Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12345

Pedagang Tak Minati Jual Daging Kerbau

0

batampos.co.id – Bulog saat ini menggelontorkan daging kerbau impor sebanyak 1.112 ton di Batam. Hal tersebut untuk menstabilkan harga daging yang ada di Batam yang saat ini di atas harga eceran tertinggi (HET).

Sayangnya dari beberapa pedagang daging sapi yang selama ini berjualan di pasar, tak semuanya mau menjajakan daging kerbau impor dari Bulog Batam ini. Salah satunya pedagang daging yang ada di Pasar Tos 3.000 Jodoh, Usman.

Ia sebelumnya sudah pernah ditawari oleh distributor daging di Batam untuk dipasok daging kerbau impor. Namun tawaran tersebut ditolaknya. Alasannya, Usman tak mau mengambil risiko dengan menjual daging kerbau impor.

“Sebenarnya sudah ditawari sih sama distributor daging, begitu juga kawan-kawan pedagang daging di sini. Memang ada yang mau menerima tawaran itu, tapi jumlah pedagangnya sedikit. Mereka yang mau menjual daging kerbau itu karena ingin mencoba, apakah di pasaran laku atau tidak,” ujar Usman.

Masih kata Usman, dirinya sendiri tak berani mengambil risiko dengan berjualan daging kerbau meski harganya lebih murah dibandingkan daging sapi dengan kualitas sama. Sebab masyarakat peminat daging kerbau, boleh dikatakan sangat minim sekali.

“Itupun pembelinya biasanya pertimbangannya di harga yang lebih murah saja, makanya konsumen mau beli. Intinya daging kerbau ini masyarakat belum familiar meski kami pernah tawarkan ke pelanggan kami,” terangnya.

Sementara salah satu penjual daging di pasar Botania I Batamkota, Rofiq mengaku dirinya sudah seminggu mencoba berjualan daging kerbau, selain daging sapi. Ia mengakui kalau penjualan daging kerbau, tak terlalu laku dibandingkan daging sapi.

“Tak lakunya daging kerbau itu karena dari fisik dagingnya, warnanya memang sama-sama merah, tapi tak semerah daging sapi. Daging kerbau warnanya merah agak pudar kehitaman. Begitu juga tekstur dagingnya lebih tampak alot dibandingkan daging sapi yang teksturnya dagingnya lebih lembut meski sama-sama di es. Kalau pembeli pasti bertanya, itu daging sapi kok warnanya lain, kurang menarik. Setelah kami jelaskan bahwa itu daging kerbau, meski harganya selisih, tetap pembeli memilih daging sapi,” ujar Rofiq.

Kenapa daging kerbau kurang diminati atau kuran diterima masyarakat meski harganya lebih murah dibandingkan daging sapi? Rofiq mengakui karena masalah selisih harga yang sangat sedikit sekali.

“Daging kerbau ini kami jual Rp 80 ribu perkilogramnya. Sedangkan daging sapi juga ada kok yang seharga Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu. Itu selisihnya kan hanya Rp 5 ribu saja. Makanya selisih harga yang sedikit itulah yang membuat masyarakat tetap memilih dagin sapi,” kata Rofiq.

Dalam seharinya Rofiq mengaku hanya bisa menjual daging kerbau maksimal 25 kilogram. Sementara daging sapi, ia mampu menjual perharinya mencapai di atas 100 kilogram.

Ilustrasi

Sedangkan salah satu distributor daging di Batam, PT Batam Frozen Food yang diwakili oleh Dirutnya, William mengakui kalau pedagang daging di pasar memang kurang berminat menjual daging kerbau dengan berbagai alasan.

“Untuk penyebarannya pasar mana saja yang menjual daging kerbau, semua pasar di Batam sudah kami pasok itu daging kerbau. Memang tak semua pedagang daging mau kami tawari untuk menjual daging kerbau itu. Prosentasenya sih misalnya di satu pasar ada lima atau enam pedagang daging sapi, itu yang mau kami tawari untuk berjualan daging kerbau hanya dua pedagang saja. Karena memang jauh kalah jauh lakunya dibandingkan harga daging sapi,” terang William.

Kenapa harga daging kerbau selisihnya tipis sekali atau sedikit sekali dibandingkan harga daging sapi? William mengakui dari distributor utama yakni Bulog Batam harganya memang sudah tinggi yakni perkilogramnya dijualnya Rp 70 ribu ke pihaknya, bukan Rp 65 ribu seperti yang dibilang sebelumnya.

“Kalau dari kami saja belinya perkilogramnya Rp 70 ribu dari Bulog, otomatis kan kami jualnya ke pedagang di pasar maupun swalayan Rp 75 ribu. Nah, oleh pedagang, daging kerbau itu dijualnya lagi ke masyarakat Rp 80 ribu, atau ambil untung perkilogramnya hanya Rp 5.000 saja. Itulah kenapa daging kerbau kurang diminati, ya karena selain belum familiar di masyarakat untuk dikonsumsi, harganya itu selisihnya tipis sekali dibandingkan daging sapi,” terang William.

Dalam sehari, William mengaku untuk penjualan daging kerbau pun jumlahnya kalah jauh dibandingkan penjualan daging sapi.

“Saya jual daging sapi per harinya itu rata-rata mencapai 1 sampai 2 ton. Sedangkan daging kerbau itu perhari bisa jual 300 sampai 400 kilogram saja sudah bagus. Tapi saya yakin, lambat laun daging kerbau ini akan diminati masyarakat. Intinya karena belum terbiasa saja masyarakat mengkonsumsi daging kerbau,” ujarnya.

Saat ini daging kerbau yang paling laku di pasar, penjualannya paling banyak di Batam itu, lanjutnya, adalah di Batuaji. Kemudian berikutnya di pasar Tos 3.000.

Sedangkan untuk pasar-pasar lainnya di Batam seperti di kawasan Batamkota ataupun daerah lain di Batam, penjualannya minim sekali meski ada yang menjualnya.

Sementara untuk stok ketersediaan daging sapi digudangnya, William mengakui pihaknya masih sanggu mensuplai atau memasok kebutuhan daging sapi di Batam selama satu sampai dua bulan ke depan.

“Untuk stok daging sapi di kami saat ini ada 70 ton. Itu cukup untuk sampai maksimal dua bulan ke depan. Namun nanti jelang 10 hari Idul Fitri, itu permintaan daging sapi pasti akan tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya,” terang William.

Masih kata William, daging sapi di Batam harganya sampai Idul Fitri nanti akan tetap bertahan di harga tinggi, melebihi HET yang ditetapkan Rp 80 ribu. Hal itu dipicu nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain seperti misalnya dolar yang semakin melemah.

“Kami ambil dari Australia, karena kursnya sekarang kan nilai tukar rupiah melemah, otomatis harganya jagi ikut naik lah. Belum lagi transportasinya ke Batam, tak bisa langsung dari Australia meluncur ke Batam. Harus terlebih dahulu transit ke Singapura sebelum sampai Batam. Ongkos transit itulah yang menyebabkan cost transportnya membengkak yang mempengaruhi harga daging sapi,” katanya.

Untuk harga daging kerbau sendiri, lanjutnya, sama sama dari Bulog, harga daging kerbau di Batam lebih mahal dibandingkan dengan di Jakarta.

“Selisih harganya mencapai Rp 2 ribu perkilogramnya. Mungkin karena ongkos transportnya ke Batam kali ya. Makanya dari Bulog Batam sudah mematok harga yang tinggi untuk daging kerbau,” ujar William. (gas)

Intip Kemewahan Interior All New Ertiga

0
Ertiga | eusebius / batampos

batampos.co.id – PT Suzuki Indomobil Motor telah meluncurkan varian terbaru dari mobil Suzuki Ertiga mereka. Generasi kedua mobil keluarga Ertiga ini diluncurkan pada pembukaan acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4) siang yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

President Commissioner PT Suzuki Indomobil Motor, Soerbronto Laras menjelaskan, All-New Ertiga ini merupakan mobil keluarga yang manampung hingga tujuh penumpang  dengan menampilkan desain ekterior yang berkesan kuat dan elegan dengan gril depan yang tampak mewah dan garis bahu yang dinamis.

Lampu depannya sudah mengusung teknologi proyektor sehingga tetap terang namun tidak menyilaukan pengguna jalan lainnya. Sementara lampu belakang sudah mengadopsi LED yang hemat energi.

Bagian dalam interior All-New Ertiga ini telah diperbaharui dengan dashboard yang dipahat lebih halus dan aksen corak kayu besar yang menawarkan keanggunan yang berkelas. Paltform Heartect generasi terbaru dan bodi yang lebih panjang 130 mm menciptakan lingkungan kabil yang luas dengan ruang bagasi yang lebih besar.

Bagian dapur pacu, varian terbaru ini bermesin bensin K15 B yang lebih efisiensi bahan bakar ketimbang mesin K14B pada tipe terdahulunya.

Sebagi varian terbaru All- Ertiga hadir dengan tiga tipe yakni GA,GL GX dan GX ESP. Perbedaan GX dan GX ESP adalah tambahan fitur electronik stability perogramme yang memungkinakn komputer untuk menjaga kestabilan mobil saat dalam kondisi di luar kendali pengemudi. Masing-masing tipe hadir dengan pilihan warna Magna Grey Metallic, Glorus Brown Pearl Metallic, snow white pearl, radiant red pearl, silky silver metalic, burgundy red pearl dan cool black pearl metallic.

Mobil terbaru dari Suzuki itu akan segera hadir di kota Batam dalam waktu dekat ini. (eja)

Penghasilan Pengemis Rp 200 Ribuan per Hari

0
Petugas Satpol PP meletakkan Suminem di mobil yang hendak membawanya ke Nganjuk. (M FIKRI ZULFIKAR – JawaPos.com/RadarKediri)

batampos.co.id – Suminem, namanya. 73 tahun usianya.

Wanita tua ini sehari-hari mengemis di ATM Center Kediri Mall, Jatim.

Dalam lima hari wanita yang beralamat di Desa Sugihan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk ini bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 1,1 juta!

Nah, bila dalam sebulan bisa dibayangkan berapa penghasilan nenek tua ini dari hanya sekadar menengadahkan tangan.

Bila dirata-rata hasil per bulan Suminem ialah Rp 6,6 juta!

“Jutaan rupiah hasil ngemis ini kami ketahui saat menggeledah,” terang Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Ya, kemarin Suminem kembali terazia. Dia dijaring di lokasi favoritnya itu, di ATM Center Kediri Mall. Sekitar pukul 10.00 WIB. Uang jutaan rupiah itu terkumpul di wadah bekalnya. Berbentuk recehan hingga uang kertas. Setelah dihitung petugas jumlahnya mencapai Rp 1,1 juta.

Suminem tergolong pengemis bandel. Dia berulang kali terjaring. Namun, tetap kembali mengemis di lokasi yang sama. Sehari sebelumnya, Selasa (17/4) Suminem juga tepergok mengemis oleh Satpol PP. Namun saat itu dia langsung dijemput oleh anaknya yang tinggal di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, bernama Nyamiran. Satpol membolehkan Nyamiran membawa pulang karena berjanji tidak akan mengemis lagi. Tapi ternyata Suminem ingkar janji. Dia kemarin tetap mengemis di tempat yang sama.

“Akhirnya kami bawa lagi hari ini,” tandas Nur Khamid.

Yang luar biasa, adalah kekayaan sang nenek pengemis. Saat diinterogasi oleh anggota satpol Suminem bisa mengumpulkan harta berlimpah. Dia mampu beli tanah seluas 100 ru (1 ru = 14 meter) yang dia tanami cengkih. Dia juga punya tanaman durian di pekarangan rumah. Masih ada lagi, Suminem mengaku memiliki tiga ekor sapi yang dipelihara salah seorang keponakannya. Juga, dia menceritakan sempat memiliki 12 ekor kambing. Namun beberapa sudah dia jual. Kini tinggal tersisa empat ekor saja.

“Sapi dan kambing dirawat keponakan, Red),” cerita Saminem.

Dan yang lebih mengagetkan lagi, ketika Suminem ditanya tentang rumah. Wanita berusia 73 tahun ini menyebut angka 3 saat ditanya berapa jumlah rumah yang dia miliki.

Selain itu, hasil mengemis yang dia lakukan bertahun-tahun ini bisa untuk menyekolahkan ketiga keponakannya. Suminem juga mengaku memang setiap hari datang ke Kediri Mall. Diantar oleh Nyamiran dengan motor. Dia juga terbiasa tinggal di rumah Nyamiran. Baru sesekali dia pulang ke rumahnya di Nganjuk.

Satpol PP sepertinya tak ingin kecolongan lagi dengan menyerahkan Suminem pada anaknya. Setelah berkoordinasi dengan tim Tindak Reaksi Cepat Dinas Sosial (TRC Dinsos) Kota Kediri, petugas memulangkan langsung ke Nganjuk. Tapi sebelumnya nenek ini diperingatkan agar tak lagi mengemis.

“Kami juga peringatkan anaknya dan juga berkoordinasi dengan keluarganya yang lain agar melarang Suminem mengemis,” tegas Nur Khamid. (rk/fiz/die/JPR)

700 Hektar Lahan Belum Bertuan

0
Warga memanfaatkan tanah kosong di Sagulung untuk belajar menyetir mobil, Selasa (25/7). Di Batam ini banyak tanah kosng yang belum tidak dibangun. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tahun lalu, BP Batam sudah menegaskan tidak akan mengalokasikan lahan untuk rumah tapak. Di mana hingga saat ini 700 hektar lahan yang belum dialokasikan tak kunjung ada peminat. Lahan tersebut diperuntukkan untuk industri.

“Sampai sekarang masih 700 hektar lahan itu belum dialokasikan. Itu untuk industri. Permintaan atas lahan banyak, bahkan sudah ada investor yang meminta lahan, tetapi mungkin luas lahan di satu titik tidak pas,” kata Direktur Lahan BP Batam, Imam Bachroni, Kamis (19/4).

Ia mengatakan 700 hektar lahan ini tersebar di beberapa tempat. Sehingga untuk industri yang membutuhkan lahan besar mungkin terkendala. Menurutnya, untuk industri yang besar, ia berharap pemilik lahan tidur bisa bekerja sama dengan investor baru.

“Kami siap menjembatani. Kalau memang pemilik lahan tidur yang sekarang ada kendala untuk membangun, bisa bekerjasa dengan investor yang mau datang,” katanya.

Kepala BP Batam Lukita Dinasrsyah Tuwo mengatakan bahwa memang permintaan lahan untuk industri besar sudah ada. Termasuk persiapan untuk mendatangkan investor dari Tiongkok yang berminat berinvestasi di Batam.

“Tetapi kalau memang industri besar tidak mungkin lagi di Batam. Kita berharap di Rempang-Galang. Kalau semua urusan mengenai status lahan selesai, memang Rempang-Galang akan dikembangkan untuk industri,” katanya.

Ia mengatakan beberapa perusahaan dari Tiongkok yang membutuhkan lahan besar sudah menyatakan minat untuk berinvestasi. Termasuk beberapa perusahaan dari luar seperti Australia yang membutuhkan lahan yang luas.

“Makanya saya berharap juga pemilik lahan tidur bisa bekerja sama dengan calon investor. Jadi lahan itu terbangun dan investasi masuk ke Batam,” katanya.

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan, saat ini memang sudah ada beberapa investor yang ingin berinvestasi dengan kebutuhan lahan yang luas. Ia mencontohkan pengusaha dari Australia di bidang pariwisata yang membutuhkan lahan yang luas mencapai 100 hektar.

“Mungkin kalau lahan yang belum dialokasikan tidak mencukupi karena memang tidak di satu tempat. Tetapi mungkin ada lahan tidur yang lain yang bisa dimanfaatkan,” katanya.(ian)

Kemenpar Luncurkan Hot Deals untuk Wisman Asing

0

batampos.co.id – Pemerintah menetapkan target kunjungan wisman yang tinggi kepada Kepri. Tahun ini Kepri dapat jatah harus mendatangkan 2,5 juta wisman. Meski menetapkan target tinggi, ternyata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membantu Kepri untuk mewujudkannya lewat program promosi wisata bertajuk Hot Deals.

“Ini merupakan program jangka pendek yang menjadi bagian dari program Visit Wonderful Indonesia. Hot Deals terutama program diskon untuk wisman yang sedang berada di Singapura. Atau bisa saja orang Singapura sendiri, ekspatriat dan wisman yang tengah berada di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Gedung BP Batam, Kamis (19/4).

Seperti apa program Hot Deals tersebut. Arief menyebut programnya dikemas dalam paket 3A yang terdiri dari diskon untuk atraksi, diskon untuk akses dan diskon untuk akomodasi.”Jadi diskonnya bisa sampai 50 persen. Baik itu diskon untuk akses fery, diskon untuk atraksi golf dan diskon akomodasi seperti hotel,” jelasnya lagi.

Arief meyakini bahwa program ini dapat mendongkrak kunjungan wisman ke Kepri.”Sudah putus bahwa Kepri harus tumbuh lebih tinggi dari nasional. Karena kalau tidak dapat 2,5 juta wisman maka target nasional sebesar 14,5 juta wisman tidak akan tercapai,” jelasnya.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa target dari program Hot Deals ini mencakup banyak kategori wisman. Tapi kategori yang dipandang potensial adalah Silver Tourism atau wisman dari kalangan pensiunan.

“Mereka menghabiskan biaya yang banyak untuk menetap di Indonesia. Bisa mencapai 2000 Dolar Amerika perbulan dan itu jauh lebih tinggi dari wisman biasa. Peluang tersebut bagus untuk Indonesia, apalagi sekarang mereka bisa investasi disini khususnya mengenai kepemikan properti,” tuturnya.

Untuk target kunjungan wisman dari program Hot Deals ini, Kemenpar belum berani mematok target tinggi.” 500 ribu wisman kita harapkan lewat penawaran atraktif ini,” tambahnya.

Ia meyakini target tersebut bisa dicapai, apalagi ternyata Kepri sudah memiliki tujuh kalender off event yang masuk kalender pariwisata nasional. Sehingga Arief menyarankan BP Batam agar segera mengusulkan event Batam Menari ke Kemenpar untuk menjadi agenda pariwisata nasional.”Silahkan diusulkan. Nanti akan ada kurator, budayawan dan media yang menilai,” katanya lagi.

Kemenpar juga mendukung pengembangan destinasi wisata lainnya di Batam termasuk di Tanjungpinggir dan di Nongsa. Namun sebelum menuju kesana, ia juga mengimbau agar BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera bersinergi untuk memajukan pariwisata di Batam.

Sejumlah turis berjalan ditrotoar saat menikmati suasana jalan Fisabilillah Batamcenter, Minggu (8/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Harus ada kesepakatan yang mana saja yang dilakukan oleh BP dan Pemko. Dan misalnya jika yang adakan bukan BP toh gak apa-apa atau yang adakan swasta juga gak apa-apa. Asalkan itu untuk kepentingan Batam,” ujarnya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan BP Batam sudah merencanakan pembangunan ikon-ikon destinasi baru seperti kota air di Batamcentre.

“Itu merupakan bagian dari pusat bisnis. Baru Tanjungpinggir dan juga kami mau upgrade Jembatan Barelang,” paparnya.

Ia meyakini pariwisata akan tumbuh dengan baik karena data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mendukung hal tersebut. Berdasarkan data BPS, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri pada Februari lalu mencapai 205.964 kunjungan. Angka kunjungannya naik 31,20 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 156.986 kunjungan.

“Jika dibanding periode sama tahun sebelumnya, maka sudah naik 53,15 persen,” kata Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar.

Sedangkan untuk akumulasi kunjungan wisman 2018 hingga Februari, maka tingkat kunjungan naik 15,11 persen. Tahun ini BPS membukukan angka kunjungan wisman sebanyak 362.950 kunjungan. Naik dari tahun sebelumnya yang hanya 315.301 kunjungan.

Dan diantara jumlah tersebut, wisman Singapura paling banyak berkunjung ke Batam.”Persentasenya sebesar 44,03 persen,” katanya lagi.(leo)

Pemerintah Berencana Membangun Financial Service Centre (FSC) Di Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah berencana membangun Gedung Financial Service Centre (FSC) di Batam. FSC ini akan menjadi tempat berkumpulnya para investor mancanegara dan sekaligus sebagai pusat pariwisata di Indonesia.

“Kita menginginkan satu tempat di Indonesia dimana kalau mau cari investor sudah banyak ada disana,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung BP Batam, Kamis (19/4).

Selama ini, ketika berniat mencari investor, maka pemerintah harus promosi investasi ke negara tetangga seperti Singapura atau mengundang rombongan investor asing untuk berkunjung ke Indonesia.

“Makanya nanti disana sudah ada pemain-pemain perbankan, pemain insurance multifinance, manajer sekuritas dan lainnya. Kita tak punya itu, makanya yang paling mungkin itu Batam dan Jakarta karena dekat dengan Singapura,” jelasnya lagi.

Secara garis besar FSC merupakan lokasi yang menjadi kluster tempat berkumpulnya industri jasa finansial baik nasional maupun internasional seperti perbankan, manajer investasi dan bursa efek. Saat ini FSC terbesar berada di New York di Amerika dan London di Inggris.

Keberadaanya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lewat dukungan akses permodalan yang kuat untuk dunia usaha.Konsep pelayanan yang diterapkan juga sudah sangat modern dengan sistem pembayaran yang sangat maju.

Arief kemudian menjelaskan FSC ini akan juga menjadi pusat informasi pariwisata sekaligus juga atraksi baru berbasis finansial yang dikemas dalam bentuk mall. Namun ia belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep atraksi tersebut.”Nanti fisiknya harus menarik. Karena itu merupakan atraksi baru berbasis finansial,” katanya.

Beragam cara memang dibutuhkan untuk bisa menciptakan Batam sebagai kota wisata terkenal di dunia. Apalagi selain membangun FSC, Kemenpar juga merekomendasikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam berbasis pariwisata.

“KEK pariwisata sangat memungkinkan. Dengan KEK, maka invesasi lebih mudah. Karena banyak fasilitas fiskal dan non fiskal yang diberikan. Belum lagi kemudahan kepemilikan bagi warga negara asing,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pembangunan FSC sudah masuk dalam program kerja BP Batam. BP berencana membangunnya sebagai bagian dari kreasi dari pengembangan Central Business District (CBD) di kawasan kota air Batam di Batamcentre.

“Sebagaimana layaknya negara-negara lain, FSC nanti selalu jadi bagian dari pusat bisnis suatu kota,” katanya.(leo)

Kabar dari China, Discovering Resources akan Invest di Batam sebesar USD $10 juta

0
Penandatanganan Letter of Intent

batampos.co.id – BP Batam dan Kadin Kepri melakukan perjalanan promosi dan investasi ke Shanghai, China, Jumat (20/4/2018).

Delegasi ini dipimpin langsung oleh Yusmar Anggaradinata, Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pembangunan, dan Ahmad Makruf Maulana, Ketua Kadin Kepri.

Perjalanan promosi ini dilakukan bersama dalam rangka mengikuti acara China Replas2018 dimana BP Batam sebagai pembicara pada even tersebut dan pada momentum ini perusahan2 plastik akan keluar dari China, dan sebagian dari perusahaan tersebut berencana merelokasi usahanya ke Batam.

Sehari sebelum konferensi, salah satu perusahaan dari China, Discovering Resources, melakukan pertemuan dengan BP Batam sebagai kelanjutan dari kedatangannya bulan Maret 2018, lalu di Batam.

Dalam kesempatan ini, Discovering Resources menyatakan minatnya melalui penandatanganan Letter of Intent, akan berinvestasi di Batam sebesar USD $10 juta. Minggu depan delegasi perusahaan itu akan langsung meninjau lokasi di Batam.

Jessie Gao, salah pimpinan Discovering Resources, menyatakan akan segera memulai usahanya dalam 3 bulan kedepan. Perusahaan ini akan menyerap sekitar 300 orang di Batam.

Tak itu saja, Ketua Kadin Kepri Ahmad Makruf Maulana juga menandatangani MoU dengan Asosiasi China Plastic Association dengan kesepakatan saling tukar menukar informasi usaha untuk mendukung investasi usaha di Batam.

Acara penandatanganan LoI dan MoU tersebut dihadiri oleh 60 perusahaan anggota asosiasi tersebut, dan dari Batam dihadiri oleh Kadin Kepri, Wiraraja Industrial Estate, Tunas Industrial Estate, dan BP Batam. (*)

Pantarlih Temukan DP4 Fiktif

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) di Kecamatan Sagulung bingung dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang mereka terima dari KPU Kota Batam. Pasalnya lebih dari 50 persen DP4 itu fiktif. Hal ini dibuktikan sejumlah pantarlih yang umumnya adalah ketua RT setempat menemukan nama-nama penduduk potensial pemilih yang bukan warga mereka.

“Kita terima data DP4 dari KPU, katanya sesuai data yg dikeluarkan oleh Mendagri. Setelah kami kroscek dari 108 nama yang terdaftar, hanya dua saja yang merupakan warga kami,” ujar Budi Sihombing Ketua 05/04 Seipelunggut, Kavling Kamboja, Kamis (19/4).

Ia mengklaim jumlah warganya sebanyak 40 KK dan DP4 yang ia peroleh sebanyak 108 pemilih. Budi menduga data yang diberikan KPU Batam ini tidak sesuai dengan data riil yang ada. “Bahkan saya sendiri tidak masuk dalam DP4 ini,” sesal Budi.

Ia mengklaim jumlah warganya sebanyak 40 KK dan DP4 yang ia peroleh sebanyak 108 pemilih. “Tapi setelah saya cek, hanya dua warga saya saja yang masuk DP4 di RT saya. Bahkan saya sebagai ketua RT dan pantarlih tidak terdaftar dalam DP4 ini,” ujar Budi.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT 01/RW 14 Kavling Kamboja, Sagulung, Erwin Sandi. Diakuinya, dari 120 kepala keluarga di RT dia, hanya 50 persen saja data yang cocok dengan alamat mereka. Ada juga nama kepala keluarga terdaftar tapi nama istrinya hilang.

Menurut Erwin, banyak warga yang terdaftar di DP4 yang ia pegang tapi penduduk tersebut tinggal di perumahan lain yang jaraknya berjauhan.

Hal serupa juga dialami ketua RW 14 Seilangkai, Martin. Di Perumahan Putri Hijau yang ia tinggali terdapat 500 orang dan di DP4 hanya terdaftar sebanyak 297 orang. “Itupun 50 persennya bukan warga kami. Tapi alamatnya di Putri Hijau,” tuturnya.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa, Muhammad Jefri Simanjuntak mengungkapkan, masalah ini tidak hanya dialami oleh beberapa pantarlih di atas tapi berdasarkan laporan pantarlih dari RW 11 dan 13 Seilekop, RT 02 dan RT 05 Seipelunggut serta RW 09, 10, 16 dan 14 Sungailangkai juga mengalami hal serupa.

“Kami sudah berusaha melaporkan masalah ini ke KPU Batam maupun Bawaslu Batam. Harapan kami agar segera disikapi karena ini merupakan data fiktif,” ujar Jefri.

Untuk diketahui, tugas pantarlih sesuai UU nomor 7 tahun 2017 salah satunya adalah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih sesuai DP4 yang diperoleh dari pemerintah daerah. (rng)

Kios Liar Dibangun Lagi

0
Kios liar di Dapur 12

batampos.co.id – Bangunan liar semakin tumbuh subur di wilayah Seibeduk. Hal itu terlihat banyaknya kios liar yang baru dibangun, salah satunya di jalan Perumahan Puri Agung 2.

Di sisi kanan jalan tersebut ada sekitar dua hingga tiga kios liar yang baru dibangun. Kios liar itu umumnya dijadikan tempat usaha.

Lokasinya sangat mepet dengan jalan raya, bahkan saluran drainasenya sudah ditutupi oleh bangunan. Jarak antara aspal jalan dengan kiosnya tak lebih dari satu meter. Kondisi ini memperburuk kelancaran arus lalu lintas di jalan lingkungan itu. Ruas jalan yang sempit kerap menyebabkan kemacetan panjang di saat jam sibuk.

“Setiap sore pasti macet. Apalagi disitu ada pasar kaget,” ujar Linda warga Puri Agung 2, blok C.

Begitu juga di jalan S Parman Seibeduk, tepatnya di depan Perumahan Rabhayu Asri juga dipenuhi dengan bangunan liar yang umumnya dijadikan lokasi usaha.

Warga pengguna lahan row jalan mengaku betah dan nyaman selama berjualan ataupun menjalankan usaha lainnya di sepanjang jalan itu. Tak ada rasa khawatir sedikitpun dalam benak mereka sebab selama ini memang belum ada teguran apapun dari instansi pemerintah terkait. Itu karena mereka membeli kios tersebut dari warga ataupun oknum perangkat RT/RW setempat.

“Kami beli. Selama ini juga belum ada teguran,” kata Diana, pedagang di kios tersebut.

Lokasi lain yakni terlihat di bukit Mangsang, atau berada di sekitar Perumahan Puriagung IV. Hampir puluhan rumah liar berdiri di atas bukit tersebut. Semakin hari bukit itu gundul karena pembangunan kios liar.

“semakin banyak penghuninya. Warga yang digusur pindah di sana,” ujar Rahmawati, warga Seibeduk lainnya. (une)

Premium Langka, MenBUMN Ganti Direksi Pertamina

0
Konferensi pers pencopotan bos Pertamina. Komut Pertamina Tanri Abeng, Deputi BUMN Fajar Harry Sampurno dan Stafsus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro. (Uji Sukma/JawaPos.com)

batampos.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno secara resmi memberhentikan dengan hormat Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik, Jumat (20/4/2018).

Selain Elia, keempat direksi Pertamina juga diganti.

Sementara Pertamina menjadikan Nicke Widyawati sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina yang merangkap sebagai Direktur SDM hingga penetapan Dirut definitif.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menuturkan sejatinya beberapa pertimbangan yang menjadi alasan perubahan direksi antara lain adalah karena rangkaian masalah yang menimpa perusahaan beberapa waktu terakhir seperti insiden kilang minyak di Balikpapan, harga BBM, kelangkaan premium serta pembentukan holding BUMN.

“Landasannya SK 39, kita sudah siap holding migas sudah jalan. Lalu dilakukan kajian-kajian komprehensif. Yang paling penting adalah meningkatkan pelayananan kepada masyarakat. Selain itu dewan komisaris melaporkan kondisi terkini kebetulan ada kejadian di Balikpapan, premium, pertalite, RDEP yang diharap sudah selesai. Dengan (perombakan) ini diharap bisa segera selesai,” kata Harry di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/4).

(uji/JPC)