Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 11754

Dinsos Pemko Batam mulai Verifikasi Data Miskin

0

batampos.co.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) memverifikasi jumlah warga miskin Batam yang akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial tahun 2019 mendatang.

Kepala Bidang Kemiskinan, Dinsos PM Batam, Rayanis Aminah mengatakan verikifasi warga miskin ini dilakukan guna mendapatkan data penerima bantuan dari pusat. Beberapa hal yang diverifikasi diantaranya pendapatan, pekerjaa, rumah hingga jumlah anggota keluarga.

“Jadi kita mau kumpulkan data administrasi mereka seperti by name by address. Pendapatannya berapa. Mana tau ada peningkatan taraf hidup sehingga bisa dilakukan pergantian data penerima,” jelas Anis, Senin (1/10/2018).

Ia menyebutkan tahun ini Batam diberikan kuota 32.493 penerima. Bantuan yang diberikan diantaranya berupa uang pendidikan, biaya kesehatan, hingga beras.

Dari kuota yang diberikan Kemensos yang tersalisasi penerimanya baru berjumlah 23.502 warga miskin karena berhasil menyelesaikan dan melengkapi data administrasi mereka.

“Semua sudah by aplikasi. Jadi data harus jelas NIK dan namanya sebelum dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan,” lanjutnya.

Untuk proses verifikasi, saat ini sudah mulai dilakukan, jumlah yang diverifikasi sama dengan tahjun lalu yakni 32.493 orang. Anis mengungkapkan daerah hanya melakukan verifikasi berdasarkan data yang dikirim oleh pusat.

“Kita memastikan apa calon penerima itu masih ada di Batam, masih hidup atau sudah meninggal, bahkan bisa saja mereka sudah mampu sekarang,” ungkapnya.

Ia menyebutkan data miskin ini paling lambat dikirim ke pusat November mendatang, sebelum ditetapkan oleh pusat nama-nama yang akan mendapatkan bantuan untuk 2019 mendatang.

Disinggung mengenai jumlah warga miskin di Batam saat ini, Rayanis menyebutkan berdasarkan data tahun lalu sedikitnya 37.428 warga miskin terdata. Angka ini mengalami penurunan dari jumlah sebelumnya yang mencapai 39.903 orang.

“Intinya kalau ingin mendapatkan bantuan tinggal lengkapi syaratnya saja. Nanti kami yang verifikasi,” tutupnya.(yui)

Dolar AS Tembus Rp 15.000

0

x.batampos.co.id – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kembali melemah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pergerakan Rupiah kali ini banyak dipengaruhi kondisi global. Hari ini bisa jadi sejarah tersendiri bagi pasar keuangan tanah
air setelah Dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp 15.000.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, Selasa (2/10/2018), dolar AS siang ini berada di Rp 15.001. Posisi ini menjadi yang tertinggi sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada 20 Oktober 2014 atau bertepatan saat Jokowi dilantik sebagai Presiden RI, dolar AS berada di Rp 12.030. Posisi tersebut terpantau lebih tinggi dari sebelumnya. Pada 21 Agustus 2013, saat itu dolar AS ditukar dengan Rp 11.288.
dolar tembus rp 15.000, dolar, rupiah, jokowi.

Sempat menyentuh Rp 14.710, penguatan dolar AS sempat mereda di 20 Oktober 2015 yakni di 13.645. Dolar AS kembali menyentuh level Rp 14.000an lagi pada 14 Desember 2015 yakni di 14.077.

Sempat menyentuh Rp 14.710, penguatan dolar AS sempat mereda di 20 Oktober 2015 yakni di 13.645. Dolar AS kembali menyentuh level Rp 14.000an lagi pada 14 Desember 2015 yakni di 14.077.

Pada 20 Oktober 2017, dolar AS parkir di 13.500 sebelum akhirnya mereda di 25 Januari 2018 yang tercatat di Rp 13.288. Tren pelemahan terus berlanjut hingga pada 5 September dolar AS menyentuh Rp 14.999. Tinggal
sedikit lagi dolar AS menyentuh Rp 15.000.

Sejak saat itu dolar AS bergerak pada rentang yang tak terlalu jauh dari Rp 13.900-13.800. Bahkan dolar AS tak pernah lagi menyentuh posisi di bawah Rp 14.800 hingga akhirnya hari ini posisi Rp 15.000 berhasil ditembus.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai tukar dolar AS yang hampir menyentuh Rp 15.000 sendiri banyak dipengaruhi kondisi global. Mulai dari kenaikan suku bunga acuan AS, kebijakan moneter The Fed, hingga pengaruh perang dagang AS.

Akibat berbagai kebijakan dari AS tersebut membuat peredaran mata uang dolar AS jadi terbatas. Hal ini yang terjadi di Indonesia dan menyebabkan pasokan dolar AS di dalam negeri menjadi berkurang.

Terlebih, tingkat ekspor Indonesia saat ini masih lebih rendah dibandingkan impor, atau defisit. Karenanya, permintaan terhadap barang dan jasa impor justru semakin meningkat dan membuat dolar AS menjadi lebih mahal.

“Demand lebih banyak impor barang dan jasa, maka harga dolar AS menjadi mahal. Hukum supply-demand,” ujarnya beberapa waktu lalu. (jpg)

Nelayan Curhat ke Bupati Bintan

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi mendengarkan keluhan masyarakat nelayan di Pulau Mantang Kecil Kecamatan Mantang, Bintan kemarin.
foto: x.batampos.co.id / slamet

x.batampos.co.id – Sejumlah nelayan di Kabupaten Bintan mengeluhkan kesulitan mendapatkan surat kapal mulai dari Gross Ton (GT) 1 hingga GT 6.

“Saya merasa prihatin karena sudah berulangkali mendengar keluhan ini dari nelayan,” ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi usai mendengar keluhan nelayan di Pulau Mantang Kecil Kecamatan Mantang, Bintan kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini penerbitan surat kapal tidak lagi diterbitkan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bintan melainkan sudah menjadi kewenangan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 39 tahun 2017 Tentang Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal.

Dikatakannya, saat ini banyak nelayan yang mengeluhkan pengurusan surat kapal karena mekanisme pengurusan surat kapal harus menggunakan jasa agen pelayaran.

“Ada keluhan mekanisme, biasanya pengurusan surat kapal GT 1 hingga GT 6 yang biasanya di bawah kendali Dishub Bintan tak perlu menggunakan jasa agen pelayaran dalam pengurusan surat kapal, karena sudah beralih kewenangannya tentu mekanismenya juga berubah maka rata-rata nelayan yang ditemui banyak yang berkeluh kesah terkait pengurusan surat kapal nelayan saat ini,” ujarnya.

Namun bagaimanapun, menurutnya hal tersebut akan disampaikan ke instansi vertikal dan kementerian terkait agar bagaimana keluhan nelayan bisa didengar. Karena menurutnya, Kabupaten Bintan merupakan suatu kawasan yang masyarakatnya mayoritas sebagai nelayan.

“Tentunya keluhan-keluhan nelayan nanti akan kita bantu baik melalui instansi vertikal maupun kementerian terkait lainnya. Sepanjang hal itu tidak menyalahi aturan. Supaya pelayanan juga bisa berjalan baik,” tutupnya. (met)

 

KPU Batam Bentuk Tim DPT-b

0

x.batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam mendirikan 64 posko Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) serta 12 posko di seluruh kecamatan yang ada di Kota Batam. Tujuan pendirian ini untuk mendata kembali warga yang belum masuk data pemilih.

“Iya besok (hari ini, red) kami resmikan poskonya. Jadi warga yang belum terdaftar bisa langsung lapor,” kata Ketua KPU Batam, Syahrul Huda, Senin (1/10).

Ia menjelaskan jumlah data pemilih merupakan salah satu yang hal yang paling penting dalam menyambut pesta demokrasi 17 April mendatang. Meskipun sudah ditetapkan beberapa waktu lalu, nyatanya masih banyak warga yang belum terdaftar.

“Jadi posko di kelurahan inilah yang bertugas nantinya untuk menghitung berapa jumlah warga yang belum masuk dalam DPT perubahan,” sebutnya.

KPU diberikan waktu kurang lebih dua bulan hingga November mendatang untuk menyelesaikan pendataan pemilih tambahan ini. Warga juga diminta untuk proaktif melaporkan diri ke kelurahan jika terbukti tidak terdaftar.

Di posko tersebut, masyarakat bisa mengecek diri apakah terdaftar dalam DPT atau belum. Kemudian, bisa mendaftarkan diri dengan membawa e-KTP. Ketiga, dapat melaporkan pemilih tak memenuhi syarat (TMS) seperti pemilih meninggal dunia, dan pindah domisili.

“Kalau sudah meninggal tentu dihapus. Jadi tidak hanya lapor belum terdaftar saja,” imbuhnya.

Khusus untuk posko yang ada di kecamatan juga bisa dimanfaatkan untuk merekam e-KTP untuk pemilih pemula. Dan terakhir, dapat melaporkan jika ada kesalahan data diri.

“Semua keluhan akan ditampung,” ucap Syahrul Huda.

Sementara itu Komisioner KPU Batam, Sudarmadi mengatakan, pertambahan pemiliha bisa terjadi di kecamatan yang cukup padat seperti Sagulung. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas untuk menndata semua warga yang lapor. “Di sana ramai, jadi kerja petugas sedikit berat, namun kami harapkan semua berjalan dengan baik,” lanjut Sudarmadi.

Dari hasil DPT yang diplenokan provinsi Kepri, jumlah DPT Batam sebanyak 638.170 suara. Setelah dihapuskan 8490 data ganda, keluarlah 629.668 DPT.

Karena terdapat rekomendasi dari Bawaslu Pusat dan Partai Politik, maka KPU Daerah diberikan waktu sampai 11 November 2018 untuk menyelesaikan DPTHP1. Selama dua bulan ini, KPU Batam harus mendata dan memverifikasi kembali data untuk DPT. (yui)

Menunggu Jadwal Pelantikan Ketua DPRD Karimun

0

x.batampos.co.id – Hampir tiga tahun, posisi Ketua DPRD Karimun mengalami kekosongan. Kini, tinggal tunggu pelantikan terhadap Ketua DPRD Karimun yang baru Yusuf Sirat dari fraksi Golkar menggantikan Ketua DPRD Karimun HM Asyura.

“Kami belum menjadwalkan di Badan Musyawarah (Banmus) untuk pelantikan Ketua DPRD Karimun. SK Gubernur Kepri sudah ditandatangani, beberapa waktu lalu,” jelas Wakil Ketua DPRD Karimun Azmi, kemarin (1/10).

Sebab kata Azmi lagi, selain pelantikan Ketua DPRD Karimun juga ada pelantikan anggota DPRD Karimun Pergantian Antar Waktu (PAW) dari fraksi Golkar. Artinya, anggota DPRD Karimun dari fraksi Golkar Hj Rosmeri telah mengundurkan diri dari DPRD Karimun. Dikarenakan, ikut menjadi caleg DPRD Provinsi Kepri dari PDIP yang secara otomatis jabatannya legislator tidak ada lagi.

“Beliau sudah tidak mendapatkan gaji lagi, sejak ditetapkan DCT. Dan dananya dikembalikan ke negara, tinggal tunggu pelantikan PAW dari fraksi Golkar,” ujarnya.

Dengan demikian, diharapkan agar proses pelantikan nanti dapat satu paket atau sekaligus. Supaya lebih efektif dan efesien, karena keduanya berasal dari satu fraksi.

Selama tidak ada Ketua DPRD Karimun lembaga DPRD Karimun tidak bisa membuat kebijakan yang baru dan sebagainya. Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Karimun yang ada sekarang hanya meneruskan kebijakan Ketua DPRD Karimun yang lama.

“Menurut saya lebih cepat lebih bagus. Kita tunggu sajalah, dalam waktu beberapa pekan ini untuk menjadwalkan pelantikan keduanya,” jawab Azmi lagi.

Sedangkan anggota DPRD Karimun dari fraksi Golkar Yusuf Sirat yang akan segera menjabat menjadi Ketua DPRD Karimun ketika dimintai tanggapannya menggatakan, dirinya siap mengemban amanah yang dipercayakan dari DPP Partai Golkar Karimun.

“Insya Allah, saya akan menjalankan tugas sebaik mungkin. Mohon, kritisi kawan-kawan media apabila melenceng nanti,” singkatnya sambil berlalu.(tri)

Walikota Tanjungpinang Fokus Tata Penyengat dan Kota Lama

0
Pulau Penyengat disiapkan sebagai pulau bersejarah yang menjadi warisan dunia atau World Culture Heritage. F.Yusnadi/Batam Pos

x.batampos.co.id – Belum genap sebulan dilantik sebagai walikota, Syahrul sudah mulai menjalankan visi pembangunan Tanjungpinang ke depan.

Senin (1/10/2018), ia menggelar rapat pembahasan penataan pulau Penyengat dan Kota Lama. Dalam rapat tersebut, bahkan sudah dinyatakan konsep baru untuk dua kawasan tersebut yang sejalan dengan program dari kementerian.

Syahrul meminta segera disusun kepanitiaan khusus.

“Kami harus serius dalam menangani ini, dan kami akan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi agar dapat bersinergi menata Kota lama dan pulau Penyengat agar dapat masuk di program Kota Pusaka,” ujar Syahrul.

Program Kota Pusaka adalah nama yang disematkan untuk program penataan dua kawasan ini. Ia berharap dalam beberapa waktu ke depan, konsep ini bisa menjadi identitas baru Tanjungpinang di kancah pariwisata internasional.

“Jika perlu ada Perwako atau Perda nanti bisa diusulkan agar dapat memperlancar terlaksananya Kota lama dan Pulau Penyengat masuk dalam program Kota Pusaka yang dilaksanakan oleh Kementerian PU dan Kementerian Pariwisata RI,” tegas Syahrul.

Untuk mewujudkannya, Syahrul berharap ada koordinasi dan kooperasi yang intensif antarinstansi terkait. Kalau perlu, tegas dia, segera dibuat juga surat keputusan kepanitiaannya.

“Saya harapkan pertemuan selanjutnya sudah ada terbentuk tim dan sudah ada SK agar lebih aman dalam bekerja. Nanti juga harus lakukan pertemuan dengan LAM, perwakilan masyarakat, LPM dan seluruh pihak yang terlibat agar bisa menerima saran dari seluruh kalangan. Kami harapkan tidak terjadi konflik kemudian hari,” ucap Syahrul.

Kepala Bappelitbang, Surjadi memaparkan mengenai dipilihnya Penyengat dan Kota Lama sebagai kota pusaka karena kedua daerah tersebut memiliki cagar budaya yang merupakan salah satu persyaratannya dan butuh waktu 3 tahun untuk mewujudkannya.

“Dalam program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) ini harus berdasarkan hasil keputusan yang disepakati untuk menentukan di mana saja lokasi yang ingin dijadikan Kota pusaka, dan tentunya sesuai persyaratan pengajuan yang harus disiapkan untuk diserahkan ke kementerian,” ujar Surjadi.

Surjadi juga menambahkan berhubung ini adalah program kementerian dan cukup lama proses untuk menjadi Kota Pusaka.

“Maka di sisa tahun 2018 ini yang harus disiapkan untuk mendapatkan program Kota Pusaka ini diantaranya proposal, penilaian oleh tim independen, penyusunan dokumen RAKP, hingga penandatanganan piagam komitmen Kota Pusaka. Maka dari itu kami harus kerja keras untuk menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan program Kota Pusaka dari pemerintah pusat,” pungkas Surjadi. (aya)

Larang Anak Main Gadget, Tapi Ortu Rajin Buka Medsos

0
Pixabay.com

Tanpa disadari, orang tua ikut berperan aktif “menjerumuskan” anaknya ke dunia gadget. Dunia anak yang mestinya penuh keceriaan terkurung oleh teknologi. Anak-anak menjadi individual, kurang empati dan simpati, serta malas berkomunikasi

MESYA MOHAMAD, Bandung

MINGGU, 30 September 2018, ratusan orang tua dan anak berkumpul di Podomoro Pavilion Bandung. Kawasan asri bergaya Bandung tempo dulu tapi tetap kekinian ini menjadi favorit warga Bandung. Di sini mereka bisa membawa anak-anaknya menikmati permainan tradsional. Cukup jitu karena anak bisa melupakan gadgetnya.

Anak-anak bisa bermain lompat-lompatan, engklek, bola, balon, bersepada, perosotan, dan jenis permainan tradisional lainnya yang makin langka dilihat di era sekarang. Bahagia sekali kala melihat anak-anak balita dan batita saling berdialog dengan bahasa yang mungkin hanya dimengerti mereka.

Mereka sangat ceria. Saat itu tidak ada satupun anak minta bunda maupun ayahnya meminjamkan gadget. Mereka lebih senang main perosotan. Naik tangga, turun lagi, begitu seterusnya. Kita yang lihat capek, tapi anak-anak ini seakan tiada lelahnya.

Ada juga anak yang minta bundanya melemparkan balon. Walaupun sang bunda takut bila balonnya pecah, tapi tidak sampai hati melarang buah hatinya. Satu balon meletus, si bocah kaget dan menangis. Kapokkah si bocah? Tidak! Dia malah minta diambilkan balon baru dan sengaja ditusuk agar pecah. Ajaib. Tidak ada tangisan lagi. Dia tertawa riang memperlihatkan gigi susunya yang bolong-bolong.

“Itulah dunia anak yang sebenarnya,” seru Seto Mulyadi alias Kak Seto yang hari itu menjadi pembicara utama dalam seminar berjudul “Membesarkan Anak Zaman Now: Gadget vs Engklek” besutan Podomoro Park Bandung.

Ahli psikologis anak ini mengungkapkan keprihatiannya atas kecanduan anak zaman now pada gadget. Anak-anak tidak terampil, cederung menyendiri, tidak menghargai proses, kurang komunikasi dengan keluarga.

Survei menyebutkan 67 persen dari 2.818 anak SD tergantung pada gadget. Sementara, 4.500 remaja di 12 provinsi sudah pernah nonton pornografi. Sangat miris!

Semestinya, kata Kak Seto, saat anak kecanduan gadget, orang tua harus bekerja sama menghilangkan pengaruh candu itu. Ortu jangan hanya jago memberikan instruksi. Misalnya, jangan main gadget tapi ortu sendiri tergila-gila medsos.

Menurut Kak Seto, menghilangkan kencanduan pada gadget, harus lewat kerja sama yang menyenangkan antara orang tua dan anak. Ajak anak bermain di luar agar dia tahu nikmatnya dibanding main gadget.

“Perilaku anak itu 20 persen ditentukan faktor bawaan, 80 persen faktor lingkungan. Anak jadi tidak mau belajar dan menjadi nakal karena faktor lingkungan. Orang tua harus ingat, belajar akan lebih efektif bila suasana gembira dan cara menyenangkan,” tuturnya.

Orang tua juga harus berada di garda terdepan melindungi anak dan bukannya melakukan kekerasan kepada anak. Anak adalah peniru terbaik. Kalau anak diminta senyum, hendaknya dimulai dari ortu. Anak diminta jangan membentak dan kasar, dimulai juga dari ortu. Anak diminta jangan main gadget..ortu juga jangan main gadget .

Kak Seto pun mengetuk hati seluruh orang tua. IQ bukan segala-galanya. Masih ada kecerdasan lain yaitu kreativitas, moral anak. Sesungguhnya, kunci sukses pada anak adalah kreativitas. Jadi belajar tidak harus dengan kekerasan. Mengajari anak dengan lagu adalah pilihan terbaik. Membuat suasana lebih menyenangkan.

“Orang tua jangan melupakan diskusi dalam keluarga, dongeng, dan permainan tradisional. Survei menyebutkan 70 persen ortu belum bisa mendidik anak zaman now. 60 persen ortu hanya memetingkan prestasi anak tanpa melihat kecerdasan lain. Ini yang harus diubah,” tegasnya.

Dia menceritakan pernah dipanggil Presiden Jokowi. Presiden prihatin dengan kecenderungan anak dengan gadget.

Kak Seto hanya meminta presiden untuk menjadi model Engklek. Permainan tradisional yang bisa memacu motorik dan kecerdasan anak, adalah salah satu jalan melawan candu gadget.

“Budaya dongeng harus dibangkitkan lagi. Ini untuk merangsang literasi anak. Ketika anak minta dibacakan dongeng, orang tua harus bisa membawakannya secara menarik,” ujar Kak Seto sembari membawakan dongeng Moro Beruang Kecil dan Rumah Barunya.

Buti A Azhali, dokter Spesialis Anak menyoroti anak usia dua tahun yang piawai menggunakan gadget. Herannya, ada kebanggaan orang tua ketika anaknya lihai menggunakan gadget.

Mestinya, penggunaan gadget pada anak tidak boleh lebih dari dua jam setiap hari untuk anak di atas dua tahun. Itupun harus selalu diawasi langsung.

“Orang tua wajib mengawasi media digital yang digunakan anak. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak bisa menghilangkan candu gadget. Pengetahuan ortu juga harus ditambah, jangan sampai anak lebih piawai,” terangnya.

Sama seperti Kak Seto, Dokter Buti menyarankan orang tua untuk meluangkan waktu bersama anak main di luar. Ya, orang tua dan anak main engklek.

Dengan main engklek, risiko obesitas pada anak bisa berkurang. Anak-anak makin kreatif, badannya sehat karena terpapar sinar matahari. Namun ingat, anak jangan dipaksa bermain berjam-jam di luar. Harus fun dan bisa dicicil.

“Saat anak bosan tidak pegang gadget, ajak anak main di luar. Main apa saja asalkan fun dan merangsang otak serta motorik anak,” ucapnya.

Baik Kak Seto maupun Dokter Budi mengungkapkan, karakter anak akan terbentuk baik bila lingkungan sekitarnya mendukung. Menjadikan anak berkarakter positif tidak harus di rumah mewah. Yang utama lihatlah lingkungannya.

Assistant GM Marketing Podomoro Park Tedi Gusmawa mengatakan, pihaknya ikut memikirkan bagaimana menciptakan lingkungan yang baik untuk menumbuhkan anak berkarakter positif.

Salah satunya lewat konsep hunian yang ramah anak dan bisa meningkatkan kualitas hidup keluarga. Melalui ruang terbuka yang luas, area bermain anak dan fasilitas lainnya dengan mengutamakan keamanan. (esy/jpnn)

Disdik Pemko Batam Tak Menambah Guruh Honor

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengakui saat ini masih mengalami kekurangan tenaga guru. Meskipun begitu Disdik memutuskan tidak akan menambah tenaga guru honorer tahun ini.

“Tak ada lagi kami tambah,” kata Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, Senin (1/10/2018).

Ia mengatakan tahun ini ada penerimaan Pegawai Kontrak Pemerintah (P3K) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Iya infonya ada tahun ini. Menteri bilang mau buka seleksi P3K,” sebutnya.

Sebelumnya Disdik juga mengajukan penambahan guru melalui pembukaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tengah berjalan saat ini. Dari 800 usulan, pusat mengabulkan 204 kuota.

“Alhamdulilah untuk CPNS kami dapat. Tinggal yang P3K ini. Kalau diberikan kesempatan kita ingin usulkan jumlah yang sama ke Kemendikbud,” bebernya.

Ia menjelaskan, P3K merupakan Aparatur Sipil Negara, meski bukan Pegawai Negeri Sipil. P3K menerima semua hak ASN, kecuali pensiun.

“ASN itu selain yang PNS juga ada P3K, bedanya P3K tidak ada dapat uang saat pensiun nanti, kalau haknya yang lain sama,” ujar pria yang pernah menjadi tenaga pendidik ini.

Untukitu, dengan adanya penambahan di dua jalur tersebut, Hendri berharap kekurangan tenaga guru bisa terpenuhi sehingga honorer tidak ditambah lagi.

“Honorer yang ada saat ini itu yang lama semua. Kalau baru kami tidak rekrut lagi. Semoga P3K segera diumumkan juga,” ujar Pria kelahiran Dabo Singkep 19 juli 1967 ini.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jepridin menyebutkan saat ini jumlah tenaga guru mencapai dua ribu orang. Untuk itu, Pemko tidak akan membuka penerimaan untuk tahun ini.

“Kami manfaatkan yang ada dulu. Kan ada CPNS ini,” sebutnya.(yui)

Perda Parkir Drop Off Tumpul

0
Parkir Bandara Hang Nadim.
foto: batampos.co.id / yusuf hidayat

batampos.co.id – Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) parkir Drop Off di Batam di hari pertama tidak terlaksana.

Walaupun ada aturan yang jelas, parkir selama 15 menit di pungut biaya. Namun di Bandara Internasional Hang Nadim, masih tetap ada pungutan uang parkir. Walaupun parkir dibawah 15 menit.

Hal ini disampaikan oleh Dicky, warga Batubesar yang menjemput saudaranya ke Hang Nadim.

“Tetap saja saya diminta uang parkir, walaupun cuman 10 menit saja di dalam. Jemput lalu pulang,” katanya, Senin (1/10).

Batam Pos mencoba membuktikan kebenaran dari hal tersebut. Sekitar 6 menit berada di dalam bandara, lalu keluar. Ternyata, apa yang disampaikan Dicky benar. Petugas tetap meminta uang pakir.

Terkait dengan parkir Drop Off ini, Direktur Badan Usaha Bandara Udara Hang Nadim, Suwarso mengatakan di kawasan bandara belum diterapkan.

“Kami masih belum menerima instruksi dari Kepala BP Batam. Oleh sebab itu tarif parkir (walau 5 menit atau 15 menit) masih tetap menggunakan tarif normal,” ucapnya.

Namun apabila sudah ada arahan dari Kepala BP Batam. Suwarso mengatakan tidak menutup kemungkinan parkir drop off akan diterapkan. (ska)

Syahrul Ingin Bagi Tugas dengan Rahma

0

x.batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul berjanji akan bekerja sama dan berkoordinasi lebih baik dengan Rahma selaku wakilnya. Kendati tidak diatur dalam Undang-Undang berkenaan pembagian tugas antara wali kota dan wakil wali kota, Syahrul merasa hal ini perlu dilakukan.

Karena itu, ia merasa perlu dibuat kebijakan tertentu untuk membagi tugas antara dirinya dan Rahma. “Tentu ini akan lebih baik bagi kami berdua dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan,” ungkap Syahrul, kemarin.

Belum bisa dipetakan secara rinci pembagian kerja antara keduanya. Hanya satu yang Syahrul pastikan, antara ia dengan Rahma akan membagi tugas secara proporsional.

“Saya akan duduk bersama dengan Bu Rahma untuk membahas pembagian tugas ini,” ujar Syahrul.

Untuk kerja sementara yang ada di depan mata, Syahrul menjelaskan akan lebih dahulu fokus bersama-sama menuntaskan sisa kerja di tahun 2018 yang tersisa dalam tiga bulan ke depan. Syahrul ingin janji-janji kampanyenya juga sudah terakomodasi dalam anggaran perubahan tahun ini.

“Termasuk di antaranya adalah pemberian bantuan-bantuan kepada masyarakat. Sebagian di antaranya sudah diakomodasi dalam APBD Perubahan. Tinggal dijalankan saja. Selebihnya, saya dan Bu Rahma akan terus bekerja untuk menyerap aspirasi warga,” pungkas Syahrul. (aya)