Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12356

Ada Sekira 100 WNA yang Punya Rumah di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepemilikan properti untuk orang asing masih sangat minim di Batam. DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menyebutkan, jumlah WNA yang memiliki properti di Batam tidak lebih dari 100 WNA.

“Jadi memang sangat minim di Batam ini. Padahal seharusnya Batam sebagai daerah industri, rumah untuk WNA banyak. Tapi kenyataannya tidak sampai seratus,” kata ketua DPD REI khusus Batam, Achyar, Selasa (24/4).

Kebanyakan WNA pemilik properti tersebut tinggal di rumah tapak. Tentunya rumah yang mewah yang bernilai jual miliaran rupiah.

“Kalau untuk apartemen belum. Mereka itu di landed house yang memang sudah memiliki izin atau Kitas tinggal di Batam,” katanya.

Sementara sasaran pengusaha property di Batam adalah investor. Karena memang permintaan juga banyak dari WNA yang tidak bekerja di Batam.

“Kalau seperti di Singapura sana, kita bebas beli properti di sana. Bahkan dikasih lagi kita izin tinggal. Di sini terbalik, harus ada izin dulu baru bisa beli rumah,” katanya.

Ia berharap ada kemudahan yang diberikan pemerintah terkait hal ini. Diyakini penjualan properti akan meningkat. Dan ini sudah pernah dilakukan tahun 1990 an saat Ismeth Abdullah menjadi kepala otorita Batam.

“Dulu dengan modal paspor saja sudah bisa beli. Misalnya perumahan Citra Batam dulu, itu banyak orang asing yang beli,” katanya.

Tetapi saat ini, WNA yang ingin membeli properti di Indonesia, harus berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 103 pasal 2 ayat 2 disebutkan bahwa Warga Negara Asing yang diperbolehkan untuk membeli properti di Indonesia harus memiliki izin tinggal dan menetap di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan Ham.

Surat izin tinggal ini, biasa juga disebut sebagai KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas), untuk mendapatkan Kitas ini seorang WNA harus bekerja terlebih dahulu di Indonesia dan kartu ini wajib diperpanjang selama 2 tahun sekali. Dari aturan ini dapat juga dipahami bahwa WNA yang ingin membeli properti harus bekerja terlebih dahulu di Indonesia, jadi motivasi mereka untuk membeli properti bukan untuk di investasikan namun untuk ditinggali.

“Kalau masalah nilai rumah yang harus dibeli, tidak menjadi persoalan untuk orang asing yang penting mereka mau prosedurnya dipermudah saja,” katanya.

Sementara itu ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mengatakan bahwa memang investor juga harus dimudahkan dengan kepemilikan properti di Batam. Ia mengapresiasi BP Batam yang tegas mengatakan bersedia menjadi penjamin bagi WNA yang ingin memiliki properti di Batam. Dan ia berharap BP Batam bersama pengusaha bisa satu suara untuk memperjuangkan ini ke pusat.

“Kita apresiasi BP Batam dalam hal ini. Dan harapan kita memang, ada kemudahan yang diminta REI ini,” katanya. (ian)

DPRD Batam Minta Disperindag Jamin Ketersediaan Stok Sembako

0
ilustrasi

batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Disperindag Kota Batam untuk bisa mengendalikan harga jelang lebaran. Di mana setiap tahun, harga-harga Sembako naik di pasaran dan memicu terjadi inflasi.

“Ini menjadi tugas dari Disperindag. Janganlah setiap menjelang hari besar selalu naik harga. Ini menjadi tugas kita bersama,” kata ketua komisi II DPRD Kota Batam Edward Brando, Selasa (24/4).

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil Perindag untuk meminta keterangan mengenai harga-harga yang sudah mulai naik di pasaran. Sekaligus meminta pernyataan mengenai pasokan sembako menjelang lebaran.

Anggota komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba juga meminta Pemko Batam untuk bisa menjamin pasokan tetap ada sehingga tidak ada alasan dari pedagang untuk menaikkan harga. “Selama ini pasokan menjadi alasan untuk menaikkan harga barang. Kalau stok kurang, Pemko harus cari jalan keluarnya,” katanya.

Menurutnya, komoditi daging selalu menjadi masalah menjelang lebaran. Termasuk tepung dan telur yang memang banyak dikonsumsi warga. Ia berharap Disperindag bisa terus melakukan pengawasan terhadap distributor. Sehingga dipastikan tidak ada distributor yang sengaja menimbun barang yang berimbas kepada kenaikan harga.

Sementara itu, kepala dinas perindustrian dan perdagangan Zarebriadi mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan harga. Ia juga mengatakan bahwa hingga saat ini pasokan masih tetap aman.

“Ya kita terus berupaya untuk menjaga stok ini aman. Dan kita berharap tidak ada pedagang yang menjual harga di atas ketentuan yang berlaku,” katanya. (ian)

Daging di Atas HET, Disperindag Surati Kementerian

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kabid Perdagangan Disperindag Batam, Adisthy mengaku sudah berkoordinasi dengan ketahanan pangan dan distributor terkait stok dan kenaikan harga daging di Batam saat ini. Selain itu ia mengaku sudah menyampaikan hal ini ke kementerian, jika harga daging di Batam melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Distributor daging di Jakarta sudah jual Rp78 ribu. Nah mau dijual berapa di Batam. Sedangkan HET sendiri Rp 80 ribu perkilogram,” kata Adisthy, kemarin.

Menurut dia, dari pihak kementerian sendiri berjanji akan langsung turun ke Batam jika dirasa perlu dilakukan perubahan HET.

“Kalau distributor saja sudah tinggi. Bagaimana jual ke pedagang, sementara harga distributor dan pedagang juga tidak terlalu jauh berbeda,” tutur Adisthy.

Terkait harga daging sapi sendiri, ia mengaku sudah turun di beberapa pasar. Hasilnya, dijual di atas HET, yakni berkisar Rp 81-Rp 82 ribu per kilogram untuk daging sapi beku. Bila dilihat dari harga distributor saat ini, ia mengaku masih dalam kategori wajar, karena belum menyentuh di angka Rp 87 ribu perkilo.

“Kenaikan ini dikarenakan pembatasan kuota makanya stok agak berkurang. Tapi dari distributornya memang dijual tidak diatas HET,” sebut dia.

Sementara itu, daging ayam juga mengalami kenaikan harga antara Rp38 ribu sampai Rp 39 ribu. “Untuk daging ayam kita segera cari penyebabnya,” tegasnya. (rng)

Dikejar Tukang Tagih Utang, Seorang Janda Ingin Jual Ginjalnya

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mn, janda empat anak yang berdiam di kelurahan Bukit Tempayang, Batuaji berencana akan menjual ginjalnya kepada siapa saja yang berminat. Itu dilakukan karena wanita 45 tahun itu terlilit utang pada beberapa koperasi harian.

“Saya sudah capek diuber-uber debt collector. Pengen hidup tenang tanpa utang,”ujar Mn saat dijumpai di seputaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, pagi tadi.

Kepada Batam Pos, Mn yang ditemani Cv rekannya menceritakan jika kondisinya saat ini benar-benar tak berdaya. Dia yang masih harus menghidupkan dua anaknya yang kini duduk di bangku SMP dan SD sudah tak sanggup lagi membayar angsuran pinjaman koperasi sebesar Rp 350 ribu perminggu.

“Utang itu saya pinjam pada koperasi harian saat masih berjualan (sembako) di pasar Sagulung. Sudah hampir setahun saya tak berjualan lagi karena tak laku. Usaha saya bangkrut. Saya jadi kewalahan sekarang,” ujar Mn.

Karena sering diubar oleh debt collector dan harus membiayai sekolah kedua anaknya, wanita ini mengaku akan segera menjual salah satu ginjalnya kepada siapapun yang bersedia membeli.

“Saya sudah nggak tahu mau berbuat apa lagi. Anak-anak juga harus sekolah, sementara saya tak punya penghasilan lagi. Kalau ada yang berminat saya mau jual saja ginjal saya ini,” tuturnya.

Tadi pagi, Mn ke RSUD Embung Fatimah Batam untuk mengecek kesehatannya. Jika kondisi kesehatannya baik dia akan segera mengumumkan rencana jual ginjal tersebut. (eja)

Walikota Batam Minta Tunda Pajak Hiburan, Komisi II Ogah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta kenaikan pajak hiburan ditunda selama setahun. Bahkan Rudi sudah mengirim surat ke DPRD Batam. Hanya saja, Komisi II DPRD Batam menyatakan enggan menyetujui permintaan wali kota tersebut. Mereka beralasan harus ada dasar kuat.

“Mau naik, turun atau dihapuskan. Segala sesuatu harus punya dasar yang kuat,” ucap Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando, Selasa (24/4).

Diakuinya, Komisi II tidak bisa ikut menyetujui sesuatu usulan yang tidak mempunyai dasar yang jelas. Contohnya, kata Edward, ketika pelaku usaha hiburan berpendapat kenaikan pajak bakal menurunkan sektor pariwisata. Tentu tidak semudah itu, harus ada data dan perhitungan. Apakah betul pariwisata menurun. “Jadi semua itu ada ukuran. Berhubungan sampai saat ini kami belum mendapatkan jawaban konkrit dari pemko,” ucapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengaku belum bisa memberikan padangan, jika belum ada dasar yang kuat dari pemko.

“Artinya untuk sementara kami tegaskan, jika belum ada masukan yang konkrit, itu harus berjalan. Karena diatur di perda,” tegas dia.

Edward juga mengakui, dalam klausul sendiri apabila ada wajib pajak keberatan dengan besaran yang ditetapkan pemerintah, dia bisa mengajukan keberatan kepada pemko. Persoalan sudah diterapkan atau tidak wali kota punya otoritas. “Hanya saja ketika surat itu dilayangkan ke kami, artinya pemko melibatkan DPRD Komisi II. Kami minta minta datanya mana, indikator yang mendasari. Sampai sekarang belum diberikan,” lanjut dia.

Sehingga, lanjut Edward, ketika data ini diberikan, pihaknya bisa mempelajari. “Kami tak mau keputusan kami subjktif karena suka atau tidak suka. Keputusan ini harus mampu dipertanggung jawabkan. Termasuk juga kepada masyarakat Kota Batam,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging mempertanyakan apa indikator pemko untuk menunda kenaikan pajak hiburan tersebut. Apalagi penundaan yang disampaikan Wali Kota selama satu tahun dinilai membutuhkan dasar yang kuat, sebab sudah di atur di peraturan daerah (perda).

“Kalau setahun sama saja dengan merevisi perda. Gak bisa seperti itu,” kata Uba.

Ia mengakui, bagaimana dengan pertanggung jawaban hukum dan politiknya. “Jangan dianggap kita bermain-main disana. Kami tak ingin akhir tahun pemko kembali mengatakan defisit anggaran, karena PAD tak tercapai. Akhirnya tunda bayar, yang menyebabkan siklus APBD menjadi rusak,” jelasnya. (rng)

Momen Pas Beralih ke Kartu Halo

0
Ki-Ka : Genearal Manager Sales regional Sumbagteng Ihsan, Executive Vice President Area Sumatera – Paulus Djatmiko, COO PT Erafone Artha Retailindo – Jong Woon Kim dan General Manager Account Management Sumatera – Roeswandi

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id yang budiman. Hari ini (25/4/2018) bertempat di artrium Mega Mall Batam Center Telkomsel meluncurkan One Halo.

Sebuah program yang yang memberikan benefit bagi penggunanya.

Ini adalah momen peluncuran perdana di tanah air, mengulangi momen bersejarah pada 1995. Kala itu,26 Mei 1995, Telkomsel meluncurkan kartu Halo pun di Batam.

Oke, tak perlu berpanjang lebar. Ada dua pilihan paket layanan paa program one hal ini. yakni Halo Fit dan Halo Kick!

“Program One Halo merupakan langkah inovasi dari Telkomsel yang memberikan aneka benefit untuk pelanggan,” ujar Executive Vice President Area Sumatera Paulus Djatmiko saat jumpa pers sebelum acara peluncuran.

General Manager Sales regional Sumbagteng Ihsan membeberkan keuntungan yang ditawarkan.

Bila Anda memilih mengangtifkan Halo Fit seharga Rp50 ribu. Anda akan mendapat benefit 300 menit, plus ekstra kuota menelepon 100 menit ke sesama nomor Telkomsel dan 300 SMS hanya ke nomor Telkomsel saja.

Pelanggan pun akan mendapatkan paket data dengan kuota sebesar 20MB plus bonus data sebesar 1 GB.

Nah, untuk paket Halo Fit seharga Rp60 ribu, pelanggan ditawari paket data lebih besar dengan kuota 2.5GB plus bonus 1.5GB. Dengan Halo Fit Anda pun akan mendapatkan 50 menit plus bonus 100 menit menelepon serta 100 SMS yang kesemuanya dapat digunakan untuk sesama nomor Telkomsel.

Coba bandingkan dengan menggunakan kartu pra bayar. Masih bimbang? tentu Anda bisa datang ke kantor Telkomsel terdekat atau bisa juga sembari jalan – jalan datang ke gerai Erafone sebab program ini pun menawarkan bundling dengan pembelian ponsel di Erafone. (ptt)

Pertemuan Tahunan Forum Sistem Penjamin Internal di Batam

0

batampos.co.id – Politeknik Negeri Batam kembali dipercaya Ristekdikti sebagai tuan rumah penyelenggaraan Forum Sistem Penjamin Internal (SPI) PTN Indonesia Nasional Ke-IV. Forum SPI tahun ini mengambil tema Optimalisasi SPI PTN Dalam Mengawal Implementasi Manajemen Risiko Di Perguruan Tinggi.

Ketua Panitia Sinati menyampaikan, demi mengoptimalisasi peran SPI PTN dalam mengawal implementasi manajemen risiko di PTN, SPI mengadakan pertemuan tahunan. Pertemuan ini sudah yang keempat kalinya, dan diadakan di Politeknik Negeri Batam.

Persertanya 337 orang yang berasal dari 105 PTN se-Indonesia.

Terdiri atas wakil rektor, wakil direktur beserta Ketua dan anggota SPI

“Jadi sebenarnya kegiatan ini memastikan apa yang berjalan di PTN sudah sesuai dengan ketentuan hukum,” kata Sinarti, Rabu (25/4).

Acara ini akan berlangsung hingga Sabtu (28/4). Selain itu, Politeknik Batam, Juga mengadakan seminar nasional hasil dari penelitian dosen-dosen PTN. Harapannya dosen bisa dapat meningkatkan perannya dalam temuan-temuan baru yang didapat selama pengawasan.

Tugas SPI mengaudit,pendampingan, keuangan, dan SDM.

Direktur Politeknik Negeri Batam Priyono Eko Sanyoto, mengatakan, forum SPI sebagai forum yang sangat kuat.

“Dan di Polibatam ini sudah ditakuti untuk mengawasi kami. SPI harus kuat sebelum kita ditegur orang lain kita ditegur dulu oleh SPI agar manajemen bebas risiko,” kata Eko dalam sambutannya.

Dinamika di Batam sangat banyak dalam pengembangan kampus sesuai dengan kebutuhan masa depan di bidang MRO, Logistik, Perkapalan, Animasi. “Kita butuh SPI agar dalam lelang bisa bebas risiko,” tutur dia.

Deputi II BP Batam Bidang Perencanaan dan Pengembangan bapak Yusmar Anggadinata menilai, peran SPI sangat penting dalam institusi BP Batam, wujud kerja ini dengan Pemko dengan membuat Mall Layanan Publik yang lengkap dari berbagai instansi. Penyederhanaan ijin juga BP Batam telah lakukan saat ini.

“Atas nama BP Batam semoga acara SPI ini berjalan lancar dan bisa menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi kita semua,” sebut Yusmar.

Forum SPTI PTN dibuka Sekretaris Inspektur Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Direktur Polibatam, Deputi II BP Batam, Kadisdik Batam, Ketua Forum SPI. (rng)

Sigap, Polsek Sekupang Tangani Kebakaran Hitam Sei Ladi

0
Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji mencoba memadamkan api

batampos.co.id – Pembaca, Rabu, 25 April 2018 sekira pukul 15.30 WIB telah terjadi kebakaran hutan lindung di wilayah Sei Ladi, Sekupang.

Warga yang lewat disana mengabarkan pada petugas Polsek Sekupang terjadi kebarakan.

Menyambut laporan tersebut Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji bersama tim segera mendatangi lokasi kebakaran.

Sekira pukul 15:45 wib 1 unit mobil kebakaran BP kawasan mendatangi kebakaran untuk memadamkan api.

Pukul 16.15 wib Api dapat di padamkan dan tidak ada korban dan diduga api berasal dari puntung rokok pengendara yang melintasi jalan raya. (ali)

Warga Batam….. Saksikan Anugerah Pewarta Foto Indonesia di Dataran Engku Putri Ya….

0

batampos.co.id – Perhelatan akbar Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) ke 8 yang menunjuk Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri sebagai tuan rumah tinggal menghitung hari. Kegiatan tahunan ini akan berlangsung selama seminggu mulai Jumat 27 April- 5 Mei di Gedung Astaka Dataran Engkuputri Batamcenter.

Ketua Panitia APFI 2018, Immanuel Sebayang merasa bangga atas ditunjuknya PFI Kepri sebagai tuan rumah. Dipilihnya Batam oleh PFI karena berada di posisi strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Tentunya sekaligus sebagai barometer mengundang
para wisatawan datang ke Batam.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi PFI Kepri. Tentu ini kerja berat luar biasa. Namun kami yakin mampu menyukseskan acara ini,” terang pendiri PFI Kepri yang akrab disapa Noel kepada Batam Pos.

Menurut Noel, kegiatan akbar ini akan dihadiri puluhan pengurus PFI dari berbagai daerah. Bahkan puluhan pemenang APFI dari berbagai daerah di Indonesia akan turut hadir menerima penghargaan APFI.

Dimana pada Jumat (27/4) pukul 19.00 WIB di Gedung Astaka Batamcenter akan berlangsung pemberiaan penghargaan foto dan multimedia. Beberapa penghargaan yang akan diberi pada malam anugerah adalah Apresiasi Karya Terbaik Pewarta Foto, Apresiasi
Terbaik Sepanjang 2018 dan Apresiasi Abdi Karya Sepanjang Masa (Lifetime Achiement).

Ribuan karya sudah masuk dan dinilai oleh para fotografer profesional. Setelah melakukan penjurian Terpilih total 42 pemenang, dari 5 kategori diantaranya yang dikompetisikan
diantaranya kategori

  • Citizen Journalis Foto Tunggal,
  • Citizen Jurnalis Foto Story,
  • kategori Multimedia,
  • kategori Foto Single Pewarta Foto
  • katergori Foto Story Pewarta Foto.

Sebanyak 406 pengirim dengan jumlah 2448 karya pewarta foto, 15 karya multimedia dan 190 karya foto Citizen Jurnalis yang terkumpul.

“Ada ribuan karya yang masuk dan dipilih yang terbaik oleh juri profesional,” terang fotografer senior Batam Pos ini.

Dewan juri yang andil dalam APFI 2018 diantaranya Kemal Jufri(Freelance),  Hermanus Prihatna (Kepala Divisi Pemberitaan Foto Antara), Erik Prasetya, Safir Makki (Fotografer CNN Indonesia), Gusti Bayu Ismoyo (Fotografer AFP), Edi Purnomo (Freelance), Arbain Rambe (Fotografer Senior Kompas).  Sedangkan juri Multimedia adalah Eddy Hasby (Fotografer Kompas) dan Andi Riccardi (APTN).

Salah satu juri Foto APFI 2018, Arbain Rambey mengatakan APFI 2018 adalah ajang bagi pewarta untuk mengukur potensi dan menguji karya pewarta. Juri menyepakati bahwa foto yang dimenangkan pada APFI 2018 ini adalah foto yang cerdas, terlihat dari bagaimana fotografer merancang dan mengeksekusi.

“Saya berharap, tiap tahun APFI bisa menjadi literatur dan mendidik seseorang menjadi lebih baik. Foto Anda bukan semata-mata untuk mencari kemenangan, tapi bagaimana Anda menguji karya Anda. Melalui ajang ini, Anda juga berkomunikasi dengan fotografer lain. Jadi ini bukan soal kalah dan menang tapi Anda mengetahui perkembangan, mengetahui potensi Anda dan Anda bisa bersaing secara fair dan menyenangkan,” jelas Arbain.

Selain Anugerah, APFI 2018 juga diisi dengan pameran foto jurnalistik dengan memamerkan puluhan karya terbaik pewarta di Gedung Astaka yang terbuka untuk umum. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan diskusi foto dari narasumber berpengalaman, misalnya seperti Arbain Rambey, Edi Purnomo, Yuniadhiagung, Immanuel Sebayang, Teguh Prihatna, Agus Bagjana serta Komunitas foto Kepri dan dibantu mahasiswa Politeknik Batam. (she)

Tentang Pasar Kaget, Kadisperindag: Itu Ilegal

0
Pasar kaget di Batuaji.
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan pasar ilegal yang berdiri di sepanjang jalan di antara Perumahan Puriagung 2a dan Perumahan Puriagung 3 menganggu arus lalu lintas. Hal ini terjadi motor-motor pembeli diparkir di bahu jalan.

Seorang warga Hamdan mengungkapkan awalnya pasar tersebut merupakan pasar dadakan (kaget) yang pedagangnya muncul satu-satu. Namun seiring waktu kini aktivitas pasar sudah permanen.

“Lupa kapan mulainya pasar ini. Sekarang saja namanya orang kenal pasar kaget,” terangnya.

Pantauan Batam Pos, barang yang dijual begitu beragam, dari bahan pokok seperti sayur mayur dan daging, pakaian bekas, jasa cukur hingga menjual buah-buahan.

Bahkan salah satu lapak penjualan buah dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTv). Tak hanya itu ada juga lapak yang dipakai untuk parkir mobil dan penyimpanan motor.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam belum lama ini menegaskan, pasar kaget merupakan kegiatan yang melanggar aturan.

“Itu ilegal,” ucapnya.

Di konfirmasi terkait pasar kaget tersebut Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam, Zulkarnain akan mengecek langsung pasar tersebut. Ia cukup kaget mendengar ada pasar di atas ROW jalan yang memakai CCTv.

“Ada ya, wah luar biasa ini. Kami akan turun cek ke lapangan,” katanya.

Sebelumnya, ia juga menegaskan jika ada pihak yang dengan sengaja membekingi kegiatan ilegal tersebut terancam pidana. “Ada Perda-nya, Nomor 16 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Tak boleh backup-backup, pidana itu,” imbuhnya.

Kini, aktivitas pasar kaget baru yang menggunakan badan jalan muncul lagi, tepatnya di jalan antara Perumahan Griya Piayu Asri (GPA) dan Perumahan Nasional Duriangkang. Padahal, jalan tersebut belum rampung dikerjakan (belum diaspal). Kehadiran pasar kaget ini bukan tanpa penolakan warga. Di lokasi, ada papan penolakan dari waga Perumahan GPA. (adi)