batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, mengukuhkan dan melantik Pengurus Ikatan Alumni Perawat Griya Husada Universitas Batam (Uniba), Sabtu (5/5) lalu. Kegiatan yang digelar di kampus Uniba itu, diikuti sejumlah alumni perawat Griya Husada Uniba dari 1.600 alumni yang terdata.
Ketua panitia pelaksana Suhendi Junianti mengatakan, pengukuhan dan pelantikan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan seluruh alumni perawat Griya Husada Uniba dalam menggali dan membina potensi berkualitas, untuk pengabdian ke masyarakat.
“Selain itu, sebagai ajang perkenalan dengan mitra kerja organisasi baik yang berasal dari instansi pemerintah ataupun instansi swasta,” ujar Suhendi.
Dalam kegiatan tersebut, yang terpilih sebagai Ketua Pengurus Ikatan Alumni Perawat Griya Husada Uniba yaitu Alta Basnur. Ia mengungkapkan, dengan ribuan alumni perawat Griya Husada Uniba hendaknya dapat menjadi motivasi pengurus ikatan untuk mebuat program-program yang tepat sasaran.
“Ikatan ini dibentuk bukan hanya sebagai ajang pengukuhan dan pelantikan saja, namun juga dapat menggairahkan semangat dalam menghadirkan program positif,” jelasnya.
Di samping kegiatan pelantikan pengurus, pihaknya juga menggelar seminar dengan tema ‘upaya perlindungan hukum perawat dalam menjalankan praktik profesi registrasi, lisensi dan legilitas STR sebagai upaya peningkatan kompetesi tenaga kesehatan’.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang mendukung terbentuknya pengurus Ikatan Alumni Perawat Griya Husada Uniba. Terutama kepada Rektor Uniba, Pembina Ikatan Alumni, dan semua mitra kerja yang membantu mensukseskan acara ini. Semoga dengan adanya ikatan ini, dapat menjadi pengikat tali silahturahmi antara para alumni dan almamater tercinta,” tutur Alta Basnur. (nji)
PR Aston Purindra Yogita menunjukkan menu andalan Aston Tanjungpinang, durian pengat yang tersedia selama Ramadan. F. Faradilla/batampos.co.id
batampos.co.id – Manajemen Hotel Aston Tanjungpinang menghadirkan paket bertajuk Blessing Ramadan memasuki bulan suci Ramadan 2018. Pelanggan bisa menyicip menu spesial berupa durian pengat sebagai sajian takjil spesial.
“Menu buka puasa andalan dan istimewa kami dalam Ramadan kali ini adalah durian pengat. Ketan atau pulut yang gurih dilumuri saos durian yang sangat kental dan segar,” terang Dadi selaku Executive Chef di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (8/5).
Untuk dapat menikmati menu andalan ini, pelanggan dijamin tidak perlu merogoh kocek yang dalam. Dalam satu bundel paket Blessing Ramadan dengan harga Rp 110 ribu per orang dan untuk anak usia 5 sampai 11 tahun hanya Rp 55 ribu per anak, sudah dapat mengikuti promo spesial yang dibuka sepanjang sepanjang 18 Mei hingga 13 Juni ini.
Dengan memesan paket Blessing Ramadan, para tamu bisa menikmati menu buka puasa sepuasnya (All You Can Eat) dengan lebih dari 44 jenis menu mulai dari makanan tradisional, lengkap dengan kue dan berbagai takjil.
“Itulah mengapa paket ini diberi judul Blessing, alias berkah. Spesial dan cuma ada di bulan Ramadan,” tambah Ardianto selaku Food dan Beverages Manager Hotel Aston Tanjungpinang.
Tamu yang melakukan reservasi paket Blessing Ramadan di atas 50 orang dalam satu waktu, sambung Ardianto, akan mendapatkan 1 voucher kamar superior dan berlaku kelipatannya. Tamu yang melakukan pemesanan pada H-7 menjelang puasa juga mendapatkan harga spesial yakni cukup dengan Rp 95 ribu per orang. Kemudian, setiap pemesan di atas 10 orang akan mendapatkan satu kupon gratis. (aya)
batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas akan mendapatkan bantuan pembangunan lima Puskesmas baru dari Pemerintah Pusat pada 2019, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Lima Puskesmas tersebut akan dibangun di Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Siantan Timur, Kecamatan Siantan Tengah dan Kecamatan Jemaja. Dua kecamatan lainnya yakni Kecamatan Jemaja Timur dan Kecamatan Siantan tidak dapat pembangunan Puskesmas.
Ini dikarenakan Kecamatan Siantan berada di Ibu Kota, sedangkan Kecamatan Jemaja Timur telah dibangun pada 2017 silam. “Tahun ini Puskesmas Jemaja Timur sudah dimanfaatkan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas Harianto, Selasa (8/3).
Dirinya memperkirakan anggaran pembangunan Puskesmas baru sekitar Rp 8 Miliar per unit. Hal ini berpatokan pada pembangunan Puskesmas Jemaja Timur tahun lalu yang menghabiskan anggaran Rp 8 Miliar.
Meski demikian, anggaran pembangunan Puskesmas di Kecamatan Siantan Selatan dapat lebih rendah karena tipenya berbeda dengan Puskesmas Jemaja Timur. Puskesmas di Kecamatan Siantan Selatan sifatnya hanya non perawatan. Puskesmas ini kemungkinan hanya satu lantai saja. Sementara itu untuk Puskesmas yang melayani rawat dibuat dua lantai.
Terkait Puskesmas Jemaja Timur yang sudah ditempati sejak Maret 2018 kemarin, maka bangunan Puskesmas lama rencananya akan dijadikan mess dokter. Menurutnya, jika semua sudah terbangun, maka jumlah Puskesmas di Anambas akan semakin banyak, sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dari puskesmas yang ada kata Harianto, saat ini sudah ada dua Puskesmas di Anambas yang telah terakreditasi yaitu Puskesmas Siantan dan Puskesmas Palmatak.
Sedangkan lima Puskesmas lain akan diakreditasi pada 2018 ini. ”Target kita 2019 semua Puskesmas dan Rumah Sakita yang ada di Anambas sudah terakreditasi,” tukasnya. (sya)
Murid SDN 018 Sagulung berbaris saat mengikuti kegiatan sekolah, Senin (30/4). Tahun ini penerimaan PPDB tidak tertampung karena minim ruang kelas baru. Diharapkan Pemko Batam segera manambahnya supaya tertampung. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Harapan Wali Kota Batam Muhammad Rudi agar sekolah swasta menurunkan iuran sekolah seprtinya sulit terealisasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menilai harapan ini hanya bersifat imbauan, dengan kata lain tidak bisa dipaksakan.
“Kami susah juga mau maksa,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Disdik Kota Batam Hendri Arulan, belum lama ini.
Menurutnya, karena sekolah swasta memiliki aturan sendiri seiring pelaksanaan otonomi sekolah. Hendri mengatakan, harapan ini muncul karena sekolah swasta telah mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat dan insentif untuk guru sekolah swasta dari Pemko Batam.
“Soal iuran ini, kami sifatnya mengimbau. Kalau sekolah swasta baru, bisa tutup juga,” katanya.
Karena dua alasan inilah, ia menilai harapan Wali Kota Batam Muhammad Rudi agar sekolah swasta memberikan timbal balik atas bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah adalah hal yang wajar.
Apakah, pemerintah tidak bisa mengatur soal iuran tersebut dalam satu aturan daerah, Hendri mengaku perlu kajian yang mendalam dan perlu waktu yang cukup lama. “Kalau aturan perlu kajian panjang lagi, kalau sampai mengatur berapa batas iuran. Kami sementara imbau saja,” terangnya lagi.
Ia mengungkapkan, pekan depan tepatnya Selasa (15/5) akan mengundang perwakilan sekolah swasta se Batam untuk hadir dalam rapat bersama Pemko Batam.
“Paling tidak nanti yayasan kebijakan persentase untuk berapa siswa digratiskan,” ucapnya.
Harapan agar sekolah swasta menurunkan iuran, bermula ketika Wali Kota Batam Muhammad Rudi karena sekolah swasta mahal. Alhasil, masyarakat berbondong-bondong ke sekolah negeri yang dinilai lebih murah.
“Kami udah bantu guru nih, masa tak mau turunkan, turunkanlah,” kata Rudi di depan Kantor DPRD Batam, Kamis (26/4) lalu.
Harapan ini, ia sampaikan juga demi kebaikan sekolah swasta itu sendiri. Dengan menurunkan iuran, masyarakat bakal menyekolahkan anaknya ke swasta. (iza)
batampos.co.id – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Pertumbuhannya yang subur dari waktu ke waktu menjadikan sektor ini mendapat perhatian dari Pemko Tanjungpinang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Riono menyatakan, Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM mesti menyusun program yang punya orientasi terhadap peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia pada tiap-tiap UMKM di Tanjungpinang.
UMKM, sambung Riono, merupakan aset yang harus dipertahankan, sehingga pengusaha kecil bisa tetap bertahan meskipun krisis ekonomi sedang melanda. “Dengan tumbuh suburnya UMKM bisa menambah angka tenaga kerja,” ungkapnya.
Riono melanjutkan usaha kecil harus didorong menjadi besar. Selama ini kendala yang dihadapi pelaku usaha kecil adalah permasalahan internal seperti masalah modal, SDM, hukum, dan akuntabilitas.
“Yang sudah berkembang coba berinovasi dan tetap bersemangat meski kondisi perekonomian kita sedang lesu. Sebenarnya melalui program CSR, para pelaku usaha bisa memanfaatkan modal bank melalui kredit usaha rakyat (KUR),” ujar Riono.
Riono menegaskan dari sisi SDM, sebuah usaha harus memiliki sistem yang baik dan dikelola secara manajemen yang sesuai. Untuk pengemasan harus dibuat secara menarik, murah, produk label, sertifikat halal, teruji kesehatan, dan kandungan gizi serta kemasan yang memiliki ciri khas. Itu dapat membuat konsumen tertarik. Dari sisi hukum usaha minimal memiliki izin produksi industri rumah tangga (PIRT).
“Kalau mau usaha maju hal-hal tersebut perlu dicermati. Berbicara akuntabilitas masih manajemen tukang sate, mulai dari beli bahan baku, memasak, dan menjualnya selalu dikerjakan sendiri. Laporan keuangan harus tercatat dengan baik,” ujarnya.
Selain masalah internal ada juga masalah eksternal yang dihadapi seperti iklim usaha, pemasokan bahan baku, hubungan pelaku usaha dengan pemerintah, infrastruktur kurang memadai. (aya)
batampos.co.id – Koordinator Kopertis X yang membawahi empat wilayah, Riau, Kepri, Jambi dan Sumbar, Profesor Herri menegaskan, saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, saat ini akan merevisi kurikulum di pendidikan tinggi atau perguruan tinggi yang ada ke modernisasi pembelajaran.
Targetnya sendiri, akan dimulai saat ini dan tahun depan diharapkan modernisasi perguruan tinggi sudah mampu ditermapkan ke semua perguruan tinggi se-Indonesia.
“Itu yang perlu kami pikirkan, bagaimana menghadapi kemajuan zaman yang serba digital, era internet seperti saat ini. Setidaknya kami menyamakan persepsi terlebih dahulu bahwa perubahan zaman saat ini perlu perubahan perangkat pendidikannya juga seperti tenaga pengajarnya, profesornya,” ujar Prof Herri, Selasa (8/5) malam.
Terpenting, lanjutnya, kompetensi pendidikan yang ada saat ini yang harus diubah. Ia moncontohkan, saat ini kurikulum pendidikan kompetensinya tak jauh dari membaca, menghafal, menulis dan berhitung saja.
“Tapi kompetensi bagaimana cara mengolah data, menganalisa, itu yang belum diterapkan. Kalau modernisasi pendidikan ini nantinya bisa dijalankan oleh pemerintah pusat dan perguruan tinggi se-Indonesia, mahasiswa nantinya akan mampu mengumpulkan data dan bagaimana menggunakannya, akan mampu menganalisa segala hal. Dan itu yang sudah dilakukan mahasiswa lainnya di negara lain saat ini,” terangnya.
Masih kata prof Herri, kalau kompetensi lama, tentu kompetensi lama tak akan terpakai dimasa yang akan datang pada era serba internet.
“Ini yang harus kami pikirkan adalah mengajak mahasiswa tak hanya belajar secara konvensional saja, tapi juga belajar menyesuaikan belajar modernisasi pendidikan seperti sistem daring dengan memanfaatkan teknologi internet. Intinya kompetensi pendidikan yang selama ini lebih banyak mengingat saja, pemerintah berencana tak hanya mengingat dan menghafal, tapi sudah harus mampu berinovasi,” katanya.
Apalagi sekarang ini pemerintah pusat, lanjutnya, getol mendorong tatap muka dosen tak harus bertemu langsung. tapi cuku via visual dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan.
“Untuk mengimplementasikan modernisasi kurikulum perguruan tinggi, harus disiapkan semuanya. Sebab, persoalan-persoalan yang ada di masyarakat saat ini pada era kemajuan teknologi yang serba daring, tak hanya bisa diselesaikan hanya dengan satu disiplin ilmu saja, tapi dengan multi disiplin. Makanya Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi mengeluarkan kebijakan bagaimana sebaiknya menyiapkan infrastruktur pendukung modernisasi perguruan tinggi kedepannya. Termasuk nantinya akan ada penggabungan program studi (prodi) serta mencetuskan prodi baru,” terang Herri.
Apalagi, lanjut Herri, karakteristik perguruan tinggi yang ada saat ini sangat beragam sekali. Hal tersebut perlu adanya pengclusteran (pengklasifikasian) mana perguruan tinggi yang sudah siap untuk dimodernisasikan dan mana yang belum siap.
“Untuk perguruan tinggi yang belum siap untuk dimodernisasikan kurikulum dan sistem pembelajarannya ke mahasiswa, mau tak mau nantinya diwajibkan untuk digabung atau merger dengan perguruan tinggi yang memang sudah siap menuju sistem modernisasi pembelajaran dan kurikulumnya,” terang Herri.
Modernisasi perguruan tinggi ini nantinya, lanjut Herri, kuliah mahasiswa tak perlu bertatap muka langsung dengan dosennya, belajar jarak jauh sudah bisa.
“Karena bahan ajar yang akan diberikan ke mahasiswa, nantinya sudah ada dalam sistem dengan memanfaatkan teknologi daring. Kalau perguruan tinggi yang nantinya tak siap dengan modernisasi perguruan tinggi yang saat ini akan dijalankan pemerintah pusat, dan tak mau merger dengan perguruan tinggi yang sudah siap, otomatis perguruan tinggi itu nantinya akan ditinggalkan sendiri oleh masyarakat, karena tak mampu mengikuti perkembangan jaman yang ada dan menerapkan kurikulum yang efektif,” ujarnya.
Sistem modernisasi perguruan tinggi nantinya semua universitas yang ada akan mengikuti sistem yang sudah dijalankan oleh Universitas Terbuka.
“Kami minta perguruan tinggi swasta yang sudah bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT). Itu nanti setidaknya akan mengubah budaya yang selama ini bertatap muka langsung dengan dosen pengajar, mampu mengikuti sistem belajar secara visual dengan teknologi internet atau kami sebut dengan distance learning,” terangnya. (gas)
Bupati Bintan Apri Sujadi berlakon sebagai Awang Makyong dengan mengenakan topeng dan menari Makyong saat Pawai Taaruf MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri 2018 di Kabupaten Lingga, Selasa (8/5). F. Kominfo Pemkab Bintan untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Deby Maryanti kompak mengenakan topeng Makyong. Keduanya menari Melayu saat pagelaran Pawai Taaruf MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri 2018 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (8/5).
Apri Sujadi menari dan terbilang sukses dalam memerankan lakon Awang Makyong yang merupakan ciri khas budaya Melayu Kabupaten Bintan. Di Kabupaten Bintan sendiri, kesenian Makyong masih terjaga khususnya di Pulau Mantang, Kecamatan Mantang.
Apri mengatakan, kesenian Melayu Makyong bernilai tinggi, karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menjunjung tinggi budaya Melayu sebagai bagian khazanah yang harus terus dipertahankan dan dilestarikan.
Apri juga mengatakan, budaya dan agama merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Maka selain memamerkan mobil hias rumah tahfiz, pihaknya juga mengenalkan kesenian asli dari Mantang, Kabupaten Bintan, yakni joget Makyong.
Dalam pawai taaruf MTQ ini Kabupaten Bintan menerjunkan sekitar 500 an peserta. Yang terdiri atas bupati, sekda dan segenap unsur jajaran di lingkungan Pemkab Bintan serta para kafilah perwakilan Kabupaten Bintan juga ikut memeriahkan pawai taaruf MTQ Tingkat Provinsi Kepri. (met)
batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun membebaskan pengusaha memilih fasilitas yang diberikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Kawasan Free Trade Zone (FTZ). Jika tidak nyaman dengan salah satu fasilitasnya, saran pejabat nomor satu di Pemprov Kepri ini sebaiknya pengusaha memilih ke kawasan lainnya.
Ia menjelaskan, banyak sekali fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada pengusaha di wilayah KEK yang tidak diberikan FTZ.
Soal itu, Pemprov Kepri telah beberapa kali menjelaskan dalam berbagai forum kepada pengusaha soal beberapa fasilitas-fasilitas yang diberikan di wilayah KEk. “Ya insentif-insentif secara detailnya saya kurang ingat. Tapi malah ada pengusaha yang
cepat-cepat minta KEK,” ujarnya.
Ia mempersilakan pengusaha yang merasa nyaman dengan FTZ, silakan tetap di wilayah FTZ. Demikian pula jika merasa nyaman di wilayah KEK.
“Jika di wilayah KEK ingin pindah ke wilayah lainnya silakan kami akan fasilitasi,” ujarnya.
Namun dirinya cenderung berharap KEK karena banyak fasilitas yang diberikan KEK seperti yang diberikan ke KEK Galang Batang.
Untuk di Batam, disebutkannya wilayah industri Kabil juga telah mengajukan KEK. Kemudian Rempang Galang dan Tanjungsauh ke depannya akan menjadi
KEK.
“Kalau mau ke KEK juga kami akan siap membantu,” ujarnya.
Terakhir Gubernur sangat berharap persoalan antara KEK atau FTZ tak meredupkan iklim investasi yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. (met)
batampos.co.id – Kepala Bulog Batam, Agung Rohman menggelar pertemuan bersama ratusan pelaku Rumah Pangan Kita (RPK) beserta para distributor jaringannya. Pertemuan yang digagas oleh Bulog Batam tersebut untuk menyosialisasikan tentang daging kerbau beku yang selama ini kurang diminati di pasaran.
“Saya akui memang daging kerbau beku asal India ini minim sekali diminati masyarakat Batam. Tapi saya rasa hal itu wajar sih. Sebab kan baru beberapa minggu daging kerbau beku ini masuk ke Batam. Apalagi kan masyarakat Batam belum familiar mengkonsumsi daging kerbau. Padahal sama kok kualitasnya dengan daging sapi,” ujar Agung Rohman.
Untuk membantu distributor jaringan Bulog yang sudah terlanjur mengambil daging kerbau beku dari Bulog, Agung Rohman mencoba untuk mengandalkan para pelaku RPK jaringan Bulog yang saat ini berjumlah lebih dari 400 RPK di Batam dalam memasarkan daging kerbau dan mengenalkan ke masyarakat.
“Kami menilai, mungkin dengan dipasarkan daging kerbau beku ke RPK untuk nantinya dijual ke masyarakat, selain distributor, kami yakin daging kerbau beku ini nantinya akan laku di masyarakat Batam. Kalau kami tak ikut turun tangan dalam memasarkan daging kerbau beku ke masyarakat, kasihan juga nanti distributor yang sudah terlanjur membeli daging kerbau beku dari kami,” terangnya.
Untuk bersaing dengan daging sapi beku yang ada saat ini agar juga diminati masyarakat, lanjut Agung, hal tersebut sangat sulit dalam waktu dekat. Namun itu bukan mustahil kalau nantinya daging kerbau beku juga akan diminati masyarakat.
“Memang tak mungkin semua RPK akan mau dan sanggup untuk menjual daging kerbau beku. Ada beberapa RPK yang sudah menyanggupi untuk menjual daging kerbau beku ini. RPK yang mau ini adalah RPK yang memiliki cold storage atau lemari pendingin penyimpan daging nantinya,” terang Agung.
Stok beras Aman hingga Beberapa Bulan ke Depan
Sementara untuk stok beras yang ada saat ini, Agung menjamin stok beras yang ada di Bulog sangat mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
“Untuk stok beras di Bulog itu sifatnya dinamis. Kalau sudah menipis, pasti akan datang stok beras dari pusat. Namun, untuk stok beras yang ada di gudang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 2 ribu ton,” terang Agung.
Bahkan, lanjutnya, stok yang ada di Bulog pusat saat ini melimpah. Apalagi saat ini di wilayah sentral produksi beras lagi memasuki musim panen. Sehingga pasokan ke wilayah non sentral seperti Batam akan tercukupi.
Agung juga menegaskan, apabila nantinya ada instansi atau Pemko Batam berencana menggelar operasi pasar atau sembako murah, pihaknya siap untuk memasok beras tersebut.
“Skemanya sih bukan Pemko atau instansi ataupun masyarakat yang ingin menggelar operasi pasar atau bazar sembako murah harus datang beli beras atau gula ke gudang Bulog. Tapi kami nantinya yang menyediakan beras atau gulanya. Bulog terkait operasi pasar atau bazar sembako murah itu sifatnya ikut serta. Baik instansi pemerintah maupun masyarakat, kami sangat terbuka sekali. Kalau memang mau menggelar itu, infokan ke kami, nanti kami akan kerjasamakan,” janji Agung.
Untuk gula pasir sendiri, lanjutnya, Bulog Batam sudah mendistribusikan sebanyak seribu hingga 2 ribu ton.
“Pola pendistribusiannya sama seperti daging ataupun beras, kami salurkan melalui distributor rekanan kami. Nanti dari distributorlah yang akan memasarkan ke pedagang pasar. Begitu juga RPK juga kami suplai itu gula dengan harga tentunya sesuai HET yang ada. Kami tak pernah menjual lebih dari HET,” terang Agung mengakhiri. (gas)
batampos.co.id – Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello langsung memimpin kafilah Kabupaten Lingga memeriahkan pawai taaruf dalam perhelatan akbar MTQ ini. Kafilah Lingga menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan.
Pria yang akrab disapa Awe ini berada pada barisan paling depan sambil membawa plang bertuliskan kafilah Lingga. Kabag Humas Pemkab Lingga Sabirin mengatakan, kafilah Lingga tampil dengan nuansa beda. Mereka menggandeng dan mengikutsertakan orang Suku Laut. Ini menunjukkan kalau Kabupaten Lingga turut memperhatikan suku asli tempatan.
“Orang Suku Laut harus mendapat tempat yang sama dengan yang lainnya, sehingga mereka merasa bersama dengan kita semua,” ujarnya.
Selain itu, kafilah Kabupaten Lingga juga menampilkan sejumlah kreasi seni dan budaya yang menjadi andalan Kabupaten Lingga. Ada tarian daerah, serta nyanyian dan peragaan busana. Tak ketinggalan, marching band juga menunjukkan kebolehannya.
Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepri Tawarich dan Hanafi Ekra, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Amsakar Ahmad, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Bupati dan Wakil Bupati Lingga Alias Welo dan M Nizar, Bupati dan Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim, Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, perwakilan FKPD dan OPD, beserta tamu undangan lainnnya. (wsa)