batampos.co.id – Ujian Nasional (UN) hari kedua di SMKN I Batam di Batuaji, Selasa (3/4) berjalan lancar. Tidak ada kendala teknis yang dihadapi, namun UN mata Pelajaran Matematika itu sempat membuat sebagian siswa peserta UN tertekan karena soal-soal yang muncul di layar komputer cukup sulit.
Beberapa siswa yang dijumpai Batam Pos usai mengikuti UN sesi pertama pagi kemarin, menuturkan, hampir semua soal yang muncul di layar komputer sulit. Meskipun sudah mempersiapkan diri sebelumnya dengan dua kali mengikuti try out dan tiga kali simulasi namun mereka mengaku tetap kewalahan. “Susah-susah soalnya. Ada yang asal isi saja. Biar selesai,” ujar Nr, seorang siswa.
Begitu juga disampaikan Dk ada sekitar 15 soal yang menurutnya cukup berat. Saol-soal yang berat itu dikerjakan belakangan dengan sistem asal isi saja. “Dua jam rasanya tak cukup. Berat kali (menyelesaikan soal-soal UN Matematika),” ujar Dk.
Keluhan siswa ini dibenarkan oleh pihak sekolah. Humas SMKN I Batam Junaidi mengakui adanya keluhan siswa tersebut. Namun demikian pihak sekolah tetap optimis siswa mereka mampu melewati UN tersebut dengan hasil yang memuaskan.
“Itu biasa. Apalagi Matematika memang agak sulit. Tapi kami tetap yakin mereka bisa,” ujar Junaidi.
UN hari kedua itu, kata Junaidi sebanyak 578 siswa peserta UN semuanya hadir. Pelaksanaan UN berjalan lancar seperti biasa. Situasi pelaksanaan UN yang berjalan aman dan tertib itu diakui pihak kepolisian Batuaji. Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe yang turun memantau proses UN SMK di wilayah hukum Mapolsek Batuaji mengatakan secara umum pelaksanaan UN berjalan lancar tanpa hambatan apapun.
“Semua SMK kami awasi dan alhamudililah sampai hari ini semuanya berjalan lancar. Paling banyak (peserta UN) di sini (SMKN I) hampir 600 san siswa,” ujar Dalimunthe.
Siswa dan Siswi SMKN 1 Batuaji dengan serius mengerjakan soal ujian mata pelajaran bahasa Indonesia, Senin (2/4/2018). | Dalil Harahap/Batam Pos
Kuatir Sistem Audio Bermasalah
Sementara persiapan untuk menyambut UN hari ketiga di SMKN I dengan mata pelajaran Bahasa Inggris diakui pihak sekolah sudah mantab. Sistem audio untuk soal listening sudah disediakan satu earphone pada setiap komputer. “Kita sudah lima kali coba dan semuanya berjalan dengan baik. Tak ada kendala. Semoga besok (hari ini) juga demikian,” ujar Kepsek SMKN I Lea Lindrawijaya, kemarin.
Meskipun demikian sejumlah siswa tetap kuatir. Mereka takut saat UN berjalan sistem audio yang disediakan bermasalah. “Itu saja sih yang dikuatirkan. Semoga saja semuanya berjalan lancar. Karena Listening ada 10 soal,” kata seorang siswa. (eja)
Kapolresta Barelang (tengah) ketika menunjukkan barang bukti balok yang dipakai pelaku untuk membunuh korbannya. (Boni Bani/JawaPos.com)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Nongsa menggelar rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan yang dilakukan Juni Aryadi terhadap pacarnya sendiri Abellia Delta Wahyuni alias Meli di lokalisasi Teluk Bakau, Nongsa. Juni sampai di lokasi kejadian dengan kawalan polisi, Selasa (3/4) pukul 14.25 WIB. Tersangka datang dengan kondisi tangan terborgol dan langsung masuk ke dalam kamar kos-kosannya dimana ia membubuh Meli.
Dengan menggunakan baju tahanan warna orange dan bernomor 5, Juni memperagakan satu persatu adegan mulai dari pulang kerja sampai akhirnya merenggut nyawa Meli. Saat reka ulang, tersangka terlihat lancar dan tanpa ragu memperagakan kejadian pada malam itu. Hujatan dari puluhan warga di lokasi kejadian tampak mewarnai reka ulang kasus ini.
Suasana pun sempat memanas saat beberapa orang warga mencoba masuk ke lokasi kejadian yang telah dipasang dengan garis polisi. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, polisi yang berpakaian preman dan bersenjata laras panjang meminta sejumlah warga itu untuk kembali keluar dari garis polisi yang telah terpasang.
Rekonstruksi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite. Sekitar pukul 14.30 WIB, tersangka dengan tangan terborgol keluar dari mobil minibus merah. Dia menjalani rekonstruksi di depan kos-kosannya, dimana pada saat itu Juni baru saja pulang bekerja. Sesampainya di rumah, Juni langsung istirahat sambil menonton tipi.
Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite yang memimpin jalannya rekonstruksi mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mendukung pembuktian dan kelengkapan berkas perkara. Selain itu juga, reka ulang ini dilakukan untuk menyesuaian keterangan pelaku, saksi dan barang bukti yang ditemukan oleh anggotanya di lokasi kejadian.
“Dihadiri penasihat hukum dan jaksa penuntut umum. Sehingga bisa melihat fakta yang terjadi untuk nantinya lebih memaksimalkan penyidikan dan meyakinkan hakim di persidangan ke depannya,” katanya kepada wartawan seusai rekonstruksi.
Albert membeberkan, dari reksonstruksi itu tidak terdapat temuan baru. Rekonstruksi ini telah sesuai dengan pengakuan tersangka dan saksi-saksi kepada penyidik. Dalam reka ulang ini, tersangka melakukan 30 adegan, termasuk saat dia menghabisi nyawa korbannya dengan balok kayu dan mencekik korbannya hingga tewas.
“Adegan yang menghabisi nyawa korban itu ada di adegan ke 27. Saat itu, tersangka memukul kepala korban dengan menggunakan balok kayu sebanyak tiga kali dan kemudian mencekik leher korban,” katanya.
Usai korban tewas, kemudian reka ulang ini ditutup dengan adegan dimana tersangka menumpangi ojek untuk minta diantarkan ke Bandara Internasional Hang Nadim. Saat itu, tersangka membawa beberapa barang berharga milik korban untuk membiayai penerbangannya menuju ke Pekanbaru dan pulang ke Kapahiang, Bengkulu.
“Pembunuhan ini dilakukan secara spontan karena saat itu tersangka merasa kesal kaerena korban memukul kepalanya. Karena kesal, tersangka langsung membunuh korban,” ujar Albert.
Kapolsek menambahkan, kasus ini sudah sampai ke dalam tahap pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk tindak lanjut penyidikan terhadap tersangka. Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan dengan sengaja dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun. (gie)
Dua pelaku penggelapan, Ip dan Ic digiring petugas di Mapolsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Selasa (3/4). F. Yusnadi/batampos.co.id
batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari mengamankan sepasang kekasih berinisial Ip ,27, dan Ic ,28, di kawasan Batu 8, Tanjungpinang, pekan lalu. Keduanya ditangkap atas laporan Alfi Rirandi yang mengaku kehilangan perabotan kontrakan miliknya di Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Perabotan korban diduga dibawa lari pasangan tersebut.
“Kedua pelaku ini berpacaran dan tinggal serumah,” kata Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim Ipda Haris Baltasar, Selasa (3/4).
Awalnya, kedua pelaku sepakat menyewa kamar kos korban seharga Rp 1 juta per bulannya. Saat akan menagih uang sewa, korban menemui kedua pelaku, saat itu keduanya berjanji akan membayar uang sewa dengan cara mengantarkannya ke rumah korban.
Karena beberapa hari tidak kunjung membayar, korban kembali mendatangi kontrakannya. Saat itu korban kaget mendapati perabotan di kontrakan seperti kulkas, kompor gas dan drum air hilang. Korban curiga barang-barang tersebut dibawa kabur pelaku menggunakan mobil.
“Keduanya mengaku mengambil barang-barang tersebut dan menjualnya seharga Rp 15 juta,” kata Haris.
Atas perbuatan nekatnya itu, kedua pelaku dijerat pasal 372 jo 55 ayat 1 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Keduanya telah meringkuk di sel tahanan Polsek Bukit Bestari,” pungkasnya.(odi)
Polisi menunjukkan kendaraan yang digunakan korban yang tewa saat kecelakaan lalu lintas, Selasa (3/4) di Batu 8. F. Yusnadi/batampos.co.id
batampos.co.id – Dua pemuda tanpa identitas tewas setelah mengalami kecelakaan di jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 Tanjungpinang, Selasa (3/4) sekitar pukul 01.00 WIB. Keterangan yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung saat kedua korban berboncengan menggunakan motor Honda Vario BP 2250 BI yang melaju kencang dari arah Simpang Dompak Batu 8 atas menuju ke arah Hotel Ck.
Tepatnya di depan kantor Kementerian Keuangan Dirjen Perbendaharaan, pengendara motor tersebut lepas kendali, keluar jalur dan menabrak pohon besar. Keduanya tewas di lokasi kejadian karena mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. “Diduga keduanya mabuk berat,” ujar Kanit Laka Polres Tanjungpinang, Ipda Ridwan.
Ridwan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kecelakaan tersebut. Hingga saat ini belum diketahui identitas kedua korban. Sedangkan barang bukti motor sudah diamankan dan kedua jenazah korban kini berada di RSUD Kepri. “Saat olah TKP tidak ditemukan tanda pengenal kedua korban,” katanya.
Dalam kecelakaan tersebut satu korban mengenakan jaket coklat, baju abu abu dan celana jins biru, sedangkan satu korban lainnya mengenakan jaket hitam, baju biru dan celana jins hitam. “Jika ada informasi mengenai keduanya, lapor ke Polres Tanjungpinang,” kata Ridwan.
Ridwan mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara agar terhindar dari kecelakaan di jalan raya. “Fokus dan tidak mengkonsumsi alkohol saat berkendara,” imbaunya.(odi)
batampos.co.id – Menjadi seorang Ibu bukanlah pekerjaan mudah. Dalam hal mengurus anak, tak jarang yang memilih jalan singkat untuk mempercayakan anaknya ditangan seorang pengasuh.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Ira Maya Sopa. Wanita yang akan menambah usia 7 April ini, memilih untuk fokus pada keluarga sejak ia mulai berumah tangga.
“Bagiku keluarga nomor satu. Maka itu saya tidak bekerja, agar fokus mengurus suami juga anak,” ujar Maya, sapaannya.
Dalam prinsipnya, istri Brian Charles Bateman ini menyebutkan, sebagai istri atau Ibu harus bisa menjaga keharmonisan rumah tangga dengan sepenuhnya.
“Tidak boleh setengah-setengah, biar hasilnya kelak juga penuh,” tuturnya.
Terutama dalam hal mendidik anak. Sejak melahirkan anak yang diberi nama Keira Putri delapan tahun silam, Maya tak pernah lepas mengasuh putrinya tersebut.
“Sedari lahir tidak lepas dari tangan saya dan suami sebagai orang tua. Cuma karena suami kerja di Singapura, jadi anak lebih banyak sama saya,” jelas Maya.
Selain disibukkan mengurus anaknya yang kini duduk di bangku kelas II SD Avava School, wanita kelahiran Lampung itu juga aktif dalam berdagang online. Menariknya, Maya menjual beragam produk yang dikatakan sedang booming maupun yang berkaitan dengan perayaan hari besar.
“Sekarang lagi hits-nya produk Aloe Vera, dan sudah mulai mendekati Lebaran. Jadi saya menjual produk berkaitan itu saat ini,” bebernya yang sudah menekuni online shop sejak 2010 lalu.
Begitupun dalam hal pergaulan, Ira Maya Sopa terbilang aktif di kegiatan charity melalui komunitas yang diikutinya.
“Sejauh ini, saya merasa menjadi wanita beruntung, yang dapat menikmati hidup sebagaimana prinsip saya terutama dalam hal rumah tangga,” ungkap Maya. (rng)
Sejumlah GTT di Bintan mengeluhkan ke Anggota DPRD Kepri Dewi Kumalasari Ansar soal masa kerja berkurang paska mereka menjadi guru honor Pemprov Kepri. F. Slamet/batampos.co.id
batampos.co.id – Sejumlah Guru Tidak Tetap (GTT) SMK dan SMA di Kabupaten Bintan mengeluhkan masa kerjanya berkurang sejak peralihan kewenangan SMK dan SMA dari kabupaten kota ke provinsi.
Keluhan ini disampaikan ketika Anggota Komisi IV bidang pendidikan DPRD Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari melakukan kunjungan ke SMK Negeri I Seri Kuala Lobam di Desa Kuala Sempang Kecamatan Seri Kuala Lobam, Selasa (3/4).
Seorang guru honor di sekolah tersebut, Indra Des Isabel mengatakan, dirinya sudah mengajar lebih dari 10 tahun sejak 2007, namun diangkat berdasarkan SK pengangkatan dari Pemkab Bintan pada tahun 2010.
Namun, setelah peralihan kewenangan pendidikan khususnya SMK/SMA pada 2017 dirinya menerima SK pengangkatan dari Pemprov Kepri.
“Masa kerja jadi 2 tahun, padahal sudah lebih 10 tahun saya menjadi guru honor,” kata dia.
“Ya maunya ada Pergub tentang perlindungan hukum masa kerja pengangkatan kami, bukan seperti sekarang dianggap honor baru lagi,” tambahnya.
Selain itu, ia mengatakan, dirinya masuk dalam kelompok satu (K1) untuk pengangkatan ASN, namun sampai saat ini belum diangkat.
Tak hanya itu, dia juga mengatakan, ada beberapa kebijakan yang didapat ketika masih di bawah Pemkab Bintan di masa Bupati Bintan, Ansar Ahmad misalnya kebijakan uang makan bagi guru honorer dan kompensasi jika guru honorer pensiun.
Namun, lanjut dia, kebijakan itu tidak ada lagi sehingga mereka tidak mendapatkan uang makan dan kompensasi pensiun. Senada disampaikan guru honor lainnya, Maizah. Ia menyampaikan, sudah diangkat menjadi guru honor sejak 5 tahun lalu namun sejak masuk di Pemprov Kepri justru masa kerjanya dimulai baru lagi sebagai guru honor.
Kepala SMK Negeri I Seri Kuala Lobam Erdatati mengatakan, jumlah guru di sekolahnya sebanyak 29 orang. Dari 29 orang itu, hanya 8 guru berstatus ASN. “21 guru lainnya masih guru tidak tetap,” kata dia.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Dewi Kumalasari berjanji, akan menyampaikan aspirasi dan keluhan guru honor SMK dan SMA di Bintan tentang masa kerja dan pengangkatan guru honor ke Pemprov Kepri.
Menurut dia, keluhan para guru honor SMK dan SMA di Bintan ini menyangkut kesejahteraan dan jaminan guru honor. Oleh karena itu, harus diperjuangkan dan perlu ada perlindungan hukum. “Perlu perindungan hukum misalkan berupa Peraturan Gubernur,” tukas dia. (met)
batampos.co.id – Beredarnya kabar kebocoran soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Batam belum diketahui oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMA, Atma Dinata mengatakan tanggungjawab USBN berada di sekolah penyelenggara.
“Memang saya ada dikonfirmasi sejumlah pihak mengenai hal ihwal ini. Tetapi belum ada kebenaran informasinya,” ujar Atma Dinata menjawab Batam Pos, Selasa (3/4) di Tanjungpinang.
Menurut Atma, dalam hal pelaksanaan USBN, tanggungjawab penuh berada di tangan sekolah. Dijelaskannya, setiap mata pelajaran yang diujikan disusun melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri. Disdik Kepri, pada posisinya hanya sebagai penerima laporan.
“Dalam hal penggandaan soal dari rekomendasi MGMP sepenuhnya ditangani oleh pihak sekolah,” papar Atma.
Dikatakan Atma, pelaksanaan USBN memang telah selesai dilaksanakan sepekan yang lalu. Adapun komposisi soalnya 20 persen berasal dari nasional, makanya, diistilahkan USBN. Ditegaskannya, jika terjadinya kebocoran soal sepenuhnya menjadi tanggungjawab sekolah. Diakuinya, USBN memang memberikan pengaruh bagi tingkat kelulusan.
Menyikapi persoalan ini, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut ke sekolah-sekolah SMA yang ada di Batam. Sehingga bisa menentukan sikap dalam membuat kebijakan. Meskipun demikian, Atma mengatakan yang dikhawatirkan adalah jika soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
“Kita akan segera telusuri persoalan ini di lapangan,” tutup Atma.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) meminta Disdik Kepri untuk segera menelusuri persoalan ini. Politisi Partai Golkar tersebut berharap, isu yang beredar tidak benar. Karena apabila ditemukan fakta kebocoran tersebut, tentu ini telah mencoreng dunia pendidikan Kepri.
“Kita juga akan melakukan penelusuran, karena ini menyangkut mutu pendidikan yang akan dihasilkan,” tegas Teddy, kemarin.(jpg)
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam hingga saat ini belum menerima Daftar Penduduk Pemilih Potensial (DP4) yang menjadi dasar penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dari KPU pusat.
“Harusnya tanggal 26 Maret kemarin sudah kami terima, tapi hingga saat ini masih belum,” kata Ketua KPUD Batam, Agus Setiawan saat dijumpai di kantornya di Sekupang, Selasa (3/4).
Agus mengungkapkan keterlambatan ini dikhawatirkan bisa berdampak terhadap pemutakhiran data pemilih yang akan dilakukan 2.938 petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) nantinya.
Ia menambahkan sesuai dengan jadwal Pantarlih akan mulai melakukan pendataan 17 April mendatang. Saat ini beberapa persiapan telah dilakukan diantaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) hingga pengadaan stiker yang nanti akan ditempel di rumah warga yang menjadi pemilih.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam tahun 2017, sedikitnya terdapat 415.521 nomor kepala keluarga (NKK) yang ada di Batam. Pantarli bertugas memastikan berapa jumlah pemilih pemula, pemilih yang datanya masih ada namun porangnya sudah tak ada atau pindah.
“Hasil inilah nantinya akan menjadi acuan untuk DPS di Pileg April 2019 mendatang,” ungkap Agus.
Sebelumnya, 2.938 Pantarlih sudah berhasil direktrut demi menyukseskan tahapan pemilihan tahun depan. Mereka diberikan waktu satu bulan (17 April-17 Mei) untuk menyelesaikan pendataan jumlah pemilih.
Agus menegaskan mereka yang bekerja in benar-benar harus mengerjakan tugas mereka, agar data yang didapatkan valid.
“Dulu kan banyak yang tidak bertugas dengan baik. Tahun ini harus lebih baik,” tutupnya. (yui)
batampos.co.id – Pusat perdagangan di Asia Tenggara. Begitulah langkah awal Batam dalam menguasai pasar dunia. Caranya adalah dengan menyulap Bandara Internasional Hang Nadim menjadi kota logistik yang melayani layanan penitipan barang dari seluruh dunia dan kemudian mengantarkannya ke tempat tujuan hanya dalam batas waktu sekitar empat jam saja.
“Hei dari seluruh dunia, anda bisa menyimpan barang di Batam. Dan barang-barang yang disimpan di Batam dari seluruh dunia akan digabung dengan barang-barang dari Sumatera, Kalimantan dan lainnya. Setelah itu dipasarkan lewat kota logistik yang dibangun dekat bandara, Pelabuhan Batuampar dan Pelabuhan Tanjungsauh,” kata Deputi II BP Batam Yusmar Anggadinata saat melakukan konsultasi publik Kerjasama Pengembangan Bandar Udara (KPBU) BUBU Hang Nadim di Lantai 3 Balairung Sari, Gedung BP Batam, Selasa (3/4).
Secara garis besar, BP Batam ingin mengubah Hang Nadim menjadi kota logistik. Baru setelah itu mengembangkan hal serupa di Pelabuhan Batuampar.
Kota logistik ini akan dibagi lagi secara zonasi sesuai dengan kriteria barang yang dititipkan di Batam. Tiap zona disebut sebagai taman perdagangan atau trade park.
“Nanti disana, akan ada trade park isinya elektronik semua. Nanti ada juga yang isinya barang-barang plastik semua, baru ada trade park untuk furniture. Ada pedagang besar dan pedagang kecil. Kalau sudah terbangun, maka saya yakin pedagang besar dunia akan buka lapak di Batam,” ujarnya lagi.
Dengan model pengembangan seperti ini, barang-barang yang dititipkan bukan hanya akan menjadi titipan yang kemudian diantarkan mencapai kota tujuan. Tapi barang-barang tersebut bisa juga langsung dipasarkan di Batam jika ada pedagang besar yang butuh barang-barang tersebut dengan cepat. Bahkan Hang Nadim juga diwacanakan akan menjadi penyedia barang atau supplier untuk memenuhi kebutuhan perusahaan manufaktur yang ada di Batam.
Sambil menyelam minum air. Batam bukan hanya akan jadi kota logistik tapi bisa juga jadi pusat perdagangan yang besar di Asia Tenggara.
Pedagang-pedagang besar akan mampir dan membeli barang-barang dalam hitungan kontainer. Sedangkan perusahaan-perusahaan manufaktur lokal seperti Satnusa Persada tidak perlu lagi mengimpor dari Tiongkok ketika membutuhkan barang-barang komplemen seperti transistor, chip dan lainnya. Satnusa hanya cukup memberikan order kepada Hang Nadim yang kemudian akan mencarinya.
“Nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar, hal ini akan membantu kembangkan ekosistem logistik. Dan tentu saja industri-industri di Batam akan ikut berkembang juga,” katanya lagi.
Disamping itu, Badan Pengusahaan (BP) juga akan berkomunikasi dengan perusahaan seluler kelas dunia seperti Apple, Samsung dan lainnya. Tujuannya adalah menggarap Hang Nadim menjadi pusat reverse logistics.
Berbeda dengan logistik pada umumnya yang merupakan proses pendistribusian barang dari pemasok kepada pelanggan akhir. Namun reverse logistics mengacu pada semua prosedur terkait untuk pengembalian produk, perbaikan, pemeliharaan, daur ulang dan pembongkaran untuk produk dan bahan.
Angga menjelaskan secara singkat Batam sebagai reverse logistics akan menerima smartphone-smartphone yang butuh reparasi. “Kalau beli hape di China atau Jepang pas rusak kirim saja ke Batam. Nanti kita akan akan bicara ke Apple atau Lenovo agar bisa service di Batam saja,” jelasnya.
Upaya menciptakan perdagangan lewat kota logistik ini untuk menjawab ketimpangan ekonomi yang tercipta ketika konsep Free Trade Zone (FTZ) berlaku di Batam. Kesalahan terbesar adalah kebijakan FTZ mulai berlaku tanpa diimbangi dengan pembangunan infrastrutrur yang memadai.
Hal tersebut menciptakan biaya yang tinggi baik dalam logistik maupun harga jual. Penyebabnya adalah karena Pelabuhan Batuampar dengan kapasitasnya yang kecil tidak bisa menampung limpahan barang ekspor dan impor yang masuk ke Batam dari luar daerah. Mengingat Batam dibebaskan dari pembayaran PPN dan PPnBM, maka tingginya biaya logistik menyebabkan insentif FTZ menjadi sia-sia.
Bandara Hang Nadim Batam. foto:yusuf hidayat/batampos
“Kami dulu lupa bangun infrastruktur padahal sudah FTZ. Jadi FTZ tak termanfaatkan. Karena itu biaya logistik jadi malah, dan karena itu banyak industri yang terkena dampaknya pindah keluar,” jelasnya.
Jadi dengan mengubah Hang Nadim menjadi kota logistik akan mengubah pengembangan ekonomi di Batam. Kota logistik juga akan menjadi sarang dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce seperti Bukalapak, Lazada dan lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin Amazon akan tertarik buka lapak di Batam.
E-commerce butuh gudang logistik untuk tempat menyimpan barang-barangnya sementara waktu yang kemudian dikirimkan menuju tempat pemesannya.”Kita bantu Indonesia kuasai e-commerce. Di Indonesia belum pernah ada bandara yang memiliki konsep seperti itu dan membangun daya saing Batam di dunia,” katanya lagi.
Angga mengatakan Batam sebagai kota logistik telah dipikirkan sejak lama oleh salah satu pendiri Batam, BJ Habibie. Makanya bapak yang dikenal sebagai bapak pembangunan Batam itu membangun runaway Hang Nadim sepanjang 4025 meter dan merupakan terpanjang di Asia Tenggara.
“Hari ini Hang Nadim bisa layani 6,3 juta. Padahal daya tampung 5 juta. Tapi dengan pengembangan bandara selanjutnya, maka runaway panjang tersebut sebenarnya sudah dipersiapkan untuk melayani 30 juta penumpang,” paparnya.
Pengembangan Hang Nadim juga akan disinkronkan dengan pembangunan di daerah perdagangan bebas lainnya seperti Bintan dan Karimun. Shipyard direncanakan akan dibangun di Karimun sedangkan di Bintan sudah berjalan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)-nya.
“Maka disini Batam yang sudah lebih maju maka diharapkan punya peran dalam memfasilitasi mereka menuju ke pasar market global,” jelasnya.
Pengembangan bandara juga akan dilakukan dengan pembangunan hunian vertikal untuk para pekerja di kota logistik Hang Nadim. BP juga akan mengikutsertakan peran warga sekitar untuk dididik agar menjadi tenaga kerja lokal di kota logistik Hang Nadim.
Mengenai rencana pelelangan, BP sudah memulai market sounding sejak Februari silam, lalu akan melakukan proses lelang pada Bulan November. Pemenang tender akan diumumkan pada Bulan Februari tahun depan.
Sedangkan mengenai konsep kerjasama, BP Batam akan menganut konsep Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). KPBU memiliki banyak keunggulan.
Keuntungan pertama adalah pemerintah dalam hal ini BP Batam tetap memegang kendali proyek. Kedua percepatan pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBN maupun APBD.
Ketiga pemanfaatan keahlian teknis dan komersial dari badan usaha. Keempat pembagian risiko dilakukan dengan badan usaha dan terakhir adalah value for money (VFM) yang lebih baik melalui proses pengadaan yang transparan dan kompetitif. Untuk calon investor yang berminat, saat ini sudah ada 17 investor yang berminat ikut tender pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai pusat kota logistik.
Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan selain mengembangan Hang Nadim, maka Pelabuhan Batuampar juga akan dikembangkan bersama dengan Pelindo. Tapi prosesnya harus mengikuti prosedur yang berlaku terkait kerjasama pemanfaatan aset negara.
“Jika BP Batam ingin bekerjasama dengan Pelindo, maka perlu ada penugasan khusus dari pemerintah pusat bahwa BP Batam bersama Pelindo akan melakukan kerjasama untuk peningkatan kapasitas pelabuhan Batuampar,” jelasnya.
BP Batam mengaku ingin cepat melaksanakan pengembangan Batuampar karena dapat memberikan manfaat untuk pengurangan biaya logistik sehingga memberikan manfaat bagi ekonomi Batam.”Kalau bisa bekerjasama dengan Pelindo, kami pilih kerjasama. Proses ini harus dilihat agar Batuampar segera dikembangkan,” ungkapnya.
Pengembangan Batuampar akan terdiri dari dua tahap pembangunan. Target peningkatan kapasitas akan mencapai 2 juta TEUs. Dan nilai proyek yang ditawarkan mencapai Rp 2,16 triliun.”Skema pendanaan akan dilakukan BP Batam dengan konsorsium PT Pelindo I. Target konstruksi akan dimulai pada tahun 2019,” katanya.
Sedangkan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bahrum mengatakan Pemprov Kepri sangat mendukung BP Batam dalam mengembangkan Hang Nadim sebagai kota logistik.
“Pak Gubernur sangat mendukung. Kalau bisa kami ingin bantu lewat APBD,” katanya.
Bantuan tersebut kata Syamsul akan diberikan lewat pembangunan jalan yang pemeliharaaannya melalui Pemprov Kepri. “Jika masih kurang sempurna, maka kami akan perkuat struktur kelautan dan bandara. Harus saling perkuat,” katanya lagi. (leo)
Bupati Karimun Aunur Rafiq menerima nasi tumpeng dari Pimpinan Cabang Bank RiauKepri Tanjungbalai Karimun, Baharuddin. F. Humas Pemkab Karimun
batampos.co.id – Penyertaan modal Pemerintah Karimun ke Bankriau Kepri mencapai Rp 7 miliar di tahun 2017. Penyertaan modal akan terus bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Ya, lebih kurang Rp 7 miliar kita menyertakan modal di sini (Bank RiauKepri). Itupun masih terus berkembang karena memang kondisi keuangan pemda sehingga belum dapat kita tambah,” kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutan HUT Bankriau Kepri, Senin (2/4) lalu.
Dikatakan, pemerintah daerah juga berencana akan menambah nilai saham atau penanaman modal. Tentunya melalui kemampuan keuangan daerah yang mumpuni, dan pendapatan-pendapatan keuangan dari sisa anggaran dan pendapatan dari perusahaan daerah setempat.
“Mudah-mudahan kalau kondisi keuangan kita sudah baik, silpa APBD kita lebih, bisa kita masukkan menjadi penyertaan modal kita. Karena itu dibenarkan dari sisi aturan,” katanya seraya membeberkan, penambahan modal bersumber dari pendapatan asli daerah, dan pendapatan lainnya yang sah, dan tidak melanggar ketentuan.
Sementara Pimpinan Cabang Bank RiauKepri Tanjungbalai Karimun, Baharuddin mengatakan, sebagai mitra pemerintah daerah setempat, hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Karimun telah melakukan transaksi nontunai melalui Bank RiauKepri setempat.
“Alhamdulillah untuk semua OPD di Kabupaten Karimun sudah melalui Bank RiauKepri untuk transaksi nontunai,” kata Baharuddin.
Di sisi lain, manajemen Bankriau Kepri pun berkomitmen untuk lebih meningkatakan pelayanan. Terutama pada nasabah yang notabenenya adalah ASN yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun.
“Kami tentu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pemerintah Kabupaten Karimun sebagai salah satu pemegang saham di Bank RiauKepri,” katanya.
Selain meningkatkan pelayanan, Bankriau Kepri juga memberikan dana bagi hasil dalam bentuk defiden yang akan menjadi pendapatan daerah setempat. “Setiap tahun kita akan mengembalikan ke pemerintah darah dalam bentuk defiden menjadi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Karimun,” bebernya. (enl)