Senin, 1 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12004

Telusuri 60 Stand Kreatifitas Melayu di Lotte Mart

0

Direktur Al Ahmadi Entrepreneurship Center Lisa Anggraini (jilbab hitam) bersama Ketua Penggerak PKK Kota Batam Mariana Agustina Rudi (jilbab merah) dan undangan foto bersama pada pembukaan Malay Creating Festival di Lotte Grosir Batamcenter, Sabtu (8/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Malay Creating Festival (MCF) yang diselenggarakan Al-Ahmadi Entrepreneurship Center (AEC), menjadi event perdana dalam mengangkat dunia kreatifitas Melayu. Secara resmi, MCF dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam Marlin Agustina Rudi, di Lotte Mart, Batamcenter, Sabtu (8/9).

“Kegiatan ini mengagumkan. Saya excited sekali dengan inovasi para peserta yang datang dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura,” ujar Marlin dalam sambutannya di MCF, kemarin.

MCF ini berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (9/9) hari ini. Acara diisi dengan serangkaian kegiatan, diantaranya Malay Food Innovation Festival, Malay Colase Biskuit Competition, Entrepreneur Award to School Competion, Malay Dance Innovation Competition, dan Malay Colour Run.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Eksekutif AEC Lisya Anggraini menyebutkan, terdapat 150 menu Melayu yang dikompetisikan dari 60 stand yang ada.

“Semuanya dihadirkan dalam bentuk produk makanan dengan inovasi terbaru yang menunjukkan ke khasan Melayu-nya. Silakan menikmati dan menelusuri masing-masing standnya,” terang Lisya.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Zainul menuturkan, sangat mengapresiasi MCF yang mengangkat dunia kreatifitas Melayu sebagai perpaduan dari tiga negara serumpun.

“Sudah sepantasnya event serupa dapat dikembangkan untuk mengikat hubungan kebudayaan antar negara, dan pengembangan pariwisata bagi masing-masing negara,” jelasnya.

Ia mengharapkan, MCF bisa menjadi event tahunan yang menjadikan potensi kebudayaan sebagai potensi perekonomian yang baik. Hal senada juga diutarakan Naib yang dipertua Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM) Johor, M.Farhan Basheer.

“Event inipun semoga bisa terlaksana di Malaysia maupun Singapura, agar para pelaku usaha Indonesia juga dapat memperkenalkan produknya ke negara tetangga,” ucap Farhan.

Malay Creating Festival (MCF) yang berlanjut pada hari ini di Lotte Mart, Batamcenter, disebut sebagai acara puncak MCF dengan mengumumkan para pemenang kompetisi, serta digelarnya Malay Colour Run sebagai acara selebrasi MCF. (nji)

Tito Sumarsono, 10 Tahun Berkiprah Jadi Guru Musik Penyandang Autis

0

TANPA aba-aba. Hanya saling memastikan seluruh personel band menempati posisi masing-masing. Dan mulailah mereka memainkan lagu. Somewhere Over the Rainbow mengalun apik.

Jari-jari Keken bermain lincah di atas keyboard, sementara Rama asyik memetik bass guitar-nya. Owen bersemangat menabuh drumnya dan Kezia tampak hanyut dalam permainan biolanya. Iringan musik indah tersebut dipadukan dengan vokal Oliver yang tampak menghayati setiap lirik lagu yang dia senandungkan.

Namun, tidak seperti pemain band pada umumnya, para personel band Speedster itu tampak asyik sendiri. Pandangan matanya kadang terlihat menerawang atau bahkan tampak tidak fokus. Mereka juga seolah tidak sadar dengan kehadiran para penonton di depannya.

Para personel band Speedster memang anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka adalah sekumpulan anak autis yang jago bermain musik. Anak-anak spesial tersebut berada di bawah asuhan musisi lawas Tito Sumarsono.

Awal mula Tito terjun di dunia musik anak-anak autis itu juga terjadi di luar dugaan. Penyanyi dan penulis lagu tersebut mengisahkan, pada 2009 dirinya maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN). ”Saya nyaleg karena ingin memperjuangkan hak cipta lagu para musisi,” kata pria yang melejit, antara lain, lewat lagu Untukmu itu.

Namun, pria kelahiran 24 April tersebut tidak berhasil menembus Senayan. Buntutnya, harta benda terkuras habis. Dia langsung jadi penganggur. Masa-masa itu adalah salah satu titik terendah dalam hidup Tito. Dalam keterpurukannya tersebut, tiba-tiba salah seorang kawan lamanya yang bernama Miguel menghubunginya.

”Tiba-tiba dia datang ke rumah saya, padahal sudah lama nggak kontak. Saya tanya dari mana dia tahu alamat saya, dengan enteng dia bilang, gampang kalau mau cari rumah artis hehehe,” kenangnya.

Ternyata kedatangan sobat lawasnya tersebut membawa setitik harapan bagi hidupnya. Sang kawan menawarinya sebuah pekerjaan, sebagai pengajar musik. Bukan pengajar musik biasa, melainkan pengajar bagi anak-anak penyandang autis.

Pertama mendengar tawaran tersebut, Tito tak langsung mengiyakan. Meski musik adalah keahliannya, ada sejumlah keraguan yang membuat dia harus berpikir ulang. ”Yang pertama, menjadi guru itu sesuatu yang baru banget. Karena saya belajar musik itu otodidak,” ungkapnya.

Alasan lain, mengajar anak biasa, dalam arti tidak berkebutuhan khusus, saja tidak pernah, apalagi ini anak-anak autis. Namun, sang kawan mendorong Tito untuk mencoba dahulu. Dia pun akhirnya setuju.

Ayah dua anak tersebut lantas bertemu dengan calon muridnya untuk kali pertama di Yayasan Bina Abyakta. Pertemuan pertama itu merupakan momen yang tidak terlupakan baginya. ”Saya dikelilingi anak-anak ini, tapi mereka cuma diam saja,” kenangnya.

Tito mencoba mengajak ngobrol, mereka diam. ”Saya ambil gitar, lalu saya nyanyi juga nggak ada respons. Baru ketika saya ajak bercanda, ada respons walaupun sedikit,” urai pencipta Kaulah Segalanya yang dipopulerkan Ruth Sahanaya itu.

 

Tito Soemarsono bersama para anak didiknya di band Speedster. Dari kiri, Owen (drum), Kezia (biola), dan Keken (keyboard).
HENDRA ECA/JAWA POS

Akhirnya Tito meminta waktu untuk bertemu dahulu dengan anak-anak itu. Dalam empat kali pertemuan. Namun, dia belum bersedia meneken perjanjian kerja dengan yayasan tersebut. Dia sendiri ingin mengukur seberapa jauh kemampuannya dalam mengajar anak-anak autis itu.

Tidak sampai empat pertemuan, pihak yayasan ternyata sudah merasa cocok dengan Tito. Menurut Kepala Sekolah Yayasan Bina Abyakta Retna Kartiwi, aura Tito cukup nyambung dengan anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. ”Biasanya, kalau lagi ada kelas, anak-anak akan berlarian ke sana kemari. Tapi, dengan Pak Tito kita lihat mereka diem dan ada respons,” ujar Retna saat ditemui di kantornya.

Karena merasa dipercaya, Tito pun terdorong untuk mencoba mengajar. Pada pertemuan berikutnya, dia membawa gitar listrik miliknya. Di hadapan murid-muridnya, dia memainkan gitar ala seorang rocker. Tito bermain dengan penghayatan hingga menggoyang-goyangkan kepalanya. Penampilan tersebut menarik perhatian anak-anak itu.

Dari situ Tito mulai memahami bahwa salah satu cara mengajar anak-anak tersebut adalah melakukan gaya atraktif dan responsif. ”Misalnya, kalau nyanyi ya saya nggak diem aja. Saya goyangkan kepala saya dan lompat ke sana kemari. Seolah-seolah saya tampil beneran di panggung musik,” papar Tito.

Setelah berhasil mencuri perhatian para murid, Tito pun mulai mengajar. Dia mengungkapkan, pada dasarnya beberapa muridnya adalah pemain musik yang andal. Dia mencontohkan, Keken adalah pemain piano klasik, sedangkan Kezia pemain biola.

Sementara anak-anak lainnya dilatih bermain drum atau bas. Namun, tidak ada pemain gitar. ”Karena memegang sesuatu bagi anak-anak autis ini bukan hal mudah. Apalagi harus menekan senar gitar. Makanya, saya pilih bas untuk menggantikan gitar ini,” ungkap Tito.

Dalam melatih main drum, Tito mengandalkan jari-jari tangannya untuk membuat ritme ketukan. Dia mencontohkan, misalnya dia membuat ketukan berbunyi ”dung tak dung dung tak”. Dia kemudian meminta muridnya mengikuti gerakan tersebut. Hal sesederhana itu bisa membutuhkan waktu berhari-hari. Sebab, problem para penyandang autis ada pada fokus.

”Bagi saya, mereka sudah bisa mengikuti ketukan saya itu sudah cukup. Karena kadang kebalik-balik, dari awalnya saya ajarkan ’dung tak dung dung tak’, mereka ngikutinnya bisa kebalik-balik, bisa ’dung dung tak dung’,” jelasnya.

Begitu juga halnya ketika Tito mengajarkan cara bermain gitar bas. Dia akan meminta muridnya mengikuti jari-jarinya yang menekan sekaligus memetik alat musik tersebut. Agar mereka mampu berkonsentrasi, Tito membuat gerakan-gerakan yang khas. Sehingga mudah diikuti para anak didik. Misalnya, jika ada nada yang harus dimatikan, Tito harus memiringkan kepalanya untuk menandai nada tersebut. Gaya memiringkan kepala itu pun lantas ditiru secara persis oleh muridnya.

Sementara itu, mencari vokalis justru tidak mudah. Sebab, tidak semua anak autis mampu melafalkan lirik dengan baik dan jelas. Hanya ada dua murid yang artikulasi katanya cukup akurat, yakni Jeremy dan Oliver. Keduanya pun akhirnya didapuk sebagai vokalis.

Awalnya, kata Tito, yang diajarkan baru satu lagu yang merupakan ciptaannya sendiri. Anak-anak asuhnya butuh berminggu-minggu untuk menguasai keseluruhan lagu itu. Meski sulit, Tito tidak menyerah. Anak-anak spesialnya tersebut memiliki memori yang cukup kuat. Di atas rata-rata. Karena itu, dia optimistis mereka mampu memainkan lagu-lagu lainnya.

Terbukti, kini para personel Speedster dan murid-murid lainnya sudah bisa memainkan belasan atau bahkan puluhan lagu dengan harmonisasi yang sempurna. Banyak orang tua murid yang bertanya apa rahasia keberhasilannya itu. Sebab, sebelumnya sudah berkali-kali ganti pengajar, tidak ada yang mampu membuat anak-anak tersebut bermain sebagai sebuah band. ”Temen-temen saya itu pada nggak percaya karena mereka tahunya saya ini orangnya nggak sabaran,” katanya.

Dengan orang tua murid, Tito mengaku selalu bilang justru dirinya yang banyak belajar dari anak-anak mereka. ”Sebab, dari segi kemampuan dan teknik bermusik, mereka lebih jago daripada saya,” ungkapnya.

Kini tidak terasa sudah hampir sepuluh tahun Tito menjadi pengajar anak-anak spesial tersebut. Bukan hanya personel Speedster, tapi juga anak-anak autis lain yang merupakan anak didik yayasan itu. Total ada 24 anak dengan rentang usia 13 sampai 25 tahun yang saat ini berada di bawah asuhannya. Banyak yang awalnya sama sekali tidak bisa, kemudian menjadi bisa bermusik.

Speedster juga sudah beberapa kali meraih penghargaan internasional. Antara lain predikat Excellent Performance and the Best Rhythm di ajang Autistic Talent Gala 2015 yang digagas ANAN Foundation dari Hongkong.

Tahun berikutnya, Speedster kembali menyabet penghargaan yang sama. Selain itu, band beranggota tujuh personel tersebut pernah diminta tampil di Kanada dalam ANCA World Autism Festival 8th Annual Event. Sementara di dalam negeri sendiri, Speedster sudah kenyang tampil di berbagai event di sejumlah daerah.

”Saya merasa menikmati mendapat rida Allah. Orang tua murid sampai hafal, Pak Tito pasti nggak bisa ngomong kalau sudah selesai manggung saking terharunya,” kata dia.

Bagi Tito, raihannya bersama para anak didik itu merupakan kebanggaan tersendiri. ”Ketimbang jadi artis, saya lebih enjoy di sini, apalagi jadi anggota DPR,” selorohnya.

Kenikmatan itu terasa betul ketika Tito menyanyikan Kuingin, lagu yang dia ciptakan khusus untuk para anak didik. Tentu dengan iringan Speedster.

”Kuingin mengajari kamu bisa main musik//ku berharap bisa bermain bersamanya//kuharap ku bisa membanggakan dirinya//dan ternyata kini kudapat bermain dengan mereka…” (c9/ttg/jpg)

Pemko Batam Ajukan Ranperda Peternakan dan Kesehatan Hewan

0
Seorang pekerja memberikan makanan rumput ke sapi hewan ternak yang akan dijual. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemko Batam mengajukan usulan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan di Program Legislatif Daerah (prolegda) semester II 2018.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, perda ini penting mengatur dan mengontrol proses pemotongan hewan dan unggas di Kota Batam. Perda bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan mendukung penyelenggaraan pembangunan sesuai asas penyelenggaraan yang ditopang dasar hukum yang jelas.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya pelaksanaan urusan pemerintahan dan pelayanan publik di bidang Pertanian sub urusan Sarana dan Prasarana Pertanian Serta Kesehatan Hewan. Peternakan dan kesehatan hewan yang menjadi bagian dari upaya implementasi dalam suatu produk hukum di Daerah,” katanya, kemarin.

Salah satu poin dalam Ranperda Peternakan dan Kesehatan Hewan ini adalah pemotongan hewan maupun unggas tidak lagi dilakukan di pasar-pasar tetapi dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU). Kedua fasilitas rumah potong ini disiapkan pemerintah maupun swasta yang sudah prosedural.

Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 mengenai Rertribusi Rumah Potong Hewan sudah diatur di dalamnya, namun belum mengatur rincian retribusi Rumah Potong Hewan yaitu pelayanan kesehatan hewan,” tutur dia.

Saat ini di Batam sudah tersedia satu RPH dibawah kelola BP Batam. Dua RPU, satu dikelola Pemko Batam dan satunya dikelola oleh yayasan. Seluruhnya berlokasi di wilayah Seitemiang, Kecamatan Sekupang. Apabila Perda nantinya disahkan, Pemko akan mengusulkan pembangunan RPU di beberapa kecamatan.

Keberadaan RPU ini penting untuk semakin mempermudah pengontrolan. RPH dan RPU yang telah disediakan sudah terjamin. Karena akan tersedia dokter hewan yang menjamin sehat atau tidaknya hewan. Memenuhi ketentuan pemotongan karena akan mengikuti standar yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal lain yang diatur adalah, tidak boleh lagi ada peternakan sembarang. Jika tidak akan dikenakan sanksi serupa dengan pelanggaran pemotongan hewan, pidana tiga bulan dan harus membayar denda Rp 50 juta.

Amsakar menyebutkan, pembentukan Ranprda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi urgen dan harus segera dibentuk, sebagai dasar hukum bagi pemko dalam menjalankan urusan pemerintahan daerah.

“Oleh sebab itulah kami meminta DPRD menyetujui agar selanjutnya dibentuk pansus,” harap dia. (rng)

Pebatik batam Memperoleh Sertifikat

0
Rita seorang warga Batam pengrajin batik saat membatik disela-sela acara Batam Batik Fashion Week yang diselenggarakan oleh dekranasda Kota Batam di pusat perbelanjaan Kepri Mall, rabu (27/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 107 pelaku usaha Batik yang ada di Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik Indonesia.

Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf RI, Sabartua Tampubolon mengatakan Batam menjadi salah satu basis ekonomi kreatif dan menjadi salah satu fokus dari pemerintah pusat.

“Sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pebatik yang ada di Kepri dan diakui di dunia internasional,” kata dia usai membuka acara sertifikasi batik di BWP Panbil, Kamis (6/9)

Saat ini hampir seluruh kota di Indonesia memiliki batik khas daerah. Untuk itu Bekraf bersama LSP Batik ingin membantu pelaku usaha atau mereka yang berprofesi sebagai pebatik untuk memiliki sertifikasi sehingga bisa menambah nilai jual dan diakui oleh dunia internasional.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Batam, Zarefriadi mengatakan pemberian sertifikasi ini dinilai sangat penting dalam pemasaran produk batik Batam di pasar lokal maupun internasional. Dan memenuhi syarat persaingan di pasar global karena sertifikasi merupakan salah satu yang dipersyaratkan.

“Batik sudah mulai berkembang. Dan sertifikasi ini tentu akan menambah nilai bagi produk yang dihasilkan,” sebutnya.

Ia berharap seluruh peserta bisa lulus dan mendapatkan sertifikasi yang menyatakan pebatik memang memiliki kompetensi di bidang batik. “Saya ingin semua lulus dan bersertifikasi. Namun saya meminta kepada tim untuk serius menilai peserta, agar yang mendapatkan sertifikat benar-benar kompeten,” bebernya.

Direktur LSP Batik Indonesia, Subagyo menuturkan saat ini sudah ada 800 peserta yang sudah bersertifikat batik. Dari total keseluruhan 1.629 peserta 75 persen diantaranya lulus dan dinyatakan berkompeten di bidang batik.

Ada tiga jenis batik yang akan diberikan sertifikasi yaitu batik tulis atau canting, cap dan pola. Masing-masing pebatik ini akan dinilai ketepatan atau keterampilan dalam membatik, pengetahuan hingga sikap dalam membatik.

“Sertifikasi ini sangat penting dalam pengembangan ekonomi pebatik yang ada di Kepri,” sebutnya.

Penilaian akan dilakukan di ruang terbuka, Jumat (9/7) pagi. Ia berharap semua pebatik bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Selain itu sertifikasi ini juga diikuti pebatik disabiltas Kepri.

“Ini menunjukkan kekurangan bukan halangan dalam berkarya,” tutupnya.(yui)

Direktur RSUD Embung Fatimah Pesimis Capai Target

0
Pasien antre mendaftar di RSUD Embung Fatimah, Batuaji.
F dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana pesimis capaian target pendapatan tahun ini sebesar Rp 77 miliar bisa tercapai. Hal ini disebabkan karena piutang dari BPJS yang biasanya baru dibayarkan di tahun selanjutnya, sedangkan tutup buku pada bulan Desember 2018.

Ia menjelaskan dari target Rp 77 miliar, RSUD baru mencapai Rp 55 miliar hingga Agustus lalu. Masih ada kurang lebih Rp 20 miliar lagi yang harus dicapai hingga akhir tahun ini.

“Pesimisnya di faktor piutang saja. Kalau langsung bayar mungkin bisa tercapai. Karena paling banyak pendapatan memang dari BPJS,” lanjutnya, Kamis (6/9).

Ani berharap target pendapatan RSUD bisa lebih baik dari tahun lalu, sehingga operasional bisa mandiri dan tidak bergantung kepada kepada APBD Batam. Saat ini untuk operasional selain bersumber dari Badan Layanana Umum Daerah (BLUD) juga dibantu APBD Batam.

“Tahun ini kami dibantu Rp 19 miliar. Ke depan kami inginnya semua bisa mandiri bahkan bisa untung lebih,” harapnya.

Disinggung mengenai hutang obat-obatan RSUD, perempuan yang akrab disapa Ani mengaku sudah melunasi sebagian besar dari hutang yang totalnya mencapai Rp 20 miliar lebih tersebut.

“Alhamdulillah sudah dibayar meskipun belum semuanya,” ucapnya.

Ia mengakui masih ada kurang lebih Rp 3 miliar lagi yang harus dibayar dan rencananya akan dibayarkan tahun depan. “Tadi Pak wali sudah mengingatkan untuk jangan lupa memasukan hutang ini dipembayaran tahun depan,” jelas perempuan berkacamata ini.(yui)

Tridipta, Alternatif Tempat Belajar

0

batampos.co.id – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tridipta hadir memberikan alternatif untuk belajar.

Ini lembaga baru sebab peresmiannya akan dilakukan hari ini (9/9/2018).

“Tridipta ini memiliki lima program mulai dari bimbingan belajar hingga praktik pendidikan home schooling,” kata Direktur LKP dan PKBM Tridipta Sarmini kepada Batam Pos, Sabtu (8/9) di Batamcentre.

Progam pertama adalah bimbingan belajar (bimbel). Tridipta memiliki bimbel berjenjang mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kemudian program kedua adalah home schooling. Untuk mengakomodir anak-anak yang orang tuanya sibuk. Anak-anak yang kurang bersosialisasi. Atau anak-anak cerdas berkebutuhan khusus yang rata-rata tertarik kepada beberapa bidang saja,” jelasnya.

Program ketiga adalah kursus Bahasa Inggris, Mandarin dan Prancis. Program keempat adalah pelatihan pendidikan untuk menjadi guru taman kanak-kanak (TK). “Ini biasanya untuk lulusan SMA dan programnya akan berlangsung selama setahun,” ucapnya lagi.

Dan program terakhir adalah paket pendidikan setara SD, SMP dan SMA. “Ini namanya sekolah non formal. Kami memberikan pendidikan sama seperti sekolah formal,” katanya.

Tridipta yang berlokasi di Komplek Ruko Trikarsa Equalita Batam Centre ini memiliki gedung yang komprehensif sebagai lokasi belajar. Gedungnya menggunakan empat ruko yang memiliki tiga lantai.

Selain itu, lembaga pendidikan sangat berkompeten untuk dunia pendidikan. Karena para pengajarnya atau biasa disebut tutor berasal dari tenaga profesional dari universtas ternama seperti Universitas Gajah Mada dan lainnya.

“Secara kualitas pengajar, kami mengambil tenaga pendidikan yang sudah berpengalaman karena misi kami adalah menjadi lembaga pendidikan non formal terdepan di Batam,” pungkasnya.(leo)

Tenaga Honorer Sulit Jadi CPNS

0

batampos.co.id – Pemerintah dinilai setengah hati dalam memberikan kesempatan bagi tenaga honorer kategori dua (K2) untuk berkesempatan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dari total 438.590 orang tenaga honorer K2, hanya 13.347 orang yang bisa mendaftar. Ketentuan usia maksimal 35 tahun menjadi ganjalan utama.

Seperti diketahui tahun ini pemerintah membuat lowongan CPNS sebanyak 238.015 kursi. Dari jumlah itu 51.271 kursi untuk instansi pusat dan 186.744 kursi untuk instansi daerah. Pemerintah membuka pendaftaran untuk pelamar umum dan khusus. Nah, salah satu kelompok pelamar khusus itu adalah bagi tenaga honorer K2 berprofesi guru dan tenaga kesehatan.

Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I), Titi Purwaningsih, menyampaikan keberatan atas kebijakan yang diambil pemerintah. Dia mengatakan tenaga honorer masuk dalam jalur pendaftaran khusus. Sehingga sudah sewajarnya ada ketentuan-ketentuan khusus pula. ’’Misalnya tidak diberlakukan pembatasan usia maksimal 35 tahun,’’ katanya, Jumat (7/9).

Dia menegaskan, keputusan pemerintah itu seperti memberangus kesempatan para honorer untuk berkompetisi menjadi CPNS. Titi sendiri saat ini bekerja sebagai tenaga honorer K2 profesi guru SD di Banjarnegara. Dia bekerja sejak Juli 2004 lalu. Saat ini, Titi berusia 43 tahun. Sesuai dengan ketentuan pemerintah, dia tidak bisa mendaftar CPNS 2018. ’’Padahal saya sudah bekerja sebagai guru honorer selama 14 tahun,’’ katanya.

Menurut dia, para honorer tidak menuntut untuk diangkat langsung untuk menjadi CPNS baru. Mereka siap mengikuti seleksi sebagaimana pelamar pada umumnya. Dia merasa pemerintah tidak adil sebab membedakan tenaga honorer berdasarkan usia.

Pegawai Negeri Sipil dan Honorer Pemko Batam usai melaksanakan upacara di Dataran Engku Putri Batamcenter
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Dia menyebut pemerintah tidak bisa mengangkat seluruh honorer karana terbentur dana. Tetapi kenyataannya pemerintah membuka lowongan untuk 238 ribu lebih CPNS baru. Itu artinya bagi Titi pemerintah sejatinya memiliki anggaran.

‘’Misalkan 50 persen dari kuota CPNS baru itu dialokasikan untuk honorer, sudah lebih baik,’’ jelasnya. Dia mengatakan, keberadaan tenaga honorer K2 merupakan hasil kebijakan pemerintah. Sehingga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menuntaskan persoalan pengangkatan honorer.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan, membenarkan bahwa tidak semua tenaga honorer yang bisa mendaftar CPNS tahun ini. ’’Honorer K2 yang eligible (bisa, Red) ikut mendaftar penerimaan CPNS hanya 13.347 orang,’’ katanya.

Mereka bisa mendaftar di antaranya karena usia masih kurang 35 tahun per 1 Agustus 2018. Kemudian jalur khusus untuk honorer hanya dibuka bagi guru dan tenaga kesehatan. Ridwan menegaskan saat ini ketentuan dalam undang-undang, batas usia mendaftar CPNS adalah 35 tahun. Sehingga pemerintah tidak bisa melanggarnya.

Penjelasan pembatasan usia pendaftaran CPNS itu juga disampaikan Deputi Sumber Daya Aparatur Kementerian PAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja. Dia mengatakan, secara keseluruhan ada enam jalur khusus pendaftaran CPNS. Salah satunya adalah untuk para tenaga honorer K2.

Setiawan menjelaskan kriteria-kriteria tenaga honorer K2 yang boleh mendaftar sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PAN-RB 36/2018. Di dalam regulasi itu dijelaskan bahwa tenaga honorer K2 harus masuk dalam database BKN.

Kemudian usia pelamar maksimal 35 tahun pada 1 Agustus 2018. ’’Dan masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai sekarang,’’ katanya. Lalu bagi honorer K2 profesi guru wajib minimal berijazah S-1. Bagi tenaga kesehatan perawat dan bidang ijazah minimal Diploma III yang diperoleh sebelum 3 November 2013.

Pada tahap seleksi, para pelamar jalur tenaga honorer K2 tetap melewati seleksi kompetensi dasar (SKD). Kemudian para tenaga honorer K2 ini tidak melewati seleksi kompetensi bidang (SKB) layaknya pelamar CPNS baru jalur umum. Sebab pengalaman kerja mereka selama ini sudah bisa menggantikan keberadaan SKB.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Ferdiansyah, sebelumnya menyebutkan pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS memang memiliki dampak pada keuangan negara. Semakin banyak tenaga honorer K2 yang bakal diangkat menjadi CPNS, maka konsekuensinya pemerintah harus menyiapkan anggaran lebih besar.

Ferdiansyah mengungkapkan, jika seluruh honorer K2 yang ada diangkat menjadi CPNS maka dibutuhkan tambahan anggaran Rp 37 triliun/tahun untuk gaji dan tunjangan. Tetapi jika yang diangkat menjadi CPNS hanya 13.347 honorer K2, maka anggaran yang dibutuhkan hanya Rp 1,1 triliun/tahun.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, enggan berkomentar detail mengenai berapa pagu anggaran untuk gaji CPNS baru yang akan mulai bekerja tahun depan. Yang jelas, kata dia, pemerintah telah melakukan pencadangan anggaran untuk pegawai baru. Hal tersebut rutin dilakukan setiap tahun.

Pencadangan itu salah satunya dapat dilihat dari selisih anggaran belanja pegawai secara tahunan. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, anggaran belanja pegawai ditetapkan Rp 368,6 triliun, atau naik sekitar Rp 26,1 triliun dibandingkan anggaran belanja pegawai dalam APBN 2018.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Supriano, enggan mengomentari jumlah maupun kriteria CPNS untuk guru. Menurutnya, semua sudah diserahkan kepada Kementerian PAN-RB. ”Kami hanya menyampaikan peta kebutuhan saja,” ucapnya.

Dia menyarankan agar para guru honorer yang ingin menjadi CPNS dapat mengikuti tes dengan sebaik-baiknya. Namun dia berharap adanya afirmasi bagi kriteria tertentu. ”Kalau bisa diberikan afirmasi bagi guru-guru yang telah S1/D4 dan bersertifikat pendidik,” ujarnya.
(wan/rin/lyn/agm)

Siasat Pengembang di Tengah Kelesuan Ekonomi

0
ilustrasi
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Badai ekonomi global dan pelemahan rupiah diyakini akan semakin memukul industri properti di Batam. Namun sejumlah pengembang sudah menyiapkan siasat untuk menggenjot penjualan.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan, mengatakan para pengembang di Batam tengah berlomba mengatur strategi agar penjualan properti tetap berjalan. Meski situasi kurang menguntungkan, kata Achyar, para pengembang tidak akan serta-merta menaikkan harga properti.

“Kami justru lagi mencari bagaimana supaya rumah-rumah yang ada sekarang ini harganya tetap bisa terjangkau dan terbeli oleh masyarakat,” kata Achyar, Jumat (7/9).

Achyar mengatakan, saat ini daya beli masyarakat memang tengah turun akibat lesunya ekonomi. Sehingga penjualan properti di Batam juga ikut landai. Kondisi ini diperparah dengan pelemahan rupiah yang bisa memengaruhi sentimen pasar.

Dalam kondisi seperti ini, kata Achyar, masyarakat akan cenderung menunda pembelian kebutuhan yang sifatnya bukan primer.

“Masyarakat saat ini lebih menahan diri untuk membeli properti. Masyarakat lebih mengutamakan uang itu dibelikan atau dibelanjakan kepada kebutuhan yang lebih penting daripada properti,” ujar Achyar.

Selain menjaga harga properti agar tetap terjangkau, Achyar menegaskan banyak pengembang yang rela memberikan diskon harga. Selain itu, berbagai promo menarik juga ditawarkan untuk menarik minat pembeli.

Misalnya, kata Achyar, promo tenor kredit atau jangka angsuran yang lebih lama. Ada juga pengembang yang menawarkan gratis biaya dokumen jual beli, seperti BPHTB, sertifikat rumah, hingga gratis biaya notaris.

Achyar mengakui, sampai saat ini penjualan properti memang belum berjalan normal. Hal ini karena daya beli masyarakat yang rendah karena berbagai faktor ekonomi yang ada.

Menurut dia, saat ini sebagian besar pengembang mengaku kesulitan menjual unit propertinya. Baik yang berbentuk rumah tapak (landed house) maupun apartemen. Kalaupun ada transaksi penjualan, umumnya terjadi pada properti yang sudah dibangun dua atau tuga tahun lalu.

Di satu sisi, pihak pengembang sendiri juga memilih untuk lebih banyak menunggu sebelum membangun dan menjual properti. Sebab situasi saat ini kurang menguntungkan bagi para pengembang.

“Kalau pelemahan rupiah tidak akan berdampak pada harga properti di Batam,” kata Achyar.

Hal yang sama juga dikatakan salah satu pengembang properti di Batam yang juga anggota Komisi II DPRD Batam, Hendra Asman. Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tak terlalu berdampak pada harga properti di Batam.

Menurut Hendra, hal ini dikarenakan sebagian besar pengembang di Batam menggunakan bahan bangunan lokal. Bukan bahan dari luar negeri. Menurutnya, lesunya penjualan properti saat ini lebih disebabkan oleh turunnya daya beli masyarakat.

“Kalau daya beli menurun itu iya, memang ada,” ujar Hendra.

(gas)

Tiga Hari ke Depan Batam Diprediksi Hujan

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Stasiun Meteorologi Hang nadim Batam memperkirakan dalam tiga hari ke depan, Batam akan diprediksi hujan. Intensitas hujan yang turun beragam, dari ringan hingga sedang.

“Kondisi tiga hari ke depan itu, mirip dengan hari ini (7/9). Pada umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan yang sifatnya lokal di pagi dan siang hari,” kata Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, Jumat (7/9).

Ia mengatakan dari catatan petugas forechaster Stamet Hang Nadim, curah hujan Jumat (7/9) pukul 13.00 terhitung 5,2 mm. Lalu pengukuran dilakukan lagi pukul 16.00, curah hujan menurun hingga 3.7 mm. “Intensitasnya ini rendah,” tuturnya.

Hujan yang terjadi di Batam, Jumat (7/9) itu bersifat lokal. Tidak merata di sebagian daerah. “Jarak pandang 4 kilometer, masih aman untuk penerbangan,” ungkapnya.

Penyebab hujan ini, dikarenakan adanya pola angin yang mengumpul di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Sehingga menyebabkan penumpukan massa udara di sekitara wilayah Kepri. “Proses ini mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif,” tuturnya.

Ia mengatakan di Batam maupun Kepri tidak mengenal musim. Sehingga hujan bisa terjadi sepanjang tahun.”Batam ini non zona. Tidak ada musim hujan atau kemarau. Hanya saja, hujan yang turun itu tiap bulan atau waktu intensitasnya berbeda-beda,” ujarnya. (ska)

BEI Kumpulkan Rp 12 Triliun dari 31 IPO

0

batampos.co.id – Hingga pertengahan tahun 2018, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mencatatkan pencapaian-pencapaian melampaui tahun-tahun sebelumnya. Fund raising dari 31 pencatatan saham baru hingga 7 Agustus 2018 telah mencapai Rp 12 triliun, melebihi total pencapaian pada tahun 2017.

Frekuensi perdagangan saham harian terus meningkat mencapai 392 ribu kali dan merupakan yang tertinggi di Asean. Hal ini didukung dengan aktivitas investor yang juga mencapai nilai tertinggi hingga 43 ribu investor per hari. Dan, dalam mewujudkan penyelenggaraan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. BEI telah sukses melakukan upgrade sistem perdagangan dan meningkatkan kapasitas perdagangan hingga 2 kali lipat atau 15 juta order dan 7.5 juta transaksi per hari.

“Selain itu, availability sistem perdagangan juga meningkat menjadi 99.982 persen yang didukung oleh data center level tier-3,” kata Kepala Komunikasi Perusahaan BEI, Oskar Herliansyah, kemarin.

Guna meningkatkan kualitas layanan kepada para pengguna jasa, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) telah meluncurkan sistem e-CLEARS baru, yaitu Enhancement Architecture e-CLEARS (EAE). Pengembangan sistem EAE dilakukan untuk memperbaharui sistem utama KPEI dalam menjalankan proses kliring, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur Pasar Modal.

Dengan EAE, sistem mampu mengakomodasi kapasitas data trade sampai dengan 2,5 juta kali transaksi atau 5 kali lebih besar, dan kapasitas settlement sampai dengan 1,25 juta instruksi atau 8 kali lebih tinggi dari sistem sebelumnya. Di samping itu, pengembangan EAE dilakukan untuk mengantisipasi perluasan jenis pelayanan penyelesaian di luar transaksi bursa, seperti bilateral dan Over the Counter (OTC), serta perluasan jenis partisipan, Bank Kustodian dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Selanjutnya, KPEI akan menerima pengalihan fungsi penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari PT Citigroup Sekuritas Indonesia kepada Citibank Indonesia Securities Services. “Penghargaan ini diberikan sebagai account operator pertama di Indonesia terhitung sejak 20 Agustus 2018,” tutur dia.

Jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang mengacu pada jumlah Single Investor Identification (SID) yang tercatat di KSEI terus mengalami peningkatan. Saat ini, jumlah SID meningkat 33,59 persen dari 1.025.414 (per Juli 2017) menjadi 1.369.810 (per Juli 2018). Selama periode 10 Agustus 2017 – 10 Agustus 2018, beberapa pencapaian berhasil diraih KSEI untuk pendukung perkembangan pasar modal.

Pada 9 Juli 2018, KSEI telah mengimplementasikan sistem utama C-BEST Next-G. Pengembangan C-BEST Next-G menghadirkan performa yang lebih tinggi dan lebih terintegrasi dengan aplikasi pendukung lainnya. Sistem C-BEST lama mengakomodir hingga 3.000 penyelesaian transaksi Efek per menit.

“Sedangkan pada C-BEST Next-G pemrosesan penyediaan transaksi ditingkatkan lebih dari 6 kali lipat kapasitas sebelumnya atau sekitar 20.000 penyelesaian transaksi per menit,” papar Oskar mengakhiri. (rng)