Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12395

1.200 Prajurit TNI Akan Ditempatkan di Natuna

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, Natuna memerlukan penambahan pasar. Ini menyusul akan ada penempatan pasukan di Natuna.

Dikatakan Ngesti, berdasarkan informasi yang diterima, tahun ini TNI akan menempatkan sekitar 1.200 prajurit dari tiga kesatuan, yakni TNI AL, TNI AD, dan TNI AU di Natuna. Jumlah tersebut menurutnya harus didukung keberadaan pasar dan sarana penunjang lainnya.

Misalnya, di Desa Sepempang akan ada penempatan 800 prajurit Batalyon komposit TNI AD. Sementara di Sepempang tidak terdapat pasar untuk memenuhi kebutuhan. Ditambah jumlah masyarakat yang cukup ramai.

“Ada juga ditempatkan di Desa Setengar, karena penempatan prajurit marinir dan TNI AD, sekitar 200 orang, serta penempatan kompi Armed di Teluk Buton,” kata Ngesti, Jumat (6/4).

Kebutuhan dibangunnya pasar sangat penting. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak TNI agar membantu pembangunan. “Pasar harapannya dibangun TNI dan dikelola masyarakat, mudah-mudahan pihak TNI bersedia,” ujarnya.

Menurut Ngesti, keberadaan pasar sangat membantu masyarakat, terutama para petani sayur mayur. Pemberdayaan petani akan lebih optimal dengan kebutuhan pasar yang akan meningkat.

“Masyarakat didorong untuk memaksimalkan lahan dan industri pangan. Karena hasil pertanian lokal akan diperlukan dan jumlah kebutuhan semakin besar,” sebut Ngesti. (arn)

Serap Pokok Pikiran dari Kabupaten/Kota

0

batampos.co.id – Pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mulai terasa implementasinya. Pemerintah daerah setingkat kabupaten/kota kini diminta mengajukan pokok-pokok pikiran kebudayaan dari khazanah khas daerahnya.

Agar pekerjaan ini semakin mantap, Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Kepri didapuk sebagai koordinator lokakarya klaster 5 yang diikuti perwakilan dari provinsi Riau, Jambi, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Kepala BPNB Kepri Totok Sucipto menjelaskan, kegiatan lokakarya ini diselenggarakan serentak se-Indonesia dalam 20 klaster. “Dan BNPB Kepri menjadi koordinator klaster 5 di Tanjungpinang,” ungkap Totok, Kamis (5/4) malam di Hotel CK Tanjungpinang.

Lebih lanjut Totok menjelaskan, lokakarya ini juga bertujuan agar ketika pemasukan pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah dari masing-masing kabupaten/kota tidak terjadi kesalahan. Selain itu, pokok pikiran ini pula yang kelak akan menjadi pijakan dasar bagi pemerintah daerah menentukan kebijakan berkenaan kegiatan pembangunan kebudayaan di daerahnya.

“Jadi sudah ada dasarnya. Sudah terukur dan bisa dilihat dari lembar-lembar pokok pikiran ini,” jelas Totok.

Turut hadir sebagai narasumber kunci adalah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid. Dalam paparannya, Hilmar menjelaskan pokok-pokok pikiran yang diajukan dari pemerintah daerah, kelak mestinya bisa menjadi pertimbangan kerja-kerja pembangunan dan pelestarian khazanah kebudayaan di masing-masing daerah.

Selain itu, sambung Hilmar, ke depannya, dari pokok-pokok pikiran ini juga dapat ditinjau tingkat urgensi dari masing-masing khazanah. Hal ini akan dibahas langsung dalam Kongres Kebudayaan yang diwacanakan akan dilangsungkan November mendatang.

“Jadi penyusunannya dari level kabupaten/kota harus sudah jelas dan tepat. Sehingga memudahkan ketika nanti diajukan sampai ke tingkat nasional,” ujar Hilmar.

Secara prinsip, pokok pikiran kebudayaan daerah adalah dokumen yang memuat kondisi faktual dan permasalahan yang dihadapi daerah. Diharapkan dari dokumen ini dapat menjadi acuan dalam pemajuan kebudayaan di masing-masing provinsi yang tergabung dalam klaster 5.(aya)

Tunggu Kehadiran Operator Selular

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas Jefrizal mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu operator selular yang akan menggunakan jaringan fiber optik Palapa Ring Barat (PRB).Menurutnya, berdasarkan informasi, operator selular yang akan memanfaatkan PRB yakni Telkomsel dan XL.

“Kemungkinan besar dua provider itu,” ungkapnya, Jumat (6/4).

Selain itu, ada juga PT Telkom yang akan memperkuat memperkuat kapasitas bandwidth mereka dengan menggunakan jaringan fiber optik PRB. Setelah itu, barulah semua operator ini akan memperluas jangkauan dan layanan yang pada gilirannya menambah pelanggan.

Dikatakannya, provider mana saja yang akan memanfaatkan PRB, harus menarik kabel dari NOC ke perangkat milik mereka. Ini yang masih dibahas. Pasalnya jika ditarik lewat darat, penempatan kabel harus digali. Sementara tanah di Tarempa banyak bebatuan. “Kalau digali susah, bisa jadi ditarik kabel melalui udara dengan memasang tiang,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama satu bulan terhitung sejak Menteri Kominfo Rudiantara datang 26 Maret lalu, jaringan 4G dipasang Telkomsel di NOC bisa dipakai untuk umum. Namun setelah itu, internet gratis tersebut akan ditutup. “Itu sebagai promosi,” ujarnya.

Sebelumnya, Rudiantara meminta pemerintah daerah memberikan kemudahan izin kepada provider mana saja yang akan memanfaatkan fiber optik Palapa Ring Barat.(sya)

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Gesa Pembangunan Masjid Agung Batam

0
Pekerja menggesa pembangunan Masjid Agung II sampai malam hari di Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (5/4). masjid Agung II ini bisa menampung jamaah sebanyak 15 ribu dan terbesar di Sumatra. Diperkirakan 2019 rampung pengerjaannya. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam terus menggesa pengerjaan Masjid Agung Batam yang berada di Tanjunguncang, Batuaji.

Kepala DCKTR Batam, Suhar mengungkapkan pengerjaan sudah berjalan 20 persen, tahun ini pihaknya menganggarkan sedikitnya Rp 94 miliar dengan target penyelesaian mencapai 40-45 persen di akhir 2018 ini.

“Alhamdulillah pengerjaan berjalan dengan lancar, cuaca juga mendukung pengerjaan,” kata dia, Jumat (6/4).

Ia menjelaskan sesuai dengan target tersebut, masjid yang mengusung konsep wisata ini sudah bisa dinikmati bangunan hingga kubah masjidnya di akhir tahun nanti.

“Target lainnya masjid ini sudah bisa masyarakat gunakan untuk salat id tahun depan,” ujar mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam ini.

Suhar menjelaskan masjid dibangun memiliki satu menara utama dan lima menara kecil. Selain bangunan utama masjid yang bisa menampung jamaah hingga 18.563 jamaah. Konsep wisata religi yang melekat pada Masjid Agung Batam ini mengharuskan masjid dilengkapi fasilitas yang bertaraf internasional.

Suhar menambahkan selain pengerjaan masjid Agung Batam, pihaknya juga tengah mempersiapkan rencana revitalisasi Masjid Raya Batam. “Ini juga tahun depan kami sudah mulai pengerjaannya. Sekarang desainya tengah kami persiapkan,” terangnya.(yui)

Batam Pos Sambangi BUBU Hang Nadim

0
Direktur BUBU Hang Nadim (kiri tengah), Suwarso berjabat tangan dengan GM Batam Pos, Guntur MS.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Jajaran Batam Pos menyambangi Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim, Jumat (6/4). Kedatangan Batam Pos disambut langsung oleh Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso.

“Kedatangan kami ke sini dalam rangka silaturahmi,” kata General Manager Batam Pos, Guntur Marchista Sunan, Jumat (6/4).

Ia mengatakan sejak pertama kalinya menjabat sebagai GM Batam Pos, ini untuk kali pertama dirinya menyambangi Kantor BUBU Hang Nadim. “Tak elok rasanya tidak bertemu dengan pengelola Hang Nadim,” ungkapnya.

Selain silaturahmi, Guntur mengatakan maksud kedatangannya untuk menjalin kerjasama dengan BUBU Hang Nadim. Karena menurutnya Hang Nadim sebagai gerbangnya Kota Batam, sehingga perlu menjalin kemitraan.

Maksud kedatangan jajaran Batam Pos ini disambut baik oleh Direktur BUBU Hang Nadim. “Kami sangat mendukung dan dalami lagi,” ucapnya.

Walau begitu, kata Suwarso pihaknya tentu akan melaporkan hal ini terlebih dahulu ke BP Batam.

“Kalau niatnya baik, yang sulit jadi gampang. Sama-sama support kita ke depannya,” ujarnya.

Ia menyampaikan Bandara Internantional Hang Nadim sendiri memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan bandara lainnya. Bandara lain yang operasionalnya dari Kemenhub, sedangkan Hang Nadim satu-satunya bandara dikelola oleh BUBU. “Namun tetap satu kesatuan dengan BP Batam,” ucapnya.

Agar kerjasama ini terjalin baik dan lancar, Suwarso mendatangkan GM Marketing dan Manager Retail Hang Nadim.

Dalam silaturahmi ini juga dihadiri oleh Pimred Batam Pos M Iqbal, Manager Iklan Try Agus dan Manager Pemasaran Herianton. (ska)

Oknum Polisi Segera Disidang Etik

0
Ucok Lasdin Silalahi. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi menegaskan, setelah diperiksa Propam, dua anggota Polres Tanjungpinang yang mengonsumsi pil ekstasi akan menjalani sidang etik. Kedua oknum tersebut akan dihukum sesuai kesalahannya.

”Iya, dua oknum polisi tersebut segera disidang disiplin,” ujar Kapolres, Jumat (6/4).

Dari hasil pemeriksaan dan tes urine yang dilakukan Sat Resnarkoba Polres Tanjungpinang, kedua nya mengaku mengonsumsi narkoba jenis ekstasi. Namun, saat keduanya diamankan, tidak ditemukan barang bukti narkoba.

”Hanya satu yang positif, satu lagi negatif. Tapi keduanya mengaku pake,” kata Ucok.

Sebelumnya, terungkap dua anggota polisi diperiksa Propam Polres Tanjungpinang terkait penggerebekan pesta narkoba, dimana tersangka mengaku mendapatkan narkoba dari oknum polisi.

Namun menurut hasil pemeriksaan, dua polisi yakni Brigadir WF dan Briptu ED tidak berkaitan dengan pesta narkoba tersebut. Keduanya hanya terbukti mengkonsumsi ekstasi.(odi)

Polri Ingatkan KPU Segera Cadangkan Data

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Brigadir Jenderal Polisi Afiandar dari Mabes Polri meninjau kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang menyambut hajatan besar pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 Juni mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, satu hal yang mendapat sorotan adalah sistem pengamanan di kantor dan juga kesiagaan dalam menjalani tahapan demi tahapan. Di antara yang mendapat perhatian Afiandar adalah keamanan data yang ada di Sekretariat KPU. ”Harus ada antisipasi kalau terjadi masalah yang tak diinginkan seperti kebakaran atau lain hal,” katanya.

Ditanya sedemikian, Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria menjelaskan, data-data KPU Tanjungpinang semua sudah dicadangkan ke server yang tersambung ke KPU RI. Sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan perihal sekuritas dan kesiagaan cadangan data.

Dipesankan Afiandar, KPU Tanjungpinang juga mesti menjaga koordinasi yang apik dengan pihak kepolisian. Bagaimana pun, kata perwira bintang satu ini, kepolisian adalah mitra tak terpisahkan KPU Tanjungpinang dalam menyukseskan helatan Pilkada yang sudah dalam hitungan bulan ini. ”Jika ada komunikasi yang tidak lancar, maka hubungi saya,” ujarnya.

Robby menyatakan sejauh ini hubungan Polres Tanjungpinang dengan penyelenggara Pilkada seperti KPU dan Panwaslu cukup baik. ”Alhamdulillah, segalanya masih on the track,” pungkas Robby.(aya)

Tak Sesuai Dokumen, Kontainer Berisi Ponsel dan Rokok

0

batampos.co.id – Delapan dari puluhan peti kemas yang dibongkar jajaran Polda Kepulauan Riau di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Bintan Timur, Bintan, Jumat (6/4), ternyata berisi rokok tanpa merek. Selain itu ada juga yang berisi telepon seluler (ponsel), kosmetik, dan garmen. Semuanya tanpa dokumen.

Sekitar pukul 14.00 WIB, lima kontainer dibawa ke Mapolres Bintan dengan pengawalan mobil patroli Satuan Lalu Lintas Polres Bintan. Sedangkan tiga lainnya masih berada di Pelabuhan Sei Kolak Kijang dengan kondisi diberi garis polisi.

Menurut salah satu pekerja bongkar muat Pelabuhan Peti Kemas Sei Kolak yang enggan disebutkan namanya, barang yang berada di dalam kontainer itu berasal dari Batam.
“Kayaknya dari Batam. Isinya rokok tanpa merek, telepon selular (ponsel), kosmetik, dan garmen. Barang-barang tersebut diamankan karena tidak sesuai dengan dokumen,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga kontainer yang berisi sepeda motor Harley Davidson berpelat D asal Bandung, Jawa Barat. Hanya saja motor gede itu memiliki dokumen yang sesuai.
Kasubdit 1 Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Aris Rusdianto ketika dihubungi Batam Pos membenarkan jika pihaknya sudah mengemankan delapan kontainer. “Sudah dipindahkan ke Mapolres,” kata dia.

Ketika ditanya isi kontainer yang di-police line, ia enggan menyebutkan. “Nanti diekspos Pak Kapolda di Polres Bintan. Rencananya Senin (9/4). Sekarang masih lidik,” ujarnya.

Kasat Reskim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan mengatakan, lima kontainer sudah di Polres Bintan. Tiga lagi masih di Pelabuhan Kijang menunggu crane untuk dipindahkan ke Mapolres. Kasus ini, kata dia, domain Polda Kepri. “Kita cuma membantu saja,” katanya.(met)

MT Bintang Dicurigai Dipakai untuk Merompak

0
Kapal Tanker MT Bintang diamankan TNI AL di Dermaga Fasharkan Mentigi, Tanjunguban, Selasa (3/4). F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Pihak Lantamal IV Tanjungpinang bersama Lanal Batam terus mengembangkan kasus pelanggaran pelayaran kapal tanker MT Bintang yang diamankan di Perairan Tanjunguban, Bintan, Selasa (3/4) lalu. Dugaan sementara kapal tanker seharga Rp 20 miliar tersebut akan dijual di Out Port Limited (OPL).

Danlantamal IV Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno melalui Danlanal Batam Kolonel Laut Iwan Setiawan menyampaikan, dugaan awal kapal tanker MT Bintang akan berlayar ke Jakarta. Namun dalam pengembangan sementara, kapal justru dilarikan ke perairan lepas.

Ada kecurigaan setelah di OPL, kapal dijual untuk digunakan dalam aksi kejahatan lainnya, seperti aksi perompakan atau penyelundupan. ”Ini jaringan, apalagi (harga) kapal bukan murah. Sekitar Rp 17 hingga Rp 20 miliar. Ada indikasi kapal akan dijual atau untuk mengangkut minyak ilegal untuk dijual,” ujarnya.

Iwan menegaskan, Danlantamal IV Tanjungpinang telah menginstruksikan kepada seluruh kepala satuan kapal ikut mengawasi kapal yang melanggar aturan pelayaran. Seperti kapal tanker MT Bintang yang berlayar tanpa dokumen resmi dari Syahbandar. ”Banyak kapal kapal seperti ini yang seliweran di perairan Kepri,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya yang berhubungan dengan pelayaran. ”Kita akan minta data-data kapal yang akan berlayar untuk mengantisipasi aksi kejahatan di laut,” tegasnya.

Sebelumnya, Tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil mengamankan kapal tanker karena mencurigakan. Tim WFQR sempat memeriksa dokumen pelayaran kapal ini. Ternyata kapal tersebut tidak dilengkapi Surat Izin Berlayar (SIB) dari Syahbandar.

Pihak TNI AL juga memeriksa lambung kapal dan diketahui jika kapal MT Bintang merupakan kapal eks MT Prosper. Dalam pemeriksaan itu, beberapa bagian kapal terlihat berbeda seperti nomor IMO yang berada di anjungan tak terdaftar dan dokumen kapal yang berbendera Malabo tidak sesuai.

Akhirnya kapal tersebut diamankan Tim WFQR untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk tujuan perubahan lambung dan lainnya. (met)

Di Indonesia ada 47 Ribu Media

0

batampos.co.id – Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo meyakini banyak pers maupun perusahaan pers abal-abal yang tumbuh subur di Indonesia.

Dengan jumlah media sebanyak 47 ribu kini, Indonesia menjadi negara terbanyak jumlah medianya.

“Saya yakin kemungkinan 80 persen dari jumlah itu bukan perusahaan pers, banyak diantara mereka LSM, organisasi preman dan pers jadi-jadian,” kata Yosep usai menjadi pemateri pada acara Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri dan Dewan Pers di Ibis Hotel Seraya, Kamis (5/4/2018).

Menurutnya, biasanya pihaknya mengambil untung dari kemerdekaan pers menjadi tameng, hingga membuat artu pers sendiri agar ada dapat ditakuti.

“Padahal di luar itu tak tahu menulis berita, bahkan lead tak paham,”kata dia.

Ia menyampaikan, Kepri menjadi salah satu daerah yang medianya tumbuh subur, terutama media daring. Salah satu pengalamannya yakni terjadi di Tanjungbalai Karimun, ia mengaku heran kabupaten tersebut jumlahn warganya hanya 172 ribu, namun dalam satu acara konperensi pers yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Karimun yang hadir ada 500 wartawan dengan pengakuan latar belakang perusahaan pers yang berbeda. Padahal yang diundang kala itu hanya 30 media, mau tidak mau 470 orang membuat absensi sendiri.

“Ujung-ujungnya ketika pulang pada minta uang transport ,minta macam-macam, goody bag. Yang jadi persoalan apakah mereka wartawan atau punya media,” ucap dia.

Yang paling menonjol adala media yang sengaja menggunakan nama ang swerupa dengan lembaga negara tertentu, padahal Dewan Pers sendiri telah melarang menggunakan nama seperti lembaga negara tertentu. Bebera[pa yang ia sebut seperti, BIN (Berita Investigasi Nasional) lalu Berita NArkotika NAsional (BNN). Ironisnya, mereka kerap menyertakan lambang yang identik dengan lambang negara.

“Kami sudah keluarkan edaran tak boleh pakai nama KPK, ICW, Sergap, Interpol. Yang kayak gini-gini ini, kalaua da masalah tak mau kami prose, ada masalah kami arahakan ke polisi saja. Pidana,” tegasnya.

Bahkan kerap media-media seperti itu menyertakan nama-nama tokoh tertentu sebagai dewan pembina juga pengurus. Dan untuk meyakinkan publik mereka kerap menyatakan diri mitra strategis lembaga pemerintah.

“Bahkan ada media Istana, pembina presiden, saya telepon ke Istana memang tak ada. Ada juga mitra strategis Polri, TNI, KPK, Dewan Pers. Lah saya tak pernah kasih izin, saya keberatan juga,” katanya.

Di Kepri, yang merupakan jalur emas Indonesia kerap dimanfaatakn oleh media yang tidak bertanggungjawab seperti ini. Bahkan , laporan tentang pers yang masuk ke Dewan Pers mencapai 30 hingga 40 aduan setiap bulannya.

“Artinya di sini adalah tempat basah secara ekonomis sekaligus kotor dan tumbuh kejahatan, tempat kotor ikan sapu tumbuh sehat. Analogi say ini bisa dilihat , banyak media nubruk pakai nama BNN , Buser, KPK dan sejenisnya,”imbuhnya.

Secara nasional, dari jumlah 47 ribu, yang terverifikasi cukup sedikit dibnading jumlah tersebut,s ebut saja media cetak sebanyak 3 ribu hanya 321 yang terverifikasi, 43.300 media daring yang terverifikasi hanya 168 media. Ia menyampaika, hingga akhir tahun 2018 ini setiap media diberi kesempatan untuk mengikuti verifikasi, jika tidak tidak akan dianggap sebagai masyarakat pers.

“Semua orang bisa jadi wartawan tapi silahkan ikut uji kompetensi, perusahana bikin pelatihan dan ikut organisasi wartawan. Di luar itu kami verifikasi perusahan pers, kami mendorong indoseai punya database tentang perusahaan pers di Indonesia,”pungkasnya (adi)