Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12136

PR Jelang 2019

0

Pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) tinggal beberapa hari lagi. Rencananya akan dibuka 4-10 Agustus 2018.

Siapa penantang Jokowi?
Siapa pendamping Jokowi?

Dua pertanyaan itu menjadi begitu viral akhir-akhir. Nyaris menghiasi judul suratkabar seantero negeri. Ini menjadi pertanda, bahwa pesta demokrasi terakbar se-Indonesia akan segera digelar.

Pelbagai berita terus memberitakan aktivitas partai politik (parpol). Ada yang mendukung Presiden Republik Indonesia (RI) saat ini, Joko Widodo (Jokowi) menjabat dua kali. Ada yang berusaha membuat poros baru. Bahkan, ada juga yang tidak ingin Jokowi menjabat dua periode.

Si ini dipasangkan dengan si itu. Si A digandengkan dengan si B. Dan seterusnya. Bahkan ada yang sampai meramalkan. Atau, ada juga yang memproklamirkan diri sebagai capres atau cawapres. Benar-benar heboh.

Ya, inilah suasana pesta demokrasi di negeri ini. Momentum seperti ini memang tidak terjadi setiap hari. Hanya lima tahun sekali. Suasana pemilihan presiden (pilpres) makin meriah dengan digelar “acara” lanjutan: pemilihan umum (pemilu).

Tak hanya memilih capres-cawapres, namun juga wakil rakyat di DPR RI, DPD, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota. Jadi sangat wajar jika suasana jelang tahun politik 2019 mampu “menyaingi” euforia Piala Dunia 2018.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam berpolitik. Sangat sulit dibodohi. Mereka sudah mampu menentukan mana yang layak menjadi pemimpin atau wakil rakyat.
Politik uang pun sepertinya sudah tidak mempan. Kalaupun dikasih uang, uangnya diambil tapi suaranya tetap diberikan kepada kandidat yang dipilihnya. Atau kalau sudah bingung, dicoblos semua. Kwakakakakak

Hal ini tentu saja menjadi pelajaran bagi “mesin” politik di negeri ini. Musuh terbesar pesta demokrasi saat ini adalah partisipasi masyarakat. Istilah bekennya: golput alias golongan putih.

Contoh terbaru adalah pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak beberapa lalu. Boleh dikata, pilkada serentak kemarin merupakan ajang pemanasan jelang pesta politik tahun depan. Karena, jumlah daerah pesertanya lumayan banyak. 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada serentak 2018 bisa mencapai 77,5 persen. Namun, berkaca dari coblosan, target itu agaknya sulit terealisasi.
Meski belum final, angka golput diprediksi masih tinggi. Indikasinya, tingkat kehadiran pemilih masih tergolong rendah. Bahkan, di sejumlah daerah, kehadiran pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS) tak sampai 60 persen.

Ini sangat membahayakan. Anggaran besar yang dikeluarkan tidak sebanding dengan tingkat partisipasi masyarakat. Berapapun jumlah pemilih yang hadir ke TPS, anggarannya sama. Kalau meminjam dari istilah bisnis: rugi.
Kejadian seperti ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah rakyat kita sudah muak dengan politik? Apakah kinerja penyelenggara kurang maksimal? Atau ada faktor lain. Yang pasti, harus segera diselesaikan.
Jika persoalan partisipasi pemilih ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan berpengaruh pada pilpres dan pemilu mendatang.

Tentunya kita ingin punya presiden-wapres dan wakil rakyat yang benar-benar produk pesta demokrasi berkualitas. Sayang kalau memimpin Indonesia, tapi yang dukung tidak sampai setengah rakyat Indonesia.
So, semoga pesta demokrasi tahun depan lebih berkualitas dan yang ikut berpartisipasi banyak. Amin. (*)

 

Guntur Marchista Sunan
Direktur Batam Pos

 

 

Pesta Bola di Graha Pena

0

batampos.co.id – Kepala Seksi Siaran pemberitaan RRI Batam, Yusrianto mengatakan RRI akan menggelar Pesta Bola Rusia 2018 di Graha Pena, Batam. Pada Pesta Bola ini, masyarakat dapat menyaksikan pertandingan tim-tim yang berlaga di babak semifinal hingga final.

“Kami menyelenggarakan mulai tanggal 11,12,14 dan 15 Juli,” ucapnya.

Yusrianto menuturkan RRI sebagai pemegang lisensi, berhak membuka dan menggelar Pesta Bola Rusia 2018 di Batam. Selain Batam, RRI juga menggelar Pesta Bola di 65 daerah lainnya di Indonesia.

Manager Pemasaran Batam Pos Herianton menghimbau masyarakat bisa menyaksikan Pesta Bola Rusia 2018 di Graha Pena.

“Dan jangan lupa isi kupon, tebak juaranya. Dapatkan hadiahnya. Mari ramaikan, dan bawa pulang Honda CB150 Verza,” tuturnya. (ska)

Untuk Pegawai Pemko Batam, Gaji ke 13 belum Jelas bila nak Cair

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Batam terbentuk angggaran. Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih belum menemukan formulasi terbaik untuk menentukan anggaran dalam memenuhi tunjangan kinerja tersebut.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berhitung perihal anggaran untuk kegiatan mana yang harus dipangkas demi memenuhi hak 5.623 ASN.

“Masih kami bicarakan. Kami akan berhitung anggaran untuk hak ASN,” kata Amsakar ketika ditemui di Kantor DPRD Kota Batam, Batam Centre, Batam, Senin (9/7).

Pembayaran gaji ke-13 memang menjadi persoalan tersendiri. Namun demikian, hal tersebut tetap akan dijalankan dengan penyesuaian-penyesuaian pada kegiatan yang telah ada sebelumnya.

Pemko Batam tetap menentukan skala prioritas. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendesak dan bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat tidak akan diganggu.

“Hak pegawai akan kami prioritaskan. Akan ada pengurangan dan koreksi berdasarkan skala prioritas. Ini yang nantinya kami hitung. Kegiatan mana yang bisa kami kurangi dan sebagainya,” papar Amsakar.

Sejatinya, gaji ke-13 untuk ASN harus sudah dibayarkan pada Juli 2018. Namun Pemko Batam masih berkutat dengan upaya menentukan formula terbaik bagaimana menghadirkan anggaran.

Untuk itu, Amsakar belum bisa memberikan kepastian kapan pembayaran gaji ke-13 akan dilakukan.

“Kalau untuk komponen gaji pokoknya tentu langsung diterima dari pusat. Masalahnya adalah tunjangan kinerja dari APBD. Nah, ini kapan dibayarkan kami belum tahu,” tuturnya.

(bbi/JPC)

Tiga Warga Batam Bawa Pulang TV

0
Para penerima hadiah TV berfoto di kantor Batam Pos, Graha Pena Batam.

batampos.co.id – Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan dan Sales Manager Capella Honda Kepri, Syaiful menyerahkan hadiah tiga unit TV 32 inchi ke pemenang tebak tim delapan besar Piala Dunia yakni Rosmala Dewi, Parlindungan Situmeang dan Asril.

Ketiga orang ini sangat senang bisa memenangi undian ini. Rosmala Dewi menuturkan tidak percaya bisa menang.

“Awalnya iseng saja. Saya cuman kirim dua kupon,” katanya, Senin (9/7).

Ia mengatakan mengetahui namanya memenangi undian tebak tim delapan besar Piala Dunia 2018, melalui Koran Harian Batam Pos.

“Saya baca tadi pagi (9/7), ada nama saya. Wahh senang banget. Untuk tebak juara saya akan ikut lagi, siapa tahu menang lagi,” ungkapnya.

Hal yang senada diucapkan oleh Parlindungan Situmeang. Pria beralamat di Kabil ini merasa gembira.

“Saya tidak langganan, tapi sering beli koran Batam Pos. Saya juga mengirim dua kupon saja,” ujarnya.

Sementara itu Asril mengungkapkan yang mengisi kupon tersebut cucunya.

“Saya itu sudah cukup lama berlangganan Batam Pos. Saat undian saya mengirimkan 6 kupon,” ucapnya.

Sales Manager Capella Honda Kepri, Syaiful mengatakan masih ada kesempatan bagi yang belum memenangi hadiah tebak tim delapan besar Piala Dunia.

“Setelah ini, masih ada tebak juara. Hadiahnya Honda CB150 Verza,” ucapnya.

Untuk tebak juara, kata Syaiful kupon tebakannya masih diterima hingga 14 Juli, bagi yang mengantarkannya ke dealer-dealer capella honda atau kantor Batam Pos.

“Untuk batas waktu 15 Juli, antar langsung Graha Pena Batam Pos sebelum kick off babak pertama,” tuturnya . (ska)

 

Bisakah Mata Minus Disembuhkan?! Temukan Jawabnya di Sini

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mengapa orang tak bisa melihat jauh harus mengenakan kaca mata?

Mata minus atau miopia adalah kondisi saat mata tidak bisa melihat benda dari jarak jauh dengan jelas. Sekarang ini semakin banyak cara-cara yang dilakukan. Banyak penyembuhan yang berjanji bisa menyembuhkan mata minus hanya dalam waktu seminggu. Tapi, sebenarnya, apakah benar ada cara-cara yang bisa menyembuhkan mata minus dalam waktu singkat?

Dalam keterangan tertulis Hello Sehat, Senin (9/7), mata minus atau miopi terjadi ketika bayangan jatuh di depan retina. Miopi juga terjadi akibat kornea (lapisan terluar mata) yang terlalu melengkuk karena panjang bola mata atau lensanya terlalu tebal.

Maka, orang dengan miopia memiliki penglihatan jarak jauh yang buruk. Objek yang jauh akan terlihat buram sebab fokus mata tidak jatuh tepat pada retina.

Lalu apa miopi bisa disembuhkan?

Sejauh ini, penanganan mata minus yang paling umum dilakukan dengan menggunakan kacamata. Namun, penggunaan kacamata ini bukan bersifat menyembuhkan mata minus atau menghilangkan minus.

Kacamata digunakan untuk membantu mata memfokuskan kembali bayangan yang masuk agar bisa tepat jatuh ke dalam retina. Kacamata membuat mata seolah-olah bisa bekerja seperti mata normal. Ketika kacamata dilepas, minus mata pun akan tetap ada.

Ada berbagai iklan sekarang ini yang menjanjikan dengan minum ini atau makan itu, minus bisa sembuh hanya dalam seminggu. Ini tentu saja tidak logis. Mata minus terjadi karena kondisi kornea yang terlalu melengkung. Makan atau minum sesuatu jelas tidak bisa mengubah bentuk kornea jadi normal dalam sekejap.

Kalau melalui operasi, memang mungkin masuk akal. Sebab operasi mata mengubah langsung bagian mata yang membuat pantulan cahaya terfokus di retina.

Makanan yang kaya vitamin dan mineral pun tidak bisa mengobati minus dalam waktu cepat. Makanan dan minuman adalah zat yang mendukung kesehatan mata, bukan mengobati.

Maka, jika menemukan banyak informasi atau iklan yang belum pasti kebenarannya dan mengiming-imingi bisa mengobati mata minus, sebaiknya jangan mudah percaya. Berkonsultasi dengan ahli atau dokter mata yang tepat tentu direkomendasikan.

(ika/JPC)

7 Atraksi dan Destinasi Aceh ini Masuk Nominasi API Award 2018

0

batampos.co.id – Aceh kembali mendapat perhatian publik lewat sejumlah destinasi dan atraksi yang ada, hal ini menjadi kesempatan untuk mengangkat pariwisata di Serambi Mekkah agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Ada tujuh atraksi dan destinasi di Aceh yang akhirnya menjadi nominasi dalam kompetisi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2018 yang dirilis bulan Juni lalu, ketujuh destinasi ini terbagi beberapa kabupaten seperti Aceh Besar, Aceh Tengah, Gayo Lues, Banda Aceh, dan Aceh Tenggara.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Amiruddin menyebutkan, masuknya 7 unggulan atraksi dan destinasi tersebut dalam kompetisi tingkat nasional tersebut menjadi momen yang pas untuk mempromosikan Aceh secara luas kepada publik dan masyarakat wisatawan baik dalam dan luar negeri.

“Tentunya kami sangat bersyukur, mengingat sejumlah objek dan tujuan wisata di provinsi Aceh semakin diminati oleh wisatawan. Kita sangat berharap masyarakat Aceh ikut mendukung dan mempromosikan tujuh nominasi ini, mengingat tahun 2017 hanya ada dua nominasi dari Aceh yakni kategori tempat berselancar terpopuler dan promosi pariwisata digital terpopuler,” jelasnya Amiruddin usai rapat mingguan di ruang rapat setempat, Senin (9/7/2018).

Tujuh nominasi API Award 2018, sebut Amiruddin pada tahun ini terbilang bervariasi, mulai dari kategori

  1. wisata halal terpopuler Masjid Raya Baiturrahman (11G),
  2. dataran tinggi terpopuler Aceh Tengah (6C),
  3. cindera mata terpopuler Kupiah Meukeutop (7A),
  4. tujuan wisata baru terpopuler Gampong Nusa (17B),
  5. atraksi wisata terpopuler tari Saman Gayo Lues (8I),
  6. wisata air terpopuler diving Pulau Weh (4C), dan
  7. ekowisata terpopuler TN Gunung Leuser (5J).

“Semua nominasi ini kita harap dapat mengambil juara, sehingga partisipasi masyarakat Aceh untuk API Award 2018 ini sangat diperlukan, baik lewat vote SMS dan juga vote melalui aplikasi Android,” jelasnya.

Adapun cara vote lewat SMS ini bisa dengan format, ketik API (spasi) kode nominasi, seperti API 11G kirim ke 99386 atau lewat aplikasi Android dengan cara mengunduh APIaward – Anugerah Pesona Indonesia Award di Play Store khususnya Android dan iOS.

API Award sendiri merupakan Ajang Pariwisata Terpopuler Indonesia yang diadakan setiap tahun dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata RI yang kegiatan dilakukan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada Obyek dan Tujuan Wisata Terpopuler di Indonesia.

Ajang apresiasi lewat pilihan masyarakat (people choice) ini secara langsung mengajak dan melibatkan peran serta seluruh elemen masyarakat daerah dari Kabupaten, Kota, hingga di Provinsi untuk bekerja bersama-sama memberikan apresiasi, serta menjadikan pariwisata daerahnya menjadi yang terbaik dan terpopuler dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara serta mancanegara. (*)

Plisss… Hentikan Kebiasaan Menggigit Kuku

0
ilustrasi

Pembaca batampos.co.id kebiasaan menggigit memang tak baik bagi kesehatan karena bisa mengantarkan bakteri masuk ke tubuh. Tapi selain itu, menggigiti kuku juga bisa mempengaruhi bentuk gigi.

Seperti dilansir dari Instyle, Senin (9/7), ada lima pengaruh buruk dari kebiasaan menggigit kuku tangan. Apa saja?

1. Bisa Sebabkan Infeksi Kulit

Kebiasaan menggigit kuku ternyata bisa menyebabkan infeksi kulit. Dokter kulit yang berbasis di New York City, Debra Jaliman, MD mengatakan kepada Health bahwa menggigit kuku meningkatkan risiko infeksi bakteri di bawah kuku, seperti paronychia yang dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, dan kuku yang penuh nanah.

2. Bahkan Bisa Sebabkan Radang Sendi

Menggigit kuku bisa terinfeksi paronychia. Jika paronychia atau infeksi bakteri lainnya berkembang di luar kendali, bukan tidak mungkin bisa menginfeksi sendi tangan.

Menurut dr. David Katz, MD, direktur Pusat Penelitian Pencegahan Universitas Yale, keadaan ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut septic arthritis, yang sulit disembuhkan dan mungkin memerlukan pembedahan. Namun, peradangan sangat jarang terjadi tapi bukan berarti tidak mungkin.

“Ini juga dapat menyebabkan cacat permanen, atau bahkan infeksi sistemik yang dapat mengancam jiwa,” kata dr. Katz.

3. Kelainan Bentuk Kuku

“Dari gigitan kuku yang parah, Anda dapat merusak matriks kuku (jaringan di bawah kuku yang sebenarnya) dan dapat memiliki kelainan bentuk kuku permanen seperti bubungan,” jelas dr. Jaliman.

4. Bisa Tularkan Herpes ke Jari Tangan dari Mulut

BUkan tidak mungkin kebiasaan menggigit kuku bisa menularkan bakteri yang ada dalam mulut. Seperti menularkan infeksi herpes ke jari-jari Anda.

5. Menggigit Dapat Merusak Gigi

Gigi Meinecke, DMD, seorang dokter gigi mengatakan kepada Health bahwa gigi depan yang retak dan patah adalah masalah paling umum yang dia lihat pada pasien yang sering menggigit kuku mereka. Menggigit kuku kronis bisa memecah gigi, menciptakan retakan yang meninggalkan noda gelap. Akan semakin jelek dari waktu ke waktu dan akhirnya membusuk.

6. Menggigit Kuku Bisa Pengaruhi Kekuatan Gigitan Gigi

Pengigit biasanya menggunakan gigi yang sama ketika menggerogoti kuku mereka. Tekanan berulang ini dapat bertindak seperti alat ortodontik, menggerakkan, dan memutar gigi. Sehingga, akan dapat mengubah ‘gigitan’.

(ana/JPC)

Belum Disemen, Akses Jalan ke Enam Perumahan Bagikan Kubangan

0
Becak motor melintas di jalan tanah yang berlumpur menuju Perumahan Bagaman, Tanjunguncang, Batuaji, Sabtu (7/7). Jalan ini sudah ebrtahun-tahun tidak diaspal-aspal. Warga kesusahan bila melintas jalan ini. Bila hujan banjir, becek,berlumpur dan bila kemarau berdebu. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jalan masuk menuju perumahan Sumberindo, Bagaman, Center Park, Marina Green, Marina Garden dan Glori Cahaya Permai di kelurahan Tanjunguncang, Batuaji sunggu memprihatinkan. Selama musim hujan ini jalan yang belum tersentuh semenisasi bagaikan kubangan. Becek dan lumpur benar-benar merepotkan warga dari enam perumahan itu.

Warga tak punya pilihan lain sebab jalan yang baru berupa ratahan tanah itu satu-satunya akses keluar masuk ke perumahan mereka. “Beginilah kondisinya setiap hujan (becek dan berlumpur). Kalau panas berdebuh,” ujar Risna, warga Perumahan Bagaman, Minggu (8/7).

Kepada Batam Pos, Risna menuturkan kondisi jalan yang tak nyaman itu sudah lama berlangsung, namun hingga saat ini belum ada perbaikan ataupun semenisasi. “Tahun 2014 pindah ke sini memang sudah seperti ini. Sampai sekarang tak berubah-ubah. Jadi tak nyaman,” ujarnya.

Jika musim panas, akses jalan masuk itu berubah jadi lautan debuh. Debuh yang diterbangkan oleh lalu lalang kendaraan masuk sampai ke rumah-rumah warga. Situasi jalan yang masih berupa ratahan tanah itu benar-benar tak memberikan pilihan kepada warga di sana. Setiap hari harus berhadapan dengan persoalan yang sama yakni jika tak becek dan berlumpur tentunya berdebuh.

Arnold, toko masyarakat setempat mengaku sudah menyampaikan persoalan itu ke instansi pemerintah mulai dari tingkat kelurahan sampai Pemko Batam, namun belum ada tanggapan sama sekali.

Semenisasi jalan lingkungan yang diharapkan dari program Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) juga ada hasil. Padahal setiap kali musrembang masyarakat di sana selalu mengusulkan semeninasi jalan tersebut. “Sudah sering kami usulkan ke musrembang, tapi itu tadi belum ada tindakan apapun,” ujar Arnold.

Situasi jalan yang tak nyaman itu membuat masyarakat di sana merasa dianak tirikan oleh Pemko Batam. Meskipun masih berada di dalam kota yang sama namun perhatian pemko Batam ke wilayah Tanjunguncang umumnya masih minim. “Mungkin kami di wilayah pinggiran jadi tak perlu diperhatikan. Kami juga bayar pajak pak. Kami warga Batam juga,” keluh Arnold.

Siti, warga lainnya menambahkan beberapa waktu lalu, Lurah Tanjunguncang juga sudah turun ke lokasi tersebut saat sedang banjir besar. Menurut Siti, lurah berjanji akan memperbaikinya. Namun hingga saat ini tidak juga terealisasi. “Katanya mau dibouksit dulu. Tapi sampai sekarang mana ada. Masih rusak seperti dulu,” kesalnya. (eja)

1.371 JCH Riau dan Kepri Nasabah Bank Riau Kepri

0
Jamaah Calon Haji nasabah BRK mengikuti silaturrahmi dan bimbingan haji oleh Bank Riau Kepri di Gedung Menara Dang Merdu BRK, Jumat (6/7). f Bank Riau Kepri untuk Batam Pos

batampos.co.id – Keluarga besar Bank Riau Kepri (BRK) menggelar silaturrahmi dan bimbingan haji kepada 219 nasabah BRK khusus yang berada di wilayah Pekanbaru, Jumat (6/7).

Direktur Utama (Dirut) BRK, Irvandi Gustari mengatakan untuk wilayah Riau dan Kepri sebanyak 1.371 jamaah calon haji (JCH) nasabah Bank Riau Kepri yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah di tahun 2018.

Dari 6.316 jumlah kuota JCH Riau dan Kepri, sebanyak 1.371 JCH merupakan JCH yang menabung melalui Tabungan Haji iB Dhuha Bank Riau Kepri, dengan jumlah 1.148 atau 22,82 persen JCH dari Provinsi Riau dan 223 atau 17,34 persen JCH dari Kepulauan Riau.

Jumlah nasabah yang menabung di Tabungan Haji iB Dhuha Bank Riau Kepri terus mengalami peningkatan.

“Kalau tahun 2017 jumlah rekening tabungan haji 30.866. Di tahun ini naik jadi 32.974 nomor rekening. Atau tumbuh sekitar 6,83 persen,” jelas Irvandi di Gedung Menara Dang Merdu BRK, Jumat (6/7).

Dikatakan Irvandi, jumlah daftar tunggu JCH di Bank Riau Kepri sebanyak 24.429 orang dari jumlah JCH yang mendaftar sebanyak 42.818 orang.

“Dan yang sudah berangkat haji di tahun 2018 ini sebanyak 17.209 orang,” ungkapnya.

Fithriady Syam, salah satu CJH merasa senang bisa mendapatkan bimbingan haji dari Bank Riau Kepri. Ia berharap acara seperti ini rutin dilakukan setiap tahun.

“Senang sih, bisa dapat bimbingan sebelum berangkat,” ujarnya.

Acara serupa akan dilaksanakan di Kabupten Rokan Hulu Provinsi Riau dan Kabupaten Natuna Provinsi Kepri. Turut hadir Direktur Operasional BRK Denny M. Akbar, Pindiv Bisnis Syariah Syahrul, Pindiv Operasional dan Perencanaan Syariah, Pindiv Projas Wahyudi Gustiawan, Pindiv MKM Nusyirwan, Pimpinan Cabang Syariah Pekanbaru Helwin Yunus, beserta Pincapem Syariah Panam Wan Edwin. (*)

Kenaikan Harga Pertamax Tak Perlu Diumumkan kepada Khalayak

0
Operator SPBU simpang Kabil mengisi bahan bakar Pertamax ke dalam tanki mobil
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan kenaikan harga BBM jenis Pertamax tak perlu diumumkan kepada khalayak. Kendati begitu, Badan Usaha yang hendak melakukan perubahan harga harus terlebih dulu melaporkan kepada pemerintah.

“Badan penyalur BBM hanya perlu melapor dan tidak perlu lagi meminta persetujuan Pemerintah sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 34 Tahun 2018 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM,” jelas Arcandra dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (9/7).

Arcandra menerangkan, meski tak harus meminta persetujuan, namun pemerintah tetap punya kuasa mengintervensi bila harga yang ditetapkan oleh Badan Usaha tidak sesuai dengan peraturan. Misalnya, harga yang melebihi marjin sebesar 10 persen.

“Kami jamin apa yang kita janjikan sampai akhir tahun bahwa BBM subsidi tetap. Tidak naik,” jelasnya.

Arcandra mengatakan, Pertamax jumlahnya hanya 14 persen dari total kebutuhan BBM di Indonesia. Sehingga kenaikan harga pada awal Juli 2018 tak banyak berengaruh terhadap daya konsumsi masyarakat.

“Coba kita lihat data, dari 100 persen kebutuhan BBM kita, premium, pertalite, solar dan minyak tanah tidak naik. Ini mewakili 86 persen kebutuhan kita di Indonesia. Ini tidak akan terpengaruh dengan kemampuan konsumsi secara umum,” ungkap Arcandra.

BBM jenis solar maupun minyak tanah yang disubsidi oleh Pemerintah harganya tidak mengalami kenaikan. Begitupun dengan premium yang merupakan BBM jenis Penugasan, harganya tetap. Bahkan, Pertalite yang notabene juga merupakan BBM jenis umum yang penetapan harganya menjadi ranah Badan Usaha, harganya pun tidak mengalami kenaikan.

BBM non subsidi yang pada tanggal 1 Juli 2018 harganya naik seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Dex, dan Dexlite utamanya dikonsumsi oleh masyarakat mampu yang jumlahnya tidak banyak.

“Persentase 14 persen itu adalah masyarakat yang mengkonsumsi BBM dengan kualitas RON yang lebih baik. Tentu secara ekonomi juga mampu,” imbuh Arcandra.

Harga Pertamax yang ditentukan Badan Usaha tersebut, itu membertimbangkan harga minyak dunia. Terlebih, adanya fluktuasi pergerakan harga minyak dunia yang kian dinamis.

“Kalau yang RON 92 ke atas itu sudah mengikuti dekat-dekat dengan harga keekonomian dunia. Justru yang premium, solar tentu masih jauh di bawah dengan harga yang sekarang cukup tinggi di atas USD 70-an per barel,” jelas Arcandra.

(uji/JPC)

Play sound