Buruh demo di depan kantor Disnaker Kota Batam di Sekupang, Selasa (13/3). Para buruh berdemo menuntut kenaikan UMK dan UMS Kota Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pasca pengembalian usulan Upah Sektoral Minimum Kota (UMSK) Batam bulan lalu, hingga saat ini belum ada usulan baru yang akan diajukan Pemerintah Kota Batam kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.
“Masih belum ada lagi pembahasan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti,” Selasa (3/4).
Ia menjelaskan sesuai dengan isi surat gubernur tersebut. Pembahasan UMSK harus dibahas secara bipartet antara pengusaha dan serikat pekerja. “Kemarin katanya serikat pekerja akan bahas kembali bersama pengusaha, namun belum tahu apakah jadi atau tidak. Kami belum terima laporannya kembali,” terangnya.
Ia menambahkan sebagai fasilitator dalam pembahasan UMSK Batam ini, tentu pihaknya hanya menunggu hasil atau angka yang akan diteruskan ke provinsi nantinya.
“Kalau sudah persetujuan angka baru nanti akan kami informasikan,” ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.
Sebelumnya Walikota Batam telah mengirimkan usulan UMSK untuk ditetapkan oleh gubernur, namun dikembalikan karena tidak sesuai dengan prosedur. Adapun opsi yang ditolak adalah
UMSK 2018 dihitung berdasarkan UMSK 2017 plus PP nomor 78 tahun 2015 atau sebesar 8,71 persen dengan perhitungan sektor I Rp 3.528.537, sektor II Rp 3. 563.137 dan sektor III Rp 3. 770. 067.(yui)
Penari dari Sanggar Tari Pelangi Budaya, Karimun, tampil memukau dalam siaran langsung di televisi swasta, Sabtu (31/3). F. Dokumentasi Pelangi Budaya
batampos.co.id – Sangar Tari Pelangi Budaya atau Pusat Latihan Seni (PLS) Pelangi Budaya Studio Karimun, kembali eksis di tingkat Nasional dengan mempersembahkan tarian melayu di salah satu program Televisi swasta Sabtu (31/3) lalu liga dangdut Indonesia. Penari asuhan dari koreografer Ahadian dan Fenni Rahayu, memukau para penonton televisi secara langsung, saat menampilkan tarian melayu.
”Kita promosikan daerah Karimun melalui tarian, saat diundang oleh televisi swasta menjadi kebanggaan tersendiri. Terutama, para penari yang bisa tampil secara langsung ditonton jutaan pasang mata seluruh Indonesia,” kata pemilik PLS Pelangi Budaya Studio Karimun Ahadian Zulseptriadi, kemarin (3/4).
Ini menjadi acuan bagi dirinya bersama para penari untuk terus berlatih dan berkarya yang lebih baik lagi. Sehingga, kesenian melayu dapat dilestarikan melalui generasi muda. Dan tidak ketinggalan dari Batavia Dance Studio, yang hingga sekarang terus memberikan dukungan terhadap PLS Pelangi Budaya Studio Karimun untuk tetap eksis terus.
”Kita terus berkarya. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Karimun juga sangat penting, agar generasi muda mencintai kesenian daerahnya dan dapat melestarikannya,” ungkapnya.
Terpisah, Dedi Puja Indra owner dan Koreografer Batavia Dance Studio Indonesia memberikan apresiasi kepada anak-anak Karimun tidak kalah dengan penari profesional. Melalui sangar tari PLS Pelangi Budaya Studio Karimun, yang sudah mengukir prestasi ditingkat Nasional diharapkan terus dipertahankan.
”Paling penting kreativitas perpaduan tarian, pakaian dan musik terus diperbaharui. Nah, PLS Pelangi Budaya Studio Karimun setiap tahunnya pasti ada yang baru dalam menampilkan tarian melayu,” tuturnya.
Sebab, kalau bukan kita-kita siapa lagi yang bisa melestarikan kesenian melayu. Dan kesempatan bagi anak daerah, untuk mengukir prestasi di tingkat Nasional sangatlah besar. Yang suatu saat nanti, anak-anak dari Karimun bisa menjadi penari profesional dan terkenal secara Nasional maupun International.
”Saya juga berasal dari Kepri. Mudah-mudahan saudara Ahadian bisa eksis di ibu kota melalui sangar tarinya,” pesannya.(tri)
batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Di mana diprediksi akan banyak OPD penghasil yang tidak akan memenuhi target.
“Menurut saya akan banyak OPD yang tidak akan memenuhi target. Misalnya BPHTB yang anjlok dan juga dari pendapatan pariwisata,” kata anggota komisi III DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba, Selasa (3/4).
Ia mrngatakan dalam waktu dekat akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah OPD penghasil. Ini untuk melihat realisasi pendapatan asli daerah.
“Kita akan lihat berapa nantinya di triwulan pertama yang sudah didapatkan. Tetapi saya yakin, pendapatannya tidak akan terlalu jauh dibanding tahun lalu,” katanya.
Menurut Mulia Rindo kondisi perekonomian sangat mempengaruhi pendapatan daerah. Misalkan pajak hiburan dan hotel yang minim karena tingkat hunian yang masih rendah.
“Tetapi kami berharap itu jangan menjadi alasan utama bagi pegawai untuk tidak maksimal. Harus bekerja keras untuk PAD ini,” katanya.
Penghasilan tahun ini akan menjadi acuan untuk APBD Perubahan 2018 mendatang. Kalau memang masih minim maka akan ada beberapa kegiatan yang akan ditunda. “Jadi ada nanti pembangunan prioritas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gustian Riau, salah satu OPD penghasil mengatakan bahwa memang PAD agak tersendat karena beberapa hal. Misalnya retribusi IMB yang tidak sesuai target karena memang saat ini masih ada masalah untuk pembangunan.
“Saya kurang ingat sudah berapa yang kita dapatkan. Tapi memang belum terlalu tinggi. Ini juga karena permasalahan pembangunan seperti IPH beberapa waktu lalu.
Tetapi intinya kita berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan PAD ini. Semua pelayanan perizinan kita permudah,”katanya. (ian)
Pedagang seluler melakukan aksi demo di kantor DPRD Natam Senin (2/4). Mereka menolak aturan 1 NIK 3 SimCard. | Cecep Mulyana/Bat Pos
batampos.co.id – Demo Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) berbuah manis.
Protes pemilik konter seluler soal aturan registrasi 1 nomor induk kependudukan (NIK) untuk maksimal 3 kartu atau nomor diakomodir pemerintah. Hal itu sejalan dengan akan diubahnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 21 Tahun 2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.
Berdasar permenkominfo itu, pelanggan hanya bisa melakukan registrasi mandiri dengan ketentuan 1 NIK untuk maksimal 3 kartu atau nomor. Sementara itu, nomor keempat dan seterusnya harus didaftarkan melalui gerai operator. Aturan tersebut dianggap mematikan usaha konter pulsa.
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo Ahmad Ramli mengatakan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan perwakilan dari persatuan pemilik konter Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI).
“Intinya, kami menerima aspirasi KNCI untuk bisa meregistrasi kartu keempat dan seterusnya,” kata Ramli kepada Jawa Pos kemarin (3/4).
Saat ini, menurut Ramli, tengah dilakukan proses revisi untuk permenkominfo itu. Proses tersebut akan diawasi langsung oleh Sekretariat Negara (Setneg).
Dengan revisi aturan tersebut, outlet boleh melakukan registrasi kartu bagi pelanggan yang ingin memiliki nomor keempat atau seterusnya. Meski demikian, Ramli menggarisbawahi, secara prinsip, registrasi harus dilakukan dengan NIK dan KK yang tervalidasi ke database Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
batampos.co.id – Sebanyak 475 siswa peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMAN) 5 Batam di Sagulung siap menghadapi UNBK yang digelar serentak mulai Senin (9/3) mendatang. UNBK SMAN 5 Batam akan dilaksanakan di gedung SMKN I Batam di Batuaji.
Kepala SMAN 5 Batam Bahtiar mengatakan, sama seperti tahun sebelumnya pelaksanaan UNBK kali ini masih numpang di SMKN I Batam. Itu karena SMAN 5 sendiri belum memiliki fasilitas komputer dan jaringan yang memadai.
“Fasilitas penunjang belum cukup makanya masih numpang. Sesuai arahan dari Kadisdik Kepri (Arifin Nasir) tahun ini masih numpang di SMKN I,” ujar Bahtiar, kemarin.
Untuk persiapan siswa peserta UN sendiri diakui Bahtiar sudah cukup baik. Mulai dari persiapan khusus sampai pada uji coba atau try out dan simulasi hasilnya memang cukup memuaskan. Siswa peserta UN mampu menyelesaikan persiapa itu dengan baik dan hasil yang memuskan. “Sudah cukup baik, tinggal pelaksanaan di hari halnya ini. Kami tetap berharap yang terbaik,” ujar Bahtiar.
Terkait isu adanya bocoran soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang sudah digelar pada pekan sebelumnya Bahtiar memastikan tak ada. “Tidak ada itu. Semuanya berjalan lancar. USBN diawasi dengan ketat juga kemarin,” ujar Bahtiar.
Pernyataan Bahtiar ini dibenarkan oleh sejumlah siswa peserta UN yang mengaku tak ada satupun diantara mereka yang disuruh mengikuti USBN susulan.
“Nggak ada. Semuanya sudah selesai kok. Tinggal UNBK saja,” kata Aria, seorang siswa. (eja)
Polisi bersama warga melakukan evakuasi terhadap jenazah Gunawan Wibisono yang tewas dihantam tali kapal yang putus. F. Sandi/batampos.co.id
batampos.co.id – Nasib malang dialami Wibisono dan Sutrisno kru kapal jaring cumi, KM Cahaya Gemilang 1 yang sedang berada di buritan kapal. Keduanya jatuh, Sutrisno selamat namun Wibisono tewas di dalam laut, Selasa (3/4) di Perairan Puakang Karimun.
Kejadian tersebut disebabkan, pada saat kapal sedang ditunda atau ditarik dengan kapal lain tiba-tiba tali yang dugunakan untuk menarik putus dan menghantam Gunawan Wibisono dan Sutrisno yang sedang berada di bagian belakang kapal.
Akibatnya, kedua kru kapal jatuh ke laut dan menyebabkan satu korban tewas disebabkan luka pada bagian kepala dan juga korban tidak bisa berenang. Sutrisno yang selamat saat kejadian tersebut mengalami luka robek pada bagian perut karena hantaman tali dan berhasil tertolong.
”Kejadiannya pukul 12.15 WIB ketika itu,” ujar Nur Rohman, salah satu kru KM Cahaya Gelang 1.
Dia menceritakan, saat itu semua kru kapal sudah naik ke atas kapal. Hanya saja, kapal tidak bisa bergerak disebabkan air laut surut dan sangkut. Agar bisa keluar, harus ditarik dengan kapal lain. Kapal ditarik dari belakang, sebab haluan kapal menghadap ke darat
Saat kapal sedang ditarik, katanya, dua orang rekannya ini sedang berada di belakang usai mengikat tali. Tiba-tiba tali yang digunakan putus dan menghantam kedua rekannya sampai jatuh ke dalam laut.
Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Siitorus secara terpisah menyebutkan, ketika mendapat informasi pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu evakuasi.
”Memang, korban yang meninggal ini sempat tenggelam dan kita melakuikan pencarian dengan menyelam. Setelah setengah jam bearu ditemukan dan kondisinya sudha meninggal dunia. Mayat Gunawan Wibisono sudah ditempatkan di ruang jenazah RSUD M Sani. Sedangkan, rekannya, Sutrisno masih dirawat,” paparnya. (san)
batampos.co.id – Ujian Nasional (UN) hari kedua di SMKN I Batam di Batuaji, Selasa (3/4) berjalan lancar. Tidak ada kendala teknis yang dihadapi, namun UN mata Pelajaran Matematika itu sempat membuat sebagian siswa peserta UN tertekan karena soal-soal yang muncul di layar komputer cukup sulit.
Beberapa siswa yang dijumpai Batam Pos usai mengikuti UN sesi pertama pagi kemarin, menuturkan, hampir semua soal yang muncul di layar komputer sulit. Meskipun sudah mempersiapkan diri sebelumnya dengan dua kali mengikuti try out dan tiga kali simulasi namun mereka mengaku tetap kewalahan. “Susah-susah soalnya. Ada yang asal isi saja. Biar selesai,” ujar Nr, seorang siswa.
Begitu juga disampaikan Dk ada sekitar 15 soal yang menurutnya cukup berat. Saol-soal yang berat itu dikerjakan belakangan dengan sistem asal isi saja. “Dua jam rasanya tak cukup. Berat kali (menyelesaikan soal-soal UN Matematika),” ujar Dk.
Keluhan siswa ini dibenarkan oleh pihak sekolah. Humas SMKN I Batam Junaidi mengakui adanya keluhan siswa tersebut. Namun demikian pihak sekolah tetap optimis siswa mereka mampu melewati UN tersebut dengan hasil yang memuaskan.
“Itu biasa. Apalagi Matematika memang agak sulit. Tapi kami tetap yakin mereka bisa,” ujar Junaidi.
UN hari kedua itu, kata Junaidi sebanyak 578 siswa peserta UN semuanya hadir. Pelaksanaan UN berjalan lancar seperti biasa. Situasi pelaksanaan UN yang berjalan aman dan tertib itu diakui pihak kepolisian Batuaji. Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe yang turun memantau proses UN SMK di wilayah hukum Mapolsek Batuaji mengatakan secara umum pelaksanaan UN berjalan lancar tanpa hambatan apapun.
“Semua SMK kami awasi dan alhamudililah sampai hari ini semuanya berjalan lancar. Paling banyak (peserta UN) di sini (SMKN I) hampir 600 san siswa,” ujar Dalimunthe.
Siswa dan Siswi SMKN 1 Batuaji dengan serius mengerjakan soal ujian mata pelajaran bahasa Indonesia, Senin (2/4/2018). | Dalil Harahap/Batam Pos
Kuatir Sistem Audio Bermasalah
Sementara persiapan untuk menyambut UN hari ketiga di SMKN I dengan mata pelajaran Bahasa Inggris diakui pihak sekolah sudah mantab. Sistem audio untuk soal listening sudah disediakan satu earphone pada setiap komputer. “Kita sudah lima kali coba dan semuanya berjalan dengan baik. Tak ada kendala. Semoga besok (hari ini) juga demikian,” ujar Kepsek SMKN I Lea Lindrawijaya, kemarin.
Meskipun demikian sejumlah siswa tetap kuatir. Mereka takut saat UN berjalan sistem audio yang disediakan bermasalah. “Itu saja sih yang dikuatirkan. Semoga saja semuanya berjalan lancar. Karena Listening ada 10 soal,” kata seorang siswa. (eja)
Kapolresta Barelang (tengah) ketika menunjukkan barang bukti balok yang dipakai pelaku untuk membunuh korbannya. (Boni Bani/JawaPos.com)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Nongsa menggelar rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan yang dilakukan Juni Aryadi terhadap pacarnya sendiri Abellia Delta Wahyuni alias Meli di lokalisasi Teluk Bakau, Nongsa. Juni sampai di lokasi kejadian dengan kawalan polisi, Selasa (3/4) pukul 14.25 WIB. Tersangka datang dengan kondisi tangan terborgol dan langsung masuk ke dalam kamar kos-kosannya dimana ia membubuh Meli.
Dengan menggunakan baju tahanan warna orange dan bernomor 5, Juni memperagakan satu persatu adegan mulai dari pulang kerja sampai akhirnya merenggut nyawa Meli. Saat reka ulang, tersangka terlihat lancar dan tanpa ragu memperagakan kejadian pada malam itu. Hujatan dari puluhan warga di lokasi kejadian tampak mewarnai reka ulang kasus ini.
Suasana pun sempat memanas saat beberapa orang warga mencoba masuk ke lokasi kejadian yang telah dipasang dengan garis polisi. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, polisi yang berpakaian preman dan bersenjata laras panjang meminta sejumlah warga itu untuk kembali keluar dari garis polisi yang telah terpasang.
Rekonstruksi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite. Sekitar pukul 14.30 WIB, tersangka dengan tangan terborgol keluar dari mobil minibus merah. Dia menjalani rekonstruksi di depan kos-kosannya, dimana pada saat itu Juni baru saja pulang bekerja. Sesampainya di rumah, Juni langsung istirahat sambil menonton tipi.
Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite yang memimpin jalannya rekonstruksi mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mendukung pembuktian dan kelengkapan berkas perkara. Selain itu juga, reka ulang ini dilakukan untuk menyesuaian keterangan pelaku, saksi dan barang bukti yang ditemukan oleh anggotanya di lokasi kejadian.
“Dihadiri penasihat hukum dan jaksa penuntut umum. Sehingga bisa melihat fakta yang terjadi untuk nantinya lebih memaksimalkan penyidikan dan meyakinkan hakim di persidangan ke depannya,” katanya kepada wartawan seusai rekonstruksi.
Albert membeberkan, dari reksonstruksi itu tidak terdapat temuan baru. Rekonstruksi ini telah sesuai dengan pengakuan tersangka dan saksi-saksi kepada penyidik. Dalam reka ulang ini, tersangka melakukan 30 adegan, termasuk saat dia menghabisi nyawa korbannya dengan balok kayu dan mencekik korbannya hingga tewas.
“Adegan yang menghabisi nyawa korban itu ada di adegan ke 27. Saat itu, tersangka memukul kepala korban dengan menggunakan balok kayu sebanyak tiga kali dan kemudian mencekik leher korban,” katanya.
Usai korban tewas, kemudian reka ulang ini ditutup dengan adegan dimana tersangka menumpangi ojek untuk minta diantarkan ke Bandara Internasional Hang Nadim. Saat itu, tersangka membawa beberapa barang berharga milik korban untuk membiayai penerbangannya menuju ke Pekanbaru dan pulang ke Kapahiang, Bengkulu.
“Pembunuhan ini dilakukan secara spontan karena saat itu tersangka merasa kesal kaerena korban memukul kepalanya. Karena kesal, tersangka langsung membunuh korban,” ujar Albert.
Kapolsek menambahkan, kasus ini sudah sampai ke dalam tahap pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk tindak lanjut penyidikan terhadap tersangka. Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan dengan sengaja dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun. (gie)
Dua pelaku penggelapan, Ip dan Ic digiring petugas di Mapolsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Selasa (3/4). F. Yusnadi/batampos.co.id
batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari mengamankan sepasang kekasih berinisial Ip ,27, dan Ic ,28, di kawasan Batu 8, Tanjungpinang, pekan lalu. Keduanya ditangkap atas laporan Alfi Rirandi yang mengaku kehilangan perabotan kontrakan miliknya di Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Perabotan korban diduga dibawa lari pasangan tersebut.
“Kedua pelaku ini berpacaran dan tinggal serumah,” kata Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim Ipda Haris Baltasar, Selasa (3/4).
Awalnya, kedua pelaku sepakat menyewa kamar kos korban seharga Rp 1 juta per bulannya. Saat akan menagih uang sewa, korban menemui kedua pelaku, saat itu keduanya berjanji akan membayar uang sewa dengan cara mengantarkannya ke rumah korban.
Karena beberapa hari tidak kunjung membayar, korban kembali mendatangi kontrakannya. Saat itu korban kaget mendapati perabotan di kontrakan seperti kulkas, kompor gas dan drum air hilang. Korban curiga barang-barang tersebut dibawa kabur pelaku menggunakan mobil.
“Keduanya mengaku mengambil barang-barang tersebut dan menjualnya seharga Rp 15 juta,” kata Haris.
Atas perbuatan nekatnya itu, kedua pelaku dijerat pasal 372 jo 55 ayat 1 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Keduanya telah meringkuk di sel tahanan Polsek Bukit Bestari,” pungkasnya.(odi)
Polisi menunjukkan kendaraan yang digunakan korban yang tewa saat kecelakaan lalu lintas, Selasa (3/4) di Batu 8. F. Yusnadi/batampos.co.id
batampos.co.id – Dua pemuda tanpa identitas tewas setelah mengalami kecelakaan di jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 Tanjungpinang, Selasa (3/4) sekitar pukul 01.00 WIB. Keterangan yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung saat kedua korban berboncengan menggunakan motor Honda Vario BP 2250 BI yang melaju kencang dari arah Simpang Dompak Batu 8 atas menuju ke arah Hotel Ck.
Tepatnya di depan kantor Kementerian Keuangan Dirjen Perbendaharaan, pengendara motor tersebut lepas kendali, keluar jalur dan menabrak pohon besar. Keduanya tewas di lokasi kejadian karena mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. “Diduga keduanya mabuk berat,” ujar Kanit Laka Polres Tanjungpinang, Ipda Ridwan.
Ridwan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kecelakaan tersebut. Hingga saat ini belum diketahui identitas kedua korban. Sedangkan barang bukti motor sudah diamankan dan kedua jenazah korban kini berada di RSUD Kepri. “Saat olah TKP tidak ditemukan tanda pengenal kedua korban,” katanya.
Dalam kecelakaan tersebut satu korban mengenakan jaket coklat, baju abu abu dan celana jins biru, sedangkan satu korban lainnya mengenakan jaket hitam, baju biru dan celana jins hitam. “Jika ada informasi mengenai keduanya, lapor ke Polres Tanjungpinang,” kata Ridwan.
Ridwan mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara agar terhindar dari kecelakaan di jalan raya. “Fokus dan tidak mengkonsumsi alkohol saat berkendara,” imbaunya.(odi)