Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12413

Buka Penerbangan Bali – Batam, Genjot Pariwisata

0
Pramugari Garuda Indonesia menyapa penumpang. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Penerbangan langsung dari Bali menuju Batam dan sebaliknya menjadi salah satu rencana penting BP Batam dalam mengembangkan poros pariwisata.

“Diharapkan kedepannya akan ada penerbangan langsung dari Bali menuju Batam sehingga pengunjung atau wisatawan tersebut akan dapat menikmati potensi pariwisata di Batam,” ujar Direktur PTSP BP Batam Ady Soegiharto, Kamis (26/4).

Ady mengatakan saat ini ketergantungan pasar dunia terhadap industri mengalami penurunan. Pengaruhnya sangat berdampak buat Batam.”Batam terasa sekali, makanya kami buat terobosan-terobosan baru dalam kembalikan gairah pertumbuhan ekonomi Batam,” paparnya.

Direct flight dari Bali menuju Batam diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Batam. Ady melihat direct flight tersebut merupakan opsi bagus untuk memberikan informasi bagi masyakat lainnya di Indonesia mengenai keberadaan Batam.

“Masih banyak yang belum tahu, nah dengan direct flight ini penyampaian informasi mengenai Batam akan dapat terealisasikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi Batam yang juga Wakil Ketua Ikatan Alumni ITB Kepri Wirya Silalahi mengatakan jika kegiatan promosi sudah dilakukan, maka seharusnya pemerintah daerah mampu mempersiapkan destinasi wisata yang dapat menjadi andalan.

“Hal-hal penting bagi wisman asing adalah kemudahan akses dan informasi, fasilitas pelabuhan dan bandara yang nyaman, kenyamanan transportasi, kenyamanan akomodasi dan tersedianya destinasi,” katanya.

Seharusnya hal-hal tersebut yang menjadi fokus pemerintah daerah di Batam.”Pemdan bisa membuat kebijakan-kebijakan yang membuat usaha pariwisata semakin kondusif, dengan melakukan langkah-langkah nyata untuk menaikan angka pariwisata di Batam,” jelasnnya.

Contoh, kalau kelima pelabuhan feri internasional di Batam memang sudah tidak memadai, maka mungkin bisa dibuat pelabuhan feri internasional yang baru. Demikian juga dengan sarana transportasi di Batam. Pelayanan taksi konvensional ataupun taksi online harus dibuat aman, memadai, dan nyaman. Terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah tujuan atau destinasi turis di Batam.(leo)

Tak Mungkin Sekolah Swasta Turunkan Biaya Sekolah

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Batam Heri Supriyadi mengatakan harapan wali kota agar sekolah swasta menurunkan iuran akan berdampak pada keberlangsungan sekolah swasta dan berimbas pada mutu pendidikan padahal peran sekolah swasta bagi pendidikan cukup besar.

“Mau diturunin apa lagi, kalau biaya turun bagaiman kami akan berikan kesejahteraan bagi guru dan mutu layanan pendidikan,”ucap Heri.

Ia mengungkapkan, persoalan di sekolah negeri dan sekolah swasta berbeda. Jika sekolah negeri seluruh kesejahteraan pendidik ditanggung pemerintah tetapi di swasta murni dari uang sekolah. Ia mencontohkan, jika satu orang siswa uang sekolahnya Rp 300 ribu hingga Rp 550 ribu (standar) butuh lebih sekurang-kurang tujuh pembayaran dari siswa bahkan lebih hanya untuk satu guru.

“Kalau bicara insentif itu kan hanya tambahan, masalahnya gaji guru kami sepenuhnya ditanggung dari uang sekolah, ” imbuhnya.

Bahkan, ia mengatakan kini kesejahteraan pendidik di sekolah swasta memprihatinkan. Tak heran banyak guru dis ekolah swasta digaji jauh dari kata layak, dengan bahasa lain jauh di bawah UMK.

“Bisa di cek, guru kami bahkan ada yang gajinya dibawah Rp 2 juta. Kami punya datanya. Beban di sekolah swasta itu, tertinggi biaya pegawai yakni 70 sampai 80 persen dari total biaya pendidikan, “ucap dia.

Dalam hal ini, ia mengatakan, merujuk pada Undang-undang Dasar 1945 yang mengamanatkan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang baik. Nah bicara soal hak tersebut, ia samapaikan kebijakan pemerintah harus ada kesetaraan antara swasta dan negeri yang berbasis anggaran.

“Negeri sudah dibantu gedung, guru dan sarana lain. Sementara swasta? bukan malah murah lagi,” pungkasnya. (adi)

Pak Walikota pun Minta Iuran Sekolah Swasta Dimurahkan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta sekolah swasta menurunkan iuran untuk peserta didik. Insentif bagi masyarakat ini ia minta karena Pemko Batam telah membantu pembayaran insentif bagi guru-guru swasta.

“Kami udah bantu guru nih, masa tak mau turunkan, turunkanlah,” kata Rudi di depan Kantor DPRD Batam, Kamis (26/4) siang.

Rudi mengungkapkan, pemberian insentif tersebut bertujuan agar iuran di sekolah swasta tidak tertalu mahal. “Jadi kalau murah anak-anak kita ke swasta mau,” tambahnya.

Ia mengatakan, masyarakat kerap ngotot menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri karena biaya di sekolah swasta lebih mahal. Untuk itu, Pemko Batam sedang mempersiapkan jadwal pertemuan dengan yayasan-yayasan sekolah swasta di Batam membicarakan permintaannya tersebut.

“Salah satu poinnya itu (disampaikan di rapat), anak-anak enggan di sekolahkan ke swasta karena biaya bulanannya mahal,” ucapnya.

Ia mengaku paham, jika ada beberapa sekolah swasta kekurangan murid. Sementara sekolah swasta juga berperan dalam pendidikan di Batam. Maka dari itu, jika siswa lebih diarahkan ke sekolah negeri tentu akan berdampak pada sekolah swasta. Ini Rudi tidak inginkan.

“Kalau siswa diambil semua sama sekolah negeri, tutup nanti swasta,” imbuh Rudi.

Menurutnya, tidak ada persoalan daya tampung di Batam jika anak-anak ada yang ke swasta. Persoalan kekuranag daya tampung kerap jadi isu pendidikan di Batam. “Nampung anak sekolah sudah cukup, ditambah swasta tentunya,” terangnya.

Sementara itu dalam kesempatan rapat paripurna laporan reses di DPRD Batam, fraksi Golongan Karya (Golkar) menyampaikan di beberapa wilayah di Batam masih butuh Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) untuk menampung siswa baru.

“Terutama untuk pendidikan dasar. Jika dibandingkan dengan lajunya pertumbuhan penduduk Batamkini, kita masih dibutuhkan SMA, SMP, Sekolah Luar Biasa untuk siswa berkebutuhan khusus bahkan SD,” papar Anggota fraksi Golkar, Ides Mardi dalam laporannya.

Menyikapi ini Rudi mengatakan, sejatinya pembangunan sekolah sudah masuk dalam program kerja Pemko Batam. Baik untuk tahun 2018 maupun tahun 2019 mendatang.

Ia memastikan, walau pihaknya sedang gesitnya membangun infrastruktur tak berarti meninggalkan tugas yang lain , seperti sektor pendidikan, kesehatan maupun penanganan kemiskinan.

“Pendidikan diperlukan untuk Sumber Daya Manusia. Tak infrastruktur doang, saya kembangkan infrastruktur hari ini tak kurangi jatah yang lain,” ucapnya.

(adi)

Pak Udin Sarankan Sekolah Swasta Turunkan Biaya Masuk Sekolah

0
ilustrasi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Banyaknya anak usia sekolah tahun ini yang dipastikan tak semua bisa tertampung masuk ke sekolah negeri harus disikapi Kadisdik Batam dengan solusi yang efektif dan cermat.

Seperti yang dikatakan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho kepada Batam Pos, Kamis (26/4) siang.

Menurut Udin, solusi yang realistis yang ada saat ini dan terkait tak tertampungnya anak usia sekolah di sekolah negeri nantinya adalah memberdayakan keberadaan sekolah swasta.

“Caranya seperti apa? Ya Kadisdik Batam ataupun Wali Kota Batam sesegera mungkin  mengagendakan pertemuan dengan pengelola sekolah swasta se-Batam untuk dibuatkan MoU yang intinya sekolah swasta minimal harus mau setidaknya memberikan dispensasi atau keringanan ke anak-anak yang tak tertampung sekolah di negeri. Misalnya dengan mengurangi biaya pendaftaran masuk sekolah ataupun menguranig biaya uang gedung,” ujar Udin.

Sebab, lanjutnya, selama ini Pemko Batam sudah berkontribusi banyak terhadap keberadaan sekolah swasta seperti mengalokasikan dana untuk insentif guru-guru swasta.

“Selama ini Pemko Batam sudah mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta dari APBD. Belum lagi dari APBN seperti dana BOS. Sekolah swasta ini sebenarnya banyak terbantu dengan banyaknya anak yang mereka tampung di sekolahnya. Karena dana dana BOS kan dihitung berdasarkan jumlah siswa yang ada. Kami berharap sekolah swasta seperti itu. Kami minta Pemko Batam harus ada MoU dengan sekolah swasta, jangan justru menganaktirikan keberadaan sekolah swasta,” terang Udin.

Masih kata Udin, bahkan tahun ini Pemko menghibahkan ke sekolah swasta berupa pembanguna RKB. Hibah RKB untuk sekolah swasta tersebut bukan hanya untuk tahun ini saja.

“Tiap tahun selalu ada dari Pemko menghibahkan ke sekolah swasta dalam bentuk pembangunan RKB. Karena selama ini Pemko Batam juga sudah berkontribusi banyak ke sekolah swasta, ya harus ada timbal baliknya lah sekolah swasta ke Pemko Batam. Timbal baliknya seperti apa? Berilah keringanan biaya untuk anak sekolah yang tak tertampung masuk ke sekolah negeri dan beralih masuk ke sekolah swasta. Itu saja, sekolah swasta sudah banyak membantu dunia pendidikan di Batam, dan Pemko juga akan terbantu dan berterimakasih, tak muluk-muluk kok,” kata Udin.

Udin juga meminta Kepala Dinas Pendidikan agar tak berkomentar asal-asalan di media yang dapat memicu dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat seperti misalnya terkait daya tampung sekolah. (gas)

Pelabuhan Sarana Pengembangan Perikanan

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Natuna Iskandar DJ mengatakan, pelabuhan Pelni yang dibangun pemerintah di beberapa kecamatan diharapkan memberikan manfaat lebih, selain kelancaran arus penumpang dan barang.
Menurutnya, pela­bu­han-pela­buhan di Natuna bukan hanya berfungsi sebagai penghubung antardaerah dan antarpulau, namun disiapkan sebagai sarana pengembangan program perikanan.

“Hampir semua pelabuhan yang sudah dibangun sekarang, dikembangkan untuk mendukung Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa. Mudahan-mudahan semuanya lancar,” kata Iskandar, Kamis (26/4).

Sejumlah pembangunan pelabuhan Pelni di Natuna dimulai sejak 2010 lalu. Beberapa kecamatan dan pulau berpenghuni dibangun pelabuhan. Seperti pulau Serasan, Midai, Subi, dan Pulau Laut.

Untuk program konektivitas pemerintah di Natuna sekarang sudah berjalan cukup baik, khususnya konektivitas jalur laut. “Memang ada dua pelabuhan belum selesai. Di Subi dan Pulau Laut,” sebutnya.

Iskandar mengatakan, dua pelabuhan Pelni yang sudah resmi dioperasikan yakni Pelabuhan Serasan dan Pelabuhan Midai. Sedangkan dua pe­­la­­buhan lainnya yakni Pela­buhan Subi dan Pelabuhan Pulau Laut masih dalam tahap pembangunan. Dan satu pela­buhan yakni Pelabuhan Roro, Kecamatan Bunguran Timur masih menunggu proses pengoperasiannya.

Pelabuhan Serasan, Midai dan Pulau Laut rencananya dipergunakan untuk pelayaran regional. Untuk Pelabuhan Subi dipergunakan untuk pelayaran perintis karena pelabuhan itu perlu pengerukan alur yang cukup panjang untuk kapal sekelas standar regional.

Menurutnya, pada 2019 mendatang pemerintah membangun Pelabuhan Seluan di Bunguran Utara untuk perintis. Kemudian melakukan pengembangan terhadap pela­buhan yang ada untuk memaksimalkan pelayanan laut. (arn)

Pelayanan PTSP Anambas Diverifikasi

0

batampos.co.id – Lembaga independent PT Surveyor Indonesia memverifikasi Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Kepulauan Anambas. Tujuannya untuk mengetahui kinerja dan tingkat pelayanan di kantor tersebut.

Petugas survei dari PT Surveyor Indonesia, Suhar mengatakan, survei ke kantor PTSP dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Kepulauan Anambas pada April 2018 ini.

Ada beberapa indikator penilaian mulai dari kelengkapan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana dan kelembagaan. Nantinya, data survei dilaporkan ke BKPM untuk selanjutnya dilakukan penilaian dari tim ahli.

”Secara umum sudah bagus. Untuk kantor PTSP, ada 565 kantor yang ada di seluruh Indonesia. Jumlah itu termasuk KEK dan FTZ,” ungkapnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar membenarkan hal tersebut. Menurutnya, survei dilakukan dalam rangka verifikasi dan peringkat terkait mutu dan pelayanan PTSP yang ada di Anambas. ”Terkait dengan mutu dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bidang PTSP Kabupaten Kepulauan Anambas Galuh Ibrahim mengatakan, berkaitan dengan PTSP, pihaknya telah menyebarkan kuisioner terkait Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) selama 2017 yang dilakukan Maret 2018 kemarin. Dari kuisioner yang dijawab masyarakat yang mengurus dokumen perizinan ke PTSP, diperoleh hasil secara presentase mencapai 79,15 persen. ”Kalau lihat data ini, masuk kategori baik,” ujarnya.

Namun, pihaknya mengaku masih ada kekurangan. Yang menjadi perhatian pihaknya ke depan yakni dalam standar operasional dan ketersediaan sarana dan prasarana yang belum memadai. ”Kami terus berupaya maksimal dalam pelayanan. Salah satunya, dengan membuka pelayanan hingga hari Sabtu,” ungkapnya.(sya)

Protokoler Tak Tahu yang Duduk di Kursi Itu Anggota DPRD Batam lalu Ia ….

0
ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengundang salah satu protokoler Pemko Batam, Kamis (26/4).

RDP tersebut terkait ketidaktahuan salah satu protokoler bernama Adi Saputra saat pembukaan kegiatan MTQ di Seibeduk beberapa bulan lalu.

Kekeliruan yang dimaksud, mengenai kehadiran salah satu anggota DPRD Batam dari Komisi IV atas nama Muhammad Yunus atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Yunus Spi.

Saat itu Yunus hendak menghadiri pembukaan MTQ Kecamatan Seibeduk. Saat itu ia langsung mengambil tempat duduk di depan sebelah kiri kursi Wali Kota batam.

Ternyata saat ia duduk, di kursi tersebut tertulis untuk kepala KUA. Hal itu masih dimaklumi oleh Yunus.

Ternyata setelah duduk beberapa saat, petugas protokoler atas nama Adi Saputra mendadak mengganti tulisan di Kursi yang semua tertulis KUA, diganti dengan tempelan bertuliskan untuk anggota DPRD Provinsi Kepri.

“Dari situlah saya tak terima, saya terpaksa pindah tempat duduk dengan mundur mengambil tempat duduk di belakang. Yang saya tak terima itu, saat saya sudah duduk di kursi itu, harusnya kan saya dikasih tahu saat tempelan tulisan itu diganti. Ini tidak, diam-diam tulisan itu ditempelkan di kursi yang saya duduki, saya tersinggung lah, itu namanya saya diusir halus,” ujar Yunus.

Ia meminta agar protokoler atas nama Adi Saputra untuk lebih belajar lagi tentand tata cara protokoler yang benar dengan cara bimtek.

Sementara protokoler Pemko Batam, Adi Saputra mengaku dirinya tak tahu kalau yang duduk di kursi depan yang ia ganti dengan tulisan untuk anggota DPRD Provinsi Kepri tersebut adalah anggota DPRD Batam.

“Saya minta maaf dengan kesalahan dan kecerobohan saya ini. Jujur saya saat itu tak tahu kalau bapak ternyata anggota DPRD Batam. Saya mengira bapak saat itu bukan pejabat DPRD Batam, tapi masyarakat biasa,” ujar Adi Saputra meminta maaf saat RDP. (gas)

Promosikan Daerah Lewat Event Tour de Natuna

0
Wan Siswandi. F. Humas Pemkab Natuna untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna berencana melaksanakan Tour de Natuna. Tujuannya untuk mempromosikan pariwisata. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Natuna Wan Siswandi mengatakan, rencana Tour de Natuna perlu koordinasi dan kerja sama semua pihak. Terutama pemenuhan berbagai sarana dan fasilitas.

“Tour de Natuna perlu analisa pada bidang kepanitian yang memiliki beban berat dan berpotensi menghambat pelaksanaan kegiatan harus terus dievaluasi,” kata Siswan saat di kantor Bupati Natuna, Kamis (26/4) yang dihadiri tim Indonesia Grand Prix (IGP) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Kegiatan ini kata Siswandi melibatkan OPD terkait selain dinas pariwisata, terutama dukungan masyarakat sekitar kawasan yang dilalui Tour de Natuna.
“Ini adalah upaya daerah mengembangkan pariwisata, nantinya diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat,” kata Siswandi.

Udianto, perwakilan IGP, mengatakan Tour de Natuna difasilitasi oleh pemerintah daerah. Pihaknya mulai melakukan survei lapangan untuk pemantapan persiapan. Berdasarkan survei terdapat beberapa opsi lokasi dilaksanakan Tour de Natuna dan terbagi tiga rute. Rute pertama mulai dari Kantor Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara dan berakhir di Pantai Kencana Ranai.

Rute kedua dimulai dari Pantai Kencana Ranai menuju pelabuhan TNI Angkatan Laut di Selat Lampa. Dan rute ketiga dimulai dari Lapangan bola kaki Kelarik Kecamatan Bunguran Utara dan berakhir di Pantai Kencana Ranai.
“Sekarang masih terus dilakukan survei untuk pemantapan pelaksanaan, supaya apapun kendalanya dapat diatasi,” ujar Udianto.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Erson Gempa Afriandi mengatakan Natuna memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan. Guna memberikan nilai tambah bagi meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah, dibutuhkan stra­tegi promosi yang bertujuan menarik minat kunjungan wisatawan. Salah satunya kegiatan Tour de Natuna. “Tahun ini Pemerintah Daerah juga berencana akan mengadakan event besar lainnya, yaitu Festival Tari tingkat Nasional,” kata Erson.

Erson menambah pihaknya akan melakukan pengembangan beberapa destinasi wisata 2020 mendatang. Diantaranya wisata Mangrove Pering, Semitan, Pengadah, Laman Kibang depan Masjid Agung dan lainnya. (arn)

PSDKP Kembali Tangkap Kapal Ikan Vietnam di Perairan Natuna

0
Kapal ikan tangkapan PSDK Batam menumpuk di Dermaga PSDK Jembatan II, Barelang, Kamis (25/4). Kapal-kapal ini hasil tangkapan tahun 2017 dan 2018. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kapal Patroli (KP) Paus dari Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam kembali menangkap satu unit kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam yang mencuri ikan (illegal fishing) di perairan Natuna, Minggu (22/4) dini hari lalu. Dalam KIA tersebut petugas mengamankan satu ton ikan campuran hasil illegal fishing serta sembilan anak buah kapal (ABK) warga negara Vietnam. Nguyeh Tien sang nahkoda kapal juga turut diamankan sebagai tersangka ke kantor Satuan Pengawas (Satwas) PSDKP Natuna.

Kasi Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Batam Syamsu menjelaskan, penangkapan KIA tersebut berlangsung dramatis. Petugas KP Paus yang hendak memberhentikan kapan kayu dengan nomor lambung BV 4858 TS itu mendapat perlawanan. “Ada kapal pendampingnya (selain kapal yang diamankan). Nah kapal pendamping ini menghalangi petugas dengan membuang jaring ke jalur yang akan dilalui KP Paus,” ujar Syamsu, Kamis (26/4).

Namun hambatan itu berhasil diatasi dengan baik oleh crew KP Paus sehingga tetap melaju mendekati KIA tersebut. Saat didekati KP Paus, kapal pendamping yang tadi berusaha menghalangi laju KP Paus malah kabur dengan kecepatan tinggi ke wilayah periaran mereka. Petugas hanya bisa mengamankan kapal induk yang melakukan illegal fishing tersebut. “Saat diperiksa tak dokumen sama sekali mereka. Izin penangkapan ikan di periaran kita juga tak ada,” ujar Syamsu.

Kapal bersama muatannya itu akhirnya digiring ke pelabuhan Satwas PSDKP natuna untuk ditindak lanjuti. “Untuk tindak lanjutnya masih kami kerjakan saat ini. Sudah satu yang ditetapkan sebagai tersangka yakni nahkodanya. Kalau ABKnya masih sebagai saksi,” tutur Syamsu.

Kapal tersebut ditangkap persisnya di titik 3.30.120 LU. 108.15.085’BT yang merupakan lokasi rawan illegal fishing. (eja)

Minta Gubernur Selektif Alokasikan Anggaran

0
Dasril. F. Dokumen Dasril untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sekretaris DPD KNPI Kepri Dasril meminta Gubernur Kepri Nurdin Basirun selektif dalam memberikan alokasi anggaran bagi Organisasi Kepemudaan (OKP) tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah harus bijak dalam membuat keputusan.

”Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly mempersilakan pengurus KNPI barisan Fahd A Rafiq melakukan proses hukum terhadap kepengurusan KNPI Rifai Darus,” ujar Dasril, kemarin.

Pria yang duduk sebagai sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kepri tersebut menjelaskan, secara keorganisasian, Kongres Luar Biasa (KLB) pada Juli 2015 lalu, telah menghasilkan agenda penting, yakni menganulir Kongres DPP KNPI di Papua pada 24-28 Februari 2015 lalu.

”Secara konstitusi organisasi saudara Muhammad Rifai Darus sudah diberhentikan dan secara aklamasi memilih saudara Fadh El Fouz Arafiq sebagai ketua umum,” paparnya.

Menurut Dasril, menyikapi persoalan ini, juga telah didaftarkan secara kenegaraan sesuai UU Ormas di Kemeterian Hukum dan HAM sesuai dengan nomor AHU yang sudah mengalami tiga kali perubahan, perihal pergantian Sekretaris Jendral (Sekjen)
”Dimana setiap pergantian pengurus harus ada pengesehan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” tegas Dasril.

Lebih lanjut, katanya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menkumham dengan nomor AHU-001877.AH.01.07 pemerintah hanya mengakui Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI pimpinan Fahd El Fouz Arafiq sampai pada tingkatannya di daerah masing-masing.

”Legalitas di Kemenhumkan tersebut selaras dengan surat keterangan terdaftar yang dikeluarkan oleh Depdagri. Atas dasar itu, Pemda tidak bisa membantu anggaran diluar struktur yang disahkan oleh Menkumham. Yakni kepengurusan Fadh El Fouz Arafiq,” tuturnya.

Pihaknya berharap semua kepala daerah kabupaten/kota dan Provinsi Kepri, untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam mengeluarkan anggaran untuk KNPI. Karena apabila dipaksakan, tanpa memandang regulasi yang sudah ada, berpotensi menimbulkan persoalan hukum. ”Yang kami khawatirkan adalah pemda ikut tersangkut kasus dungaan korupsi,” tutup Dasril. (jpg)