Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11713

Perairan Batam Disandari Kapal Tanker Singapura

0

batampos.co.id – Kapal Ocean Explorer akhirnya berlabuh di Pelabuhan Batuampar, Batam, Senin (17/12). Kapal milik Ocean Tanker dari Singapura ini akan menjadi pusat kegiatan bongkar muat kapal ke kapal (ship to ship, red) di tengah laut pertama di perairan di Batam.

”Sejak lama, perairan di depan mata kita punya potensi luar biasa tak termanfaatkan. Maka dengan kehadiran kapal ini, maka proses alih muat kapal akan kita mulai,” kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Pelabuhan Batuampar.

Ada tiga pihak yang terlibat dalam kegiatan alih muat kapal ini, yakni PT Agra Telaga Kajayan (ATK) yang berperan sebagai investor. Kemudian Ocean Tanker yang memiliki kapal dan BP Batam sebagai pemilik wilayah perairan.

Kapal Ocean Explorer ini menempati salah satu dari dua titik koordinat yang ditetapkan BP Batam sebagai lokasi alih muat kapal dan floating storage unit (FSU) atau pom bensin terapung.

Kapal ini merupakan kapal oil tanker dengan panjang mencapai 245 meter dan lebar 42 meter. BP sendiri menerima pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari jasa labuh kapal Ocean Explorer di perairan Batam.

Menurut Lukita, potensi perairan di Batam yang termasuk wilayah dari Selat Malaka sangat sayang kalau disia-siakan. Apalagi posisi Batam yang strategis seperti berada di tepi jalan besar se-perti Selat Malaka.

”Selat Malaka ini merupakan chop point terbesar kedua setelah Selat Hormuz di Arab sebagai lintasan kapal tanker. Di selat sepanjang 890 kilometer ini dilintasi 70 ribu kapal per tahun atau 200 kapal tiap hari. Dan sebagian besar merupakan kapal tan-ker raksasa dengan berat 180 ribu deaweight tonnage (DWT),” kata Lukita lagi.

Pakta kerja sama sudah ditandatangani antara PT ATK dengan BP Batam pada 16 Maret 2018. Setelah itu, BP mendapat izin untuk mengo-perasikan FSU dan kegiatan alih muat kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 4 Mei 2018.

”Setelah kapal milik Ocean Tanker ini, maka sekitar dua hari lagi kapal dari Rusia bawa minyak akan datang manfaatkan fasilitas ship to ship ini di titik yang lainnya,” ucapnya.

Lukita mengatakan pemanfaatan perairan ini akan membawa dampak positif bagi Batam. Karena kegiatan alih muat kapal ini akan membutuhkan banyak tenaga kerja.

”Pasti ada tenaga kerja terlibat yang mengurus kebutuhan seperti air, makanan dan juga rekreasi dari kru-kru kapal. Kalau semakin banyak kapal yang datang, maka keuntungannya akan semakin besar,” paparnya.

Sedangkan CEO Ocean Tanker, Evan Lim mengatakan ia mengapresiasi sekali pemerintah pusat di Jakarta dan BP Batam yang mempermudah proses perizinannya.

”Batam punya strategis dan berstatus sebagai kawasan perdagangan bebas, sangat bagus untuk bisnis FSU,” ucapnya.

Batam memiliki keunikan karena posisinya di pinggir Selat Malaka sehingga kapal bisa langsung datang dan alih muat kapal dengan kapal Ocean Explorer. Kapal-kapal yang lewat bisa melakukan proses alih muatan kapal, mencari suplai untuk perjalanan selanjutnya dan kegiatan lainnya.

”Ini akan mempermudah kustomer untuk meringankan biaya. Kami percaya ini dapat menjadi pilot proyek sehingga perlu dibuatkan kebijakan jangka panjangnya,” paparnya.
Ketua Indonesian National Shipowner Association (INSA) Batam Osman Hasyim mengaku gembira dengan hal ini.

”Selama ini kita daerah kepulauan, tapi tidak diakui sebagai negara maritim. Dan hari ini, potensi maritim mulai dimanfaatkan,” paparnya.

Ia mengatakan dengan masuknya kapal Ocean Explorer, maka akan menjadi pemasukan besar buat negara.

”Ini potensi besar karena bayangkan berapa ratus ribu GRT, dana dari sisi labuhnya, pindah muatan. Itu semua PNBP yang akan diterima negara,” ujarnya.

Dan yang paling penting adalah multiefeknya pada bisnis maritim.

”Akan ada perputaran uang yang besar di Batam. Makanya perlu ditingkatkan keamanan, kepastian hukum, tarif bersaing, pelayanan dan kenyamanan,” paparnya.(leo)

MUI Kecam Kekerasan Terhadap Muslim Uyghur

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Indonesia mengecam tindakan kekerasan terhadap muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok. Tapi, sayangnya Indonesia tak ingin terlibat lebih jauh urusan domestik Tiongkok.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan semua pihak termasuk Indonesia tentu menentang penindasan terhadap umat Islam Uyghur. Sebab, hal itu bisa melanggar hak asasi manusia yang dihormati setiap bangsa.

”Secara umum, pelanggaran HAM juga harus kita perjuangkan (hak korban, red),” ujar JK usai membuka rapat koordinasi tentang SDGs di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (17/12).

Tapi, Indonesia sejauh ini hanya bisa mengecam saja. Tidak ingin masuk lebih dalam untuk mengatasi masalah tersebut.

”Tapi kalau masalah domestiknya, tentu kita tidak ingin campuri masalah domestik Uyghur itu,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Din Syamsuddin juga mengecam keras penindasan atas muslim Uyghur. Secara khusus, Dewan Pertimbangan MUI meminta Pemerintah Indonesia untuk menyalurkan sikap umat Islam Indonesia dengan bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah Tiongkok dan membela nasib umat Islam di sana.

”Mengimbau untuk menya-lurkan tangan pertolongan bagi saudara-saudara Muslim lewat cara-cara yang memungkinkan,” jelas Din dalam kete-rangan tertulisnya.

Dia menjelaskan seperti diberitakan media massa internasional, Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang mengalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan menjalankan ajaran agama. Penindasan seperti itu, menurut Din, merupakan pelanggaran nyata atas HAM dan hukum internasional.

”Hak Asasi Manusia dan International Convenant on Social and Political Rights menegaskan adanya kebebasan beragama bagi segenap manusia. Maka muslim Uyghur yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang memiliki kebebasan menjalankan ajaran agamanya,” jelas President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) itu.

Sekjend MUI Anwar Abbas menuturkan dari video yang beredar diduga ada tindak kekerasan oleh polisi rahasia Tiongkok terhadap umat Islam yang ada di negara itu. Kekerasan itu jelas tidak bisa diterima oleh siapapun yang masih menghormati hak-hak asasi manusia. Bukan hanya umat Islam di Indonesia tapi juga dunia.

”Untuk itu MUI meminta kedubes China di Indonesia untuk menjelaskan kepada bangsa Indonesia yang ma-yoritas penduduknya beragama Islam. Karena tindakan-tindakan kekerasan yang mereka lakukan terhadap umat Islam terutama anak-anaknya benar-benar sangat menyakiti hati umat Islam,” kata dia.

Selain itu, MUI mendesak pemerintah Tiongkok untuk menghentikan semua tindak kekerasan tersebut. Karena selain tidak menghormati HAM juga akan merusak hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan.

”MUI juga menghimbau Kementerian Luar Negeri untuk melakukan langkah-langkah penting agar tindakan yang tidak beradab yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok terhadap rakyat Uyghur dan umat Islam Tiongkok segera dihentikan,” tegas dia.(jun)

Catatan Pengusaha jika Walikota sebagai Ex Officio Kepala BP Batam

0
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Batam meninggalkan lapangan Engku Putri usai melaksanakan apel gabungan bersama Walikota Batam, Senin (2/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kalangan Pengusaha di Batam mendukung Wali Kota Batam menjadi kepala BP Batam ex officio. Di mana ini akan memudahkan pengusaha dalam mengurus perizinan karena sudah berada dalam satu komando. Pengusaha berharap Pemko Batam untuk berbenah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya saat ini.

“Kita sangat mendukung BP Batam dan Pemko Batam di bawah Wali Kota Batam. Kita tidak melihat siapa yang menjadi Wali Kota. Tetapi lebih kepada kebutuhan investasi di Batam,” kata Presiden Direktur Panbil Group, Johanes Kennedy, Senin (17/12).

John mengatakan, saat ini dengan adanya dua institusi menjadi pertimbangan bagi investor asing untuk masuk ke Batam. Di mana birokrasi yang ada di Batam saat ini hampir tidak ada di daerah industri lain di dunia.

“Jadi keputusan pusat ini adalah untuk merangsang masuknya investor. Termasuk mempermudah semua perizinan yang ada di Batam,”katanya.

Meski demikian, ia berharap agar Pemko Batam berbenah. Menurutnya, saat ini banyak persepsi di masyarakat bahwa kualitas SDM Pemko Batam masih di bawah SDM BP Batam.

“Jadi kami berharap SDM Pemko Batam untuk berbenah.Dan ini menurut saya menjadi tantangan untuk Pemko Batam meningkatkan kualitas SDM nya,” katanya.

Menurutnya, dengan satu Komando, nantinya ekonomi di Batam harus tumbuh drastis. Dan jika memang stagnan dan tidak signifikan pertumbuhannya, maka pemerintah pusat harus kembali melakukan evaluasi.

“Kalau memang tidak signifikan, maka kebijakan itu harus dievaluasi. Ini jadi tantangan untuk Wali Kota,” katanya.

Anggota komisi VI DPR RI, Nyat Kadir mengatakan bahwa pernyataan Menko Perekonomian yang akan menempatkan Wali Kota Batam sebagai pimpinan BP Batam sudah tepat. Di mana ini diharapkan menjadi langkah bagus untuk meningkatkan investasi di Batam.

“Kalau menurut saya itu, solusi yang paling tepat. Selama ini banyak kebijakan yang hendak dibuat pusat tetapi tidak jalan. Misalnya format KEK dan sebagainya,” katanya.

Menurut Nyat Kadir, pada dasarnya komisi VI DPR RI dari dulu memang ingin mengakhiri dualisme kewenangan di Batam. Paling tidak diharapkan pusat membagi wilayah kewenangan antaran BP Batam dan Pemko Batam.

“Dan mungkin inilah jalan yang paling terbaik, yaitu penyatuan manajemen. Dari dulu Komisi VI selalu ingin dualisme selesai. Kalau tidak akan tetap menjadi duri dalam daging. Dan ini menjadi isu penghambat investasi,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Batam ini juga mengaku tidak setuju kalau BP Batam dibubarkan dan tetap harus fokus kepada investasi tetapi tetap di bawah kendali wali kota.

“Ini untuk memudahkan semua hal baik perizinan dan pembangunan. Misalnya masalah lahan, izin planologi dan sebagainya di BP Batam tetapi IMB di Pemko. Jadinya rumit dan butuh waktu panjang,” katanya. (ian)

Disperindag Tak Bisa Pastikan Kapan Bantuan Dana Pasar Induk Cair

0
Kondisi Pasar Induk terlihat memprihatinkan
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam belumn bisa memastikan kapan anggaran bakal revitalisasi Pasar Induk Jodoh disediakan oleh pemerintah pusat.

“Tak bisa dipastikan. yang penting perintah pimpinan untuk mengantar proposal di dua kementerian sudah kami lakukan, tinggal menunggu keputusan pusat,” kata Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam, Zulkarnain, Senin (17/12).

Dua kementrian yangg dimaksud adalah Kementrian Perdagangan dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Kini, pihaknya hanya bisa terus berkoordinasi dengan dua kementrerian ini agar pembangunan pasar tersebut cepat terealisasi. Selain itu, kini pihaknya sedang persiapkan yakni rencana detil dan analisis dampak lingkungan (amdal).

“Mudah-mudahan Batam yang dapat,” imbuhnya.

Kepala Disperindag Kota Batam Zarefriadi mengatakan, dana yang sudah pasti dianggarkan di 2019 yakni dana untuk Detail Engineering Design (DED) yang bersumber dari APBD Kota Batam senilai Rp 2 miliar.

“Dengan dianggarkan DED di 2019 itu adalah bentuk optimisme Pemko Batam,” klaimnya.

Terkait dana pembangunan pasar induk Jodoh, ia mengungkapkan sedang disinergikan dengan kementrian (Kemendag maupun KemenPUPR) juga pemerintah provinsi Kepri.

“Agar bagaimana anggaran yang dibutuhkan terpenuhi secara utuh. Pembangunan tak bisa sekaligus,” ucapnya. (iza)

Untuk yang Mudik Boleh Titipkan Kendaraan di Kantor Polisi

0

batampos.co.id – Dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat Batam yang mudik Natal dan Tahun Baru ke kampung halaman dan meninggalkan kendaraannya, polisi memiliki program titip kendaran di polres maupun di polsek.

“Di Polres, masyarakat nanti bisa langsung ketemu sama petugas kita dibagian Sattahti. Sementara, kalau di Polsek bisa langsung ke Kapolsek atau ke Kasium,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Hengki.

Hengki menjelaskan, bagi masyarakat yang menitipkan kendaraannya hanya menunjukkan Surat Keterangan Nomor Kendaraan (STNK) kepada petugas. Selanjutnya, petugas akan mendata kendaraan dan menyerahkan surat tanda terima.

“Suratnya juga dititipkan sama petugas. Nanti diambil lagi dengan surat tanda terima,” tuturnya.

Dilanjutkan Hengki, program penitipan kendaraan ini sudah mulai dibuka beberapa hari yang lalu. Artinya, masyarakat yang hendak menitipkan kendaraannya sudah bisa datang ke Polresta ataupun di polsek-polsek terdekat.

“Dari sekarang sudah bisa. Silahkan bagi siapa saja yang mau menitipkan kendaraannya. Masyarakat bisa menitipkan kendaraannya sampai dia kembali pulang lagi ke Batam,” tuturnya.

Kepada seluruh masyarakat Batam yang mudik, Hengki juga meminta untuk waspada terhadap pencurian yang menyasar ke rumah-rumah kosong. Untuk itu, ia meminta kepada pemilik rumah agar memasang kunci ganda dan meminta kepada seluruh masyarakat Batam untuk bersama-sama menjaga lingkungannya.

“Bagi yang mudik, titip rumahnya kepada tetangga maupun kepada perangkat Rt di tempat tinggalnya. Jika menangkap pelaku kejahatan, segera lapor ke polisi dan jangan main hakim sendiri,” imbuhnya. (gie)

Dua Proyek Terjegal Keputusan Pindahtangankan Jabatan Kepala BP ke Walikota Batam

0
Waduk Tembesi saat diabadikan dari udara beberapa waktu lalu. ATB/Benny Andrianto

batampos.co.id – Meski mengaku ikhlas, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pihaknya menyayangkan keputusan pemerintah pusat karena terkesan mendadak. Padahal, saat ini pihaknya tengah gencar-gencarnya berusaha meningkatkan investasi dan pembangunan Batam.

Akibat keputusan itu, menurut Lukita, ada beberapa rencana pembangunan strategis BP Batam yang terpaksa harus ditunda. Setidaknya ada dua proyek besar BP Batam yang tidak jadi dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Yakni

“Kami minta ke Menko agar ditunda dulu sampai jelas. Karena keduanya merupakan proyek jangka pendek, maka sebagai bagian dari pertanggung jawaban kami meminta dilanjutkan ke pimpinan BP Batam berikutnya,” ucapnya lagi.

Padahal, lanjut Lukita, saat ini sudah banyak calon investor yang menjadi peserta lelang pengelolaan Dam Tembesi dan lelang perluasan Bandara Hang Nadim Batam.

Lelang prakualifikasi peng-lolaan Dam Tembesi sudah dimulai pada akhir November lalu. Lukita mengakui sudah ada 37 investor baik dalam maupun luar negeri yang akan mengikuti lelang ini.

Sedangkan lelang prakualifikasi perluasan bandara seharusnya dimulai Senin (17/12).

“Bandara sudah ada belasan perusahaan yang menyatakan minat. Tentu kami tidak bisa teruskan ini sampai dengan selesai. Makanya lebih baik ditunda dulu,” paparnya.

Penundaan ini sudah melewati berbagai pertimbangan dan sudah diberitahukan kepada calon peserta lelang. Untuk proyek kerja sama badan usaha (KPBU) seperti bandara, maka pimpinan baru nanti harus bertanggung jawab terhadap kriteria, nilai investasi, dan lainnya.

“Dan belum tentu yang baru nanti mau terima perhitungan kami. Dari pada menjadi sesuatu yang tidak baik, itu juga menjadi pertimbangan kami menunda proyek,” tegasnya.

Sejumlah pesawat saat parkir di Bandara Hang Nadim Batam. . F Cecep Mulyana/Batam Pos

Perluasan bandara merupakan proyek jangka pendek tahap satu dari BP Batam.

Tujuannya adalah membangun terminal dua dan terminal kargo. BP merencakan proyek yang disebut Proyek Brownfield ini mulai diluncurkan pada 2019. Nilai investasinya sebesar 191 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan lelang Dam Tembesi masuk dalam proyek jangka pendek tahap ketiga. Nilai investasinya mencapai 20 juta dolar AS dan proses lelangnya akan dimulai pada kuartal IV tahun ini.

Dalam proses lelang, ada sejumlah ketentuan dari BP Batam yang harus disetujui peminat lelang. Seperti pembangunan pipa transimisi air bersih dari reservoir menuju jaringan pipa distribusi yang menghubungkannya dengan masyarakat

Sedangkan mengenai pelayanan lain seperti perizinan investasi dan perizinan lahan akan berjalan seperti biasa.

“Kalau untuk penyelesaian Surat Keputusan (Skep) dan Surat Perjanjian (Spj) sudah sesuai prosedur, tetap bisa dilaksanakan. Pada prinsipnya, kami tidak akan menghambat investasi, kami akan dukung yang ada kaitannya dengan perizinan,” jelasnya.

Sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat, Lukita dan jajaran deputinya akan bekerja seperti biasa. Namun, ia belum memastikan, apakah kelima deputi BP Batam juga akan ditarik kembali ke pusat menyusul rencana peleburan BP-Pemko Batam ini.

“Saya tak bisa berandai-andai, karena kami ini satu paket. Kami datang bersama-sama dan semuanya diserahkan ke pimpinan Dewan Kawasan sekarang,” paparnya.

Lukita juga mengatakan dampak pergantian ini belum menunjukkan pengaruh yang kuat kepada para investor asing.

“Belum berdampak, karena mereka masih wait and see,” jelasnya. (leo)

 

Kemenkumam RI Usulan Remisi Natal Lapas Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 107 warga binaan beragama nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam akan terima remisi pada hari raya Natal nanti. Satu orang diantaranya langsung bebas karena masa pidananya telah selesai setelah dikurangi remisi.

Kalapas Batam Surianto mengatakan, remisi tersebut akan diberikan pada hari hal perayaan nanti. “Sebelumnya sudah kita ajukan ke Kemenkumham RI melalui kakawanwil dan alhamdulilah semua diterima. Ada satu yang langsung bebas,” ujar Surianto, Senin (17/12).

Remisi natal ini diberikan kepada warga binaan beragama nasrani yang telah memenuhi kriteria remisi khusus (RK) hari raya keagamaan seperti; berkelakuan baik, telah menjalani 2/3 masa pidana dan tidak memiliki catata pelanggaran aturan dan tata tertib lapas. “Warga binaan nasrani semua ada 138 orang tapi yang memenuhi kriteria hanya 107,” ujarnya.

Mereka yang dapat remisi khusus I (tidak langsung bebas) mendapat pemotongan masa pidana mulai 15 hari hingga dua bulan. “Yang RK II (langsung bebas) cuman satu orang. Kasus pidana ringan. Yang lainnya RK I,” sebut Surianto.

Pemberian remisi ini sesusai dengan prosedur dan undang-undang Lapas yang berlaku yang mana setiap hari raya keagamaan, warga binaan yang memenuhi kriteris berhak mendapatkan remisi.

“Remisi ini juga penting untuk mendorong warga binaan terus berbuat baik selama dipidana. Mereka akan berlomba-lomba mentaati aturan supaya dapat remisi,” tutur Surianto. (eja)

Antre Premium, Warga Tinggalkan Motor di SPBU

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium kembali langka di wilayah Batuaji. Untuk me­dapatkan premium, warga harus rela antre dengan meninggalkan sepeda motor di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Seperti yang terjadi di SPBU Tanjunguncang, Senin (17/12) pagi, puluhan sepeda motor dibiarkan berjejer pemiliknya di jalur pompa pengisian premium. Itu dilakukan warga karena SPBU tersebut kehabisan stok premium sejak Sabtu (15/12) lalu. Aksi tinggalkan sepeda motor di SPBU ini terjadi sampai pukul 11.00 WIB. Sekitar pukul 12.00 WIB pompa pengisian premium akhirnya dibuka pengelola SPBU.

Warga yang sudah mendatangi SPBU sejak pukul 08.00 WIB terpaksa memarkirkan motornya di sana.

”Biasanya pagi sudah ada (premium, red), tapi hari ini (kemarin, red) katanya siang baru diantar oleh Pertamina. Maka banyak yang meninggalkan sepeda motornya di sini,” ujar Henda, warga Tanjunguncang.

Oki, 35, mengaku mening-galkan sepeda motornya di SPBU setelah menunggu sekitar satu jam. Itu dilakukannya untuk menghindari antrean panjang, serta takut tidak kebagian premium.

”Dari pada bolak balik lebih baik antre,” ujarnya.

Sebab sebelumnya, kata dia sudah mencari premium ke beberapa SPBU terdekat tapi stoknya nihil.

Pengawas SPBU Tanjung-uncang, Ahmad membenar-kan aksi tinggalkan sepeda motor oleh warga. Dia menduga warga tak mau bolak balik SPBU untuk dapatkan premium.

”Pagi tadi (kemarin, red) mereka, tapi premium belum ada. Makanya (sepeda motor, red) ditinggalkan dulu sebentar,” kata Ahmad.

Ahmad mengklaim pasokan dari Pertamina masih stabil dan relatif lebih dibanding bulan-bulan sebelumnya. Hanya saja, memang permintaan meningkat hingga stok premium cepat habis.

”Pasokan lancar dan sekarang kuota malah dilebihkan. Kalau biasanya 18 ton, seka-rang 24 ton sekali pengantaran. Tapi cepat habis karena banyak yang antre,” sebutnya.

Dia menduga meningkatnya permintaan premium di SPBU Tanjunguncang, disebabkan berbagai faktor di antaranya tutupnya SPBU Simpang Basecamp. Lalu, pemegang surat rekomendasi untuk nelayan dan aktivitas masyarakat pulau juga berlebihan.

”Bisa jadi faktor itu. Tapi kami tidak berhak untuk melarang, siapa saja boleh beli premium asalkan antre dan tertib,” terangnya.(cr1/eja)

Hari Ini, Panglima TNI Resmikan Satuan TNI Terintegrasi di Natuna

0

batampos.co.id – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di Natuna, hari ini, Selasa (18/12). Kunjungan kerja tersebut disejalankan peresmian satuan TNI terintegrasi, yang dipusatkan di fasilitas pelabuhan (Faslabuh) TNI AL di Selat Lampa.

Menyukseskan kegiatan ini, sejumlah pejabat TNI mulai tampak hadir di Natuna sejak Senin (17/12). Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema mengatakan, adanya pangkalan TNI di Natuna saat ini dapat memenuhi unsur kemitraan yang lengkap di wilayah Kepulauan Riau khususnya Natuna.

”Diharapkan seluruh personel TNI dapat bekerja secara sinergis untuk menghadapi ancaman serta mengatasi persoalan di wilayah Indonesia secara cepat,” ungkap Danrem.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan membenar-kan kedatangan Panglima TNI dalam rangkaian peresmian satuan TNI terintegrasi di Natuna. Integrasi yang dicanang-kan adalah terintegrasi dengan sistem kendali operasi (Sisdalos) dan semua satuan di Natuna.

”Faslabuh sudah diresmikan, kunjungan Panglima TNI untuk meresmikan satuan TNI terintegrasi,” kata Danlanal.

Menyambut kedatangan Panglima, sejumlah pejabat TNI yang tiba di bandara Ranai di antara Pangdam I Bukit Barisan, Kapolda Kepri, Kasdam I, beserta rombongan tiba di bandara Lanud Raden Sadjad.(arn)

Disbudpar Pemko Batam Jemput Rencana Pembentukan BLUD Pariwisata

0
Pulau Putri
foto: youtube

batampos.co.id – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengaku siap menjalankan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mengelola Pulau Putri.

Rencana BLUD ini disampaikan oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, dengan alasan akan lebih murah jika dikelola pemerintah. Dan, akhirnya destinasi ini cukup ramah kantong masyarakat.

“Kami siap akan kelola itu dengan baik, merujuk pada aturan yang berlaku,” kata Ardiwinata, Minggu (16/12).

Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan diri dengan membangun komunikasi lanjutan dengan berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat. Ia mengatakan, Wali Kota ingin pengembangan wisata ini akan memberikan dampak yang baik pada masyarakat setempat.

“Konsepnya bagaimana akan kami bicarakan, sesuai dengan arahan Wali Kota, tentu kita berharap yang terbaik,” imbhynya.

Untk diketahui, Pemko Batam tengah mengembangkan destinasi wisata di wilayah Nongsa. Yakni penambahan bibir pantai Pantai Nongsa dengan cara menimbun pasir hingga 100 meter mengarah ke laut dan pengembangan, salah satu pulau terluar Batam, yakni Pulau Putri.

“Penataan Pulau Putri dua tahun lagi, yang penimbunannya yang sudah selesai,” kata Rudi, kemarin.

Ia mengungkapkan, Pulau Putri dibangun tidak oleh investor namun atas kerjasama Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dan Pemko Batam, juga melibatkan KKP. Untuk diketahui, sudah setahun lalu KemenPUPR melakukan penimbunan kembali bagian pulau yang terkena abrasi.

“Pelabuhannya, yang Pemko bangun akan kami rampungkan,” imbuhnya.

Ia beralasan, jika lokasi wisata ini dikelola pemerintah akan murah. “”Ada BLU nanti yang kelola, Disbudpar yang akan urus itu,” ucap dia.

Soal desain, pengembangan pulau yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata internasional ini sudah Pemko Batam siapkan. Rudi mengungkapkan, secara umum lokasi wisata ini akan dilengkapi kolam air tawar juga pantai yang indah. “Nanti desainnya saya akan sampaikan,” kata dia.

Untuk Pantai Nongsa, ia mengaku telah mengajukan ke Gubernur Kepri agar lahan Pantai Nongsa diserahkan ke Pemko Batam untuk dikelola. Dalam parktiknya, pantai ini akan ditambah bibir pantainya hingga 100 meter ke arah laut.

“Kami akan timbun pasir. Saya sudah ngomong langsung ke gubernur meminta agar segera dikeluarkan izin,” ucap dia.

Pengembangan dua lokasi ini selain membawa manfaat bagi pariwisata Batam secara umum, Rudi juga menilai akan memberi manfaat secara ekonomi bagi warga setempat. Seperti melibatkan mereka dalam menyiapkan transportasi berupa sampan untuk akses dari Pantai Nongsa ke Pulau Putri.

“Nanti sampan mereka bisa disewa, kami (pemerintah) akan bantu bagaimana but sampan bagus, bukan yang biasa,” pungkasnya. (iza)