Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12218

Jangan Lupa Rotasi Roda Mobil Anda sebelum Mudik Ya…

0

batampos.co.id – Coba cek kondisi ban roda mobil Anda.

Kondisi kembangan ban yang masih bagus tidak selalu menjamin kenyamanan berkendara. Kadang, ban terlihat masih bagus, namun memiliki keseimbangan yang kurang. Nah, ban seperti itu harus di rotasi.

Ban harus diservis secara berkala mengikuti pola rotasi yang dijelaskan di dalam buku manual. Rotasi ban bertujuan mencegah tingkat keausan, memberikan kenyamanan, dan mencegah munculnya suara bising dari ban yang muncul ketika mobil melaju kencang.

Rotasi ban dilakukan secara periodik setiap kali mobil menempuh jarak 4.800km – 8.000km, atau ketika ban telah mengalami perbedaan antara tapak depan dengan belakang sebesar 1/32 inci – 2/23 inci. Rotasi ban juga bisa dilakukan bersamaan dengan penggantian oil. Rotasi ban dapat menjaga keseimbangan mobil serta mencegah terjadinya hidroplaning. Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil pribadi, rotasi ban dianjurkan agar dilakukan sebelum Anda menunaikan perjalanan jauh tersebut.

Seperti yang dikutip dari laman tiretrack.com, ada beberapa pola merotasi ban. Berikut pola rotasi ban tersebut.

Rotasi 4 Ban

Ada 3 pola rotasi ban yang bisa diterapkan. Ketiga pola rotasi itu yaitu ‘Reward Cross’ , ‘Forward Cross’ , dan yang ketiga yaitu ‘X-Pattren’.

Tren dan performa ban maupun roda yang berkembang saat ini memunculkan 2 pola rotasi tambahan. Yaitu sebagai berikut.

Pola ‘Front-to-Rear’ dapat diterapkan untuk mobil yang memiliki ban simetris berukuran sama. Sedangkan pola ‘Side-to-Side’ dapat digunakan untuk kendaraan yang memiliki ban non dereksional yang ukuran ban depan berbeda dengan ukuran ban belakang. Jika kedua pola rotasi tersebut tidak efektif, maka Anda bisa melakukan balancing dan mengulang rotasi sampai ditemukan posisi ban yang paling seimbang dan nyaman.

Rotasi 5 Ban

Beberapa mobil dilengkapi dengan ban atau roda cadangan. Lantas pola rotasi seperti apa yang cocok untu mobil seperti ini? Ban cadangan harus diikutsertakan saat rotasi. Ikuti prosedur rotasi ban yang tercantum di dalam buku manual. Namun jika di dalam buku manual tidak dijelaskan cara merotasi ban, berikut caranya. Ban cadangan dipasang di posisi sebelah kanan belakang. Pola rotasi disesuaikan dengan roda penggerak yang diterapkan pada sebuah mobil.

Pada mobil berpenggerak roda depan, rotasi dilakukan dalam posisi silang depan. Sedangkan pada mobil berpenggerak roda belakang dan mobil berpenggerak empat roda (4WD), rotasi ban dilakukan dengan pola silang belakang .

Pola rotasi 5 ban seperti ini membuat penggunaan ban dapat terdistribusi secara merata. Sehingga bisa membantu menjaga kedalaman kembangan agar tetap sama pada kelima ban yang Anda miliki. Jika diaplikasikan pada mobil 4WD, pola rotasi ini bisa mencegah kerusakan driveline ketika salah satu ban kempes dan memaksa ban cadangan dioperasikan .

(ipy/JPC)

Kabar Terbaru dari iPhone

0
Ilustrasi: Konsep iPhone dengan tiga kamera utama. (MartinHajek/iDropNews)

batampos.co.id – Kabar terbaru dari iPhone.

iPhone dengan tiga kamera utama kemungkinan hadir mengikuti euforia yang dibawa pabrikan asal Tiongkok, Huawei dengan P20 Pro.

Laman MacRumors, Selasa (8/5), merilis kabar soal iPhone dengan tiga kamera kembali dimunculkan oleh seorang analis dari Yuanta Securities bernama Jeff Pu. Dia menyebut bahwa akan ada perangkat terbaru dari iPhone yang salah satunya memiliki tiga kamera.

Unit iPhone dengan tiga kamera diyakini akan memiliki nama iPhone X Plus. Tidak lain, iPhone X Plus merupakan generasi terbaru dari iPhone X yang menjadi trendsetter gara-gara layar takiknya.

Jeff Pu meyakini bahwa paruh kedua 2019 mendatang akan menjadi waktu yang tepat bagi Apple untuk melepas unit iPhone tiga kamera tersebut. Sayangnya, tidak dijelaskan lebih rinci tanggal peluncuran iPhone tiga kamera itu.

Pernyataannya bukan tanpa alasan. Keyakinannya atas iPhone tiga kamera bakalan meluncur tahun depan didasari pada tren yang ada saat ini. Menurut Jeff Pu, rilis smartphone dengan tiga kamera oleh Huawei yang hadir dengan perangkat Android, merupakan sebuah upaya yang harus diikuti.

Sempat diberitakan sebelumnya, tren ponsel dengan tiga kamera yang dibawa Huawei P20 Pro memang mencuri perhatian masyarakat pencinta gadget. Situs pengujian kualitas DxOMark mengganjar Huawei P20 Pro dengan nilai 109 untuk kamera yang dimilikinya.

Nilai tersebut kontan jauh meninggalkan kualitas kamera Samsung Galaxy S9 Plus yang hanya sanggup mencetak angka 99. Prestasi yang dicapai Huawei ini diperoleh berkat angka performa sang perangkat saat digunakan untuk memotret gambar.

Huawei P20 Pro memperoleh angka 114, sedangkan Galaxy S9 Plus mendapatkan nilai 104. Sementara untuk kualitas perekaman video dari Huawei P20 Pro juga terukur cukup tinggi pada angka 98. Angka ini melampaui skor 91 yang dikumpulkan Galaxy S9 Plus.

Merujuk data tersebut, rasanya tidak salah jika pabrikan sekelas Apple merilis opsi tiga kamera utama pada produk smartphone yang akan diluncurkannya nanti. Hal ini melihat opsi tiga kamera utama pada produk Huawei yang diganjar skor tinggi oleh DxOMark.

(ce1/ryn/JPC)

Ikatan Alumni Perawat Griya Husada Uniba Dikukuhkan

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, mengukuhkan dan melantik Pengurus Ikatan Alumni Perawat Griya Husada Universitas Batam (Uniba), Sabtu (5/5) lalu. Kegiatan yang digelar di kampus Uniba itu, diikuti sejumlah alumni perawat Griya Husada Uniba dari 1.600 alumni yang terdata.

Ketua panitia pelaksana Suhendi Junianti mengatakan, pengukuhan dan pelantikan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan seluruh alumni perawat Griya Husada Uniba dalam menggali dan membina potensi berkualitas, untuk pengabdian ke masyarakat.

“Selain itu, sebagai ajang perkenalan dengan mitra kerja organisasi baik yang berasal dari instansi pemerintah ataupun instansi swasta,” ujar Suhendi.

Dalam kegiatan tersebut, yang terpilih sebagai Ketua Pengurus Ikatan Alumni Perawat Griya Husada Uniba yaitu Alta Basnur. Ia mengungkapkan, dengan ribuan alumni perawat Griya Husada Uniba hendaknya dapat menjadi motivasi pengurus ikatan untuk mebuat program-program yang tepat sasaran.

“Ikatan ini dibentuk bukan hanya sebagai ajang pengukuhan dan pelantikan saja, namun juga dapat menggairahkan semangat dalam menghadirkan program positif,” jelasnya.

Di samping kegiatan pelantikan pengurus, pihaknya juga menggelar seminar dengan tema ‘upaya perlindungan hukum perawat dalam menjalankan praktik profesi registrasi, lisensi dan legilitas STR sebagai upaya peningkatan kompetesi tenaga kesehatan’.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang mendukung terbentuknya pengurus Ikatan Alumni Perawat Griya Husada Uniba. Terutama kepada Rektor Uniba, Pembina Ikatan Alumni, dan semua mitra kerja yang membantu mensukseskan acara ini. Semoga dengan adanya ikatan ini, dapat menjadi pengikat tali silahturahmi antara para alumni dan almamater tercinta,” tutur Alta Basnur. (nji)

Durian Pengat Jadi Takjil Spesial

0
PR Aston Purindra Yogita menunjukkan menu andalan Aston Tanjungpinang, durian pengat yang tersedia selama Ramadan. F. Faradilla/batampos.co.id

batampos.co.id – Manajemen Hotel Aston Tanjungpinang menghadirkan paket bertajuk Blessing Ramadan memasuki bulan suci Ramadan 2018. Pelanggan bisa menyicip menu spesial berupa durian pengat sebagai sajian takjil spesial.

“Menu buka puasa andalan dan istimewa kami dalam Ramadan kali ini adalah durian pengat. Ketan atau pulut yang gurih dilumuri saos durian yang sangat kental dan segar,” terang Dadi selaku Executive Chef di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (8/5).

Untuk dapat menikmati menu andalan ini, pelanggan dijamin tidak perlu merogoh kocek yang dalam. Dalam satu bundel paket Blessing Ramadan dengan harga Rp 110 ribu per orang dan untuk anak usia 5 sampai 11 tahun hanya Rp 55 ribu per anak, sudah dapat mengikuti promo spesial yang dibuka sepanjang sepanjang 18 Mei hingga 13 Juni ini.

Dengan memesan paket Blessing Ramadan, para tamu bisa menikmati menu buka puasa sepuasnya (All You Can Eat) dengan lebih dari 44 jenis menu mulai dari makanan tradisional, lengkap dengan kue dan berbagai takjil.

“Itulah mengapa paket ini diberi judul Blessing, alias berkah. Spesial dan cuma ada di bulan Ramadan,” tambah Ardianto selaku Food dan Beverages Manager Hotel Aston Tanjungpinang.

Tamu yang melakukan reservasi paket Blessing Ramadan di atas 50 orang dalam satu waktu, sambung Ardianto, akan mendapatkan 1 voucher kamar superior dan berlaku kelipatannya. Tamu yang melakukan pemesanan pada H-7 menjelang puasa juga mendapatkan harga spesial yakni cukup dengan Rp 95 ribu per orang. Kemudian, setiap pemesan di atas 10 orang akan mendapatkan satu kupon gratis. (aya)

Anambas Dapat Lima Puskesmas

0

batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas akan mendapatkan bantuan pembangunan lima Puskesmas baru dari Pemerintah Pusat pada 2019, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Lima Puskesmas tersebut akan dibangun di Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Siantan Timur, Kecamatan Siantan Tengah dan Kecamatan Jemaja. Dua kecamatan lainnya yakni Kecamatan Jemaja Timur dan Kecamatan Siantan tidak dapat pembangunan Puskesmas.

Ini dikarenakan Kecamatan Siantan berada di Ibu Kota, sedangkan Kecamatan Jemaja Timur telah dibangun pada 2017 silam. “Tahun ini Puskesmas Jemaja Timur sudah dimanfaatkan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas Harianto, Selasa (8/3).

Dirinya memperkirakan anggaran pembangunan Puskesmas baru sekitar Rp 8 Miliar per unit. Hal ini berpatokan pada pembangunan Puskesmas Jemaja Timur tahun lalu yang menghabiskan anggaran Rp 8 Miliar.

Meski demikian, anggaran pembangunan Puskesmas di Kecamatan Siantan Selatan dapat lebih rendah karena tipenya berbeda dengan Puskesmas Jemaja Timur. Puskesmas di Kecamatan Siantan Selatan sifatnya hanya non perawatan. Puskesmas ini kemungkinan hanya satu lantai saja. Sementara itu untuk Puskesmas yang melayani rawat dibuat dua lantai.

Terkait Puskesmas Jemaja Timur yang sudah ditempati sejak Maret 2018 kemarin, maka bangunan Puskesmas lama rencananya akan dijadikan mess dokter. Menurutnya, jika semua sudah terbangun, maka jumlah Puskesmas di Anambas akan semakin banyak, sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dari puskesmas yang ada kata Harianto, saat ini sudah ada dua Puskesmas di Anambas yang telah terakreditasi yaitu Puskesmas Siantan dan Puskesmas Palmatak.
Sedangkan lima Puskesmas lain akan diakreditasi pada 2018 ini. ”Target kita 2019 semua Puskesmas dan Rumah Sakita yang ada di Anambas sudah terakreditasi,” tukasnya. (sya)

Disdik Tak Bisa Paksakan Swasta Turunkan Iuran

0
Murid SDN 018 Sagulung berbaris saat mengikuti kegiatan sekolah, Senin (30/4). Tahun ini penerimaan PPDB tidak tertampung karena minim ruang kelas baru. Diharapkan Pemko Batam segera manambahnya supaya tertampung. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Harapan Wali Kota Batam Muhammad Rudi agar sekolah swasta menurunkan iuran sekolah seprtinya sulit terealisasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menilai harapan ini hanya bersifat imbauan, dengan kata lain tidak bisa dipaksakan.

“Kami susah juga mau maksa,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Disdik Kota Batam Hendri Arulan, belum lama ini.

Menurutnya, karena sekolah swasta memiliki aturan sendiri seiring pelaksanaan otonomi sekolah. Hendri mengatakan, harapan ini muncul karena sekolah swasta telah mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat dan insentif untuk guru sekolah swasta dari Pemko Batam.

“Soal iuran ini, kami sifatnya mengimbau. Kalau sekolah swasta baru, bisa tutup juga,” katanya.

Karena dua alasan inilah, ia menilai harapan Wali Kota Batam Muhammad Rudi agar sekolah swasta memberikan timbal balik atas bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah adalah hal yang wajar.

Apakah, pemerintah tidak bisa mengatur soal iuran tersebut dalam satu aturan daerah, Hendri mengaku perlu kajian yang mendalam dan perlu waktu yang cukup lama. “Kalau aturan perlu kajian panjang lagi, kalau sampai mengatur berapa batas iuran. Kami sementara imbau saja,” terangnya lagi.

Ia mengungkapkan, pekan depan tepatnya Selasa (15/5) akan mengundang perwakilan sekolah swasta se Batam untuk hadir dalam rapat bersama Pemko Batam.

“Paling tidak nanti yayasan kebijakan persentase untuk berapa siswa digratiskan,” ucapnya.

Harapan agar sekolah swasta menurunkan iuran, bermula ketika Wali Kota Batam Muhammad Rudi karena sekolah swasta mahal. Alhasil, masyarakat berbondong-bondong ke sekolah negeri yang dinilai lebih murah.

“Kami udah bantu guru nih, masa tak mau turunkan, turunkanlah,” kata Rudi di depan Kantor DPRD Batam, Kamis (26/4) lalu.

Harapan ini, ia sampaikan juga demi kebaikan sekolah swasta itu sendiri. Dengan menurunkan iuran, masyarakat bakal menyekolahkan anaknya ke swasta. (iza)

UMKM Penyangga Ekonomi

0

batampos.co.id – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Pertumbuhannya yang subur dari waktu ke waktu menjadikan sektor ini mendapat perhatian dari Pemko Tanjungpinang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Riono menyatakan, Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM mesti menyusun program yang punya orientasi terhadap peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia pada tiap-tiap UMKM di Tanjungpinang.

UMKM, sambung Riono, merupakan aset yang harus dipertahankan, sehingga pengusaha kecil bisa tetap bertahan meskipun krisis ekonomi sedang melanda. “Dengan tumbuh suburnya UMKM bisa menambah angka tenaga kerja,” ungkapnya.

Riono melanjutkan usaha kecil harus didorong menjadi besar. Selama ini kendala yang dihadapi pelaku usaha kecil adalah permasalahan internal seperti masalah modal, SDM, hukum, dan akuntabilitas.

“Yang sudah berkembang coba berinovasi dan tetap bersemangat meski kondisi perekonomian kita sedang lesu. Sebenarnya melalui program CSR, para pelaku usaha bisa memanfaatkan modal bank melalui kredit usaha rakyat (KUR),” ujar Riono.

Riono menegaskan dari sisi SDM, sebuah usaha harus memiliki sistem yang baik dan dikelola secara manajemen yang sesuai. Untuk pengemasan harus dibuat secara menarik, murah, produk label, sertifikat halal, teruji kesehatan, dan kandungan gizi serta kemasan yang memiliki ciri khas. Itu dapat membuat konsumen tertarik. Dari sisi hukum usaha minimal memiliki izin produksi industri rumah tangga (PIRT).

“Kalau mau usaha maju hal-hal tersebut perlu dicermati. Berbicara akuntabilitas masih manajemen tukang sate, mulai dari beli bahan baku, memasak, dan menjualnya selalu dikerjakan sendiri. Laporan keuangan harus tercatat dengan baik,” ujarnya.

Selain masalah internal ada juga masalah eksternal yang dihadapi seperti iklim usaha, pemasokan bahan baku, hubungan pelaku usaha dengan pemerintah, infrastruktur kurang memadai. (aya)

Kampus yang Tak Siap Harus di Merger

0
ilustrasi

batampos.co.id – Koordinator Kopertis X yang membawahi empat wilayah, Riau, Kepri, Jambi dan Sumbar, Profesor Herri menegaskan, saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, saat ini akan merevisi kurikulum di pendidikan tinggi atau perguruan tinggi yang ada ke modernisasi pembelajaran.

Targetnya sendiri, akan dimulai saat ini dan tahun depan diharapkan modernisasi perguruan tinggi sudah mampu ditermapkan ke semua perguruan tinggi se-Indonesia.
“Itu yang perlu kami pikirkan, bagaimana menghadapi kemajuan zaman yang serba digital, era internet seperti saat ini. Setidaknya kami menyamakan persepsi terlebih dahulu bahwa perubahan zaman saat ini perlu perubahan perangkat pendidikannya juga seperti tenaga pengajarnya, profesornya,” ujar Prof Herri, Selasa (8/5) malam.

Terpenting, lanjutnya, kompetensi pendidikan yang ada saat ini yang harus diubah. Ia moncontohkan, saat ini kurikulum pendidikan kompetensinya tak jauh dari membaca, menghafal, menulis dan berhitung saja.

“Tapi kompetensi bagaimana cara mengolah data, menganalisa, itu yang belum diterapkan. Kalau modernisasi pendidikan ini nantinya bisa dijalankan oleh pemerintah pusat dan perguruan tinggi se-Indonesia, mahasiswa nantinya akan mampu mengumpulkan data dan bagaimana menggunakannya, akan mampu menganalisa segala hal. Dan itu yang sudah dilakukan mahasiswa lainnya di negara lain saat ini,” terangnya.

Masih kata prof Herri, kalau kompetensi lama, tentu kompetensi lama tak akan terpakai dimasa yang akan datang pada era serba internet.

“Ini yang harus kami pikirkan adalah mengajak mahasiswa tak hanya belajar secara konvensional saja, tapi juga belajar menyesuaikan belajar modernisasi pendidikan seperti sistem daring dengan memanfaatkan teknologi internet. Intinya kompetensi pendidikan yang selama ini lebih banyak mengingat saja, pemerintah berencana tak hanya mengingat dan menghafal, tapi sudah harus mampu berinovasi,” katanya.

Apalagi sekarang ini pemerintah pusat, lanjutnya, getol mendorong tatap muka dosen tak harus bertemu langsung. tapi cuku via visual dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan.

“Untuk mengimplementasikan modernisasi kurikulum perguruan tinggi, harus disiapkan semuanya. Sebab, persoalan-persoalan yang ada di masyarakat saat ini pada era kemajuan teknologi yang serba daring, tak hanya bisa diselesaikan hanya dengan satu disiplin ilmu saja, tapi dengan multi disiplin. Makanya Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi mengeluarkan kebijakan bagaimana sebaiknya menyiapkan infrastruktur pendukung modernisasi perguruan tinggi kedepannya. Termasuk nantinya akan ada penggabungan program studi (prodi) serta mencetuskan prodi baru,” terang Herri.

Apalagi, lanjut Herri, karakteristik perguruan tinggi yang ada saat ini sangat beragam sekali. Hal tersebut perlu adanya pengclusteran (pengklasifikasian) mana perguruan tinggi yang sudah siap untuk dimodernisasikan dan mana yang belum siap.

“Untuk perguruan tinggi yang belum siap untuk dimodernisasikan kurikulum dan sistem pembelajarannya ke mahasiswa, mau tak mau nantinya diwajibkan untuk digabung atau merger dengan perguruan tinggi yang memang sudah siap menuju sistem modernisasi pembelajaran dan kurikulumnya,” terang Herri.

Modernisasi perguruan tinggi ini nantinya, lanjut Herri, kuliah mahasiswa tak perlu bertatap muka langsung dengan dosennya, belajar jarak jauh sudah bisa.

“Karena bahan ajar yang akan diberikan ke mahasiswa, nantinya sudah ada dalam sistem dengan memanfaatkan teknologi daring. Kalau perguruan tinggi yang nantinya tak siap dengan modernisasi perguruan tinggi yang saat ini akan dijalankan pemerintah pusat, dan tak mau merger dengan perguruan tinggi yang sudah siap, otomatis perguruan tinggi itu nantinya akan ditinggalkan sendiri oleh masyarakat, karena tak mampu mengikuti perkembangan jaman yang ada dan menerapkan kurikulum yang efektif,” ujarnya.

Sistem modernisasi perguruan tinggi nantinya semua universitas yang ada akan mengikuti sistem yang sudah dijalankan oleh Universitas Terbuka.

“Kami minta perguruan tinggi swasta yang sudah bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT). Itu nanti setidaknya akan mengubah budaya yang selama ini bertatap muka langsung dengan dosen pengajar, mampu mengikuti sistem belajar secara visual dengan teknologi internet atau kami sebut dengan distance learning,” terangnya. (gas)

Apri Jadi Awang

0
Bupati Bintan Apri Sujadi berlakon sebagai Awang Makyong dengan mengenakan topeng dan menari Makyong saat Pawai Taaruf MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri 2018 di Kabupaten Lingga, Selasa (8/5). F. Kominfo Pemkab Bintan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Deby Maryanti kompak mengenakan topeng Makyong. Keduanya menari Melayu saat pagelaran Pawai Taaruf MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri 2018 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (8/5).

Apri Sujadi menari dan terbilang sukses dalam memerankan lakon Awang Makyong yang merupakan ciri khas budaya Melayu Kabupaten Bintan. Di Kabupaten Bintan sendiri, kesenian Makyong masih terjaga khususnya di Pulau Mantang, Kecamatan Mantang.

Apri mengatakan, kesenian Melayu Makyong bernilai tinggi, karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menjunjung tinggi budaya Melayu sebagai bagian khazanah yang harus terus dipertahankan dan dilestarikan.

Apri juga mengatakan, budaya dan agama merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Maka selain memamerkan mobil hias rumah tahfiz, pihaknya juga mengenalkan kesenian asli dari Mantang, Kabupaten Bintan, yakni joget Makyong.

Dalam pawai taaruf MTQ ini Kabupaten Bintan menerjunkan sekitar 500 an peserta. Yang terdiri atas bupati, sekda dan segenap unsur jajaran di lingkungan Pemkab Bintan serta para kafilah perwakilan Kabupaten Bintan juga ikut memeriahkan pawai taaruf MTQ Tingkat Provinsi Kepri. (met)

Pengusaha Bebas Pilih KEK atau FTZ

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun membebaskan pengusaha memilih fasilitas yang diberikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Kawasan Free Trade Zone (FTZ). Jika tidak nyaman dengan salah satu fasilitasnya, saran pejabat nomor satu di Pemprov Kepri ini sebaiknya pengusaha memilih ke kawasan lainnya.

Ia menjelaskan, banyak sekali fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada pengusaha di wilayah KEK yang tidak diberikan FTZ.

Soal itu, Pemprov Kepri telah beberapa kali menjelaskan dalam berbagai forum kepada pengusaha soal beberapa fasilitas-fasilitas yang diberikan di wilayah KEk. “Ya insentif-insentif secara detailnya saya kurang ingat. Tapi malah ada pengusaha yang
cepat-cepat minta KEK,” ujarnya.

Ia mempersilakan pengusaha yang merasa nyaman dengan FTZ, silakan tetap di wilayah FTZ. Demikian pula jika merasa nyaman di wilayah KEK.

“Jika di wilayah KEK ingin pindah ke wilayah lainnya silakan kami akan fasilitasi,” ujarnya.

Namun dirinya cenderung berharap KEK karena banyak fasilitas yang diberikan KEK seperti yang diberikan ke KEK Galang Batang.

Untuk di Batam, disebutkannya wilayah industri Kabil juga telah mengajukan KEK. Kemudian Rempang Galang dan Tanjungsauh ke depannya akan menjadi
KEK.

“Kalau mau ke KEK juga kami akan siap membantu,” ujarnya.

Terakhir Gubernur sangat berharap persoalan antara KEK atau FTZ tak meredupkan iklim investasi yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. (met)