Minggu, 31 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12414

Biasakan Membaca sejak Dini

0
BUNDA PAUD Kabupaten Karimun, R Azmah Aunur Rafiq membacakan buku di hadapan anak-anak usia dini dalam pencanangan serentak Gernas Baku di Gedung Nilam Sari. F. Sandi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pendidikan anak usia dini saat ini memang sudah banyak dilakukan. Namun sebagai orangtua tidak saja mengantarkan anaknya yang masih usia dini ke sekolah tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), tapi juga harus mendampinginya. Salah satu caranya membacakan buku yang dapat memberikan pendidikan.

”Hari ini (Sabtu) serentak se-Indonesia dicanangkan Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku). Program ini berasal dar Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya untuk menumbuhkan minat baca ke dalam diri anak sejak usia dini,” ujar Bunda Paud Kabupaten Karimun, R Azmah Aunur Rafiq, Sabtu (5/5).

Melalui program Gernas Baku ini, lanjutnya, Pemkab Karimun berharap perilaku orangtua, khususnya ibu yang tugasnya men­dampingin anak usia di­ni, tak hanya sekedar mendampingi, tapi di sela-sela waktu mendampingi tersebut, juga bisa membacakan buku ce­rita yang mendidik dan ber­manfaat di hadapan anaknya. Sehingga saat anak sudah memasuki usia tumbuh besar dan bisa membaca sendiri, hal tersebut akan diingatnya.

”Dengan rajin membaca, maka akan menambah ilmu pengetahuan. Kami menginginkan anak-anak yang masih usia dini nanti saat besar sudah benar-benar menjadi generasi yang tangguh. Sehingga dapat meneruskan pembangunan. Membaca meningkatkan daya saing,” terang R Azmah. (san)

Nurdin Hadiri Jalan Santai di Kundur dan Dabo

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama peserta jalan santai di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Minggu (6/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan dirinya akan selalu senang kalau masyarakat dalam kondisi sehat. Salah satu cara untuk sehat dengan mudah dan murah adalah rutin berolahraga. Karena itu, masyarakat harus menjadikan olah raga sebagai gaya hidup.

“Badan sehat, silaturahmi ter­jalin erat. Acara seperti inilah kita jadikan momen untuk bersatu,” ujar Nurdin sesaat sebelum melepas peserta jalan sehat di lapangan Merdeka, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Minggu (6/5).

“Tak usah berlama-lama lagi, yok kita buka, matahari sudah naik dan doorprize sudah menanti,” kata Nurdin.

Sebanyak lebih kurang 2.000 orang hadir memenuhi lapa­ngan sepak bola tersebut, mereka tampak antusias mengikuti rangkaian jalan sehat sejauh lebih kurang 1 Kilometer dengan sejumlah hadiah dan doorprize telah disediakan panitia. Seperti 1 kulkas, 1 mesin cuci, 5 televisi, 10 sepeda dan masih banyak lagi hadiah menarik lainnya. Selain itu juga dibagikan 100 paket sembako.

Salah satu peserta Diana mengaku senang ikut pada jalan sehat pagi ini karena bisa bertemu Gubenur juga berkesempatan memenangkan doorprize setelah acara.
“Kami senang bisa berfoto bersama Pak Gubernur,” kata Diana.

Acara sendiri berlangsung meriah, ketika melepas peserta Gubernur Nurdin bertindak sebagai pemberi aba-aba dibantu Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah bersama Wakil Bupati Lingga M Nizar yang bersiap mengibarkan bendera start.

Gubernur juga ikut berjalan bersama masyarakat, sehabis berjalan Gubemur bergabung di tengah-tengah peserta untuk menyumbangkan lagu dan berjoget bersama.
Sehari sebelumnya, Sabtu (5/5), di Tanjungbatu Kundur, Nurdin juga melepas ribuan peserta jalan santai sempena peringatan Hari Pendidikan Nasional (hardiknas).

Menurut Nurdin menjalin silaturahmi bisa dengan banyak cara positif dan menghasilkan manfaat lainnya. Salah satunya olahraga. Kata Nurdin, olahraga merupakan kegiatan yang digemari masyarakat, apalagi jalan santai. Selain menyehatkan juga tidak memberatkan apalagi ada hiburan dan hadiah.

Nurdin terharu melihat banyaknya peserta jalan santai Hardiknas. Masyarakat cukup antusias mengikuti kegiatan jalan santai maupun menyaksikan malam pentas seni dan pameran hasil karya siswa SMA maupun SMK di provinsi Kepri. (ims/bni)

Pak Wali, Jalan Menuju Pelabuhan Sagulung Rawan

0

batampos.co.id – Warga pengguna jalan menuju pelabuhan Sagulung, kelurahan Seibinti keluhkan kondisi jalan yang gelap di malam hari. Puluhan lampuh penerang jalan di sana sudah lama tak berfungsi sehingga jalan jadi seram dan menakutkan.

Budianto, warga Pokok Jengkol menuturkan, situasi jalan yang gelap gulita itu sudah berlangsung setahun belakangan ini. Belum diketahui secara pasti kenapa lampu-lampu tersebut tak berfungsi normal sebab tidak ada pemberitahuan dari pihak terkait.

“Setahunan ada (lampu tak berfungsi). Kalau malam sangat rawan di sini. Jalan jadi seram,” ujar pemilik warung yang jaraknya tak jauh dari pelabuhan Sagulung.

Kerawanan yang dimaksud kata Budianto, malam hari jalan tersebut kerap ditongkrongi remaja bersepada motor baik untuk atraksi balap liar ataupun aksi kriminal lainnya.

“Anak-anak itu jadi nyaman nongkrong di sepanjang jalan ini karena tak dilihat orang. Suasananya gelap,” ujarnya.

Beberapa bulan lalu di dekat warungnya terjadi tawuran antar kelompok remaja yang memanfaatkan situasi jalan yang gelap itu. Satu unit sepeda motor dibakar oleh kelompok remaja itu. Warga sekitar menyaksikan kejadian itu hanya saja mereka tak berani keluar sebab suasana jalan gelap gulita.

“Nanti malah kami pula yang disasar orang itu (kelompok remaja yang tawuran). Kalau terang masih bisalah kita halau mereka,” ujar Budianto.

Sumarni warga lainnya juga menuturkan hal yang sama. Situasi jalan yang gelap menjadi kekuatiran tersendiri bagi pengendara apalagi seorang wanita sepertinya. Pelaku kejahatan tentu dengan mudah menjambret atau memalak siapa saja yang lewat dengan memanfaatkan suasana jalan yang gelap dan sepih itu.

“Saya pernah dibuntuti oleh tiga sepeda motor dari depan PT Latrade itu. Sekitar pukul 03.00 WIB baru pulang kerja. Untungnya ada mobil yang lewat jadi kabur anak-anak itu,” ujar Sumarni.

Untuk menghindari kejadian-kejadian serupa, warga berharap agar instansi pemerintah terkait kembali mengaktifkan lampu penerang jalan itu.

“Jangan sampai tunggu korban dululah. Sangat penting lampu penerang jalan ini. Kalau terang bisa menghambat niat pelaku kejahatan untuk melakukan kejahatan terhadap warga yang lewat,” ujar Sumarni.

Di sepanjang jalan itu mulai dari Simpang Polsek Batuaji sampai Pelabuhan Sagulung ada sekitar 50 an titik lampu penerang jalan. Lampu-lampu tersebut sama sekali tak berfungsi. (eja)

Polisi Kembali Sita Minuman Keras

0
Polisi dan aparat gabungan kembali mengamankan ratusan botol miras dari pedagang dalam Operasi Cipta Kondisi, Sabtu (5/5). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Ratusan botol berisi minuman keras (miras) kembali disita petugas gabungan dalam Operasi Cipta Kondisi Polres Natuna, Sabtu (5/5) kemarin. Selain itu, sejumlah rumah kos-kosan juga menjadi sasaran operasi.

Operasi gabungan dilakukan siang hari yang dipimpin Kabag Ops Polres Natuna Kompol Elfizar. Satu persatu tempat kos-kosan didata petugas. Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto menjelaskan, kegiatan ini sebagai wujud nyata program Kapolri di wilayah Kabupaten Natuna guna menciptakan Kamtibmas.

“Selama operasi ini, kami sangat mengharapkan proaktif masyarakat mendukung dan memberikan informasi yang dapat membantu jalannya Operasi Cipta Kondisi ini,” kata Nugroho.

Sasaran operasi katanya, per­dagangan miras atau warga yang pesta miras, warga yang membawa sajam, prostitusi, kumpul kebo, transaksi narkoba, premanisme, dan tindak kejahatan lainnya.

“Dalam operasi ini, ratusan botol miras dan mikol kemasan kaleng disita. Karena dijual secara ilegal kepada masyarakat,” ujarnya.

Kagab Ops Polres Natuna Kompol Elfizar menjelaskan selain miras, mereka juga mengamankan dua pasang bukan suami istri. Selain itu, tiga wanita tanpa identitas dan tiga orang sedang bermain judi kartu juga diamankan. “Warga yang diamankan sudah dimintai keterangan. Tapi yang bermain judi langsung dilakukan proses hukum di Polres,” jelasnya. (arn)

Hidup Mesti Saling Melengkapi

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat safari subuh di Surau Shirathul Jannah, Lingga, Minggu (6/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan bahwa manusia tidak bisa hidup sendirian. Semua saling membutuhkan dan saling melengkapi terutama dalam menjalankan kehidupan di dunia.

“Saling tolong-menolonglah dalam kehidupan dan kebaikan,” ujar Nurdin saat safari subuh di Surau Shirathul Jannah, Dabo, Kabupaten Lingga, Minggu (6/5).

Nurdin mengibaratkan agama Islam adalah sebuah bangunan, di sana ada unsur yang membentuknya seperti pasir, semen, air, bata, besi dan lainnya. Semua unsur tersebut tidak ada satupun yang menonjol, semua harus bersatu agar bangunan bisa terbentuk dan kokoh. “Kita akan kuat dan bangkit jika bersatu padu di jalan Allah,” lanjut Nurdin.

Salah satu usaha membangun kekuatan tersebut adalah dengan salat subuh berjamaah. Aktivitas yang memang menjadi kewajiban umat Islam tersebut patutlah diberikan contoh yang baik. Caranya membangun semangat agar umat berbondong-bondong datang.

“Diharapkan safari subuh dapat menjadi budaya yang kekal untuk terus mendulang umat mem­bangun kekuatan tersebut,” tambah Nurdin lagi.

Karakter pribadi juga menjadi perhatian Gubernur apalagi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Nurdin, kebersamaan perlu dibumbui de­ngan sikap ramah, toleransi dan saling menghorma­ti serta jangan mudah marah.
“Karena marah hanya akan menambah masalah bukan menyelesaikan masalah,” pesan Nurdin.

Terkait pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi di Kabupaten Lingga, secara umum Nurdin berharap event dia tahunan ini menjadi salah satu elemen dalam menonjolkan aspek keagamaan di Kepri. “Niat kita bagaimana alquran terus menggema di Kepri, melahirkan hafiz dan hafizah yang membawa nama daerah. Masyarakat luar menyebut Kepri jika bertanya tentang aspek keagamaan,” tutupnya. (bni)

Luncurkan Aplikasi Kacapuri

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengajak seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri agar semakin tanggap dan peka terhadap perubahan zaman. Mereka ha­rus beradaptasi dengan melakukan inovasi berbasis teknologi dibidang pemerintahan.

“Melalui inovasi berbasis tek­nologi inilah pemerintah mam­pu menghasilkan kinerja pelayanan prima yang diinginkan masyarakat,” kata Arif pada aca­ra Gebyar Perpustakaan dan Ke­arsipan 2018 serta peluncuran aplikasi Kepri Digital Library atau disingkat Kacapuri di ha­laman Kantor Badan Arsip Dan Perpustakaan Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Sabtu (5/5).

Arif berharap aplikasi digital library mampu memenuhi ke­butuhan buku-buku digital ba­­gi masyarakat dan menjadi solusi kendala akses pemustaka dalam memanfaatkan ko­leksi buku milik perpustakaan Provinsi Kepri.

Begitu juga aplikasi pelaya­nan arsip diharapkan dapat melayani masyarakat dalam mengkses arsip-arsip publik untuk kepentingan penelitian, informasi, pendidikan, dan sejarah.

Kemudian aplikasi pelayanan perizinan/non perizinan secara online diharapkan mam­pu memberikan pelayanan pri­ma bagi seluruh masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah melalui investasi baik dalam negeri maupun dari luar negeri.

“Aplikasi-aplikasi yang diluncurkan hari ini merupakan solusi sekaligus respon pe­merintah Provinsi Kepri dalam kewajibannya melayani masyarakat secara efektif dan efisien melalui teknologi terkini,” kata Arif

Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Pro­vinsi Kepri Amir Husin menyampaikan bahwa aplikasi ini hasil kerja sama antara BPAD Provinsi Kepri de­ngan PT Woluu Aksara Maya yang merupakan pelopor pertama di dunia yang membuat aplikasi khusus perpustakan dan kearsipan berbasis digital.

“Aplikasi ini adalah hibah dari PT Woluu Aksara Maya kepada Pemerintah Provinsi me­la­lui BPAD Provinsi Kepri. Apli­kasi ini diberikan secara gratis untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan minat baca masyarakat,” urainya.

Amir berharap dengan hadirnya aplikasi ini akan memudahkan dan meningkatkan gai­rah membaca generasi muda yang sekarang akrab dengan dunia digital karena membaca buku tidak harus ke perpustakaan lagi tapi bisa melalui gadget masing-masing.

“Aplikasi ini bisa diunduh di playstore dengan mengetik kata kunci kacapuri,” jelasnya.
CEO PT Woluu Aksara, Ma­ya menjelaskan aplikasi ini dipersembahkan kepada Provinsi Kepri dengan tidak memungut satu rupiahpun alias gratis. Kepri merupakan Provinsi pertama di wilayah barat yang meluncurkan aplikasi ini.

Aplikasi ini bisa diakses di 132 negara di dunia. Yang men­jadi istimewa dari aplikasi ini adalah salah satu foundernya adalah putra as­li dari Kepulauan Riau yang lahir di Kijang, Saudara Gani, yang telah tujuh tahun mengembangkan aplikasi ini. “Jadi bisa dikatakan aplikasi ini produk asli putra terbaik Kepri,” ujarnya.

Ia berharap kacapuri bisa menjadi satu media yang menarik buat masyarakat Kepri mempublikasikan budaya-budaya lokal yang luar biasa untuk dunia. “Dari kepri untuk dunia,” tutupnya. (bni)

Lagi Polsek Batuaji Sita Ratusan Miras Botol

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji kembali gelar operasi Cipta Kondisi, Sabtu (5/5) malam. Hasilnya polisi kembali mengamankan ratusan miras botol yang dijual secara illegal di kedai pinggir jalan. Operasi ini merupakan kali kedua menjelang bulan Ramadan. Pekan sebelumnya mereka juga mengamankan sekitar 200 miras botol serupa dari kedai atau warung pinggir jalan.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe menuturkan, operasi serupa masih terus dilakukan hingga Ramadan tiba.

“Tentu dengan sasaran yang berbeda. Tidak saja miras, hal-hal yang berbaur dengan penyakit masyarakat jadi fokus kami sampai Ramadan tiba,” ujar Syafruddin, Minggu (6/5).

Operasi terakhir kemarin, jajaran Polsek Batuaji yang dipimpin oleh Wakapolsek AKP M Said, masih fokus ke peredaraan miras illegal. Hasilnya mereka menyita 133 botol miras dari berbagai merk.

“Seperti biasa, operasi kemarin itu sasarannya di warung-warung yang menyedikan miras. Ada sekitar lima warung dan kedai kopi yang kami datangi mulai dari Buliang, Bukit Tempayang sampai Tanjunguncang,” kata Said.

Miras manjadi fokus operasi tersebut karena bisa memicu konflik dan keributan jika dikonsumsi secera berlebihan.

“Selama ini sudah sering keributan karena mabuk miras. Ini upaya preventif, kalau masih kejadian seperti itu akan kami tindak tegas. Tidak saja pelaku (yang mengkonsumi miras berlebihan) tapi penjual juga akan kami tindak tegas,” kata M Said.

Miras-miras hasil sitaan itu nantinya akan dimusnahkan setelah melalui proses hukum.

“Ini masuk tipiring (tindak pidana ringan). Akan dimusnahkan,” ujar Dalimunthe. (eja)

Bank Riau Kepri Raih Empat Penghargaan Top BUMD 2018

0
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama sejumlah Gubernur se-Indonesia menerima penghargaan Top BUMD 2018. Provinsi Kepri diterima Asisten II Syamsul Bahrum di Balai Kartini Jakarta, Kamis (3/5). F. Bank Riau Kepri untuk batampos.co.id 

batampos.co.id – Bank Riau Kepri (BRK) meraih empat Award sekaligus yakni Top Pembina BUMD 2018 untuk Gubernur Riau, Top Pembina BUMD 2018 untuk Gubernur Kepri, The Best Special Category Top BUMD 2018 untuk Bank Riau Kepri, dan Top the Best CEO BUMD 2018 untuk Direktur Utama Bank Riau Kepri DR Irvandi Gustari di Jakarta, Kamis (3/5).

Acara ini dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang. Selain itu, acara penghargaan tertinggi ini dihadiri juga Gubernur Jatim Soekarwo, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, dan 50 Bupati se-Indonesia yang diikuti 200 nominasi BUMD terbaik yang sebelumnya sudah diseleksi dari 1.123 BUMD di seluruh Indonesia.

Ajang yang digelar setiap tahun ini merupakan penghargaan ketiga kalinya diraih BRK. Top BUMD merupakan kegiatan award sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada BUMD-BUMD di Indonesia yang

Dinilai berhasil dalam peningkatan kinerja keuangan dan bisnisnya (delta growth), peningkatan pelayanan pelanggan dan masyarakat umum, serta peningkatan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan bisnis dan investasi di daerahnya dan turut berperan menggerakkan roda perekonomian di Indonesia.

Melalui kegiatan ini diharapkan setiap BUMD khususnya Bank Riau Kepri dapat terpacu berprestasi dan berperan dalam pembangunan daerah dan perekonomian nasional.
Acara yang bertemakan “BUMD Sehat: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” ini, Mendagri, Tjahjo Kumolo menyampaikan dari total laba BPD se-Indonesia maka jumlah laba yang disumbangkan oleh 26 BPD sebesar 92,7 persen. Sedangkan 206 BPR memberikan kontribusi sebesar 2,95 persen. Sementara itu 387 PDAM hanya memberikan kontribusi laba 0,01 persen dan 424 BUMD Aneka Usaha memberikan kontribusi laba sebesar 4,32 persen. “BUMD di Indonesia masih perlu didorong untuk memberikan kon­tribusi bagi perekonomian daerah,” kata.

Ketua MPR, Zulkifli Hasan mengatakan ke depan dalam mengelola kekayaan yang ada untuk mensejahterakan rakyat dan mencerdaskan bangsa. “BUMD harus diberikan kon­sesi yang luas dalam pengelolaan kekayaan negara,” ujarnya.
Ketua DPD RI, Oesman Sap­ta Odang menegaskan BUMD sebagai salah satu cara me­makmurkan Indonesia. “In­do­nesia bisa makmur dari BU­MD yang modalnya dari kekayaan daerah,” ungkapnya. (cca)

Kekurangan Guru Matematika dan PKN

0

batampos.co.id – SMPN 1 Siantan Timur tidak memiliki guru bidang studi matematika dan PKN. Dua mata pelajaran terpaksa diisi oleh kepala sekolah.

”Secara aturan, Kepsek tidak boleh ikut mengajar, tapi karena tidak ada pilihan, kita terpaksa turun tangan,” ungkap Kepsek SMP N 1 Siantan Timur Saharuddin, Minggu (6/5).

Dirinya mengaku sangat miris dengan kondisi yang ada saat ini karena dua mata pelajaran tersebut sangat vital. Matematika menjadi pelajaran wajib dalam UN, PKN juga sangat penting untuk membentuk kepribadian siswa agar memiliki moral yang baik.
“Keduanya merupakan pelajaran terpenting di sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan jumlah siswa di SMP N 1 Siantan Timur tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 106 siswa yang terbagi menjadi lima kelas. Kelas satu dan dua masing-masing dua kelas dan kelas tiga satu kelas. Namun untuk tahun ajaran 2018/2019 jumlah kelas bertambah satu menjadi enam kelas dengan jumlah siswa 124.

Sementara jumlah pegawai yang ada di sekolah sebanyak 17 orang. Terdiri dari sembilan tenaga Tata Usaha (TU) dan delapan guru. Dari derlapan guru yang ada, lima di antaranya guru tidak tetap (GTT). Hanya tiga guru berstatus PNS.

“Untuk perbandingan jumlah siswa dengan guru itu tidak dipermasalahkan yang paling penting setiap guru mata pelajaran harus ada,” ujarnya.

Kondisi ini sudah dilaporkan Disdik Anambas. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian penambahan guru mata pelajaran tersebut. “Kemungkinan karena keterbatasan SDM atau mungkin ada alasan lain, saya tidak tahu,” ungkapnya. (sya)

Pemekaran Pulau Bendahara Disambut Baik

0

batampos.co.id – Bagi warga Dusun II, Teluk Nipah, Pulau Ben­dahara, Kecamatan Pulau Po­s­ek, rencana pengembangan wi­layah menjadi de­sa disambut gembira. Pasalnya sa­at ini warga mengaku sangat kewala­h­an dan kesulitan de­ngan ren­tang kendali yang ja­uh an­tara kantor desa dengan pulau mere­ka.

“Syukur­lah kalau memang ter­laksana pemekaran wila­yah kami ini. Karena membantu ka­mi dalam hal penguru­san ber­kas dan lainnya,” kata Nazar salah satu warga Dusun II Teluk Nipah, Minggu (6/5).

Menurut Kepala Dusun II Teluk Nipah, Riadi, jumlah penduduk di dusun tersebut sebanyak 150 KK dengan luas 160 Kilometer persegi. Riadi juga menjelaskan, posisi pulau yang mereka tempati bersebelahan dengan posisi pulau dimana keberadaan kantor desa berada. Karenanya, war­ga mesti mengarungi laut setiap kali melakukan pengurusan dan lainnya.

Selain itu, Riadi juga menjelaskan kalau wilayah Dusun II Teluk Nipah ini masih minim perhatian dan sentuhan pembangunan. Riadi berharap pemekaran berdampak pada pesatnya pembangunan di Pulau Bendahara tersebut.

“Pembangunan yang diperlukan jembatan antara Pulau Bendahara ke Teluk Nipah. Ini mempermudah seluruh aktivitas,,” kata Riadi. (wsa)