batampos.co.id – Forum Silaturahim Dewan Kemakmuran Masjid Batam bersama Pemerintah Kota Batam menggelar Batam Mengaji, Sabtu (12/5) mendatang. Acara ini menargetkan 20 ribu umat muslim bisa bergabung.
Ketua Panitia, Sawindu Yudha mengatakan menyambut bulan suci Ramadan pihaknya bersama Pemko Batam ingin menyambut bulan yang penuh berkah dengan kegiata mengaji.
Ia menjelaskan acara akan dilaksanakan di Dataran Engku Putri, Batamcenter. Acara akan dimulai pukul 15.00 WIB dan diawali dengan salat Ashar bersama di Masjid Raya Batam.
“Mengajinya kami mulai jam 16.00-18.00 WIB. Selama dua jam tersebut jamaah akan mengaji dengan dipandu salah satu peserta nantinya,” kata dia.
Tidak saja umat muslim Batam, pihaknya juga mengundang umat muslim yang ada di Malaysia dan Singapura untuk bergabung. Nanti di tengah dataran akan ada koreografi yang membentuk lazaf Allah dari barisan umat.
“Jadi jamaah yang hadir akan membentuk lafaz Allah. Kami berusaha mengadirkan event yang sangat besar, biasanya mengaji hanya delapan ribu jamaah, kali ini kami mencoba mengundang 20 ribu jamaah,” beber Yudha.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Erizal mengatakan sangat menyambut baik kegiatan yang penuh berkah ini.
“Momenya sangat pas, apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Kabag Humas dan Protokal Pemko Batam, Yudi Admaji mengungkapkan dalam acara Batam mengaji ini Pemko Batam sangat mendukung. sebagai pemerintah kota pihaknya membantu penyediaan tenda hingga sound system selama acara.
“Kami mengimbau seluruh umat muslim yang ada di lingkungan Pemko Batam untuk hadir dan membawa Al-quran dan alas tempat duduk sendiri,” tambahnya. (yui)
batampos.co.id – Angka pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I Tahun 2018 adalah sebesar 4,47 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, capaian tersebut menempatkan Provinsi Kepri berada pada urutan ke 29 dari 34 Provinsi di Indonesia. Meskipun demikian, BPS mengklaim perolehan tersebut sedikit lebih baik pada priode yang sama, tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di triwulan I 2018 tumbuh sebesar 4,47 persen, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Kepri Zunadi menjawab pertanyaan media di Kantor BPS Kepri, Tanjungpinang, Senin (7/5).
Menurut Zunadi, angka ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2017 lalu. Pasalnya pada priode tersebut pertumbuhan ekonomi Kepri hanya sebesar 2,02 persen. Bukan hanya itu, sema pada triwulan IV 2017, posisi Kepri berada di urutan 33. Tetapi pada tahun 2018 ini, naik tiga strip.
“Di triwulan I tahun 2018 perekonomian Kepri mengalami kontraksi sebesar -0,93 persen bila dibandingkan denga triwulan IV tahun 2017,” paparnya.
Dijelaskannya, adapun kategori yang mengalami kontraksi terdalam yakni administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib -23,26 persen. Kemudian pada kategori pengadaan listrik dan gas -6,70 persen, pertanian kehutanan dan perikanan -6,25 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum -5,87 persen, real estate -5,81 persen, transportasi pergudangan -4,38 persen, dan industri pengolahan -1,42 persen.
“Sedangkan kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi yakni jasa lainnya sebesar 4,44 persen, konstruksi 3,22 persen, dan jasa perusahaan 2,30 persen,” paparnya lagi.
Lebih lanjut katanya, pada triwulan I tahun 2018 ini industri pengolahan memiliki andil terbesar sebagai penopang struktur ekonomi Kepri yakni sebesar 35,92 persen. Kemudian diikuti sektor konstruksi sebesar 18,37 persen, dan sektor pertambangan penggalian sebesar 16,05 persen. Kategori industri juga menjadi penyumbang tersebesar penopang pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan I tahun 2018 ini yakni sebesar 0,56 persen. Diikuti sektor perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,13 persen.
“Terakhir dari sektor pertambangan dan penggalian sebesar 0,05 persen,” jelasnya.
Ditambahkannya, berdasarkan prediksi, pada triwulan II pertumbuhan ekonomi Kepri akan lebih menjanjikan. Pasalnya menjelang lebaran Idul Fitri 1439 H. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah tingkat daya beli masyarakat. Karena adanya Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima.
“Tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat disaat puasa dan lebaran akan turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di triwulan II nanti,” tutup Zunadi.
Seperti diketahui, Gubernur Kepri, Nurdin mengatakan, dari revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri, adapun target pertumbuhan ekonomi Kepri di tahun 2018 ini adalah 4,5 persen sampai 5 persen. Ia yakin, target tersebut akan tercapai sampai akhir tahun nanti. Apalagi ia melihat ada tren perbaikan ekonomi dari berbagai sektor.
“Kita terus berupaya untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Kepri. Yakni pertumbuhan ekonomi harus mencapai diatas 5 persen,” ujar Gubernur Nurdin.(jpg)
batampos.co.id – Keinginan Pemprov Kepri untuk menambah 400 personel pegawai melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih belum ada penjelasan sampai saat ini. Meskipun rincian kebutuhan tersebut sudah disampaikan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
“Kita masih menunggu penjelasan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB),” ujar Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Pemprov Kepri, TS. Arif Fadillah akhir pekan lalu.
Pria yang duduk sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri tersebut menjelaskan, Kemenpan RB yang punya kewenangan untuk mengkaji lebih lanjut atas usulan yang sudah disampaikan ke BKN. Ia berharap, formasi yang disetujui adalah sesuai dengan yang telah diusulkan. “Prioritas kita adalah guru dan tenaga kesehatan,” tegas Arif.
Mantan Sekda Karimun itu, juga menjelaskan, formasi-formasi yang diajukan adalah terdiri dari 98 untuk tenaga kesehatan, 193 guru, dan 109 tenaga administrasi umum. Seperti informasi teknologi, planologi, keuangan dan sebagainya.
“Khusus bagi guru, kita tentu ingin membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Haparan kita tentunya, tenaga pendidik di daerah-daerah terdepan diberikan peluang lebih untuk menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN),” papar Arif.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri bijak dalam membuat keputusan penerimaan CPNS 2018 ini. Politisi Partai Golkar tersebut berharap, yang harus diprioritaskan adalah nasib Guru Tidak Tetap (GTT) Provinsi Kepri.
“Khusus penerimaan CPNS untuk guru, ada baiknya memberikan ruang GTT Kepri untuk diangkat menjadi CPNS,” ujar Teddy, kemarin.
Menurut Legislator Dapil Tanjungpinang tersebut, ada lebih kurang 2.000 GTT yang dibawah tanggungjawab Pemprov Kepri. Apalagi GTT yang berada di daerah-daerah terdepan, harus mendapatkan prioritas utama. Masih kata Teddy, GTT saat ini adalah orang-orang terpilih yang dinyatakan sudah memenuhi syarat verifikasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kepri.
“Memang untuk mengakomodir semua membutuhkan waktu yang panjang. Tetapi bisa dilakukan secara bertahap. Peningkatkan status tersebut adalah merupakan sesuatu yang wajar, apalagi bagi mereka yang sudah berkorban untuk sebuah pengabdian,” paparnya.(jpg)
Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus BKKBN Nerius Auparay memberikan sambutan sekaligus membuka pertemuan Regional BKKBN di Hotel Harris Batamcenter, Senin (7/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat menggelar pertemuan regional penguatan tim pelayanan KB bergerk dalam SJSN kesehatan di Hotel Harris Batam Kota, Senin (7/5) sore. Pertemuan regional ini dihadiri langsung oleh Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus BKKBN pusat, Nerius Auparay. Menurut Nerius, pertemuan regional tersebut tak hanya dilakukan di regional tiga saja yakni Batam. Pertemuan serupa sebelumnya juga sudah digelar di Balikpapan untuk wilayah timur dan regional dua di Depok Jabar. “Pertemuan ini digelar untuk meningkatkan pelayanan KB Bergerak. Ini berkaitan dengan hampir semua organisasi perangkat yang mengelola program KB dan pembangunan keluarga. Hal tersebut kami dukung dengan keberadaan mobil yang kami namakan dengan mobil Muyan. Makanya ada istilah KB Bergerak. KB Bergerak ini semacam nanti ada tim khususnya. Kalau tim di daerah yang sulit dijangkau atau sulit diakses karena infrastruktur atau kondisi geografisnya susah dijangkau menggunakan mobil Muyan ini,” ujar Nerius. Jadi, lanjut Nerius, yang disebut dengan KB Bergerak adalah tim yang turun langsung ke daerah-daerah. Kalau daerah yang mudah djangkau dengan mobil pelayanan KB, mobil Muyanlah yang bergerak. Kalau ternyata sulit diakses menggunakan mobil, terpaksa tim sendiri yang turun. “Tujuan KB Bergerak ini untuk menggarap program KB dan pembangunan keluarga di daerah yang sulit di akses atau dijangkau. Termasuk di Kepri yang sebagian besar wilayahnya pulau-pulau. Jadi ini juga butuh sarana untuk pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan KB,” terang Nerius. Nerius berharap ke depan pelayanan KB akan bisa ditingkatkan dan menjadi lebih baik lagi demi melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan ada program KB. “Masing-masing provinsi memang ada targetnya, tapi saya lupa berapa-berapa. Intinya dari pusat meminta kami untuk memaksimalkan pelayanan KB di kepulauan terluar, daerah tertinnggal serta daerah perbatasan seperti di Kepri,” kata Nerius mengakhiri. (gas)
batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengimbau umat Islam meramaikan masjid dan musala selama bulan suci Ramadan nanti. ”Ayo kita sama-sama menghidupkan suasana masjid dan musala di tempat tinggal kita dengan mengisi pengajian dan hal-hal yang positif,” ajak Apri, Selasa (7/5).
Selain hal itu dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menyalakan lampu pelita di lingkungan masing- masing supaya suasana bulan suci Ramadhan benar-benar terasa.
Tak hanya itu, Apri juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ukhuwah Islamiyah yang sudah terbina.
Umat muslim yang berada di Kabupaten Bintan diharapkan dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan dan menghindari isu sara karena bisa memecah belah masyarakat. Memasuki bulan suci Ramadan ia juga memita masyarakat khususnya umat Islam mampu bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa.
Saat ini Apri mengaku telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah di lingkungan Pemkab Bintan untuk melakukan gotong royong massal di lingkungannya masing-masing dan rumah-rumah ibadah.
”Saya harapkan ini bisa digerakkan camat, lurah sampai dengan Ketua RT dan RW sehingga tercipta suasana yang baik selama bulan suci Ramadhan,” tukasnya. (met)
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan hadiah pertama kepada perwakilan sanggar tari Mawar Tanjoeng, Sabtu (5/5). F. Humas Pemkab Karimun untuk batampos.co.id.
batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun menggelar Parade Tari Daerah di Panggung Rakyat Coastal Area, Sabtu (5/5) lalu. Acara dibuka oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama anggota DPR RI asal Kepri Dwi Ria Latifa. Parade tari yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata tersebut, digelar untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda tampil di publik dan berkreasi melalui kesenian tari.
”Melalui kesenian inilah kita dapat melestarikan kebudayaan Melayu dari generasi ke generasi. Agar tidak tergerus dengan kesenian modern yang terus gencar masuk ke Indonesia,” kata Rafiq.
Sanggar yang terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Karimun untuk ikut dalam parade tari di tingkat Provinsi Kepri. Sanggar tari di Karimun saat ini dinilai cukup berbobot. Sudah ada sanggar tari yang eksis di luar Karimun dan diharapkan akan ada lagi sanggar tari yang ikut jejak sanggar tari yang sukses. ”Paling penting bisa menyalurkan bakat dan menghindari yang negatif,” kata Rafiq.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun H Zamri mengatakan, peserta yang ikut Parade Tari Daerah ada tujuh sanggar se-Karimun. Di antaranya Mahkota Kembar asal Karimun, Buket Sanjong asal Tanjungbatu, Kiambang Bertaut asal Moro, Angsana Dance asal Karimun, Sri Ungar asal Ungar, Pusat Latihan Seni Saujana asal Karimun dan Mawar Tanjoeng asal Tanjungbatu.
”Juara pertama diraih sanggar Mawar Tanjoeng asal Tanjungbatu. Mereka berhak mewakili Karimun untuk ikut tingkat Provinsi Kepri di Kabupaten Natuna bulan Juni. Dan diharapkan, bisa eksis di tingkat nasional nantinya,” harap Rafiq.
Juara kedua diraih Sanggar Tari Sri Unggar, juara ketiga Sanggar Angsana Dance, serta juara keempat Pusat Latihan Seni Saujana. Untuk kategori penata busana terbaik diraih oleh Sanggar Mawar Tanjoeng, untuk penata musik Sanggar Angsana Dance dan penata tari dari Sanggar Mawar Tanjoeng.
”Kita sudah terbukti dapat bersaing dengan sanggar tari di kota-kota besar. Melalui parade tari daerah inilah, bisa melahirkan penari-penari yang hebat dan handal,” ujarnya. (tri)
batampos.co.id – Sekitar 3 ribu orang pencari kerja memadati Multy Purpose Hall (MPH) kawasan Industri Batamindo, di saat yang sama ratusan pekerja melaksanakan demo menuntut Upah Minimum Sektoral (UMS) di depan Graha Kepri, Senin (7/5).
Dua pemandangan yang saling bertolak belakang ini, menjadi sebuah ironi baru di Kota Batam. Ratusan buruh menuntut upah yang bagus, saat ekonomi kurang baik. Sisi lain pencari kerja berharap mendapatkan pekerjaan, di kala lapangan kerja masih minim.
“Pencaker yang memadati MPH itu, untuk memperebutkan posisi 50 operator di salah perusahaan di Batamindo,” kata Ketua Koordinator HKI Kepriu OK Simatupang, Senin (7/5).
OK mengatakan pemandangan ini cukup miris. Ribuan buruh yang sudah memiliki pekerjaan tetap, namun keasikan berunjuk rasa menuntut Upah Minimum Sektoral. “Masih banyak rekan-rekan kita yang belum bekerja dan memerlukan pekerjaan,” ucapnya.
Ia meminta semua pihak, termasuk para buruh memikirkan ironi ini. Lowongan untuk 50 operator diserbu 3 ribu pencaker. “Ini dalam banget maknanya. Semua bisa memahami fenomena ini, angka pengangguran di Batam itu masih tinggi,” ujarnya.
Demonstrasi yang dilakukan para buruh, kata OK tidak akan menyelesaikan permasalahan. Malah dapat merusak iklim investasi yang dibangun semua pihak. Semua instansi, perusahaan, organisasi, selama ini kata Ok berusaha menjaga kondusifitas di Batam, demi mendatangkan investor.
“Saat ini sudah mulai membaik, janganlah menganggu dengan cara seperti ini (demo,red). Investor lari, dampaknya ke semua lini. Pekerja yang sudah ada kerjaan, bisa terancam kehilangan pekerjaan,” tuturnya.
OK meminta semua buruh berpikir tentang efek dari demo yang mereka lakukan. Karena demonstrasi yang dilakukan setiap hari, dapat menurunkan minat investor dapat ke Batam. Dan bisa jadi investor yang sudah ada di Batam, memilih untuk hengkang dan mencari tempat yang aman dan nyaman berinvestasi.
Berebut kerja di Batamindo
“Kalau demo ini menyebabkan perusahaan rugi dan tutup. Tak hanya satu orang terkena imbasnya, semua pihak mengalami kerugian. Perusahaan tutup, akan membuat ratusan hingga ribuan orang jadi pengangguran baru,” ungkapnya.
Makanya, kata OK pihaknya selalu menekankan ke semua pihak, sangat perlu menjaga kondusifitas iklim investasi. OK mengajak semua pihak menjaga pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik.
Sejak demo yang berlangsung sedari Senin (7/5) pagi, OK mengatakan banyak investor PMA (Penanaman Modal Asing) bertanya-tanya tentang keamanan Batam. “Mereka risau, karena demo yang tiada habisnya. Demo mempengaruhi produktivitas perusahaan. Ini yang mereka takutkan,” ucap OK.
Keterlambatan produksi, tentunya mempengaruhi kepercayaan konsumen dari perusahaan tersebut. “Sudah ada warning dari Customer PMA, agar perusahaan menyediakan produk secara on time. Nahh yang rugi siap nantinya, bila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” ungkap OK.
Ia mengatakan para pengusaha selalu mengikuti aturan dari PP 78. Namun sejak terpuruknya ekonomi Batam, tidak ada lagi sektor unggulan jadi pondasi ekonomi Batam. Semua sektor mengalami kemunduran.
“Di aturan itu disebutkan harus ada sektor unggulan, lalu aturan UMS. Permasalahannya belum ada sektor unggulan, semua sektor itu down,” tuturnya.
OK mengatakan andaikata semua sektor pulit total, kondisi sudah seperti beberapa tahun lalu, kala Batam berada di puncak kejayaannya. Tentunya Upah Minimum Sektoral ini bisa diterapkan.
Hal yang senada diucapkan oleh Ketua Apindo Kepri Ir. Cahya. Ia cukup menyayangkan aksi yang dilakukan oleh para buruh, yang masih tetap kukuh memperjuangkan UMS. “Masih banyak ribuan orang berebut pekerjaan, tapi kok ada serikat masih nuntut upah sektoral harus tinggi,” ungkapnya.
Ia meminta para serikat pekerja meluangkan waktunya memperhatikan sebuah ironi yang terjadi di MPH Batamindo. Di hari yang sama saat ratusan buruh berdemo menuntut UMS, ribuan pekerja berharap satu tempat di Sumitomo, untuk dapat pekerjaan. “Ironis tidak hal ini,” ucapnya singkat. (ska)
Pemilik PT BPR Mega Mas Lestari Samsi, didampingi Dirut Franky Jimmy Mandang dan Direktur Iyo King Siang menyerahkan simbolis hadiah utama satu unit mobil kepada Ervina. F. Dokumentasi BPR Mega Mas Lestari Karimun untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Dalam rangka memperingati hari jadi PT BPR Mega Mas Lestari ke-7, pada Rabu (28/4) lalu digelar penarikan undian sebanyak 100 kupon bagi pemilik tabungan M-Gold. Penarikan undian digelar di Hotel Aston Karimun. 100 kupon tersebut berisikan 100 hadiah dengan hadiah utama satu unit mobil Agya baru.
“Ini kali pertama kita laksanakan pencabutan undian yang cukup besar. Sebagai salah satu wujud terima kasih kepada para nasabah yang tetap mendukung produk PT BPR Mega Mas Lestari,” kata Direktur Utama PT BPR Mega Mas Lestari Franky Jimmy Mandang, Senin (7/5).
Dengan terlaksananya pencabutan undian untuk nasabah, dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. Dimana, saat pencabutan undian selain dihadiri oleh nasabah M-Gold, juga hadir dari pihak kepolisian, notaris dan Kementerian Sosial selaku saksi pada pencabutan undian.
“Hadiah utamanya tidak tanggung-tanggung, diberikan kepada nasabah yang beruntung satu unit mobil baru Toyota Agya,” ujarnya.
Direktur Iyo King Siang menambahkan, sejak beroperasinya BPR Mega Mas Lestari di Karimun 30 April 2011 lalu hingga bulan Maret lalu, asetnya sudah mencapai Rp 279,3 miliar. Sudah tujuh tahun berdiri, aset bank ini terus meningkat berkat dukungan dan kerja sama yang baik antara nasabah, jajaran manajemen dan stakeholders PT BPR Mega Mas Lestari. Pihaknya juga mengucapkan selamat kepada para pemenang undian tabungan M-Gold, khususnya hadiah utama atas nama Ervina.
“Sesuai dengan moto kita yaitu tumbuh kembangkan perekonomian Anda bersama kami. Ini bentuk kepedulian kita kepada para nasabah,” ungkapnya.
Sementara itu Yuliana selaku panitia pelaksana pencabutan undian tabungan M-Gold, mengatakan dirinya sudah mendapatkan izin SK Kementerian Sosial Nomor 183/huk-und/2018. Bagi nasabah yang belum mengambil hadiah dipersilakan datang ke kantor BPR Mega Mas Lestari Jalan A Yani Kolong. “Bagi yang belum mengambil hadiah, kita beri waktu 30 hari kalender untuk pengambilan hadiah,” pesannya.(tri)
Tausiah agama yang disampaikan Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Surau Al-Ahyar, saat safari subuh, Senin (7/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak masyarakat Lingga, mensukseskan penyelenggaraan MTQ VII tingkat Provinsi Kepri 2018 yang diselenggarakan di Desa Lanjut, Kabupaten Lingga.
Kali ini Gubernur menyerukannya kepada masyarakat di Dabo Lama dalam kesempatan safari subuh di Surau Al-Ahyar, Senin (7/5). Menurutnya, MTQ adalah upaya membumikan dan memasyarakatkan alquran. Tidak hanya kompetisinya, tetapi nilai edukasinya yang harus hidup didalamnya.
”Sehingga dari generasi ke generasi anak-anak kita senantiasa mencintai alquran. Sebab itu mari kita sukseskan MTQ ini,” kata Nurdin.
Melalui momen MTQ, lanjut Nurdin, juga menjadi ajang saling silaturahmi antarumat muslim se Kepri. Dengan silaturahmi yang terjaga, maka akan terhindar sifat saling iri, dengki, hasut, dan sebagainya.
Gubernur juga mengutarakan rasa bangganya terhadap qari dan qariah Kepri. Walaupun berpredikat anak kampung, namun memiliki semangat belajar yang tinggi. Ini terbukti prestasi qari dan qariah Kepri tidak hanya hebat di daerah, namun juga tingkat nasional.
“Jangan main-main, menjadi juara I nasional itu bukannya mudah. Banyak yang harus dikalahkan. Namun Alhamdulillah kita memiliki qari dan qariah yang luar biasa hebat. Dan tentunya diawali melalui MTQ tingkat Provinsi Kepri sebagai bagian dari ajang seleksinya,” jelas Nurdin. (bni)
Wakil Gubernur Kepri Isdianto saat melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) APIP APH Tingkat Provinsi, di Jakarta, Senin (7/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi Kepri, bersama-sama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan terpercaya. Jangan berprilaku yang mendegradasikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
“Terima kasih kepada Mendagri, Kejaksaan Agung dan Kapolri atas perjanjian kerja sama ini. Semoga ke depan tata kelola pemerintahan di Kepri semakin baik,” kata Isdianto usai menghadiri Rakorwasdanas dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) APIP APH Tingkat Provinsi dalam rangka pengaduan masyarakat, di Ruang Birawa Bidakara, Jakarta, Senin (7/5) petang.
Penandatanganan itu dilakukan Kajati, Kapolda dan Gubernur. Dari Kepri, Isdianto, Kajati Kepri Dr Asri Agung Putra dan Dirkrimsus Polda Kepri AKBP Rustam Mansur bersama ke panggung utama untuk PKS tersebut.
Penandatanganan PKS itu disaksikan Mendagri Tjahjo Kumolo, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Jan S Marinka dan Irwasum Polri Komjen Putut Eko Bayuseno. Penandatanganan dilakukan tiap dua provinsi. Kepri mendapat giliran keempat bersama Sulawesi Barat.
Usai penandatanganan, dilanjutkan diskusi panel yang menghadirkan Irjen Kemendagri, Kabareskim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Agi Toegarisman.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Jan S Marinka yang membacakan sambutan Kajagung menyebutkan PKS ini sebagai kebutuhan untuk mempercepat terwujudnya good governance, menciptakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaam keuangan negara serta mendorong meningkatnya kinerja dan capaian hasil.
Kajagung berpesan agar aparat penegak hukum harus melakukan penegakan hukum manakala nyata-nyata ditemukan bukti dan fakta yang kuat, akurat, lengkap dan tidak terbantahkan tentang telah terjadi penyimpangan/korupsi yang disengaja dan merugikan keuangan negara.
Perjanjian kerja sama dan koordinasi ini mampu menjadi katalisator untuk mendorong percepatan pembangunan nasional dan manfaat serta hasilnya benar-benar dinikmati oleh masyarakat. “Mari kita terus tingkatkan jalinan koordinasi dan kerja sama, bergandeng tangan, meninggalkan rasa ego sektoral yang kerap menjadi kendala dan menghambat tugas kita bersama,” kata Kajagung di akhir sambutannya.(bni)