Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12284

Serius Tangani Zakat

0
Wakil Gubernur Kepri Isdianto saat penyaluran dana zakat bidang ekonomi, Sabtu (28/4). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id 

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengajak pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Kepri lebih serius menangani dana zakat.

“Kami berterimakasih kepada seluruh jajaran pengurus BAZNAS dan LAZ Kepri yang selama ini sudah bekerja dengan baik dan serius,” kata Isdianto ketika menutup Rapat Koordinasi BAZNAS dan LAZ se Provinsi Kepri di Hotel Sampoerna Jaya, Tanjungpinang, Sabtu (28/4).

Isdianto nampak setelah mencermati dana BAZ Kepri yang terus mengalami peningkatan. Sebagai contoh, pada 2017, dana BAZ yang semula Rp 13 miliar naik drastis menjadi Rp 19 miliar. “Ini kan luar biasa. Saya yakin peluang masih ada untuk bisa kita gali lagi,” tegas Isdianto.

Sebelumnya, saat membuka Rakor Baznaz dan LAZ Kepri Jumat (27/4) petang, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan pemerintah selalu memberi dukungan terhadap lembaga ini. Nurdin berpesan agar para petugasnya melakukan komunikasi yang baik sehingga kesadaran masyarakat membayar pajak semakin tinggi.

“Biar masyarakat dengan sendirinya sadar untuk menzakatkan sebagian harta,” kata Nurdin. Ketua Baznas Kepri Mustamin Husein menegaskan mereka akan terus berupaya ada peningkatan penerimaan zakat sepanjang tahun. (bni)

Jangan Larang Anak Main di Masjid

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wakil Gubernur Kepri Isdianto dan Sekda Kepri TS Arif Fadillah berjualan kue usai melakukan safari subuh di Masjid Penyengat. F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan kepada para orang tua untuk tidak melarang anak-anak main ke masjid. Jika sejak kecil sudah diajarkan takut ke masjid maka generasi salat berjamaah di masjid kelak akan berkurang.

“Jangan buat anak-anak takut ke masjid, merekalah yang akan menjaga masjid kita ini tetap ramai di masa depan,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Al Musyahadah, Batu Lipai, Meral, Kabupaten Karimun, Sabtu (28/4).

Di penghujung April ini. Nurdin bersafari subuh di Karimun dan Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Jika di Karimun Nurdin mengimbau anak-anak untuk menjadikan masjid laman beraktivitas, di Penyengat Nurdin membantu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar masjid.

Wakil Gubernur Isdianto juga menunaikan salat Subuh di Masjid Sultan Pulau Penyengat. Usai Subuh pada Minggu (29/4), Nurdin dan Isdianto ikut “berjualan” dengan membagi-bagikan kue di depan masjid, Kegiatan dadakan ini dilakukan Nurdin dan Isdianto usai bersama-sama melakukan kegiatan salat subuh berjamaah di masjid bersejarah tersebut. Tidak hanya mendapatkan kue, masyarakat juga bisa bersalaman langsung dengan orang nomor 1 dan nomor 2 di Provinsi Kepri tersebut.

Selain Gubernur dan Wakil Gubernur, tampak juga Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah Awalnya Gubernur membantu berjualan kue milik salah seorang warga yang dibantu Wakil Gubernur yang menerima uang hasil jualannya dan Sekda yang menyerahkan kuenya.  “Dah hitung semuenye barape kue yang laku dan sisenye berape,” kata Nurdin sam­bil pegang pena dan buku catatan.

Namun akhirnya Gubernur justru memborong sisa seluruh kue yang dia jual sendiri, lalu membagikannya kepada warga, termasuk anak-anak dan siapa saja yang datang. “Ambil, ambil buk, anak-anak juga sini jangan malu-malu. Ini gratis untuk hari ini, semoga berkah,” ujar Nurdin.

Sementara di Karimun, Nurdin tak henti-hentinya mengingatkan agar para generasi muda perlu pendidikan yang terbaik dari segi formal maupun nonformal maka peran orang tua sangat penting dalam mengawal hal itu. Apalagi pendidikan keaga­maan yang sangat penting dalam membentuk akhlak yang mulia.

Nurdin mengaku bangga, setiap ia berkunjung ke masjid-masjid di Kepri, selalu ada anak-anak kecil yang sudah mampu menghafal Alquran dan membacanya dengan fasih dan baik. “Inilah yang kita butuhkan, generasi penerus kita cinta quran,” tambahnya.

Orang tua memang diharuskan menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya namun tidak menutup kemungkinan orang tua juga mampu menyamai kemampuan menghafal al quran dengan baik seperti para qori-qoriah muda. “Selagi diberi kesempatan perkara umur bukan jadi persoalan,” kata Nurdin.(bni)

Panwaslu Tertibkan Baliho Caleg

0

batampos.co.id – Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Tanjungpinang menertibkan 18 baliho calon legislatif (Caleg) yang dipasang lima partai politik di sejumlah tempat di Tanjungpinang. Keberadaannya dianggap telah melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku.

”Penertiban dikarenakan alat peraga kampanye beredar di luar jadwal kampanye Pemilu,” tutur Komisioner Panwaslu Tanjungpinang, M Zaini, kemarin.

Menurutnya, materi dari ke-18 baliho yang ditertibkan belum dapat tayang dikarenakan berisikan sosialisasi calon legislatif yang akan berlaga di Pemilu 2019 mendatang.
”Sementara saat ini masih jadwal kampanye bagi calon wali dan wakil wali kota,” imbuhnya.

Zaini menambahakan sebelum penertiban dilangsungkan, Panwaslu telah mengirimkan surat kepada Partai Politik yang memasang APK tersebut. Hingga dapat melakukan penurunan sendiri.

Panwaslu sempat melangsungkan pertemuan pada Kamis (26/4) bersama parpol dan stake holder lainnya. Guna menyamakan presepsi. Menurut Zaini, seluruh APK yang telah ditertibkan kemarin baru dapat dipasang pada 23 September mendatang, dengan materi yang sesuai PKPU.

”Sampai dengan hari tersebut, kami harapkan parpol dan calon yang diusung tetap mengikuti aturan ini,” kata Zaini. (aya)

Jaga Ketertiban Jelang Ramadan

0

batampos.co.id – Polsek Tanjungpinang Kota kembali menyita minuman keras (miras) yang dikemas dalam ratusan botol dari sejumlah warung di kawasan Tanjungpinang Kota. Rinciannya; 120 botol arak putih dan 1 kotak miras kaleng kedaluwarsa diamankan dalam Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) sepekan terakhir.

Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Edi Supandi mengatakan operasi tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Menurutnya, miras menjadi salah satu penyebab tingginya angka kriminalitas. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melaksanakan operasi tersebut. “Tentunya razia ini untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarat,” kata Edi, kemarin.

Dalam operasi, tersebut kata Edi, pihaknya hanya menyita miras, pemilik maupun penjual hanya diberikan peringatan keras dan pembinaan saja. “Ada surat perjanjian dengan pemilik untuk tidak menjual miras,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada pemilik warung atau pun penjual yang berada di wilayah hukum Polsek Tanjungpinang Kota, untuk tidak lagi menjual miras, karena berdampak buruk bagi masyarakat. ”Bagi masyarakat agar tidak lagi mengkomsumsi miras,” imbaunya. (odi)

Bawa Pulang Penghargaan Imunisasi Terbaik

0
Penjabat Wali Kota Tanjungpinang menerima Piagam Kota Terbaik Kinerja Imunisasi Tingkat Nasional dari Menkes RI, Minggu (29/4). F.Humas dan Protokol Pemko untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Tanjungpinang masuk dalam 10 daftar kota terbaik imunisasi se-Indonesia. Penghargaan capaian kinerja imunisas terbaik selama 2015-2017 ini diberikan Minggu (29/4) kemarin di Gedung Shihibul Barokah, Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk (Dinkesdalduk) Tanjungpinang, Rustam mengatakan, penghargaan yang dianugerahkan Kementerian Kesehatan RI ini memiliki tiga kriteria. ”Cakupan imunisasi di Tanjungpinang tinggi dan merata di seluruh kelurahan,” beber Rustam.

Menurut dia, seluruh kelurahan di Tanjungpinang berhasil mencapai universal coverage. Yakni cakupan di atas 80 persen bahkan ada yang di atas 90 persen. Lalu upaya surveilans, perkembangan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, berjalan dengan baik, lengkap dan berkesinambungan. ”Baik itu surveilans berbasis faskes, yaitu dokter praktik, klinik, Puskesmas dan rumah sakit,” lanjutnya.

Ia menambahkan, termasuk pula surveilans berbasis masyarakat, yang dilaporkan langsung oleh warga, kader dan kelompok masyarakat lainnya. Lalu kriteria ketiga, disampaikan Rustam berkenaan dengan tidak ditemukannya kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi selama lima tahun terakhir. Seperti kasus campak rendah, difetri yang tidak positif, polio dan sebagainya.

Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza yang menerima penghargaan dalam rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia dan Hari Malaria Dunia 2018, menganggap penghargaan tersebut merupakan prestasi yang membanggakan.
”Tentu ini merupakan kerjasama semua pihak, dalam mengupayakan imunisasi secara maksimal. Baik Dinkesdalduk, Puskesmas, klinik, rumah bersalin dan kader posyandu,” ucap Ariza.

Dalam sambutan penyerahan penghargaan tersebut, Meknkes RI, Nila F Moeloek menyampaikan, imunisasi merupakan hak anak. Penghargaan tersebut apresiasi kepada Pemda yang berhasil melaksanakan capaian kerja imunisasi dengan baik.
”Penghargaan ini jadi motivasi agar terus menggiatkan imunisasi agar generasi sehat dan unggul,” ujarnya. (aya)

Puluhan Pekerja Hiburan Malam Terjaring Razia

0

batampos.co.id – Puluhan pekerja dari sejumlah tempat hiburan malam di Ranai terjaring razia gabungan, Sabtu (28/4) malam. Razia cipta kondisi tersebut melibatkan seluruh unsur keamanan, baik kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Dalam razia tersebut juga diamankan ratusan kaleng minuman beralkohol berbagai jenis.

Kabag Ops Polres Natuna, Kompol Elvizar mengatakan, razia tempat hiburan untuk meningkatkan rasa aman di lingkungan masyarakat menyambut datangnya bulan suci Ramadan. “Operasi cipta kondisi ini ada 297 kaleng miras disita, 47 pramusaji didata,” kata Elvizar.

Dalam operasi, tim gabungan menyisir sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Bungutan Timur, mulai warung remang berkedok pujasera, hingga tempat karaoke yang menyediakan pramusaji.

“Sasaran operasi cipta kondisi ini supaya Natuna bebas dari miras dan kegiatan maksiat terutama di bulan puasa,” ujarnya.

Ditambahkannya, keberhasilan dalam operasi tersebut sudah mencapai 80 persen dari target. Karena hanya ada tiga lokasi tempat hiburan malam (THM) yang tutup dari seluruh THM yang dirazia petugas.

“Sepertinya informasi pelaksanaan razia ini bocor, sehingga ada sebagian THM yang tutup. Kemungkinan informasi ini bocor saat kami melaksanakan apel,” ujarnya Elvizar.(arn)

Komunikasi Harus Romantis

0

batampos.co.id – Mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli menilai belakangan ini komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Natuna dengan Pemprov Kepri kurang romantis. Hal ini dikhawatirkan berdampak kurang baik pada pembangunan daerah.

“Kita melihat ada kesan komunikasi yang kurang romantis. Saya rasa hal seperti ini tidak boleh terjadi,” kata Ilyas Sabli, Jumat (27/4).

Menurutnya, belakangan ini terlihat ada upaya saling menyalahkan antara kedua intitusi pemerintahan terkait pengelolaan APBD. terutama sekali alokasi APBD Provinsi Kepri ke daerah-daerah yang dinilai kurang berimbang. Padahal persoalan ini, kata Ilyas, dari pengalamannya memperbaiki anggaran APBD yang bersumber dari provinsi dan pusat adalah komunikasi yang lebih baik. Bukan malah saling menyalahkan.

“Komunikasi yang baik itu penting untuk pembangunan dan kemajuan. Bila komunikasi tak nyambung akan muncul dampak saling mencurigai bahkan saling menyalahkan. Dan ujung-ujungnya mengganggu jalannya pembangunan,” ujar Ilyas.

Selaku bagian dari masyarakat Natuna, Ilyas Sabli menyarankan agar kedua belah pihak dapat dukuk bersama membahasa pembangunan Natuna ke depannya.
“Saya rasa tak ada masalah yang tak bisa dikomunikasikan. Komunikasi yang baik juga akan menimbulkan suasana nyaman dan elok,” harap Ilyas.(arn)

Kenalkan Kedirgantaraan pada Anak Pulau

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti bersama Danlanud Raden Sadjad foto bersama anak-anak saat meninjau Pulau Subi beberapa waktu lalu. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti bersama Danlanud Raden Sadjad Kolonel Pnb Azhar Aditama meninjau pulau Subi, Sabtu (29/4) lalu.
Selain melakukan kunjungan kerja di pulau yang pernah dibangun air strip Jepang tersebut sekaligus dilakukan sosialisasi kedirgantaraan kepada anak pulau.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengaku, kunjungan tersebut disambut gembira masyarakat dan pelajar di Pulau Subi. Ngesti mengaku, generasi penerus di pulau terluar memiliki semangat yang luar biasa untuk mengabdi kepada daerah. Kelak anak-anak di Pulau Subi diberikan kesempatan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

“Waktu anak-anak ditanya, semuanya ingin jadi pilot. Luar biasa semangat generasi penerus meski mereka tinggal di pulau,” ungkap Ngesti.

Sementara Komandan Pangkalan Udara Raden Sadjad Natuna, Kolonel (Pnb) Azhar Aditama, mengatakan pihaknya menggelar olah raga bersama masyarakat di sepanjang landasan pesawat (Runway) Lanud RSA Ranai, Minggu (29/4).

Jalan santai sehat yang diikuti oleh ratusan masyarakat di sekitar Kota Ranai tersebut, merupakan bentuk kedekatan TNI kepada masyarakat, seraya memperingati hari jadi TNI AU ke- 72. “Ini adalah bentuk pengabdian dan kedekatan kami dengan masyarakat, sekaligus memperingati hari jadi TNI AU,” kata Azhar.

Selain olah raga bersama, Danlanud juga mempertontonkan pesawat tempur andalan milik TNI AU, jenis F-16 C/D Blok 52 ID, kepada masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari sosialisasi kedirgantaraan.(arn)

Bangun Rumah di Atas Batu

0
Salah satu rumah warga Pasir Merah Kelurahan Tarempa terlihat berdiri di atas batu besar. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Mayoritas warga Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas kesulitan untuk mendapatkan lahan yang datar sebagai tempat membangun rumah. Ini dikarenakan mayoritas tanah di Tarempa, terdiri dari bebatuan yang berukuran besar.

Bahkan ada batu yang ukurannya melebihi ukuran rumah yang akan dibangun.
Kondisi ini, membuat warga bekerja keras jika akan membangun rumah. Mereka harus memecah batu dulu untuk meratakan lahan tempat rumah yang akan dibangun di atas batu.

Yanuar, salah satu warga Pasir Merah Kelurahan Tarempa mengatakan, sebagian warga enggan meratakan lahan mereka lantaran batunya terlalu besar. Jika dipecah membutuhkan biaya dan menguras tenaga, maka tak jarang warga memutuskan untuk membangun rumah di atas batu.

“Kalau tidak diratakan, biasanya dibuat rumah panggung, tiang pondasi dibangun diatas batu,” ungkapnya.

Jika ingin meratakan batu, maka dilakukan dengan cara tradisional yakni dibakar. Karena setelah dibakar batu akan retak baru kemudian dihancurkan dengan martil besar. “Kalau batunya besar, biasanya dibakar dulu,” jelasnya.

Meski menguras tenaga, namun ada untungnya jika lahan yang akan dibangun rumah terdapat batu. Karena batu besar yang sudah dihancurkan bisa dijadikan pondasi rumah. “Memang menguras tenaga tapi batu tidak usah beli,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, bukan hanya warga Pasir Merah Kelurahan Tarempa saja pemandangan rumah diatas batu. Tapi di bagian hulu Sungai Sugi Tarempa juga terlihat pemandangan yang sama. Puluhan bahkan sampai ratusan rumah berdiri di atas batu. (sya)

Sulit Mencari Kerja di Batam

0
Ilustrasi pencari kerja

batampos.co.id – Selama tiga tahun belakangan ini, Disnaker Kota Batam mencatat lebih banyak jumlah pencari kerja dibandingkan jumlah lowongan pekerjaan. Meski begitu, Batam tetap bagaikan gula yang terasa manis dan terus didatangi semut.

Ratusan pencari kerja duduk mengobrol di Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Mukakuning, Jumat (27/4) pagi. Mereka duduk berkelompok. Sesekali perhatiannya tertuju pada papan pengumuman lowongan kerja di aula MPH tersebut. Ada empat papan lowongan kerja berwarna hijau di tiang penyangga aula terbuka itu. Namun hanya ada satu lembar iklan lowongan kerja dari salah satu bank swasta. Selebihnya, tiga lembar iklan sosial.

Di antara kerumunan pencari kerja itu, Novendra Rajagukguk, 21, duduk terpisah. Wanita berbadan mungil ini menanti-nanti lowongan kerja yang bakal ditempelkan di papan pengumuman. Namun hingga satu jam lebih, tak ada satupun iklan lowongan kerja baru. Matanya kemudian berbinar ketika seorang staf penerimaan dari PT Tunas Karya Indoswasta menyampaikan kabar pelatihan untuk bekerja di hotel.

Novendra yang sudah membawa surat lamaran kerja dan dokumen lainnya segera mendekat. Ia mendengarkan penuturan staf tersebut dan menanyakan kualifikasi peserta yang diterima untuk pelatihan. Setelah mendengar syarat tinggi badan, ia melangkah mundur.

“Katanya yang diterima hanya yang bertinggi badan 155 cm ke atas karena akan bekerja di hotel. Saya cuma 150 cm,” kata Novendra tersenyum malu-malu.

Novendra sudah dua kali mendatangi MPH Batamindo untuk mencari lowongan kerja. Tetapi sangat sulit menemukan lowongan kerja. Jangankan lowongan kerja yang sesuai kualifikasinya, pekerjaan yang tidak menyaratkan tinggi badan pun jarang ia temukan di papan pengumuman.

“Saya sudah dua kali ke sini sejak tiba di Batam. Katanya di sini (Batamindo) banyak lowongan kerja,” ujar wanita asal Sumatera Utara ini.

Novendra memang baru di Batam. Baru beberapa pekan. Namun ia sudah merasakan sulitnya mencari kerja. Padahal ia sudah memiliki pengalaman kerja di kampung halamannya, bahkan di Singapura. Ia menguasai bahasa Inggris dan Mandarin. Cerita adiknya yang lebih dulu datang ke Batam lah yang membuat ia ikut merantau ke Batam. Ia berharap mendapatkan gaji yang lebih besar daripada di kampung halamannya.

“Di kampung UMR-nya rendah. Kata adik saya di sini (Batam) gajinya tinggi,” tutur wanita lulusan SMK jurusan Akuntansi ini.

Habibi, 29, lebih lama merasakan sulitnya mencari pekerjaan di Batam. Dua tahun ini tak satupun pekerjaan yang didapatkan setelah mengirim lowongan kerja. Ia terpaksa bekerja serabutan untuk memenuhi biaya hidup sehari hari di Batam. Kadang ia bekerja membuat teralis dan terkadang jadi sopir taksi. Hanya untuk membeli makan.

“Untuk makan cukuplah. Tapi kadang juga harus puasa,” ujar pria lulusan salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat ini.

Habibi merantau ke Batam tiga tahun lalu karena masih menganggap Batam bakal mewujudkan mimpinya punya pekerjaan dan penghasilan sendiri. Awalnya, dia optimistis. Namun begitu mengirim lamaran atau membawa langsung lamaran ke beberapa perusahaan di Batam, tak banyak yang merespon. Terlebih tak banyak lowongan kerja seperti cerita yang didengar dari saudara-saudara dan sekampungnya.

“Katanya kalau gak pakai duit dan gak ada orang dalam di perusahaan memang sulit (mendapatkan pekerjaan),” kata Habibi menceritakan pengalamannya saat awal-awal mencari kerja di Batam.

Ia kemudian mendapatkan pekerjaan, tetapi bukan di Batam. Ia diterima bekerja di salah satu perusahaan galangan kapal di Tanjunbalai Karimun. Posisinya tukang las (welder). Ia dikontrak enam bulan, lalu disambung lagi enam bulan.

Karena melihat secercah harapan, ia memutuskan mengikuti pelatihan untuk meng-upgrade keahliannya. Tetapi begitu selesai pelatihan, posisi yang diincar sudah tidak ada lagi. Ia akhirnya kembali ke Batam untuk mencari pekerjaan.

“Saya sudah banyak mengirim surat lamaran kerja lewat pos atau antar langsung, tapi belum ada yang terima. Memang juga kondisinya saat ini lowongan kerja sedikit,” katanya.

Pencari kerja mengantri saat melamar. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Heru Manon, staf penerimaan pekerja PT Tunaskarya Indoswasta (Tunaskarya) selaku Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) di Batamindo menyebutkan, saat ini lowongan kerja tak sebanyak dulu. Kalaupun ada lowongan kerja dari perusahaan-perusahaan di Batam kebanyakan karena untuk penyegaran karyawan. Untuk mengganti karyawan yang tua dengan yang lebih muda.

“Jadi ya lowongan tetap sama, tidak ada penambahan,” kata Heru Manon, disela-sela menerima lamaran kerja untuk salah satu perusahaan di MPH Batamindo, beberapa waktu lalu.

Heru mengungkapkan, sejak dua tahun lalu semua perusahaan di Kawasan Industri Batamindo harus mengumumkan lowongan kerja di MPH Batamindo. Begitu pula perusahaan yang melakukan rekrutmen melalui PT Tunas Karya Indoswasta. Makanya ia mengetahui kondisi lowongan kerja dan pencari kerja yang datang setiap hari.

Ia mencontohkan ketika PT Ciba Vision dan PT Sumitomo membuka lowongan kerja pada Juli 2017 lalu. Dua perusahaan manufaktur di Kawasan Batamindo ini merekrut karyawan melalui PT Tunas Karya Indoswasta. Masing-masing perusahaan meminta karyawan antara 20 hingga 100 orang. Namun yang datang membawa lamaran kerja seribuan orang.

“Bukan lagi ratusan tapi ribuan, berdesak-desakan di sini,” ujar Heru.

Tahun ini suasana serupa terlihat di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, ketika PT MES Machinery Indonesia (MMI) membuka lowongan pekerjaan. Perusahaan baru yang bergerak di bidang manufacturing di Tanjunguncang itu, membuka lowongan kerja melalui Disnaker, 23-25 Januari lalu.

Lebih dari seribu pelamar datang. Padahal pekerja yang dicari cuma 21 orang untuk enam bidang. Keenam bidang yang dibuka yakni, welder, fiter, maintenance, cutting, rigger, dan warehouse.

Mereka yang diterima pun harus memiliki pengalaman kerja minimal 15 tahun pada masing-masing bidang, memiliki kartu AK1, serta memiliki sertifikat di bidangnya. Tetapi kandidat yang melamar mencapai 1.200 orang pada hari terakhir. Ini menunjukkan bahwa pencari kerja sudah berkali-kali lipat dari ketersediaan lapangan kerja.

Kondisi seperti ini sebenarnya terlihat selama tiga tahun terakhir. Dari data Disnaker tahun 2015-2017, jumlah pencari kerja mencapai 89.500 orang. Sedangkan lowongan pekerjaan mulai dari tahun 2015-2017 hanya untuk 54.524 orang di Batam. Begitu pula data selama dua bulan pertama tahun 2018 ini kondisinya serupa.

Secara rinci, data dari Disnaker Kota Batam menunjukkan pada tahun 2015 jumlah pencari kerja tercatat sebanyak 24.022 orang. Sedangkan pada tahun 2016, pencari kerja tercatat sebanyak 24.342 orang. Pihak Disnaker mengatakan jumlah pencari kerja terus naik. Sepanjang tahun 2017, sedikitnya 25 ribu lebih pencari kerja yang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan di Batam.

Sementara dua bulan pertama tahun 2018 ini jumlah pencari kerja sebanyak 7.831 orang. Sedangkan lowongan kerja hanya separohnya. Hanya 3.952 lowongan kerja. Rinciannya, pada Januar pencari kerja sebanyak 4.103 orang. Bulan Februari sebanyak 3.728 pencari kerja. Sedangkan lowongan kerja pada Januari hanya 1.904. Lalu pada Februari naik sedikit, sebanyak 1.948 lowongan kerja.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Penempatan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Batam, Syafrialdi, angka pencari kerja itu berdasarkan pada jumlah kartu AK1 yang diterbitkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Belum termasuk bagi pencari kerja yang tidak mengurus kartu AK1. Pencari kerja selain mengurus kartu AK1 di Disnaker, sebagian besar mengurus langsung di kecamatan masing-masing.

“Karena kecamatan sudah bisa langsung melayani penerbitan kartu AK1. Sementara pencari kerja yang dari luar Batam mengurus di Disnaker,” jelas Syafrialdi, Jumat (27/4).

Adapun data lowongan kerja, lanjut Syafrialdi, diperoleh dari laporan perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja. Ada pula data yang diinput langsung Disnaker dengan menjemput bola. Namun menurut Syafrialdi, belum semua lowongan kerja di Batam terdata.

“Mungkin nanti kalau kita sudah pakai sistem online akan lebih akurat datanya,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Rudi Sakyakirti beberapa waktu lalu mengatakan jika melihat grafik pencari kerja tahun 2017 lalu, jumlah pencari kerja dari luar Batam lebih banyak. Hampir 17 ribu dari 25 ribu pencaker berasal dari luar Batam.

Sisanya, sekitar 8.000 orang, merupakan warga Batam. Ini membuktikan industri di Batam masih diminati, walaupun lowongan kerja tak sebanyak beberapa tahun yang lalu.

Kondisi yang sama pun masih terjadi pada tahun 2018 ini. Syafrialdi mengungkapkan Batam masih menjadi tujuan utama mencari aktivitas ekonomi. Masyarakat dari berbagai daerah, datang ke Batam karena mendengar lebih mudah mencari kerja dan gajinya lebih tinggi.

“Sekarang masih. Persentasenya kalau dibandingkan 60 persen luar Batam, 40 persen lokal,” ungkapnya.

Suasana pendaftar kerja.

Belum lagi tujuh ribuan orang mendapatkan pekerjaan tahun ini, seribu pekerja di Batam terancam kehilangan pekerjaan. Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sayakirti mengaku mendapat laporan akan adanya satu perusahaan yang mengurangi tenaga kerja mereka. Dari 1.200 jumlah karyawan akan dikurangi menjadi 200 pekerja saja.

“Artinya, akan ada 1.000 karyawan yang tak bekerja lagi. Laporan itu baru diterima minggu lalu,” kata Rudi kepada Batam pos, awal April lalu.

Menurut dia, 1.000 pekerja yang terancam menganggur itu adalah karyawan kontrak. Perusahaan terpaksa tidak memperpanjang kontrak lantaran sepi orderan hingga akhir tahun.

“Jadi tahun ini mereka tak ada orderan, sehingga karyawan yang memang habis kontrak tak diperpanjang lagi,” imbuh Rudi.

Sementara itu, di bagian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), perkembangan kebutuhan tenaga kerja di Batam dipengaruhi jumlah investasi lokal. Pada 2017 misalnya, daya serap mencapai 3.656 tenaga kerja untuk pengerjaan 60 proyek dengan realisasi PMDN sebesar Rp 663.356.000.000.

“Target realisasi 2016-2017 ini sebenarnya meningkat 103 persen dari target,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, Gustian Riau di ruang kerjanya di Gedung Mall Pelayanan Publik, Batamcenter, Rabu (25/4) lalu.

Lantas bagaimana dengan perkembangan 2018 ini? Gustian menyebutkan, nilai investasi dalam negeri juga memengaruhi daya serap tenaga kerja di beberapa sektor industri di Batam. Asal regulasinya bagus. Sebab investor lokal maupun investor asing butuh kepastian perizinan cepat dan aturan yang jelas.

“Ini berlaku umum. Makanya ini kami sekarang mempercepat pelayanan usaha. Yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari, kini hanya selesai dalam hitungan jam. Harus seperti itu sebenarnya,” jelas Gustian.

Ia juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Batam tahun ini harus digenjot dari tiga sisi. Mulai dari percepatan infrastruktur, percepatan pariwisata, hingga investasi.

“Kalau ini tak ada, maka yakinlah kota ini bakal mundur. Kita maunya bersama-sama bekerja dalam rangka percepatan berusaha, dengan begitu bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas. Jangan kita sudah memudahkan regulasi, eh pengusaha malah lamban dalam menyelesaikan kewajiban,” ungkapnya.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam sendiri, pada 2018 ini, memiliki rencana Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (IPMDN) pada triwulan pertama sebesar Rp 239,986 juta. Target ini menurun 47,82 persen atau sekitar Rp 219,951 juta dari periode sebelumnya.

Namun pada realisasinya, IPMDN justru melebihi target dengan mampu meraup Rp 254,832 juta.

“Jumlah ini meningkat 206,65 persen dari periode yang sama di 2017 lalu yang realisasi investasinya hanya Rp 83,100 juta,” ujar Kabid Promosi, Data, dan Informasi Investasi DPM-PTSP Kota Batam, Verbian Hidayat Syam.

Verbian menyebutkan, adapun jumlah proyek berdasarkan realisasi investasi PMDN di triwulan pertama ini sebanyak 20 proyek dengan serapan tenaga kerja sebanyak 1.063 orang.

“Dibanding triwulan yang sama tahun lalu, realisasi daya serap tenaga kerja hanya 459 tenaga kerja. Ini berarti ada peningkatan sebanyak 604 tenaga kerja atau sekitar 131,59 persen,” ungkap Verbian. Sebagian besar daya serap tenaga kerja ini pada sektor industri perdagangan dan preparasi.

Ciptakan Pengusaha Baru

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam terus berupaya menekan jumlah pengangguran dan pecari kerja. Untuk mengurangi jumlah pencari kerja, Disnaker setiap tahun memberikan pelatihan. Baik kepada lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja, maupun pekerja yang ingin meningkatkan keahlian. Sebab, untuk mewujudkan jumlah pencari kerja dan lowongan kerja belum bisa secara ideal.

“Jadi kita punya program perluasan kesempatan kerja dengan memberikan pelatihan. Salah satunya kewirausahaan. Diharapkan dengan berwiraswasta, kalau berhasil bukan hanya mempunyai pekerjaan, tetapi bisa juga jadi penampung pekerja,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Penempatan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Batam, Syafrialdi.

Sementara Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyarkirti mengungkapkan, pada tahun ini telah dianggarkan Rp 13,718 miliar untuk pelatihan bagi 2.320 tenaga kerja dan pencari kerja yang ada di Kota Batam. Rinciannya, Rp 5,897 miliar digunakan untuk pelatihan bagi 969 pencari kerja, dan Rp 7,820 miliar lagi untuk peningkatan kompetensi bagi 1.351 tenaga kerja di Kota Batam.

Jumlah peserta pelatihan sebanyak 2.320 tersebut menurut Rudi berkurang dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017, Disnaker Batam telah menggelar pelatihan untuk 2.500 pencari kerja dan tenaga kerja. Tetapi jumlah pelatihan bagi pencari kerja lebih banyak. Rudi mengatakan pelatihan bekerja sama dengan lembaga pelatihan dan sertifikasi. Jadwal tiap jenis pelatihan berbeda, begitu juga dengan lama pelatihannya.

Berharap Sektor Pariwisata

Seorang turis asal Tiongkok saat swafoto dengan landmark Welcome To Batam. Landmark Welcome To Batam menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi baik oleh wisatawan lokar maupun dari Mamcanegara. | Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengungkapkan, industri manufaktur dan shipyard seperti yang selama ini menjadi andalan Batam, belum terlalu menjanjikan untuk menyerap tenaga kerja pada tahun 2018 berjalan ini.

“Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, masih agak susah bergeraklah. Hanya saja, ada beberapa yang butuh, itu pun tak banyak,” ungkapnya.

Meski begitu, menurut dia, ada iklim segar yang berhembus dan bisa menjadi andalan Kota Batam saat ini. Yakni perluasan dan pembangunan industri pariwisata. Dimulai dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur, pengembangan tempat-tempat wisata, menciptakan lokasi dan destinasi baru seperti kawasan Kampung Bule menjadi kawasan wisata malam. Kemudian perbaikan tempat wisata yang sudah ada, serta pemasaran dan promosi ke luar daerah dan juga luar negeri, hingga menjadikan seluruh masyarakat Batam menjadi masyarakat sadar wisata.

“Tapi ini semua bisa berjalan kalau seluruh stakeholder yang berkaitan dengan ini bekerja bersama-sama, satu hati. Kalau ini berjalan, yakinlah, target 15 ribu daya serap tenaga kerja di Batam tahun ini bisa terealisasi,” ujarnya.

Menurut Jadi, pariwisata penyumbang pendapatan nomor dua di Batam, karena itu industri pariwisata penting bagi pendorong ekonomi, menyediakan lapangan kerja, dan menciptakan lapangan kerja di Batam.

“Perkembangan industri pariwisata menjadi tugas dan tanggungjawab kita semua stakeholders Batam Kepulauan Riau,” ujar Jadi. (uma/cha/yui)