Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12101

Sunatan Massal Bantu Warga Kurang Mampu

0

batampos.co.id – Yayasan Inaayah Batam bekerja sama dengan Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Batam menggelar sunatan massal di kantor Kecamatan Sagulung, Minggu (24/6). Kegiatan yang merupakan rangkaian peresmian Yayasan Inaayah Batam ini diikuti oleh 120 peserta sunat dari kalangan anak yatim piatu dan kaum duafa yang tergabung dari tiap wilayah di Batam seperti Sagulung, Seibeduk, Batuaji, Bengkong, Nongsa dan wilayah lainnya.

Ketua Yayasan Inaayah Batam, Inaayah mengatakan sunatan massal ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali diadakan. Tujuannya untuk membantu keluarga kurang mampu, terlebih, kegiatan ini juga dinilai mengandung nilai keagamaan dan kesehatan. “Karena ini bagian dari ibadah wajib laki-laki yang beragama Islam untuk di sunat,” ujar Inaayah disela kegiatan.

Dia mengatakan target awal dari kegiatan sosial itu sekitar 100 anak, namun karena banyaknya minat peserta sunat yang daftar sampai hari pelaksanaan sehingga yang terlaksana hingga akhir kegiatan mencapai 120 orang.”Banyak orang tua yang ingin mendaftar, tapi karena keterbatasan tim medis dan lainnya kami batasi hanya 120 anak saja,” katanya.

Inaayah menjelaskan proses pelaksanaan sunatan massal itu pihaknya mendapat bantuan tenaga medis dari Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, IDI Batam juga tim bantuan medis Fakultas Kedokteran Uniba. “Alhamdulillah acaranya sukses berkat kerja sama dengan para sponsor, saya berharap ke depannya kami bisa mengadakan kegiatan sosial lainnya lagi. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur dan sponsor yang mau membantu mensukseskan acara ini,” katanya.

Perwakilan Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, dr Agung Hadi Prabono Sp.f mengatakan kegiatan sunatan massal dari Yayasan Inaayah ini sejalan dengan program sosial Inalu Fakultas Kedokteran UISU. “Dari pihak kami sudah sering melakukan kegiatan ini. Kami bantu dan support kegiatannya dengan menyiapkan tenaga medis,” kata Agung yang juga dokter Forensik RSUD Batam ini.

Dia menyebutkan pihaknya menyiapkan 10 orang tenaga dokter dari Inalu FK UISU untuk mensuskseskan kegiatan tersebut. Sementara itu, anak-anak yang mengikuti sunatan massal itu juga diberi bingkisan perlengkapan salat, uang saku, dan juga perlatan sekolah. “Acara ini gratis dan diprioritaskan untuk anak-anak yang kurang mampu,” tutup Agung. (une)

Cuaca Hujan Tak Kurangi Antusias Warga Berlibur di Pantai

0
Warga memadati Pantai. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Lokasi wisata jembatan Barelang kembali dipadati wisatawan, Minggu (24/6). Pantauan Batam Pos, meskipun kondisi cuaca Batam kurang bersahabat, namun antusias masyarakat untuk menghabiskan akhir pekan di sana masih cukup tinggi.

Rismayani, pengunjung lokasi wisata Jembatan Barelang dan Pantai Dendang Melayu, mengatakan jika kedua ikon wisata Batam itu memang salah satu lokasi wisata favorit masyarakat Batam untuk berakhir pekan. Tak heran jika di hari libur seperti ini mereka datang berbondong-bondong untuk bersantai sambil menikmati pemandangan laut dari atas jembatan dan mengabadikan momen tersebut dengan berswa foto bersama keluarga dan sahabat.

“Lokasinya cukup dekat. Tiketnya pun terjangkau,” katanya.

Pengelola Jembatan Barelang, Arman mengaku kunjungan wisatawan di dua lokasi tersebut sudah mulai berkurang.

“Sudah tak ramai lagi. Tak macam minggu lalu, wisatawan lokal maupun mancanegara ramai yang ke sini,” sebutnya.

Di Pantai Tegar Putri yang terletak dijembatan enam, Galang juga tak kalah ramainya. Banyak wisatawan sengaja mengunjungi pantai tersebut untuk melepas penat sebelum memasuki hari kerja. “Datang sama teman-teman. Sengaja jauh-jauh karena memang pingin ke sini,” kata Dinda, warga Batamcenter ini.

Meski cuaca tengah mendung, tidak membuat dia dan ratusan wisatawan lainnya untuk membatalkan niatnya menikmati hari libur misalnya dengan berenang, bermain pasir dan lainnya.

“Tadi sempat kehujanan, tapi karena sudah niat mau main pantai, saya lanjutin perjalanannya bersama teman-teman kerja,” jelasnya. (une)

Harga Daging masih Mahal

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seminggu pasca Lebaran Idul Fitri harga komoditas di pasar tradisional masih tinggi, Minggu (24/6). Saat ini harga daging sapi mencapai Rp 95 ribu per kilo sedangkan daging ayam Rp 38 ribu.

“Harga daging sapi semakin naik, harga daging ayam juga belum turun-turun,” ujar Ridwan pedagang daging sapi di Pasar SP Plaza, Sagulung.

Dia mengatakan tingginya harga komoditas tersebut lantaran pasokan daging yang mulai menipis. Belakangan ini distributor hanya mendistribusikan sekitar 15 kilogram daging kepada setiap pedagang, padahal biasanya sampai 30 kilogram dalam sehari.

“Dapatnya susah, mungkin karena selesai Lebaran,” katanya.

Selain itu, tingginya harga daging juga diikuti daya beli masyarakat yang turun. Ridwan mencontohkan, pasokan daging sapi sebanyak 15 kilogram itu bisa terjual selama dua hari. “Biasanya 50 kilogram daging pun bisa terjual dalam sehari,” katanya.

Di Pasar Fanindo Batuaji harga komoditas tersebut dijual berbeda. Harga daging sapi dijual Rp 85 hingga Rp 90 sementara daging ayam Rp 36 ribu.

“Setiap pasar memang beda-beda, tergantung harga dari distributor,” kata Aan pedagang daging sapi di Fanindo.

Ditanya pasokan daging, Aan mengaku memang sedikit menipis. Berbeda dengan saat menjelang Lebaran, pasokan daging sapi maupun ayam cukup melimpah.

“Paling-paling dapat 20 kilogram. Itupun tak langsung laku karena masih sepi,” katanya.

Sementara untuk harga sayur lokal hijau di kedua pasar tersebut terpantau normal. Murni penjual sayur mengatakan harga bayam dan kangkung dijual Rp 7 ribu dari harga sebelumnya Rp 14 ribu. Demikian juga untuk harga cabai, tomat, bawang putih dan merah, sawi.

“Harga sayur sudah pada turun, tapi pembelinya masih sepi,” tutupnya. (une)

Ribuan KTP Menumpuk di Kecamatan

0
Petugas merapihkan KTP warga yang sudah jadi.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 6.500 keping KTP elektronik menumpuk di Kecamatan Bengkong. Ribuan KTP ini tak kunjung diambil warga, sementara pihak kecamatan mengklaim telah melakukan berbagai imbauan agar warga segera mengambil dokumen kependudukan tersebut.

“Jumlah yang menumpuk ini, dari yang dicetak reguler maupun yang dicetak darurat,” terang Camat Bengkong M Tahir, Minggu (24/6) siang.

Tahir menyampaikan, awalnya KTP yang tercetak secara reguler sebanyak 3 ribu keping sementara yang tercetak darurat sebanyak 9.800 keping. Dari sekian banyak yang belum diambil yakni dari KTP yang dicetak darurat.

“(Yang tercetak darurat) hanya sekitar 40 persen yang sudah ambil,” imbuhnya.

Ia menyesali keadaan tersebut, karena saat mencetak darurat pihaknya bekerja ekstra dan warga selalu mendesak kecamatan segera memberikan solusi terkait tuntutan warga tersebut.

“Jangan hanya mendesak kami pada saat kepengurusan dokumen seolah-olah emergency atau darurat, maunya KTP selesai dua jam atau tiga jam. Tapi saat ini KTP sudah siap (dicetak), sampai kini belum diambil,” paparnya.

Berbagai cara sosialisasi, ia mengklaim telah lakukan baik mengunakan media spanduk hinga media sosial hingga mengumuman di masjid-masjid.

“Lewat grup Whatsapp lurah, grup Whatasapp forum RT RW hingga sms ke orangnya sudah kami lakukan. Kami pun umumkan di masjid-masjid,” ucapnya.

Ia mengaku kini masih terus mencari cara agar KTP terebut terdisribusikan dengan baik. Termasuk mempertimbangkan apakah bisa dokumen ersebut dbagi oleh RT RW, namun sepengetahuannya KTP merupakan dokumen penting yang tidak bisa dititipkan sembarang. Menurutnya, ia akan kembali menyampaikan ke RT RW dan lurah agar meneruskan informasi tentang KTP ke warganya masing-masing.

“Kalau hilang siapa yang tanggungjawab, takutnya disalahgunakan orang, bisa berbahaya nanti. Makanya yang lebih baik, warga datang ke kecamatan,” ucapnya.

Selain imbauan, pihaknya juga sempat melakukan layanan ekstra. Namun lambat laun,layanan ini tak terlalu diminati dan warga yang datang ke kecamatan perlahan sepi.

“Sebelum ini, satu bulan kami buka layanan estra. Hari-hari pertama saja ramai. Kami akan buka lagilah, kalau yang datang ramai,” pungkasnya. (iza)

Pasokan Minim, Harga Ikan Laut Makin Mahal

0

batampos.co.id – Kondisi cuaca yang kurang bersahabat di perairan Lingga , berdampak pada menipisnya ketersediaan atau pasokan ikan di pasar. Karena pasokan ikan segar dari nelayan menipis, otomatis harga ikan saat ini di Lingga naik. Begitu juga ikan yang kondisinya kurang segar, oleh pedagang ikan dijual dengan harga yang juga tinggi.
Cuaca yang kurang bersahabat juga membuat banyak nelayan memilih menambatkan perahunya daripada memaksakan untuk melaut.

”Apalagi dari Dabo memang tak ada lagi pasokan ikan. Ini ikan yang dijual bukan dari nelayan di Dabo, tapi dari nelayan di beberapa pulau dan nelayan dari Tanjungpinang,” ujar salah seorang pedagang ikan di Pasar Dabo Singkep, Sahrul, Minggu (24/6).

Harga ikan di pasar basah Dabo Singkep saat ini harganya tinggi dan bervariasi sesuai kondisi ikan. Seperti misalnya ikan selar saat ini perkilogramnya harganya mencapai Rp 45 ribu dari sebelumnya yang hanya Rp 30 ribu saja.

Begitu juga dengan tongkol saat ini dipatok Rp 30 ribu perkilogramnya dari sebelumnya yang hanya Rp 25 ribu. Untuk udang saat ini harga perkilogramnya Rp 80 ribu dari sebelumnya Rp 65 ribu.

Minimnya pasokan ikan serta harganya yang mahal saat ini, membuat masyarakat yang biasanya mengkonsumi ikan laut, saat ini beralih membeli ayam potong meski harganya juga mahal mencapai Rp 40 ribu perkilogramnya pasokan dari Batam dan Tanjungpinang. (wsa)

Nelayan dan Nakhoda Diminta Waspada

0

batampos.co.id – Kepala Seksi Penjagaan dan Penyelamatan KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Syahrinaldi mengimbau kepada nelayan di Karimun agar lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya di laut. Sebab, saat ini intensitas turun hujan tinggi, disertai hembusan angin kencang dan petir.

Sesuai dengan informasi yang didapat dari BMKG Karimun memprediksi hingga akhir Juni ini curah hujan masih tinggi. Hingga saat ini untuk pelayaran wilayah Karimun ke berbagai tujuan masih beroperasi seperti biasa. Namun pihaknya tetap intens berkomunikasi ke para nakhoda kapal memantau kondisi dan situasi cuaca di laut.

”Tujuan Batam, Tanjungpinang, Selatpanjang maupun pulau di sekitar Karimun masih normal pelayarannya, meski tiaphari hujan deras mengguyur, rute tersebut masih layak digunakan berlayar, asalkan harus lebih meningkatkan kewaspadaannya untuk nakhoda,” terang Syahrinaldi.

Imbauan kepada nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut juga dikatakan oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun, Amirullah. Faktor cuaca yang terus-menerus hujan deras ini memang mempengaruhi hasil nelayan dalam mencari ikan di laut jadi berkurang. Mereka berangkat melaut subuh dan pulang malam hari.

“Apabila cuaca di tengah laut tak memungkinkan untuk dilanjutkan melaut, lebih baik segera berlindung dengan bersandar ke pulau terdekat,” terang Amirullah.

Data yang didapat dari BMKG Karimun, suhu udara di pagi hari mencapai 27 hingga 32 derajat celcius. Sedangkan kelembaban udara di angka 70 sampai 95 persen dengan kecepatan angin mencapai sembilan kilometer per jam. (tri)

Festival Pulau Senoa Kembali Digelar

0
Peserta lomba pacu kolek sedang berlaga di Festival Pulau Senoa yang digelar di Kabupaten Natuna, Minggu (24/6). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Festival Pulau Senoa kembali digelar Pemkab Natuna. Event pariwisata yang didukung pemerintah Provinsi Kepri diisi berbagai kegiatan, Minggu (24/6).

Acara ini dibuka Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar dan Asisten Deputi Kementerian Pariwisata. Lomba yang digelar diantaranya pacu kolek, panjat pinang, voli pantai, lari goni, hingga kuliner dan pelestarian penyu dengan pelepasan tukik di pantai Pulau Senoa. Diharapkan event ini bisa membangkitkan pariwisata di Kabupaten Natuna.

Kadis Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar mengatakan, digelarnya Festival Pulau Senoa di Natuna dengan harapan daerah Natuna menjadi salah satu destinasi wisatawan asing dan lokal. Saat ini pemerintah berupa membenahi infrastruktur yang kurang sehingga nantinya wisatawan akan semakin tertarik berkunjung.

Selain itu, Pemerintah Provinsi sudah membantu mempromosikan pariwisata Natuna. Namun tak dipungkiri kedatangan wisatawan sangat didukung berbagai hal. Diantara akses transportasi dan infrastruktur.

”Ke depan festival Pulau Senoa mesti dirancang ulang agendanya, untuk menyesuaikan jadwal kedatangan rombongan yacht mancanegara di Natuna. Semoga kedepannya infrastruktur pendukung bisa dibangun di pulau ini. Dan festival ini menjadi festival nasional,” katanya.

Sementara itu, sepanjang pantai dipadati masyarakat lokal. Warga rela mengantri untuk mendapatkan tumpangan pompong dipelabuhan untuk menyeberang di pulau Senoa yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Desa Sepempang, guna menyaksikan berbagai kegiatan dalam festival Pulau Senoa.(arn)

Penerimaan Daerah Masih Rendah

0

batampos.co.id – Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri, TS Arif Fadillah mendesak Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri, Reni Yusneli segera melaporkan progres Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan II yang masuk ke kas daerah.

“Kita sudah minta Kepala BP2RD Provinsi Kepri untuk membuat perhitungan penerimaan daerah di triwulan II ini,” ujar Arif, akhir pekan lalu di Tanjungpinang.

Pria yang duduk sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri tersebut menjelaskan, dengan adanya perhitungan dan asumsi pendapatan daerah, menjadi dasar penyusunan APBD Perubahan 2018 ini. Selain BP2RD, Arif juga mengharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki retribusi daerah berupaya untuk meningkatkan pendapatan.

“Kita terus berupaya supaya pundi-pundi penerimaan daerah terus meningkat. Sehingga angka APBD Perubahan nanti mengalami kenaikan,” harap mantan Sekda Karimun tersebut.

Terpisah, Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengharapkan BP2RD bergerak cepat dalam membuat asumsi penerimaan daerah. Menurutnya, dengan adanya laporan dari BP2RD tersebut, TAPD Pemprov Kepri bisa membuat evaluasi. Sektor-sektor yang punya kontribusi besar dalam menyumbang pendapatan daerah antara lain adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB KB), Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Rokok.

“Khusus untuk PAP ATB sampai saat ini masih belum tuntas. Tentu ini juga menjadipekerjaan besar BP2RD Kepri,” ujar Rudy, kemarin.

Masih kata Rudy, Pemprov Kepri sudah membuat target realistis untuk dicapai di 2018 ini adalah Rp 1,043 triliun atau naik Rp 6 miliar dari 2017 yang nilainya Rp 1,007 triliun.
Berdasarkan laporan BP2RD pada pada triwulan I lalu, capaian PAD Kepri hanya tembus pada angka Rp 260 miliar atau 25 persen dari Rp 1,043 triliun.

Dijelaskan, realisasi pajak daerah pada triwulan I sebesar Rp 233,52 miliar atau 21,96 persen dari target kerja TA 2018. Sedangkan dari sektor retribusi daerah pada periode yang sama Rp 977 juta atau 1.33 persen. Rudy berharap, deviasi sebesar Rp 2 miliar tertutupi pada triwulan ke II ini.

Disebutkannya juga, target PKB 2018 ini sebesar Rp 412,77 miliar. Kemudian BBNKB senilai Rp 242 miliar dan PBBKB Rp 278,4 miliar. Berikutnya adalah PAP sebesar Rp 20 miliar. Sementara untuk target pajak rokok masih Rp 110 miliar. Rudy khawatir, ketika penerimaan daerah tidak mencapai target, menjadi pemicu defisit anggaran lagi.

“Kita mendorong perencanaan yang dibuat seharusnya lebih realistis, sehingga pada saat realisasi tidak timbul masalah seperti saat ini,” jelasnya.

Menurut Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kepri tersebut, persoalan juga terjadi di beberapa tahun terakhir. Ada kemungkinan Gubernur meninggikan atau over estimate untuk mengakomodir sisi belanja. Tetapi hal ini justru membawa dampak atau pengaruh negatif yang lebih besar dalam pelaksanaan realisasi APBD berjalan.

“Contoh timbulnya keraguan di Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tentang realisasi kegiatan atau pembayaran kegiatan yang dipegang,” paparnnya.

Dirinya menegas, dengan adanya persoalan-persoalan tersebut membuat KPA dan PPTK tidak berani merealisasikan kegiatannya. Dikatakannya juga, dengan melesetnya target penerimaan sekarang ini, ada kekhawatiran lain, yakni defisitnya anggaran daerah.
“Tak dipungkiri kekhawatiran terjadi hampir di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri,” jelas Rudy.

Ditambahkannya, dampak buruk apabila terjadinya defisit anggaran tentu berimbas pada rencana kerja dimasing-masing OPD. Karena solusi akhirnya adalah melakukan efisiensi anggaran. Karena apabila dipaksakan akan menimbulkan kewajiban kepada pihak ketiga.
“Semua OPD pasti ketar-ketir dengan kondisi sekarang ini. Semoga saja, apa yang kita khawatirkan tidak terjadi,” tutup Rudy. (jpg)

Wisatawan Jatuh di Tangga

0
Warga berupaya membantu wisatawan yang terpeleset di tangga pelabuhan Pemkab Anambas. F. Jasril untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Kondisi tangga pelabuhan Pemda Anambas sangat tidak memadai dan membahayakan. Tangga tersebut tidak ada pagar sementara lantainya licin. Tidak jarang penumpang yang akan naik speedboat dipelabuhan itu terpeleset.

Korban terakhir wisatawan asing asal Australia. Dirinya terpeleset dan jatuh. Akibatnya wisatawan tersebut mengalami luka di kepala belakang akibat membentur tangga beton. Sikunya juga lecet.

Saksi mata Jasril Jamal, yang juga anggota DPRD Anambas menjelaskan, jika kondisi tangga ini sudah memprihatinkan. “Kita minta pemerintah mengambil sikap atas kejadian ini. Pelabuhan ini perlu perbaikan dan perawatan,” ungkapnya kepada Batam Pos kemarin.

Ia khawatir jika tidak segera ditangani akan memakan korban lagi. “Kita sudah sarankan kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki tangga pelabuhan agar tidak licin,” ungkapnya lagi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, menjelaskan hal tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Sementara waktu, pemerintah berencana melapisi anak tangga dengan batu koral supaya tidak licin. Bila mungkin juga akan dibangun pagar.

“Kita akan sampaikan dan koordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas,” ungkap. (sya)

DPS Ditetapkan Ulang 1.158.735 Jiwa

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam melakukan kesalahan dalam membuat laporan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Persoalan tersebut membuat KPU Kepri harus melakukan DPS Kepri.

Pada Rabu (20/6) lalu, KPU Kepri telah menggelar rapat pleno bersama KPU Kabupaten/Kota. Lewat rapat tersebut ditetapkan DPS Kepri 1.397.416 jiwa untuk Pemilu 2019. Jumlah ini mencurigakan sebab lebih banyak 73 ribu lebih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pilpres 2014 silam. Sementara, dua tahun terakhir di Batam lebih dari 200 ribu pekerja kehilangan pekerjaan dan banyak di antaranya yang pulang kampung.

“Pada saat rapat pleno pada tanggal 20 Juni lalu, KPU Batam salah memasukan input data DPS, sehingga ada selisih dan setelah dilakukan perbaikan jumlahnya sudah fix dari KPU Batam,” ujar Ketua KPU Provinsi Kepri Sriwati, Minggu (24/6) di Tanjungpinang.

Setelah dilakukan penge­cekan, ternyata kesalahan penyerahan data ada di KPU Kota Batam sehingga DPS harus direvisi. Melalui rapat pleno perubahan, Sabtu (23/6), KPU Kepri menetapkan DPS Kepri untuk pemilu nanti sebanyak 1.158.735 jiwa. Menyusut sebanyak 238.681 jiwa dari DPS sebelumnya.

Dijelaskannya, jumlah terbaru yang disampaikan KPU Batam ini berdasarkan data rekap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 12 Kecamatan di Kota Batam. Menurutnya, jumlah yang disampaikan KPU Batam pada pleno di tingkat Provinsi 20 Juni 2018 lalu terjadi kesalahan input yang seharusnya 608.946 bukan 847.627.

“Jadi jumlah DPS Kepri untuk pemilu 2019 sebanyak 1.158.735 jiwa, yang terdiri dari laki-laki sebanyak 602.733 pemilih dan perempuan 556.002 pemilih,” sebutnya.

Lebih lanjut katanya, untuk data lainnya, seperti jumlah Kecamatan, Kelurahan, dan Desa di tujuh Kabupaten/Kota di Kepri masih tetap sama dengan hasil pleno sebelumnya. Namun ada perubahan terhadap jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Terjadi pengurangan satu di Kota Batam.

Ditegaskannya, penyebabnya adalah kesalahan input, dimana sebelumnya jumlah TPS ini sebanyak 5.322 menjadi 5.321. Dan untuk data dari tujuh kabupaten/kota ada sebanyak 70 Kecamatan, 416 Kelurahan/Desa.

Masih kata Sriwati, data DPS Kepri ini kemungkinan masih akan berubah dan kecenderungan akan ada penambahan. Karena masih ada ruang untuk perbaikan dari DPS yaitu Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Adapun proses selanjutnya yakni sesuai jadwal mulai 18 Juni hingga 8 Juli mendatang selama 14 hari DPS ini akan diumumkan di kelurahan. “Sebelum kita menggelar rapat pleno penetapan DPT, kita memberikan ruang untuk masyarakat melihat apakah nama mereka ada di DPS atau tidak. Tahapan ini bisa dipantau di setiap Keluruhan/Desa di Tujuh Kabupaten/Kota di Kepri,” tutup Sriwati. (jpg)