Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12100

Kriminal dan Lakalantas Turun

0

batampos.co.id – Operasi Ketupat Seligi 2018 yang digelar Polres Karimun untuk pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri sejak Rabu (6/6) resmi berakhir Senin (25/6). Hal ini ditandai dengan upacara konsolidasi dengan instansi terkait di ruang rapat utama Mapolres Karimun.

Alhamdulillah Operasi Ketupatr Seligi 2018 telah resmi ditutup dan penutupannya serentak seluruh Indonesia. Dari pelaksanaan operasi sampai dengan selesai berjalan dengan lancar. Untuk tingkat kriminal selama operasi berlangsung, seperti di pusat keramaian dan pasar tumpah, tidak ada. Bahkan untuk kasus jambret atau pencurian dengan kekerasan (curas) selama operasi berlangsung nihil,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya kemarin.

Kemudian, katanya, untuk peristiwa Lakalantas pada saat operasi dan malam takbiran tidak ada laporan. Dibandingkan tahun lalu, kondisi Lakalantas untuk tahun ini menurun 3 persen. Artinya, untuk tahun lalu itu ada dua Lakalantas di Pulau Karimun.
Sedangkan tahun ini tidak ada. Hal ini tentunya dampak dari penindakan yang dilakukan pihaknya mengamankan 299 unit sepeda motor yang tidak standar. Misalnya menggunakan knalpot racing, kondisi sepeda motor trondol dan tidak menggunakan plat nomor polisi.

Penindakan yang kita lakukan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Sebab, sebelumnya tidak pernah ditindak seperti ini. Untuk itu, dengan pe­nindakan seperti ini, maka pada tahun-tahun be­rikutnya diharapkan sudah tidak ada lagi yang me­nggunakan knalpot racing pada malam takbi­ran.

”Ini juga sebagai upaya pencegahan agar sepeda motor yang menggunakan knalpot racing tidak ugal-ugalan di jalan raya sehingga menyebabkan Lakalantas,” paparnya.

Selain itu, lanjut Kapolres, pihaknya juga memberikan piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang ikut terlibat dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Di antaranya diberikan kepada Kades di Pongkar dan Pangke. Karena telah ikut bersama-sama mengamankan lokasi pantaui agar pengunjung di kedua pantai tersebut nyaman dan aman.(san)

Pertemuan Wakapolda-Soerya Tak Bahas Politik

0

batampos.co.id – WAKIL Gubernur Kepri Isdianto meminta agar masyarakat Tanjungpinang, terutama tim sukses, simpatisan, dan para pendukung masing-masing pasangan calon tidak saling melempar isu negatif atau black campaign.

Hal ini dikatakan Isdianto, menanggapi pertemuan Wakapolda Kepri Brigjend Pol Yan Fitri Halimansyah dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri Soerya Respationo yang disebut-sebut membahas pemenangan Lis-Maya.

”Gak benar itu. Saya saksinya, karena saat itu saya berada di situ bersama Pak Soerya dan beberapa kawan untuk ngopi dan ngobrol-ngobrol,” ujar adik kandung almarhum HM Sani itu.

Pertemuan tersebut sejatinya untuk bertemu Ketua DPD Golkar Kepri Ansar Ahmad. Namun tak lama kemudian datang Wakapolda Yan bersama Karo Humas Polda Kepri Erlangga.

”Sebagai teman kami saling berjabat tangan dan bertegur sapa dan ngobrol lepas, sambil menikmati prata dan minuman. Tidak sedikitpun membicarakan soal pilkada Tanjungpinang,” lanjut Isdianto.

Namun betapa terkejutnya Isdianto ketika tahu ada yang menggoreng bahwa pertemuan yang tak direncanakan tersebut untuk memenangkan pasangan Lis – Maya. Sementara itu,­ Soerya menanggapi pertemuan ini dengan tenang. ”Repot juga ya kalau ada pilkada.

Coba bayangkan, masa saya kenal baik sama Wakapolda terus gara-gara pilkada lalu tak sengaja ketemu di kedai kopi, harus pura-pura tak saling kenal?” ujarnya. ”Musim pilkada ini jadi musim ’goreng-goreng’, lebih laris dari pisang goreng dan ayam goreng. Ha ha ha lucu jadinya ini,” seloroh Soerya. (ref)

Nakhoda KM Berkat Tak Miliki Izin Angkut Penumpang

0
Nakhoda kapal Arif (kanan) bersama ABK saat berada di Mapolres Lingga, Senin (25/6). F. Wijaya Satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Tenggelamnya KM Berkat Anugerah di Perairan Lingga yang menewaskan satu penumpang kini dalam proses penyelidikan Polres Lingga. Nahkoda kapal dan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) dan penumpang, serta sejumlah saksi dimintai keterangan.

”Kami juga akan bekerja sama dengan kepolisian Jambi untuk mengumpulkan data yang diperlukan,” ujar Kapolres Lingga, AKBP Joko Adi Nugroho, Senin (25/6).

Ia mengatakan pihaknya akan mencari tahu apakah seluruh manifest penumpang ada pada nakhoda. “Saat ini kami terus melakukan penyelidikan terkait laka laut yang terjadi. Termasuk tonase kapal apakah bisa untuk jalur antar provinsi atau tidak,” ujar Joko.

Sementara itu, Kasat Polair Polres Lingga AKP Fatin Tarigan, memastikan dari pemeriksaan, nakhoda tidak mengantongi izin pengangkutan penumpang di atas kapal. Kapal tersebut adalah kapal barang, bukan kapal penumpang. ”Iya, mereka tak ada izin angkut penumpang,” ujarnya.

Nakhoda KM Berkat Anugrah, Arif, 58, mengaku tak memiliki izin angkut penumpang karena memang kapal tersebut untuk mengangkut barang. Namun ia tak kuasa menolak permintaan tolong warga Batam yang hendak ke Batam menumpang kapal yang ia nahkodai. Apalagi tiket pesawat pulang terbilang mahal.

Arif juga mengatakan saat kapal bertolak dari Pelabuhan Nipah Panjang, Jambi, Sabtu (23/6) pukul 21. 00 WIB, cuaca sangat bersahabat. Sebelum berangkat, pihaknya telah mengantongi surat izin berlayar ke Batam dari instansi terkait di Nipah Panjang.

Namun di tengah perjalanan yakni perairan Pulun Kecamatan Daik, Kabupaten Lingga, tepatnya di titik koordinat 0°6.4113’S – 104°27.4941’E muncul angin kencang yang menghantam kapal. Akibatnya, kapal terombang ambing selama empat jam yang akhirnya lambung kapal kemasukan air dan tenggelam.

“Selama berada di atas air, Saril juru kemudi kapal kami terus menggendong ibu Eri. Karena kami tahu tidak ada yang kuat melakukan itu,” kata Arif ketika ditemui Batam Pos di Mapolres Lingga, Senin (25/6) pagi.

Arif manceritakan seluruh penumpang saat itu saling menjaga. Cuma Andre, 30, yang terseret arus namun ia berhasil memegang pancang yang ada di tengah laut. Pada saat kejadian, kata Arif, Ibu Eri masih sadar. Bahkan wanita 40 tahun itu berpengangan erat agar tak terseret arus. ”Ibu Eri tewas dalam perjalanan,” ujarnya. (wsa)

Tuntaskan 10 Temuan BPK, Pansus Desak Gubernur Bertindak

0

batampos.co.id – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pertanggungjawaban (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendesak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menuntaskan terkait temuan BPK atas penggunaan APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017. Ketua Pansus, Ruslan Kabuslatov mengatakan temuan tersebut harus diselesaikan dalam 60 hari sejak terbitnya rekomendasi BPK.

“Memang temuan BPK tahun ini sedikit berkurang, yakni tujuh. Pada tahun lalu sebanyak 10 temuan,” ujar Ruslan Kabuslatov, Senin (25/6) di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Menurut Ruslan, rekomendasi yang diberikan Pansus LHP BPK ke Pemprov Kepri, khususnya Gubernur Kepri sudah melalui proses cek dan ricek ke masing-masing OPD terkait. Politisi PDI Perjuangan tersebut menggaris bawahi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri selalu memberikan coretan yang tidak baik dalam setiap tahun anggaran.

“Kita sudah melakukan klarifikasi, dan masing-masing sudah memberikan penjelasan. Waktu yang tersisa lebih kurang sekitar 25 hari lagi untuk menuntaskan masalah ini,” tegas Ruslan.

Masih kata Ruslan, mengenai adanya temuan beasiswa sebesar Rp 1,98 miliar di Disdik Kepri yang gagal disalurkan pada APBD 2017 disebabkan oleh belum rampungnya proses verifikasi penerima beasiswa. Kemudian tidak semua penerima menggunakan rekening Bank Bukopin.

“Itu dalihnya Disdik Kepri. Makanya kita minta Gubernur untuk melakukan evaluasi total di Disdik Kepri. Sehingga masalah-masalah seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya lagi.

Bukan hanya itu, sesuai dengan anjuran BPK, pihaknya kembali menekankan supaya Disdik Kepri dalam melakukan publikasi harus bekerjasama dengan media-media yang sudah terverifikasi Dewan Pers. Dikatakannya, temuan sebesar Rp 390,6 juta harus dipertanggungjawabkan.

Mantan legislator DPRD Kota Batam itu juga menyinggung mengenai banyaknya keterlambatan pengembalian sisa kas ke kas daerah dari sejumlah OPD di lingkungan Kepri. Berikutnya mengenai adanya investasi dari APBD Kepri senilai Rp 43,41 miliar juga harus dievaluasi.

“Kita tentu sangat menginginkan, investasi yang bersumber dari APBD Kepri memberikan kontribusi bagi keuangan daerah,” harap Ruslan.

Temuan lainnya adalah pada 2015 lalu yang belum diselesaikan Pemprov Kepri adalah pengembalian kelebihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 4,95 miliar dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 1,84 miliar. Pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke OPD terkait, mereka berdalih tanggungjawab pejabat sebelumnya.

“Kalau juga diselesaikan, kita sarankan untuk diproses hukum saja. Karena ini menyangkut keuangan daerah yang harus dipertanggungjawabkan,” papar Ruslan.

Terakhir kata Ruslan, Pemprov Kepri masih membandel, karena belum juga mengurangi jumlah rekening kas daerah. Pada LHP BPK TA 2016 lalu masih mendapati 27 rekening kas daerah. Kemudian pada TA 2017 ada 19 rekening kas daerah. Ditegaskannya, banyaknya rekening kas daerah ini akan memperlambat.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, dengan adanya rekomendasi BPK dan evaluasi dari Pansus LHP ini menjadi spirit untuk lebih baik ke depan. Ditegaskannya, ia akan berusaha menuntaskan temuan-temuan BPK bersama OPD terkait. “Kita masih diberikan waktu menyelesaikan. Jangan sampai terjadi terjadi persoalan hukum,” ujarnya. (jpg)

Pemkab Anambas Tempati Kantor Baru

0
Bupati Anambas Abdul Haris melakukan acara doa selamat peresmian pusat perkantoran baru di Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Natuna, Senin (25/6). F.Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan tepung tawar atau doa selamat digunakannya pusat perkantoran di Pasir Peti, Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan. Kegiatan ini disejalankan halalbihalal sesama pegawai dan masyarakat Kepulauan Anambas.

Doa selamat tersebut menandakan dalam waktu dekat ini bangunan megah tersebut akan segera dimanfaatkan. Jika sudah ditempati, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, meminta kepada seluruh pegawai dilingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Anambas meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Anambas.

“Pegawai harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, karena gedung ini dibangun dengan uang masyarakat. Jadi harus ada imbal balik supaya masyarakat puas dengan pelayanan yang diberikan,” ungkapnya ketika menyampaikan sambutan pada acara doa selamat tersebut.

Sebagai tanda bangunan tersebut dari uang rakyat, maka nantinya di depan pintu gedung akan ditempel tulisan. “Gedung ini dibangun dengan uang rakyat dengan nilai Rp 44 M,” ungkapnya lagi.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dengan dukungan yang diberikan maka pusat perkantoran bisa berdiri megah. “Kalau tidak ada dukung dari masyarakat, maka tidak akan seperti ini,” ucapnya.

Dirinya berharap jika daerah memiliki anggaran yang besar akan melanjutkan pembangunan Water Front City (WFC) Tarempa dan Gedung Olahraga (Gor) yang berlokasi di Tanjung Momong Tarempa.

“Mudah-mudahan anggaran kita meningkat, maka kita akan selesaikan WFC dan GOR,” ungkapnya. Terakhir pihaknya atas nama pemerintah mengucapkan minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. (sya)

951 Personel Amankan Pilkada

0
Petugas siap mendistribusikan kotak suara Pilkada 2018 ke kelurahan se-Tanjungpinang, Senin (25/6). F. yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sementara itu, sebanyak 951 personel gabungan TNI dan Polri siap mengamankan Pilwako Tanjungpinang, Rabu (27/6) esok. Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan seluruh aparat keamanan pengamanan terdiri 415 personel Polres Tanjungpinang, 308 personel Polda Kepri, 60 personel TNI AD, 120 personel TNI AL, 40 personel TNI AL, 40 personel TNI AU dan 10 personel gabungan POM TNI.

“Dibutuhkan persiapan matang dari seluruh gabungan aparat keamanan agar Pilkada berjalan aman dan lancar,” kata Ucok saat Apel Operasi Pengamanan Pilkada 2018 di lapangan Pamedan Tanjungpinang, Senin (25/6).

Setiap personel yang bertugas melakukan pengamanan terpadu, harus siap serta memahami tugas yang diberikan saat digelarnya pemungutan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu, diharapkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pilkada sebagai wujud dari berjalannya demokrasi.

“Aparat keamanan juga akan melakukan patroli keliling untuk memantau jalannya pemungutan suara,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi menegaskan kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat pengamanan wajib tetap profesional dan mengedepankan netralitas dalam menjalankan tugasnya. “Jika terbukti terlibat, akan ada sanksi tegas hingga pemecatan,” tegas Didid.

Saat pengamanan, kata Didid, aparat keamanan tidak diperbolehkan untuk memasuki TPS. Baru diperbolehkan jika terjadi gangguan dan atas permintaan petugas TPS. Aparat juga harus sudah bersiap di TPS satu hari sebelum pemungutan suara.

Sementara itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepulauan Riau, ikut memantau jalannya Pilkada Tanjungpinang agar berjalan secara jujur dan adil (jurdil). Ketua KPID Kepulauan Riau, Hengky Mohari mengatakan pihaknya akan bekerja ekstra selama masa tenang menjelang pencoblosan.

“Berdasarkan Surat Edaran (SE) KPI Pusat Nomor 68/K/KPI/31.2/02/2018. Ada beberapa hal yang harus dipahami lembaga penyiaran selama masa tenang Pilkada,” ujarnya. (odi/jpg)

Logistik Diantar ke TPS, Penjagaan Diperketat

0

batampos.co.id – Mulai Selasa (26/6) pagi ini, logistik Pemilihan Wali Kota Tanjungpinang diantar ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ini merupakan tahapan selanjutnya setelah sebelumnya sempat bermalam di masing-masing kelurahan sesuai denah TPS yang ada.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, telah mendistribusikan seluruh logistik menuju 18 kelurahan di Tanjungpinang, sejak Senin (25/6) kemarin. Sehingga tanggung jawab menjaga kelengkapan logistik, dilimpahkan ke masing-masing kelurahan tersebut.

“Logistik ini kami simpan di gudang kurang lebih selama 24 jam, sebelum geser lagi ke TPS,” ujar Sekretaris Kelurahan Kampung Baru, Sudardiansyah Eka Putra, kemarin.

Sebagai pemegang tanggungjawab akan kelengkapan logistik selama 24 jam kemarin, Oik, demikian ia biasa disapa, menjelaskan penjagaan dipastikan telah maksimal.
Dengan bantuan keamanan dari pihak kepolisian dan Linmas, guna meningkatkan keamanan, gudang penyimpanan hanya memiliki satu akses pintu keluar-masuk, yang digembok dari luar dengan dua pemegang kunci, yakni Sekretaris Lurah dan Ketua PPS Kelurahan Kampung Baru. “Kami juga menayangkan tayangan piala dunia yang membelakangi pintu,” ucapnya.

Sehingga seluruh pihak yang menjaga, mampu menyaksikan pertandingan piala dunia sembari mengawasi pintu menuju ruang penyimpanan logistik. “Jadi pintu masuk dan keluar, benar-benar kami pelototi sepanjang malam. Ini pula untungnya berbarengan dengan piala dunia,” sambung Oik.

Terkait pemindahan logistik Pilwako pada hari ini, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS), Husin Machmud menuturkan pemindahan 17 logistik diperkirakan akan dikirimkan ke TPS pada siang hari, menggunakan mobil pikap yang telah disediakan kelurahan dengan pengawalan dari kepolisian dan linmas. Sementara untuk di masing-masing TPS nantinya akan dijaga dua personel linmas.

“Satu TPS satu kotak. Langsung kami pindahkan semua ke sana, sesuai tahapan sehari sebelum hari pencoblosan,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Tanjungpinang, Dewi Haryanti menuturkan tanggungjawab logistik telah diturunkan kepada jajaran PPS. “Menjaga kelengkapan logistik yang harus menjadi prioritas mereka saat ini,” pungkas Dewi saat mengawasi perpindahan logistik Pilwako kemarin. (aya)

Kapal Penumpang Jalani Pemeriksaan

0

batampos.co.id – Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Perhubungan Kundur Utara (Kuta) juga melakukan pemeriksaan standar keselamatan pelayanan sejumlah kapal di Pelabuhan Tanjungberlian, Senin (25/6). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi cuaca buruk dan meminimalisir kecelakaan di laut saat berlayar.

Satu persatu kapal penumpang yang hendak berlayar diperiksa. Hal yang diperiksa di antaranya ketersediaan life jacket, dokumen surat kapal, dan manifest penumpang kapal.

”Iya, kita cek satu per satu yang hendak berlayar. Terutama masalah standar keselamatan berlayar meliputi kelengkapan surat kapal, ketersediaan alat keselamatan baju pelampung (life jacket). Jumlah penumpang tidak boleh melebihi kapasitas dan memperhatikan kondisi cuaca,” kata Kepala UPTD Perhubungan Kuta, Fahrul kemarin.

Selain memeriksa kapal, petugas juga mengeluarkan imbauan keselamatan pelayaran bagi pemilik dan nakhoda kapal. Hal itu sesua dengan Undang-undang Pelayaran nomor 17 tahun 2008 tentang keselamatan pelayaran dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 20 tahun 2015 tentang standar keselamatan pelayaran.

”Imbauan ini kita harapkan dapat diperhatikan pemilik dan nakhoda kapal dalam menjaga keselamatan pelayaran. Kita ingatkan sejak dini pentingnya menjaga keselamatan pelayaran dengan melengkapi baju pelampung,” tuturnya.

Kapal yang dinilai telah memenuhi standar keselamatan dan laik berlayar, diperbolehkan berangkat. Di Pelabuhan Tanjungberlian terdapat enam armada speedboat dengan 13 trip tujuan Tanjungberlian-Pelabuhan Sri Tanjung Gelam Pulau Karimun. Selain itu juga ada boat pancung antarpulau Tanjungberlian-Belat dan sekitarnya.

”Kita harapkan melalui surat edaran dan imbauan tentang standar keselamatan ini dapat mencegah terjadinya kecelakaan di laut,” harapnya.

Pemilik dan nakhoda kapal juga dimint untuk mengecek perlengkapan keselamatan penumpang sebelum berlayar. Diminta peran aktif penumpang agar tidak memaksakan kehendak saat kondisi kapal sudah penuh.(ims)

Semua Penumpang Wajib Masuk Manifest

0
Kapal penumpang di Pelabuhan Tanjungberlian harus lebih dulu menjalani pemeriksaan sebelum diizinkan berlayar, Senin (25/6). F. Imam Soekarno/batampos.co.id

batampos.co.id – Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, setiap kapal yang membawa penumpang wajib memiliki manifest atau daftar muatan. Tidak hanya kapal antar pulau luar kabupaten/provinsi saja. Termasuk juga kapal-kapal yang membawa penumpang tujuan antar pulau dalam satu kabupaten.

Pelabuhan penumpang antar pulau salah yang ada di Pulau Karimun adalah pelabuhan Sri tanjung Gelam atau biasa disebut pelabuhan KPK. Dari pelabuhan ini kapal-kapal berlayar ke berbagai tujuan membawa penumpang. Yakni, ke Pulau Kundur, Durai, Buru, dan Moro.

”Setiap kapal yang membawa penumpang dari pelabuhan ini wajib untuk menunjukkan manifest sebelum berangkat kepada Kepala Pos Syahbandar yang ada di pelabuhan,” ujar Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Tanjungbalai Karimun, Syahrinaldi, Senin (25/6).

Dari manifest tersebut, katanya, baru bisa dikeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB). Tanpa manifest, SPB tidak akan diberikan. Jika kapal penumpang tetap berlayar tanpa data manifest dan tidak mengantongi SPB akan masuk sebagai pelanggaran.

”Untuk itu, kita menyarankan agar sebelum berangkat, penumpang terlebih dulu membeli tiket. Pada saat membeli tiket nama penumpang otomatis tercatat,” jelasnya.

Meski membawa anak di bawah umur, tetap harus dicantumkan namanya walau tidak perlu membeli tiket. ”Anak-anak memang tidak dikenakan tiket. Namun namanya tetap harus ada di dalam manifest,” paparnya.

Selain itu, lanjut Syahrinaldi, kepala pos syahbandar yang bertugas di pelabuhan diimbau untuk selalu melakukan pengawasan. Salah satunya rutin melakukan pengecekan ke dalam kapal. Hal ini juga perlu dilakukan untuk antisipasi kelebihan penumpang yang ada di dalam kapal. Dengan demikian dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Menyinggung keberadaan life craft atau sekoci di dalam kapal antarpulau dalam satu kabupaten, Syahrinaldi menyebutkan, tidak semua kapal memilikinya. Ada ukuran kapal tertentu yang diwajibkan memiliki sekoci.

”Tapi untuk life jacket semua kapal penumpang wajib ada. Kita selalu melakukan pengecekan untuk life jacket. Life jacket yang ada di dalam kapal harus sesuai dengan jumlah penumpang,” jelasnya.

Untuk speedboat atau boat pancung, sambungnya, Syahbandar tidak pernah mengeluarkan SPB. Sebab boat pancung bukan kapal penumpang umum. Jika pihaknya mengeluarkan SPB, itu merupakan suatu kesalahan. Pihaknya hanya bisa mengimbau agar tekong boat pancung dan penumpang yang menggunakan jasa transportasi jenis ini agar selalu mengenakan life jacket. (san)

Pra Pendaftaran, Orangtua Ramai Datangi Disdik

0
Orangtua siswa tengah mengurus dokumen pra pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kantor Dinas Pendididikan Kota Batam, Senin (25/6). Pra pendaftaran merupakan syarat bagi siswa dari luar Batam yang ingin pindah sekolah di Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hari pertama dibukanya pra pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Batam diserbu orangtua siswa.

Rahayu misalnya, perempuan asal Jember ini berencana mendaftarkan anaknya yang saat ini mau menginjak kelas V sekolah dasar (SD).

“Tadi sudah lapor dan dapat surat. Besok mau mendaftar di salah satu SDN di Sekupang,” kata Rahayu, Senin (25/6).

Ketua PPDB Batam, Hernowo mengatakan pendaftaran dibuka 08-15.00 WIB. Orangtua yang ingin mendapatkan pelayanan ini bisa langsung ke kantor Disdik di Sekupang setelah itu baru mendaftar online di sekolah tujuan.

“Aplikasinya sudah ada, tinggal daftar di situ saja tak usah ke sekolah,” sebutnya.

Orangtua bisa daftar melalui PPDB Batam yang diunduh melalui playstore di telepon pintar mereka. Setelah pra pendaftaran, besok (hari ini, red) PPDB juga akan dibuka untuk sekolah rujukan. Ada empat sekolah yang dibuka lebih awal dari sekolah lainnya yakni SMPN 3, SMPN 6, SMPN 26 dan SDN 006 Sekupang.

“Siswa hanya mendaftar di satu sekolah saja untuk yang rujukan ini,” ujarnya.

Untuk yang rujukan, Hernowo menyebutkan prosesnya sudah selesai termasuk kesiapan apliakasi dan tinggal pelaksanaanya saja. empat sekolah tersebut akan menerima pendaftaran dan melaksanakan tes tertulis.

Sementara itu Kepala SMPN 3 Batam, Wiwiek Darwiyanti mengatakan sudah menyiapkan tiga operator untuk PPDB besok (hari ini, red). Selain online, pihaknya tetap menyediakan nomor antrian untuk orangtua siswa yang datang ke sekolah.

“Iya sebagai antisipasi. Biasanya orangtua pada datang ke sekolah meskipun PPDB online,” ujarnya.

Tahun ini pihkanya membuka 10 kelas untuk siswa baru. Satu kelas akan diisi sebanyak 32 orang siswa. Pendaftaran akan dibuka pukul 08.00-12.00 WIB. Orangtua wajib membawa akta lahir, bukti nilai ujian dan mengisi formulir pendaftaran.(yui)