Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12442

Terbukti Menelantarkan Jamaah di Jeddah dan Malaysia, Kemenag Cabut Izin Travel Umrah

0

batampos.co.id – Riwayat travel umrah Bumi Minang Pertiwi (BMP) di ujung tanduk. Lantaran kedapatan menelantarkan jamaah di Arab Saudi dan di Malaysia, travel yang berbasis di Padang itu bakal dicabut izin operasionalnya. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan tidak tinggal diam terkait kasus terlantarnya jamaah umrah dari BMP.

Informasi terbaru 84 jamaah yang terlantar di Saudi sudah tiba di Indonesia. Pemulangan jamaah dari Saudi itu menyusul pemulangan 91 orang jamaah BMP lainnya yang tertahan di Malaysia dan gagal berangkat ke Saudi. BMP merupakan travel resmi dengan izin dari Kemenag. Travel umrah yang berpusat di Kota Padang itu mengantongi izin bernomor 53 Tahun 2017. Izin operasional itu berlaku sampai 3 Februari 2020.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan pantauan Kemenag menyimpulkan telah terjadi penelantaran jamaah. Penelantara itu terjadi di Jeddah dan di Malaysia. Penelantaran di Malaysia lebih parah karena berujung gagal berangkat. “Karenanya setelah kami lakukan review dan jika telah memenuhi syarat, kami akan cabut izin BMP,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/3).

Kemenag menetapkan segala bentuk penelantaran jamaah merupakan pelanggaran di dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) 8/2018 tentang Penyelengaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sesuai dengan ketentuan Pasal 25 PMA 8/2018 travel umrah dilarang menelantarkan jamaah. Di mana penelantaran itu berakibat jamaah gagal berangkat ke Saudi, melanggar masa berlaku visa, dan terancaman keamanan serta keselamatannya. Sanksi bagi travel yang menelantarkan jamaah masuk kategori berat. Travel umrah yang melanggar Pasal 25 itu terancam sanksi pencabutan izin.

Lebih lanjut Mastuki menjelaskan kasus penelantaran jamaah dan batal berangkat kerap menjadi faktor krusial untuk travel umrah. Setiap kali ada kasus wanprestasi seperti itu, jamaah selalu menjadi korban. Meskipun ujungnya Kemenag mencabut izin travel yang menelantarkan jamaah, Mastuki menegaskan Kemenag harus mengutamakan perlindungan jamaah. “Perlindungan jamaah kami dahulukan, baru penanganan travel-nya,” katanya.

Seperti pada kasus BMP Kemenag berkoordinasi dengan Tim Kantor Urusan Haji (KUH) di KJRI Jeddah untuk proses pemulangan 84 jamaah. Sebelum diterbangkan pulang ke tanah air, jamaah BMP yang terlantar itu mengakui mendaftar umrah dengan tarif beragam. Ada yang Rp 19,5 juta, Rp 20 juta, dan Rp 22,5 juta per orang. Pemulangan jamaah BMP itu melalui dua penerbangan dengan rincian 39 orang di penerbangan pertama dan disusul 45 jamaah di penerbangan berikutnya.

Berulangnya persoalan penyelenggaraan umrah menjadi sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan MUI sangat prihatin atas kasus penipuan umrah. Apalagi umrah adalah perjalanan ibadah yang sangat dirindukan umat Islam.

Zainut menegaskan Kemenag harus bertindak cepat setiap ada kasus pelanggaran atau penipuan oleh travel umrah. Menurutnya Kemenag tidak cukup hanya mencabut izin operasional travel umrah nakal. “Tetapi (Kemenag, red) harus juga dengan tindakan menekankan proses pidananya. Karena telah melakukan penipuan terhadap jamaah,” tuturnya.

ilustrasi

Dia juga mengatakan munculnya kasus umrah mulai dari First Travel, Solusi Balat Lumampah (SBL), kemudian ABU Tours, dan sekarang BMP, menunjukkan lemahnya pengawasan dan upaya pencegahan. Kemenag sebagai regulator harus memperketat pengawasan dan pencegahan supaya persoalan penipuan umrah tidak berulang kembali.

Kasus terlantarnya jamaah travel BMP juga mendapat sorotan dari DPR. Nasyirul Falah Amru, anggota DPR dari Fraksi PDIP mengatakan, Kemenag harus menindak tegas biro travel yang jelas-jelas tidak bertanggungjawab terhadap jamaah. “Apalagi para jamaah diterlantarkan di negara orang,” terang dia.

Evaluasi terhadap izin travel itu harus segera dilakukan. Jangan sampai kemenag membiarkan kasus yang sangat merugikan para jamaah itu berlarut-larut. Jika dari hasil evaluasi itu diketahui bahwa BMP tidak profesional dalam melaksanakan tanggungjawabnya, maka izin operasional bisa dicabut.

PBNU itu sangat menyesalkan persoalan tersebut muncul kembali. Padahal, kasus itu sudah berulang kali terjadi. Hal itu menunjukkan BMP tidak belajar dari kasus sebelumnya. Menurut dia, biro perjalanan umroh harus sadar bahwa usaha mereka tidak seperti bisnis atau industri lainnya. Travel itu melayani para jamaah untuk beribadah. Jadi, ada nilai ibadahnya dalam menjalankan usahanya. “Bukan keuntungan semata yang dikejar,” terang Sekretris Umum Baitul Muslimin (Bamusi) itu.

Kedepannya, lanjut dia, para jamaah akan semakin mendapat perlindungan setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8/2018 sebagai pengganti PMA Nomor 18/2015 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah. Dalam aturan itu disebutkan bahwa jamaah umrah harus diberangkatkan selambat-lambatnya enam bulan sejak mereka mendaftar.

Selain itu, tutur dia, biro travel juga dilarang menggunakan dana jamaah untuk kepentingan bisnis lain. Jadi, pembiayaan perjalanan umrah tidak akan terganggu. “In bentuk perlindungan nyata kepada Umat Islam yang akan umrah,” terang legislator asal dapil Jatim X itu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan bahwa pemerintah tidak bisa masuk terlalu jauh dalam persoalan biro perjalanan umrah yang bermasalah. Seperti memberikan talangan dana bagi warga yang dirugikan oleh biro tersebut. Lantaran persoalan tersebut melibatkan swasta dengan masyarakat. Meskipun berbagai aturan telah buat pemerintah untuk melindungin masyarakat.

”Pemerintah sudah mulai memberikan suatu aturan-aturan. Jangan terlalu murah, ini kan akibat ponzi system, jadi dikumpul (dana) yang terkumpul itu membayar yang pergi, tetapi ponzi itu naik terus dan menjadi naik dan kecil di atas,” ujar JK setelah peletakan batu pertama Masjid At Thohir, Cimanggis, Depok, Sabtu (31/3).

Pria yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia itu mengingatkan para jamaah yang ingin berangkat umrah jangan sampai tergiur dengan biaya yang murah. Karena itu berpotensi kuat sebagai bentuk penipuan. Misalnya bisa memberangkatkan umrah hanya dengan Rp 13 juta. ”Kalau harga murah, pasti setelahnya itu ada mandek,” kata dia.

Dia memastikan bahwa penegakan hukum terhadap pemilik biro umrah yang bermasalah itu akan dilakukan dengan tegas. Mereka akan dijerat dengan hukuman yang berat. ”Double dia punya anu, punya dosa. Dunia dan akherat,” tegas JK. (wan/lum/jun)

KEK Beri Banyak Insentif

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memberikan isyarat bahwa era Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan memberikan banyak kemudahan bagi pengusaha.

“FTZ sudah diputuskan untuk menjadi KEK. Tapi KEK Batam akan berbeda dengan tempat lain. Di tempat lain dimulai dari nol, tapi di Batam sudah ada berbagai macam industri,” jelasnya belum lama ini.

Soal penetapan KEK sebagai zona enclave, penyebabnya adalah karena KEK sebenarnya tidak mengenal konsep pemukiman didalamnya.”Makanya harus ada zona enclave, dibatasi mana masuk KEK dan mana luar KEK,” katanya.

Setelah memetakannya dengan akurat, ia melihat bahwa memang Nongsa Digital Park (NDP) yang baru siap menyandang status KEK.

“Mengenai kapan, kami dari BP Batam bertugas menyiapkannya bersama NDP. Tapi ujung-ujungnya diproses bersama di Dewan Nasional KEK,” katanya.

Proses penetapan KEK itu diluar kontrol BP Batam yang hanya bertugas mempersiapkannya.

“Tapi kami akan siap untuk KEK. Setelah NDP siap jadi KEK, maka yang lainnya nanti akan menyusul,” katanya.

Ia mengingatkan KEK itu punya banyak insentif.

“Misalnya kalau investasi dapat dipertimbangkan dapat Tax Holiday dan Tax Allowance. Di KEK daftar negatif investasi juga tak berlaku kecuali untuk bisnis senjata. Pembangunan universitas dan rumah sakit internasional dapat dilakukan, jadi KEK sangat relevan,” paparnya.

Lukita juga menjanjikan kalau proses pengurusan visa dan tenaga kerja akan dipermudah.”Proses layanan dan investasi pokoknya akan lebih mudah,” janjinya.

Panggil Pemilik Lahan Tidur
Selain akan memberi banyak kemudahan bagi pengusaha, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil kembali pemilik lahan tidur pada Senin (2/4) dan Rabu (4/4). BP akan mempertanyakan komitmen mereka kembali dalam mengelola lahan yang telah diberikan kepadanya tapi ditelantarkannya.

“Progres yang utama di Batam center dulu. Kalau kemana-mana (wilayah lain,red) ya tak selesai,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Gedung BP Batam, Sabtu (31/3).

Ia mengatakan target untuk menyelesaikan lahan tidur di Batamcentre memakan waktu hingga tiga bulan.”Karena banyak yang perlu waktu hingga satu bulan dan paling lama tiga bulan untuk mempersiapkan business plan,” jelasnya.

Lukita juga mengatakan penyelesaian lahan tidur masih menjadi prioritas pihaknya. Dalam waktu dekat 10 pemilik lahan tidur yang di wilayah Batamcentre akan panggil ulang untuk melihat progres keseriusan para pemilik lahan tidur tersebut. Sebelumnya BP Batam telah memanggil sekitar 21 pemilik lahan tidur.

Wilayah Batamcentre diakuinya menjadi prioritas utama, karena itu pihaknya berharap lahan-lahan yang saat ini tidak difungsikan tersebut bisa dimanfaatkan. Sehingga dengan demikian tentu akan dapat menggerakan perekonomian Batam. Persoalan lahan diakuinya memang menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera diselesaikan.(leo)

Ponsel Dijambret saat Asyik Live Streaming

0

batampos.co.id – Ini bukan prank atau April Mop. Ini kejahatan, penjambretan tepatnya.

Seorang gadis, berjalan-jalan keliling kampung sembari asyik live streaming jadi korban jambret.

Yang dijambret apa lagi kalau bukan ponsel yang digunakan untuk live streaming itu.

Jambret menggunakan motor. Penjambretan bermula saat si gadis live streaming. Si gadis melihat ada lelaki menunggang motor.

“Dan itu ada bujang, oh duda, anaknya dua, kali,” ujar si gadis sembari menghadapkan kamera ke arah pria bermotor itu.

Sekejap kemudian lelaki bermotor berjalan ke arah si gadis lalu… wezzzz… ponsel berpindah tangan.

“Ada yang ngejar tak?” tanya pengendara motor pada rekan yang ia bonceng.

Tidak jelas kapan kejahatan ini terjadi juga dimana. (ptt)

Kemenag: Batam Punya 23 Biro Umrah Resmi

0

batampos.co.id – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Batam Erizal Abdullah meminta masyarakat terus waspada terkait maraknya kasus penipuan biro perjalanan umrah. Ia berharap warga juga aktif melaporkan biro umrah yang diduga bermasalah.

Erizal mengatakan, masyarakat bisa memantau legalitas biro umrah melalui Sistem Informasi Pemantauan Terpadu (Sipatu) Haji dan Umrah. Semua orang dapat mengakses dan mengecek benar tidaknya bisnis biro umrah tertentu. Melalui aplikasi ini pula, para penyelenggara ibadah umrah dan haji serta travel juga diwajibkan mengisi data seputar legalitas perizinan.

“Kalau ada masalah bisa langsung melapor ke Sipatu,” terang Erizal, Jumat (30/3).

Ia juga mengingatkan kepada calon jemaah umrah dan haji untuk memperhatikan beberapa hal sebelum memilih biro. Di antaranya, memilih travel perjalanan umrah yang terdaftar situs Kemenag. Jemaah harus memastikan harga dan paket perjalanan umrah yang ditawarkan wajar.

“Jika perlu dibandingkan antara satu biro dengan biro yang lain,” kata Erizal.

Kemudian, calon jemaah harus menyiapkan visa umrah jauh sebelum jadwal keberangkatan yang ditetapkan. Lalu, menanyakan kepada biro mengenai waktu keberangkatan, pesawatnya, dan jadwal penerbangan sehingga ada kepastian akan tinggal di hotel mana selama di Arab Saudi.

Menurut dia, semua data-data tersebut akan dimasukkan dalam aplikasi Sipatu oleh para pemilik biro haji dan umrah. “Semisal nama jemaah, hotel, maskapai penerbangan, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Erizal menambahkan, saat ini di Batam terdapat 23 biro umrah resmi dan terdaftar di Kemenag. Terdiri dari lima biro lokal dengan kantor pusat di Batam, dan 18 biro yang merupakan cabang dari luar kota.

Kelima biro umrah lokal Batam itu adalah Zulindo Tour and Travel, Duta Karya Indo Perkasa (DKI) Tour, Azzamecca Tour, Musi Holiday (MH), serta Zulian Kamsaindo.

Sedangkan 18 biro umrah yang merupakan cabang dari daerah lain masing-masing Zam-zam Sumbulan Thoyyiba, Armindo Jaya, Raudah Armani, Silver Silk, Nettour, Raphita, Albadriyah, Riau Wisata Hati, Nursa Tour, Madinah, Tirta Baroka, Sabika Alharamain, Afla Kaza Mustika, Armina Reka Perdana, Amanah Fadhilah, Malika Wisata Utama, Darul Manasek Internasional, dan Penjuru Wisata.

“Sebenarnya dulu semuanya ada 26 biro,” kata Erizal.

Namun tiga biro lainnya sudah tutup. Salah satunya Solusi Balad Lumamapah (SBL). “Jadi sekarang tinggal 23 biro umrah resmi,” katanya.

Erizal menghimbau bagi masyarakat Batam yang ingin melaksanakan ibadah umrah, sebaiknya menggunakan biro-biro resmi tersebut. Ia memastikan legalitas ke-23 biro umrah tersebut terjamin. (rng)

Polsek Sagulung Adakan Pengajian

0
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto saat memberikan sambutan.

batampos.co.id – Polsek Sagulung mengadakan pengajian rutin Majelis Taklim Al-Hikmah Permata di Masjid Jihadul Muharom Polsek Sagulung, Sabtu (31/3/2018) sekira pukul 14.00 Wib.

Pengajian dihadiri oleh ibu-ibu majelis taklim Kelurahan Sei Langkai sekira 100 orang.

Nampak hadir pada pengajian itu ialah Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto; Ketua Majelis Taklim, Sri Sulastri; serta Ustad Idris serta Ketua Bhayangkari Sagulung beserta anggota. (ali)

BP Bangun Akses Menuju Lokasi Pelabuhan Tanjungsauh

0
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.
Foto: Cecep Mulyana / batampos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh yang akan dimulai pada bulan depan. BP Batam akan mempersiapkan akses menuju lokasi pembangunan serta akan menentukan titik lokasi jembatan dari Batam menuju Pulau Tanjungsauh.

“Jika bicara dari porsi BP, maka kami akan mendukung pembangunan Tanjungsauh lewat Batuampar. Nanti peralatan dan barang-barang masuk lewat sana,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Senin (26/3) di Gedung BP Batam.

Setelah itu, keberadaan Pelabuhan Tanjungsauh yang berada di sebuah pulau membuat BP Batam akan menentukan titik jatuhnya lokasi jembatan.

“Kami juga akan bangun jaringan akses menuju jembatan tersebut,” paparnya.

Lalu setelah Tanjungsauh selesai dibangun, maka BP Batam akan menjadi fasilitator antar kedua pelabuhan yakni Tanjungsauh dan Batuampar. Fasilitator dalam hal pengembangan bersama antara kedua pelabuhan penting ini.

“Kesepakatan kita jadi komplemen antar Batuampar dan Tanjungsauh. Keduanya harus tumbuh sama-sama. Itu juga akan ditekankan BP batam agar bisa dimanfaatkan meskipun Tanjungsauh nanti tumbuh menjadi lebih besar,” katanya.

Keberadaan Tanjungsauh bagi BP Batam dapat mendorong pemanfaatan potensi lokasi strategis yang dimiliki oleh Batam.

“Tanjungsauh bisa manfaatkan potensi lalu lintas besar yang tidak terlalu kita manfaatkan dengan kapasitas terbatas di Batuampar. Jadi kita akan dukung upaya yang bisa mempercepat pembangunan Batam,” harapnya.

Menanggapi rencana pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh, pengusaha yang berkecimpung di dunia maritim menyambut dengan sukacita.

“Pembangunan pelabuhan tersebut akan memotong alur transportasi ekspor dan impor yang selama ini harus melalui Singapura,” kata Ketua INSA Batam Osman Hasyim.

Tanjungsauh akan menjadi tempat berlabuh bagi kontainer-kontainer yang menuju Indonesia dengan kapasitasnya yang besar. Dengan demikian maka akan terjadi efisiensi besar-besaran dalam urusan biaya logistik.

“Jika 360.000 Teus saja berlabuh di Tanjungsauh maka bisa menghemat biaya sekitar 1,8 triliun. Perhitungan tersebut dihitung karena biaya pengiriman 1 kontainer dari Singapura bisa mencapai Rp 5 juta,” katanya lagi.

Efisiensi biaya logistik ini juga akan menyumbang kontribusi signifikan bagi perkembangan industri di Batam. Mereka akan semakin kompetitif dan berani melakukan ekspansi dan banyak membuka lowongan kerja.

“Memang ada juga sisi lainnya seperti armada kapal menuju Singapura akan berkurang. Tapi memang semuanya harus siap untuk menghadapi era baru yang terjadi,” katanya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Daniel Burhanudin mengatakan pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh sangat bagus, tapi juga harus diiringi dengan upaya menciptakan situasi perdagangan yang kondusif di seputar perairan Kepri.

“Kapal itu mengikuti perdagangan. Jadi investor asing yang ada dalam pembangunan pelabuhan tersebut harus bisa menarik kapal-kapal asing ke Tanjungsauh,” jelasnya.

Disamping menciptakan situasi perdagangan yang kondusif, pemerintah juga harus giat memberikan insentif kepada pelabuhan tersebut.”Harus disertai dengan insentif agar uang yang dihabiskan untuk membangunnya tidak percuma,” paparnya.

Jika digarap secara serius, ia yakin Pelabuhan Tanjungsauh akan memberikan kontribusi besar bagi Kepri. Pelabuhan ini tidak akan mematikan Pelabuhan Batuampar karena lokasi Tanjungsauh berada di luar area kawasan perdagangan bebas Batam.

“Saya juga menyarankan agar setiap kegiatan pengembangan pelabuhan, orang-orang yang terlibat di dunia maritim harus diajak,” harapnya. (leo)

Kurangi Pencemaran, Konsumen Pertamina Migrasi ke BBM Ramah Lingkungan

0
Seorang petugas SPBU Regata, Kota Batam, Kepri sedang mengisi bahan bakar minyak Pertalite, Selasa (23/01/2018). Konsumsi BBM jenis Premium di Batam terus meningkat seiring semakin tingginya tingkat kesadaran konsumen akan BBM berkualitas yang ramah lingkungan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Lebih irit, nyaman, dan ramah lingkungan. Itulah tiga alasan utama Susanto Putra, 35, soal keputusannya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk motor matic-nya, sejak setahun terakhir. Sebelumnya, ia konsumen setia Premium.

Warga Batamcenter, Batam, ini kemudian membandingkan tingkat efisiensi antara Premium dan Pertalite. Dalam kondisi sama-sama tangki penuh, biasanya Premium di motornya akan habis dalam tiga hari. Namun jika diisi penuh dengan Pertalite, ia baru akan kembali mengisinya setelah empat hari kemudian.

“Rata-rata bedanya sehari. Pertalite lebih irit,” kata bapak dua anak ini, Kamis (29/03/2018) lalu.

Pria asal Medan, Sumatera Utara, ini memang tidak pernah menghitungnya berdasarkan catatan jarak tempuh sepeda motornya. Ia hanya membandingkan tingkat efisiensi Premium dan Pertalite berdasarkan jumlah hari pemakaian.

“Karena rata-rata aktivitas saya dengan motor ini tiap hari sama. Jadi saya bisa mengukur mana yang lebih irit,” kata dia.

Selain lebih irit, Susanto juga merasa lebih nyaman menggunakan Pertalite. Menurut dia, secara kualitas Pertalite lebih baik dibandingkan dengan Premium. Sehingga ia yakin, BBM berkualitas ini akan berdampak positif pada mesin motornya.

“Secara psikologis nyaman dan yakin mesin motor akan lebih awet,” kata dia.

Asisten supervisor di sebuah perusahaan oleokimia (oleochemicals) di Batam ini menambahkan, ia memutuskan untuk migrasi ke Pertalite karena BBM tersebut lebih ramah lingkungan dibandingkan Premium. Sehingga menurutnya, memakai BBM yang lebih ramah lingkungan seperti Pertalite adalah salah satu bentuk kepeduliannya terhadap kampanye perang melawan pemanasan global (global warming).

Lulusan Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara (USU) ini menjelaskan, di antara penyebab utama terjadinya efek rumah kaca dan pemanasan global adalah emisi gas buang yang dihasilkan dari sisa pembakaran kendaraan bermotor. Selain itu, emisi gas buang ini juga memicu terjadinya pencemaran udara.

Pertalite, kata dia, memiliki kandungan hidrocarbon (HC) dan carbondioksida (C2) yang lebih rendah dibandingkan Premium. Sehingga proses pembakaran mesin dengan bahan bakar Pertalite akan lebih sempurna dibandingkan mesin dengan bahan bakar Premium. Sehingga emisi gas buangnya juga semakin rendah.

“Mirip di tempat kerja saya, emisi gas buangnya dibatasi untuk mengurangi global warming,” kata Susanto sambil menyebut nama perusahaan tempat ia bekerja.

Susanto tak sendirian. Di Batam khususnya dan di Kepulauan Riau pada umumnya, migrasi konsumen BBM dari Premium ke Pertalite, atau BBM dengan kadar oktan yang lebih tinggi lainnya, sudah berlangsung cukup lama. Setidaknya dalam setahun terakhir.

Hal ini dibuktikan dengan perbandingan data realisasi distribusi BBM oleh PT Pertamina (Persero) di Batam selama 2016 dan 2017. Khususnya untuk Premium dan Pertalite.

Tahun 2016, distribusi atau pasokan Premium untuk wilayah Batam mencapai 332.293 kiloliter (KL). Namun sepanjang 2017, jumlahnya turun menjadi 264.523 KL. Dengan kata lain, distribusinya berkurang sebesar 67.770 KL.

Berbeda dengan Premium, konsumsi Pertalite di Batam terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016, konsumsi Pertalite di Batam hanya mencapai 33.216 KL. Namun pada 2017 lalu, angkanya melonjak menjadi 104.872 KL atau bertambah 71.656 KL.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I Sumbagut, Rudi Arifianto, mengatakan turunnya pasokan Premium ke wilayah Batam ini dikarenakan berkurangnya permintaan konsumen di wilayah tersebut. Begitu juga dengan meningkatnya jumlah pasokan Pertalite, Rudi menyebut hal itu karena menyesuaikan permintaan dan kebutuhan konsumen.

“Saat ini Premium sudah mulai ditinggalkan,” kata Rudi, Jumat (30/03/2018) malam.

Rudi membenarkan, jika dibandingkan dengan Premium, Pertalite memang lebih berkualitas. Dari segi kandungan oktan  (Research Octane Number/RON), Pertalite memiliki kandungan oktan lebih tinggi, yakni 90. Sedangkan RON Premium hanya 88.

Begitu juga dengan kandungan komponen penyusun lainnya. Pertalite jauh lebih unggul dibandingkan Premium.

Dengan kandungan oktan yang lebih tinggi, Pertalite juga lebih ramah lingkungan sehingga penggunaannya akan berdampak pada pengurangan pencemaran lingkungan, khususnya udara. Selain itu, BBM berkualitas ini juga akan memberikan banyak keuntungan lain bagi konsumen, termasuk mesin kendaraan.

“Mesin jadi awet, tarikan enteng, dan jarak tempuh lebih jauh,” katanya.

Rudi menambahkan, pihaknya terus berupaya menghadirkan BBM berkualitas sesuai dengan standar emisi internasional. Selain Pertalite, saat ini Pertamina juga memiliki sejumlah produk BBM berkualitas dengan RON tinggi.

Sebut saja Pertamax RON 92, Pertamax Plus RON 95, Pertamax Turbo RON 95, dan Pertamax Racing RON 100. Pertamina, kata Rudi, juga terus berupaya mendorong konsumen bermigrasi ke BBM berkualitas dangan RON lebih tinggi untuk membantu mengurangi pencemaran udara di dalam negeri, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta atau Medan.

“Dengan mengonsumsi BBM ramah lingkungan, kita akan membantu menjaga dan melestarikan lingkungan,” kata Rudi.

Komitmen Pertamina ini sejalan dengan tuntutan dan kebijakan pemerintah Indonesia yang akan segera menerapkan standar emisi Euro IV. Sesuai dengan standar tersebut, maka BBM yang boleh digunakan minimal harus memiliki RON 92.

Terkait hal itu, Rudi mengatakan Pertamina akan terus berbenah. Sehingga ke depan semua BBM yang beredar di masyarakat adalah BBM yang sesuai standar emisi gas buang internasional.

“Pertamina terus melakukan upaya inovasi dan perbaikan sehingga lebih baik dalam melayani masyarakat. Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang punya masukan, kritik, dan saran untuk langsung menghubungi ke 1 500 000,” kata Rudi lagi.

Sementara itu, data di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Batam juga menunjukkan adanya peningkatan konsumsi Pertalite. Sebaliknya, pembelian BBM jenis Premium mengalami tren penurunan dalam dua atau tiga tahun belakangan.

Di SPBU PT Sinar Agung Kencana, misalnya. Penjualan Premium sepanjang Januari 2018 lalu mencapai 344 kiloliter (KL). Sedangkan penjualan Pertalite selama Januari 2018 mencapai 346 KL.

“Sekarang sudah lebih banyak yang pakai Pertalite dibandingkan Premium,” kata Foreman SPBU PT Sinar Agung Kencana, Edward, Sabtu (31/03/2018) siang.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017, terjadi peningkatan penjualan Pertalite yang cukup drastis. Dimana pada Januari 2017, SPBU tersebut menjual Premium sebanyak 648 KL. Sedangkan Pertalite hanya 192 KL.

Apalagi jika dibandingkan dengan penjualan Premium dan Pertalite sepanjang Januari 2016. Perubahannya sangat siginifikan. Penjualan Premium di SPBU yang berada di Simpang KDA, Batamcenter, itu mencapai 778 KL. Sedangkan Pertalite saat itu hanya terjual 48 KL.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Kapital Raya, Batamkota. Menurut Foreman SPBU Kapital Raya, Yanto, penjualan Pertilite di SPBU tersebut saat ini terus meningkat. Menurut dia, peningkatan itu terjadi murni karena adanya kesadaran konsumen yang memang ingin bermigrasi ke BBM yang lebih berkualitas.

Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah antrean konsumen di jalur pengisian BBM (dispenser) di SPBU tersebut. Kata Yanto, meskipun Premium dan Pertalite sama-sama tersedia di waktu yang bersamaan, konsumen tetap cenderung memilih antre di jalur pengisian Pertalite.

“Kalau mau lihat datang sore pas jam pulang kerja. Konsumen cenderung tetap memilih Pertalite,” kata Yanto, Sabtu (31/03/2018) siang.

 Ramah di Kantong, Semua Jadi Untung

Selain ramah lingkungan, BBM dengan RON tinggi seperti Pertalite, Pertamax, dan sejenisnya ternyata juga ramah bagi kantong para konsumennya. Dari beberapa kali hasil pengujian, konsumsi Pertalite dan Pertamax ternyata jauh lebih hemat dibandingkan Premium.

“Untuk satu liter Premium hanya cukup untuk jarak tempuh 11 kilometer,” kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I Sumbagut, Rudi Arifianto, belum lama ini.

Sementara satu liter Pertalite cukup digunakan untuk jarak tempuh 13 kilometer. Dan dengan volume yang sama, Pertamax cukup untuk perjalanan sejauh 14 kilometer.

Jika untuk perjalanan jarak pendek, secara ekonomis menggunakan Premium memang lebih hemat. Karena harga Premium memang lebih murah dibandingkan dengan Pertalite atau Pertamax. Namun untuk jarak jauh, penggunaan Pertalite dan Pertamax ternyata justru jauh lebih efisien.

Dalam hal ini, Pertamina bersama sejumlah pakar juga telah melakukan pengujian untuk menghitung berapa kebutuhan BBM selama perjalanan. Sehingga bisa diketahui berapa jumlah rupiah yang dibutuhkan.

Saat pengujian dilakukan, harga Premium masih 6.450 per liter, Pertalite Rp 7.100, dan Pertamax Rp 7.550. Pengujian dilakukan untuk perjalanan mobil dengan jarak tempuh 550 kilometer.

Hasilnya, kendaraan yang menggunakan BBM Premium akan menghabiskan 50 liter Premium. Jika dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 322.500. Sedangkan jika menggunakan Pertalite, kendaraan tersebut hanya membutuhkan 42,3 liter atau Rp 300.330.

Sementara dengan Pertamax, akan lebih hemat lagi. Sebab untuk jarak tempuh yang sama, yakni 550 kilometer, hanya akan membutuhkan 39,2 liter Pertamax atau Rp 295.960.

Bukan hanya bagi konsumen, dari sisi bisnis penjualan Pertalite dan BBM dengan RON tinggi lainnya juga jauh lebih menguntungkan bagi pengusaha SPBU. Sebab Pertamina memberikan margin yang lebih besar untuk Pertalite dan Pertamax.

“Kami lebih untung jualan Pertalite daripada Premium,” kata Foreman SPBU PT Sinar Agung Kencana, Edward, Sabtu (31/03/2018) siang.

Sayangnya, Edward enggan menyebutkan berapa margin dan keuntungan tersebut. “Itu rahasia perusahaan,” kilahnya. (Suparman)

 

Tantang Bu Menteri Makan Sarden Bercacing

0

batampos.co.id – Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek yang menyebut cacing anisakis pada produk ikan makarel kaleng tidak berbahaya ditanggapi DPR. Untuk membuktikan pernyataan itu, Menkes diminta memakannya.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, jika memang Menkes yakin cacing tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan atau bahkan mengandung protein, ia meminta Menkes harus membuktikannya sendiri. Misalnya dengan demo makan makarel kalengan mengandung cacing itu di depan publik.

“Sehingga masyarakat yakin dengan pernyataan Menkes,” ujar Taufik dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/3).

Taufik mengatakan, Menkes seharusnya memberikan pernyataan yang bisa memberikan ketenangan kepada masyarakat soal temuan cacing di dalam kemasan makarel kalengan itu. Atas pernyataan Menkes itu, Taufik menilainya sebagai blunder atau bumerang bagi Menkes sendiri.

“Apalagi katanya mengandung protein. Seharusnya tidak perlu keluar statement itu. Seharusnya tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai produk-produk itu,” ujarnya.

Tafik mengatakan pernyataan itu tak mencerminkan sikap seorang Menteri Kesehatan. Ia menyarankan, daripada mengeluarkan pernyataan itu, lebih baik Menkes mengimbau masyarakat membantu pemerintah melaporkan 27 produk ikan makarel itu jika masih ada di pasaran.

“Ini bukannya masyarakat menjadi tenang, justru malah mempertanyakan kompetensi Menkes,” ungkap Taufik.

Selain itu, pernyataan Menkes itu dirasakannya kontradiktif dengan langkah yang diambil oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang meminta produsen maupun importir dan distributor menarik produk tersebut.

Sebelumnya, dalam kesempatan seusai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Menteri Nila menyebut kandungan cacing anisakis dalam 27 merek makarel kalengan itu tak terlalu bermasalah bagi tubuh manusia. Asalkan, makarel instan itu dimasak dengan benar.

“Cacing itu sebenarnya isinya protein,” ujar Nila ketika ditemui sebelum rapat, Kamis (29/3) lalu.

Nila menyebutkan selama makarel kaleng tersebut kembali diolah sebelum dikonsumsi, maka cacing yang ada akan akan mati. Sehingga makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.

“Setahu saya itu kan enggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi, atau dimasak lagi, cacingnya matilah,” jelasnya.

Masih Dijual Bebas

Satnarkoba Polresta barelang bersama Disperindag Kota Batam, BPOM melakukan pengecekan produk ikan makarel kemasan kaleng saat kegiatan berupa himbauan kepada supermarket dikawasan Batamcenter, Kamis (29/3). BPOM yang mengeluarkan pengumuman bahwa 27 produk ikan Makarel kemasan kaleng yang mengandung cacing parasit. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara di Kepri, sejumlah toko dan minimarket masih menjual berbagai merek produk ikan makarel kalengan yang dinyatakan mengandung cacing, Jumat (30/3). Di Batuaji, Batam, misalnya masih banyak toko yang menjual makarel kaleng merek Ranesa, Maya, Naraya, Botan, dan TLC. Padahal produk tersebut merupakan sebagian dari 27 merek makarel kaleng yang dinyatakan dilarang edar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami belum dapat info. Yang kami tahu cuman merek Hoki, Farmer Jack, dan IO saja yang dilarang,” ujar pedagang di kawasan Fanindo, Batuaji, kemarin.

Selain belum mendapatkan informasi, kata dia, hingga kemarin belum ada pihak-pihak yang melakukan razia atau penarikan. Misalnya dari pihak distributor maupun dari Balai POM Kepri.

“Orang BPOM tak datang ke sini. Makanya kami tak tahu,” katanya.

Di daerah Bengkong, Batam, juga sama. Sejumlah toko masih menjajakan makarel kaleng merek Botan, ABC, Fiesta Seafood, Gaga, King’s Fieher, Naraya, dan Pronas.

Menurut karyawan supermarket di Bengkong, Ayu, sebenarnya ia sudah mengetahui jika produk tersebut dilarang. Namun, kata dia, pemilik supermarket tersebut belum mau menurunkannya dari etalase toko.

“Menunggu distributor menarik dulu, baru dikeluarkan,” ujarnya.

Tak hanya di supermarket, beberapa produk ikan kaleng yang mengandung cacing juga masih banyak dijual di toko kelontong. Pemilik toko kelontong yang enggan disebut namanya juga masih memajang produk tersebut sambil menunggu ditarik distributor.

Selain di Batam, berbagai merek makarel bercacing juga masih beredar di Kabupaten Karimun, Jumat (30/3). Namun tak sedikit pula pedagang yang dengan sukarela tidak lagi menjual produk makarel tersebut.

“Kami mematuhi aturan, jika memang dilarang, kami tidak akan jual,” kata Rahim, pemiliki toko kelontong di Karimun, kemarin.

Langsung Disita

foto: dalil harahap / batampos

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengerahkan tim dari 19 puskesmas se-Batam untuk merazia 27 merek makarel tersebut. Razia digelar mulai dari pasar, minimarket, hingga ke wilayah hinterland.

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, hingga kemarin memang masih banyak toko dan minimarket di Batam yang menjual beberapa di antara 27 merek makarel kaleng yang dilarang BPOM.

“Yang masih ada pajang, kami minta mereka turunkan dan tidak dijual hingga distributor menariknya,” kata Didi, Jumat (30/3).

Ia menyayangkan lambannya respon pedagang maupun distributor atas larangan terhadap 27 merek makarel kaleng tersebut. Menurut dia, pihak distributor cepat melakukan penarikan. Demikian juga dengan pedagang, mestinya dengan sukarela tidak menjual lagi makarel bercacing itu.

“Setiap ada yang pajang, kami akan paksa turun. Hingga kami akan sita dan serahkan ke BPOM,” ucap dia.

Ia mengaku leading sector penarikan makarel bermasalah ini memang di BPOM. Namun pihaknya juga berkewajiban untuk turun tangan. Apalgi ini sudah diperintahkan oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi. “BPOM juga kan sudah meminta distributor menarik,” kata dia.

Ia menambahkan, penarikan makarel bercacing oleh petugas 19 puskesmas akan digelar hingga awal Minggu (1/4) besok. Hari pertama turun pada Jumat (30/3) kemarin, pihaknya juga bersama Satpol PP, Babinsa, hingga petugas kecamatan.

“Hari libur tetap turun, setiap puskesmas ada tiga tim. Satu tim rata-rata lima orang,” kata dia.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam juga menurunkan tim. Melalui Surat Perintah Tugas tertanggal 29 Maret, Kepala Disperindag Batam Zarefriadi menugaskan lima orang untuk turun ke pusat-pusat perbelanjaan, hingga Minggu (1/4) nanti.

“Secara prinsip makanan yang ada tidak diinginkan keberadaannya jangan dikonsumsi dulu. Dengan informasi 27 ikan kaleng itu, sekarang bisa kita berpikir tidak ada ikan berkaleng itu yang steril,” ucap dia.

Tak hanya itu, sejumlah kelurahan di Batam juga menurunkan petugasnya untuk memantau makarel bercacing. “Kami imbau dan data pedagang-pedagang yang masih menjual makarel bercacing. Untuk penarikan itu wewenangnya Disperindag,” ucap Lurah Belian, Kamarul Azmi.

Terpisah, Kepala Balai POM Kepri Yosef Dwi Irwan mengajak seluruh instansi terkait di Provinsi Kepulauan Riau untuk bersama-sama mengawal penarikan 27 merek makarel bercacing. “Kami tidak bisa jadi single fighter, jadi butuh bantuan,” kata Yosef, Jumat (30/3).

Menurut dia, sejauh ini respon di lapangan cukup baik. Sejumlah instansi langsung bergerak membantu menarik 27 merek makarel bercacing itu dari pasaran.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging meminta BPOM meningkatkan pengawasan terhadap pangan dan minuman yang beredar di masyarakat, khususnya produk-produk impor. Mestinya, kata dia, semua produk yang telah mendapat izin edar itu adalah produk yang layak komsumsi.

“Selain kualitas, masa berlaku juga penting,” paparnya.

Ia menambahkan, pemerintah harus segera menyikapi hal ini. Karena di dalam praktiknya banyak manipulasi produk makanan yang tidak sesuai standar. Apalagi produk-produk yang berasal dari Tiongkok yang memang sudah banyak dikeluhkan oleh beberapa negara.

“Kalau perlu semua produk yang berasal dari Cina diuji lab lagi,” jelasnya. (she/adi/une/atm/rng/ska/san/JPG)

Diduga Dianiaya Ayah Sendiri, Bayi 3,5 Bulan Dimakamkan

0
Kapolsek Batuampar AKP Ricky Firmansyah menggendong jenazah. | eggy / batampos

batampos.co.id – Jenazah bayi berusia 3,5 bulan yang diduga meninggal akibat dianiaya oleh ayahnya sendiri dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Panas, Jumat (30/3) siang. Di TPU Sei Panas, tampak sejumlah warga ikut mengantarkan bayi. Sementara ayah dari bayi itu, Yudi, 27, tidak tampak disekitar pemakaman.

Sementara, ibu bayi, Nia, 22, tampak histeris saat di pemakaman. Ia seperti belum ikhlas kehilangan bayi perempuannya itu. Ia beberapa kali jatuh pingsan. Beberapa warga yang hadir pun tampak mencoba menenangkan Nia.

Salah seorang warga, Jumiati yang ditemui di TPU Sei Panas mengatakan bahwa awalnya bayi bernama Yuni Sintia itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda karena mengalami kejang-kejang. Setelah dua hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Bunda, akhirnya bayi itu meninggal dunia.

“Di bibirnya itu ada bekas berdarah sama seperti bekas luka dibagian (punggung) sini,” ujarnya sembari memegang bagian punggung belakangnya.

Usai bayi itu dinyatakan meninggal dunia, selanjutnya bayi itu dibawa pulang ke rumah duka dan dimandikan di masjid yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Komplek Jodoh Square. Namun, saat dimandikan itu, warga merasa curiga dengan beberapa luka lebam di tubuh bayi. Sehingga warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Batuampar.

“Sekitar jam dua malam bayinya langsung dibawa sama polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk di visum,” tuturnya.

Jumiati menambahkan, ia sangat yakin bahwa Yudi telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya itu, hingga meninggal dunia. Ia berharap, dengan kejadian ini Yudi bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya dan sadar atas kesalahan yang telah dibuatnya kepada anaknya sendiri.

“Kita sebagai ibu pasti merasa kesal. Menurut saya jangan terlalu tega sama anak-anak, apalagi sama anak sendiri. Mudah-mudahan dengan kejadian ini dia bisa sadar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Batuampar AKP Ricky Firmansyah yang ditemui di pemakaman belum bisa bicara banyak terkait pemeriksaan terhadap Yudi. Menurutnya, sejauh ini pihaknya baru melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi.

“Kita masih menunggu hasil visumnya. Saat ini, kami hanya mendampingi pengambilan jenazah dan mengantarkan ke pemakaman. sejauh ini masih melakukan pemeriksaan saksi dan nanti hasil visumnya sudah keluar, akan kita sampaikan,” ujarnya singkat. (gie)

Kapal Milik Pertamina Terbakar di Perairan Balikpapan

0

batampos.co.id – Kapal patroli milik PT Pertamina terbakar di perairan Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, (31/3). Kebakaran itu dipicu dari tumpahan minyak berjenis solar sejak subuh tadi.

“Memang betul ada kapal terbakar akibat tumpahan minyak,” ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana kepada JawaPos.com, Sabtu, (31/3).

Kejadian tersebut memakan korban jiwa. “Dua orang meninggal dunia, saat ini masih proses evakuasi,” ujar Ade.

Kejadian ini bermula pada pukul 04.00 WIB. Ditemukan tumpahan solar di sekitar jetty 2 hingga dumping area. Lalu, sekitar pukul 06.00 WIB, kapal patroli PT Pertamina melakukan penyisiran di perairan. Dimulai dari Pelabuhan Chevron atau Pelabuhan Semayang sampai dengan Kampung Atas Air Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat.
Pertamina mendapat musibah, kapal patrolinya terbakar, dua orang tewas

Pertamina mendapat musibah, kapal patrolinya terbakar, dua orang tewas (Jawa Pos)

Dari hasil patroli, disampaikan tumpahan minyak ada di arah utara Kampung Atas Air hingga arah selatan Pelabuhan Speed Chevron arah Lawe-lawe, di batas pertengahan antara kilang dan kapal tanker berlabuh.

Sementara asal usul tumpahan minyak diduga dari kapal tanker yang sedang berlabuh di Pelabuhan Semayang dari MT. LAMIWURI 01. Solar yang tumpah, menyebar sekitar 300 meter dari pelabuhan.

Rencana awal, solar yang tumpah akan dimusnahkan dengan cara dibakar di tengah laut namun dikarenakan kesalahan prosedur kapal juga mengalami kebakaran.

Kemudian, kapal pandu dari Pelindo lantas melakukan pemutusan jalur solar yang tumpah dengan cara berputar-putar di radius 200 meter dari titik api dan kapal yang terbakar.

(dna/JPC)

Play sound