Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 12222

Jalan Bundaran Madani-Ocarina-Bengkong Diperbaiki Bertahap

0
Sejumlah pekerja sedang memasang besi untuk pengecoran pada proyek pelebaran jalan Fisabilillah Batamcenter, Rabu (14/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memperbaiki secara bertahap jalan dari Simpang Madani-Ocarina-Kecamatan Bengkong. Jalan ini kelak diharapkan akan jadi akses warga dari Bengkong-Batamcenter maupun sebaliknya.

“Kami programkan (untuk diperbaiki) karena jalannya banyak yang rusak,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur, Minggu (15/4).

Ia mengatakan, tahun 2017 beberapa meter jalan tersebut sudah diaspal. Proyek tersebut dilakukan karean Pemko Batam paham dselain jadi akses warga karean banyak perumhan di sekitar jalan tersebut juga merupakan akses menuju lokasi wisata.

“Supaya jalan ke Bengkong bagus. Ada pariwisata dan pemukiman masyarakat, ke depan akan jadi jalan utama ke Bengkong di situ,” kata dia.

Selain telah mengaspal sekian meter sekitar Bundaran Madani, Pemko juga telah membangun jalan dan jembatan yang melintas arah Kantor Camat Bengkong ke arah Ocarina.

“Yang sebelum dan sesudah jembatan itu kami yang bangun,” terang dia.

Sementara itu, pantauan Batam Pos jalan sesudah jalan yang telah dibangun pemko Batam tersebut rusak parah karean aktivitas truk besar pengangkut tanah. Yumasnur mengatakan, jalan tersebut bukan jalan yang dibangun Pemko Batam, ia memperkirakan jalan tersebut merupakan jalan yang dibangun developer.

Apakah jalan yang disinyalir milik develper tersebut akan diperbaiki? Ia mengaku bersama tim DBM SDA terlebih dahulu akan turun mengecek lokasi tersebut.

“Kita lihat ke depan, bisa saja kami perbaiki, kami akan cek dulu. Saya kan belum tahu persis nih, mungkin jalan itu rusak karean banyak dilalui truk yang melakukan timbun-timbun ya(reklamasi),” ucap dia. (adi)

Film Avengers: Infinity War Tayang Pekan Depan

0

batampos.co.id – Tak kurang dari 67 karakter berkumpul di film Avengers: Infinity War yang tayang di seluruh dunia mulai pekan depan. Para pemainnya diterjunkan ke berbagai negara untuk melakukan promosi.

Robert Downey Jr (Tony Stark/Iron Man), Benedict Cumberbatch (Doctor Strange), dan Karen Gillan (Nebula) menggelar jumpa pers di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura, Minggu (15/4). Mereka ditemani salah seorang sutradaranya, Joe Russo, dan Trinh Tran selaku executive producer.

Bagi Russo, Infinity Wars adalah proyek terbesarnya. Dia bahkan menyebut film yang juga menandai 10 tahun produksi Avengers (dimulai dengan Iron Man, 2008) itu sebagai film paling kompleks dalam sejarah untuk urusan jadwal. ”Kami membuat Hollywood shut down selama setahun karena semua aktor terlibat di sini,” kata Russo, yang membuat film ke-19 di jagat Marvel Cinematic Universe itu bersama kakaknya, Anthony.

Downey Jr menggambarkan betapa sibuknya Russo dalam menggarap proyek ambisius itu. Selama setahun, Russo bersaudara melakukan pengambilan gambar. ”Sementara kami sudah mulai mengambil proyek lain, istirahat, atau traveling dan menemukan pasangan baru, mereka berdua mengerjakan proses editing. Mereka tampak seperti kapal yang ditinggalkan penumpangnya,” imbuh RDJ –panggilannya.

Ini merupakan pengalaman kedua Russo datang ke Singapura untuk Marvel. Dua tahun lalu dia menghadiri jumpa pers sekaligus blue carpet Captain America: Civil War. Dalam film itu, dikisahkan Avengers terbelah dua menjadi Team Cap dan Team Iron.

Russo datang bersama Team Cap. Pada saat bersamaan, Team Iron melakukan promosi di Eropa. ”Sepenuhnya saya mendukung Team Iron Man, jujur ya. Waktu itu ke sini bersama Team Cap hanya untuk membuat Chris (Evans, pemeran Captain America, red) senang,” tuturnya, lalu tergelak. Mendengar itu, RDJ bersorak dan berujar, ”Ya, ya, begitu, katakan sejujurnya.”

Tak ubahnya di film, RDJ adalah spotlight terbesar di antara cast Avengers lain. Segala polahnya terasa menarik di hadapan ratusan jurnalis dari Asia-Pasifik itu. ”Eh, bisakah kalian menurunkan terangnya cahaya lampu ini? Rasanya, saya akan buta,” katanya, memprotes lampu yang menyorot mereka.

Sudah 10 tahun RDJ berperan sebagai Iron Man. Bukan hal mudah mempertahankan satu karakter selama itu. Bagaimana resepnya? ”Ya, bagaimanapun, saya ini butuh pekerjaan,” jawabnya. Meski nadanya bercanda. Kalau serius pun, rasanya itu juga alasan tepat.

Pria yang baru berulang tahun ke-53 pada 4 April lalu tersebut menyatakan bahwa bermain sebagai Tony Stark tak pernah membosankan. ”Sebab, saya bersama orang-orang hebat. Pemain dan sutradara yang bagus. Kami terhubung dengan baik,” ujar pria yang hari itu melengkapi outfit smart casual-nya dengan kacamata merah.

Di Infinity Wars, Avengers tidak hanya berkonflik dengan Black Order, kumpulan alien superkuat dan kejam yang dipimpin Thanos. Di internal para superhero itu juga muncul sejumlah pertentangan. Cumberbatch mengonfirmasikan memang ada konflik antara perannya dengan Stark. ”Pertentangan ego, kesombongan, dan… persaingan cambang,” ucap dia, memancing tawa wartawan.

Cumberbatch yang biasanya klimis memang harus bercambang untuk perannya sebagai Doctor Strange. Namun, di luar urusan facial hair itu, dia kemudian menjelaskan lebih serius bentrokan dengan Stark tersebut. Menurut dia, hal itu akan menjadi pelengkap film, mengungkap bagaimana hubungan mereka.

Di sesi terakhir, mereka menanggapi rumor yang sedang beredar di Indonesia bahwa durasi Infinity War dipotong 7 menit oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Mereka tak membayangkan adegan mana yang diambil itu. ”Mungkin yang ada adegan fisiknya ya. I’m so shocked,” kata Russo. ”Take it easy, Joe. Kami bersamamu,” sambung RDJ.

Untuk mencairkan suasana, mereka lalu bercanda, jika itu memang terjadi, semoga saja yang dipotong adalah adegan Tony Stark. ”Oke. Kalau begitu, saya akan memberikan tujuh menit yang hilang itu di sini,” katanya, bergaya ngambek.

Pihak Disney sebagai induk Marvel Studios membantah adanya pemotongan itu. Menurut mereka, durasi versi yang akan tayang di Indonesia pada Rabu mendatang (25/4) bakal persis dengan versi orisinalnya. Malam ini mereka giliran menemui fans di acara karpet merah. (*)

Menipu Menggunakan Rekening Orang Mati

0

batampos.co.id – Licik benar cara narapidana (napi) penipu bermodus video perempuan tanpa busana menyembunyikan uang hasil memeras korbannya. Bukan menggunakan rekening atas nama keluarga atau kerabatnya, napi-napi tersebut membuat rekening dengan identitas palsu. Salah satu rekening dibuat dengan identitas orang yang sudah meninggal alias almarhum.

Pekan lalu, polisi mengungkap kasus pemerasan yang dilakukan tiga napi Lapas Jelekong, Kabupaten Bandung. Para pelaku beraksi dengan memancing para korbannya dengan akun fiktif di media sosial. Mereka memasang foto dan status palsu demi menarik kaum hawa. Pemerasan itu dilakukan setelah para napi berhasil mendapatkan nomor kontak para korban. Setelah intens berhubungan via chat, mereka pun merayu dengan mengajak korban menikah dan melakukan phone sex hingga video call tanpa busana.

Saat itulah para napi merekam video korbannya tanpa busana, dan memeras korban dengan mengancam videonya akan disebarkan. Jumlah korban diperkirakan mencapai 300 orang.

Polisi menduga setiap napi yang dipekerjakan menjadi penipu ini mampu mendapatkan uang rata-rata Rp 30 juta tiap pekan. Dengan asumsi awal Polrestabes Bandung ada hampir seribu napi yang menjadi pekerja mencumbu rajuk via online, maka bisa jadi uang yang dikeruk napi-napi ini mencapai Rp 1 miliar.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung, Ipda Dhenia Istika Dewi, menuturkan dari sekitar 1.290 napi, sekitar 80 persennya diduga melakukan penipuan modus video tanpa seuntai benang di tubuh. Dengan begitu, uang hasil kejahatan ini kemungkinan mencapai miliaran. ”Kami sedang melakukan penelusuran aset,” terangnya.

Untuk awalan, yang diketahui saat ini ada beberapa orang yang berperan untuk mengambil uang di bank. Orang tersebut bukan napi, melainkan kenalan dari salah seorang kepala blok di Lapas Jelekong, Kabupaten Bandung. ”Ya, dilihat apa ada uang hasil kejahatan jadi aset tertentu,” tuturnya, kemarin.

Saksi sekaligus napi yang juga melakukan penipuan berinisial GL mengakui bahwa uang hasil kejahatan itu masuk ke rekening yang sudah disiapkan oleh kepala kamar setiap sel. Kepala kamar ini biasanya mendapat nomor rekening dari kepala blok spara napi. ”Setahu saya begitu, orang luar yang ambil uangnya tiap pekan. Kenalannya kepala blok mungkin,” ujarnya.

Sudah menjadi peraturan wajib di kalangan napi penipu bahwa rekening penampung kejahatan ini tidak boleh menggunakan identitas asli, baik napi, keluarga kerabat atau kenalan. Maka, dapat dipastikan rekening dibuat dengan identitas palsu. ”Identitas palsu ini sudah biasa banget,” terangnya.

Namun, ada napi yang merasa kurang aman bila rekeningnya dengan identitas palsu. Maka, napi itu menggunakan rekening dengan identitas orang yang sudah meninggal alias almarhum. ”Rekening almarhum itu yang paling aman,” tuturnya.

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo (tengah) saat memberikan keterangan pers.

Dari mana mendapat identitas untuk membuat rekening almarhum? Napi kasus penculikan anak ini langsung tertawa seakan menyindir.

”Kalau ada uang apa yang gak bisa, ah main perempuan aja bisa di dalam sono,” ungkapnya ditemui di Polrestabes Bandung.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo, menuturkan untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap kejahatan penipuan video tanpa busana memang perlu waktu. Saat ini sedang dilihat rekening ini dananya mengalir ke siapa saja. ”Siapapun yang mendapat aliran dana ini juga akan diperiksa nantinya,” jelasnya.

Namun, yang juga begitu penting adalah soal video tanpa busana para korban. Hendro mengaku sebagai Kapolres menjamin video itu tidak akan menyebar dimana pun. ”Satu pun video tidak boleh diberikan ke siapapun kecuali kepentingan penyelidikan dan penyidikan,” terangnya.

Bila satu saja video diberikan ke satu orang, itu sudah berarti video diberikan pada satu juta orang. ”Dalam era digital ini sudah begitu, kami pastikan video itu semua tidak akan ada di dunia maya,” tegasnya.

Namun begitu, tentunya para korban juga diminta menyadari, ada kemungkinan video-video itu berada di tangan pihak lain sebelum polisi mengungkap kasus tersebut. ”Bisa begitu, kalau itu tidak kami jamin,” paparnya.

Lantas, kalau ada yang memeras dengan video tanpa busana, jangan transfer uang. Berikan saja surat tanda lapor polisi, nanti biar polisi yang mentransfer borgol ke penipu itu.

”Laporkan, kami yang urus penipu itu, ini baru cinta sejati. Polisi melindungi mengayomi karena cinta masyarakat. Bukan cinta palsu napi lalu memeras,” tuturnya. (idr/tau/JPG)

Terpaksa Membeli Pertalite

0
Papan pengumuman premium dalam pengantaran terpasang | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sulaiman, 41, menggeber motor matic-nya meninggalkan SPBU Tanjunguncang setelah mengetahui bahan bakar (BBM) Premium kosong, Rabu (11/4) siang. Sedikit laju, ia mengarahkan motornya ke SPBU Simpang Basecamp, Batuaji, Batam. Namun ketika tiba, antrean sudah mengular. Ramai pengguna motor menunggu giliran mendapatkan Premium hingga luar area SPBU.

Sulaiman terpaksa berkeliling mencari Premium lantaran keberatan dengan harga BBM dengan oktan tinggi seperti Pertalite. Harganya jauh lebih mahal dibandingkan Premium. Apalagi Peramax Turbo. Harga Premium di batam Rp 6.450 per liter. Sementara Pertalite Rp 8.150 per liter. Sedangkan harga Pertamax Turbo Rp 10.200 per liter. Untuk jenis Pertamax, di Batam hanya tersedia Pertamax Turbo saja.

“Mahal. Tak cukup uang saya kalau beli Pertamax Turbo,” ucap warga Tanjunguncang ini saat antre di SPBU Simpang Basecamp, Batuaji.

Sepuluh kilometer dari Simpang Basecamp, kondisi serupa terjadi. Di SPBU Sekupang Premium kosong. Sebagian pengendara motor mencari ke tempat lain. Namun sebagian terpaksa beralih ke Pertalite bahkan Pertamax Turbo agar kendaraan tetap bisa melaju. Salah satunya, Nowo, 37.

Pria yang bekerja di Sekupang ini, menyebutkan sebelumnya motornya menggunakan Premium. Tetapi selama beberapa pekan ia merasakan sulitnya mendapat Premium. Akhirnya ia beralih ke Pertalite. Pengeluarannya pun bertambah. Sebab, paling tidak, dalam sepuluh hari kendaraannya menghabiskan 50 liter Pertalite. Artinya, pengeluarannya untuk BBM saja sebanyak Rp 407.500 per minggu atau Rp 1.222.500 sebulan.

“Tidak ada jalan lain selain tetap membeli Pertalite atau Pertamax Turbo agar bisa beraktivitas” katanya.

Alfandi, 27, juga mengungkapkan keberatannya. Pria yang tinggal di Batuaji ini menuturkan jika membeli Premium Rp 15 ribu, tangki motornya bisa penuh. Namun jika membeli Pertalite seharga Rp 15 ribu, tangki motor tidak penuh. “Jadi pengeluaran untuk BBM pasti bertambah,” ujarnya.

Di pusat kota, pemandangan yang sama tampak di SPBU Simpang Regata, Batamcenter. Di jalan masuk SPBU terpampang plang pengumuman Premium kosong dan dalam tahap pengiriman. Sejumlah pengendara yang berniat mengisi premium terpaksa beralih ke Pertalite.

“Stok kami habis, pengiriman Premium memang agak telat. Biasanya baru dikirim sore hari,” terang Dadang Mai Asdinata, Manajer Operasional SPBU Simpang Regata, Batamcenter, Senin (9/4).

Dia berharap Pertamina bisa tegas dan tepat waktu menyalurkan Premium. Sebab ketidakpastian berdampak juga terhadap nama baik SPBU. “Kalau memang (Premium) mau dihilangkan, ya lebih baik dihilangkan. Daripada kosong begini, seolah-olah dari kami yang salah,” ucapnya.

Menurut Dadang Mai Asdinata, penyaluran Premium dari Pertamina juga terbatas. Pihaknya hanya mendapat jatah 8-16 kiloliter (KL) setiap harinya. Pada Senin, Rabu, dan Kamis, hanya mendapat 8 KL pada sore hari. Sementara pada Selasa, Jumat, dan Sabtu, jatah premium bisa 16 KL.

“Padahal kebutuhan Premium sampai 24 KL dan kami memiliki tangki yang bisa memuat Premium hingga 32 KL. Namun pasokan Premium dijatah 8-16 KL,” ungkapnya.

***

Wakil rakyat pun meminta Pertamina tidak menahan penyaluran Premium ke SPBU di Batam. Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging menyebutkan saat ini beberapa SPBU kekurangan pasokan Premium. Sementara, BBM yang tersedia seperti Pertalite harganya terus naik sesuai pergerakan harga minyak dunia.

“Kalau saya melihatnya ini sudah mengarahkan masyarakat menggunakan Pertalite,” kata Uba, Jumat (6/4).

Kondisi ini, kata Uba, sangat merugikan masyarakat. Dari sisi pilihan, masyarakat tidak punya alternatif lain, sebab, Premium sudah sangat sulit dicari. Sementara dari sisi ekonomi, tak semua mampu membeli BBM nonsubsidi seperti Pertalite dan Pertamax Turbo.

“Padahal prinsipnya masyarakat tetap harus diberi pilihan, dengan menyediakan Premium di SPBU,” ujar dia.

Bila mengacu regulasi, kata Uba, pengguna BBM jenis Pertalite adalah jenis kendaraan tertentu. Namun ia melihat kecendrungan Pertamina memaksakan masyarakat menggunakan Pertalite. Seharusnya, kata dia lagi, Pertamina bisa memahami hal tersebut dengan menjaga pasar. Bukan memaksakan kepada seluruh masyarakat, karena kemampuan ekonomi masyarakat berbeda-beda.

Apalagi melihat kondisi pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat belum bagus. Hal ini, lanjutnya, sangat dikhawatirkan akan berimbas kepada meningkatnya inflasi. “Kalau kuota dibatasi sama saja dipaksakan. Jangan masyarakat ditambah susah. Makanya secepatnya kita RDP panggil Pertamina,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Batam lainnya, Sallon Simatupang pun menuntut tanggung jawab Pertamina untuk mengatasi langkanya Premium di sejumlah SPBU di Batam. “Sebab, 80 persen masyarakat di Batam ini masih menggantungkan BBM Premium untuk menjalankan kendaraannya,” ujar Sallon, Jumat (6/4).

Sallon meminta transparansi Pertamina soal pasokan Premium untuk kebutuhan masyarakat Batam. Menurutnya transparansi adalah kunci utama menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Sebab ini bukan pertama kalinya terjadi di Batam.

“Kalau Pertamina serba tertutup sampai berapa seharusnya kuota BBM Premium agar bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Batam. Kalau itupun tak dibuka selebar-lebarnya ke publik, bagaimana kami bisa tahu berapa pastinya jumlah kuota yang mencukupi untuk masyarakat di Batam,” ujarnya

Ketua DPRD Batam, Nuryanto, juga angkat bicara. Ia menegaskan, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi tugas oleh pemerintah menyalurkan Premium harus segera mengklarifikasi jumlah alokasi Premium dan kebutuhan yang sebenarnya.

“Saya pikir ini harus disampaikan transparan. Kalau memang dikurangi, penyebabnya apa. Harus jelas,” tegas Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Rabu (11/4).

Nuryanto melihat hal ini sebagai strategi Pertamina untuk secara tidak langsung memaksa masyarakat beralih ke Pertalite. Padahal, jika mengacu pada aturan yang berlaku, masyarakat harus diberi pilihan. Jadi, baik Premium, Pertalite atau Pertamax wajib disediakan tanpa mengurangi kuota dan kebutuhan di daerah.

“Biarlah masyarakat memilih. Kalau dipaksa dengan cara dikurangi jelas tidak tepat,” sebut Nuryanto.

Sementara Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB), Fachri Agusta, juga meminta pihak Pertamina lebih terbuka soal kuota Premium untuk Batam. Sebab menurutnya, Pertamina tidak pernah berani transparan mengungkapkan kuota premium untuk Batam.

“Ini masyarakat yang jadi korban oleh ulah ketidaktransparan Pertamina dalam hal pasokan BBM jenis Premium,” terangnya.

Kalau Pertamina tak ingin dicurigai masyarakat mempermainkan kuota atau pasokan BBM premium di Batam, kata Fachri, hendaknya Pertamina membuka data alokasi dan kuota Premium ke Batam.

“Tolong jabarkan sejelas-jelasnya. Sebab, kondisi dan fakta di hampir semua SPBU, selalu saja BBM jenis Premium kosong” ujar Fachri lagi.

Fachri malah lebih tegas menilai kelangkaan BBM jenis premium di beberapa SPBU di Batam adalah unsur kesengajaan pihak Pertamina. “Saya yakin ada unsur kesengajaan dari Pertamina. Masyarakat sengaja diarahkan dan dipaksakan beralih menggunakan BBM non subsidi jenis pertalite,” ujar Fachri.

***

Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR 1 Sumbagut Rudi Arifianto menampik adanya pengurangan pasokan Premium di Batam. Menurutnya, penyaluran BBM jenis Premium di SPBU se-Batam sudah dilakukan Pertamina sesuai kebutuhan masyarakat. Pengiriman Premium ke SPBU lancar. Jadi seharusnya tak ada lagi kelangkaan Premium.

Rudi menyebutkan, pasokan BBM ke SPBU di Batam normal, tak terkecuali distribusi Premium yang dipasok setiap pagi, atau paling lambat siang hari. Dia membantah hanya dilakukan pada sore hari saja. Namun saat ditanya penguragan pasokan ke SPBU dari sebelumnya 24 kiloliter (KL) per hari menjadi 8-16 KL per hari, Rudi enggan berkomentar.

Dia malah menegaskan SPBU tidak boleh membeda-bedakan atau mengkhususkan penjualan BBM jenis Premium hanya untuk sepeda motor saja atau hanya untuk mobil. Semua masyarakat harus dilayani sama. Tidak boleh ada pelarangan atau pembedaan.

“Namun saya menyarankan untuk kendaraan-kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, seyogyanya menggunakan BBM berkualitas tinggi sesuai dengan anjuran spesifikasi dari pabrikan,” ujarnya melalui pesan singkat.

Ia kemudian mewanti-wanti, apabila ada SPBU yang curang atau berbuat nakal saat pendistribusian atau penjualan BBM ke masyarakat, Pertamina akan memberikan sanksi tegas.

“Intinya, kalau SPBU berbuat curang hingga berdampak menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan BBM jenis apapun itu, itu merupakan pelanggaran yang harus kami berikan sanksi untuk pembinaan. Pengelola atau pemilik SPBU harus optimal memberikan layanan BBM ke masyarakat,” ujarnya.

Namun sepekan kemudian, Pertamina akhirnya menambah pasokan bahan bakar minyak jenis Premium ke sejumlah SPBU di Kota Batam. Dari 16 KL menjadi 24 KL per hari. Di antaranya ke SPBU Regata Batamcenter dan SPBU Batuaji.

“Untuk di SPBU kami, Pertamina menambah pasokan Premium dalam dua hari ini sebanyak 8 KL. Tapi pengantaran tak bisa ditentukan waktunya, biasanya siang hari, terkadang juga sore hari,” ujar pengelola SPBU Simpang Regata, Dadang Mai Asdinata kepada Batam Pos, Kamis (12/4) sore.

Di SPBU di kawasan Batuaji, Pertamina juga menambah pasokan premium dari 16 KL menjadi 24 KL dalam beberapa hari ini. “Sabtu kemarin, kami dipasok premium 28 KL. Memang Pertamina mulai menambah pasokan premium. Tapi pengantarannya tak tentu, terkadang siang hari baru datang, kadang juga sore,” ujar Agus, pengelola SPBU di Batuaji.

Agus mengakui belakangan ini penggunaan Premium memang sangat tinggi. Setelah pasokan datang, hanya hitungan tiga sampai lima jam, stok Premium ludes terjual. Tetapi memang di SPBU tempatnya bekerja belum menjual Pertalite. Hanya Pertamax Turbo saja. Itupun jumlahnya sedikit sekitar 7 KL saja per hari.

***

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina ditugaskan untuk memasok Premium ke luar wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Adapun besarnya alokasi dan volume penugasan penyediaan dan pendistribusian Jenis BBM Khusus Penugasan ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Penyediaan dan pendistribusian atas volume kebutuhan tahunan jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus dilaksanakan oleh badan usaha melalui penugasan oleh badan pengatur,” bunyi Pasal 4 dan Pasal 19 Perpres ini.

Pada tahun 2016, menurut data BPH Migas alokasi jenis BBM Khusus Penugasan(JBKP) atau Premium untuk Kepri sebanyak 384.380 KL. Namun realisasi penyaluran sebanyak 332.293 KL. Kemudian pada tahun 2017, alokasi untuk Kepri sebanyak 369.695 KL. Sementara realisasi penyaluran sebanyak 264.523 KL. Sebagian besar alokasi itu untuk Batam.

Sesuai data BPH Migas lagi, alokasi jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Premium, di wilayah Batam pada 2016 sebanyak 261.515 KL. Namun realisasi penyalurannya oleh Pertamina hanya 219.026 KL atau 83,75 persen. Sementara pada 2017 alokasi penetapan BPH Migas sebanyak 250.222 KL dan realisasi penyaluran hanya 149.582 KL atau sekitar 59,87 persen. Saat itu, Pertalite sudah mulai populer Batam.

Kemudian, berdasarkan Keputusan Kepala BPH Migas tentang Alokasi Volume Penugasan dan Penyalur PT Pertamina untuk melaksanakan Penyediaan dan Pendistribusian jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan Tahun 2018, alokasi volume penugasan pada Pertamina yang diberikan untuk melaksanakan penyediaan dan pendistribusian tahun ini sebesar 7,5 juta kiloliter (KL) untuk seluruh kabupaten/kota di wilayah Indonesia. Ini artinya ada penurunan alokasi, sebab tahun 2017 alokasinya 12,5 juta kiloliter.

BPH Migas, seperti yang kutip Jawa Pos (grup Batam Pos), menyebutkan dengan alokasi sebanyak itu semestinya tidak ada kelangkaan Premium. Namun faktanya, BPH Migas menemukan adanya kelangkaan Premium di sejumlah daerah di Indonesia, terutama di luar Jamali. Temuan BPH Migas pada Maret lalu mengungkapkan adanya kelangkaan Premium di Lampung dan Riau serta menyusul di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

Anggota Komite BPH Migas Hendry Ahmad berpendapat bahwa kelangkaan terjadi karena masalah penyaluran BBM. Ia menduga ada dua hal yang perlu menjadi perhatian, yakni upaya pengurangan pasokan Premium sehingga kuotanya tetap terjaga hingga akhir tahun dan juga SPBU yang lebih memilih untuk menjual BBM nonsubsidi.

“Indikasi di lapangan ada dua situasi yang terjadi, pertama ada beberapa wilayah yang karena kekhawatiran tidak cukup sampai akhir tahun mereka berusaha mengurangi. Kedua, dari SPBU sendiri karena margin premium lebih kecil dari Pertalite atau Pertamax,” sebut Anggota Komite BPH Migas, Hendri Ahcmad di kantornya, Rabu (7/3/).

Lebih lanjut Hendry menyebutkan margin pendapatan yang diperoleh dari penjualan BBM nonsubsidi memang lebih besar, yakni Rp 400. Sementara margin pendapatan untuk BBM jenis Premium hanya Rp 280. Adapun margin tersebut sudah disepakati Pertamina selaku badan usaha dengan pemerintah.

Belakangan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyentil Pertamina terkait masalah yang sama. Arcandra menyebut berdasarkan data yang diperiksa oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), telah terjadi pengurangan pasokan Premium di sejumlah daerah.

“Terjadi pengurangan pasokan di beberapa wilayah Indonesia dan kita lihat datanya dan ini benar datanya ada,” kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/4). (uma/gas/rng/une/yui)

Harga Daging Masih Tinggi

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Sebulan jelang bulan suci Ramadan harga daging sapi beku di pasar tradisional Batam masih tinggi. Harga daging sapi beku yang seharusnya Rp 80 ribu sekilo, kini dijual hingga Rp 92 ribu.

Tingginya harga daging sapi beku dikeluhkan Ernawati salah seorang warga usai berbelanja di Pasar Pagi Tos 3000, Jodoh.

” Saya kaget, kok daging sapi bekunya naik lagi. Padahal dua minggu lalu Rp 86 perkilo, sekarang malah sudah naik Rp 90 ribu perkilo,” ujar warga Bengkong ini, kemarin.

Menurut penjual, kata Erna harga daging sapi memang tinggi dari distributor. Hal itu dikarenakan kebutuhan daging semakin tinggi.

“Ada yang Rp 80 ribu, tapi daging itu bercampur lemak. Kalau yang bagus Rp 90 ribu kata penjual,” imbuh wanita berusia 50 tahun ini.

Mahalnya harga daging sapi beku juga dikeluhkan Ulanda warga Batamcentre. Menurutnya harga daging sapi dijual hingga Rp 92 ribu di pasar Botania.

“Kemarin beli setengah kilo, harganya Rp 46 ribu. Berarti sekilonya Rp 92 ribu. Mahal banget ya. Beku aja mahal, gimana segarnya,” terang Ulanda.

Sementara Asmin, penjual daging sapi beku dan ayam mengatakan harga komoditi itu memang sedang tinggi. Hal itu kerap terjadi jelang bulan suci ramadan.

“Saya tak tahu kenap tinggi, tapi ini biasa terjadi setiap mau puasa. Sekarang perkilonya Rp 90 ribu,” ujar Asmin.

Tak hanya daging sapi, harga daging ayam juga mengalami kenaikan. Dari yang awalnya hanya Rp 30 ribu perkilo kini sudah Rp 35 ribu perkilo.

“Memang sudah naik sejak seminggu lalu,” imbuh Asmin

Kepala Disperindag Kota Batam , Zarefriadi belum bisa dikonfirmasi terkait harga daging sapi beku yang masih tinggi. Padahal minggu lalu, Zaref menekankan harga daging sapi beku tak boleh diatas Harga Eceran Tertinggi ( HET). (She)

Kabupaten Lingga Masuk Nominasi PPD

0

batampos.co.id – Masyarakat Kabupaten Bunda Tanah Melayu dapat merasa bangga karena program dari Pemkab Lingga mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Kabupaten Lingga berhasil masuk nominasi dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI.

“Syukur kita ucapkan Kabupaten Lingga masuk nominasi dalam ajang PPD dan bakal mengikuti pemaparan lagi pada pekan depan,” kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kabupaten Lingga Said Sudrajat kepada Batam Pos, Minggu (15/4) pagi.

Said memperkirakan, pada Rabu atau Kamis pekan depan, Pemkab Lingga akan memaparkan seluruh program dan inovasi yang dilakukan dihadapan tim yang menyeleksi seluruh Kabupaten dan Kota yang lulus mengikuti ajang PPD pada tahun ini.

Said menambahkan, Pemkab Lingga akan memaparkan seluruh inovasi andalan Kabupaten Lingga, antaranya program dan inovasi terhadap pemberdayaan pulau-pulau kecil untuk dapat diberdayakan dan mampu mandiri dalam bidang pangan.

“Memang selama program Kabupaten Lingga memberdayakan pulau-pulau kecil dalam bidang pertanian,” ujar Said.

Selain itu, Kabupaten Lingga yang terdiri dari wilayah perairan yang dominan juga akan memaparkan seluruh perencaan bahkan yang sudah terealisasi terhadap sumberdaya kelautan. Pemkab Lingga akan memaparkan program tambak yang sedang berjalan.

Dari semua itu, Said juga mengharapkan dukungan masyarakat agar Kabupaten Lingga dapat menjadi salah satu daerah yang memiliki program dan inovasi yang baik untuk kemajuan masyarakat.

“Semoga saja Kabupaten Lingga dapat meraih penghargaan PPD sehingga membanggakan bagi Tanah Bunda Melayu ini,” kata Said. (wsa)

Aturan Kampanye Capres di Pemilu 2019 belum Rampung

0
ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengambil keputusan terkait boleh tidaknya kepala negara menggunakan fasilitas kendaraan seperti mobil dan pesawat kepresidenan untuk kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, “Peraturan KPU terkait kampanye bagi calon presiden belum dirampungkan. Salah satu alasannya adalah menunggu PP turunan dari UU Pemilu terkait fasilitas keamanan yang melekat bagi presiden,” ujar Komisioner KPU Hasyim Asyari di Jakarta, Sabtu (14/4) kemarin.

Sementara itu, anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin mengatakan, pada prinsipnya, boleh atau tidaknya presiden menggunakan fasilitas kendaraan negara dalam kampanye tergantung pada Peraturan Pemerintah (PP). Sebab, PP itu yang nantinya mendefinisikan, apakah fasilitas kendaraan menjadi bagian dari pengamanan presiden atau bukan.

“Kalau pesawat dianggap bukan bagian pengamanan presiden yang melekat, ya nggak boleh,” ujar Afifuddin.

Menurutnya, dalam ketentuan UU Pemilu, kepala negara dan wakilnya yang menjalani masa kampanye dilarang menggunakan fasilitas negara. Namun, itu tidak berlaku terhadap fasilitas yang menjadi bagian dari pengamanan presiden dan wakil presiden.

Kalau nantinya dinyatakan mobil dan pesawat bagian dari pengamanan, Afif mengingatkan, bukan berarti tim kampanye atau relawan bisa ikut di dalamnya.

“Kalau pun itu melekat, harus dipastikan hanya dipakai oleh presidennya, tidak boleh ada pihak lain,” imbuhnya.

Lantas, bagaimana pandangan Bawaslu secara kelembagaan? Afif menjelaskan, idealnya, pesawat negara tidak digunakan. Itu sesuai prinsip perlakuan yang sama terhadap peserta. Sebagai opsinya, presiden bisa menggunakan pesawat carteran dengan memperhatikan keamanannya.

“Ya lebih baik begitu (sewa,red), toh Jokowi kalau dalam perjalanan sering pakai pesawat komersil biasa saja kan. Kalau mau lebih adil ya bagusnya emang begitu,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo secara pribadi siap mengikuti apapun ketentuan yang ditetapkan KPU. Termasuk soal wacana pelarangan penggunaan fasilitas kendaraan saat kampanye.

“Kalau aturannya sudah ditentukan oleh KPU, misalnya bagi sepeda nggak boleh, bawa pesawat nggak juga boleh, ya akan kita taati aturan itu,” ujar Jokowi. (far/ttg/jpg)

Kepri Penyumbang Produk Semi Konduktor

0
foto: Aricent

batampos.co.id – Kepri tercatat sebagai peringkat kedua sebagai penyumbang produk semi konduktor berteknologi menengah tinggi. Total kontribusi sekitar 37 hingga 40 persen dan semuanya diproduksi di Batam.

“Secara nasional peringkat kedua dan kedepannya akan lebih baik lagi karena kinerja ekspor Kepri akan membaik seiring perkembangan ekonomi global,” kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Dodi Budi Waluyo, Jumat (13/4).

Ia kemudian mengatakan volume perdagangan dunia diproyeksikan akan tumbuh sekitar 4,5 persen dan Kepri akan mendapatkan imbasnya.

“Batam sangat bergantung pada produk-produk manufaktur dan ekspor manufaktur Kepri berada di peringkat enam untuk se Indonesia,” paparnya.

Memang ini merupakan catatan penting juga yang memperlihatkan ketergantungan Kepri terhadap industri manufaktur.

“Kalau permintaan manufaktur global turun, maka Batam terkena dampak yang cukup besar,” paparnya.

Hal itu kata Dodi tidak berdampak pada daerah lain.

“Daerah lain mengandalkan ekspor Sumber Daya Alam dan itu tumbuh tinggi,” katanya.

Dodi mengatakan pada 2018 proyeksi ekonomi global menjadi angin segar untuk Kepri dan diprediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada kisaran 3,6 persen dan pertumbuhan volume perdagangan dunia bertumbuh 4,5 persen. (leo)

Pelebaran Jalan Depan Edukits Sudah 35 Persen

0
Sejumlah pekerja sedang memasang besi untuk pengecoran pada proyek pelebaran jalan Fisabilillah Batamcenter. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam terus menggesa pengerjaan proyek pelebaran jalan di sejumlah lokasi yang ada di Batam. Salah satu jalan yang menjadi prioritas adalah pelebaran di depan Edukits Batamcenter.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Yumasnur mengungkapakan saat ini pelebaran jalan sudah masuk tahap beton dan aakhir bulan ini akan dilanjutkan proses pengaspalan.

“Progresnya sudah 35 persen. Sudah ada dua lajur baru yang dibeton,” kata dia Sabtu (14/4).

Ia menjelaskan pelebaran jalan dilakukan secara bertahap. Sementara ada yang empat lajur dulu. Nanti dilanjutkan lagi menjadi jalur ke lima. Selain menunggu pengaspalan pengerjaan pelebaran saat ini berlanjut di sisi kanan jalan menuju sungaipanas.

“Pengerjaan masih berlanjut. Kami berharap sesuai dengan jadwal. Yang jelas tahun ini harus selesai,” ujarnya.

Yumasnur menyebutkan tak hanya di ruas jalan tersebut, beberapa jalan lain yang direncanakan akan dikerjana Mei mendatang adalah ruas jalan dari Simpang Harmoni One menuju Irinco hingga ke Simpang Polsek Lubukbaja, dan Simpang Polsek Lubukbaja ke Simpang Baloicentre. Dan ruas jalan dari Simpang Kuda ke Simpang Bengkong Seken.

“Tinggal menunggu pemenang lelang saja,” tutupnya. (yui)

Pemko Batam Siapkan 14 Pejabat Duduki Eselon Dua

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 14 pejabat eselon III yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Batam mengikuti tes pemetaan potensi atau setara dengan assessment untuk menduduki eselon II.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pemetaan potensi atau yang lebih dikenal dengan istilah talent pool ini dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara. “Jadi mereka minta kami mengirimkan 14 orang untuk ikut tes ini,” kata Rudi, Sabtu (14/4).

Rudi menjelaskan, mereka yang lolos tes ini sudah memenuhi syarat untuk menduduki eselon II nantinya. “Ya kalau lolos mereka bisa langsung ditunjuk menduduki eselon dua tanpa harus ikut assessment lagi. Namun itu tergantung saya. Mau pilih langsung atau nanti mereka ikut open bidding,” sebutnya.

Mantan anggota DPRD Batam ini menambahkan dengan adanya talent pool ini pemerintah bisa mengefisiensi biaya untuk open bidding nantinya. “Untungnya itulah, kan mereka sudah memenuhi syarat untuk dilantik jadi eselon dua. Jadi mungkin saja assesment itu tidak dilakukan lagi,” lanjutnya.

Menurut Rudi talent pool ini bertujuan untuk menjaring pegawai yang berpotensi mengisi jabatan pimpinan tinggi atau eselon II, seperti Kepala Dinas dan Kepala Badan.

Mereka yang ikut tes ini juga bisa dipersiapkan untuk mengisi jabatan eselon dua yang akan kosong karena ditinggal pensiun oleh pejabat sebelumnya.

“Yang mau pensiun kan cukup banyak ini. Ya anggaplah ini langkah mempersiapakan SDM yang baru dan lebih berpotensi,” tambah Rudi.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Yudi Admaji mengungkapkan sebelumnya sudah ada delapan pejabat eselon tiga yang mengikuti talent pool ini dan empat diantaranya sudah menduduki eselon dua.

“Tahun ini ada 14 orang yang ikut di regional empat termasuk Batam. Nantinya mereka yang lolos sudah memenuhi syarat untuk ditunjuk langsung, namun itu tetap tergantung kebijakan pimpinan,” ujarnya.(yui)