Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12414

Promosikan Daerah Lewat Event Tour de Natuna

0
Wan Siswandi. F. Humas Pemkab Natuna untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna berencana melaksanakan Tour de Natuna. Tujuannya untuk mempromosikan pariwisata. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Natuna Wan Siswandi mengatakan, rencana Tour de Natuna perlu koordinasi dan kerja sama semua pihak. Terutama pemenuhan berbagai sarana dan fasilitas.

“Tour de Natuna perlu analisa pada bidang kepanitian yang memiliki beban berat dan berpotensi menghambat pelaksanaan kegiatan harus terus dievaluasi,” kata Siswan saat di kantor Bupati Natuna, Kamis (26/4) yang dihadiri tim Indonesia Grand Prix (IGP) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Kegiatan ini kata Siswandi melibatkan OPD terkait selain dinas pariwisata, terutama dukungan masyarakat sekitar kawasan yang dilalui Tour de Natuna.
“Ini adalah upaya daerah mengembangkan pariwisata, nantinya diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat,” kata Siswandi.

Udianto, perwakilan IGP, mengatakan Tour de Natuna difasilitasi oleh pemerintah daerah. Pihaknya mulai melakukan survei lapangan untuk pemantapan persiapan. Berdasarkan survei terdapat beberapa opsi lokasi dilaksanakan Tour de Natuna dan terbagi tiga rute. Rute pertama mulai dari Kantor Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara dan berakhir di Pantai Kencana Ranai.

Rute kedua dimulai dari Pantai Kencana Ranai menuju pelabuhan TNI Angkatan Laut di Selat Lampa. Dan rute ketiga dimulai dari Lapangan bola kaki Kelarik Kecamatan Bunguran Utara dan berakhir di Pantai Kencana Ranai.
“Sekarang masih terus dilakukan survei untuk pemantapan pelaksanaan, supaya apapun kendalanya dapat diatasi,” ujar Udianto.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Erson Gempa Afriandi mengatakan Natuna memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan. Guna memberikan nilai tambah bagi meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah, dibutuhkan stra­tegi promosi yang bertujuan menarik minat kunjungan wisatawan. Salah satunya kegiatan Tour de Natuna. “Tahun ini Pemerintah Daerah juga berencana akan mengadakan event besar lainnya, yaitu Festival Tari tingkat Nasional,” kata Erson.

Erson menambah pihaknya akan melakukan pengembangan beberapa destinasi wisata 2020 mendatang. Diantaranya wisata Mangrove Pering, Semitan, Pengadah, Laman Kibang depan Masjid Agung dan lainnya. (arn)

PSDKP Kembali Tangkap Kapal Ikan Vietnam di Perairan Natuna

0
Kapal ikan tangkapan PSDK Batam menumpuk di Dermaga PSDK Jembatan II, Barelang, Kamis (25/4). Kapal-kapal ini hasil tangkapan tahun 2017 dan 2018. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kapal Patroli (KP) Paus dari Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam kembali menangkap satu unit kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam yang mencuri ikan (illegal fishing) di perairan Natuna, Minggu (22/4) dini hari lalu. Dalam KIA tersebut petugas mengamankan satu ton ikan campuran hasil illegal fishing serta sembilan anak buah kapal (ABK) warga negara Vietnam. Nguyeh Tien sang nahkoda kapal juga turut diamankan sebagai tersangka ke kantor Satuan Pengawas (Satwas) PSDKP Natuna.

Kasi Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Batam Syamsu menjelaskan, penangkapan KIA tersebut berlangsung dramatis. Petugas KP Paus yang hendak memberhentikan kapan kayu dengan nomor lambung BV 4858 TS itu mendapat perlawanan. “Ada kapal pendampingnya (selain kapal yang diamankan). Nah kapal pendamping ini menghalangi petugas dengan membuang jaring ke jalur yang akan dilalui KP Paus,” ujar Syamsu, Kamis (26/4).

Namun hambatan itu berhasil diatasi dengan baik oleh crew KP Paus sehingga tetap melaju mendekati KIA tersebut. Saat didekati KP Paus, kapal pendamping yang tadi berusaha menghalangi laju KP Paus malah kabur dengan kecepatan tinggi ke wilayah periaran mereka. Petugas hanya bisa mengamankan kapal induk yang melakukan illegal fishing tersebut. “Saat diperiksa tak dokumen sama sekali mereka. Izin penangkapan ikan di periaran kita juga tak ada,” ujar Syamsu.

Kapal bersama muatannya itu akhirnya digiring ke pelabuhan Satwas PSDKP natuna untuk ditindak lanjuti. “Untuk tindak lanjutnya masih kami kerjakan saat ini. Sudah satu yang ditetapkan sebagai tersangka yakni nahkodanya. Kalau ABKnya masih sebagai saksi,” tutur Syamsu.

Kapal tersebut ditangkap persisnya di titik 3.30.120 LU. 108.15.085’BT yang merupakan lokasi rawan illegal fishing. (eja)

Minta Gubernur Selektif Alokasikan Anggaran

0
Dasril. F. Dokumen Dasril untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sekretaris DPD KNPI Kepri Dasril meminta Gubernur Kepri Nurdin Basirun selektif dalam memberikan alokasi anggaran bagi Organisasi Kepemudaan (OKP) tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah harus bijak dalam membuat keputusan.

”Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly mempersilakan pengurus KNPI barisan Fahd A Rafiq melakukan proses hukum terhadap kepengurusan KNPI Rifai Darus,” ujar Dasril, kemarin.

Pria yang duduk sebagai sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kepri tersebut menjelaskan, secara keorganisasian, Kongres Luar Biasa (KLB) pada Juli 2015 lalu, telah menghasilkan agenda penting, yakni menganulir Kongres DPP KNPI di Papua pada 24-28 Februari 2015 lalu.

”Secara konstitusi organisasi saudara Muhammad Rifai Darus sudah diberhentikan dan secara aklamasi memilih saudara Fadh El Fouz Arafiq sebagai ketua umum,” paparnya.

Menurut Dasril, menyikapi persoalan ini, juga telah didaftarkan secara kenegaraan sesuai UU Ormas di Kemeterian Hukum dan HAM sesuai dengan nomor AHU yang sudah mengalami tiga kali perubahan, perihal pergantian Sekretaris Jendral (Sekjen)
”Dimana setiap pergantian pengurus harus ada pengesehan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” tegas Dasril.

Lebih lanjut, katanya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menkumham dengan nomor AHU-001877.AH.01.07 pemerintah hanya mengakui Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI pimpinan Fahd El Fouz Arafiq sampai pada tingkatannya di daerah masing-masing.

”Legalitas di Kemenhumkan tersebut selaras dengan surat keterangan terdaftar yang dikeluarkan oleh Depdagri. Atas dasar itu, Pemda tidak bisa membantu anggaran diluar struktur yang disahkan oleh Menkumham. Yakni kepengurusan Fadh El Fouz Arafiq,” tuturnya.

Pihaknya berharap semua kepala daerah kabupaten/kota dan Provinsi Kepri, untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam mengeluarkan anggaran untuk KNPI. Karena apabila dipaksakan, tanpa memandang regulasi yang sudah ada, berpotensi menimbulkan persoalan hukum. ”Yang kami khawatirkan adalah pemda ikut tersangkut kasus dungaan korupsi,” tutup Dasril. (jpg)

Pencuri Babak Belur Dihajar Massa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Alfarum, 22, pencuri ponsel milik salah satu pedagang kaki lima di Pasar Seken, Jodoh, babak belur diamuk masa, Rabu (25/4) lalu. Teriakan maling dari salah seorang warga membuat suasana pasar itu jadi riuh. Warga beramai-ramai mengejar Alfarum usai kepergok mencuri.

Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja Iptu Awal Sya’ban Harahap mengatakan, awalnya Alfarum datang ke pasar itu untuk menjual ponselnya kepada korban. Saat korban memeriksa ponsel yang hendak dijualnya itu, Alfarum mengambil salah satu ponsel yang dipajang korban di tempat jualannya.

“Waktu dia ambil barang itu dipergoki sama pedagang yang disebelah korban. Kemudian rekan korban ini menanyakan kepada korban, apakah dia kehilangan hape,” ujar Awal, Kamis (26/4).

Setelah diberitahu itu, kemudian korban mengecek dagangannya. Ternyata benar, satu unit ponsel yang dijajakannya di lapaknya itu telah hilang. Korban pun kemudian berteriak maling hingga mengundang reaksi beberapa orang disana. Sementara, Alfarum kabur dengan membawa ponsel yang diambilnya itu.

“Mendengar teriakan korban itu, beberapa orang disana mengejar pelaku. Pelaku akhirnya diamankan sama warga di dekat Hotel Hana, Jodoh. Dia sempat dipukul sama warga yang geram sama pelaku ini,” katanya.

Usai diamankan sama warga, selanjutnya warga menyerahkan Alfarum ke Polsek Lubukbaja untuk diproses lebih lanjut. Atas perbuatannya itu, Alfarum dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara.

“Pelaku kita amankan setelah ditangkap sama warga karena diduga melakukan pencurian. Sejauh ini penyidik masih mintai keterangan pelaku,” imbuhnya. (gie)

PAUD Jadi Pondasi Tumbuh Kembang Anak

0
Pembina PAUD Kepri Noorlizah memukul gong pada pembukaan Porseni IGTKI-PGRI IX se-Provinsi Kepri, di Sahid Hotel, Batam, Kamis (26/4). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pembina PAUD Kepri Noorlizah Nurdin Basirun mengatakan, pendidikan anak usia dini meru­pakan pondasi awal tumbuh kembang anak. Anak-anak yang mendapat bimbingan, pembinaan, dan rangsangan sejak dini akan meningkatkan kesehatan, perkembangan fisik, dan mental yang akan berdampak pada kesiapan belajar.

“Nanti mereka akan lebih mampu untuk mandiri dan mengoptimalkan potensi yang sudah dimilikinya,” kata Noorlizah saat pembukaan Porseni IGTKI-PGRI IX se-Provinsi Kepri di Sahid Hotel, Batam, Kamis (26/4).

Noorlizah mengatakan strategi dan metode pen­gajaran yang diterapkan harus sesuai dengan kekhasan anak. Kekhasan itu dengan strategi bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Mereka mengikuti pro­ses kegiatan belajar melalui pengalamannya yaitu dari segala yang dilihat, dirasakan, dan didengar.

Porseni ini mengusung tema membangkitkan kesadaran kolektif dan sportivitas guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dan melestarikan budaya bangsa. Dia menekankan agar IGTKI-PGRI

terus memberikan pendidikan yang kreatif dalam menstimulasi tumbuh kembang anak usia dini secara optimal sesuai dengan karakteristik anak sehingga menjadi anak yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Noorlizah berharap dalam kegiatan ini guru-guru TK se-Kepri dapat mempererat tali silaturahmi. Mereka juga harus mengedepankan sportivitas, kreativitas dan inovasi dalam mengekspresikan pelaksanaan pembelajaran pada lembaga masing-masing.

“Semoga terus terwujud kebersamaan dan kekeluargaan yang harmonis bagi seluruh guru Taman Kanak-kanak,” katanya. Ia berharap para guru mampu menggambarkan guru yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing yang andal.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kepri Faryanti mengatakan, sesuai perundangan pendidikan dan tenaga pendidikan berkewajiban memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, organisasi profesi, dan kedudukan dengan kepercayaan yang diberikan.
Guru TK sebagai tenaga pendidik mempunyai peran yang sangat besar dalam men­dukung peningkatan kualitas TK.

“Agar mereka dapat mengembangkan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif bagi proses belajar mengajar untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini,” kata Faryanti.

Faryanti menambahkan, pendidik sebagai pelaksana pendidikan yang bersentuhan langsung dengan peserta didik harus memiliki ke­mampuan profesional. Hal ini agar mereka mampu men­jalankan tugas sebagai pembelajaran dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Porseni IGTKI-PGRI Kepri ini, kata Faryanti, merupakan salah satu realisasi dari program umum keputusan kongres. Kegiatan ini juga sebagai ajang silahturahmi guru taman kanak-kanak se-Kepri. Juga upaya menunjukkan kebolehan para guru TK dalam pengelolaan pembelajaran di kelas.(bni)

Bampemperda Desak Pemko Selesaikan Lima Ranperda Harmonisasi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bampemperda) DPRD Batam mendesak Pemko Batam segera memasukan program legislatif daerah 2018 yang akan diharmonisasikan di Bampemperda. Hal ini mengingat ada lima rancangan peraturan daerah (ranperda) di prioritas semester satu, yang sampai saat ini belum dibahas.

“Pemko harus komitmen dengan program legislatif daerah yang disepakati. Ini sudah mulai masuk akhir April, kami berharap Juni sudah selesai diharmonisasi,” kata Ketua Bampemperda, Sukaryo, Kamis (26/4).

Adapun kelima ranperda yang diharmonisasi tersebut ialah perubahan perda nomor 4 tahun 2010 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah, perubahan perda atas perdanon 6 tahun 2014 tentan pembentukan produk hukum daerah, penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan daerah, prubahan atas perda no 8 tahun 2013 tentang retribusi jasa umum, jasa usaha dan retribusi tertentu serta perubahan perda nomor 12 tahun 2001 tentan ketentuan pemberian izin usaha perdagangan.

“Kelima ranperda ini diusulkan pemko Batam. Makanya kami meminta komitmen pemko menyelesaikan,” tegas dia.

Di luar perda yang diharmonisasi, Politisi PKS itu juga mendesak pemko menyelesaikan program legislatif daerah yang sudah disepakati. Salah satunya yang menjadi prioritas utama 2018 yakni pengelolaan sampah dengan tipping fee yang sampai saat ini belum dilakukan pembahasan serta belum adanya pembentukan pansus.

“Seharusnya sesuai aturan perda, didahului pembicaraan. Namun sejauh ini belum ada arah kesana,” sesalnya.

Sebab sesuai tahapan, lanjut Sukaryo, setelah adanya tahapan pembicaraan, pemko menyurati DPRD Batam dan sekaligus menjadwalkan harmonisasi ranperda di rapat paripurna,” terang Sukaryo.

Seperti diketahui, tahun 2018 ini Pemko Batam dan DPRD Batam mengusulkan 26 program legislatif daerah yang terdiri dari 9 usulan pemko, lima harmonisasi dan 10 usulan DPRD kota Batam. Sampai saat ini baru ranperda penataan pemberdayaan pedagang kali lima dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Batam 2017 yang dibahas.

“Masih banyak yang belum dibentuk. Makanya kita minta komitmen pemko agar bisa sesuai jadwal,” jelasnya. (rng)

Keroyok Bangun Penyengat

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah mengatakan bahwa Pulau Penyengat, Tanjungpinang merupakan ruhnya Ibu Kota Provinsi Kepri. Atas dasar itu, Pemprov Kepri akan bersinergi dengan Pemko Tanjungpinang membangun infrastruktur penunjang di sana.

“Kita akan keroyokan untuk membangun Penyengat. Artinya ada pembagian tugas antara Pemprov dengan Pemko,” ujar TS Arif Fadillah, Kamis (26/4).

Menurutnya, hasrat besar Pemprov Kepri bersama Pemko Tanjungpinang saat ini menjadikan Penyengat sebagai salah satu warisan budaya dunia. Namun, untuk mencapai hal itu butuh perjuangan dan kerja keras. “Memang tidak bisa kita nafikan, Penyengat adalah magnetnya pariwisata religi di Provinsi Kepri,” paparnya.

Apabila tidak ada halangan, Minggu (29/4) akan dideklarasikan Pulau Penyengat sebagai ikon Kepri Menuju Warisan Budaya Dunia. Nantinya akan dibahas persiapan secara administrasi terkait pengusulan Penyengat ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan dibahas bersama.

“Apa yang kurang dan perlu diperbaiki, tentu segera diperbaiki,” jelas Arif yang merupakan Ketua Relawan Aksi dan Deklarasi Pulau Penyengat Ikon Kepri menuju Warisan Budaya Dunia tersebut.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA) mengharapkan Pemprov Kepri merapatkan barisan. Karena beberapa waktu lalu, sudah ada tim perumus yang dibentuk. Ia melihat peluang Penyengat menjadi salah satu warisan budaya dunia sangat terbuka.

“Dari sisi historis kita sangat layak. Daerah-daerah lain di Indonesia terus bersolek untuk mendapatkan predikat tersebut,” ujar Teddy, kemarin.(jpg)

Testimoni Setnov soal Kecelakaan Menabrak Tiang Listrik

0
Lokasi dan tiang listrik yang ditabrak mobil yang ditumpangi Setnov

batampos.co.id – Bagaimana kecelakaan yang dialami mantan Ketua DPR Setya Novanto sehingga membuat ia benjol?

Setnov menceritakan kronologis kecelakaan mobil yang menimpa dirinya bersama mantan wartawan Metro TV Hilman Mattauch dan ajudannya Reza Pahlevi pada 16 November 2017. Saat itu, Novanto tengah dicari-cari oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus proyek e-KTP.

Novanto mengatakan, saat itu dirinya bersama dengan Hilman dan Reza dalam perjalanan menuju ke studio Metro TV untuk kepentingan wawancara program Primetime News. Mereka berangkat dari Gedung DPR pukul 17.00 WIB.

“Kalau seingat saya sih, berangkat dari DPR terus menuju ke Metro TV. Karena kalau nggak salah mau maghrib, karena hujan dan kurang baik,” kata Novanto saat bersaksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo, Jumat (27/4).

Mulanya, lanjut Novanto, dia berencana menyerahkan diri ke penyidik KPK. Namun, di tengah jalan, pihak Metro TV menghubungi Hilman dan mengonfirmasi untuk kepentingan wawancara langsung.

Lantaran mendapat telepon dari kantor, kata Novanto, Hilman yang sedang mengemudikan mobil dengan kecepatan cukup tinggi menjadi tidak fokus. Tetapi, Novanto mengaku tidak tahu persis berapa kecepatan mobil melaju.

Khawatir tidak ada waktu sampai, akhirnya Novanto memutuskan wawancara via telepon. Pihak Metro TV pun lantas menghubunginya melalui Hilman dan wawancara berlangsung selama tiga menit.

“Akhirnya cari jalan yang agak gampang, memudahkan, bicara live by phone. Dari situ saya bicara menyampaikan bahwa saya mohon maaf. Saya akan hadir di KPK jam 8 bersama dengan DPD 1 seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku duduk di kursi tengah sebelah kiri, tepat di belakang Reza yang duduk di samping Hilman. Selepas wawancara live by phone, kata Novavnto, pihak Metro TV kembali menghubungi Hilman berkali-kali.

Menurut Novanto, saat itu Hilman cukup sibuk menerima telepon dari kantornya sembari mengemudikan mobil. Novanto mengaku sempat mengingatkan Hilman agar berhati-hati mengendarai mobil karena hujan dan kondisi jalan yang licin.

Nahas, mobil yang dikendarai mengalami kecelakaan tunggal. Novanto mengungkapkan sempat merasakan benturan di kepala dan tangannya saat mobil yang dikendarai Hilman menabrak sesuatu.

Dia tidak ingat benda yang ditabrak mobil malam itu. Menurut mantan Ketua Fraksi Golkar itu, kejadian berlangsung sangat cepat, dan ia hanya mengingat benturan yang cukup kencang.

“Nggak tahu saya (apa yang ditabrak). Tahu-tahu, brak, saya pingsan. Benturan di kepala, siku saya, keras. Sakit sekali,” ucapnya.

Tak Sadar Dibawa ke RS

Di hadapan majelis, Novanto pun mengaku tak sadarkan diri ketika dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Menurutnya, sesaat setelah benturan keras itu, ia pingsan dan baru sadar saat berada di kamar.

Dia juga mengaku baru mengenal dokter Bimanesh ketika sadar dari kecelakaan. “Saya nggak sadar, nggak ingat sama sekali. Saya tahu-tahu ada di kamar,” ucapnya.

Novanto membantah, disebut sadar ketika tiba di RS Medika Permata Hijau. Dia bersikukuh pingsan dan tidak tahu sama sekali jika diboyong ke RS.

Bahkan dia mengaku tidak tahu, dengan menggunakan mobil siapa dia dibawa ke RS yang terletak di Jakarta Selatan itu. “Saya nggak tahu dibawa ke RS. Dan sudah di kamar, saya sudah pakai baju biru muda,” lanjut Novanto.

Novanto hanya semalam berada di RS Medika Permata Hijau. Ia dijemput beberapa penyidik KPK yang membawanya ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dua malam Novanto terbaring di RSCM. Kemudian barulah pada 19 November 2017 dia dibawa ke KPK.

Kemarin, dalam sidang putusan kasus korupsi e-KTP, dia dijatuhi vonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Tipikor.

(rdw/JPC)

Korut – Korsel Berdamai

0

Kim dan Moon bergandengan tangan, keduanya terlihat gembira (Reuters)

batampos.co.id – Pemimpin Tertinggi (Korea Utara) Korut Kim Jong Un dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) bertemu.

Pertemuan ini menandai mencairnya hubungan kedua negara yang bersitegang selama ini.

Seperti dilansir China Global Television Network pada Kamis, (26/4), dalam sebuah pernyataan Gedung Putih mengatakan, harapannya akan diskusi Kim dan Moon membuat kemajuan dalam mencapai perdamaian dan kemakmuran.

Gedung Putih berharap melanjutkan diskusi dengan Presiden Moon. Ini dilakukan untuk membuat persiapan bagi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Kim Jong Un pada Mei atau Juni mendatang.

Pagi ini, dengan nada dan rona wajah ceria kedua pemimpin Korea tersebut bertemu. Mereka terlihat gembira dan menunjukkan citra positif saat bertemu.

“Saya senang bertemu denganmu,” kata Moon Jae-in kepada Kim, saat keduanya bertemu untuk perdamaian.

Sementara itu, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pertemuan Trump-Kim. Meskipun para pejabat tampaknya menetapkan Mei atau Juni bagi pertemuan keduanya.

Sebelumnya pada hari Kamis, Trump mengatakan kepada Fox News Channel, ia masih bertanya-tanya apakah pertemuannya dengan Kim akan benar-benar terjadi? Hal itu masih menjadi masalah spekulasi.

Trump juga mengaku siap untuk pergi jika perlu. “Bisa jadi saya berjalan keluar dengan cepat. Bahkan mungkin pertemuan itu bahkan tidak terjadi. Siapa yang tahu?”, ujar Trump. (ina/iml/trz/JPC)

PPNS Harus Tingkatkan Kemampuan

0
Isdianto. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Isdianto meminta keberadaan Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mampu meminimalisir terjadinya praperadilan, di samping membangun hubungan sinergisitas dengan penyidik Polri.

Harapan itu disampaikan Isdianto dalam acara pembinaan peningkatan kemampuan penyidik Polri selaku pengemban fungsi Korwas PPNS, Tahun Anggaran (TA) 2018 yang dilaksanakan Polda Kepri, Kamis (26/4) di Hotel Harris Batam. Acara ini dihadiri seluruh PPNS yang ada di setiap instansi pemerintah.

“Seorang PPNS tidak saja harus mampu berkoordinasi dalam menyelesaikan masalah. Juga harus bisa mencari solusi penanganan, guna penyelesaian perkara. Terutama meminimalisir praperadilan perkara,” ujar Isdianto.

Komunikasi aktif dan sharing informasi antar-PPNS dan Penyidik sangat dibutuhkan, terutama agar persoalan-persoalan yang muncul di Kepri cepat ditangani. Sebagai contoh kasus pencurian ikan, perdagangan manusia dan kasus lainnya.Situasi geografis Kepri, lanjutnya, memerlukan komitmen dan sinergisitas yang kuat antara PPNS dan penyidik Polri dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Acara pembinaan PPNS ter­sebut dibuka Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi. Dalam sambutannya, Didid mengatakan bahwa PPNS dalam bekerja dilindungi undang-undang dan bekerja di bawah koordinasi penyidik Polri. Kehadirannya sangat dibutuhkan terutama dalam membantu Kepolisian dalam melaksanakan tugas di lapangan.

“Kenapa PPNS ada? Karena Kepolisian tidak mampu menjangkau semua lini,” ujarnya.
Untuk itu, kata Didid, dibentuklah PPNS yang tugasnya nyaris sama dengan penyidik Polri.

Mereka memiliki kewenangan khusus yang diberikan yang diatur undang-undang dan berada di bawah koordinasi penyidik Polri. “Mereka mesti bersinergi di lapangan agar seluruh tugas dan tanggung jawabnya berjalan lancar,” jelas Didid.

Sementara Kepala Biro (Karo) Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nasib Simbolon, MM menjelaskan tujuan acara tersebut untuk mewujudkan supremasi hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel, terutama di kalangan instansi pemerintah.

“Acara ini kita jadikan momentum penguatan sinergitas atau keselarasan kita untuk menguatkan antara PPNS dan Penyidik Polri. Kita buat hubungan dan tugas tanggung jawab kita sefleksibel mungkin agar siap menghadapi rintangan di lapangan,” jelasnya.

Nasib menegaskan, hukum bukan tujuan tapi alat mencapai tujuan. Penyidik PPNS dalam peradilan pidana berada di lini terdepan mencari kebenaran formil dan materiil.
Di lapangan, PPNS adalah mitra dalam merangkai peristiwa hukum. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kompetensi dan penguatan-penguatan kinerja di lapangan agar hasilnya tidak merugikan siapapun.

Tidak itu saja, Nasib juga meminta Pemprov Kepri untuk memberdayakan keberadaan PPNS di lingkungannya. Serta memantau keberadaan PPNS tersebut. (bni)