS di mana yang terkena musibah akan mendapatkan bantuan.

”Langkah ini merupakan upaya memberikan jaminan dalam tugas, dan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” paparnya.

Dalam bekerja, pegawai honorer tidak mungkin seumur hidup. Pasti ada masa pensiun. Maka dari itu, setelah pensiun hal ini akan dirasakan manfaatnya.

”Jadi honorer masa tuanya akan terjamin karena pemerintah daerah akan dianggarkan masa pensiunan,” ungkapnya lagi.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang Rini Suryani menga-takan pihaknya saat ini memberikan informasi terkait pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan, baik itu pekerja formal maupun pekerja informal dan sektor jasa konstruksi.

BPJS merupakan satu-satunya badan penyelenggara jaminan sosial yang merupakan strategis nasional.

”Tujuannya yakni untuk menciptakan masyarakat yang mandiri yang tidak ketergantungan dengan pihak lain apabila ada kecelakaan kerja dan hari tua,” jelasnya.

Rini, menjelaskan, saat ini terdapat 5.000 masyarakat Anambas yang telah menjadi anggota BPJS ketenagakerjaan, dan 13 ribu lainnya segera bergabung. Rini mengaku siap melayani dengan pembiayaan tak terbatas.

”Ke depannya akan ada penambahan, karena PTT dan THL telah dijamin hari tuanya. Apabila tidak bekerja maka akan ada modal kerja dihari tua,” ungkapnya. (sya)