Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12443

Menyoal Utang Indonesia

0

batampos.co.id – Membengkaknya utang luar negeri pemerintah Indonesia kembali jadi sorotan. Pengamat ekonomi, Faisal Basri, mengkritik penggunaan utang luar negeri pemerintah yang selama ini diklaim untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Padahal, menurut data yang ia kumpulkan, utang luar negeri paling banyak digunakan untuk belanja pegawai.

Menurut data yang ia miliki, proyeksi belanja pegawai pada 2018 adalah sebesar Rp 366 triliun, atau naik 28 persen sejak 2014. Sementara di posisi kedua adalah belanja barang sebesar Rp 340 triliun atau naik 58 persen sejak 2014.

Sementara infrastruktur, yang masuk dalam kategori capital, berada di urutan ketiga yakni sebesar Rp 204 triliun atau naik 36 persen sejak 2014.

“Infrastruktur itu paling banyak dibiayai dari utang BUMN, yang tidak masuk dalam kategori utang yang direncanakan,” katanya di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Selasa (3/4).

Proyek-proyek besar, menurutnya, kebanyakan dilakukan dengan penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebagian kecil dimodali dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan selebihnya BUMN disuruh mencari dana sendiri.

Menurut Faisal, saat ini, beberapa BUMN pontang-panting membiayai proyek-proyek pemerintah pusat dengan dana sendiri sehingga kesulitan cash flow. Sumber pembiayaan itu antara lain diperoleh dengan cara mengeluarkan obligasi dan pinjaman komersial dari bank.

“Selanjutnya, BUMN menekan pihak lain dengan berbagai cara,” katanya.

Sementara pengeluaran modal untuk sosial malah menurun sebesar 44 persen sejak tahun 2014. Proyeksi pengeluaran modal atau anggaran (expenditure) untuk sektor ini adalah sebesar Rp 81 triliun pada 2018.

“Kita termasuk negara dengan social safeness terburuk se-Asia Pasifik,” katanya.

Data Bank Indonesia hingga akhir Januari 2018 menunjukkan utang luar negeri Indonesia meningkat 10,3 persen (year on year/yoy) menjadi 357,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 4.915 triliun (kurs: Rp 13.750). Rinciannya, Rp 2.521 triliun utang pemerintah dan Rp 2.394 triliun utang swasta.

Sementara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan lonjakan utang yang terjadi dalam tiga tahun terakhir masih dalam tataran yang aman. Peningkatan itu tidak dapat dihindari dari segi fiskal dalam kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan digunakan sepenuhnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting, mengatakan sampai saat ini posisi dan penggunaan utang Indonesia masih cukup aman.

“Utang pemerintah untuk Surat Berharga Negara (SBN) di sektor retail berada di kisaran 70 persen, dan pinjaman hanya 19 persen,” ungkapnya.

Sedangkan defisit fiskal terjaga di angka 2,9 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau Rp 397,24 triliun.

Hal senada juga diutarakan Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia, Yati Kurniati. Ia menyebut ketika ekonomi melemah, maka pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pinjaman. “Kita perlu aliran dana asing untuk membiayai ekomomi nasional,” ujarnya dalam diskusi Meningkatnya Utang: Keharusan atau Salah Kelola? yang digelar oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) di Jakarta, Selasa (3/4).

ilustrasi

Yati kembali menegaskan, utang yang dimiliki Indonesia masih dalam taraf yang aman. Pihaknya juga selalu menjaga pembayaran utang-utang jangka pendek. Ia juga memperhatikan betul besaran utang luar negeri karena sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan investor yang hendak menanamkan modalnya di Indonesia.

Namun Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati menegaskan yang terpenting bukan besar utang yang ditangggung oleh pemerintah. “AS memiliki rasio utang 100 persen dari PDB, bahkan Jepang memiliki rasio hingga 200 persen tetapi perekonmiannya tetap baik,” tuturnya.

Namun dalam riset utang dan tata kelola utang yang dilakukan lembaganya ternyata banyak pinjaman yang dilakukan salah kelola.

Bila tata kelola utang berantakan, menurut Enny, sementara nilai utang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, tentu hal ini tidak sesuai dengan poin yang tercantum dalam Nawacita, terutama soal peningkatan produktivitas dan kestabilan ekonomi. Oleh karena itu pemerintah perlu segera memitigasi utang dan tidak selalu berpatokan pada keamanan utang yang bersifat makro karena pada kenyataanya target rasio pajak tidak tercapai.

Ekonom Faisal Basri membantah jika kenaikan utang Indonesia diperuntukkan bagi proyek-proyek infrastruktur. “Peningkatan utang dari 2014-2017 lebih banyak untuk belanja barang (53 persen) dan membayar bunga hutang (63 persen), bukan untuk infrastruktur,” katanya. (JPG)

TNI AU Gelar Operasi Pengawasan Penyelundupan di Kepri

0
Pesawat Hawk TNI Angkatan Udara lepas landan saat akan melakukan kegiatan operasi di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (3/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – TNI Angkatan Udara (AU) menggelar operasi pengawasan perairan Kepri mulai Selasa (3/4) hingga Kamis (5/4) besok. Operasi dengan sandi Poros Sagara 2018 itu melibatkan lima jet tempur Hawk tipe 100 dan 200.

Operasi ini fokus mengawasi kegiatan ilegal di wilayah Kepri. Mulai dari pencurian ikan (illegal fishing), pembalakan liar, kegiatan penambangan liar, pembuangan limbah, penyelundupan, imigran asing, hingga penyelundupan narkoba.

“Titik koordinat tempat-tempat diduga terjadinya kegiatan ilegal itu sudah kami pegang. Dan kami terbang menyusuri tempat-tempat itu,” kata Komandan Skuadron Udara I Lanud Supadio, Letkol Agung Indrajaya, Selasa (3/4), di Bandara Hang Nadim, Batam.

Ia mengatakan, patroli ini tidak hanya mengandalkan pengamatan semata. Tapi juga dibantu radar-radar canggih yang dimiliki TNI AU. “Kami di-guide (dipandu) sama radar, pusat memonitor langsung pergerakan kami,” ucapnya.

Alasan pemilihan Batam sebagai tempat homebase operasi pengamanan alur ini, disebutkan Agung karena mempertimbangkan posisi strategis perairan Kepri. Lalu juga di wilayah perairan Kepri dan sekitarnya ini, memiliki tingkat kerawanan yang tinggi. Dari informasi didapat TNI AU, beberapa kali terjadi penyelundupan manusia, barang, pembuangan limbah hingga narkoba.

“Berita yang kami dengar akhir-akhir ini adalah penyelundupan narkoba dalam jumlah ton. Oleh sebab itu, kami diminta melakukan pengawasan, karena mungkin ada juga yang tak terpantau,” ucapnya.

Cakupan operasi Poros Sagara 2018 ini cukup luas. Agung menuturkan, wilayah operasi mulai dari Selat Karimata, wilayah perbatasan Kepri dengan negara tetangga, lalu di bagian utara Natuna. “Hasil dari patroli kami, belum ada progres. Namun setelah ini kami akan lakukan patroli lagi, besoknya lagi hingga batas waktu operasi,” ucapnya.

Personel yang dikerahkan dalam operasi ini sebanyak 60 orang. Terdiri dari pilot, tenaga teknis, pengawas lapangan, hingga pengawas di radar.

Dari pantauan Batam Pos di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, hanya empat pesawat saja yang terbang menuju daerah-daerah yang dinilai cukup rawan akan kegiatan ilegal. Sedangkan satu pesawat bersiaga di bandara sebagai cadangan. Patroli pertama berlangsung sekitar 45 menit. Pesawat tempur itu take off pukul 09.20 dan kemmbali mendarat di Hang Nadim pukul 10.05 WIB. (ska)

Jangan Terbujuk dengan 1515

0

batampos.co.id – Mantan pejabat Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho, masih menjalani proses persidangan sebagai terdakwa teroris di Pengadian Negeri (PN) Jakarta Barat. Selasa (3/4) kemarin merupakan sidang keempat bagi Djoko.

Pantauan Batam Pos, dalam sidang keempat kemarin Djoko terlihat lebih tegar. Penampilannya juga berubah. Ia tampak dengan potongan rambut lebih rapi. Namun seperti sidang-sidang sebelumnya, mantan Direktur PTSP BP Batam itu tetap irit bicara.

Dalam sidang ke empat itu, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi dari Turkish Airlines, yakni Oka Tri Pratama dan Gian Prasetya. Mereka adalah dua karyawan yang bertugas di Structural Traffict Regional Agent Turkish Airlines di Indonesia ketika Dwi Djoko Wiwoho beserta keluarganya berangkat ke Turki pada 1 Agustus 2015 lalu.

Ketua majelis hakim Heri Soemanto yang memimpin persidangan mempertanyakan apakah saat berangkat Dwi Djoko melaporkan daftar keluarganya yang saat itu terbang bersama maskapai Turkish Airlines.

“Seingat kami, surat yang ditujukan saat itu sesuai tiket, hanya tertera nama terdakwa saja. Terdaftar layaknya penumpang umum yang berangkat ke Turki,” ujar Oka di hadapan hakim.

Menurut Oka, saat itu, Djoko berangkat layaknya penumpang lainnya. Selain itu, juga tidak ada yang aneh dari penampilan dan perilaku Djoko saat itu.

“Namun setelah dapat kabar, bahwa ternyata terdakwa berangkat bersama keluarganya, kita cek, ternyata nama-nama yang diajukan ke Turkish Airlines di manifest ada semua,” ungkap Gian, menimpali.

Mempertegas pernyataan hakim tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Djaya Siahaan, mempertanyakan apakah daftar penumpang tersebut sesuai dengan data manifest dengan nama Dwi Djoko Wiwoho, Hafidah Djohar, Iman Santoso, dan lainnya.

Dua saksi mengiyakan. “Seperti keterangan sebelumnya, ditemukan di surat hanya satu saja atas nama Dwi Djoko Wiwoho. Tapi di daftar manifest ternyata ada nama-nama itu, dan ternyata memang berhubungan dengan terdakwa,” ungkap saksi Oka.

Hakim kemudian kembali bertanya, apakah dalam menjalankan tugasnya sebagai petugas Structural Traffict Regional Agent Turkish Airlines kedua saksi mendapat bantuan dari pihak lain? Kedua saksi mengaku tidak ada.

Sementara kuasa hukum Dwi Djoko Wiwoho, Ashludin, menanyakan apakah dalam manifest terdapat keterangan bahwa Djoko dan keluarganya akan melanjutkan perjalanan ke Suriah. Menjawah pertanyaan itu, kedua saksi mengaku tidak ada. Mereka juga tidak tahu jika Djoko dan keularganya akan melanjutkan perjalanan ke Suriah setelah mendarat di Turki.

“Karena maskapai hanya bertanggung jawab ke penumpang sampai ke tempat tujuan saja yakni Turki,” katanya.

Setelah mendengar keterangan kedua saksi, majelis hakim bertanya kepada terdakwa, apakah ada sanggahan atau keberatan atas keterangan saksi.

“Semua benar yang mulia,” jawab Djoko. (cha)

Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami perbaikan karena Ratna Nirmala, istri Dwi Djoko Wiwoho, keberatan sebab menganggap beberapa keterangan dalam berita tidak berdasarkan hasil wawancara, melainkan dari obrolan di media sosial. Atas hal itu redaksi minta maaf.

UNBK Kepri Baru 41 persen

0
Siswa dan Siswi SMKN 1 Batuaji dengan serius mengerjakan soal ujian mata pelajaran bahasa Indonesia, Senin (2/3). SMKN 1 ini ujiannya tiga shif karena kekurangan riangan dan komputer. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Muhammad Dali meninjau pelaksaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 4 Batam Sekupang, Senin (2/4). Pelaksanaan UNBK berjalan dengan baik mulai dari siswa, pengawas, jaringan hingga listrik.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tadi sebetulnya ada pemadaman listrik di Sagulung karena perbaikan dari PLN. Karena ada ujian mereka menunda perbaikan. Sehingga siswa yang berada di sana tidak terganggu ujiannya,” kata Dali kepada Batam Pos.

Ia mengatakan untuk secara keseluruhan baik SMP-SMA sederajat baru 41 persen yang menggelar UNBK. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yakni 36 persen.

“Belum bisa semua karena terkendala jaringan dengan keterbatasan sarana dan prasarana,” ujar pria berkacamata ini.

Untuk itu, tahun ini pihaknya telah menganggarkan sedikitnya seribu unit komputer baru untuk sekolah. Nantinya komputer ini akan diberikan kepada sekolah yang siap UNBK tapi belum memiliki peralatan.

“Kami adakan tahun ini untuk digunakan tahun depan, sehingga capaian UNBK meningkat di Kepri,” tambahnya.

Saat ini ada 97 SMK di Kepri dan 60 diantaranya sudah UNBK. Beberapa sekolah ada yang bergabung ke sekolah lainnya karena belum memiliki fasilitas komputer.

“Ini yang menjadi prioritas kami untuk diberikan bantuan tahun ini,” terang Dali.

Ia berharap seluruh siswa bisa menyelesaikan ujian dengan baik dan lulus dengan nilai terbaik tentunya. “Harapan saya siswa lulus dengan nilai yang memuaskan,” sebutnya.

Disinggung mengenai penggunaan telepon pintar sebagai antisipasi kekurangan komputer, Dali menambahkan belum ada rencana untuk menerapkan hal tersebut. “Ya, dibeberapa daerah sudah ada, tapi untuk Kepri nanti dululah, masih fokus ke komputer dulu,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 4 Batam, M. Taher mengatakan seluruh siswa yang ikut UNBK berjumlah 306 orang. Ada tiga ruangan yang dipergunakan untuk pelaksanaan ujian.

“Satu ruangan ada 40 komputer dan akan digunakan dalam tiga sesi ujian,” sebutnya.

Ini merupakan kali ketiga SMKN4 Batam menggelar UNBK. Satu mata ujian akan diberikan waktu kurang lebih dua jam. Ia menyebutka hari pertama siswa akan mengerjakan soal Bahasa Indonesia, nanti disusul Matematika, Bahasa Inggris dan Kejuruan.

“Jadi ujiannya empat hari, semoga tidak ada kendala. Di kelas juga ada pemdamping serta pengawas yang membantu siswa jika ada masalah saat ujian berlangsung,” ucap Taher. (une)

Berobat di RSUD Batam Tak Boleh Lama Lagi

0
Gedung RSUD Embung Fatimah, Batuaji.
Foto Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah mulai menerapkan langkah baru untuk mengoptimalkan pelayanan terhadap pasien dengan menerapkan pendaftaran elektronik. Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana mengatakan setiap pasien cukup mengirim pesan singkat atau SMS untuk mendapatkan jadwal pemeriksaan.

“Pasien berobat tidak antre lama, jadi memudahkan sekaligus mempersingkat waktu,” ujar Ani Dewiyana, di Batam Centre, Senin (2/4).

Dia mengatakan saat ini pihaknya dan Dinas Kominfo tengah menyusun sistemnya. Segala persiapan sudah dilakukan sejak sebulan lalu dan ditargetkan terealisasi dalam waktu dekat ini.

“Mudah-mudahan minggu ini. Tinggal finishing,” katanya.

Selama ini 90 persen pasien RSUD Embung Fatimah merupakan pasien tanggungan BPJS Kesehatan. Sehingga dengan adanya sistem baru ini diharapkan pasien lebih mudah untuk mendapatkan pengobatan tanpa harus menunggu lama.

“Bagaimana pasien mudah untuk berobat, jangan sampai antrean banyak. Kami tambah tenaga supaya konter ditambah,” kata Ani.

Sementara Walikota Batam, Muhammad Rudi dalam arahannya di apel pegawai Pemerintah Kota Batam mengatakan bahwa pelayanan publik nantinya harus daring (online) semua. Ia mengaku tidak ingin ada pelayanan yang sifatnya manual.

“Tapi masyarakat Batam sudah siap tidak. Mungkin belum semuanya. Maka nanti tetap ada petugas yang membantu salam proses pendaftarannya,” kata Rudi. (une)

13 Ribu e-KTP Kecamatan Sagulung Selesai Dicetak

0
Petugas merapihkan KTP warga yang sudah jadi.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam terus menyelesaikan penumpukkan berkas e-KTP. Sebanyak sembilan kecamatan telah selesai dicetak, kini masih tersisa tiga kecamatan lagi.

“Kecamatan Sagulung baru selesai dicetak. Kecamatan Bengkong masih proses sedangkan untuk Seibeduk, Sekupang dan Lubuk Baja masih menunggu,” ujar Kadisdukcapil Batam, Said Khaidar, Senin (2/4).

Said mengatakan sepanjang tahun ini pihaknya sudah mendistribusikan lebih dari 90 ribu keping e-KTP kepada pemiliknya.

“13 ribu e-KTP untuk Kecamatan Sagulung segera di distribusikan ke pemiliknya. Untuk Kecamatan Bengkong satu atau dua hari ini akan selesai,” katanya.

Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) ini mengungkapkan untuk mencapai target penyelesaian pencetakkan e-KTP tersebut pihaknya sudah bekerja hingga malam hari. Said optimis jika permasalahan penumpukan e-KTP di Batam akan segera selesai hingga Mei mendatang.

“Semoga cepat selesai sehingga masyarakat Batam semuanya sudah memiliki e-KTP,” jelasnya.

Camat Sagulung, Reza Khadafy saat dikonfirmasi mengaku ribuan e-KTP tersebut akan langsung didistribusikan ke masyarakat. Pendistribusian itu akan dilakukan selama satu bulan. “Besok (hari ini) jam delapan pagi sudah mulai bisa diambil,” kata Reza.

Untuk mempercepat pendistribusian, pihaknya bekerja hingga lembur. Untuk itu, ia berharap masyarakat yang telah melakukan perekaman pada tahun 2016 dan 2017 untuk segera mengambil e-KTP mereka.

“Buka Sabtu dan Minggu. Tapi setengah hari saja,” jelasnya. (une)

Terkait Sarden Bercacing, Indonesia Kirimkan Surat ke China

0

batampos.co.id – Pemerintah Indonesia mengirimkan notice (peringatan, red) ke Pemerintah China melalui Kementrian Kelautan Republik Indonesia. Notice ini dilayangkan terkait dengan ikan makarel yang mengandung cacing, membuat heboh Indonesia akhir-akhir ini.

“Setahu saya, sudah dikeluarkan melalui Kementrian yang dipimpin ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,red) ke pihak China,” kata Kepala Balai POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Kepri Yosef Dwi Irwan, Senin (2/4).

Ia mengatakan notice yang dikeluarkan ini bentuk protes Indonesia tak hanya atas produk ikan makarel dari negeri Tirai Bambu tersebut. Tapi juga karena bahan baku pembuatan ikan makarel yang diimpor dari negera itu.

“Ke depan kami akan meminta catatan produksi produk-produk luar negeri itu,” ucapnya

Bagaimana tindakan BPOM untuk produksi ikan makarel dalam negeri? Yosef mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan secara komprehensif ke pabrik-pabrik memproduksi ikan makarel tersebut. Saat ini, Yosef menuturkan audit secara menyeluruh itu sedang berjalan.

“Kalau kami di Balai POM, mengawasi produk-produk yang diduga mengandung cacing di tiap daerah,” ucapnya.

Hingga kini, kata Yosef untuk tiga merek (OI, HOKI, Farmerjerk) menjadi awal mula terkuaknya ikan kaleng mengandung cacing, sudah ditarik sebanyak 500 ribu kaleng dari pasar.
Sedangkan untuk 27 merek yang baru saja dirilis BPOM belum lama ini, proses penarikannya masih berlangsung hingga kini. “Belum tau berapa pastinya, karena Kamis (29/3) kami bekerja, Jumat (30/4) sudah tanggal merah. Hari ini kami optimalkan pengawasan untuk menarik ikan makarel yang mengandung cacing itu,” tuturnya.

Penarikan ini ikan makarel dalam kemasan kaleng itu, tak hanya dilakukan oleh importir tapi juga distributor. Saat ditanyakan bagaimana mekanisme penarikan itu, apakah ada ganti rugi bila produk yang ditarik dari toko-toko kecil. Yosef mengatakan hal itu tentunya menjadi tanggungjawab Distributor. “Kami hanya mengawasi prosesnya,” katanya.

Sembari melakukan penarikan, Yosef menuturkan pihaknya juga tetap mengambil sampel ikan makarel dan produk lainnya, untuk di ujikan ke laboratorium. Ia juga berharap tidak hanya Balai POM saja yang ikut mengawasi, tapi juga instansi lainnya.
“Balai Karantina, ikut mengawasi bahan baku atau produk yang masuk. Produsen dan Distributor juga ikut berperan mengawasi,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta masyarakat juga turut berperan serta mengawasi makanan yang tak layak dikonsumsi. “Bila ada, segera laporkan ke kami,” ucapnya.

Ia berterimakasih dengan seluruh instansi dan masyarakat di Kepri. Karena selama proses penyelidikan dan penarikan tersebut, instansi yang berwenang telah membantu Balai POM Kepri dalam pengawasan penarikan ikan makarel diduga mengandung cacing tersebut.

Saat disinggung tentang pertanyaan Menteri Kesehatan yang mengatakan ikan makarel mengandung cacing itu tidak berpengaruh pada kesehatan. Dan cacing tersebut mengandung protein. Yosef enggan mengkomentari hal itu.

“Kami fokus mengawasi penarikan saja,” pungkasnya. (ska)

Pesan Ayah Tersangka Pembunuh Abellia kepada Polisi …

0
Kapolresta Barelang (tengah) ketika menunjukkan barang bukti balok yang dipakai pelaku untuk membunuh korbannya. (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Pengungkapan pembunuhan Abellia Delta Wahyuni berjalan cepat. Meli, sapaan karibnya, meninggal di kamar kosnya, di Teluk bakau, Nongsa, Senin (26/3/2018), sekira pukul 17.30 Wib.

Juni Aryadi ditangkap di Bengkulu.

Oleh orangtuanya di Bengkulu, Junidiserahkan kepada pihak kepolisian yang berada di Provinsi Bengkulu.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki tidak menjelaskan secara rinci apa yang melatarbelakangi ayah pelaku menyerahkan anaknya kepada pihak kepolisian.

Namun demikian sikap ayah korban diakui sebagai bentuk pengajaran akan tanggungjawab yang harus dijalankan anaknya. Orang tua pelaku hanya meminta kepada polisi agar Juni tidak diapa-apakan.

“Pelaku menyerahkan diri melalui orangtuanya, namun kami tetap melakukan koordinasi dengan kepolisian yang ada di Bengkulu untuk proses hukum tersangka,” jelas Hengki, Selasa (3/4) saat melakukan ekspos kasus ini.

Saat ini tersangka sudah berada di Batam untuk menjalani proses hukum lanjutan, termasuk proses rekonstruksi.

Juni  tiba ke Bengkulu melalui jalur darat dari Pekan Baru. Pelaku kemuadian menceritakan kejadian yang ia alami kepada orangtuanya. Akhirnya ia dibawa untuk menyerah dan bertanggungjawab atas apa yang telah ia perbuat.

(bbi/JPC)

Misteri Kematian Abellia Delta Wahyuni, Terkuak

Politisi Demokrat Asal Batam Tak Tahu Lapor LHKPN

0

batampos.co.id – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sudah berakhir sejak 31 Maret 2018 kemarin. Namun kenyataannya, tidak semua anggota dewan Batam patuh terhadap kewajiban melaporkan harta kekayaan mereka.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Muhammad Yunus misalnya. Ia mengaku tidak melaporkan LHKPN. Bahkan, politisi Demokrat tersebut mengaku tidak mengetahui cara membuat laporan harta kekayaan.

“Apa yang mau dilaporkan. Mobil dua itu punya istri, dua lagi masih kredit,” katanya.

“Kalau kebun dan tanah banyak. Apakah ini dilaporkan juga,” sebut Yunus.

Hal senada juga disampaikan Bobi Aleksander Siregar. Anggota Komisi IV ini juga mengaku tidak melakukan pelaporan LHKPN.

“Apa yang mau abang laporkan dek. Harta kekayaan yang mau dilaporkan itu yang tidak ada. Cuma itu-itu saja yang abang punya,” kata Bobi sambil tertawa.

Ketua Komisi IV DJoko Mulyono malah mengaku masih melengkapi kekurangan syarat yang diminta KPK. Padahal batas waktu pelaporan itu sudah berakhir per Maret lalu. “Saya sudah lapor. Tapi masih melengkapi kekurangan. Nanti dicek lagi, apakah sudah masuk atau belum,” kata Djoko.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Muhammad Musofa juga mengaku hal yang sama. Ia akui data kekayaannya sudah direkap dan diberikan pada stafnya. Namun begitu, politisi Hanura ini belum bisa memastikan hasil rekap data kekayaan tersebut sudah dilaporkan.

“Makanya harus kroscek dulu ke staf saya,” kata Musofa.

Terpisah, anggota DPRD Batam lainnya Aman, Sukaryo dan Bustamin mengaku baru mau menginput data. Mereka mengaku jumlah data kekayaan sudah didaftarkan sejak awal Maret lalu.

“Secepatnya akan kami input,” kata Aman. Senada Sukaryo mengaku sudah mengkordinasikan dengan sekwan.

“Kemaren sih formulir dah diisi. Coba nanti saya info-info lagi,” ucap Sukaryo.

Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho mengaku sudah melaporkan LHKPN. Menurutnya, kewajiban pelaporan pajak ini sudah sejak dua tahun terakhir ia jalani.

“Saya upayakan tiap tahun laporkan harta kekayaan. Turun naik harta kita kan bisa dilihat dari sini,” kata Udin.

Bahkan sebelum ada program ini, Udin mengaku sudah memulai pelaporan harta kekayaan lewat program tax amnesty. Diakuinya, inilah kesempatan yang diberikan pemerintah guna melapor harta kekayaan yang belum dilaporkan.

“Buat apa takut kalau tas amnesty saja kita ikuti,” ucapnya.

Lagian, lanjut dia, saat ini sudah jaman transparasnsi, sehingga tidak ada guna lagi untuk menyembunyikan harta kekayaan.

“Kalau kita punya usaha ada pningkatan usaha itu tak perlu lagi kita takut. Karena dui SPT tentu dilaporkan juga,” tambah Udin.

Kewajiban LHKPN sendiri tertuang di Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi dan Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 07 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

Adapun ruang lingkungnya meliputi, pejabat negara pada lembaga tertinggi negara meliputi menteri, gubernur, hakim, pejabat negara yang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, direksi, komisaris dan pejabat struktural lainnya sesuai pada Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah, pimpinan Bank Indonesia serta pimpinan Perguruan Tinggi Negeri. Pejabat Eselon I dan pejabat lain yang disamakan di lingkungan sipil, militer dan Kepolisian, jaksa, dan penyidik. (rng)

Daftar Barang yang hendak Diselundupkan ke Karimun

0
Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Barelang mengamankan barang baran tanpa dokumen di Pelabuhan Sagulung. Barang barang ini mau di bawa ke Moro Karimun, lalu ke Pekanbaru. Isinya bermacam macam, ada suku cadang sepeda, perlengkapan bayi, dan lain lain.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Stik Playstation (PS) menjadi tangkapan terbanyak Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang dari kapal kayu yang ditangkap.

Stik itu sejumlah 200 koli dengan nilai mencapai Rp 959 juta. Setiap satu koli, berisi 50 stik PS, sehingga jumlah yang diamankan dalam tangkapan ini sebanyak 10 ribu buah stik PS.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki mengatakan, pengungkapan kasus penyelundupan berawal dari informasi masyarakat adanya kapal diduga membawa barang ilegal di kawasan perairan Kecamatan Sagulung. Petugas Pos KKP Sagulung langsung melakukan pengecekan dan mendapati sebuah kapal kayu dengan tiga mesin tempel masing-masing 40 PK.

Bersama kapal tersebut, juga diamankan dua tersangka MT, 51, warga Kecamatan Belakang Padang yang menjadi tekong kapal ini, dan HB, 62, yang menjadi pengirim barang-barang ini.

“Tersangka masih kami periksa untuk dimintai keterangan terkait barang-barang ini, informasinya akan dibawa ke Karimun, tapiasih terus kita lakukan pemeriksaan,” kata Hengki dalam ekspos di Kantor KKP Sekupang, Batam, pada Selasa (3/4).

Kedua tersangka dikenai dengan pasal UU Kepabeanan No 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU No 10 tahun 1995 tentang Kepabenan, juncto PP No 10 tahun 2012 tentang perlakuan kepabeanan perpajakan dan cukai serta tatalaksana pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari serta berada di kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Adapun barang-barang yang diamankan sebanyak 8 item dengan jumlah dan nilai bervariasi. Diantaranya adalah

  • 200 koli stik PS senilai Rp959 juta,
  • 16 koli sarung tangan untuk kegiatan kelistrikan senilai 336 juta,
  • 7 koli protektif kit handphone senilai Rp 14,560 juta,
  • 12 rangka sepeda senilai Rp240 juta,
  • 6 koli kaos kaki senilai Rp90 juta,
  • 4 charger dock seharga Rp 44 juta,
  • 3 koli regel tex seharga Rp500 ribu.

Sementara itu, Kabid P2 Bea Cukai Batam, Sulaiman mengatakan bahwa barang-barang hasil tangkapan ini akan segera diproses. Saat pihaknya belum bisa memastikan apakah akan dimusnahkan atau dilakukan pelelangan.

“Ini asal barang masih akan kami telusuri, siapa pemilik barang, baru nanti akan kita putuskan apakah dilelang atau dimusnahkan,” kata Sulaiman. (bbi/JPC)

baca juga

Polsek KKP Tegah Kapal Pembawa Barang Ilegal Senilai 1,6 miliar
Play sound