Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12357

Kontrak Sudah Berjalan, Warga Belum Pindah

0
Petugas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam mengeruk tanah dan sampah yang membuat dangkal di drainase Seilangkai, Sagulung, Sabtu (21/4). Sungai ini bila tak dikeruk sampah dan tanah yang membuat danfgkal bisa menimbulkan banjir. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 56 warga rumah liar (ruli) Kampung Sukadamai, Seibeduk yang terdampak pelebaran hilir drainase belum pindah. Padahal, kontrak pengerjaan drainase tersebut sudah terhitung sejak tanggal 19 Maret lalu dan akan dikerjakan selama 210 hari.

Sekretaris Camat Seibeduk, Gufron menyampaikan pihaknya hingga kini masih terus melakukan pendekatan persuasif dengan warga. Di samping peringatan tertulis dari tim terpadu Kota Batam.

“Sudah SP 1, suratnya dikeluarkan kemarin (Senin, red). Kami terus melakukan pendekatan yang baik tanpa harus keras, insha allad nanti ada jalan keluar,” ucap Gufron, Selasa (24/4) siang.

Ia mengatakan, upaya tersebut tak hanya dilakukan tingkat kecamatan Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam bahkan sudah turun langsung berharap masyarakat untuk pindah dari lokasi tersebut.

“Respon warga, namanya warga pasti ada halangang kita. Tapi kita tetap usahakan agar mereka mau pindah,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam kesempatan memantau proyek Percepatan Infrastruktur Kelurahan di Seibeduk Senin (23/4), mengimbau agar warga pindah.

“Jika kita tidak bangun drainase ini, aliran air akan tidak lancar dan masalah banjir tak akan selesai. Yuk, kita sama-sama cari solusi karena pembangunan drainase ini harus segera dilakukan,” ajaknya.

Drainase tersebut akan dibangun dengan lebar 40 meter (30 rauang drainase plus 10 meter jalan inspeksi) dan panjanganya mencapai 1.400 meter.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Amsakar Achmad mengaku jika warga tidak mendapat ganti rugi karena tanah yang ditempati warga merupakan tanah milik negara. Untuk itu, opsi yang kini dipersiapkan adalah mempersilahkan masyarakat terdampak untuk tinggal di rumah susun sewa yang disiapkan oleh pemerintah. “Kami rasa ini opsi yang berkeadilan,” kata dia. (adi)

Lion Air Butuh Tenaga Kerja Loh …

0
Teknisi Batam Aero Technic (BAT) sedang melakukan perawatan pesawat lion air di MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) Lion Air Grup, di Bandara Hang Nadim Batam. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Batam membutuhkan 800 tenaga ahli untuk bidang kedirgantaraan tahun depan. Kebutuhannya sangat tinggi karena sektor kedirgantaraan yang berbasis kepada industri Maintenance and Overhaul (MRO) di Batam sudah mampu merakit komponen-komponen pesawat.

“Untuk 10 tahun kedepan di Indonesia membutuhkan 10 ribu karyawan. Sedangkan di hanggar Batam butuh 800 tenaga ahli. Keperluannya untuk merawat pesawat semisal pesawat Boeing 737/900,” kata Direktur Utama Aero Technic Lion Group I Nyoman Rai Pering di Politeknik Batam, Selasa (24/4).

Komponen-komponen pesawat seperti mesin penggerak listrik, landing gear, komponen gawat darurat pesawat, baling-baling, komposit dan lainnya.

“Untuk mesin penggerak listrik, Juni sudah beroperasi. Semua komponen bisa dikerjakan sendiri,” jelasnya.

Namun untuk keperluan overhaul yang menggunakan teknologi tinggi masih dalam tahap penjajakan.

“Desainnya sudah siap dan pembangunan fisik akan dimulai pada tahun 2019,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemeliharaan atau maintenance, industri kedirgantaraan di Batam sudah mampu merawat dan memperbaiki pesawat.

“Sudah mampu maintenance pesawat boeing tipe 737-900, Airbus 320 generasi baru dan Airbus 330 yang berbadan lebar,” paparnya.

Rai mengungkapkan industri kedirgantaraan perlahan-perlahan mulai bangkit. Untuk saat ini, komponen-komponen pesawat masih banyak yang diimpor dari Amerika dan Eropa.

“Untuk bisa memajukannya, kita butuh gudang dan jalur logistik yang bagus. Baru kemudian diberikan insentif seperti yang ada di negara lain sehingga bisa bersaing,” katanya lagi.

Di luar negeri kata Rai, insentif paling umum yang diberikan adalah pembebasan bea masuk terhadap suku cadang komponen pesawat tanpa terkecuali.

Pemerintah pusat juga sebenarnya telah mempertimbangkan hal tersebut. Makanya saat ini pemerintah telah menetapkan regulasi 30 HS code, dimana membebaskan bea masuk untuk 30 jenis suku cadang pesawat.

“Nanti akan difollow up untuk yang lain. Sehingga nantinya bisa bersaing,” jelasnya.

Jika digarap secara serius akan menjadi keuntungan bagi Indonesia dan sudah sepantasnya menjadi prioritas negara.

“Nanti selain bisa merawat pesawat sendiri, kita juga bisa merawat pesawat dari negara lain. Kita bisa menghemat devisa dan sekaligus peroleh devisa,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Lion Group sangat mendukung jurusan penerbangan yang dibuka oleh Poltek Batam.

“Di industri ini, sudah dapat tenaga ahli di kedirgantaraan. Makanya Poltek bisa jadi pionir. Industri ini tak akan pernah berhenti, namun juga butuh suplai tenaga ahli,” harapnya.

Pengembangan industri kedirgantaraan ini juga merupakan salah satu prioritas dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Batam kata Lukita sangat potensial untuk menjadi pusat bisnis aviasi (penerbangan,red) di Indonesia.

Makanya BP Batam sudah mempersiapkan ancang-ancang pembahasan hal teknis soal pemberian insentif baik itu diskon maupun insentif lainnya.

“Bisnis aviasi itu menarik. Tapi kami harus sampaikan dulu ke Dewan Kawasan (DK). Soal perizinan sudah sangat mendukung. Kami akan kawal dan fasilitasi biar cepat selesai perizinannya,” katanya.

Dalam masukan tersebut, Lukita juga mendapat masukan mengenai pengembangan bisnis aviasi. Secara kuantitas, Batam jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Sedangkan Vietnam sudah memulai pengembangan bisnis aviasi secara komprehensif. Batam yang memiliki lokasi strategis sangat tepat dikembangkan sebagai hub aviasi di Asia Tenggara. Apalagi Batam sudah memiliki Lion dengan MRO-nya dan juga Garuda Maintenance Facility (GMF) yang juga akan membangun MRO.

Kemudian untuk pengembangan SDM unggul di aviasi, Batam sudah memiliki Politeknik Batam yang sudah membuka jurusan pendidikan penerbangan. Sehingga dengan demikian jalan terang sudah mulai terbuka lebar dan tinggal menunggu dukungan insentif baru untuk mempermulus jalannya.(leo)

Kembangkan Potensi Wisata di Batam

0
Turis luar negeri main cable ski atau olahrag air di danau Waterfront Marina City, Sekupang, Sabtu. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menghadiri rapat pembahasan regional pariwisata di Padang, (27/4). Batam menjadi potensi wisata yang akan dimaksimalkan oleh Kementerian Pariwisata.

“Sebagai ikon kota Batam yang wajib dikunjungi oleh wisman. Makanya perlu merevitalisasi beberapa tempat wisata di Batam,” ujar Plt Kasubdit Humas BP Batam, Selasa (24/4) di Humas Media Centre BP Batam.

Pembahasan regional pariwisata memang akan berkisar mengenai sejumlah potensi pariwisata di Batam yang akan dikembangkan. Berikut rencana pemerintah pusat untuk membantu mengembangkan potensi wisata di Batam.

Mengenai pembenahan fasilitas wisata, salah satunya yang akan coba dilakukan BP Batam adalah memberikan pencahayaan (lighting,red) untuk Jembatan Barelang. Tujuannya untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung kesana.

“Menjadikan Barelang lebih penuh dengan warna warni sehingga punya daya tarik sendiri abgi wisatawan lokal maupun internasional saat mengunjunginya,” jelasnya.

Disamping itu, revitalisasi terhadap Camp Vietnam akan menjadi prioritas. Dan untuk anggaran pembangunannya, proyek tersebut akan didanai oleh CSR dan akan segera dibicarakan.

“Tentunya kami berharap sinergi dengan Pemko bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian kota Batam,” pungkasnya.(leo)

Pengusaha Dukung Kebijakan Jaminan Properti Asing

0

batampos.co.id – Pengembang menyambut gembira rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam mengajukan diri sebagai penjamin untuk kepemilikan properti asing. Keputusan tersebut dianggap dapat menggairahkan kembali bisnis sektor properti di Batam yang sempat tenggelam.

“Yang kita pikirkan adalah bagaimana aturan kepemilikan properti bisa lebih mudah agar business friendly,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPR) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan, Selasa (24/4).

Kemudahan pemilikan properti asing akan menjadi salah satu faktor pendorong bisnis properti di tahun 2018. Momennya sangat tepat karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tengah membaik dari yang semula 4,9 persen tumbuh menjadi 5,3 persen.

“Belum lagi kebijakan lainnya seperti PP 64/2016 mengenai penyederhanaan perizinan. Lalu Loan to Value (LTV) diturunkan, patokan bunga kredit diturunkan,” ungkapnya.

Untuk di Batam, Achyar mengatakan potensi pertumbuhan properti diyakini akan terus membaik. Penyebabnya adalah program-program pemerintah pusat dan daerah yang mendukung hal tersebut.

Antara lain program BBM 27, lalu peraturan Free Trade Agreement (FTA) yang tertuang dalam SK Menkeu 229//2018. Inisiatif event di Batam dan keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mempermudah perizinan lewat birokrasi yang singkat di Batam.

Disamping itu masih banyak dana eks Tax Amnesty yang belum dimanfaatkan. Dananya masih terparkir di pasar modal. “Dan ini merupakan salah satu modal untuk menarik investor dari Singapura menuju ke Indonesia. Saya yakin industri properti di Batam tahun ini akan tumbuh 5 hingga 6 persen,” jelasnya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan BP dapat menangkap momentum tersebut, maka mereka bersedia menjadi penjamin untuk kepemilikan properti asing.

“Kalau ini bisa dilakukan, maka saat musim dingin di Eropa nanti. Banyak orang asing yang beli properti di Batam untuk menghabiskan waktunya disini. Dan kembali ke negaranya saat musim panas tiba,” ujarnya.

Makanya, ia akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar kepemilikan properti asing di Indonesia tidak perlu membutuhkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Karena Kitas hanya diberikan kepada warga asing yang bekerja di dalam negeri. Di negara tetangga, peraturan tersebut tak berlaku.


Minat Tinggi, Realisasi Rendah

Minat warga asing terhadap properti di Batam sangat tinggi. Namun pembelian properti di Batam oleh warga asing masih rendah karena terkendala berbagai aturan.

Data di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menyebutkan, jumlah WNA yang memiliki properti di Batam tidak lebih dari 100 WNA. “Jadi memang sangat minim di Batam ini. Padahal seharusnya Batam sebagai daerah industri, rumah untuk WNA banyak. Tapi kenyataannya tidak sampai seratus,” kata ketua DPD REI khusus Batam, Achyar Arfan, Selasa (24/4).

Kebanyakan WNA pemilik properti tersebut tinggal di rumah tapak (landed house). Tentunya rumah yang mewah yang harganya mencapai miliaran rupiah. “Kalau untuk apartemen belum. Mereka itu di landed house yang memang sudah memiliki izin atau Kitas tinggal di Batam,” katanya.

Sementara sasaran pengusaha properti di Batam adalah investor. Karena memang permintaan juga banyak dari WNA yang tidak bekerja di Batam.

“Kalau seperti di Singapura sana, kita bebas beli properti di sana. Bahkan dikasih lagi kita izin tinggal. Di sini terbalik, harus ada izin dulu baru bisa beli rumah,” katanya.

Ia berharap ada kemudahan yang diberikan pemerintah terkait hal ini. Diyakini penjualan properti akan meningkat. Dan ini sudah pernah dilakukan tahun 1990 an saat Ismeth Abdullah menjadi Ketua Otorita Batam (OB) yang sekarang menjadi BP Batam.

“Dulu dengan modal paspor saja sudah bisa beli. Misalnya perumahan Citra Batam dulu, itu banyak orang asing yang beli,” katanya.

Tetapi saat ini, WNA yang ingin membeli properti di Indonesia harus berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 103 pasal 2 ayat 2 disebutkan bahwa warga negara asing yang diperbolehkan untuk membeli properti di Indonesia harus memiliki izin tinggal dan menetap di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Surat izin tinggal ini, biasa juga disebut sebagai Kitas (Kartu Izin Tinggal Terbatas). Untuk mendapatkan Kitas ini seorang WNA harus bekerja terlebih dahulu di Indonesia dan kartu ini wajib diperpanjang selama 2 tahun sekali. Dari aturan ini dapat juga dipahami bahwa WNA yang ingin membeli properti harus bekerja terlebih dahulu di Indonesia, jadi motivasi mereka untuk membeli properti bukan untuk di investasikan namun untuk ditinggali.

“Kalau masalah nilai rumah yang harus dibeli, tidak menjadi persoalan untuk orang asing yang penting mereka mau prosedurnya dipermudah saja,” katanya.

Sementara itu Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mengatakan bahwa memang investor juga harus dimudahkan dengan kepemilikan properti di Batam. Ia mengapresiasi BP Batam yang tegas mengatakan bersedia menjadi penjamin bagi WNA yang ingin memiliki properti di Batam. Dan ia berharap BP Batam bersama pengusaha bisa satu suara untuk memperjuangkan ini ke pusat.

“Kita apresiasi BP Batam dalam hal ini. Dan harapan kita memang, ada kemudahan yang diminta REI ini,” katanya.  (RIFKI SETIAWAN L-ALFIAN LUMBAN G, Batam)

Batam Archery League Hidupkan Semangat Kompetisi Atlet Panah Batam dan Kepri

0

batampos.co.id – Sebanyak 111 atlet panah dari 10 klub panah di Batam dan Kepri berlaga menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kejuaraan betajuk Batam Archery League 1st Round of 2018 yang digelar di Lapangan Yonif Tuah Sakti Tembesi, Batam, 15 dan 22 April. Dalam kejuaraan ini atlet panahan dari klub Batam Archery Center (BAC) mampu mendominasi perolehan medali.

Panitia pelaksana dan wasit Batam Archery League (BAL) Ilham Maulana mengaku terkejut dengan antusiasme peserta turnamen.

“Awalnya kami hanya menargetkan 50 peserta saja. Ternyata membludak hingga 100 lebih peserta,” jelasnya.

“Kejuaraan ini terselenggara atas kerjasama Batam Archery Center (BAC) dengan Tuah Sakti Archery Center (TSAC). Peserta berasal dari klub-klub di Batam, Bintan, Kundur, dan Karimun. Selain itu turnamen ini juga didukung oleh Yonif Raiders, dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Batam. Dan rencananya turnamen ini akan digelar sebanyak tiga kali dalam setahun,” ungkap Ilham.

Kejuaraan ini, lanjut Ilham, dimaksudkan sebagai sarana pencarian bibit baru atlet panah Kepri. “Selain itu juga untuk menghidupkan semangat berkompetisi baik dalam hal prestasi maupun hobi,” tuturnya.

Tak cuma itu, Ilham juga menjelaskan jika penilaian peserta yang mengikuti kejuaraan ini terbagi dalan dua tahap. “Pertama peserta akan dinilai per event, dan yang kedua nilai yang diperoleh peserta dalam setiap event akan diakumulasikan menjadi perolehan akhir Desember mendatang,” paparnya.

Dalam turnamen ini peserta akan memperebutkan medali dan beberapa hadiah yang akan diberikan bagi peserta yang meraih poin tertinggi di akhir tahu nanti. “Untuk setiap event yang digelar peserta akan diberikan medali. Sedang di akhir musim panitia dan vendor dari Singapura memberikan hadiah berupa perlengkapan atlet,” jelas Ilham.

“Selain itu hasil skoring peserta akan didata dan publish untuk menentukan peringkat dan rangking,” tambahnya.

Kejuaraan ini, bagi Ilham, menjadi babak baru dalam program pembinaan atlet panahan di Batam dan Kepri. “Metode klasik dalam pencarian bibit atlet panah adalah menggunakan sistem seleksi atau penjaringan. Dan ini tak bisa maksimal,” katanya.

“Dengan adanya turnamen ini atlet2 berbakat di Batam dan Kepri bisa dipantau perkembangan preatasinya,” seru Ilham.

Selain itu, tambah Ilham, kejuaraan ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi peserta dan klub dari luar Batam dalam menggelar turnamen serupa. “Kejuaraan ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi rekan-rekan di daerah lain untuk menggelar kejuaraan serupa di wilayahnya masing-masing,” ucapnya.

Ilham berharap seiring dengan penyelenggaraan turnamen ini muncul dan tumbuh atlet-atlet panahan baru di Batam dan Kepri. “Semoga muncul bibit baru atlet panah dari Batam dan Kepri yang bisa memberikan prestasi maksimal di tingkat nasional dan Internasional,” jelasnya.

“Selain itu juga meminta peran aktif pemerintah dalam membantu mengembangkan cabang olahraga panahan di Batam dan Kepri. Yakni dengan memberikan fasilitas berupa venue untuk kejuaraan-kejuaraan panah di Batam dan Kepri,” pinta Ilham.

Batam Archery League ini mempertandingkan sebanyak tujuh nomor.

“Yakni Bow 15m putra, Standart Bow 20m putra, Standart Bow 30m putri, Standart Bow 40 m putra,
Compound 50m putra, Barebow 20m putra, dan Barebow 20m putri,” ujarnya.

“Dan dalam kejuaraan seri pertama ini atlet panah BAC banyak yang menjadi juara di beberapa nomor yang diperlombakan,” seru Ilham.

Dalam kategori Bow 15m putra, Syahdan Syahrudin (BAC) berhasil meraih peringkat pertama. Sementara peringkat kedua didudki oleh Taftazani Aria Santoso (Toko HariHari Archery). Peringkat ketiga disabet oleh Kenjiro Ramadham Armani (BAC)

Sedang di nomor Standart Bow 20m putra, atlet panah dari BAC berhasil menyapu bersih gelar juara. Peringkat pertama diduduki oleh Muhammad Farhan, peringkat dua Arvy Fadhil Firansyah, dan Satria Nurwijaya merebut tempat ketiga. Ketiganya berasal dari BAC.

Sementara itu di nomor Standart Bow 30m putri, Kembali atlet panah BAC merebut peringkat pertama, yakni Fandra Wimaputri Nirazizah. Peringkat dua dan tiga diduduku oleh atlet panah TSAC, yakni Dini Riski dan Wahyuni.

Di nomor Standart Bow 40m putra, atlet panah Winarno dari TSAC meraih peringkat pertama. sementara atlet BAC berada di peringkat kedua dan ketiga, yaitu Budi Darmawan Tanjung dan Arvy Fadhil Firansyah.

Untuk nomor Compound 50m putra, atlet panah BAC kembali sukses menyapu bersih gelar juara. Peringkat pertama diduduki oleh Ilham Maulana. Sedang Abdullah Sani dan Gathut Setyo Kuncoro masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga.

Sedang untuk nomor Barebow 20m putra, Hendra Dendy dari BAC berhasil meraih peringkat pertama, sementara Muhammad Sufi’i juga dari BAC berada satu tingkat dibawahnya. Dan Peringkat ketiga diraih oleh Rian Hermawan dari TAC Kundur.

Terakhir di nomor Barebow 20m putri, Sola Derita dari HTAC menduduki peringkat pertama, sedang peringkat kedua diraih oleh Yulastri juga dari HTAC. Dan atlet panah Liza Rickyani dari Cakrawala menempati peringkat ketiga.(yan)

Cara Fenty Ajeng Radhini Jaga Komunikasi

0

batampos.co.id – Fenty Ajeng Radhini memiliki segudang kesibukan setiap harinya. Gadis kelahiran 26 tahun silam itu, tak hanya mengandalkan penghasilan kerja di salah satu bank swasta di Batam, untuk menambah pundi-pundi rupiahnya. Namun ia juga menjalankan bisnis make up.

“Melayani untuk berbagai acara, prewedding, pernikahan hingga wisuda. Ada bisnis foto bersama dengan tim saya juga,” katanya, Selasa (24/4).

Ia mengatakan sudah cukup lama menjalankan bisnis bergerak di bidang kecantikan dan estetika ini. Hal ini terlihat dari hasil-hasil karya Fanty bersama timnya melalui instagram.

Walaupun sibuk dan memiliki segudang kegiatan. Fanty selalu berusaha menjalin komunikasi dengan keluarganya.

“Saat ada libur aku sempetin untuk ngobrol bareng keluarga. Kadang saat makan malam atau menjelang tidur,” ucapnya.

Hal ini dilakukannya agar komunikasi dirinya dengan keluarga, baik ayah, ibunya atau adiknya tidak terputus. “Sebisa mungkin aku sempetin,” tuturnya.

Fanty mengatakan juga berusaha untuk selalu berolahraga setiap harinya. “Kalau tidak bisa, seminggu tiga kali. Lalu banyak-banyak minum air putih, biar selalu tampil bugar saat beraktivitas,” ungkapnya.

Dara kelahiran Batam ini mengungkapkan tidak bisa move on dari Kota Batam. Saat kuliah di Jawa, Fanty selalu kangen akan kota kelahirannya ini. “Suasananya itu beda. Disini aku belajar walaupun banyak suku, tapi tetap akur. Rata-rata teman aku dari suku yang berbeda-beda,” ucapnya.

Bagi anak muda Batam, Fanty berharap memanfaatkan keuntungan kota ini. Karena di kota ini, peluang menuangkan kreativitas positif dalam bentuk apapun terbuka lebar. “Batam itu dekat dengan negara tetangga. Dan anak-anak mudanya kreatif, pesan saya temukan bakat kita. Lalu kembangkan,” pungkasnya. (ska)

10 Nama Calon Anggota KPU Batam

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Tim seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri periode 2018-2023 mengumumkan nama-nama peserta yang lulus tes kesehatan dan wawancara di Tanjungpinang, Minggu (22/4) lalu.

“Untuk Kota Batam ada 10 nama yang lulus,” kata ketua tim seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota Kepri, Razaki Persada, Selasa (24/4).

10 peserta itu yakni,

  1. Herrigen Agusti,
  2. Jernih Millyati Siregar,
  3. Martius,
  4. Muhammad Sidik,
  5. Muliadi Evendi,
  6. Nofrizal,
  7. Sudarmadi,
  8. Syahrul Huda,
  9. William Seipattiratu,
  10. Zaki Setiawan.

“Batam paling banyak diantara kabupaten/kota lainnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, pengumuman tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan KPU Nomor 07 Tahun 2018 tentang Seleksi Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.

“Serta Keputusan KPU RI Nomor 35/PP.06-Kpt/05KPU/II/2018 tentang Petunjuk Teknis Seleksi Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota,” sebut Razaki.

Sementara untuk enam kabupaten/kota lainnya, dipilih masing-masing enam peserta yang lulus tes kesehatan dan wawancara calon anggota KPU Kepri. Seperti di Kabupaten Karimun, ada Eko Purwandoko, Fahrur Razi, Khalid, Konang Prijanto, Mardanus, dan Yudi Arrisandi.

Untuk Kabupaten Natuna, Junaedi Abdilah, H.Kamaruddin, Musalib, Risno, Soimin, dan Tina Yunila. Sedangkan enam nama di Kabupaten Tanjungpinang yaitu, Andri Yudi, Aswin Nasution, Edy Marta, Muhammad Hafidz Diwa Prayoga, Novira Damayanti, dan Susanty.

“Pengumuman lengkap dapat dilihat di website KPU Kepri (www.kepri.kpu.go.id). Bagi nama-nama yang lulus, selanjutnya mengikuti uji kelayakan dan kepatuhan oleh KPU RI,” pungkasnya. (nji)

85 Kelompok Tani Ramaikan Bazar Hasil Pertanian di Lapas Batam

0
Pegawai perempuan Lapas Kelas IIA Batam memperagakan pakaian ala petani saat hari bakti pemasyarakatan ke 52, Selasa (24/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam di Tembesi menggelar bazar dan pemeran hasil pertanian selama tiga hari dimulai, Selasa (24/4) pagi kemarin. Bazar dalam rangka memperingati hari bakti Lapas yang ke 54 itu melibatkan banyak pihak mulai dari Lapas dan Rutan se Kepri hingga kelompok tani serta pengusaha taman dan bunga dari berbagai penjuru kota Batam.

Bazar ini digelar di halaman depan Lapas dan dibuka secara resmi oleh wakil gubernur Kepri Isdianto yang didamping wali kota Batam Muhammad Rudi, Se.

Kalapas Batam Surianto menjelaskan, bazar tersebut merupakan rangkaian kegiatan Lapas Batam untuk menyambut peringatan hari bakti Lapas ke 54 yang jatuh pada tanggal 27 April mendatang. “Ini salah satu dari sekian banyak kegiatan yang kami gelar. Mulai dari kegiatan sosial menyambangi panti asuhan sampai kegiatan olaraga dan perlombaan karya seni yang melibatkan warga binaan. Puncaknya tetap pada hari halnya nanti,” ujar Surianto.

Untuk bazar dan pemeran hasil pertanian ini, pihaknya menggandeng kerja sama dengan 85 kelompok tani serta puluhan pengelolah kebun dan taman di kota Batam. “Mereka ini terlibat langsung dengan Lapas. Mereka membina warga binaan untuk bercocok tanam, merawat bunga dan lain sebagainya,” kata Surianto.

Selain itu ada juga dari kelompok atau pelaku usaha pembuatan kue dan kerajinan tangan lain yang turut membantu warga binaan untuk bisa hidup mandiri. “Semua yang mendukung kegiatan dalam Lapas kami libatkan termasuk pemerintah daerah (Pemko dan Pemprov Kepri),” ujar Surianto.

Bahkan untuk saling melangkapi satu sama lain, kegiatan ini juga melibatkan hasil karya warga binaan dari Lapas dan Rutan di seluruh Kepri. “Tujuannya hanya satu, agar warga binaan semakin terpacu kedepannya. Hasil karya mereka dihargai tentu akan ada kebanggan tersendiri sehingga mereka termotifasi untuk lebih kreatif lagi,” kata Surianto.

Isdianto dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut. Dia berharap agar warga binaan semakin kreatif kedepannya sehingga mereka memiliki keahlian untuk melanjutkan hidup saat bebas nanti. “Ini sesuai dengan program revolusi mental. Setiap orang harus bisa mandiri tak terkecuali kawan-kawan dalam lapas atau rutan. Pemerintah pada dasarnya selalu mendukung dan untuk kegiatan ini saya rasa sangat baik,” ujar Isdianto.

Pantauan di lokasi, bazar tersebut benar-benar memberikan warna tersendiri bagi Lapas Batam. Lingkungan Lapas yang biasanya tandus dan gersang jadi hijau seketika. Sekeliling halaman lapas berjejer berbagai tanaman baik untuk tanaman hias ataupun tamanan hasil pertanian. Begitu juga dengan aksesoris hasil kerajinan tangan juga berjejer di deretan stand hasil kerajinan tangan warga binaan Lapas dan Rutan seKepri.

Harga jual barang yang dipajang di lokasi bazar itu bersaing dengan harga di pasar pada umumnya. Untuk bunga hias juga tersedia tanaman bonsai dengan harga jual hingga Rp 25 juta. Begitu juga dengan stand hasil pertanian lengkap dengan berbagai barang hasil pertanianan seperti sayur, cabai, pisang, singkong dan lain sebagainya. (eja)

Pengadaan Kantong Sembako Habiskan Rp 3 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno angkat bicara terkait polemik pembagian sumbangan oleh Presiden Joko Widodo. Pengadaan kantong wadah sembako yang nilainya miliaran rupiah dan didanai uang negara, menurut Pratikno tidak melanggar karena diambil dari dana operasional presiden.

Pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan, pagu anggaran pengadaan kantong tersebut mencapai Rp 3 miliar. Lelang pengadaan tersebut dilakukan Kemensesneg pada 20 April 2018.

Pratikno mengungkapkan, pengadaan tas sembako dilakukan melalui pos anggaran bantuan kemasyarakatan yang bersumber dari dana operasional presiden. Dana operasional sendiri bukan hal yang baru, melainkan sudah ada sejak era presiden sebelumnya.

“Itu sudah sejak zaman dulu kala sudah ada. Cuma penggunaannya saja sudah beda-beda,” kata Pratikno di Gedung Krida Bakti, Kemensesneg, Jakarta, Selasa (24/4).

Karena itu, Pratikno meminta hal itu tidak dijadikan polemik. Apalagi, penggunaan dana operasional presiden dilakukan secara terbuka.

“Bapak Presiden menggunakannya, ini kan terbuka, semua orang tahu siapa yang menerima. Dan kami akuntabel untuk administrasi,” paparnya.

Kritikan atas dana pengadaan kantong bantuan itu dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon. Dia menuduh pengadaan tas sembako dan operasi sebar sembako yang dilakukan Presiden Jokowi terkait dengan Pilpres 2019.

”Dia (Jokowi) melakukan kampanye terselubung menggunakan uang negara. Jadi enggak boleh lah itu, dan harus dihentikan,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, upaya itu bisa saja dianggap sebagai curi start kampanye. Hal tersebut bisa menjadi pelanggaran, sebab masa kampanye baru bisa dilakukan seusai penetapan pasangan calon di pilpres, yakni pada 23 September nanti. ”Ini presiden rasa capres. Jadi jangan sampai presiden tapi bertindak sebagai capres,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengatakan, apa yang dilakukan Jokowi masih ada dalam kapasitasnya sebagai presiden. Sehingga tidak ada pelanggaran.

“Sampai sekarang belum ada capres,” ujarnya.

Mantan wali kota Solo itu baru terikat dengan norma hukum pemilu jika benar-benar sudah menjadi calon presiden. Oleh karenanya, jika sudah masuk masa kampanye, dia mengingatkan agar tidak ada pengadaan bersumber APBN untuk aktivitas yang menampilkan citra diri.

“Kalau saat kampanye nanti tentu jelas dilarang, kalau saat ini karena per definitif belum ada capres maka kita tidak bisa menerapkan pasal (pelanggaran) kampanye,” katanya. (far/bay/ang/JPG)

Sekali Panen, Petani Batam Bisa Hasilkan Puluhan Ton Cabai dan Sayur

0
Pegawai perempuan Lapas Kelas IIA Batam memperagakan pakaian ala petani saat hari bakti pemasyarakatan ke 52, Selasa (24/4/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kelompok Tani Batam mengaku cukup siap untuk menjamin kebutuhan sayur dan komoditi di Batam. Ini disampaikan oleh sejumlah kelompok tani saat mengikuti bazar dan pameran hasil tani di halaman Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Batam di Tembesi, Sagulung, Selasa (24/4).

Sanan pengurus kelompok Tani Permai dari pulau Galang menuturkan, setiap anggota kelompok tani Permai mampu menghasilkan 10-15 ton cabai atau sayur dalam sekali panen untuk ukuran lahan pertanian seluas satu hektare. Hasil panen yang cukup bagus ini diakui mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di Batam sebab dalam kelompok tersebut ada 21 anggota. “Setiap anggota rata-rata kebunnya diatas setengah hektar. Kalau ditotalkan semua (hasil panen) sangat banyak,” ujar Sanan.

Memang dalam prakteknya tentu ada hambatan namun sebab tidak sedikit tanaman mereka gagal panen karena berbagai faktor, namun jika usaha tersebut benar-benar didukung pemerintah tentu Batam tak perlu mendatangkan sayur dan komoditi dari luar.”Seratusan ada kelompok tani di Batam ini. Kalau benar-benar dikelolah dengan baik tentu bisa menjamin stok sayur dan cabai di Batam ini,” kata Sanan.

Senada disampaikan oleh Imron petani lainnya di daerah Tembesi. Potensi Batam di bagian pertanian khususnya komiditi dan sayur cukup baik. Namun demikian petani belum bisa bekerja maksimal sebab dukungan dari pemerintah masih minim khususnya persoalan lahan. “Lahan masih sistem pinjam semua. Jadi agak susah mau fokus (ke pertanian),” ujarnya.

Dengan adanya bazar dan pameran tersebut para petani berharap agar diberi kemudahan dan dukungan dari pemerintah daerah sehingga usaha mereka berjalan dengan baik demi meningkatkan perekonomian di Batam. (eja)