Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12267

102 Anak Disabilitas Butuh Perhatian

0

batampos.co.id – Orangtua yang memiliki anak penyandang disabilitas di Kabupaten Anambas, banyak yang belum mengetahui cara merawat anak disabilitas. Jika dibiarkan maka sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak tersebut.
Ini dikarenakan merawat anak penyandang disabilitas membutuhkan perawatan yang berbeda.

Ini diketahui saat Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dari Provinsi turun ke sejumlah lokasi di Anambas. Seperti Tarempa, Matak, Desa Nyamuk dan sejumlah desa lainnya. Mereka menemukan penyandang disabilitas yang belum men­dapatkan terapi.
Dari hasil pendataan, di Anambas terdapat 102 anak penyandang disabilitas. 37 anak tunadaksa, 5 anak tunanetra, 22 anak tunarungu wicara, 13 anak tunagrahita, dan 25 anak cacat ganda yakni cacat fisik dan mental.

Beberapa dari mereka ada kondisinya tidak terlalu parah, tapi banyak juga yang kondisinya parah dan hanya bisa berbaring saja. “Lebih parah lagi di Anambas sampai saat ini belum ada SLB (sekolah luar biasa),” ujar Emilda, ketua Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan (FKKADK) Provinsi Kepri Senin (28/5).

Padahal, jika orangtua penyandang disabilitas mengerti, maka disabilitas pada anak bukan penghambat masa depan anak. Anak disabilitas sama seperti anak pada umumnya.
Salah satunya untuk memeroleh hak keberlangsungan hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.
“Ini sesuai amanat Konvensi Hak Anak maupun Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” ungkapnya lagi.

Pada dasarnya, pelayanan dan rehabilitasi sosial anak disabilitas merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial pun, memiliki pusat rehabilitasi untuk penyandang disabilitas agar mereka dapat memiliki kemampuan yang diharapkan. Sayangnya, pemahaman keluarga dan lingkungan sekitar, lagi-lagi menjadi kendala dalam merealisasikan hal ini.

Ia mencontohkan saat melakukan UPSK di Matak yang menemukan penyandang disabilitas tuna rungu yang memiliki kebiasaan menjahit. Pihak keluarga pun terkesan enggan mengizinkan anaknya dikirim ke pusat rehabilitasi setelah ditawarkan.
“Memang untuk merubah pola pikir masyarakat ini tidak mudah. Perlunya motivasi dan pemahaman kepada keluarga penyandang disabilitas ini juga merupakan hal penting,” bebernya.

Menurutnya, FKKADK bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua, keluarga dalam memerikan pelayanan terhadap anak disabilitas.
Ini terbentuk saat Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial Provinsi Kepri mengundang para orang tua penyandang disabilitas pada tahun 2010. “Intinya, kita tak ingin ada anak disabilitas salah penanganan,” ujar Emilda.(sya)

Minta Pelni Buka Kantor di Natuna

0
Ngesti Yuni Suprapti. F. Dokumentasi batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti meminta PT Pelni membuka kantor atau pos di Natuna. Tujuannya untuk memudahkan pemerintah daerah mendapat informasi.

Dikatakan Ngesti, pasca kandasnya kapal Pelni KM Bukit Raya di perairan Sedanau, pemerintah daerah maupun masyarakat kesulitan mendapatkan informasi resmi pihak Pelni. ”Kami berharap, PT Pelni buka kantor pelayanan di Natuna. Paling tidak mudah mendapat informasi resmi Pelni,” katanya.

Tak hanya itu, kata Ngesti, masyarakat juga butuh informasi resmi terutama jadwal pelayaran kapal, jika sewaktu-waktu terjadi perubahan. Dikatakan Ngesti, untuk arus mudik Lebaran di Natuna, dipastikan terjadi lonjakan penumpang. Pihaknya khawatir terjadi lonjakan yang tidak dapat diatasi. “Kita harapkan pihak Pelni memastikan kapal tetap berlayar,” ujar Ngesti.

Salah satu yang perlu perhatian khusus yakni arus mudik menuju dua lokasi yakni tujuan Pontianak dan Tanjungpinang. “Pemerintah daerah juga berharap, Pelni kembali mengoperasikan dua kapal secara bergantian melayani dua tujuan berbeda. Karena kalau hanya dilayani KM Bukit Raya, jadwalnya agak lama,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Natuna Iskandar DJ mengatakan, lonjakan penumpang arus mudik lebaran diperkirakan cukup besar. “Pada hari biasa, jumlah penumpang sekitar 100 lebih, namun pada mudik lebaran seperti tahun lalu mencapai 500 hingga 1.000 lebih penumpang,” ujarnya.(arn)

Satpol PP Gerebek Pesta Tuak

0

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Natuna menggerebek sejumlah warga yang sedang pesta tuak di salah satu kos-kosan, beberapa waktu lalu. Pesta miras tersebut didapati saat operasi rutin Satpol PP setelah mendapati laporan warga. Enam warga yang kedapatan diangkut ke kantor Satpol PP.

Kasi Bina Potensi Masyarakat Satpol PP Natuna Said Muhcdar mengatakan, dalam penggerebekan tersebut terdapat enam warga diamankan. Karena dianggap sudah melakukan tindakan dan perilaku maksiat serta meresahkan di bulan Ramadan.
”Dari enam warga tersebut, empat pria dan dua wanita. Mereka pesta miras tengah malam di kos-kosan di bulan puasa,” kata Said beberapa waktu lalu.

Said Muhcdar menilai, kegiatan penghuni kos-kosan tersebut sudah tidak lazim dan menyimpang. Bahkan dapat memicu kegiatan kriminal lainnya yang meresahkan masyarakat. Bahkan Said mengaku, sangat menyesali adanya warga yang sudah ber­istri ikutan pesta tuak.

”Kami melakukan pendataan, membuat berita acara serah terima dari RT ke Satpol PP dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, tidak bertamu di luar jam tamu, dan tidak mengkonsumsi miras lagi,” sebut Said.(arn)

Bupati Lantik 36 Pejabat Struktural

0
Bupati Anambas Abdul Harris melantik pejabat struktural di Aula Rumah Makan Siantan Nur, Tarempa, Senin (28/5). F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan perombakan kabinet. Total pejabat struktural yang dilantik 37 orang. Rinciannya, 11 pejabat struktural eselon II dan 26 pejabat eselon III. Pelantikan dilaksanakan di Aula Rumah Makan Siantan Nur Tarempa, Senin (28/5).

Pejabat struktural eselon II, Khairul Syahadat yang awalnya menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol, kini menjadi staf ahli bidang sosial. Kemudian Effie Zuhairi yang awalnya menjabat Kepala Dinas PU menjadi Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan.
Untuk sementara jabatan Kepala Dinas PU dijabat Sekretaris Dinas PU Khairul Anwar sebagai pelaksana tugas (plt).

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris mengatakan perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan percepatan pembangunan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan daerah termuda di Kepri.

“Pelantikan ini tidak ada maksud apapun tapi untuk melakukan percepatan pembangunan. Ini untuk kebersamaan kita jangan salah tafsir,” ungkapnya.

Diakuinya, kabar pelantikan sudah mencuat sejak awal 2018, tapi pada Mei ini baru terlaksana. “Pelantikan ini bukan suatu yang digesa tapi sudah kita siapkan jauh-jauh hari,” jelasnya.

Dirinya menyadari sebagai pejabat tidak ada yang sempurna. Semua pejabat memiliki nilai positif dan negatif, maka harus saling memperbaiki. Oleh karena itu pelantikan ini merupakan salah satu upaya dalam mencapai perbaikan dalam menjalankan tugas yang diamanahkan. “Semuanya di dunia ini tidak ada yang abadi apalagi jabatan bahkan nyawa pun tidak abadi,” tandasnya. (sya)

Tim Gabungan Razia Hotel Melati dan Panti Pijat

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim terpadu Kota Batam melakukan razia di beberapa penginapan kelas melati kawasan Kampung Pelita dan panti pijat di kawasan Nagoya, Senin (28/5) sekitar pukul 00.30 WIB. 30 orang dan satu orang WNA terjaring razia tersebut.

Sasaran pertama tim gabungan adalah penginapan kelas melati di Jalan Teuku Umar. Berbekal daftar nama tamu yang menginap, petugas Satpol PP, Polisi serta TNI menyebar ke kamar-kamar penginapan yang mayoritas berlantai 4 ini.

“Dari sana kita amankan 25 orang dengan salah satunya seorang WNA bersama dengan wanita Indonesia. Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen sebagai pasangan suami istri,” kata Anto, Kasi Operasi Satpol PP Kota Batam disela-sela kegiatan.

Dari beberapa hotel kawasan Kampung Pelita itu, tim gabungan bergerak menuju panti pijat di bilangan Nagoya. Saat didatangi petugas sekitar pukul 01.30 WIB, panti pijat itu masih buka dan masih melayani beberapa orang tamu.

Saat dilakukan penggerebekan tim gabungan, salah seorang tamu bahkan dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian. Di dalam kamar berukuran 1,5 x 2 meter itu, tamu tersebut tengah berhubungan badan dengan perempuan panti pijat itu.

“Mereka (panti pijat, red) ini menyediakan kamar-kamar yang melanggar perizinan diberikan oleh BPM-PTSP. Dimana, kamar panti pijat ini diberi sekat dengan menggunakan triplek dan pintunya dalam keadaan tertutup rapat,” tuturnya.

Dijelaskan Anto, tiga panti pijat yang bernama Ag Massage, Hello Kitty Massage dan Tradisional Massage ini terindikasi adanya prostitusi terselebung. Dari sana, diamankan 6 orang yang terdiri dari terapis beserta dua orang tamu dari dalam Ag Massage.

“Sementara untuk pemiliknya diduga sudah kabur duluan saat kita datang. Karena, kita lihat pintu belakang massage ini sudah dalam keadaan terbuka,” tuturnya.

Sekitar pukul 02.00 WIB, tim gabungan bergerak menuju Kampung Bule, Nagoya. Sasarannya merupakan tempat hiburan malam yang masih buka dari batas ketentuan yang telah ditentukan oleh Pemko Batam. Namun, disana tim gabungan tidak menemukan tempat hiburan yang masih buka.

Selain itu, tim terpadu juga megitari Komplek ruko Maritim Square dengan sasaran PSK yang tengah mangkal. Namun, lagi-lagi petugas tidak menemukan PSK yang sedang mangkal.

Dijelaskan Anto, terhadap puluhan orang yang terjaring razia itu, mereka selanjutnya akan diberikan pembinaan. Selain dibina, mereka juga diharuskan menandatangani surat pernyataan yang isinya bahwa mereka tak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Kalau yang menjemput bukan keluarga, kami tidak izinkan dibawa pulang,” bebernya .

Anto menambahkan, razia penyakit masyarakat ini sasarannya adalah anak-anak dibawah umur yang menginap dan pasangan kumpul kebo tanpa ikatan pernikahan. Selain itu kegiatan ini juga menyasar jam operasional tempat hiburan malam.

“Untuk kedepannya kegiatan ini akan terus kami laksanakan selama bulan ramadan. Selain penginapan, kami juga akan menyasar ke kosan yang dijadikan tempat kumpul kebo,” imbuhnya. (gie)

75 Warga Binaan Dapat Remisi

0
Sejumlah warga binaan menggunakan fasilitas Kamar Bicara Umum (KBU) di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F. Yusnadi/Batam Pos 

batampos.co.id – Sebanyak 75 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tersebar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) serta Lembaga Pemasyarakatan Perempuan yang berada di bawah Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mendapatkan remisi.

“Benar, 75 WBP se-Kepri mendapatkan remisi khusus Hari Raya Waisak tahun 2018,” ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kepri Dedi Handoko melalui Kepala Bagian Humas Kanwil Kemenkumham Kepri Rinto Gunawan, Senin (28/5).

Disebutkannya, dari 75 WBP yang mendapatkan remisi khusus Hari Raya Waisak 2018 terdiri dari 19 WBP di Lapas Kelas II A Tanjungpinang, 34 WBP di Lapas Kelas II A Batam dan 7 WBP di Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang dan 2 WBP di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II B Batam.Kemudian 2 WBP di Rutan kelas I Tanjungpinang, 7 WBP di Rutan kelas II A Batam, 1 WBP di Rutan Kelas II B Tanjungbalai Karimun, dan 3 WBP di Cabang Rutan Dabo Singkep. “Sedangkan di Lapas Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam, nihil,” katanya.

Dia menjelaskan, pemberian remisi khusus Hari Raya Waisak 2018 berdasarkan usulan yang dilakukan masing-masing lapas maupun rutan yang tersebar di wilayah Provinsi Kepri. Pemberian remisi merupakan hak WBP dan diberikan jika WBP berperilaku baik dan mentaati peraturan selama berada di lapas atau rutan. ”Remisi merupakan upaya pembinaan yang dilakukan di lapas maupun rutan untuk memotivasi WBP supaya berkelakuan lebih baik,” katanya.(met)

Tanjungpinang Terbaik Ke-2 di Kepri

0
Dadang AG. F.Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Setelah berulang kali tertunda, Dinas Pendidikan Tanjungpinang akhirnya mengumumkan hasil pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP, Senin (25/5). Dibandingkan tahun lalu, hasil UN SMP 2018 mengalami peningkatan walau tidak signifikan.

Dari data resmi yang dilansir, diketahui hasil rata-rata UN SMP Tanjungpinang tahun ini mencapai 56,31 atau lebih baik ketimbang raihan tahun sebelumnya yang rata-ratanya hanya 55,50. Walau begitu, capaian rata-rata ini belum berhasil membawa Tanjungpinang ke peringkat pertama. Kota Batam masih menjadi yang terbaik dengan rata-rata 56,96.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, HZ Dadang AG mengapresiasi capaian tahun ini. Setidaknya, kata dia, prestasi terbaik kedua se-Kepri masih bisa dipertahankan. ”Toh dengan Batam juga selisihnya tipis sekali,” kata Dadang, kemarin.

Lagipun, sambung Dadang, raihan rata-rata hasil UN SMP Tanjungpinang tahun ini sudah berhasil melewati rata-rata di tingkat provinsi yang hanya 54,28. Sedangkan Kabupaten Karimun, Natuna, Lingga, dan Anambas rata-rata nilai UN SMP-nya masih di bawah rata-rata provinsi.

Adapun siswa dengan jumlah nilai terbaik dipegang oleh siswa asal Kota Batam di peringkat pertama dan kedua. Sedangkan siswa asal Tanjungpinang yang masuk peringkat 10 besar hanya dua orang. Angelina Jolie dari SMPN 5 Tanjungpinang di peringkat ketiga dan Felysia Dianni dari SMPN 1 Tanjungpinang di peringkat kedelapan.

Dadang tidak ingin lekas puas. Justru ini adalah motivasi baginya dan Dinas Pendidikan agar pelaksanaan UN SMP tahun depan bisa semakin baik lagi. ”Ya, harus begitu. Kalau soal peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh lekas puas. Kami berjanji meningkatkan terus dari tahun ke tahun,” pungkas Dadang. (aya)

Nekad Potong 3.200 Meter Kabel Optik Bawa Laut demi Upah Rp 2.500 Per Meter

0
Anggota Bakamla mengecek kabel dan berjaga di dalam kapal di Jembatan Dua Barelang, Senin (28/5). Kabel ini hasil curian dengan delapan ABK Kapal. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus pencurian 3.200 meter kabel optik bawa laut ditemukan dalam kapal kayu KM Topan Ocean oleh Kapal Negara Belut Laut di periaran Tanjungberakit, Sabtu (26/5) lalu terus didalami pihak Bakamla di Dermaga Bakamla, Jembatan II Batam di Barelang.

Dalam penangkapan itu, petugas Bakamla menahan delapan orang nelayan dari berbagai daerah yang mencuri kabel optik. Dari kapal yang digunakan delapan nelayan itu petugas mendapati 800 potongan kabel optik hasil curian mereka dengan total berat keseluruhan mencapai 12 ton (sebelumnya ditulis lima ton).

Tindak lanjut dari penangkapan itu pihak Bakamla akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Telkom atau provider jaringan lainnya untuk mengetahui pemilik dan kegunaan kabel optik itu.

“Kabel sudah diangkat dan dipotong-potong tentu ada dampaknya. Nah untuk mencari tahu dampaknya itu kami harus koordinasi dengan pihak Telkom atau pihak-pihak terkait lainnya,” ujar Kabakamla RI Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, saat menggelar siaran pers di atas KN Belut Laut di dermaga Bakamla, Jembatan Dua Batam di Barelang, Senin (28/5).

Sejauh ini kata Arie, pihak belum mendapat laporan gangguan jaringan dari pihak manapun termasuk dari Singapura. Namun demikian pihaknya terus mencari tahu sebab dipastikan akan ada gangguan karena keruskan jaringan kabel itu. “Dampaknya mungkin belum langsung terasa apalagi ini berhubungan dengan jaringan telekomunikasi. Bisa saja masih tercover dengan jaringan lain tapi lambat laun akan terganggu juga,” tutur Arie.

Senada disampaikan oleh Andi, petugas dari Triasmitra yang merupakan patner kerja PT Telkom yang dihadirkan oleh pihak Bakamla sebagai tim ahli menjelaskan dampak dari kerusakan kabel optik itu tidak langsung dirasakan oleh providernya.

“Dampaknya banyak sekali cuman tidak bisa langsung plok seperti listrik padam gitu, karena mungkin masih tercover oleh jaringan lain. Ini yang akan ditelusuri termasuk punya PT mana kabel-kabel ini,” ujar Andi di lokasi yang sama.

Terkait penangkapan kapal yang mengakut kabel optik jarahan bawa laut itu kata Arie, bermula dari kecurigaan tim patroli Bakamla yang bertugas di KN Belut Laut dengan keberadaan kapal kayu yang mencurigakan itu. Saat didekati KN Belut Laut, kapal kayu itu tidak bisa menunjukan dokumen berlayar yang sah.

Delapan ABK KM Tapan Ocean digiring oleh Bakamla saat ekspos di Dermaga Bakamla Jembatan Dua Barelang, Senin (28/5). Para ABK ini mencuri kabel optik dibawah laut. F Dalil Harahap/Batam Pos

“Delapan awak kapal ini juga tidak bisa mempertanggung jawabkan barang muatan mereka (potongan kabel optik). Ditanya lebih dalam lagi mereka akui kalau itu hasil jarahan mereka di sekitar perairan Tanjungberakit,” kata perwira TNI berbintang tiga itu.

Barang bukti lain yang turut diamankan dari atas kapal itu diantaranya; alat potong kabel optik, kompresor, selang dan alat selam.

Delapan tersangka kepada wartawan mengakui kalau kabel optik tersebut sengaja dijarah mereka atas suruan dari seorang tekon yang disebutkan bernama Naim di Bangka.

“Kapten kapalnyta Naim. Dia yang suruh kami. Cuman dia tak ikut karena isterinya sakit. Kami cuman pekerjanya. Kami diupah permeter (kabel optik) Rp 2.500 untuk angkat dari dalam laut,” tutur Hendi,seorang tersangka.

Kabel-kabel itu diakui Hendi dijarah dari periaran Tanjungberakit yang kedalamanya hanya belasan meter. Kabel-kabel tersebut sebenarnya dibenamkan dalam dasar laut. Sebelum dipotong kabel tersebut sudah terlebih diangkat keatas permuka dengan bantuan alat pengampung.

“Potongnya diatas (kapal). Kabel itu diikat dulu didasar kemudian ditaruh pelampung sehingga naik ke permukaan,” ujar Hendi.

Disinggung terkait dari mana mereka tahu bahwa di dasar laut tersebut ada kabel, Hendi mengaku sudah diberi petunjuk oleh Naim sebelumnya. (eja)

Banjir Sedalam Satu Meter Hadang Pekerja Galangan Kapal di Sagulung

0
Mobil menerobos banjir di Jalan Seilekop, depan PT Palindo, Sagulung, Senin (28/5). Banjir ini setinggi pusar orang dewasa. Banjirnya ini akibat tidak adanya drainase. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Aktifita pekerja galangan kapal di Seilekop, Sagulung terhambat, Senin (28/5) pagi sampai siang kemarin. Itu karena akses jalan menuju kawasan industri galangan kapal tersebut ditutupi banjir besar. Banjir dengan ketinggian sepinggang orang dewasa menyebabkan arus lalulintas macet total. Tidak saja kendaraan roda dua, tapi roda empat jenia minibus juga tak bisa lewat.

Pantauan Batam Pos dilapangan, tidak sedikit pekerja galangan yang tidak masuk kerja karena dihadang banjir tersebut. Pekerja yang sudah datang sejak pukil 07.00 WIB hanya bisa bertahan di sisi jalan yang tidak tergenang banjir. Mereka tak berani menerobos banjir karena takut kendaraan mereka mogok.

“Lori saja ada yang mogok (karena terobos banjir), apalagi sepeda motor. Biarlah hari ini masul setengah hari saja saya. Tak mau ambil risiko,” ujar Jakson, seorang pekerja galangan.

Jakson dan kawan-kawannya mengaku, tak bisa meninggalkan sepeda motor di lokasi banjir dengan alasan keamanan sepeda motor mereka.

“Lagian masih jauh juga ke PT makanya tunggu sampai air turun dulu,” ujar warga Seilekop.

Selain pekerja keluhan dan kendala serupa juga dialami manajemen perusahaan galangan kapal di sana. Tidak sedikit kerugian perusahaan akibat terjangan banjir tersebut. Jadwal operasional kendaraan perusahaan jadi terhambat karena tak bisa menembus genangan banjir.

“Saya misalkan mau antar cat ke dalam jadi tak bisa. Padahal sudah ditungguin di sana. Mau gimana lagi memang akses jalan tak bisa lewat,” ujar Hendra, seroang staff HRD salah satu perusahaan galangan di Seilekop.

Persoalan itu diakui warga di sekitar lokasi banjir sudah lama berlangsung. Setiap kali hujan deras akses jalan tersebut selalu digenangi banjir. Banjir terjadi lantaran saluran drainase menujuk galangan kapal itu sudah tak berfunsi normal. Bahkan beberapa titik sudah benar-benar tak bisa menampung air lagi karena sudah ditimbun oleh aktifitas pematangan lahan di bagian depan kawasan galangan tersebut.

“Dulu ada sungai di ujung sana. Cuman karena ada pematangan lahan itu jadi ketutup sungainya. Air tak bisa kemana-mana lagi jadi banjir terus jalan ini,” kata Saptono, pekerja lainnya.

Dengan adanya keluhan itu, warga dan pekerja disana berharap agar pemerintah terkait segera turun tangan melalukan normalisasi drainase di sana.

“Sudah kami sampaikan juga ke kelurahan tapi katanya ini tanggung jawab Badan Pengusahaan (BP) Batam,” tutur Saptono.

Camat Sagulung Reza Khadafi saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima aduan masyarakat dan pekerja itu. Tindak lanjutnya pihak kecamatan sudah menyampaikan ke Dinas Bina Marga Kota Batam.

“Sudah kami sampaikan ke Dinas Bina Marga, tunggu tindak lanjut dari mereka,” ujar Reza. (eja)

KPU Sosialisasi Mekanisme Pelaporan

0
Pilwako Tanjungpinang

batampos.co.id – Menjelang hari terakhir masa kampanye, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang kembali menyosialisasikan cara pelaporan dana kampanye pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang pada 23 Juni mendatang.

“Pelaporan penggunaan dana kampanye pasangan calon harus dilaporkan kepada KPU Tanjungpinang setelah pelaksanaan kampanye selama pilkada,” tutur Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria, kemarin.

Ia melanjutkan, setelah KPU menerima laporan dana kampanye calon, maka KPU Tanjungpinang akan menyerahkan berkas tersebut kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk KPU guna melakukan audit laporan yang dibuat oleh pasangan calon.
KAP akan melakukan audit lebih kurang dua minggu untuk memeriksa seluruh pengeluaran dan penerimaan sumbangan dana kampanye calon.

Termasuk apakah ada sumbangan yang dilarang diterima pasangan calon, misalnya dari luar negeri. “Kita harapkan semua syarat bisa dipenuhi oleh tim paslon dalam melaporkan dana kampanye dengan rincian yang dapat diterima oleh auditor,” katanya.

Robby juga mengingatkan, pelaporan dana kampanye tersebut harus diserahkan tepat waktu. ”Lambat melaporkan dari jadwal yang ditetapkan sanksinya bisa berat,” pungkasnya.(aya)

Play sound