Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12142

Penduduk Miskin Kepri 131.676 Orang

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin selama enam bulan terakhir (September 2017-Maret 2018). Pada akhir triwulan ketiga tahun lalu, diketahui penduduk miskin di Kepri berjumlah 128.426 orang, sementara pada Maret 2018 sudah meningkat 3.250 orang atau menjadi 131.676 orang.

Kepala Bidang Statistik Dasar BPS Kepri Rahmad Iswanto menjelaskan, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

”Jadi, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK),” ujar Rahmad.

Garis Kemiskinan sendiri merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.

GKM sendiri merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dan lainnya).

Sedangkan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan keseha-tan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.

Nah, di Kepri, BPS mencatat peran komoditi makanan berpengaruh lebih besar ketimbang komoditi bukan makanan dalam menciptakan angka kemiskinan. Sumba-ngan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2018 tercatat 67,48 persen.
“Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan September 2017 yakni sebesar 67,60 persen,” ujar Kepala Bidang Statistik Dasar BPS Kepri Rahmad Iswanto.

Beras, terang Rahmad, masih menjadi komoditi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan. Di wilayah perkotaan besarannya mencapai 16,51 persen, sedangkan di wilayah perdesaan lebih besar lagi mencapai 23,10 persen.

Adapun komoditi terbesar nomor dua adalah rokok kretek filter. Baik di perkotaan atau di perdesaan. Faktor ini juga punya berpengaruh besar. Untuk di wilayah perkotaan sebesar 8,90 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 9,90 persen.

“Baru urutan penyumbang kemiskinan nomor ketiga berbeda. Di wilayah perkotaan disebabkan daging ayam ras sebesar 4,31 persen, dan di wilayah perdesaan disebabkan gula pasir sebesar 4,58 persen,” papar Rahmad.

Sementara untuk komoditi non makanan, urusan perumahan menjadi yang pertama dalam menyumbang garis kemiskinan yang tinggi di Kepri. Di wilayah perkotaan, peranan perumahan mencapai 9,79 persen, sedangkan di perdesaan 8,29 persen.

Lalu untuk bensin, di wilayah perkotaan ada di peringkat nomor tiga, setelah listrik. Berbeda dengan di perdesaan yang lebih menjadikan bensin sebagai pengaruh nomor dua ketimbang listrik. “Di perkotaan, persentase listrik sebesar 6,03 persen, dan di perdesaan sebesar 2,81. Di perkotaan, bensin berpengaruh 4,24 persen, dan di perdesaan 2,89 persen,” beber Rahmad.

Lebih lanjut Rahmad menjelaskan sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan Maret 2018 ini merujuk pada data Susenas bulan Maret 2018.
“Juga digunakan hasil survei paket komoditi kebutuhan dasar yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masyarakat untuk masing-masing komoditi pokok bukan makanan,” pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah pusat sedang menggembor-gemborkan penurunan angka kemiskian yang kini satu digit. Namun di sisi lain, faktor penyumbang kemiskinan berupa makanan dan nonmakanan semakin hari semakin mahal, sehingga kontras dengan kondisi di lapangan. Komoditas telur misalnya, kini harganya terus menggila (Berita Terkait Baca Halaman 9 Metropolis, red).(nur)

Juni, Ekspor Kepri Menurun

0
Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ekspor Kepri untuk bulan Juni 2018 menurun dibanding Mei 2018. Nilainya turun sebesar 6,18 persen dari 1.281,34 juta Dolar Amerika menjadi 1.202,12 juta Dolar Amerika.

“Penurunan nilai ekspor ini disebabkan oleh turunnya ekspor komoditas nonmigas sebesar 11,25 persen atau sebesar 716,56 juta Dolar Amerika,” kata Kasi DLS Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Nur Ihklas, Selasa (17/7).

Sementara ekspor migas Juni 2018 mencapai 485,56 juta Dolar Amerika atau naik 2,45 persen dibanding Mei 2018. Ekspor nonmigas Hterbesar Juni 2018 adalah golongan barang mesin peralatan listrik sebesar 194,23 juta Dolar Amerika. Sedangkan secara kumulatif Januari-Juni 2018 mencapai 1.282,40 juta Dolar Amerika, dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 29,27 persen.

Sedangkan berdasarkan negara tujuan, ekspor ke Singapura pada bulan Juli 2018 menjadi yang paling besar mencapai 654,05 juta Dolar Amerika.

“Dan jika menurut pelabuhan, maka ekspor terbesar melalui Batuampar,” katanya.

Melalui pelabuhan Batuampar, ekspornya mencapai 1.950,91 juta Dolar Amerika dan disusul Pelabuhan Terempa dengan nilai ekspor capai 1.328,40 juta Dolar Amerika. dan Pelabuhan Sekupang 1.091,19 juta Dolar Amerika. (nji)

Pengusaha Mendesak Pemerintah segera Tuntaskan Revisi Perka Pelabuhan

0
Dua orang pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pengusaha memberikan waktu tenggat kepada pemerintah pusat untuk segera merampungkan revisi Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam Nomor 17 Tahun 2016 tentang tarif dan jasa pelabuhan.

Tenggat waktu sampai akhir Agustus. Pengusaha pelayaran menganggap revisi tersebut terlalu lama keluar sehingga menimbulkan kerugian.

“Kita lihat sampai akhir Agustus. Kalau tidak keluar juga, maka akan langsung ke Jakarta menemui Menteri Keuangan (Menkeu),” kata Ketua INSA Batam Osman Hasyim, Selasa (18/7).

Imbas dari lambatnya penerbitan revisi Perka tarif pelabuhan menyebabkan perlambatan ekonomi di bidang maritim khususnya pelayaran.

“Sekarang ini kan masih pakai tarif yang lama. Jadi karena menunggu itu, kapal-kapal pada keluar semua,” ucapnya.

Kapal-kapal asing pun enggan masuk karena tarif yang tinggi.”Makanya kami ingin menjelaskan kepada Menteri agar revisi segera ditandatangani. Kalau tidak kekhawatiran kami akan semakin serius jadinya,” paparnya.

Sebelumnya, BP Batam sudah menyelesaikan rancangan draft revisi Perka dan sudah menyerahkannya ke Bagian Hukum Kementerian Keuangan agar segera ditandatangani.

“Perka masih di pusat dan belum ditandatangani,” kata Kepala Bidang Komersil Pelabuhan BP Batam Djohan Effendy.

Karena menunggu revisi perka keluar, BP tak bisa berbuat banyak dengan tarif lama yang terlalu tinggi. Banyak kapal tak tertarik masuk ke Batam.

“Makanya kami optimalkan pemasukan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) lewat peningkatan sistem host to host dan perbaikan sistem dan layanan,” pungkasnya.(Leo)

Nelayan Bintan Dikabarkan Hilang Kontak

0

batampos.co.id – Setelah dua nelayan hilang kontak di Perairan Berakit dan sampai saat ini belum jelas nasibnya. Kali ini seorang nelayan asal Kabupaten Bintan dikabarkan hilang kontak saat melaut di Perairan Pangkil Kabupaten Bintan, Senin (16/7).

Nelayan tersebut bernama Muani warga RT 004 RW 001 Pulau Buton, Kelurahan Air Glubi Kecamatan Bintan Pesisir. Rianto anak dari korban  ketika dihubungi pada Selasa (16/7) malam membenarkan orangtuanya hilang.

Dia mengatakan awalnya orangtuanya meninggalkan rumah untuk mengantarkan makanan ke temannya yang tinggal di Pulau Pangkil. “Bapak ditelepon kawannya yang kehabisan makanan dan minta diantarkan makanan,” katanya.

Senin (16/7) pagi korban menaiki boat pancung berangkat ke Perairan Pangkil. Hanya siangnya, temannya mengabarkan jika korban tak kunjung datang.

“Siangnya ditelepon sudah tidak bisa. Akhirnya kami mencari di laut dan Selasa kemarin boat pancungnya ditemukan di karang tapi bapak tak ada,” katanya.

Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Budi Cahyadi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya informasi nelayan hilang.

Pihaknya masih menelusuri informasinya. “Ada warga yang melihat pancungnya terlihat di karang, namun menurut warga saat itu mereka tak bisa mendekat karena ombak,” katanya.

Namun Pihaknya telah memerintahkan untuk menerjunkan Rescue Boat 209 Tanjungpinang untuk mencari korban di laut.

Sementara Kasi Ops Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Eko mengatakan, informasinya masih digali karena boat pancung milik korban ditemukan di karam dekat dengan pantai.

“Ini yang masih digali. Karena bisa jadi korban sudah berada di darat, karena pancungnya karam di karang namun dekat dengan pantai. Kami masih menelusuri informasinya,” katanya. (met) 

BP Batam akan Kenalkan OSS pada Pengusaha

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan dokumen perizinan di di Mall Pelayanan Publik | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menggelar sosialisasi terkait Online Single Submission di Travelodge Hotel, Kamis (19/7). Dalam acara ini, BP mengundang para pelaku usaha di Kota Batam.

“Kami menggelar ini dengan tujuan agar para pelaku usaha baik perorangan dan badan usaha termasuk UMKM mendapatkan informasi yang cukup mengenai OSS,” kata Direktur PTSP BP Batam Ady Soegiharto, Selasa (18/7).

Ady mengatakan sosialisasi OSS ini berfokus pada memberikan informasi mengenai teknis mendaftar dan mengaktivasi akun OSS untuk memperoleh nomor induk berusaha (NIB).

“BP akan melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha, notaris, kawasan industri dan pengusaha lainnya. Baik PMA (penanaman modal asing) maupun PMDN (penanaman modal dalam negeri),” tambahnya lagi.

OSS ini kata Ady bertujuan untuk mempercepat pelayanan dalam berusaha.

“Jadi perusahaan sudah bisa melakukannya dimana saja. Bisa di negara setempat, menuju daerah yang ditentukan. Kalau dulu kan banyak alamat website. Sekarang cuma satu aplikasi saja di oss.go.id,” kata Ady.

Apalagi OSS juga sudah terintegrasi dengan pelayanan data kependudukan.

“Memang butuh sosialisasi. Kami merespon suara dari pelaku usaha,” ujarnya.(leo)

Puskesmas Meral Barat Beroperasi

0

batampos.co.id – Puskesmas Meral Barat yang terletak di Kecamatan Meral Barat akhirnya beroperasi. Puskesmas tersebut sudah dapat melayani pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Pelayanan administrasi sudah berjalan sejak 16 Maret lalu dengan menyediakan tenaga medis 20 orang. Satu dokter umum dan dokter gigi, dua perawat, dan 11 bidan disiagakan. Juga ada sarjana kesehatan masyarakat dan analis kesehatan.

”Puskesmas Meral Barat sudah beroperasi hampir dua bulan, setelah ada bantuan genset dari PT Soma Daya Utama (SDU) untuk mengoperasikan peralatan medis selama jam pelayanan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi, Selasa (17/7).

Karena keterbatasan daya listrik, jam operasional puskesmas tersebut dibatasi. Pelayanan dimulai pada pukul 07.30 WIB pagi setiap hari dan berakhir pada pukul 14.00 WIB. Sedang-kan hari Jumat hanya sampai 10.00 WIB dan Sabtu pukul 11.00 WIB.

”Kita memberikan pelayanan medis poli umum, poli gigi, dan KIA/KB. Pasien per hari belum begitu ramai, tapi tetap ada yang melakukan pemeriksaan medis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Meral Barat Bambang Eka Jaya Karo Karo ketika dikonfirmasi mengatakan, pela-yanan medis dibuka sejak 28 Mei lalu. Pelayanan medis sejauh ini menurutnya tidak ada masalah. 20 tenaga medis yang bertugas dapat memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang membutuhkan.

”Kebanyakan pasien berobat ke poli umum. Paling rata-rata satu hari ada sekitar 10 orang yang berobat. Maklum, Puskesmas Meral Barat baru berdiri,” ucapnya. (tri)

Pembuatan SIM Bisa Online

0
Anggota Satlantas Polres Karimun sedang melayani sidik jari seorang pemohon SIM. F. Sandi/batampos.co.id

batampos.co.id – Saat ini pembuatan SIM di Polres Karimun sudah online. Hal ini mempermudah proses permohonan pembuatan SIM. Khususnya, untuk masyarakat yang bukan warga Kabupaten Karimun yang telah memiliki e-KTP.

”Satu hal yang perlu saya tegaskan bahwa dalam mengajukan permohonan pembuatan SIM jangan sampai menggunakan jasa calo. Sebab pemohon pasti diminta bayaran lebih dari biaya yang telah ditentukan,” ujar Kasat Lantas Polres Karimun AKP Teuku F Kenedy, Senin (16/7).

Biaya pembuatan SIM untuk golongan A, B, B1, B2 dan umum Rp 120 ribu. Untuk golongan permohonan pembuatan SIM C biayanya Rp 100 ribu. Untuk SIM jenis golongan D dan D1, yakni untuk permohonan disabilitas biayanya Rp 50 ribu. Selanjutnya, untuk permohonan pembuatan perpanjangan SIM untuk kategori A, B1, B2 dan umum biayanya Rp 80 ribu. Untuk perpanjangan SIM C dan D masing-masing biayanya Rp 75 ribu dan Rp 30 ribu.

”Biaya pembuatan SIM ini merupakan biaya resmi. Biaya untuk pembuatan SIM langsung dibayarkan melalui bank BUMN untuk disetorkan langsung ke kas negara. Untuk itu, ajukan permohonan pembuatan SIM sendiri, jangan melalui orang lain. Kita juga tidak akan melayani permohonan melalui orang lain atau calo,” tegasnya.

Untuk bisa memeroleh SIM, walaupun prosesnya online, pemohon tetap harus mengikuti tes. Tes tertulis juga online. Kemudian, untuk ujian praktik dilakukan di halaman Mapolres Karimun. Jika gagal dalam salah satu ujian, pemohon wajib untuk mengulang kembali.(san)

Atlet Karimun Masuk Pusat Pelatihan

0
Wakil Bupati Anwar Hasyim bersama atlet Popda cabang olahraga sepak takraw yang menjalani pelatihan. F. Warga untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Menghadapi Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) Kepri yang akan dihelat, Jumat (20/7) di Kabupaten Lingga, sejumlah atlet dari Karimun terus bersiap. Selasa (17/7) kemarin, atlet dari semua cabang mulai mengikuti pusat pelatihan (training center).

Pemusatan latihan dibuka Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim. Atlet-atlet Popda ini melibatkan para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Karimun.
”Anak-anakku, mari kita buktikan dan torehkan prestasi untuk mengharumkan kampung halaman kita. Sesuai dengan cabang olahraga yang telah dikuasai dan jaga sportivitas saat bertanding,” pesan Anwar Hasyim.

Selama mengikuti pusat pelatihan, diharapkan peserta mengikuti arahan pelatih. Supaya dapat memaksimalkan keahliannya sesuai cabang olahraga yang diikuti.
”Mudah-mudahan dari atlet muda bisa melahirkan atlet yang berkualitas agar menjadi duta Kabupaten Karimun di tingkat nasional,” ungkapnya.

Selain itu, event ini juga bisa memperkuat jalinan tali silaturahmi antaratlet dan dapat menukar informasi perkembangan olahraga di masing-masing cabang olahraga itu sendiri.

Cabang olahraga yang di peserta pelatihan ada 10, yaitu sepakbola, renang, pencak silat, basket, takraw, tenis meja, atletik, badminton, bola voli, dan tenis meja.
Jika mampu mengukir prestasi di level Popda Kepri, tak menutup kemungkinan akan mewakili Kepri di ajang Popwil tingkat nasional yang diselenggarakan di Provinsi Aceh Agustus mendatang.(tri/enl)

Maaf SMKN 1 Tak Bisa Terima Siswa Tambahan

0

batampos.co.id – Puluhan calon siswa baru yang tidak lolos seleksi PPDB online masih berdatangan ke SMKN 1 Batam di Batuaji hingga Selasa (17/7). Mereka berharap agar pihak sekolah kembali membuka pendaftaran tambahan sehingga mereka kembali diakomodir ke sekolah tersebut.

Pantauan Batam Pos di lapangan, ada sekitar 20 an calon siswa yang datang bersama orangtua mereka. Mereka bertahan di depan gerbang sekolah menanti kepastian dari pihak sekolah.

Kepada Batam Pos, puluhan calon siswa itu mengaku tidak rela jika mereka harus tersingkir dari SMKN 1. Mereka bertekad akan terus menunggu agar pihak sekolah mau menerima mereka.

“Saya pengen di sini (SMKN 1). Sebelum lulus (SMP) sudah rencana mau masuk sini. Semoga masih bisa terima,” ujar Vicky, calon siswa.

Senada disampakan Sulaiman, orangtua calon siswa yang bertahan didepan gerbang sejak pagi kemarin. Putera keduanya matian-matian ingin masuk SMKN 1 Batam sehingga sejak Senin (26/7), dia kembali mendatangi sekolah tersebut untuk memintah kebijakan lain sehingga anaknya kembali diterima.

“Demi anak Pak, dari jam 7 pagi tadi saya sudah di sini. Kemarinpun sama. Tapi belum ada kepastian. Pihak sekolah tak mau jumpai kami,” ujarnya.

Selain karena keinginan sang anak, keinginan untuk memasukan anak di SMKN I Batam juga karena faktor ekonomi. Dia mengaku tak sanggup jika harus menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.

“Inilah satu-satu sekolah negeri di Batuaji. Mau ke kecamatan lain takut tak masuk zonasi,” ujar Sulaiman.

Harapan calon siswa dan orangtua itu sepertinya tidak bisa terwujud sebab menurut kepala SMKN 1 Batam Lea Lindrawijaya, daya tampung SMKN I Batam sudah tidak mencukupi lagi.

“Sudah dari kemarin kami sampaikan bahwa sudah tak bisa lagi. Siswa baru yang sudah diterima sudah mencapai 678 orang. Kalau ditambah lagi mau belajar dimana. Jangan lagi dipaksakan karena sudah overkapasitas ini,” tutur Lea, kemarin.

Jumlah siswa baru yang sudah diterima itu diakui Lea sudah termasuk dengan jumlah siswa tambahan yang diakomodir setelah PPDB online tutup. PPDN online kali lalu SMKN I Batam hanya menerima 552 siswa saja untuk 17 rombel yang tersedia. Namun karena ada kebijakan dari Disdik Kepri maka ditambah 126 siswa lagi.

“Jumlah lokal juga ditambah dua jadi 19. Itupun satu kelas siswanya 40 orang. Padahal aturan hanya 36 saja maksimal perkelas. Jadi memang tak bisa ditambah lagi,” tutur Lea.

Guru SMKN 1, Muhammad Hudawi menerima orangtua calon siswa yang menuntut anaknya masuk sekolah di sekolah SMKN 1, Batuaji, Senin (16/7). Orangtua calon siswa ini menuntut anaknya kepada sekolah supaya diterima masuk sekolah tersebut. F Dalil Harahap/Batam Pos

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikak Provinsi Kepri M. Dali menyarankan agar orangtua siswa yang anaknya belum tertampung untuk mendaftar ke sekolah swasta ataupun sekolah negeri lain yang masih memiliki kuota tambahan.

“Saran saya lebih baik ke swasta. Tapi kalau memang tak mampu silahkan cari sekolah negeri terdekat yang masih ada kuota. Jangan paksakan di sini (SMKN I) semua. Kasian nanti kalau semua di sini tentu akan terganggu proses belajar mengajar kedepannya. Mutu pendidikan jadi terganggu,” tutur M. Dali, di SMKN I Batam, kemarin.

Untuk SMKN yang masih bisa menampung siswa tambahan sebut Dali diantaranya; SMKN 3, 4 dan 8 Farmasi di Sagulung. Untuk itu kepada orangtua dan calon siswa yang berkumpul di depan SMKN I Batam untuk mendaftar ke tiga sekolah tersebut.

“Begitu juga SMA, jangan bertumpuk di SMAN 1 dan 3 saja. Masih banyak SMAN lain yang masih bisa menerima siswa tambahan,” ujarnya.

Secara umum sebut Dali, jumlah anak yang akan masuk SMA dan SMK yang tidak tertampung pada PPDB online kali lalu di Batam sebanyak 394 orang. Kepada mereka yang belum tertempung itu dia menghimbau agar mencari sekolah lain yang masih punya kuota tambahan dalam sepekan ini. Jikapun sudah tak bisa lagi jangan dipaksakan dan mencari sekolah swasta.

“Swasta masih banyak yang kekurangan siswa. Kami akan awasi sekolah swasta agar tidak terlalu memberatkan orangtua siswa,” tuturnya. (eja)

Siswa Baru Hanya 3 Orang

0

batampos.co.id – Jumlah siswa baru untuk beberapa sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah Moro sangat minim. Beberapa sekolah siswa barunya tak sampai 10 orang.

”Tidak hanya yang mendaftar pada tahun ajaran baru sekarang. Untuk jumlah seluruh siswa dari kelas satu sampai kelas enam saja tidak sampai 50 orang,” ujar Staf Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karimun di Moro, Zulkifli, Selasa (17/7).

Sebagai contoh, katanya, berdasarkan data yang ada untuk SDN 016, jumlah siswa baru yang mendaftar tahun ini hanya 7 orang. Terdiri dari 1 orang anak laki-laki dan 6 orang anak perempuan. Jumlah keseluruhan siswa di sekolah dasar tersebut hanya 37 orang.
Tidak hanya itu, untuk kelas tiga di sekolah tersebut jumlah siswanya hanya dua orang. ”Kondisi ini terjadi bukan baru tahun ini saja. Sudah sejak dulu begitu,” ungkapnya.

Minimnya jumlah siswa di sekolah tersebut membuat ujian akhir sekolah yang berlangsung beberapa bulan hanya diikuti 6 siswa. ”Kondisi seperti ini memang benar terjadi. Apalagi lokasi sekolah tersebut berada di dusun. Jumlah kepala keluarga (KK) yang ada di dusun tersebut sekitar 50-an saja,” sebutnya.

Kondisi yang sama disampaikan Kepala SDN 008 Rosnin. Di sekolah tersebut, hanya ada tiga siswa yang mendaftar tahun ajaran baru ini. Sekolah yang dipimpinnya di Tanjungsemokol merupakan satu-satunya SD yang ada di sana.

Kebetulan usia sekolah untuk masuk SD hanya ada tiga siswa tersebut. Total siswa untuk sekolah ini dari kelas satu sampai kelas enam hanya 34 siswa. Ujian akhir beberapa waktu lalu hanya diikuti 4 siswa.

”Menurut saya sepinya anak-anak usia sekolah di daerah ini disebabkan penduduk usia subur banyak berpindah ke luar daerah,” ungkapnya.

Rosnin menyebutkan sekolahnya lengkap. Dari kelas satu sampai kelas enam lokalnya lengkap. ”Untuk guru-guru juga lengkap. Apalagi SD di Tanjungsemokol hanya ada satu. Jika sudah tamat SD biasanya melanjutkan ke Dusun Niur, Pulau Sugi,” jelasnya.(san)