Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12344

Berobat di RSUD Raja Ahmad Tabib Tak Perlu Antri, Cukup Via WhatsApp

0
Kasubag Informasi dan Pemasaran, Muhamad Safei memperlihatkan salah satu ruang rawat inap di RSUD Raja Ahmad Tabib. | Cipi Ckandina/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Kepri,Tanjungpinang terus berinovasi demi kenyamanan pasien maupun keluarga pasien.

Rumah sakit plat merah itu kini memberikan kemudahan dalam mendaftarkan pasiennya. Tidak perlu antri untuk mendapatkan nomor antrian, cukup melalui
aplikasi WhatsApp (WA) di ponsel anda. Layanan ini menjawab keluhan masyarakat selama ini.

Kasubag Informasi dan Pemasaran RSUD Raja Ahmad Thabib Kepri, Muhamad Safei menjelaskan mulai Senin (23/4) layanan melalui WhatsApp sudah bisa dilakukan masyarakat yang hendak berobat ke RSUD Raja Ahmad Tabib Kepri.

Caranya kata Safei, bagi pasien yang sudah pernah berobat, harus registrasi nomor ponselnya terlebih dahulu ke WhatsApp RSUD Raja Ahmad Tabib Kepri. Bagi yang belum pernah berobat, belum dapat dilayani via WhatsApp.

Selanjutnya, khusus bagi pasien BPJS langsung konfirmasi ke loket pendaftaran untuk verifikasi berkas dengan membawa surat rujukan faskes.

“Mulai besok (hari ini, red) sudah bisa (daftar berobat, red) via WA,” ujar Safei, Minggu (22/4).

“Caranya mudah, ketik daftar/nama pasien/nomor RM/poliklinik tujuan/jaminan (pribadi/asuransi). Contoh : daftar/Syafrizal/06-38-92/poliklinik jantung/BPJS,” jelasnya.

Safei mengatakan, inovasi layanan ini merupakan jawaban masyarakat terkait pelayanan selama ini. Pihak manajemen RSUD Raja Ahmad Tabib mohon maaf jika ada masyarakat yang merasa tidak nyaman dalam proses pendaftaran karena harus mengantri.

Diakui Safei, terkait masalah pendaftaran ini sudah dikeluhkan sejak tahun 2015 dimana sekitar awal tahun 2014 pengunjung pasien yang berobat ke poliklinik saat itu masih sekitar 50 orang pasien setiap harinya. Kemudian di tahun yang sama (2015) terjadi peningkatan pasien yang sangat signifikan yakni antara 100 sampai 150 pasien per hari.

Kemudian di tahun 2016 lanjut Safei, terjadi lagi peningkatannya mulai 200 sampai 300 pasien setiap hari. Saat itu mesin antrian pendaftaran dibuka oleh sekuriti pada malam hari untuk berobat esok hari. Akhirnya masyarakat mengeluh karena harus antri dari pukul 3 dini hari untuk mendapatkan nomor antrian.

“Nah baru di tahun 2016 dibuat kebijakan, mesin antrian dibuka jam 6 pagi. Tapi masyarakat masih juga mengeluh karena tetap masih antri,” ungkapnya.

Seiring peningkatan pasien yang terus meningkat, kemudian pihak manajemen melalukan inovasi dengan memberikan pelayanan pendaftaran melalui aplikasi WhatsApp. Di tahun 2018 ini, jumlah pasien semakin meningkat antara 400 sampai 500 pasien setiap harinya.

“Mudah-mudahan dengan layanan ini, akan semakin memudahkan masyarakat berobat ke RSUD Raja Ahmad Tabib. Silahkan, daftarkan segera nomor WA anda ke rumah sakit,” imbaunya. (cca)

 

Polisi Kembali Grebek Gelper di Kampung Aceh

0
foto: eggi / batampos

batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Barelang kembali menggerebek gelanggang opermainan (gelper) di Kampung Aceh, Mukakuning, Minggu (22/4/2018) sekitar pukul 03.00 WIB. Ini yang kesekalian kalinya gelper di kampung tersebut digerebek.

Penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan itu dilakukan lantaran banyaknya laporan tentang aksi perjudian di lokasi tersebut.

Ternyata benar saja, saat digerebek polisi mendapati mesin-mesin gelper yang tengah beroperasi. Polisi kemudian mengamankan server mesin gelper itu, tiga orang wasit, lima orang pemain dan dua orang penonton.

Batam Pos yang berkesempatan ikut dalam penggerebekan ini bermula dari pengintaian yang dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB. Dua anggota polisi yang berpakaian preman menyamar untuk menjadi pemain di gelanggang permainan tersebut.

Setelah dua jam lebih menunggu, anggota polisi yang berada di dalam arena gelper itu menginformasikan bahwa ada salah satu pemain yang menukar koin kemenangannya dengan uang sebesar Rp. 250 ribu.

Tim gabungan yang terdiri dari Unit Jatanras Polresta Barelang, Buser Polresta Barelang, Polsek Seibeduk serta dibantu dengan Unit Reskrim Polsek Batuampar itu langsung menggerebek lokasi. Suasana saat penggerebekan sempat menegangkan, sebab saat penggerebekan itu tiba-tiba seluruh lampu di kawasan Simpang Dam mendadak mati dan gelap.

Puluhan orang yang berada di dalam arena gelper itu langsung berlari menyelamatkan diri ke berbagai penjuru dengan memanfaatkan lampu yang padam itu. Bahkan, salah seorang pemain yang berhasil diamankan petugas sempat melakukan perlawanan. Namun, usahanya melakukan perlawanan berhasil diatasi.

Andri yang ditemui di sela-sela penggrebekan itu mengatakan, seluruh barang bukti berupa server mesin gelper, uang hasil kemenangan, tiga orang wasit, lima orang pemain dan dua orang penonton itu selanjutnya langsung dibawa ke Polresta Barelang sekitar pukul 05.00 WIB untuk dimintai keterangannya.

“Mereka semua kita bawa ke Unit Jatanras Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan. Kami akan mendalami peran setiap orang yang kami amankan pada malam ini,” katanya. (gie)

Benih Lobster Tak Boleh Dijual

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam bersama aparat keamanan tengah gencar mencegah penyelundupan benih lobster keluar negeri. Hal itu dikarenakan, benih lobster memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Tugas kami melindungi sumber daya ikan, terutama benih lobster jangan sampai diselundupkan keluar negeri,” kata Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam , Anak Agung Gede Eka Susila, kemarin.

Kementerian Kelautan dan Perikanan melarang penangkapan benih lobster melalui Peraturan Menteri KP No 1 Tahun 2015. Tujuannya adalah bermanfaat untuk melestarikan stok di alam dan bukan untuk memberatkan dunia usaha.

“Jika tujuan benih lobster itu untuk dibudidayakan tak masalah, namun saat ini banyak dari masyarakat yang justru menjual benih untuk kemudian di expor ke luar negeri,” terang Agung.

Menurut dia, tujuan expor benih lobster yang ada di Indonesia rata-rata ke Vietnam. Benih lobster itu dijual dengan harga yang sangat murah, mulai Rp 1000-2000 perekornya.

“Karena itu, benih lobster dilarang dijual,” tegas Agung.

Masih kata Agung, tahun lalu pihaknya bersama aparat keamanan berhasil mengagalkan penyelundupan puluhan ribu benih lobster. Sayangnya, saat ditangkap banyak benih-benih lobter itu yang mati.

“Untuk tahun ini belum ada, dan kami berharap tidak ada. Semoga `masyarakat bisa menyadari tentang larangan tersebut,” pungkas Agung. (she)

TKA di Indonesia Ada 126 Ribu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Hanif menjelaskan, Perpres tersebut bertujuan untuk menyederhanakan prosedur tanpa menghilangkan prinsip penggunaan TKA yang selektif, “TKA hanya boleh menduduki jabatan tertentu sebagai ahli,” kata Hanif, Sabtu (21/4).

Dalam perpres tersebut, TKA hanya dipekerjakan sebagai tenaga ahli. Pemberi kerja TKA harus mengutamakan tenaga kerja indonesia. Selain itu, perpres juga memberi fasilitas pelaporan dan sanksi pada pemberi kerja yang ketahuan mempekerjakan TKA dalam tenaga kasar.

Dengan menyederhanakan aturan perizinan TKA, tambah Hanif, pemerintah berharap bisa meningkatkan daya saing, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan investasi. “Selain itu adanya kepastian berusaha, mengurangi biaya ekonomi yang tinggi, dan efisiensi administrasi,” jelasnya.

Perpres TKA, kata Hanif hanya mengatur atau menyederhanakan prosedur dan birokrasi perizinan TKA. Selama ini, kata Hanif, prosedur penggunaan TKA prosesnya berbelit-belit dan melibatkan banyak kementerian. “Proses ini menghambat investasi,” jelas Hanif.

Jadi yang disebut memudahkan itu memudahkan dari sisi prosedur dan birokrasinya,” kata Menaker Hanif di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (20/4).

Saat ini, kata Hanif pemerintah ingin investasi terus meningkat. Meningkatnya investasi memang akan berimbas terhadap jumlah TKA di Indonesia. ”Tujuan dari investasi pada akhirnya adalah untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas untuk rakyat Indonesia,” tutur Hanif.

Namun, Hanif mengingatkan, jumlah TKA di Indonesia jumlahnya masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah TKA di negara lain dan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Jika bicara soal jumlah, kata Hanif, jumlah TKA di Indonesia masih jauh lebih kecil daripada jumlah TKA di negara-negara lain. Apalagi jika dibandingkan dengan jumlah TKI di negara lain. “Makanya saya pernah bilang bahwa TKI kita (Indonesia,Red) yang menyerang Tiongkok, bukan TKA Tiongkok yang menyerang kita,” kata Menaker Hanif.

Berdasarkan data yang dimiliki Kemnaker, jumlah TKA di Indonesia saat ini berjumlah total 126 ribu orang. Berbanding terbalik dengan jumlah TKI di luar negeri yang diperkirakan mencapai 9 jutaan.

“TKI kita di Hongkong saja 170 ribu, TKI kita di Taiwan 200 ribuan, TKI kita di Macau sekitar 20 ribu, sementara TKA Tiongkok di sini 36 ribu,” ujar Menaker Hanif.(tau)

Persebaya Surabaya Kontrak Pesepakbola Muda Batam

0

batampos.co.id – Satu lagi pesepakbola muda Batam berhasil meraih prestasi memukau. Kali ini adalah Vengko Armedya yang berhasil menembus salah satu klub papan atas asal Surabaya, Persebaya Surabaya.

Vengko, demikian panggilan akrabnya, saat ini berhasil dikontrak untuk masuk dalam skuad Persebaya U-19. Vengko masuk dalam skuad asuhan salah satu legenda sepakbola nasional Bejo Sugiantoro.

Mantan anak didik sekolah sepakbola (SSB) Erdeka Muda ini mendapat kepastian kontrak selama empat tahun.

“Sabtu (21/4) siang tadi tanda tangan kontrak selama empat tahun dengan manajer 2 Persebaya Surabaya, Choirul Basalamah,” terang Vengko saat dihubungi melalui telepon Sabtu (21/4).

Sebelum mendapat kepastian kontrak, Vengko menjalani trial selama empat hari di Persebaya Surabaya U-19. “Selama trial menjalani seksi latihan fisik, teknis, dan sesi game,” ungkap pemain PPLP Jawa Tengah ini.

Vengko juga menjelaskan jika terdapat perbedaan dalam gaya permainan sepakbola yang ia dapatkan selama ini.

“Dari gaya sepakbola Batam, Jawa Tengah, dan sekarang Jawa Timur. Persaingan di Jawa sangat ketat. Terutama di Jawa Timur ini sangat keras. Saya dituntut untuk pressing dan terus pressing,” seru Vengko.

“Selama empat hari menjalani trial bersama Persebaya Surabaya U-19, coach Bejo Sugiantoro mengatakan cocok. Itulah saya langsung mendapat kontrak untuk empat tahun,” bebernya.

Vengko juga menjelaskan mulai Senin (23/4) dirinya akan mulai bergabung di mess dengan rekan-rekan barunya di Persebaya U-19.

“Senin akan mulai pindah ke mess Persebaya Surabaya U-19 di Karanggayam,” jelasnya.

Selain itu Vengko juga menitipkan pesan bagi pesepakbola muda yang ada di Batam dan Kepri untuk tak lelah berusaha mengejar karir.

“Kawan-kawan pesepakbola Kepri harus bisa lebih semangat dan tak mengenal putus asa untuk mengejar cita-cita,” pintanya.

“Harus berani untuk keluar dari zona aman. Artinya berani melangkah keluar dari Batam dan Kepri untuk mengejar cita-cita jika ingin menjadi pesepakbola profesional,” tegasnya.

Vengko juga menyadari jika perjuangan untuk meraih karir di dunia persepakbolaan masih jauh, tetapi kini langkahnya lebih tertata dan berjejak.

“Saya berharap untuk bisa masuk dalam skuad senior Persebaya Surabaya. Memang masih ada yang harus dibenahi dan ditambah, tetapi kontrak empat tahun ini memberikan saya waktu untuk mengembangkan diri bersama Persebaya Surabaya,” tutup pemain yang berposisi sebagai striker ini. (yan)

Tahanan Bobol Teralis Sel Rutan Karimun

0

batampos.co.id – Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Tanjungbalai Karimun kebobolan. Empat tahanan titipan dari Polres Karimun, Kejari Karimun dan Pengadilan Negeri Karimun, kabur dari rutan setelah menggergaji teralis besi jendela di ruang tahanan Blok C nomor 32, Sabtu (21/4) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Keempatnya, yakni Zahar, Surianto, Riky Susanto dan Paizal.

Keempatnya kemudian memanjat pagar rutan setinggi empat meter untuk pergi menjauh. Namun hanya beberapa jam setelah kabur, keempat tahanan ini diringkus di beberapa tempat berbeda di Karimun. Kepala Rutan Tanjungbalai Karimun, Eri Erawan mengatakan ada yang belum sempat kabur dari kawasan rutan dan keburu tertangkap.

“Riky belum sempat kabur dari luar kawasan rutan. Ia memilih sembunyi di tempat penampungan air di rutan. Ia saat sembunyi, terjatuh dari penampungan air. Dari situlah petugas langsung membekuknya,” ujar Eri Erawan.

Dari pengakuan Riky Susanto, petugas gabungan yang terdiri dari petugas rutan, dan kepolisian mengejar tahanan lainnya yang masih bersembunyi di Karimun.

Tahanan kedua yang ditangkap petugas gabungan tak lama setelah penangkapan Riky adalah Paizal. Ia ditangkap di kawasan pemukiman di Sidorejo. Saat ditangkap, Paizal sempat melawan putugas.

Riky dan Paizal ini adalah tahanan kasus pencurian. Sedangkan Surianto dan Zahar tahanan kasus narkoba.

Siang harinya polisi meringkus Zahar yang lagi bersembunyi di rumah temannya di Kelurahan Lubuk Semut. Penangkapan Zahar ini tergolong alot. Sebab saaat dikepung, Zahar sempat hendak berlari mencari celah untuk kabur dari kepungan petugas dan nekat hendak melawan petugas.

“Saat hendak kabur itulah, petugas kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan ke atas yang akhirnya membuat Zahar ciut nyali dan menyerah,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya melalui Kasat Narkoba, AKP Rayendra.

Usai membekuk Zahar, tak lama polisi juga meringkus Surianto saat bersembunyi di salah satu rumah saudaranya di Bukit Senang. Surianto ini sengaja kabur dan mendatangi salah satu rumah saudaranya yang lagi menggelar pesta pernikahan.

Eri menegaskan, otak dari rencana kaburnya keempat tahanan ini dari dalam rutan ini adalah Zahar. Dia yang mengajak ketiga rekannya. Namun pelariannya gagal. (san/tri)

Hengkang dari China, Pabrik Plastik akan Relokasi ke Batam

0

batampos.co.id – Ribuan perusahaan plastik dipastikan akan hengkang dari China. BP Batam menangkapnta sebagai peluang.

Dalam perjalanan promosi dan investasi Batam ke Shanghai China, BP Batam bersama Kadin Kepri diberikan kesempatan menjadi pembicara pada even ChinaReplast2018.

Pada sesi tersebut BP Batam, diwakili Anggota2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pembangunan BP Batam, Yusmar Anggadinata memberikan penjelasan dengan topik Kesempatan Berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Konferensi ini dihadiri oeh lebih dari 500 pengusaha plastik di China dan juga delegasi-delegasi negara-negara lain.

Terkait dengan akan relokasi pabrik plastik dari China, Batam akan menampung sebagian industri ini.

Yusmar sangat jelas menyebutkan bahwa pasar ASEAN adalah sebuah peluang dengan 640 Juta jiwa bisa menjadi pasar perusahaan dengan didukung oleh lokasi Batam yang sangat strategis dibandingkan tempat lain.

Tak lupa komitmen pemerintah pusat terhadap Batam, dimana target Batam untuk tahun 2019 adalah pertumbuhan ekonomi 7%.

Pentingnya China sebagai partner untuk tumbuh bersama-sama Batam juga disampaikan melalui data investasi 2017, dimana China adalah negara kedua terbanyak jumlah proyek investasi di Batam dengan 8 perusahaan dan total investasi pada tahun 2017 sebesar USD $20,17 Juta.

Kemudahan-kemudahan investasi juga diberikan kepada investor seperti fasilitas I23J dan KILK. Disamping itu juga beberaopa insentif lain seperti fasilitas pajak di kawasan FTZ Batam dan fasilitas modern serta faktor keamanan dan kenyamanan.

Dalam sesi presentasinya, Yusmar Anggaradinata juga membahas secara khusus mengenai peluang industri plastik di Batam, terutama dalam membangun sebuah ekosistem industri plastik dari hulu ke hilir di Batam.

Event ini juga langsung diikuti oleh Kawasan Industry Wiraraja Batam dan Kawasan Industri Tunas Batam, dimana keduanya siap menerima perusahaan-perusahaan China yang akan merelokasi usahanya ke Batam.

Setelah sesi presentasi BP Batam, ada perusahaan yang berasal dari China tertarik untuk memindahkan usahanya di Batam, yaitu Xiamen King Shining Trading, dan langsung menandatangani Letter of Intent, dengan komitment investasi sebesar USD$5 Juta untuk tahap awal dan mampu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 150 orang.

LoI ini ditandatangai oleh Mr. Fang Fuquan dari Xiamen King Shining Trading dan Pak Yusmar Anggaradinata, disaksikan oleh Ketua Kadin Kepri sekaligus Presiden Direktur Wiraraja Group, Ahmad Makruf Maulana.

Fang Fuquan dalam kesempatan ini menyatakan bahwa akan memulai usahanya beberapa bulan kedepan dan memilih Wiraraja Industrial Estated sebagai tempat usahanya di Batam.

Rencana kedepannya, total investasi akan mencapai USD $ 20 Juta dalam 2 tahun kedepan, dengan total karyawan akan mencapai 500 orang.

Dalam 2 hari promosi investasi bersama BP Batam, Kadin Kepri dan Kawasan Industri Batam di China, mampu menjaring 2 investor lewat penandatanganan LoI oleh Discovering Resources dan Xiamen King Shining Trading.

Pada 20 April 2018, ada satu penandatangan MoU antara Kadin Kepri dan Asosiasi Plastik di China. Kerjasama elemen-elemen penting di Batam terhadap invetasi sangat diperlukan oleh Batam untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. (*)

Berjamaah Wujudkan Batam Hijau

0
Foto ini diambil di jalan Laksamana Bintan Sei Panas yang dihiasi oleh pepohonan. Difoto pada Senin (26/3/2018). Sejuk kan….
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tahun 2015 lalu Pemerintah Kota (Pemko) Batam mencatat capaian buruk soal kinerja pemerintahan daerah. Bahkan saat itu, Batam berada pada peringkat buncit terendah ketiga nasional.

Salah satu yang jadi sorotan yakni ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Batam yang minim. Dalam hal ini, kala itu Batam dapat skor nol.

“Ini yang akan kami lakukan perbaikan ke depan,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Agustus 2017 lalu.

Sejatinya, peringkat tersebut bukan terjadi pada masa kepemimpinan Muhammad Rudi-Amsakar Achmad. Namun duo yang kerap disapa Ramah ini berkomitmen menyulap Batam menjadi hijau.

Kini langkah tersebut mulai dilakukan, selain telah menanam Ketapang Kencana di beberapa titik ruas jalan. Pemko Batam membangun semacam Hutan Kota sepanjang Simpang Kabil-Simpang Jam. Area hijau ini akan mendapat nilai estetiak kota karean akan berada di antara du jembatan layang, satu di simpang Jam sudah terbangun sementara jembatan lainnya direncanakan tahun 2019 mendatang.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi enggan menamakan hal tersebut hutan kota, karena jika demikian akan memerlukan aturan khusus. Ia lebih memilih diksi ‘semacam hutan kota’

Rencana ini ia akui telah dibicarakan dengan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo. Untuk diketahui pengelolaan lahan di Batam merupakan gawean BP Batam.

“Antara dua simpang ini ada space yang cukup besar. Saya membayangkan siapapaun yang datang ke Batam akan melewati jalan ini, dan akan melihat Batam adalah kota yang hijau,” ucapnya.

Untuk memuluskan rencana ini, ia mewajibkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam dapat tugas untuk menghijaukan tempat ini dengan panjang dan luasan tertentu.

“Kalau kita kompak, dua tahun ke depan pohon-pohon yang kita tanam akan tumbuh tinggi. Dan tentu lokasi di sana akan semakin hijau,” ucap dia.

Selain gotong royong dari OPD, ia meminta peran pengusaha di Batam. Bahkan, ia memastikan perusahaan yang berperan memelalui Corporate Social Responbility (CSR) akan mendapat timbal balik dengan memasang bilboard gratis.

“Itu kontribusi yang bisa kami berikan, saya mohon kerjasama pengusaha,” kata Rudi. Dalam aksinya kelak, selainj OPD pihaknya akan meminta bantuan polisi dan TNI.

Pihaknya membuka diri jika ada perusahaan yang menyumbang pohon. Pengusaha yang ingin memberikan sumbangan pohon tidak perlu membawa ke lokasi penghijauan jika tidak sempat, Pemko Batam menyiapakan kendaraan jemput. Jikan kendaraan milik Pemko Batam kurang, ia akan meminta bantuan kendaraan dari TNI maupun polisi.

“Satu pohon pun berharga buat saya. Dengan kerjasama kita bisa lakukan ini,”

Selain untuk lokasi tersebut, pihaknya selain penghijauan dilakukan oleh Pemko Batam, juga akan melakukan penhijauan di ruas-ruas jalan yanga dilebarkan Pemko Batam. “Mari sama-sam sukseskan ini,” ajaknya.

Untuk OPD, secara teknis ia memberikan gambaran setiap OPD berkewajiban untuk memastikan area tanggungjawabnya terpelihara.

“Enam bulan jadilah barang ini, selama enam bulan itu tiap balik kantor mampir kan bisa,” papar Rudi.

Ia mengatakan, kini Pemko Batam sedang fokus membangun infrastruktur seperti jalan tak heran serapan anggaran untuk kegiatan infrastruktur banyak. Jika menunggu pembangunan infrastruktur selesai memerlukan waktu yang lama. Maka penataan taman dan area hijau tidak perlu menunggu anggaran setelah kegiatan infrastruktur selesai. Konsep membangun bersama adalah cara untuk mewujudkan Batam Hijau.

“Nanti kan dapat pahala semuanya ya, saya dapat pahala, OPD pun dapat juga,” kata dia. (adi)

Jaga Lingkungan dengan Go Green, Program BP Batam untuk Lingkungan Sehat

0

batampos.co.id – Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada Minggu (22/4) ini, dua program dari Badan Pengusahaan yakni Go Green dan Go Clean. Dua program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Go Green dan Go Clean merupakan bagian dari program Seven Go yang diluncurkan BP Batam pada awal April lalu. Selain keduanya, masih ada lagi Go Investment, Go SME, Go Pray, Go Health dan Go Creative.

“Go Green menjadi upaya BP Batam untuk mendorong pertumbuhan industri yang berwawasan lingkungan sehingga diharapkan terus tumbuh,” kata Plt Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan di Gedung BP Batam.

Meskipun Batam merupakan kota industri, tapi masing-masing kawasan industri harus menyediakan ruang terbuka hijau sebesar 10 persen. Tujuannya adalah untuk menjaga iklim mikro agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung dengan lancar. Sekaligus juga penyerap polutan media udara, air dan tanah serta tempat rekreasi bagi pekerja yang tengah beristirahat atau sedang libur.

Disamping menghijaukan kawasan industri, program Go Green ini juga menyasar daerah tangkapan air di sekitar waduk yang menjadi sumber air baku di Batam. Contohnya adalah kegiatan penanaman 5000 tunas pohon di sekitar Waduk Duriangkang minggu lalu.”Kegiatan ini bukan sekadar menanam akan tapi juga menjaga serta merawatnya,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan penghijauan di ROW jalan juga akan dilakukan BP Batam bersama Pemko Batam dan instansi terkait lainnya. Berikut juga pemeliharaan sejumlah taman.”Untuk kegiatan ini, nanti yang bertanggungjawab adalah dari kantor air dan bagian perawatan taman,” kata Taofan lagi.

Sedangkan program Go Clean bertujuan untuk membentuk lingkungan bersih dan asri. Sehingga melalui program ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperhatikan lingkungan.

Go Clean ingin Batam ini bersih.Gerakan Go Clean ini terinspirasi dari cara masyarakat Eropa dalam merawat lingkungannya.

“Saya dapat video dari orang sedang jogging di Eropa. Mereka jogging dikasih kantong plastik untuk memungut tiap sampah yang mereka temukan,” paparnya.

Langkah awal yang sudah dilakukan adalah dengan menggelar gotong royong di aset-aset milik BP Batam seperti di Rumah Sakit BP Batam, Mesjid Raya, Poltek Batam dan lainnya. “Sekaligus memanfaatkan dan memelihara taman-taman milik BP Batam seperti Track Jogging Taman Rusa di Sekupang dan Taman Agribisnis di Temiang, pungkasnya. (leo)

Paskah BKAG Jadi Ajang Aspirasi ke Walikota

0

batampos.co.id – Perayaan ibadah fellowship Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Batam sukses terlaksana di Hotel Best Western Premier Panbil, Senin (16/4) lalu. Perayaan itu juga menjadi ajang para pendeta mengaspirasikan berbagai pendapatnya kepada Walikota Batam, Muhamad Rudi yang turut hadir dalam acara tersebut.

“Acara fellowship paskah para hamba-hamba Tuhan ini, saya sangat bersyukur acara berjalan lancar. Dimana para pendeta mengungkapkan pendapatnya, aspirasinya kepada walikota mengenai toleransi yang tetap terjaga dan mengenai izin mendirikan di Batam,” ujar Ketua Panitia, Wirya Putra Silalahi kemarin.

Menjawab aspirasi tersebut, Walikota Batam, Rudi menyebutkan akan selalu bersinergi dengan para pemuka agama untuk menciptakan dan mempertahankan kerukunan beragama di kota ini. Ia juga mengungkapkan fokus programnya saat ini adalah tetap membangun dan memperbaiki jalan di Batam.

“Saya sangat intens membangun jalan di Batam, agar kota ini bisa bertumbuh. PBB dan BPHTB akan naik, dan itu akan meningkatkan PAD Kota Batam,” jelas Rudi.

Acara ini sendiri dihadiri 400 pendeta termasuk keluarga masing-masing. Diawali dengan makan malam bersama, ibadah, lalu fellowship yang menampilkan aneka pertunjukan multietnis sebagai bagian dari keberagaman umat. “Ada 800 undangan yang hadir, termasuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun, dan juga Walikota Batam, Muhammad Rudi,” ujar Wirya.

Wirya menyebutkan, acara ini terlaksana berkat dukungan penuh dari jemaat dan para hamba Tuhan yang ada di Batam. “Tanpa bantuan seperak pun dari pemerintah,” tutupnya. (cha)